BEGIBUNG: E-ISSN: 3025-7743 Vol. No. Nov. Hal. Jurnal Penelitian Multidisiplin DOI: https://doi. org/10. 62667/begibung. Homepage: https://berugakbaca. org/index. php/begibung MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN IPA MELALUI MEDIA GAMBAR PADA MATERI PERBEDAAN AKAR TUNGGANG DAN AKAR SERABUT PADA TUMBUHAN SISWA KELAS i SDN 1 BUNUT BAOK Syaipul Pahru1. Ahmad Dedi Marzuki2. Abdul Alim3 1,2,3 Institut Pendidikan Nusantara Global Informasi Artikel ABSTRAK Sejarah Artikel: Diterima 21 Nov. Perbaikan 27 Nov. Disetujui 30 Nov. Kata Kunci: media gambar, perbedaan akar tunggang dan akar IPA, sekolah dasar Penelitian ini bertujuan untuk mengusahakan peningkatan capaian belajar siswa pada subjek IPA dalam konteks materi perbedaan akar tunggang serta akar serabut. Penelitian ini dilakukan terhadap peserta didik kelas i SDN 1 Bunut Baok yang memanfaatkan media gambar selaku metodenya. Metode yang digunakan pada kajian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dimana terdiri dari siklus I dan siklus II. Subjek pada penelitian ini terdiri dari 34 siswa, yang mencakup 17 siswa perempuan dan 17 siswa laki-laki. Pengumpulan data pada penelitian ini mencakup diskusi, tes tertulis, dan soal evaluasi. Hasil dari kajian tersebut memperlihatkan terdapatt peningkatan rata-rata nilai peserta didik, yang mulanya sebesar 58,00 pada pra-siklus kemudian meningkat menjadi 68,00 pada siklus I dan meningkat menjadi 80,00 pada siklus II. Besaran ketuntasan belajar peserta didik pun juga mengalami kenaikan, dari yang semula 55,88% pada pra-siklus menjadi 67,64% di siklus yang kemudian naik kembali menjadi 88,23% pada siklus II. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media gambar bisa dibuktikan keefektifannya guna merancang adanya kenaikan pemahaman perbedaan akar tunggang serta serabut dalam tumbuhan juga menumbuhkan kontribusi aktif serta motivasi belajar siswa. A 2025 BEGIBUNG *Surat ielektronik ipenulis: syaipulpahru12@gmail. PENDAHULUAN Ilmu Pengetahuan Alam merupakan salah satu subjek yang diharapkan dapat Melalui hal tersebut, pendidik mengembangkan kemampuannya melalui yang aktif dan korelasi timbal balik dari proses belajar-mengajar, baik iu dari diri kegiatan belajar-mengajar antar pendidik hingga alam sekitar yang berguna untuk serta peserta didik, media yang dipakai, kehidupan sehari-hari (Musyadad, 2. bahan ajar, hingga fasilitas yang memadai Tahapan pembelajaran tersebut memerlukan untuk mencapai target pembelajaran (Pahru Page 23 et al. , 2. kesadaran dan hubungan dari sebab-akibat Subjek pelajaran IPA ialah suatu disiplin ilmu yang sering digunakan dalam antara IPA, teknologi, lingkungan, hingga keseharian, sehingga subjek terseut menjadi IPA mempelajari beberapa hal, salah isu yang penting untuk dipelajari. Kegiatan tumbuhan dijelaskan oleh Advinda . Definisi tahapan sekolah dasar (SD), mengenalkan konsep alam terhadap anak usia dini harus merupakan salah satu makhluk hidup yang menyelaraskan dari kemampuan berpikirnya mempunyai beberapa karakteristik, seperti batang, daun, hingga akar yang dapat memproduksi makanannya sendiri dengan berpikir serta berperilaku secara alami. Tak hanya itu, subjek ini merupakan himpunan dari pengetahuan-pengetahuan luar biasa tumbuhan terdapat akar, yakni suatu bagian yang mempunyai ciri khusus yang dapat yang ada di dalam tanah. Semua jenis dibuktikan kebenarannya di dunia nyata. tumbuhan pasti mempunyai akar. Dimana IPA menjadi karya insan untuk membantu akar sendiri mempunyai dua jenis, yakni : . memahami bagaimana alam semesta bekerja akar tunggang dan . akar serabut. Seperti (Patmanidar, 2021. Latif et al. , 2. namanya, akar serabut mempunyai wujud Adapun Sehingga, kegiatan belajar-mengajar fisik layaknya serabut dan lazim dijumpai IPA perlu dilakukan sejak dini, seperti di pada tanaman-tanaman jagung, padi, hingga Sekolah Dasar. Menurut Depdiknas . , subjek pelajaran ini mempunyai berbagai Memberikan mengarah ke bawah dan sering dijumpai pengertian terkait konsep-konsep IPA yang pada tumbuhan mangga, jambu, hingga bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. Sedangkan Menyisipkan rasa ingin tahu dan persepsi Lebih positif terhadap keilmuan ini dan teknologi. Mengimplementasi keahlian menelaah menggabungkan antara realitas bersama dan menganalisis, serta mengatasi persoalan pikiran, dimana hal ini dikombinasikan dalam memutuskan sesuatu. Berkontribusi melalaui padanan kata dan gambar secara tegas (Suparaman et al. , 2. Media mendukung penuh kelestarian alam. gambar diingat sebagai media visual yang Mengimplementasi BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin Media Page 24 mempunyai hingga masyarakat sipil. Adapun sekolah penyampaian informasi yang dikirim dari menjadi institusi pendidikan formal yang pengirim terhadap penerima pesan dan mempunyai makna dan prinsip khusus yang harus dikaji serta diimplementasikan secara (Ujang Erianto, 2017. Irawan et al. , 2. Media diberikan wejangan dari orang tua, tetapi fungsi di keseharian, tak terkuali pada melalui guru selaku pengganti orang tua di latihan pembelajaran (Syahrifudin, 2. sekolah (Arsani et al. , 2. Dasar dari penggunaan media ini adalah Pencapaian Siswa di sekolah umumnya tak menyampaikan materi dengan baik dan optimal, sehingga siswa akan semakin fokus pembelajaran, termasuk pengerjaan tugas, dalam belajar dan dapat membayangkan partisipasi dalam evaluasi, serta kontribusi materi dengan baik sesuai dengan realitas. aktif melalui diskusi dan respons terhadap Hal ini sangat berguna untuk siswa karena Sebagaimana diungkapkan oleh mereka akan lebih mudah memahami serta Djamarah dan Zain . alam Supardi, 2. , mengingat materi lewat media visual yang tolok ukur keberhasilan pembelajaran dapat memanjakan indera penglihatan, sehingga diamati melalui kemampuan kognitif dalam siswa dapat mempunyai kemampuan untuk yang ditunjukkan oleh peserta didik. Lebih inventif (Amir et al. , 2. materi dan perubahan sikap lanjut, hasil pembelajaran tersebut mengacu Melalui media gambar, dapat menjadi standar atau patokan nilai yang telah pembelajaran, khususnya di subjek IPA. Sementara itu. Suprijono . alam Sehingga, siswa dapat menaruh atensi lebih Thobroni, 2. menjelaskan bahwa hasil pada pencapaian yang diukur berdasarkan seperti pemahaman konsep, penerapan nilai. Harapannya, capaian belajar siswa pun akan Tugas sekolah merupakan sarana Berdasarkan Piaget . alam yang bersifat untuk menyokong sarana Desmita, 2. , peserta didik berada pada fase operasional konkret, di mana proses dimanfaatkan untuk menyelesaikan tugas, baik itu sebagai individu, warga negara, langsung dengan objek atau pengalaman BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin Page 25 nyata. Melalui pendekatan ini, siswa dapat menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dimana hal ini merupakan suatu riset mendalam karena melibatkan pengalaman yang diciptakan serta diimplementasikan langsung dalam proses belajar, sehingga sebagai bentuk reflektif terhadap proses pembelajaran di kelas yang menyuguhkan bermakna (Pahru et al. , 2. Selanjutnya, manfaat, sehingga implementasinya dapat Darmodjo meningkatkan hal-hal positif yang berada di mengemukakan bahwa pemanfaatan media sekolah, baik itu pada proses belajar, visual berupa gambar merupakan metode kurikulum, hingga hal-hal krusial lainnya yang sangat efektif dalam pembelajaran IPA. (Somatanaya et al. , 2. Bentuk PTK pada Kehadiran kajian ini diadakan di beberapa siklus. meningkatkan partisipasi aktif siswa di kelas. Dimana siklus ini mempunyai beberapa catatan, seperti apabila sebuah siklus belum tuntas, maka akan dilaksanakan revisi pada visual terhadap berbagai fenomena alam. siklus berikutnya. Lebih lanjut, di seluruh Dengan siklus akan dilaksanakan berbagai tahapan, gambar dapat mendorong peningkatan hasil seperti: . Perencanaan. Implementasi dan belajar secara signifikan. Biggs dan Tefler . alam Dimyati & Mudjiono. Adanya Refleksi. Rancangan perbaikan, yang dapat dimaknai lebih lanjut pada Gambar 1. motivasi belajar memainkan peran krusial Pada peneltiainnya teridi dari siswa kelas i SDN motivasi yang kuat mampu menciptakan 1 Bunut Baok tahun ajaran 2024/2025, yang terdiri dari 34 siswa. Pada awal penelitian. Oleh karena itu, penting pengkaji melakukan proses perancangan dari untuk terus menumbuhkan dan memperkuat persiapan materi ajar dan media gambar motivasi belajar siswa melalui dukungan sarana dan prasarana pembelajaran yang pembelajaran secara langsung atau direct memadai guna mencapai hasil belajar yang instruction (SaAodiyah Setelahnya. Zuhdi, pembelajaran di kelas, dimana fungsi guru METODE PENELITIAN Metode adalah mengamati partisipasi keaktifan siswa BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin Page 26 Lalu, dilaksanakan evaluasi dalam tahap belajar menggunakan tes hasil belajar. Nilai tes yang dikumpulkan berfokus pada pemahaman diperoleh setelahnya akan dipakai untuk siswa terkait perbedaan antara akar menuju langkah siklus selanjutnya. laki-laki. Data mereka mengikuti evaluasi pembelajaran menggunakan media gambar. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi serta tes tertulis. Penelitian (PTK) bergantung pada kompleksitas materi dan kebutuhan perbaikan selama proses Penelitian berlangsung selama dua siklus, dengan Gambar 1. Desain penelitian (Arikunto. Gambar bagaimana peneliti melaksanakan dan mengamati PTK bersama dengan guru kelas i SDN1 Bunut Baok. Peneliti rencana yang disusun dengan cermat dan mencatat semua temuan selama fase Selanjutnya, mengetahui apakah memakai media gambar mampu membuat pemahaman perbedaan jenis akar tunggang dan akar Penelitian ini melibatkan sebanyak 34 siswa kelas i di SDN 1 Bunut Baok, yang terdiri atas 17 siswa perempuan dan evaluasi dilakukan pada akhir setiap Bila hasilnya sudah menunjukkan Namun, hasilnya belum mencapai target, maka siklus tambahan akan dilaksanakan. Setiap pembelajaran secara optimal. Masingmasing indikator yang berbeda agar hasil belajar bisa lebih maksimal. Sebelum pelaksanaan dua siklus kegiatan pra- siklus. Kegiatan pra-siklus ini dilakukan pada tanggal 5 Mei 2025 dan berisi pengamatan terhadap aktivitas belajar siswa mengenai topik perbedaan akar tunggang dan akar serabut tanpa BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin Page 27 menggunakan media. Hasil evaluasi pada tahap ini menunjukkan bahwa dari ketuntasan dalam menyelesaikan soal 34 siswa, sebanyak 15 orang belum LKPD dan evaluasi pembelajaran. mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu nilai 70, sementara hanya HASIL DAN PEMBAHASAN 19 siswa yang sudah memenuhi KKM. Berdasarkan penelitian, dari tahap pra-siklus sampai siklus kedua, pemahaman peserta didik terkait konsep nilai tempat bilangan mengalami kenaikan secara tajam. Hal ini dijelaskan dalam tabel berikut yang memperlihatkan nilai rerata capaian belajar siswa serta presentase ketuntasan belajarnya: Siklus I dimulai pada hari Kamis, 8 Mei 2025, dengan fokus pembelajaran yang masih sama, yakni perbedaan antara akar tunggang dan akar serabut. menggunakan media gambar sebagai alat bantu pembelajaran. Dari hasil evaluasi Aspek Pra Siklus I Siklus II pada siklus pertama, tercatat ada 23 siswa yang berhasil mencapai ketuntasan Jumlah nilai Meskipun terjadi peningkatan Rata -rata 57,00 68,00 80,00 dibandingkan pra-siklus, hasil tersebut Nilai 40,00 55,00 65,00 75,00 85,00 98,00 Tuntas Senin, 19 Mei 2025. Pada tahap ini. Tidak tuntas Persentase 55,88 % 67,64% 88,23% menjadi gambar berbasis audio visual Minimum Nilai Maximum penelitian dilanjutkan ke siklus II. Siklus kedua dimulai pada hari yang ditampilkan menggunakan infokus. Selain menjelaskan perbedaan antara akar tunggang dan akar serabut, guru ciri-ciri contoh tanaman dari masing-masing jenis akar, serta menunjukkan bentuk Pendekatan ini terbukti lebih efektif, terlihat dari peningkatan hasil belajar Pada akhir siklus II, sebanyak 30 BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin Tabel 1 Tabel perbandingan hasil belajar antar siklus Berdasarkan tabel, terdapat kenaikan konsisten dari pra-siklus hingga siklus II. Hal ini juga didukung melalui besaran persentase ketuntasan belajar yang meningkat tajam dari 55,88% sampai 67,64% dan berlanjut Page 28 sampai 88,23%. Hal ini memunculkan nilai 57,00 pada pra-siklus dan naik menjadi 68,00 Menggabungkan di siklus I. Hasil tersebut menunjukkan bahwa berbasis proyek atau permainan edukatif, peserta didik menjadi lebih memahami perbedaan dari akar tunggang serta akar pemahaman siswa. serabut melalui media gambar serta wujud Selanjutnya, grafik di bawah ini asli tumbuhannya, sehingga hal tersebut menampilkan perbandingan rata-rata nilai menumbuhkan pemahaman siswa. dan persentase ketuntasan belajar siswa dari Pemanfaatan media gambar terbukti tahap pra-siklus hingga akhir siklus II. membantu siswa dalam memahami dan membayangkan ciri khas dari akar tunggang dan akar serabut. Pada pelaksanaan siklus I, siswa diperkenalkan pada materi beserta gambar pendukung untuk mempermudah proses pembelajaran tentang jenis-jenis akar Kemudian, di siklus II, penggunaan Grafik infokus untuk menampilkan visual jenis-jenis bahwasanya pemanfaatan media konkret akar membantu meningkatkan fokus siswa berdampak positif secara signifikan terhadap pemahaman siswa. terhadap ciri-ciri dan perbedaan antara kedua jenis akar tersebut. Dengan demikian. KESIMPULAN media gambar terbukti efektif sebagai alat Melalui hasil PTK tersebut, nampak bantu dalam pembelajaran IPA, khususnya bahwa penggunaan media gambar dapat konsep-konsep menjadikan capaian belajar siswa akan abstrak menjadi lebih konkret dan mudah materi perbedaan akar tunggang dan serabut Selain itu, penggunaan media mengalami kenaikan. Nilai siswa yang visual juga mendorong keterlibatan aktif sebelumnya hanya mencapai 57,00 pada pra- siswa dalam proses belajar, yang berdampak siklus naik menjadi 68,00 pada siklus I dan positif terhadap pencapaian hasil belajar naik secara tajam menjadi 80,00 pada siklus II. Adapun ketuntasan belajar dari yang Penelitian ini juga menyoroti bahwa 55,88% pendekatan pembelajaran masih memiliki kenaikan menjadi 67,74% pada siklus I dan ruang untuk perbaikan meskipun telah berlanjut menjadi 88,23% pada siklus II. BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin Page 29 Piaget media belajar yang kian inovatif. Untuk perkembangan siswa pada tahap operasional peneliti selanjutnya yang ingin mengkaji konkret membutuhkan pengalaman, yang seberapa efektif media tertentu terhadap terdiri dari benda ataupun objek secara materi ataupun tingkat pendidikan khusus Melalui pengalaman langsung dapat memanfaatkan kajian ini sebagai pembelajaran yang berarti dan dapat kian mengerti akan proses belajar, karena siswa khususnya bagi calon- calon guru guna merancang teknik pembelajaran inovatif (Desmita, 2. Lalu, yang selaras pada perkembangan siswa di Pemanfaatan media gambar pada aktivitas belajar-mengajar merupakan teknik cemerlang dan sesuai untuk subjek pelajaran DAFTAR PUSTAKA