scidac plus Berkala Ilmiah Pendidikan Volume 4 Nomor 2. Juli 2024 PERAN PONDOK PESANTREN DARUSSALAM DALAM MENINGKATKAN SIKAP RELIGIUS SISWA DISEKOLAH MAAoARIF SIDOREJO LAMPUNG TIMUR Muhammad Ikhsanudin Siddiq*. Irhamudin Irhamudin. Nailul Izzah Universitas MaAoarif Lampung ikhsanhendra3@gmail. Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi peran Pondok Pesantren Darussalam dalam meningkatkan sikap religius siswa di Sekolah Ma'arif. Pendidikan religius dan pembentukan sikap religius adalah aspek penting dalam pendidikan di Indonesia. Studi ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan penelitian dengan memberikan penjelasan rinci tentang bagaimana Pondok Pesantren Darussalam berkontribusi dalam pembentukan sikap religius di kalangan siswa Sekolah Ma'arif. Melalui analisis mendalam, penelitian ini mengkaji metode dan pendekatan spesifik yang digunakan oleh Pondok Pesantren Darussalam dalam membentuk sikap religius Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif pada penelitian ini, peneliti memilih untuk memakai jenis penelitian lapangan . ield researc. dengan memahami praktik ini, studi ini bertujuan untuk memberikan wawasan berharga tentang pengaruh pendidikan religius di Pondok Pesantren Darussalam terhadap sikap religius siswa di Sekolah Ma'arif. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengembangan pendidikan religius di sekolah lain dan meningkatkan pemahaman kita tentang pentingnya pendidikan religius dalam membentuk karakter siswa. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk membentuk sinergi yang lebih kuat antara Pondok Pesantren Darussalam dan Sekolah Ma'arif dalam membina sikap religius siswa. Penelitian ini memiliki relevansi yang signifikan dalam konteks pendidikan religius guna untuk meningkatkan sikap dan pembentukan karakter siswa. Dengan demikian diharapkan bahwa anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berakhlakul karimah, berbudi luhur, bertanggung jawab, dan bermoral. Dengan mengeksplorasi peran Pondok Pesantren Darussalam dalam meningkatkan sikap religius siswa di Sekolah Ma'arif, semoga studi ini memberikan wawasan berharga bagi pendidik, pembuat kebijakan, dan peneliti di bidang pendidikan religius. Kata Kunci: Pendidikan Agama. Sikap Religius. Pembentukan Karakter. Abstract The aim of this research is to explore the role of the Darussalam Islamic Boarding School in improving students' religious attitudes at Ma'arif School. Religious education and the formation of religious attitudes are important aspects of education in Indonesia. This study aims to fill the research gap by providing a detailed explanation of how the Darussalam Islamic Boarding School contributes to the formation of religious attitudes among Ma'arif School students. Through in-depth analysis, this research examines the specific methods and approaches used by the Darussalam Islamic Boarding School in forming students' religious attitudes. The author used qualitative research methods in this research, the researcher chose to use field research by understanding this practice, this study aims to provide valuable insight into the influence of religious education at the Darussalam Islamic Boarding School on the religious attitudes of students at the Ma'arif School. It is hoped that the findings from this research can contribute to the development of religious education in other Artikel ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License A 2024 Muhammad Ikhsanudin Siddiq. Irhamudin Irhamudin. Nailul Izzah schools and increase our understanding of the importance of religious education in shaping student character. Apart from that, this research aims to form a stronger synergy between the Darussalam Islamic Boarding School and the Ma'arif School in fostering students' religious attitudes. This research has significant relevance in the context of religious education in order to improve students' attitudes and character formation. In this way, it is hoped that children will grow up to be individuals who are moral, virtuous, responsible and moral. By exploring the role of the Darussalam Islamic Boarding School in imp roving the religious attitudes of students at the Ma'arif School, we hope this study will provide valuable insights for educators, policy makers and researchers in the field of religious education. Keywords: Religious Education. Religious Attitudes. Character Building. PENDAHULUAN Pendidikan agama memainkan peran penting dalam membentuk karakter dan sikap dan sikap religius siswa (Azizah, 2. Alam konteks Indonesia, pondok pesantren telah lama diakui sebagai institusi pendidikan yang berfokus pada pengajaran agama dan moral (Rochmania, 2. Penelitian berfokus pada peran Pondok Pesantren Darussalam dalam membentuk sikap religius siswa di Sekolah MaAoarif Sidorejo. Pondok Pesantren Darussalam, seperti banyak pondok pesantren lainnya di Indonesia, menerapkan pendekatan pendidikan holistic dalam pengajaran mereka (Yusuf, 2. Namun meskipun banyak penelitian telah dilkukan tentang pendidikan di pondok pesantren, masih ada kekurangan penelitian yang berfokus pada peran pondok pesantren dalam membentuk sikap religius siswa (Rochmania, 2. Penelitan ini bertujuan mengisi celah dengan mengeplorasi peran Pondok Pesantren Darusalam dalam konteks ini. Seperti dalam S As Sajdah ayat 7-9 : A aacE eO a a aI E A A E a a O O EN aOIa aAO aN aII acO a aN n aO a a aE Ea E EaEA A E a a a aE I a aEu aII EEa a naE aII Ien IN naIOA Aa s aEaCa EN nu aOaa a aE aC E aI a aI aII a nIOA a AaEA AOIA a A E I a aO aEA a a a aO aE a aoa Ca aE OE I a EE EA Artinya : AuYang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan ketururunannya dari saripati air yang hina . ir Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam . nya roh . AeNya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran. Penglihatan dan hati, . kamu sedikit sekali bersyukurAy (Departemen RI, 2. Pendidikan agama memiliki peran yang sangat signifikan dalam pembentukan karakter dan sikap siswa, khususnya di Indonesia. Negara dengan populasi muslim terbesar di dunia (Chandra, 2. Dalam konteks ini. Pondok Pesantrean Darussalam dan sekolah MaAoarif menjadi dua institusi yang memiliki peran penting dalam pembinaan sikap religius siswa. Pondok Pesantrean Darussalam sebagai lembaga pendidikan islam tradisonal, telah lama dikenal sebagai tempat dimana nilai-nilai agama di ajarkan dan ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari siswa. Dengan pendekatan pembelajaran yang unik dan lingkungan yang kondusif untuk pembentukan sikap dan perilaku religius (Jannah, 2. Pondok Pesantrean Darussalam telah berhasil membentuk generasi muda generasi muda yang berakhlak mulia dan beriman. Di sisi lain. Sekolah MaAoarif, sebagai lembaga pendidikan formal, juga berperan dalam membentuk sikap religius siswa. Dengan kurikulum yang seimbang antara pengetahuan umum dan agama (Mustoip & Japar, 2. Sekolah MaAoarif berusaha untuk membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki sikap dan perilaku dengan ajaran agama. Namun meskipun kedua intitusi ini memiliki peran penting, masih ada kekurangan penelitian yang secara khusus membahas bagaimana Pondok Pesantrean Darussalam berkonstribusi dalam pembentukan sikap religius siswa di Sekolah MaAoarif. Oleh karena itu. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kekosongan penelitian tersebut dan memberikan gambaran yang lebih detail dan mendalam tentang peran Pondok Pesantrean Darussalam dalam pembentukan sikap religius siswa di Sekolah MaAoarif. Melalui penelitian ini, kita akan melihat lebih dekat bagaimana Pondok Pesantrean Darussalam menggunakan metode dan pendekatan mereka dalam pembentukan sikap religius siswa dan bagaimana menerapkan sikap religius siswa di Sekolah MaAoarif . Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berharga bagi pengembangan pendidikan agama di sekolah-sekolah lain dan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya pendidikan agama dalam pembentukan karakter siswa. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami peran Pondok Pesantren Darussalam dalam membentuk sikap religius siswa di Sekolah MaAoarif Sidorejo. Pendekatan kualitatif dipilih karena memungkinkan peneliti untuk medapatkan pemahaman yang mendalam tentang fenomena yang sedag diteliti (Sugiono, 2. Dalam konteks penelitian ini, pendekatan kualitatif memingkinkan peneliti untuk memahami bagaimana pendidikan di Pondok Pesantren Darussalam membentuksikap religius siswa. Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui berbagai metode, termasuk wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Wawancara mendalam dilakukan dengan siswa, guru, dan staf di Pondok Pesantren Darussalam dan Sekolah MaAoarif Sidorejo. Wawancara ini diancang untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang pengalaman dan persepsi mereka tentang pendidikan di Pondok Pesantren Darussalam (Moleong, 2. Observasi prtisipatif dilakukan utuk memahami konteks dan lingkungan di mana pendidikan Peneliti menghabiskan waktu di ondok Pesantren Darussalam dan Sekolah MaAoarif Sidorejo, mengamati kegiatan sehari-hari dalam berinteraksi dengan siswa dan staf (Sugiono, 2. Observasi ini memberikan peneliti kesempatan untuk melihat langsung bagaimana pendidikan di Pondok Pesantren Darussalam membentuk sikap religius siswa. Analisis dokumen dilakukan untuk memahami kurikulum dan metode pengajaran di Pondok Pesantren Darussalam. Dokumen yang dianalisis termasuk kurikulum, rencana pembelajaran, dan materi pelajaran. Analisis ini memberikan nilai-nilai agama diajarkan dan diterapkan dalam pendidikan di Pondok Pesantren Darussalam (Moleong, 2. Data yang dikumpulkan melalui metode ini kemudian dianalisis menggunakan analisis isi tematik. Analisis ini melibatkan identifikasi, analisis, dan pelaporan pola . dalam data (Sugiono, 2. Pengumpulan data dengan tujuan untuk mengetahui sistem pembelajaran yang terdiri dari aspek-aspek yang berinteraksi berinteralasi anatar satu dengan yang lainnya, sehingga keseluruhan aspek pembelajaran bisa mencapai tujuan dari proes belajar mengajar (Hamalik, 2. Dalam proses penelitian ini di peroleh dari hasil wawancara dan obeservasi langsung dengan pihak yang terkait, yaitu Abdul Basith Al-Hafidz selaku pengasuh Pondok Pesantrean Darussalam, guru yang bersangkutan mengajar mata pelajaran akhlak di LP. MaAoarif serta peserta didik yang mondok di Pondok Pesantrean Darussalam dari tanggal 25 Desember 2023 sampai 05 Maret 2024. Tema-tema ini kemudian digunakan untuk memahami bagaimana pendidikan di Pondok pesantren Darussalam membentuk sikap Religius siswa. Secara keseluruhan, pendekatan kualitatif ini memungkinkan peneliti untuk mendapatkan pemahamn yang mendalam dan kaya tentang peran Pondok Pesantren Darussalam dalam membentuk sikap religius siswa di Sekolah MaAoarif Sidorejo. temuan dari peneltian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berharga bagi praktisi pendidikan, peneliti, dan pembuat kebijakan. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian di pondok pesantren dan di sekolah, peneliti akan menjelaskan upaya apa saja yang dapat meningkatkan sikap religius diantaranya: implementasi kurikulum berbasis agama di pondok pesantren, pembinaan pendidikan karakter di pondok pesantren, kegiatan yang dilakukan di pondok pesantren, pembinaan yang dilakukan oleh guru di sekolah dan kegiatan yang dilaksanakan di sekolah. Implementasi kurikulum berbasis agama di pondok pesantren Pembelajaran pondok pesantren menggunakan pembelajaran yang sering kali dipakai yaitu pembelajaran kitab kuning dengan metode ceramah dalam menjelaskan materi yang terkait dengan apa yang di berikan kepada santri. Dalam mengikuti proses pembelajaran kitab, anak-anak atau santri-santri begitu antusias dan suasana belajar juga terlihat begitu akrab dan harmonis (Gea, 2. Adapun kitab yang di ajarkan untuk menjadi pembelajaran tentunya banyak sekali salah satunya yaitu ada kitab siroh nabawi . dalam hal tersebut banyak sejarah-sejarah tentang nabi, akhlak atau perilaku nabi yang bisa menjadi suri tauladan untuk para santri, ada juga kitab ta'limul muta'alim dalam kitab tersebut juga memiliki kandungan akhlakul karimah dan bagaimana cara sopan santun kepada yang lebih tua, menghargai dengan yang lebih muda, dan juga mengajarkan sikap bagaimana bersosial yang baik(Abdul Basith,2. Dari analisis diatas, terlihat bahwa Pondok Pesantren Darussalam berperan penting dalam meningkatkan sikap religius siswa melalui metode pembelajaran, penerapan nila-nilai, pembimbingan, dan saran yang diberikan kepada anak didik, meskipun ada tantangan dan ketebatasan fasilitas, ponok pesantren tetap tetap berupaya membina anak didik dengan baik. Gambar 1. Wawancara dengan pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Pembinaan pendidikan karakter di pondok pesantren Keberhasilan pendidikan tidak terlepas dari tiga faktor yang saling mendukung satu sama lain yaitu, pendidikan sekolah pendidikan keluarga dan pendidikan masyarakat yang semua itu harus mendapat dukungan dari pemerintah. Sekolah dengan berbagai kurikulum yang di pakai dan beragam bentuknya, mesti ada di dalam pondok pesantren. Kiai di dalam pondok pesantren memerankan berbagai fungsi, diantaranya adalah menjalankan peran sebagai orang tua dengan segala tanggung jawabnya terhadap para santrinya (Fitriyah, 2. Masyarakat di dalam pesantren adalah keluarga kiai, dewan guru, seluruh pengurus dan semua santri. Kultural pesantren tersebut merupakan modal utama dalam menanamkan sikap religius agar keberhasilan dalam menerapkan sikap religius membutuhkan pembiasaan, keteladanan dan lingkungan yang mendukung (Fitriyah, 2. Pondok Pesantren Darussalam memainkan peran yang signifikan dalam meningkatkan sikap Program pembinaan agama, pengajaran tata cara ibadah, dan motivasi yang diberikan oleh Pondok Pesantren Darussalam telah berhasil membentuk siswa yang memiliki pemahaman yang mendalam tentang agama dan antusias dalam melaksanakan ibadah. Kebersamaan dan solidaritas antara satu dengan yang lainya juga terbentuk sebagai hasil dari pembinaan yang dilakukan. Hal ini penting dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia dan memiliki kesadaran spiritual yang tinggi. Kegiatan yang dilaksanakan di dalam pondok pesantren Selain pembelajaran di dalam kelas, pembelajaran juga terjadi di luar kelas dengan menekankan sikap patuh dan sopan. Dapat disimpulkan bahwa pondok pesantren darussalam memiliki proses pembelajaran yang baik dan juga efektif dalam membentuk sikap religius. Dengan proses pembelajaran yang berpusat kepada santri dengan menerapkan pembelajaran dalam sistem ceramah, lalaran kitab untuk santri perkelas, istighosah seluruh santri putra dan putri di masing-masing mushola sendiri di setiap malam jum'at dan di imami oleh para santri yang mendapat giliran sebagai imam istighosah dan praktikum seperti praktik bilal tarawih bilal id, praktik shalat dan sesuci ( wudhu dan tayamu. dan juga praktik shalat jenazah sebagai metode pembelajaran yang efektif. Gambar 2. Observasi Pondok Pesantren Darussalam Menurut pengasuh pondok pesantren darussalam menyampaikan bahwa mereka memiliki program khusus untuk membina santri yang bersekolah di MaAoarif agar memiliki sikap religius yang kuat, dan program tersebut meliputi pembelajaran agama, pengajaran tata cara ibadah, dan memberikan motivasi kepada siswa untuk melaksanakan ibadah secara rutin (Bali & Fadilah, 2. Proses belajar pun di dukung dengan guru atau ustadz yang aktif memberikan pembelajaran dengan baik dan kondusif. Secara menyuluruh anak-anak yang sedang mengaji menunjukan bahwa peran penting Pondok Pesantren Darussalam dalam membentuk sikap religius siswa sangat terlihat melalui proses belajar mengajar yang baik dan signifikan (Bali & Fadilah, 2. Pembinaan yang di lakukan oleh guru di sekolah Peran pondok dalam segi materi dapat membantu madrasah, perbedaan yang ada adalah kemampuan materi anak pondok lebih unggul dalam ilmu agama dan mampu berkolaborasi dengan guru dalam hal ibadah seperti tahlil dan Shalat jamaah, meskipun kedisiplinan dalam berangkat sekolah masih kurang (Wahyudi, 2. Pondok Pesantren Darussalam berperan penting dalam mendukung kegiatan di madrasah, baik dalam hal materi, disiplin belajar, maupun kegiatan religius. Siswa yang mendapat pembinaan dari Pondok Pesantren Darussalam memiliki sikap religius yang lebih baik dibandingkan dengan siswa lainnya (Helen Suhasri dkk. , 2. Siswa aktif mengikuti program Pondok Pesantren Darussalam yang memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang agama dan lebih antusias dalam melaksanakan ibadah (Helen Suhasri dkk. , 2. Meski demikian masih ada ruang untuk peningkatan, terutama dalam hal kedisiplinan waktu. Gambar 3. Wawancara Dengan Guru MaAoarif Dari segi kedisiplinan siswa yang berstatus santri masih harus di bina, di arahkan dan di perhatikan seperti halnya menegur siswa yang terlambat sekolah, membiasakan siswa taat aturan, dan apabila ada yang melanggar santri yang berstatus santri pasti di kasih peringatan dan teguran yang tegas agar dapat membiasakan konsisten dalam kedisiplinan. Kegiatan yang di laksanakan di sekolah Pembentukan karakter religius yang di lakukan di sekolah melalui kegiatan keagamaan secara rutin dan dapat dilakukan setiap hari dengan metode pembiasaan. Metode pembiasaan sendiri merupakan bentuk pendidikan yang pada prosesnya dilakukan secara bertahap dan membiasakan sifat-sifat baik sebagai rutinitas, sehingga dapat melaksanakan dengan mudah dan ringan, mudah, tidak kehilangan banyak tenaga dan tidak mengalami kesulitan dalam melaksanakannua. Pembiasaan pembiasaan perilaku atau sikap religius harus di lakukan secara baik dan rutin. Beberapa kegiatan pembiasaan perilaku atau sikap religius yang dapat dilakukan di sekolah antara lain: membaca juz amma dari surah at takatsur sampai surah an nas ketika masuk sebelum memulai pembelajaran, selalu berdoa ketika mengawali dan mengakhiri kegiatan belajar, sholat dhuha berjamaah, sholat dzuhur berjamaah, dan peringatan besar keagamaan lainnya. Pada kegiatan terutama ibadah sholat siswa di Sekolah MaAoarif aktif dan antusias dalam melaksanakan sholat dengan khusyuk. Mereka terlihat khusyuk dan penuh semangat dalam menjalankan ibdah tersebut, menunjukan adanya pengaruh positif dari Pondok Pesantren Darussalam (Chandra, 2. Adanya kebersamaan dan solidaritas antara siswa dalam melaksanakan shulat Dhuha, yang merupakan hasil dari pembinan dan pengajaran yang diberikan oleh Pondok Pesantren Darussalam dan di tetapkan di sekolah(Helen Suhasri dkk. , 2. Dalam pelaksanaannya program pembiasaan perilaku atau sikap religius harus selalu menjadi bagian dari keseharian disekolah, sebagai langkah nyata dalam membentuk dan meningkatkan sikap religius peserta didik. Gambar 4. Suasana Sholat Dhuha Di Sekolah MaAoarif Hasil penelitian menujukkan bahwa pendidikan di Pondok Pesantren Darussalam memiliki dampak yang signifikan dalam membentuk dan memperkuat sikap religius siswa. Pondok Pesantren Darussalam melalui pendekatan pendidikan holistiknya, menanamkan nilai-nilai agama dan moral yang kuat pada siswa. Kurikulum yang berbasis agama, metode pengajaran yang efektik, dan lingkungan belajar yang kondusif semuanya berkonstribusi terhadap pembentukan sikap religius siswa. Ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukan bahwa pendidikan di pondok pesantren dapat memperngaruhi sikap dan perilaku religius siswa. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa Pondok Pesantren Darussalam tidak hanya berfokus pada pengetahuan agama, tetapi juga pada pengembangan karakter dan sikap religius siswa. Ini tercermin dalm berbagai kegiatan mengajar dan kegiatan ekstrakulikuler yang diadakan oleh pesantren. Hal ini mendukung penelitian sebelumnya yang menunjukan bahwa dinamika pendidikan di pondok pesantren dalam memerankan sebagai pembentuk sikap religius anak. Namun, penelitian ini juga menunjukan bahwa ada tantangan dalam upaya meningkatkan sikap religius siswa. Misalnya, beberapa siswa butuh waktu yang lama untuk menerapkan nilai-nilai yang mereka pelajari di pondok pesantren dalam kehidupan sehari-sehari mereka dan butuh kesabaran membina dan mengajari siswa yang banyak. Hal ini menunjukan bahwa ada kebutuhan untuk pendekatan yang lebih terintregrasi dalam pendidikan agama, yang tidak hanya berfokus pada pengetahuan agama, tetapi juga pada aplikasi praktis nilai-nilai agama kehidupan sehari-hari. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan bukti empiris tentang peran penting Pondok Pesantren Darussalam dalam meningkatkan sikap religius siswa di Sekolah MaAoarif Sidorejo. Temuan ini di harapkan dapat menjadi refrensi bagi pihak berwenang dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang berorientasi pada peningkatan sikap religius siswa. KESIMPULAN Penelitian ini menunjukan bahwa Pondok Pesantren Darussalam memainkan peran penting dalam membentuk dan memperkuat sikap religius siswa di Sekolah MaAoarif Sidorejo, melalui pendekatan pendidikan holistic dan berbagai kegiatan belajar mengajar, pondok pesantren ini berhasil menanamkan nilai- nilai agama dan moral pada siswa. Meski ada tantangan dalam menerapkan nilai-nilai dan proses pembinaan yang memerlukan kesabaran dan proses yang cukup panjang untuk menerapkan nila- nilai religius anak dalam kehidupan sehari-hari (Bali & Fadilah, 2. , penelitian ini menegaskan kebutuhan untuk pendekatan pendidikan agama yang lebih terintregrasi. Temuan ini dapat menjadi referensi bagi institusi pendidikan lain dan pihak berwenang dalam merumuskan kebijakan pendidikan. Berdasarkan penelitian ini, peneliti memberikan beberapa saran yang dapat menjadi pertimbangan untuk pengembangan lebih lanjut terkait skripsi ini. Beberapa saran yang dapat di berikan adalah sebagai Melakukan penelitian lebih lanjut: Penelitian ini telah memberikan wawasan yang berharga tentang peran Pondok Pesantren Darussalam dalam meningkatkan sikap religius siswa di Sekolah MaAoarif. Namun, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mendapat pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas pendidikan agama di pondok pesantren dan dampaknya terhadap sikap religius siswa. Meningkatkan kolaborasi antara pondok pesantren dan sekolah: Kolaborasi yang erat antara pondok pesantren dan sekolah sangat penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang holistic. Dalam hal ini, peneliti menyarankan agar pondok pesantren dan sekolah MaAoarif dapat bekerja sama dalam merancang program pendidikan yang saling melengkapi dan memperkuat nila-nilai agama yang Meningkatkan pemahaman tentang konteks sosial dan budaya siswa: Setiap siswa memiliki latar belakang sosial dan budaya yang berbeda. Oleh karena itu, penting bagi pondok pesantren dan sekolah MaAoarif untuk memahami konteks sosial dan budaya siswa agar pendidikan agama dapat disampaikan dengan cara yang relevan dan diterima oleh siswa. Mengembangkan program pengembangan diri siswa: Selain pendidikan agama, pnting juga untuk mengembangkan program pengembangan diri siswa yang melibatkan aspek-aspek lain seperti kepemimpinan, keterampilan sosial, dan penguatan karakter. Hal ini dapat membantu siswa dalam mengaplikasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari mereka dan menjadi pribadi yang lebih UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan membimbing Terima kasih kepada pihak LP3M Universitas Ma'arif Lampung yang telah mendukung dan membantu mempublikasikan artikel ini. Ucapan terima kasih penulis kepada: Bapak Dr. Mispani. Pd. selaku Rektor Universitas Ma'arif Lampung. Bapak Dr Agus Setiawan M. Pd, selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Ma'arif Lampung. Bapak Ikhwan Aziz Q. Pd. I, selaku Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Ma'arif Lampung. Bapak Irhamudin. M dan Ibu Nailul Azizah. Pd. I yang telah memberikan bimbingan, saran, dan wawasan yang berharga dalam proses penelitian ini, dukungan mereka telah memainkan peran penting dalam pengembangan pengetahuan dan pemahaman di bidang ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Sekolah MaAoarif dan pihak Pondok Pesantrean Darussalam yang telah memberian izin dan dukungan dalam mengumpulkan data dan pelaksanaan penelitian Terima kasih sekali lagi kepada Universitas MaAoarif Lampung, dan segenap jajaran, rektor, dekan fakultas, kaprodi, pihak sekolah MaAoarif, dan Pondok Pesantren Darussalam atas kerjasama dan dukungan Semoga kerjasama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang positif bagi kedua belah DAFTAR PUSTAKA