p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 3. No. Januari 2022 PENGARUH PENGENDALIAN INTERNAL DAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP PENCEGAHAN FRAUD PADA PERUSAHAAN BUMN SEKTOR JASA KEUANGAN Bertha Elvy Napitupulu1 . Pinky Noer Ramadhita2 Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jayakarta ABSTRACT This study aims to determine the influence of Internal Control and Good Corporate Governance on Fraud Prevention. The variables studied were Internal Control. Good Corporate Governance, and Fraud Prevention. The type of research used was descriptive correlational quantitative research. The sampling technique used was purposive sampling technique. The population in this study was a state-owned company in the financial services sector. The total sample who filled out the research questionnaire were 38 people consisting of leaders, managers, auditors, finance and accounting, customer service, and front liners. Processing and analyzing data using multiple linear regression analysis with the help of SPSS 25 software (Statistical Product and Service Solutio. The results of this study indicate that the Internal Control and Good Corporate Governance have an effect on Fraud Prevention both partially and simultaneously. Keywords: Internal Control. Good Corporate Governance. Fraud Prevention PENGARUH PENGENDALIAN INTERNAL DAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP PENCEGAHAN FRAUD PADA PERUSAHAAN BUMN SEKTOR JASA KEUANGAN ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pengendalian Internal dan Good Corporate Governance terhadap Pencegahan Fraud. Variabel-variabel yang diteliti adalah Pengendalian Internal. Good Corporate Governance, dan Pencegahan Fraud. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah Perusahaan BUMN Sektor Jasa Keuangan. Total sampel yang mengisi kuesioner penelitian ini berjumalah 38 orang yang terdiri dari pimpinan, manager, auditor, bagian keuangan dan akuntansi, customer service, dan front Pengolahan dan analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan software SPSS 25 (Statistical Product and Service Solutio. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa Pengendalian Internal Good Corporate Governance berpengaruh terhadap Pencegahan Fraud baik secara parsial dan simultan. Kata Kunci: Pengendalian Internal. Good Corporate Governance. Pencegahan Fraud Korespondensi: Bertha Elvy Napitupulu SE. Ak. CA. Asean CPA . STIE Jayakarta Jl. Salemba 1 No. 8 RT 4/RW Kenari. Kec. Senen. Kota Jakarta Pusat. Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta 10430. berthae_napitupulu@stie. p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 3. No. Januari 2022 PENDAHULUAN (BUMN) dalam hal perhitungan akuntansi. Pandemi COVID-19 telah menciptakan kondisi Berdasarkan CNBC Indonesia dan konsekuensi baru di tengah kehidupan. Kementrian BUMN termasuk dalam hal operasional perusahaan. melaporkan adanya indikasi terjadinya Tindakan Penerapan Work From Home (WFH) membuat curang . PT Asuransi jiwasraya (Perser. hampir semua urusan perusahaan dikendalikan ke Kejaksaan Agung. Hal ini dilakukan setelah dari rumah dengan daring. Minimnya kendali kementerian BUMN melakukan review terhadap dengan tatap muka membuat perusahaan tidak laporan keuangan yang dikelola tidak transparan. mengetahui kondisi lapangan secara langsung sehingga hal ini rentan menyebabkan terjadinya II. fraud, seperti tindakan fraud terhadap pengadaan Teori Agen (Agency Theor. barang, fraud terhadap anggaran dana, hingga KAJIAN LITERATUR Teori (Agency Theor. fraud atas laporan keuangan. merupakan basis teori yang mendasari praktik Pada saat perusahaan menerbitkan laporan bisnis suatu entitas yang diapakai selama ini. Teori tersebut berakar dari sinergi teori ekonomi, menggambarkan kondisinya dalam keadaan yang keputusan, sosiologi, dan teori organisasi. Oleh Hal ini menyebabkan pihak-pihak karena itu, teori ini telah digunakan oleh berbagai tertentu untuk mealakukan kecurangan pada peneliti di bidang akuntansi, ekonomi, keuangan, pemasaran, ilmu politik, perilaku organisasi, dan menyesatkan dan pengguna laporan keuangan Prinsip utama teori ini menyatakan yang lain. Ketika ada salah saji material dalam adanya hubungan kerja antara pihak yang laporan keuangan, maka informasi tersebut memberi wewenang yaitu investor dengan pihak menjadi tidak valid untuk dipakai sebagai dasar pengambilan keputusan, karena analisis yang . dilakukan tidak berdasarkan informasi yang Fakta di lapangan menunjukkan 2 Pengendalian Internal bahwa kecurangan sering terjadi dan dilakukan Committee of Sponsoring Organization of The oleh oknum karyawan dalam sebuah perusahaan. Treadway Commission (COSO) pada tahun 1992 Hal ini sesuai dengan temuan Deni . yang mengeluarkan definisi tentang pengendalian Pemeriksaan internal adalah suatu proses yang melibatkan Keuangan (BPK) sering menemukan kecurangan dewan komisaris, manajemen, dan personil lain, yang dilakukan Badan Usaha Milik Negara yang dirancang untuk memberikan keyakinan Badan p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 3. No. Januari 2022 memadai tentang pencapaian tiga tujuan berikut Governance ini : Efektivitas dan efisiensi operasi. Keandalan pelaporan keuangan, dan Kepatuhan terhadap Good Corporate Governance secara singkat dapat hukum dan peraturan yang berlaku. diartikan sebagai seperangkat sistem yang Pengendalian internal yang baik memungkinkan mengatur dan mengendalikan perusahaan untuk manajemen siap menghadapi perubahan ekonomi menciptakan nilai tambah bagi para pemangku yang cepat, pergeseran persaingan pelangan. Hal ini disebabkan karena Good kecurangan . , dan restrukturisasi untuk Corporate kemajuan yang akan datang. Kuat dan lemahnya terbentuknya pola kerja manajemen yang bersih, pengendalian internal perusahaan dapat menjadi transparan dan profesional. Penerapan Good Corporate Governance di perusahaan akan kesalahan dan kecurangan . Komponen Pengendalian Internal Governance menarik minat para investor, baik domestik maupun asing. Hal ini sangat penting bagi COSO . : . Control Environment (Lingkungan Pengendalia. , . Risk Assessment usahanya, seperti melakukan investasi baru. (Penilaian Activities Prinsip-prinsip Good Corporate Governance (Kegiatan Pengendalia. , . Information and menurut Komite Nasional Kebijakan Governance Communication (Informasi dan Komunikas. , adalah : . Transparansi, . Akuntanbilitas, . Independensi. Risik. Monitoring Control Activities (Aktivitas Pengawasa. Responsibilitas. 3 Good Corporate Governance 4 Pencegahan Fraud The Indonesian Kewajaran. Definisi fraud menurut The Association of Governance (IICG) (IICG, 2. mendefiniskan Certified Fraud Examiners (ACFE) (ACFE. Good Corporate Governance sebagai proses dan struktur yang diterapkan dalam menjalankan melawan hukum yang dilakukan dengan sengaja perusahaan, dengan tujuan utama meningkatkan untuk tujuan memanipulasi atau memberikan nilai pemegang saham dalam jangka panjang laporan keliru terhadap pihak lain yang dilakukan dengan tetap memperhatikan kepentingan pihak oleh orang dalam atau luar organisasi untuk petaruh lainnya. Selain pemenuhan kepentingan kelompok yang secara langsung atau tidak Corporate Institute Good Corporate langsung merugikan pihak lain. p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 3. No. Januari 2022 Menurut Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) kecurangan . adalah suatu tindakan 6 Pengaruh Good Corporate Governance yang disengaja oleh satu individu atau lebih terhadap Pencegahan Fraud Jannah . Good bertanggungjawab atas tata kelola, karyawan. Corporate Governance berpengaruh positif dan atau pihak ketiga, yang melibatkan penggunaan signifikan terhadap pencegahan fraud pada Bank Perkreditan Rakyat Surabaya. Adanya keuntungan secara tidak adil atau melanggar penerapan Good Corporate Governance (GCG) Dari uraian di atas, maka dapat membuat sejumlah perusahaan mengeluarkan disimpulkan bahwa kecurangan adalah suatu kebijakan terkait dengan upaya pencegahan tindakan yang tidak benar oleh seseorang dengan kecurangan . Salah satu cara tersebut suatu cara untuk mendapatkan keuntungan adalah dengan memberikan kesempatan kepada sendiri, dapat melalui pelaporan keuangan yang audit internal untuk mendeteksi dan mencegah curang ataupun penyalahgunaan aset. fraud yang mungkin terjadi dalam lingkungan Menurut Donald R. Cressey . dalam (Aulia Maka hipotesis yang diajukan dalam & Afifah, 2. skema segitiga kecurangan penelitian ini yaitu : terdiri dari tekanan . , kesempatan H_2 : Good Corporate Governance berpengaruh . erceived opportunit. , dan juga pembenaran positif terhadap Pencegahan Fraud. 7 Pengaruh Pengendalian Internal dan Good Pengembangan Hipotesis Corporate Governance secara simultan terhadap Pencegahan Fraud 5 Pengaruh Pengendalian Internal terhadap Penelitian yang dilakukan oleh Fatma Karunia Pencegahan Fraud Hidayati Menurut Soleman . Pengendalian Internal Pengendalian Internal dan Good Corporate berpengaruh positif dan signifikan, yaitu dengan Governance berpengaruh positif terhadap Tindak Pencegahan . Kecurangan. Maka melalui cara mengurangi tekanan, kesempatan mengajukan hipotesis sebagai berikut : dan perbaikan moral. Maka hipotesis yang H_3 : Pengendalian Internal dan Good Corporate diajukan dalam penelitian ini yaitu : Governance secara simultan berpengaruh positif H_1 : Pengendalian Internal berpengaruh positif terhadap Pencegahan Fraud. terhadap Pencegahan Fraud. p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 3. No. Januari 2022 i. METODE PENELITIAN tindakan fraud dapat di sanksi dengan tegas Dalam penelitian ini penulis menggunakan sesuai dengan pelanggaran 3 Variabel Pengendalian Internal Sugiyono menyatakan bahwa metode penelitian kuantitatif Pengendalian internal dalam penelitian ini dapat dilihat dalam beberapa komponen yaitu adalah sebagai berikut (COSO, 2. : . Control digunakan untuk meneliti pada populasi atau Environment (Lingkungan Pengendalia. antara lain : Komitmen terhadap integritas dan nilai menggunakan instrumen penelitian, analisis data Melaksanakan bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk pengawasan. Menetapkan struktur, wewenang menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Komitmen kompetensi, dan Mendorong akuntabilitas atas 1 Variabel Penelitian sistem pengendalian internal, . Risk Assesment Variabel dalam penelitian ni terdiri dari (Penilaian Risik. antara lain : Menentukan variabel dependen dan variabel independen. Tujuan. Mengidentifikasi dan menganalisis Dengan variabel dependen yaitu pencegahan risiko. Menilai risiko fraud, dan Mengidentifikasi Sedangkan variabel independen X_1 dan menganalisis perubahan signifikan, . Pengendalian Internal dan X_2 Good Corporate Control Activities (Kegiatan Pengendalia. Governance. antara lain : Kegiatan Pengendalian dalam COSO adalah Mengembangkan aktivitas pengendalian, 2 Variabel Pencegaahan Fraud Mengembangkan kontrol umum atas teknologi. Fraud merupakan masalah yang ada di dalam Merinci ke dalam kebijakan dan prosedur, lingkungan suatu perusahaan, dan harus dicegah Information and Communication (Informasi dan sedini mungkin. Tunggal . dalam ES Islam Komunikas. Menggunakan informasi yang . menjelaskan metode pencegahan fraud relevan. Komunikasi internal yang efektif, yang efektif, yaitu : . Ciptakan iklim budaya Komunikasi jujur, keterbukaan dan saling membantu, . Monitoring Activities (Aktivitas Pengawasa. Proses rekrutmen yang jujur, . Pelatihan fraud antara lain : Aktivitas Pengawasan dalam COSO awareness, . Lingkungan kerja yang positif, . adalah Evaluasi berkelanjutan dan/atau terpisah. Kode etik yang jelas, mudah dimengerti, dan Mengevaluasi ditaati, . Program bantuan kepada pegawai yang kesulitan, . Tanamkan kesan bahwa . p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 3. No. Januari 2022 Dengan Indikator diharapkan dapat meminimalisasikan kesalahan- Good Corporate Governance : kesalahan yang mungkin dapat terjadi serta Transparansi. Perusahaan mencegah terjadinya penyelewengan oleh pihak menyediakan informasi secara tepat waktu, yang tidak bertanggung jawab. Menurut COSO dalam Crowe . tujuan-tujuan pengendalian diperbandingkan serta mudah diakses oleh internal adalah sebagai berikut : pemangku pemangku kepentingan sesuai dengan Tujuan Operasional: Ini berkaitan dengan Akuntabilitas. Perusahaan menetapkan rincian tugas dan tanggung jawab keuangan, dan menjaga aset dari kerugian. masing-masing organ perusahaan dan semua Tujuan Pelaporan: Ini terkait dengan karyawan secara jelas dan selaras dengan visi, pelaporan keuangan dan nonkeuangan internal misi, nilai-nilai perusahaan . orporate value. , dan eksternal dan dapat mencakup keandalan, dan strategi perusahaan. ketepatan waktu, transparansi, atau persyaratan Independensi, yaitu Masing-masing organ lain sebagaimana ditetapkan oleh regulator, pembuat standar yang diakui, atau kebijakan dominasi oleh pihak manapun, tidak terpengaruh oleh kepentingan tertentu, bebas dari benturan Tujuan Kepatuhan: Ini berkaitan dengan kepentingan . onflict of interes. dan dari segala ketaatan pada hukum dan peraturan yang menjadi pengaruh atau tekanan, sehingga pengambilan subjek entitas. keputusan dapat dilakukan secara objektif. Kewajaran, yaitu Perusahaan memberikan 4 Variabel Good Corporate Governance kesempatan yang sama dalam penerimaan Good Corporate Governance (Tata Kelola karyawan, berkarier dan melaksanakan tugasnya Perusahaan Yang Bai. adalah suatu sistem tata secara profesional tanpa membedakan suku, kelola perusahaan yang baik bagi perusahaan. agama, ras, golongan, gender dan kondisi fisik Dengan dilaksanakannya tata kelola perusahaan Responsibilitas, yang baik tersebut diharapkan dapat menjamin tidak terjadinya penyalah gunan sumber daya antaranya: kepedulian terhadap masayarakat dan perusahaan untuk kepentingan pribadi ataupun kelestarian lingkungan terutama di sekitar perusahaan dengan membuat perencanaan dan pelaksanaan yang memadai. Perusahaan p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 3. No. Januari 2022 5 Jenis dan Teknik Pengumpulan Data Karakteristik responden dilihat dari sampel Data dalam penelitian ini merupakan data primer. perusahaan adalah 21,1% atau sebanyak 8 orang Pngumpulan data primer dilakukan dengan adalah dari Pegadaian, 13,2% atau sebanyak 5 Penyebaran orang adalah dari BTN, 15,8% atau sebanyak 6 kuesioner yang dibuat melalui Google Form dan orang adalah dari BRI, 21,1% atau sebanyak 8 orang adalah dari Mandiri, dan 28,9% atau mendatangi perusahaan maupun melalui media sebanyak 11 orang adalah dari BNI. Karakteristik lain seperti internet. Dalam penelitian ini responden dilihat dari jenis kelamin dalam digunakan kuesioner tertutup yakni kuesioner penelitian ini sebagian besar adalah perempuan yang sudah disediakan jawabannya, sehingga sebanyak 26 orang dengan jumlah persentase responden hanya perlu memilih dan menjawab 68,4% dan sisanya responden laki-laki sebanyak secara langsung. Kuesioner disusun dengan 12 orang atau 31,6%. Karakteristik responden menggunakan skala likert. dilihat dari jenjang pendidikan adalah 17 orang untuk jenjang SMA/SMK dengan persentase 7 Populasi. Sampel, dan Teknik Pengambilan 44,7%, 2 orang untuk jenjang D3 dengan Sampel persentase 5,3%, 16 orang untuk jenjang S1 Populasi dalam penelitian ini adalah Perusahaan dengan persentase 42,1%, 2 orang untuk jenjang BUMN, dalam Sektor Jasa Keuangan, dan yang S2 dengan persentase 5,3%, dan 1 orang untuk sudah terdaftar di OJK. Populasi dalam penelitian jenjang S3 dengan persentase 2,6%. Karakteristik ini berjumlah 6 perusahaan. Sampel dalam responden dilihat dari jabatan adalah 7 orang penelitian ini adalah staff dan pegawai di dengan persentase 18,4% untuk Manajer, 4 orang dengan persentase 10,5% untuk Audit, 5 orang BUMN Sektor Jasa Keuangan. Responden penelitian adalah manajer, 13,2% Bagian bagian audit, bagian keuangan dan akuntansi. Keuangan dan Akuntansi, 16 orang dengan customer service, dan front liner. Dalam persentase 42,1% untuk Customer Service, dan 6 penelitian ini menggunakan 38 sampel yang orang dengan persentase 15,8% dianggap cukup merepresentasikan popoulasi. Liner. Karakteristik responden dilihat dari masa untuk Front kerja adalah 16 orang dengan persentase 42,1% IV. HASIL DAN PEMBAHASAN untuk masa kerja >2 tahun, 11 orang dengan Hasil persentase 28,9% untuk masa kerja 2-5 tahun, 11 1 Karakteristik Koresponden orang dengan persentase 28,9% untuk masa kerja >5 tahun. p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 3. No. Januari 2022 2 Uji Normalitas variabel bebasnya. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel Deteksinya Tolerance dan VIF (Variance Inflation Facto. Kriteria nya bila Tolerance > 0,10, maka tidak Sedangkan Tolerance < 0,10, maka terjadi multikolinieritas. Berdasarkan hasil pengujian dapat dilihat bahwa nilai Tolerance 0,488 > 0,10 dan nilai VIF 2,407 < 10, yang artinya tidak terjadi multikolinieritas antar variabel independen Pengendalian Internal Good Corporate Governance menggambarkan bahwa model regresi penelitian ini adalah baik. 4 Uji Heteroskedastisitas Dalam uji kolmogrov smirnov, uji data normal bila disignifikansi Kolmogrov Smirnov diatas 0,05. Dari hasil pengujian yang di atas dapat diketahui besar nilai signifikansi yaitu 0,200. Hal ini menunjukan bahwa 0,200 > 0,05 yang berarti nilai residualnya berdistribusi Uji heterokedastisitas adalah uji yang dilakukan untuk melihat konsistensi varian 3 Uji Multikolonieritas pengganggu antar pengamatan. Pendeteksiannya menggunakan Scatter Plot. Kriteria ujinya, independen dengan absolut residual > 0,05. Berdasarkan hasil olah data melalui SPSS 25 dapat dilihat bahwa nilai signifikansi masingmasing Uji Multikolinieritas digunakan untuk Pengendalian Internal (D_X. dan Good Corporate governance p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 3. No. Januari 2022 (D_X. lebih besar dari 0,05, hal ini menunjukan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas sehingga memprediksi Pencegahan Fraud berdasarkan masukan atas variabel Pengendalian. 5 Analisis Regresi Linier Berganda Koefisien korelasi (R) adalah nilai yang menunjukan kuat atau tidaknya suatu hubungan Semakin (R) mendekati angka 1 maka dapat diartikan hubungan antar variabel bebas dengan variabel terikat semakin kuat dan bersifat Adjusted Berdasarkan hasil pengujian di atas persamaan R^2sebagai koefisien determinasi ditujukan regresi linear berganda dapat disusun sebagai untuk melihat seberapa mampu variabel terikat dapat dijelaskan oleh variabel bebasnya. Rentang nilainya berkisar 0-1. Tingginya koefisien determinasi menandakan variabel dependen Y= 1X_1 2X_2 e mampu dijelaskan oleh variabel dependennya. Dari hasil pengujian dapat diketahui bahwa nilai Y = 5,168 0,069PI 0,335GCG 0,14 koefisien korelasi (R) adalah 0,758 dan nilai Adjusted R^2adalah 0,550 atau 55%. Hal ini Keterangan : = Pencegahan Fraud = Konstanta Pengendalian Internal dan variabel independen Good Corporate Governance secara bersama- = Koefisien Regresi X_1 = Pengendalian Internal sama terhadap variabel dependen Pencegahan X_2 = Good Corporate Governance adalah erat dan positif. Nilai Adjusted R^2 = Standart error berarti variabel Pengendalian Internal dan Good Corporate Governance 6 Koefisien Korelasi A dan Koefisien Pencegahan Fraud sebesar 55% dan 45% nya Determinasi (R^. dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian. p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 3. No. Januari 2022 7 Uji t Sehingga Governance AuGood Corporate Pencegahan Fraud. Ay diterima. 8 Uji F Hipotesis pertama (H_. menduga bahwa Pengendalian Internal (X_. berpengaruh terhadap variabel Pencegahan Fraud (Y). Berdasarkan hasil pengujian dapat diketahui Berdasarkan nilai Sig. untuk pengaruh Pengendalian Internal (X_. terhadap Pencegahan Fraud (Y) adalah sebesar 0,037 < 0,05 dan nilai t_hitung 2,171 > Pengendalian Internal dan Good Corporate 2,030, sehingga dapat disimpulkan bahwa H_0 Governance adalah 0,000 atau < 0,05. Sehingga yang menyatakan bahwa X_1 tidak berpengaruh dapat disimpulkan bahwa H_0 yang menyatakan terhadap Y ditolak dan H_a yang menyatakan variabel independen (X_1,X_. secara simultan bahwa X_1 berpengaruh terhadap Y diterima. atau bersama-sama tidak berpengaruh terhadap Sehingga varabel dependen (Y) ditolak dan H_a yang H_1 AuPengendalian Internal berpengaruh positif terhadap Pencegahan Fraud. Ay (X_1,X_. secara simultan atau bersama-sama Hipotesis kedua (H_. menduga bahwa variabel berpengaruh terhadap varabel dependen (Y) Good Corporate Governance (X_. berpengaruh Hal ini menunjukan bahwa model Pencegahan Fraud (Y). Pengendalian Internal Berdasarkan hasil pengujian dapat diketahui Corporate Governance bahwa variabel independen Good Corporate simultan terhadap Pengendalian Fraud. Good berpengaruh secara Governance mempunyai nilai t_hitung 3,006 > Pembahasan 2,030 dan nilai sig. 0,005 < 0,005, sehingga dapat disimpulkan bahwa H_0 yang menyatakan X_2 9 Pengendalian Internal berpengaruh positif tidak berpengaruh terhaddap Y terhadap Pencegahan Fraud ditolak dan H_a yang menyatakan bahwa X_2 berpengaruh terhadap Y ditolah dan H_a p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 3. No. Januari 2022 Hasil pengujian data yang dilakukan melalui 33,5% dengan asumsi variabel lainnya adalah SPSS 25 For Mac menunjukan bahwa nilai Sig. 0,037 untuk pengaruh (X_. Pengendalian Internal terhadap Pencegahan Fraud (Y) yang 11 Pengendalian Internal dan Good Corporate artinya 0,037 < 0,05 dan nilai t_hitung 2,171 > Governance secara simultan berpengaruh positif 2,030. Dalam penelitian ini menunjukan bahwa terhadap Pencegahan Fraud. Pengendalian Internal sudah berjalan dengan baik sebagai faktor yang dapat mempengaruhi Berdasarkan hasil analisi regresi linier berganda variabel dependen Pencegahan Fraud yakni telah diketahui bahwa Pengendalian Internal dan sebesar 0,069, yang artinya variabel Independen Good Corporate Governance secara simultan Pengendalian Internal (X_. memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Pencegahan Fraud. Hasil pengujian data yang mempengaruhi Pencegahan Fraud (Y) yaitu dilakukan melalui SPSS For Mac menunjukan sebesar 0,069 atau 6,9% dengan asumsi variabel bahwa kedua variabel tersebut memiliki nilai sig. independen lainnya konstan. sebesar 0,000 < 0,05, sehingga kedua variabel independen tersebut memiliki pengaruh terhadap 10 Good Corporate Governance berpengaruh Pencegahan Fraud. positif terhadap Pencegahan Fraud. KESIMPULAN Hasil pengujian data yang dilakukan melalui Dari hasil pengujian dan analisis hasil penelitian SPSS 25 For Mac menunjukan bahwa variabel Good Corporate dapat disimpulkan sebagai berikut : Governance mempunyai nilai t_hitung 3,006 > 2,030 dan nilai Pengendalian Internal berpengaruh positif 0,005 < 0,05. Dalam penelitian ini Perusahaan terhadap Pencegahan Fraud di Perusahaan BUMN BUMN menerapkan Good Corporate Governance yang Hal bagus dan Karyawannya juga menerapkan Good Corporate Governance (X_. memberikan Keuangan. Perusahaan BUMN Sektor Jasa Keuangan sudah sebesar 0,335 yang artinya variabel Independen Jasa disebabkan karena Pengendalian Internal di sangat baik dengan dan memiliki pengaruh Sektor Pengendalian Internal tersebut. Begitu juga dengan Good Corporate Governance bepengaruh Pencegahan Fraud yaitu sebesar 0,335 atau positif terhadap Pencegahan Fraud di Perusahaan BUMN Sektor Jasa Keuangan. Hal p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 3. No. Januari 2022 Perusahaan BUMN Sektor Jasa Keuangan CNBC Indonesia. November . BUMN memiliki tata kelola perusahaan yang sangat baik Lapor Dugaan Fraud & Kecurangan Jiwasraya ke atau telah menerapkan prinsip Good Corporate Kejagung. Retrieved from CNBC Indonesia: Governance dengan sangat baik. https://w. com/market/201911 Pengendalian Internal dan Good Corporate 15093006-17-115442/bumn-lapor-dugaan- Governance secara simultan juga berpengaruh fraud-kecurangan-jiwasraya-ke-kejagung terhadap Pencegahan Fraud di Perusahaan BUMN Sektor Jasa Keuangan Hal COSO. Committee Of Sponsoring Organizations Of The Treadway Commission. Pengendalian Internal dan variabel independen Retrieved Coso. Good Corporate Governance mempengaruhi https://w. org/Pages/default. Pencegahan Fraud sebesar 55% dan 45% nya dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian. Crowe. COSO Internal Control Integrated Framework. Retrieved from Coso. REFERENSI