Implementasi Profetik di Lembaga Pendidikan Pesantren Prophetic Implementation in Islamic Boarding School Education Institutions Munif. Imam Fuadi. Ahmad Tanzeh. Kojin Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung Jl. Mayor Sujadi No. 46 Tulungagung Jawa Timur 2223@gmail. com, tanzehahmad@gmail. com, fuadi_imam@yahoo. 081 231 567 991 Abstrak: Nilai-nilai profetik memiliki peran penting membentuk karakter santri agar menjadi manusia paripurna . nsan kami. Hal itu hanya bisa terwujud apabila mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam aktifitas pendidikan dan Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan implementasi profetik di lembaga pendidikan pesantren. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian riset kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama : Implementasi humanisasi di pesantren dapat dilakukan melalui : . Menghormati hak-hak santri sebagai manusia dan pelajar, . Mengembangkan potensi santri secara holistik, dan . Menumbuhkan kesadaran sosial dan tanggung jawab santri. Implementasi liberasi di pesantren dapat dilakukan melalui : . Mengkritisi realitas sosial yang ada, . Mendorong partisipasi dan advokasi santri, dan . Membangun solidaritas dan gerakan bersama santri. ketiga : Implementasi transendensi di pesantren dapat dilakukan mealui : . Meningkatkan kualitas ibadah santri, . Meningkatkan kualitas akhlak santri, dan . Meningkatkan kualitas amal santri. Kata Kunci : implementasi, profetik, pesantren Abstract : Prophet values have a significant role in the character building of students so that they become perfect human beings . uman being. It's can be realized if all educational institutions of Islamic boarding implement these values in educational and learning activities. This research purpose is describe the implementation of prophetic in Islamic boarding schools. The method used is qualitative with the type of library research. The results showed that first: Implementation of humanization in Islamic boarding schools can be through IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan . Respecting the rights of students as humans and students, . Developing the potential of students holistically, and . Growing social awareness and responsibility of students. second: Implementation of liberation in Islamic boarding schools can be through . Criticizing existing social realities, . Encouraging the participation and advocacy of students, and . Building solidarity and movement with students. third: The implementation of transcendence in Islamic boarding schools can be through . Improving the quality of the students' worship, . Improving the quality of the students' morals, and . Improving the quality of the students' charity. Keywords. Implementation, prophetic, islamic boarding PENDAHULUAN Pendidikan (Ngurah Suragangga, 2. dan pembentukan karakter(Rosita, 2. Literasi yang dimaksudkan adalah membaca berbagai literatur baik bidang agama maupun bidang yang lain(Tamami, 2. Sedangkan pembentukan karakter yang dimaksudkan adalah pembiasaan karakter- karakter yang akan menjadi bekal di masa depan(Anatasya & Dewi, 2. Literasi bidang agama meliputi kajian literatur keagamaan di antaranya bidang tafsir, aqidah, hadits, fiqih, dan lain sebagainya. Sedangkan literasi bidang lain adalah sains. Kajian tafsr meliputi Tafsr Ibnu Kathr, tafsr alJalalayn dan lain-lain. Sedangkan kajian tauhd meliputi aqdat al-AoAwAm, usn al-amdiyyah dan lain-lain. Selain itu, dalam bidang sains meliputi eksakta dan sosial. Dalam bidang eksakta terdiri dari fisika, kimia, dan Sedangkan ilmu sosial yang meliputi sosiologi, antropologi, dan sebagainya. Pengkajian tentang semua keilmuan tersebut, tentunya membutuhkan Dan pesantren sebagai lembaga pendidikan di Indonesia memegang peranan dalam penyebaran di Indonesia(Muhammad Nasruddin. Hilma Harun. Ahmad Salim, 2. Namun tidak kalah penting adalah pesantren memegang peranan penting dalam menginternalisasi nilai- nilai keilmuan IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan khususnya keilmuan agama Islam(Sadali, 2. yang bersumber dari sumber hukum islam yang disepakati(Suhaimi. Mohammad Fahrur Rozi. Achmad Rifai, 2. yaitu al-QurAoan(Ridwan et al. , 2. , al-Hadith(Ramadhan, 2. , ijmaAo(Agung Suryawan, 2. , dan qiyas(Dinata, 2. Dan sumber hukum tersebut semuanya berasal dari Rasulullah Muhammad saw sebagai utusan Allah swt(Fadholi, 2. sekaligus sebagai model atau uswah untuk umat manusia(Hanipudin, 2. Nilai-nilai yang diajarkan oleh Rasulullah saw yang kemudian disebut dengan nilai-nilai profetik. Nilai-nilai profetik tidak hanya bersumber pada Rasulullah saw saja, tapi berdasar pada nilai-nilai kenabian secara keseluruhan serta orang-orang terdahulu yang shalih yang mengiringi perjalanan kenabian itu sendiri. Nilainilai kenabian secara keseluruhan yangdimaksud adalah perilaku, ajaran, nilai dan lain-lain yang bersumber dari nilai kenabian dari nabi Adam as sampai Rasulullah saw. Sedangkan nilai-nilai orang-orang shalih terdahulu seperti Lukman Hakim dan lain-lain. Nilai-nilai tersebut merujuk pada QS. Ali Imran : 110 tanpa meninggalkan sifat- sifat kenabian secara umum, yaitu iddq, amAnah, tablgh, faanah(Musyirifin. Yang iddq kejujuran, amAnah adalah dapat dipercaya, tablgh adalah menyampaikan wahyu, dan faanah adalah cerdas. Sedang esensi nilai-nilai profetik dari QS. Ali Imran : 110 sebagaimana yang disampaikan oleh Kuntowijoyo yaitu humanisasi, liberasi, dan transendensi(Muzakka, 2. Penulis mengemukakan beberapa penelitian terdahulu sebagai bahan kajian tentang distingsi antara penelitian penulis dengan penelitian terdahulu, di antaranya sebagai berikut : Pertama : Supriyadi. Studia Relegia : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 6 No. Juni 2022, dengan judul AuImplementasi Pendidikan Profetik dalam Membentuk Karakter Siswa di Madrasah Aliyah Mambaul PamekasanAy(Supriyadi. Ulum Bata-Bata Panaan Hasil IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Palengaan implementasi pendidikan profetik dalam membentuk karakter siswa, nampak pada sistem yang ada, dengan tiga bentuk atau cara antara lain : Pertama, melalui pembelajaran. Kedua, melalui manajemen madrasah. dan Ketiga, melalui kesiswaan. Adapun faktor pendukung dari pelaksanaan pendidikan profetik dalam membentuk karakter siswa, ialah dukungan dari pengasuh pondok pesantren, pendidik yang syarat alumni pondok dan sarana yang cukup lengkap. Sedangkan penghambatnya adalah tidak adanya prasarana ibadah yang dapat menampung semua siswa. Kedua : Rizka Maulani. Tarbawi. Vol. No. 2 - Agustus 2021, dengan judul AuPendidikan Profetik di Pesantren Luhur Ilmu Hadits Darus Sunnah CiputatAy(Maulani, 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Pesantren Luhur Ilmu Hadits Darus Sunnah Pisangan kitab-kitab dilaksanakan secara langsung. Secara garis besar konsep pendidikan profetik dalam pembelajaran kitab hadits di Pesantren Hadits Darus Sunnah digambarkan dengan dua istilah keilmuan hadits yakni LiqaAo dan mulazamah. Ketiga : Ahmad Khoirul Mustamir. Attanwir : Jurnal Kajian Keislaman dan Pendidikan, volume 13 . September. , dengan judul AuImplementasi Pendidikan Profetik dalam Membentuk Karakter Peserta Didik di SD AlMahrusiyahAy(Khoirul Mustamir, 2. Hasilnya adalah Konsep nilai-nilai profetik menggunakan pendekatan makna amar makruf nahi munkar yang terejawantahkan pada NU. Penguasaan pemahaman, dapat dilihat pada bagaimana memerankan diri ketika menghadapi kemunkaran berbasis bil yad, bil lisan, dan bil qolbi. Semua tindakan tersebut dikerangkai dalam pemahaman Islam rahmatal lil Aoalamin. Berdasakan rapat evaluasi tahuan, menunjukkan penanaman nilai-nilai tersebut mampu menjadi karakter atau identitas alumni LPI Al Mahrusiyah, dan Keempat : Tri Mulyanto. AlTadzkiyyah : Jurnal Pendidikan Islam, volume 11. No. 1 2020, dengan judul AuImplementasi Nilai-Nilai Profetik dalam Pendidikan Ismuba di SMP Muhammadiyah 1 Depok YogyakartaAy(Mulyanto, 2. Hasil penelitian IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan menunjukkan implementasi nilai-nilai profetik dalam pendidikan Ismuba mengacu pada buku golden habits atau biasa disebut dengan Ismubaris yang di dalamnya terdapat berbagai kegiatan, diantaranya : 5s . alam, sapa, senyum, sopan dan santu. , tahfidz . yat-ayat inspiratif dari AlQurAoan, juz 30, kosakata, mahfudzat, bacaan doAoa dalam shalat, dzikir dan doAoa setelah shalat dan bacaan doAoa dalam shalat jenaza. , shalat duha, subuh, ashar berjamaah, dan baksos. Penelitian terdahulu yang dikemukakan oleh penulis sudah banyak membahas tentang implementasi baik di pesantren murni maupun lembaga di bawah naungan pesantren. Namun, hasilnya masih belum menyentuh ke konsep yang bersifat universal, artinya konsep itu akan mampu diterapkan di semua lembaga pendidikan pesantren. Sedangkan pada penelitian ini, akan membahas tentang bagaimana cara nilai-nilai profetik itu diterapkan dan manfaat apa yang dihasilkan dari penerapan tersebut, tapi pembahasannya masih umum dan akan bisa diterapkan dalam lembaga apapun. Penulis pada penelitian ini akan membahas tentang bagaimana konsep implementasi dan apa saja manfaat. Sehingga dengan demikian, pemahaman implementasi profetik di lembaga pendidikan pesantren dapat dipahami dengan baik dan tepat. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif (Nik Haryanti, 2020. Sugiyono, menggunakan jenis penelitian adalah riset kepustakaan (Library Researc. Yang dimaksud dengan riset kepustakaan sebagaimana yang disampaikan oleh Sugiyono adalah mengumpulkan literatur sebagai sumber referensi yang berkaitan dengan dengan kajian tersebut. Dan setiap tema harus ditemukan literatur dan referensi sebagai sumber data, dan hanya bisa didapatkan melalui riset kepustakaan seperti buku, artikel, jurnal yang terkait dengan tema penelitian. Sehingga dalam prosesnya untuk IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan menemukan mempelajari, dan mencatat data yang berkaitan dengan tema yang menjadi penelitian tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Dasar Nilai-Nilai Profetik Artinya : AuKamu . mat Isla. adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia . kamu menyuruh . yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Seandainya Ahlulkitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik. Ay Kuntowijoyo mengatakan, dalam misi profetik ini terdapat esensi nilainilai humanisasi, liberasi, dan transendensi atau dalam bahasa normatifnya adalah amar ma'ruf, nahi munkar, dan iman kepada Allah sebagaimana firman Allah dalam QS. Ali Imran : 110. (Sari et al. , 2022. Umiarso, 2. Nilai-nilai tersebut, menurut Kuntowijoyo, menyiratkan empat hal, yaitu konsep tentang umat terbaik, aktivisme sejarah, pentingnya kesadaran, dan etika profetik. Nilai keempat yang menegaskan bahwa dalam setiap gerak, tindakan, kerja, ilmu, dan seluruh aktivitas hidup seseorang, baik individu, lembaga, maupun kolektivitas, harus berasaskan kepada nilai-nilai tersebut . mar ma'ruf, nahi munkar, dan iman kepada Alla. Penulis menemukan beberapa temuan yang harus dikaji lebih, di antaranya : konsep implementasi profetik di pesantren, pilar profetik, dan implementasi masing- masing nilai profetik di pesantren. PEMBAHASAN KONSEP IMPLEMENTASI PROFETIK Implementasi IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Implementasi adalah bermuara pada aktivitas, aksi, tindakan, atau adanya mekanisme suatu sistem. Implementasi bukan sekedar aktivitas, tetapi kegiatan yang terencana dan untuk mencapai tujuan kegiatan. Implementasi adalah perluasan aktivitas yang saling menyesuaikan proses interaksi antara tujuan dan tindakan untuk mencapainya serta memerlukan jaringan pelaksana, birokrasi yang efektif. Pengertian implementasi yang dikemukakan ini, dapat dikatakan bahwa implementasi yaitu merupakan proses untuk melaksanakan ide, proses atau seperangkat aktivitas baru dengan harapan orang lain dapat menerima dan melakukan penyesuaian dalam tubuh birokrasi demi terciptanya suatu tujuan yang bisa tercapai dengan jaringan pelaksana yang bisa dipercaya. Implementasi adalah suatu proses untuk melaksanakan kebijakan menjadi tindakan kebijakan dari politik Pengembangan penyempurnaan suatu program. (Rosad, 2. Implementasi merupakan proses pelaksanaan ide, gagasan, atau kegiatan-kegiatan baru dengan harapan seseorang dapat menyesuaikan dan melaksanakan demi terciptanya tujuan yang mampu untuk dicapai dengan jaringan- jaringan pelaksana yang dapat dipercaya. Implementasi merupakan proses suatu peletakan dalam praktik tentang suatu program, ide, atau seperangkat aktivitas dengan harapan terjadinya sebuah perubahan . Implementasi merupakan proses untuk menilai, mengevaluasi dan mengukur peraturan dan kebijakan daat berjalan dengan baik atau tidak. Selanjutnya akan dinilai apakah harus ada evaluasi atau tidak terhadap program (Fauziah, 2. Implementasi adalah proses mentransformasikan suatu rencana ke dalam praktik. (Elizabeth & Hidayat, 2. Penulis menyimpulkan dari beberapa definisi yang telah dikemukakan di atas, bahwa yang dikatakan implementasi adalah suatu proses yang terencana dengan sangat matang dengan mengikuti aturan, norma dan prosedur untuk IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Profetik Istilah profetik itu sendiri merupakan isitilah yang merujuk pada AukenabianAy dengan Segala dimensinya. Kuntowijoyo . sebagaimana Siti Marwiyah menyebutkan nilal-nilai pmfetik memberikan petunjuk yang jelas bagi umat manusia dalam melakukan transformasi budaya maupun sistem sosial. Dimensi profetik itu mampu mempengaruhi gaya berfikir serta gaya mencari pengetahuan masing- masing individu yang dilandaskan pada tiga aspek utama, logika, fakta dan (Marwiyah, 2. Quraish Shihab sebagaimana dikutip oleh Siti Nafisah, mengatakan bahwa misi kenabian itu mengandung empat tugas pokok, berikut : . Menyampaikan . ajaran-ajaran-Nya, hal ini selaras dengan firman Allah dalam QS. Al-MAidah : 67, . Menjelaskan ajaran-ajaran-Nya, yaitu sesuai dengan firman-Nya dalam QS. Al-Nahl : 44, . Memutuskan perkara atau problem yang dihadapi oleh masyarakat, yaitu sesuai dengan firman-Nya dalam QS. Al-Baqarah : 213, dan . Memberikan contoh teladan, yaitu sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Aumad yang menyatakan bahwa perilaku Nabi adalah praktek dari Al-QurAoAn. Pendapat lain diungkapkan oleh Nurcholish Madjid yang menyatakan bahwa misi profetik itu sama dengan tugas suci nabi yang utama, yaitu menegakkan keadilan. Hal tersebut dilandaskan kepada firman Allah dalam QS. Yunus : 47. Pemahaman misi profetik dalam konteks sosial, sangat didasari kepada nilai-nilai yang terkandung di dalamnya yang harus dijadikan sandaran bagi pelaksanaan semua sendi kehidupan. (Nafsiah, 2. Pesantren IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Zamakhsyari Dhofier sebagaimana dikutip oleh Umiarso, mendefinisikan pesantren sebagai kerangka sistem pendidikan Islam tradisional yang terdiri dari pondok, masjid, santri, pengajaran kitab-kitab Islam klasik dan kiai. Oleh sebab itulah. Azyumardi Azra ketika memberikan batasan lebih luas terhadap dunia pesantren menyatakan, dunia yang mewarisi dan memelihara kontinuitas tradisi Islam yang dikembangkan ulama' . dari masa ke masa, tidak terbatas pada periode tertentu dalam sejarah Islam, misalnya periode kaum salaf, yaitu para sahabat nabi Muhammad dan tabi'in (Umiarso, 2. Pesantren dalam kacamata profetik, merupakan lembaga pendidikan yang memiliki beberapa fungsi diantaranya adalah fungsi tafaqquh fi al din . endalaman pengetahuan tentang agam. dan fungsi tarbiyah al akhlaq . embentukan kepribadian/budi masyarakat atau pusat rehabilitasi sosial. Eksistensi pesantren di negara ini dianggap sebuah urgensi yang signifikan, mengingat zaman semakin modern. Fenomena problem-problem sosial ekonomi yang terjadi di masyarakat juga Sebut kemunduran akhlak. Pesantren diharapkan bukan hanya menjadi solusi untuk problematika keagamaan, namun juga mampu mengatasi problematika sosial ekonomi tersebut. (Husniyatus Salamah Zainiyati. Rudy al Hana, 2. Beberapa definisi di atas memberikan gambaran bahwa yang dimaksud dengan implementasi profetik di pesantren adalah pelaksanaan atau internalisasi nilai-nilai kenabian di dunia pesantren yang akan melandasi semua aktifitas kepesantrenan dalam membentuk karakter paripurna . nsAn kAmi. Pilar Profetik Definisi nilai transedensi Pengertian transedensi berasal dari kata Latin ranscendere yang IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan berarti melampaui atau melebihi. (Adittian, 2. Transendensi bisa jadi merupakan kualitas tertinggi dari kehidupan spiritual. Istilah "transendensi" oleh para teolog dan kalangan religius biasanya diartikan sebagai sesuatu yang berada di balik dunia fisik. Sesuatu yang transenden merupakan sesuatu yang membawa kita "mengatasi" . Ai mengatasi masa kini, mengatasi rasa sukaatau duka, bahkan mengatasi diri kita pada Saat ini. la membawa kita melampaui batas. batas pengetahuan dan pengalaman kita, serta menempatkan pengetahuan dan pengalaman kita itu ke dalam konteks yang lebih luas. Transendensi memberi kita kesadaran akan sesuatu yang luar biasa dan tak terbatas, baik sesuatu itu berada di dalam diri kita sendiri maupun di dunia di sekitar kita. Beberapa orang yang pernah mengalami transedensi ini menyebut sesuatu itu sebagai "Tuhan". yang lain pengalaman mistik. lagi merasakannya keindahan setangkai bunga, senyuman seorang anak, atau seuntai nada (Marshall, 2. Untuk itu, manusia juga memiliki potensi spiritual dan moral yang dapat dikembangkan melalui ibadah dan amal shaleh. Ibadah adalah segala bentuk penghambaan diri kepada Allah SWT oleh-Nya melalui wahyu- Nya(Dzikrulloh, 2. Ibadah dapat dibagi menjadi dua jenis(Astuti, 2. , yaitu ibadah mahdhoh . badah khusu. seperti sholat, puasa, zakat, haji, dan dan ibadah ghairu mahdhoh . badah umu. seperti berbuat baik kepada orang tua, tetangga, anak yatim, fakir miskin, binatang, tumbuhan, dan lingkungan. (Istiqomah et al. , 2. Amal shaleh adalah segala perbuatan baik yang dilakukan oleh manusia dengan niat ikhlas karena Allah SWT tanpa mengharapkan balasan dari selain-Nya(Nurfauzan et al. , 2. Amal shaleh dapat berupa ucapan seperti dzikir, doa, tasbih, takbir, dan tahlil. perbuatan seperti membaca AlQuran, berdagang halal, bersodaqoh, berwakaf, dan berqurban. serta sikap seperti sabar, ikhlas, taqwa. IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan syukur, tawakkal, dan zuhud. Definisi nilai liberasi Pengertian liberasi berasal dari kata Latin liberare yang berarti membebaskan atau melepaskan(Aini & Setyarum, 2021. Pidu et al. , 2. Dalam konteks sosial, liberasi mengacu pada perjuangan atau gerakan untuk memperoleh hak-hak dasar dan kemerdekaan dari dominasi atau eksploitasi oleh kelompok atau pihak lain. Liberasi dapat bersifat politik, ekonomi, budaya, agama, gender, rasial, lingkungan, atau lainnya. Liberasi juga dapat diartikan sebagai sikap atau perilaku manusia untuk mencarikebenaran dan keadilan di luar diri mereka sendiri. Manusia memiliki fitrah atau kodrat untuk menentang segala bentuk penindasan, ketidakadilan, ketidaksetaraan, dan ketergantungan yang merugikan diri mereka sendiri maupun orang lain. Manusia juga memiliki potensi kritis dan moral yang dapat dikembangkan melalui pendidikan dan partisipasi sosial. Pendidikan keterampilan, dan nilai-nilai kepada manusia agar dapat berkembang secara optimal sebagai individu maupun anggota masyarakat. Pendidikan dapat berperan sebagai alat liberasi jika mampu memberdayakan manusia untuk berpikir kritis, berani bertanya, berani berekspresi, berani beraksi, serta berani mengambil tanggung jawab atas pilihan-pilihan mereka. Partisipasi sosial adalah proses untuk melibatkan diri dalam kegiatankegiatan yang berkaitan dengan kepentingan umum atau bersama. Partisipasi sosial dapat berperan sebagai alat liberasi jika mampu memberikan kepentingan, dan hak-hak mereka sebagai warga negara maupun umat pelaksanaan dan evaluasi kebijakan-kebijakan publik. Definisi nilai humanisasi IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Pengertian humanisasi berasal dari kata Latin humanus yang berarti manusia(Awaluddin. Rahmatia. Dalam konteks keagamaan, humanisasi mengacu pada sifat Tuhan yang menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya serta memberikan kebebasan dan tanggung jawab kepada manusia untuk mengelola bumi. Tuhan adalah Zat Yang Maha Pengasih. Maha Penyayang. Maha Adil, dan Maha Bijaksana yang selalu memberikan rahmat dan hidayah kepada Humanisasi juga dapat diartikan sebagai sikap atau perilaku manusia untuk mencintai dan menghormati diri sendiri dan orang lain sebagai makhluk Allah yang sama-sama memiliki hakikat dan tujuan hidup. Manusia memiliki fitrah atau kodrat untuk berbuat baik kepada sesama makhluk hidup tanpa membedakan agama, ras, etnis, gender, atau status sosial. Manusia juga memiliki potensi emosional dan sosial yang dapatdikembangkan melalui pendidikan dan interaksi sosial. Pendidikan keterampilan, dan nilai-nilai kepada manusia agar dapat berkembang secara optimal sebagai individu maupun anggota masyarakat. Pendidikan dapat berperan sebagai alat humanisasi jika mampu memberdayakan manusia untuk mengenal diri sendiri menghargai orang lain mengembangkan bakat minat dan potensi diri serta berkontribusi bagi kemajuan umat manusia. Interaksi sosial adalah proses untuk berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain dalam berbagai situasi dan konteks. Interaksi sosial dapat berperan sebagai alat humanisasi jika mampu memberikan pengalaman dan pemahaman tentang keragaman pluralisme toleransi kerjasama solidaritas dan kemanusiaan di antara manusia. Pilar Nilai-Nilai Profetik Berdasarkan kajian QS. Ali Imran : 110, sebagaimana yang disampaikan oleh Kuntowijoyo, maka terdapat tiga pilar nilai profetik, yaitu IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan sebagai berikut : Pilar Transedensi Transedensi dalam Teologi Islam berarti percaya kepada Allah SWT, kitab Allah SWT dan yang ghaib. Menurut Tohari sebagaimana dikutip oleh Dwi Marlina, transedensi merupakan AuSumbangan Islam yang penting memanusaiakan teknologiAy. Sebagaimana kita ketahui bahwa dunia moderen cenderung melakukan desakralisasi dan sekulerisasi dalam segi pendidikan Islam memasuki masa memberontak. Tohari dalam beberapa karyanya terdapat beberapa definisi yang tergambarkan dalam bentuk karya fiksinya salah satunya AuIntegritas moralreligius harus diupayakan oleh setiap pribadi bukan sekedar formalitas semata, kesalehan religius individual dilengkapi dengan kesalehan sosial, keyakinan terhadap yang ghaib harus berimplikasi kepada kesalehan sosialAy. (Marlina, 2. Transendesi diartikan denganTuhannya. Hubungan spiritual tersebut individual dan sulit dikomunikasikan dalam bahasa verbal kepada orang lain, pilar transendensi menjadi acuan bagi setiap tindakan muslim, sebab (Arauf, 2022. Praja & Muslih, 2. Pilar Liberasi Yaitu upaya membebaskan dan memerdekakan segala hal yang memiliki signifikansi kebaikan/maslahat sosial. (Misbah & Jubaedah, 2. Juga bermakna malarang atau mencegah (Nahi Mungka. segala tindakan kejahatan dalam kehidupan manusia. Liberasi berperan penting dalam membebaskan manusia yang termarjinalisasi oleh kebodohan, ketertinggalan. IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan kemiskinan, dan keterbekangan. (Ubaidillah. Rini Qurratul Aini, 2. Pilar liberasi merupakan usaha memerdekakan dan membebaskan yang berarti semuanya berkonotasi yang mempunyai signifikasi sosial. Adapun indikator dari pilar liberasi yaitu memihak kepentingan rakyat atau wong cilik, memberantas kebodohan dan keterbelekangan sosial ekonomi (Fathatul MarAoah & Tutuk Ningsih, 2. Pilar Humanisasi Yaitu menghilangkan AukebendaanAy ketergantungan, kekerasan dan kebencian dari Adapun indikator dari pilar humanisasi antara lain menjaga persaudaraan sesama meski berbeda agama, keyakinan, status sosial, ekonomi serta tradisi, memandang seseorang secara total meliputi aspek membuang jauh sifat kebencian. (MarAoaha & Roqib, 2021. Ningrum & Hardiyanto, 2. Humanisasi atau memanusiakan manusia merupakan nilai penting permasalahan kemanusiaan, karena yang menjadi sasaran pertama pendidikan adalah manusia. (Maulani, 2. Implementasi Profetik di Pesantren Implementasi Nilai Humanis Humanisasi mengembangkan potensi manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang memiliki martabat, hak, dan kewajiban. Humanisasi juga berarti menghindari segala bentuk penindasan, diskriminasi, eksploitasi, dan dehumanisasi terhadap manusia. Implementasi IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan dengan beberapa cara, antara lain: Menghormati hak-hak santri sebagai manusia dan pelajar. Hal ini meliputi memberikan kebebasan berekspresi, berpendapat, berorganisasi, dan berkreasi sesuai dengan syariat Islam. Juga memberikan fasilitas dan perlengkapan belajar yang memadai serta perlindungan dari segala bentuk kekerasan pelecehan atau intimidasi. Mengembangkan potensi santri secara holistik(Susanti, 2. Hal pembelajaran yang variatif menarik dan relevan dengan kebutuhan zaman. Juga memberikan bimbingan dan konseling yang profesional serta peluang untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler magang atau studi banding. Menumbuhkan kesadaran sosial dan tanggung jawab santri. Hal ini meliputi memberikan pendidikan karakter dan akhlak mulia Islam. Juga kesempatan untuk berinteraksi berdialog dan bekerjasama dengan masyarakat sekitar pesantren serta terlibat dalam kegiatan sosial kemanusiaan atau dakwah. Beberapa manfaat dari implementasi humanisasi di pesantren adalah, antara Meningkatkan Implementasi humanisasi dapat Implementasi humanisasi juga meningkatkan motivasi belajar, mental, emosional, dan spiritual santri. Meningkatkan citra dan kontribusi pesantren bagi masyarakat. IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Implementasi humanisasi dapat meningkatkan citra positif pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang modern, progresif, dan inklusif. Implementasi humanisasi juga dapat meningkatkan kontribusi pesantren bagi masyarakat dalam bidang sosial, ekonomi, budaya, politik, dan lingkungan. Menghargai keragaman dan pluralisme santri. Hal ini meliputi memberikan penghargaan dan pengakuan terhadap perbedaan latar belakang asal daerah suku bahasa atau budaya santri. Juga memberikan kesadaran dan pemahaman tentang nilai-nilai toleransi kerukunan dan persaudaraan Islam di antara santri. Mendorong partisipasi dan kemandirian santri. Hal ini meliputi memberikan ruang dan kesempatan bagi santri untuk berperan aktif dalam pengambilan keputusan perencanaan pelaksanaan Juga keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk santri agar dapat mandiri dalam belajar berkarya atau berdikari. Menjalin kerjasama dan kemitraan dengan pihak-pihak terkait. Hal ini meliputi menjalin hubungan baik dan sinergis dengan orang tua atau wali santri, pemerintah, swasta, media, lembaga pendidikan lain, organisasi kemasyarakatan, atau lembaga donor dalam mendukung program-program pesantren. Juga menjaga komunikasi yang efektif dan transparan dengan pihakpihak Implementasi Nilai Liberasi Liberasi adalah proses untuk membebaskan diri dan orang lain dari segala bentuk penindasan, ketidakadilan, ketidaksetaraan, dan Liberasi juga berarti mengembangkan kesadaran kritis IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan dan aksi kolektif untuk mengubah struktur sosial yang tidak adil dan tidak manusiawi. Implementasi liberasi di pesantren dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain : Mengkritisi yang ada. Hal ini meliputi memberikan pemahaman dan analisis tentang kondisi sosial ekonomi politik budaya dan lingkungan yang dihadapi oleh masyarakat sekitar pesantren. Juga memberikan kesadaran dan sikap kritis terhadap segala bentuk penindasan ketidakadilan dan ketergantungan yang Mendorong partisipasi dan advokasi santri. Hal ini meliputi memberikan ruang dan kesempatan bagi santri untuk berperan aktif dalam menyuarakan aspirasi kepentingan dan hak-hak dan umat Islam. Juga memberikan dukungan dan fasilitas bagi santri untuk terlibat dalam kegiatan advokasi kampanye atau aksi sosial untuk hak-hak Membangun solidaritas dan gerakan bersama santri. Hal ini meliputi memberikan pendidikan nilai-nilai persaudaraan, toleransi, kerjasama, dan gotong royong di antara santri tanpa membedakan latar belakang, asal daerah, suku, bahasa, atau budaya mereka. Juga memberikan motivasi dan inspirasi bagi santri untuk bergabung dengan gerakan-gerakan sosial yang berjuang untuk perubahan sosial yang lebih adil dan manusiawi. Beberapa manfaat dari implementasi liberasi di pesantren adalah antara lain : IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan a. Meningkatkan kualitas pendidikan dan pembinaan santri. Implementasi liberasi dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan pembinaan santri dengan memberikan kurikulum dan metode pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman serta mengembangkan kemampuan kognitif, afektif, dan Implementasi meningkatkan kesejahteraan fisik, mental, emosional, dan spiritual santri. Meningkatkan Implementasi liberasi dapat meningkatkan kontribusi pesantren bagi masyarakat dengan menjadikan pesantren sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, seni budaya, teknologi informasi, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat Implementasi meningkatkan peran pesantren sebagai agen perubahan sosial yang progresif, demokratis, dan humanis. Implementasi Nilai Transendensi Transendensi adalah proses untuk menghubungkan diri dan lain dengan Tuhan yang menciptakan dan mengatur segala Transedensi juga berarti mengembangkan kesadaran spiritual dan moral yang tinggi serta menjalankan ibadah dan amal shaleh sesuai dengan syariat Islam. Implementasi transendensi di pesantren dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain : Meningkatkan Hal memberikan pemahaman dan praktik tentang rukun iman rukun Islam dan rukun ihsan serta tuntunan-tuntunan ibadah lainnya IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan seperti sholat puasa zakat haji dan jihad. Juga memberikan fasilitas dan lingkungan yang kondusif untuk melaksanakan ibadah seperti masjid, mushola, tempat wudhu, kamar mandi, dan tempat tidur. Meningkatkan Hal memberikan pendidikan karakter dan moral yang sesuai dengan ajaran Islam seperti akhlakul karimah . khlak muli. adabul alim . tika ilm. adabul muasharah . tika sosia. serta adabul mukhalafah . tika perbedaa. Juga memberikan teladan dan keteladanan dari para ustadz/ustadzah kyai/nyai, senior/junior, serta alumni/alumnae pesantren. Meningkatkan kualitas amal santri. Hal ini meliputi memberikan kesempatan dan dorongan bagi santri untuk melakukan amal shaleh baik secara individu maupun kolektif seperti shodaqoh, infaq, sedekah, wakaf, qurban, berbagi ilmu, menolong orang lain, menjaga lingkungan, serta berdakwah. Beberapa manfaat dari implementasi transedensi di pesantren adalah antara lain : Meningkatkan Implementasi transedensi dapat meningkatkan ketaqwaan santri kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Implementasi transedensi juga dapat meningkatkan kebahagiaan santri dengan merasakan kedekatan dengan Allah SWT serta mendapatkan pahala dan ridho-Nya. Meningkatkan Implementasi dapat meningkatkan kontribusi pesantren bagi masyarakat dengan menjadikan pesantren sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan agama yang IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan bermanfaat bagi umat Islam. Implementasi transedensi juga dapat meningkatkan peran pesantren sebagai agen perubahan sosial yang islami, rahmatan lil alamin . ahmat bagi semest. KESIMPULAN Implementasi profetik di pesantren adalah penerapan nilai-nilai yang bersumber dari al-QurAoan dan al-Hadis, serta mengikuti teladan Nabi Muhammad saw. Profetik memiliki empat sifat utama yaitu shidiq . , . , . Dan dari tinjauan sosial, profetik memiliki tiga pilar yaitu Serta menyempurnakan akhlak dan membentuk karakter santri yang baik sehingga akan menjadi pribadi yang paripurna . nsan kami. Penelitian ini masih jauh dari kata sempurna, masih banyak yang belum yang belum diungkap. Oleh karena itu, masih banyak peluang menggali temuan-temuan yang lain yang berhubungan dengan impelementasi Misalnya, implementasi profetik di lembaga pendidikan pesantren : tinjauan nilai transendensi berbasis istighatsah ataupun yang sejenis, sehingga dinamika keilmuan tentang profetik semakin berkembang dan menyentuh keseharian kehidupan manusia. DAFTAR PUSTAKA