ULEAD: Jurnal Pengabdian http://ejournal.ust.ac.id/index.php/ULEAD Volume 1 | Nomor 1 | Juli |2021 e-ISSN: 2798-4257 Pelatihan Operasi Hitung Aritmatika Sosial di Panti Asuhan Talenta Delpita Medan Kennedi Tampubolon1, Chandra Frenki Sianturi2 1,2 Universitas Budi Darma, Medan, Indonesia Email : 1kenned.tampubolon@gmail.com, 2chandrafrenki83sianturi@gmail.com Keywords : Pelatihan Aritmatika Sosial, Panti Asuhan Talenta Delpita. Abstrak. Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap dosensebagai wujud dari salah satu unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi disamping Pengajaran dan Penelitian. Adapun kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan dengan maksud menambah ilmu pengetahuan para peserta khususnya anakanak asuhan di Panti Asuhan Talenta Delpita Medan khususnya bidang Operasi Hitung Aritmetika Sosial. Hal ini dirasa perlu karena ilmu yang diterima dalam pendidikan formal di sekolah dirasakan masih kurang memadai. Pada hal pengetahuan tentang Aritmetika Sosial sangat penting dan umum dalam kehidupan sehari hari yang harus diketahui sedini mungkin. Untuk itulah tim Pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat terpanggil untuk memberi sumbangsih dalam membimbing dan mendidik anak-anak di Panti Asuhan Talenta Delpita Medan untuk menambah pengetahuan dan wawasan anak-anak peserta pelatihan sehingga kelak dapat bersaing dengan anakanak lainnya sebagai generasi bangsa. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License Pendahuluan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) biasanya dilaksanakan di luar kampus pada periode waktu tertentu atau yang ditentukan yang tidak bertentangan dengan jadwal perkuliahan. Adapun sasaran program Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilakukan oleh tim pengusul adalah masyarakat yang tidak produktif secara ekonomi dalam hal ini Panti Asuhan yang berlokasi tidak jauh dari tempat tinggal ketua pelaksana pengusul yang sudah disurvey sangat membutuhkan bantuan, ekonomi, pendidikan, penyuluhan, bimbingan rohani, dan lain-lain. Adapun yang menjadi domain pengabdian masyarakat yang telah direncanakan adalah Panti Asuhan Talenta Delpita Medan beralamat di Jalan Pintu Air IV No. 388 Desa / Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor yang dikelola oleh Yayasan Talenta Delpita Medan yang dipimpin oleh Bapak F. Buulolo, S.Kom. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil survey yang telah dilakukan sebelumnya Panti Asuhan Talenta Delpita Medan menampung 30 orang anak diantaranya ada yang masih duduk di bangku SD, SMP, dan SMA. Anak-anak yang diasuh di panti asuhan tersebut ada yang yatim piatu, ada dari kalangan keluarga yang tidak mampu karena alasan ekonomi, atau hal lain. Dalam hal ini pelaksana pengabdian merasa terpanggil dan tergerak dalam memberi bimbingan moral dan spirit kepada anak-anak melalui ceramah, motivasi dan pelatihan [1]: Pentingnya belajar matematika dasar sederhana seperti sistem bilangan, operasi hitung bilangan dan penerapannya dalam penyelesaian persoalan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Pengenalan bilangan dan ilmu bilangan disertai operasinya bertujuan untuk mematangkan persiapan dasar dalam mendukung pendidikan formal demi kesuksesan mereka di sekolah dalam menempuh pendidikan yang lebih tinggi. Adapun persoalan-persoalan yang dihadapi Panti Asuhan Talenta Delpita Medan adalah anak-anak yang masih berusia muda dan kurangnya pengetahuan pada kemampuan kognitif anak dalam memahami ilmu Aritmatika Sosial[2]. Umumnya anak-anak di panti asuhan pengetahuan formalnya masih sangat Pelatihan Operasi Hitung Aritmetika Sosial Di Panti Asuhan Talenta Delpita Medan Oleh : Kennedi Tampubolon1, Chandra Frenki Sianturi2 38 ULEAD: Jurnal Pengabdian http://ejournal.ust.ac.id/index.php/ULEAD Volume 1 | Nomor 1 | Juli |2021 e-ISSN: 2798-4257 rendah, terutama dalam pemahaman dan penggunaan operasi-operasi hitung pada sistem bilangan real yang menjadi landasan pelajaran Matematika khususnya Aritmatika Sosial [3]. Dengan demikian tentu saja pihak pengelola Panti Asuhan menyambut baik dengan tangan terbuka atas pelaksanaan PKM ini. Adanya kelompok umur anak-anak yang beragam di Panti Asuhan Talenta Delpita Medan dapat mempengaruhi kehidupan bersosial karena perbedaan karakter dan sifat sehingga diperlukan tindakantindakan nyata dari siapa saja dengan rasa kepedulian yang tinggi dan konprehensif dalam membentuk karakter dan pribadi anak kearah yang lebih baik. Berdasarkan pengamatan dan hasil wawancara maka persoalan yang perlu mendapat perhatian khusus adalah Rendahnya pengetahuan dasar operasi hitung Matematika khususnya penerapan Operasi Hitung Aritmetika Sosial.. Landasan Teori 2.1 Panti Asuhan Menurut Depsos RI (2004:4), Panti Sosial Asuhan anak adalah suatu lembaga usaha kesejahteraan sosial yang mempunyai tanggung jawab untuk memberikan pelayanan kesejahteraan sosial pada anak-anak telantar dengan melaksanakan pemantauan dan pengentasan anak telantar, memberikan pelayanan pengganti orangtua/wali anak dalam memenuhi kebutuhan fisik, mental dan sosial kepada anak asuh, sehingga memperoleh kesempatan yang luas, tepat dan memadai bagi pengembangan kepribadiannya sesuai dengan yang diharapkan sebagai bagian dari generasi penerus cita-cita bangsa dan sebagai insan yang akan turut serta aktif dalam bidang pembangunan nasional. Panti Asuhan adalah suatu lembaga pelayanan sosial yang didirikan oleh pemerintah maupun masyarakat yang bertujuan untuk membantu atau memberikan bantuan terhadap individu, kelompok masyarakat dalam upaya memenuhi kebutuhan hidup[4]. 2.2. Pelatihan Secara teoritis, istilah pelatihan (training) adalah suatu proses dimana orang-orang mencapai kemampuan tertentu untuk membantu pencapaian tujuan organisasi[5]. Pelatihan adalah proses pendidikan jangka pendek yang menggunakan prosedur sistematis dan terorganisasi[6]. Sedangkan menurut Wikipedia, pelatihan adalah proses melatih kegiatan atau pekerjaan (KBBI) edisi 2, Balai Pustaka, 1989). Pelatihan mempersiapkan peserta latihan untuk mengambil jalur tindakan tertentu dan membantu peserta memperbaiki prestasi dalam kegiatannya terutama mengenai pengertian dan keterampilan. 2.3. Komponen-Komponen Pelatihan Berikut adalah komponen-komponen pelatihan[6]: 1. Tujuan dan sasaran pelatihan dan pengembangan harus jelas dan dapat diukur. 2. Para pelatih (trainers) harus ahlinya yang berkualifikasi memadai (profesional) 3. Materi pelatihan dan pengembangan harus disesuaikan dengan tujuan yang hendak dicapai 4. Metode pelatihan dan pengembangan disesuaikan dengan tingkat kemampuan peserta 5. Pelatih harus memenuhi persyaratan yang ditentukan 2.4. Indikasi Keberhasilan Suatu Program Pelatihan Indikasi keberhasilan suatu program pelatihan adalah sebagai berikut[5]: 1. Peningkatan kemampuan dalam melaksanakan tugas 2. Perubahan perilaku yang tercermin pada sikap, disiplin dan etos kerja Untuk mengetahui terjadi tidaknya perubahan tersebut dilakukan penilaian atau evaluasi atas pelaksanaan pelatihan. 2.5. Matematika Matematika adalah ilmu yang mempelajari hal-hal seperti besaran, struktur, ruang, dan perubahan. Para matematikawan merangkai dan menggunakan berbagai pola, dan menggunakannya untuk merumuskan konjektur baru, dan membangun kebenaran melalui metode deduksi yang ketat diturunkan dari aksiomaaksioma dan definisi-definisi yang bersesuaian[7]. Matematika adalah ilmu tentang logika mengenai bentuk, susunan, besaran, dan konsep-konsep yang Pelatihan Operasi Hitung Aritmetika Sosial Di Panti Asuhan Talenta Delpita Medan Oleh : Kennedi Tampubolon1, Chandra Frenki Sianturi2 39 ULEAD: Jurnal Pengabdian http://ejournal.ust.ac.id/index.php/ULEAD Volume 1 | Nomor 1 | Juli |2021 e-ISSN: 2798-4257 berhubungan dengan jumlah yang banyak. Matematika timbul karena pikiran manusia yang berhubungan dengan ide, proses dan penalaran [7]. Jhonson dan Rising dalam Karso 1993 mengatakan bahwa matematika adalah pola berpikir, pola mengorganisasikan pembuktian yang logika. Matematika adalah bahasa yang menggunakan istilah yang didefenisikan dengan cermat, jelas dan akurat, representasinya dengan simpel dan padat[3]. 2.6. Berpikir Matematis Pemikiran matematis adalah kemampuan untuk membangun kemampuan penalaran serta mengkomunikasikan gagasan[8]. Pemikiran matematika merupakan bentuk sikap yang bisa diekspresikan dengan suatu upaya untuk melakukan (Attemptingto do) dan suatu bentuk pekerjaan yang dilakukan working to do [9]. Kemampuan berpikir matematis menurut Katagiri merupakan faktor yang sangat berpengarauh terhadap perkembangan pengetahuan tentang penerapan pengetahuan dan keterampilan serta mampu memunculkan kemampuan untuk belajar mandiri[10]. Mengingat pentingnya kemampuan berpikir matematis Stacey (2006) menegaskan perlunya menempatkan kemampuan berpikir matematis sebagai tujuan pembelajaran dan sekaligus sebagai suatu cara untuk pembelajar matematika (a way of learning mathematics). 2.7. Membangun Model Matematika Matematisasi adalah jembatan menuju dunia matematika. Adapun arti dari matematisasi adalah suatu proses untuk mematematikakan suatu fenomena. Mematematikakan bisa diartikan sebagai memodelkan suatu fenomena secara matematis atau membangun suatu konsep matematika dari suatu fenomena[3], [9]. Gambar 1: Proses matematisasi versi PISA Lima langkah matematisasi untuk menyelesaikan masalah dunia nyata dalam soal PISA sebagai berikut : 1. Mengindentifikasi konsep matematika yang relevan dengan masalah dunia nyata 2. Merepresentasikan masalah dengan berbagai cara yang berbeda, termasuk mengorganisasi masalah sesuai dengan konsep matematika yang relevan serta merumuskan asumsi yang tepat 3. Mencari hubungan antara bahasa, masalah dengan simbol dan bahasa formal matematika supaya masalah nyata bisa dipahami secara matematis 4. Mencari keteraturan, hubungan dan pola yang berkaitan dengan masalah 5. Menerjemahkan masalah ke dalam bentuk matematika yaitu ke dalam bentuk model matematika 2.8. Aritmatika Sosial Harga Pembelian (B), Harga Penjualan (J), Untung (U), Rugi (R) dan Impas (I). Dalam bidang perdagangan terjadi transaksi jual dan beli. Pihak penjual maupun konsumen sama-sama mengharapkan keuntungan [11], [12]. Namun dalam kenyataannya bisa saja terjadi kerugian ataupun impas (tidak untung dan tidak rugi). Rumus : U = J – B R=B–J Syarat-syarat : 1. Terjadi Untung jika : B < J 2. Terjadi Rugi jika : B > J 3. Terjadi Impas jika : B = J Contoh : 1. Ibu membeli sepotong baju dengan harga Rp 10.000 kemudian Ibu menjual baju tersebut dengan harga Pelatihan Operasi Hitung Aritmetika Sosial Di Panti Asuhan Talenta Delpita Medan 40 Oleh : Kennedi Tampubolon1, Chandra Frenki Sianturi2 ULEAD: Jurnal Pengabdian http://ejournal.ust.ac.id/index.php/ULEAD Volume 1 | Nomor 1 | Juli |2021 e-ISSN: 2798-4257 Rp 12.000. Pertanyaan : a. Untung atau rugikah Ibu ? b. Tentukanlah besarnya! Jawab : a. Harga pembelian : Rp 10.000 Harga penjualan : Rp 12.000 B