10 E ISSN 2715-1212 Neraca : Jurnal Akuntansi Terapan Vol. 7 No. Oktober 2025, pp. Pengaruh Perencanaan Anggaran. Pelaksanaan Anggaran dan Evaluasi Anggaran terhadap Penyerapan Anggaran pada Pemerintah Kota Bekasi Karina Wijayanti 1*. Yulianto 2 Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI. Jakarta. Jakarta 1karinawijayanti744@gmail. com, 2 yulianto2367@gmail. * Corresponding Author ARTICLE INFO ABSTRACT Keywords Keywords: Budget Planning. Budget Implementation. Budget Evaluation. Budget Absorption Optimizing budget absorption is very important to ensure the effectiveness and efficiency of budget use in governance. This study aims to analyze the effect of budget planning, budget execution, and budget evaluation on budget absorption in the Bekasi City Government. The method used in this research is quantitative with a survey approach. Data were obtained through distributing questionnaires to 240 technical implementing officials of activities in the Bekasi City Government selected using simple random sampling technique. The results showed that budget planning had a positive and significant effect on budget absorption by 38. Budget implementation also has a positive and significant effect on budget absorption by 61. Meanwhile, budget evaluation has no positive and significant effect on budget absorption with a coefficient of determination (R squar. However, simultaneously, budget planning, budget execution, and budget evaluation have a positive and significant influence on budget absorption by 62. indicating that most of the variation in budget absorption can be explained by these three variables. However, the remaining 37. 1% is influenced by other factors not examined in this study. PENDAHULUAN Desentralisasi, sebagai salah satu asas dalam penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia, memberikan kewenangan bagi daerah otonom untuk mengelola dan mengatur urusan pemerintahan serta kepentingan masyarakat setempat. Sebagai bagian dari implementasi otonomi daerah. Pemerintah Daerah memiliki tanggung jawab untuk mengelola sumber daya yang ada, termasuk dalam hal pengelolaan keuangan daerah. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pemerintahan Daerah menekankan pentingnya penyelenggaraan pemerintahan daerah yang berbasis pada otonomi, yang memberikan daerah keleluasaan dalam pengelolaan anggaran dan perencanaan pembangunan. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan instrumen penting dalam mewujudkan tujuan-tujuan pemerintahan daerah, yang antara lain untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Keuangan Negara, anggaran berfungsi sebagai alat akuntabilitas dan pengelolaan kebijakan ekonomi yang diharapkan dapat meningkatkan stabilitas perekonomian dan pemerataan Sebagai instrumen kebijakan. APBD juga menjadi alat ukur untuk menilai efektivitas serta efisiensi penggunaan sumber daya yang ada di daerah. Pemerintah Daerah, khususnya Pemerintah Kota Bekasi, setiap tahun menyusun APBD yang disesuaikan dengan kemampuan pendapatan daerah dan kebutuhan penyelenggaraan urusan Namun, berdasarkan data penyerapan anggaran pada Pemerintah Kota Bekasi dari tahun 2023, terlihat adanya ketidaksesuaian antara rencana anggaran dan penyerapan anggaran yang tercapai. Penyerapan anggaran yang belum optimal menunjukkan bahwa masih terdapat hambatan dalam pelaksanaan anggaran, yang mengindikasikan adanya masalah dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi anggaran. http://ojs. neracajurnalakuntansiterapan@gmail. com/neracajournal@stiami. Neraca : Jurnal Akuntansi Terapan Vol. 7 No. Oktober 2025, pp. E ISSN 2715-1212 Tabel 1. Rencana dan Penyerapan Anggaran Tahun Anggaran 2023 Triwulan Triwulan I Triwulan II Triwulan i Triwulan IV Rencana Anggaran 14,42% 47,39% 73,36% Penyerapan Anggaran 8,64% 30,14% 50,98% 88,91% Selisih -5,78% -5,57% -22,37% -11,09% Sumber : Bagian Pembangunan Setda Data pada tabel 1. 1 menunjukan bahwa anggaran yang direncanakan cenderung menunjukan target yang lebih besar dibandingkan dengan penyerapan anggaran, seperti contoh pada triwulan I anggaran yang direncanakan sebesar 14,42% namun penyerapan anggaranya hanya 8,64%, . elisih 5,78%) hal ini dapat menunjukan bahwa perencanaan anggaran kurang realistis dibandingkan dengan kondisi yang ada, sehingga menyebabkan kurang optimalnya penyerapan anggaran yang dilakukan. Kemudian data pada tabel 1. 1 juga menunjukan bahwa penyerapan anggaran tidak stabil, pada triwulan I penyerapan hanya mencapai 8,64% yang jauh lebih rendah dari target sebesar 14,42%. Pada Triwulan II, penyerapan mulai meningkat menjadi 30,14%, namun tidak sesuai dengan target 47,39%. Bahkan pada Triwulan i dan IV, meskipun penyerapan meningkat, tetap tidak mencapai angka yang diharapkan (Triwulan i rencana 73,36% penyerapan 50,98% dan triwulan IV rencana 100 penyerapan 88,91%). Penyerapan anggaran yang lambat atau terhambat ini menunjukan adanya masalah dalam pelaksanaan anggaran. Selanjutnya tabel 1. 1 juga menunjukan bahwa ada masalah dalam evaluasi anggaran, selisih negatif yang muncul setiap triwulan menunjukan adanya ketidaksesuaian antara apa yang direncanakan dengan apa yang terealisasi . riwulan I -5,78%, triwulan II -5,57%, triwulan i 22,37% dan triwulan IV -11,09%). Selisih negatif menunjukan bahwa evaluasi anggaran yang dilakukan tidak efektif dan adanya kelemahan dalam pengawasan dan kontrol selama pelaksanaan Berdasarkan permasalahan diatas serta beberapa faktor yang mempengaruhi penyerapan anggaran, maka Penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul Pengaruh Perencanaan Anggaran. Pelaksanaan Anggaran dan Evaluasi Anggaran terhadap Penyerapan Anggaran pada Pemerintah Kota Bekasi. Penelitian ini bertujuan : Untuk menganalisis dan mengevaluasi apakah perencanaan anggaran berpengaruh terhadap penyerapan anggaran pada Pemerintah Kota Bekasi. Untuk menganalisis dan mengevaluasi apakah pelaksanaan anggaran berpengaruh terhadap penyerapan anggaran pada Pemerintah Kota Bekasi. Untuk menganalisis dan mengevaluasi apakah evaluasi anggaran berpengaruh terhadap penyerapan anggaran pada Pemerintah Kota Bekasi. Untuk menganalisis dan mengevaluasi apakah perencanaan anggaran, pelaksanaan anggaran dan evaluasi anggaran berpengaruh terhadap penyerapan anggaran pada Pemerintah Kota Bekasi. KAJIAN LITERATUR Anggaran Menurut Warnaningtyas & Rohmatilah . anggaran merupakan statement dari suatu rencana dan kebijakasanaan manajemen yang digunakan sebagai petunjuk kegiatan dalam suatu urutan periode. Perencanaan Anggaran Menurut Nurkholis dan Khusaini . , perencanaan anggaran adalah rencana keuangan baik itu pendapatan dan/atau pembiayaan yang dibuat untuk mengatur alokasi keuangan sesuai dengan rencana dan harapan perusahaan untuk digunakan dalam berbagai kegiatan. Pelaksanaan Anggaran Karina Wijayanti. Yulianto(Pengaruh Perencanaan Anggaran. Pelaksanaan Anggaran dan Evaluasi Anggaran. E ISSN 2715-1212 Neraca : Jurnal Akuntansi Terapan Vol. 7 No. Oktober 2025, pp. Menurut Sujarweni . Pelaksanaan anggaran adalah tahapan yang dimulai sejak Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah disahkan melalui peraturan daerah pada setiap akhir tahun sebelum tahun anggaran baru dimulai. Tahapan pelaksanaan berlangsung selama 1 . tahun terhitung mulai awal tahun anggaran baru pada bulan januari setiap tahunnya. Tahapan pelaksanaan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak eksekutif melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah. Evaluasi Anggaran Menurut Mulyono & Yumari . evaluasi adalah proses menentukan nilai suatu kegiatan, kebijakan, atau program. Evaluasi merupakan sebuah penilaian yang dilakukan seobyektif dan sesistematik mungkin terhadap sebuah intervensi yang direncanakan, sedang berlangsung atau pun yang telah diselesaikan. Evaluasi adalah rangkaian kegiatan membandingkan realisasi masukan . , keluaran . , dan hasil . terhadap rencana dan standar. Evaluasi merupakan kegiatan yang menilai hasil yang diperoleh selama kegiatan pemantauan berlangsung. Evaluasi menilai hasil atau produk yang telah diselesaikan dari suatu rangkaian program sebagai dasar mengambil keputusan tentang tingkat keberhasilan yang telah dicapai dan tindakan selanjutnya yang Penyerapan Anggaran Bastian . menyatakan bahwa Penyerapan Anggaran adalah anggaran publik yang diimplementasikan setelah disusun dan ditentukan dalam program serta aktivitas yang konkret. METODE PENELITIAN Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, yang berfokus pada analisis data numerik atau angka menggunakan metode statistik. Metode penelitian ini mengikuti pendekatan hipotetiko-deduktif, yang berarti bahwa penelitian dimulai dengan observasi awal, dalam hal ini mengenai penyerapan anggaran, untuk mengumpulkan data, proses selanjutnya melibatkan kajian teori, penyusunan kerangka teori, pengajuan hipotesis, analisis data, dan akhirnya penarikan Populasi dalam penelitian ini adalah pejabat pelaksana teknis kegiatan di Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Kota Bekasi yaitu sebanyak 630 orang. teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Probability Simple Random Sampling dengan penentuan ukuran sampel mengacu pada rumus Krejcie dan Morgan sehingga diperoleh sampel sebanyak 240 responden. Selanjutnya, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis data dan setelah dilakukan pengujian hipotesis dalam penelitian ini dapat diketahui bahwa perencanaan anggaran dan pelaksanaan anggaran terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapn anggaran pada Pemerintah Kota Bekasi, sedangkan evaluasi anggaran tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan anggaran pada Pemerintah Kota Bekasi, akan tetapi secara simultan perencanaan anggaran, pelaksanaan anggaran dan evaluasi anggaran memberikan kontribusi yang signifikan terhadap Penyerapan Anggaran pada Pemerintah Kota Bekasi, berikut adalah penjelasan dari masing-masing variabel : Pengaruh Perencanaan Anggaran terhadap Penyerapan Anggaran pada Pemerintah Kota Bekasi Hasil pengujian menunjukkan bahwa perencanaan anggaran memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan anggaran di Pemerintah Kota Bekasi. Uji t mengungkapkan bahwa nilai t hitung sebesar 3,047 melebihi t tabel yang bernilai 1,970 dengan tingkat signifikansi 0,002 yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini mengindikasikan adanya pengaruh signifikan antara perencanaan anggaran dan penyerapan anggaran, di mana perencanaan yang baik dapat meningkatkan efisiensi penyerapan anggaran di Pemerintah Kota Bekasi. Selanjutnya, penelitian serupa dalam jurnal ilmiah yang berjudul Faktor yang Mempengaruhi Penyerapan Anggaran pada Kabupaten Aceh Jaya oleh Dewi Sartika dan Sapna Julita Roza . dalam jurnal Akuntansi. Keuangan dan Perpajakan yang menyatakan bahwa perencanaan anggaran Karina Wijayanti. Yulianto(Pengaruh Perencanaan Anggaran. Pelaksanaan Anggaran dan Evaluasi Anggaran. Neraca : Jurnal Akuntansi Terapan Vol. 7 No. Oktober 2025, pp. E ISSN 2715-1212 memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan anggaran. Dengan dukungan dari temuan tersebut, dapat menegaskan prinsip dasar bahwa perencanaan yang matang akan mendukung penyerapan anggaran yang lebih baik. Namun, nilai koefisien 38,4% pada penelitian ini mengindikasikan adanya faktor-faktor lain yang lebih dominan dalam mempengaruhi penyerapan Hasil observasi di lapangan salah satu faktor utama yang teridentifikasi mengapa perencanaan anggaran hanya menjelaskan 38,4% variasi dalam penyerapan anggaran adalah karena pelaksanaan anggaran lebih memegang kendali dalam menentukan sejauh mana anggaran dapat terserap. Meskipun perencanaan anggaran dirancang dengan baik, pelaksanaan yang tidak optimal dapat menyebabkan rendahnya penyerapan anggaran. Selain itu, proses administratif yang panjang dalam pengelolaan anggaran juga menjadi salah satu kendala. Kemudian prosedur birokrasi yang kompleks juga sering kali memperlambat eksekusi anggaran, dan hal ini lebih berperan dalam penyerapan anggaran daripada perencanaan yang telah disusun. Meskipun perencanaan anggaran adalah langkah penting dalam pengelolaan anggaran, pengaruhnya terbatas terhadap penyerapan anggaran Pengaruh Pelaksanaan Anggaran terhadap Penyerapan Anggaran pada Pemerintah Kota Bekasi Hasil pengujian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan anggaran memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan anggaran pada Pemerintah Kota Bekasi. Nilai t hitung sebesar 11,797 lebih besar dari nilai t tabel 1,970, dengan tingkat signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa pelaksanaan anggaran secara langsung memengaruhi penyerapan anggaran di Pemerintah Kota Bekasi. Semakin baik dan efektif pelaksanaan anggaran, semakin tinggi tingkat penyerapan anggaran yang tercapai. Selain itu, nilai koefisien determinasi (R Squar. sebesar 0,614, hal ini menggambarkan bahwa pelaksanaan anggaran dapat menjelaskan sekitar 61,4% variasi dalam penyerapan anggaran. Artinya, meskipun perencanaan anggaran sangat penting, pelaksanaan anggaran berperan lebih dominan dalam menentukan sejauh mana anggaran dapat terserap. Selanjutnya, penemuan ini juga mendukung temuan dari penelitian yang dilakukan oleh Novita Dayang Sari. Maria, dan Desi Indriasari dalam Jurnal Of Economic. Business and Accounting tahun 2023 yang berjudul Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penyerapan Anggaran Belanja Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Kota Malang, yang menyatakan bahwa pelaksanaan anggaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan anggaran. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa meskipun perencanaan anggaran sudah disusun dengan baik, faktor pelaksanaan anggaran sering kali menjadi kunci utama dalam menentukan keberhasilan penyerapan anggaran. Pelaksanaan anggaran terbukti memegang kendali yang lebih besar dalam mempengaruhi penyerapan anggaran pada Pemerintah Kota Bekasi. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor yang terkait langsung dengan proses pelaksanaan anggaran, seperti regulasi yang berlaku, pengadaan barang dan jasa, kemampuan sumber daya manusia (SDM), serta adanya perubahan yang terjadi di lapangan yang dapat menghambatatau memperlambat realisasi anggaran. Pelaksanaan anggaran yang efektif sangat bergantung pada kelancaran dan ketepatan dalam menjalankan berbagai kegiatan yang telah direncanakan, serta ketepatan dalam penyerapan anggaran sesuai dengan jadwal yang Regulasi yang jelas dan prosedur yang efisien dalam pengadaan barang dan jasa menjadi kunci untuk menghindari kendala yang sering muncul di lapangan, sementara kemampuan SDM yang memadai juga berperan besar dalam memastikan bahwa setiap tahapan pelaksanaan anggaran berjalan dengan baik. Selain itu, faktor eksternal yang tidak terduga, seperti perubahan situasi di lapangan atau hambatan birokrasi, juga dapat memperlambat pelaksanaan anggaran. Ketika pelaksanaan anggaran terhambat, maka penyerapan anggaran pun tidak dapat optimal, meskipun perencanaan dan evaluasi anggaran telah dilakukan dengan baik. Pelaksanaan anggaran yang efisien dan responsif terhadap dinamika di lapangan dapat memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap penyerapan anggaran dibandingkan dengan faktor perencanaan dan evaluasi anggaran itu sendiri sehingga dapat dipastikan bahwa pelaksanaan anggaran yang baik memberikan kontribusi signifikan terhadap penyerapan anggaran. Karina Wijayanti. Yulianto(Pengaruh Perencanaan Anggaran. Pelaksanaan Anggaran dan Evaluasi Anggaran. E ISSN 2715-1212 Neraca : Jurnal Akuntansi Terapan Vol. 7 No. Oktober 2025, pp. Pengaruh Evaluasi Anggaran terhadap Penyerapan Anggaran pada Pemerintah Kota Bekasi Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa evaluasi anggaran tidak memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan anggaran pada Pemerintah Kota Bekasi. Meskipun evaluasi anggaran merupakan bagian integral dalam proses pengelolaan anggaran, kenyataannya proses evaluasi tersebut belum sepenuhnya diterapkan secara efektif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai t hitung lebih kecil dari t tabel . ,401 < 1,. dengan tingkat signifikansi yang lebih besar dari 0,05 . ,163 > 0,. yang menandakan bahwa evaluasi anggaran tidak memberikan kontribusi langsung yang signifikan terhadap peningkatan penyerapan anggaran. Selain itu, koefisien determinasi (R Squar. yang hanya sebesar 0,86% menunjukkan bahwa evaluasi anggaran hanya menjelaskan sebagian kecil . ,6%) variasi dalam penyerapan anggaran. Hal ini mencerminkan bahwa meskipun evaluasi anggaran penting dalam menilai efektivitas penggunaan anggaran, faktor lain seperti perencanaan anggaran dan pelaksanaan anggaran lebih berperan besar dalam menentukan keberhasilan penyerapan anggaran. Penemuan ini juga mendukung temuan dari penelitian yang dilakukan oleh Teuku Rully Hendrawan. Marlon Sihombing dan Maksum Syahri Lubis dalam Jurnal Ilmiah Magister Administrasi Publik dengan judul Analisis Perencanaan dan Evaluasi anggaran dalam meningkatkan Kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Singkil dengan hasil bahwa evaluasi anggaran belum sepenuhnya dapat meningkatkan penyerapan anggaran. Pengaruh evaluasi anggaran yang terbatas ini juga dapat dijelaskan oleh kenyataan bahwa evaluasi anggaran di Pemerintah Kota Bekasi belum sepenuhnya dilaksanakan secara menyeluruh. Evaluasi yang ada saat ini lebih fokus pada identifikasi hambatan-hambatan dalam pelaksanaan anggaran dan belum ada tindak lanjut secara spesifik atau upaya perbaikan yang signifikan. Selain itu, belum adanya mekanisme penghargaan atau sanksi terkait hasil pelaksanaan anggaran juga turut mempengaruhi rendahnya dampak dari evaluasi anggaran terhadap peningkatan penyerapan Dalam rangka meningkatkan penyerapan anggaran, perlu dilakukan perbaikan dalam implementasi evaluasi anggaran serta penguatan mekanisme tindak lanjut dan insentif yang dapat mendorong efektivitas penggunaan anggaran di masa mendatang. Pengaruh Perencanaan Anggaran. Pelaksanaan Anggaran dan Evaluasi Anggaran terhadap Penyerapan Anggaran pada Pemerintah Kota Bekasi Pengaruh perencanaan anggaran, pelaksanaan anggaran, dan evaluasi anggaran terhadap penyerapan anggaran di Pemerintah Kota Bekasi dapat dianalisis dengan menggabungkan perspektif dari teori-teori yang ada dan temuantemuan jurnal ilmiah. Menurut Nurkholis dan Khusaini . , perencanaan anggaran bertujuan untuk mengatur alokasi keuangan agar sesuai dengan rencana dan harapan, yang menjadi dasar penting dalam pengelolaan anggaran. Perencanaan yang baik dan matang sangat mempengaruhi tingkat penyerapan anggaran karena semakin jelas dan rinci perencanaan anggaran, semakin besar kemungkinan anggaran dapat diserap secara optimal. Di sisi lain. Purnomo . menekankan bahwa pelaksanaan anggaran adalah fase di mana sumber daya dimanfaatkan untuk merealisasikan kebijakan yang telah ditetapkan. Selanjutnya, evaluasi anggaran, sebagaimana dijelaskan oleh Mulyono & Yumari . , berfungsi untuk menilai hasil dan efektivitas penggunaan anggaran sebagai dasar untuk perbaikan dan pengambilan keputusan lebih Hasil uji F dalam penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga variabel perencanaan anggaran, pelaksanaan anggaran, dan evaluasi anggaran secara simultan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penyerapan anggaran. Dengan nilai F hitung yang jauh lebih tinggi dari F tabel . ,806 > 2,. , serta nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 . ,000<0,. , dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan ketiga variabel tersebut memiliki dampak yang kuat terhadap penyerapan anggaran di Pemerintah Kota Bekasi. Koefisien determinasi (R Squar. sebesar 62,9% menunjukkan bahwa perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi anggaran memiliki pengaruh yang signifikan dalam menjelaskan variasi penyerapan anggaran, meskipun masih ada 37,1% yang dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Karina Wijayanti. Yulianto(Pengaruh Perencanaan Anggaran. Pelaksanaan Anggaran dan Evaluasi Anggaran. Neraca : Jurnal Akuntansi Terapan Vol. 7 No. Oktober 2025, pp. E ISSN 2715-1212 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut : Perencanaan anggaran terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan anggaran di Pemerintah Kota Bekasi. Hasil uji t menunjukkan bahwa perencanaan anggaran berperan dalam meningkatkan efisiensi penyerapan anggaran, meskipun kontribusinya hanya menjelaskan 38,4% variasi dalam penyerapan anggaran. Perencanaan yang matang dan terstruktur dengan baik dapat mempermudah eksekusi anggaran, namun masih ada faktor lain yang lebih dominan, seperti pelaksanaan anggaran, yang mempengaruhi penyerapan anggaran. Pelaksanaan anggaran memiliki pengaruh yang paling dominan dan signifikan terhadap penyerapan Dengan koefisien determinasi sebesar 61,4%, pelaksanaan anggaran menjadi faktor yang paling penting dalam menentukan sejauh mana anggaran dapat terserap. Regulasi yang jelas, pengadaan barang dan jasa yang efisien, serta kemampuan sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor kunci dalam keberhasilan pelaksanaan anggaran. Karenanya pelaksanaan anggaran yang efektif dan responsif terhadap dinamika di lapangan sangat mempengaruhi keberhasilan penyerapan Evaluasi anggaran tidak memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan anggaran. Dengan nilai koefisien determinasi yang hanya sebesar 8,6%, evaluasi anggaran terbukti tidak memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan penyerapan anggaran. Hal ini disebabkan oleh bahwa evaluasi anggaran di Pemerintah Kota Bekasi belum sepenuhnya dilaksanakan dengan Proses evaluasi yang lebih fokus pada identifikasi hambatan tanpa dan belum adanya tindak lanjut spesifik atau perbaikan yang signifikan turut membatasi dampaknya terhadap peningkatan penyerapan anggaran. Berdasarkan hasil analisis terhadap pengaruh perencanaan anggaran, pelaksanaan anggaran, dan evaluasi anggaran terhadap penyerapan anggaran di Pemerintah Kota Bekasi, dapat disimpulkan bahwa ketiga faktor ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat penyerapan anggaran, meskipun dengan tingkat pengaruh yang berbeda-beda. Tetapi secara keseluruhan hasil uji F menunjukkan bahwa ketiga variabel . erencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi anggara. secara simultan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penyerapan anggaran. Koefisien determinasi (R Squar. sebesar 62,9% menunjukkan bahwa ketiga faktor tersebut menjelaskan sebagian besar variasi penyerapan anggaran. Namun, masih terdapat 37,1% variasi penyerapan anggaran yang dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Saran Berdasarkan hasil temuan dalam penelitian ini, beberapa saran yang dikemukakan : Pada variabel perencanaan anggaran yang mendapatkan nilai terendah adalah indikator penetapan waktu yang realistis pada dimensi waktu yang dibutuhkan dengan nilai rata-rata . 4,25. Diharapkan menjadi masukan kepada semua pejabat pelaksana teknis kegiatan agar hendaknya menetapkan indikator waktu yang realistis dan spesifik serta dapat diukur, kemudian menambahkan waktu cadangan untuk mengantisipasi keterlambatan yang sering terjadi dalam pelaksanaan proyek atau program sehingga dikemudian hari dapat merencanakan anggaran yang lebih efektif dan Pada variabel pelaksanaan anggaran yang mendapatkan nilai terendah adalah indikator tingkat kepuasan penyelesaian masalah pada dimensi mengatasi masalah yang muncul dengan nilai rata-rata 4,26. Diharapkan menjadi masukan kepada semua pejabat pelaksana teknis kegiatan agar hendaknya memastikan adanya laporan progres yang terstruktur dan dapat dipahami oleh semua pihak, baik diinternal Pemerintah Kota Bekasi maupun masyarakat. Laporan ini akan membantu semua pihak untuk memonitor pelaksanaan anggaran dan mendeteksi masalah lebih awal sehingga dapat menemukan solusi dan tindaklanjut dengan cepat serta meningkatkan kepuasan masyarakat. Karina Wijayanti. Yulianto(Pengaruh Perencanaan Anggaran. Pelaksanaan Anggaran dan Evaluasi Anggaran. E ISSN 2715-1212 Neraca : Jurnal Akuntansi Terapan Vol. 7 No. Oktober 2025, pp. Pada variabel evaluasi anggaran yang mendapatkan nilai terendah adalah indikator membandingkan antara rencana dan pelaksanaan pada dimensi mengkaji kegiatan yang dilaksanakan dengan nilai rata-rata 4,03. Diharapkan menjadi masukan kepada semua pejabat pelaksana teknis kegiatan agar hendaknya menetapkan indikator kinerja yang jelas, terukur, dan relevan dengan rencana anggaran yang telah ditetapkan. Contoh indikator kinerja bisa mencakup persentase penggunaan anggaran yang sesuai dengan perencanaan, waktu penyelesaian proyek, kualitas hasil dan tingkat pencapaian tujuan program. Pada variabel penyerapan anggaran yang mendapatkan nilai terendah adalah indikator Evaluasi terhadap perbedaan antara anggaran dan realisasi pada dimensi Analisis Realisasi Pencapaian Anggaran dengan dengan nilai rata-rata 4,33. Diharapkan menjadi masukan kepada semua pejabat pelaksana teknis kegiatan agar hendaknya lebih aktif memantau sistem teknologi/aplikasi yang ada pada Pemerintah Kota Bekasi untuk memantau pencapaian anggaran secara real-time, pemantaun sistem ini akan mempermudah penyesuaian alokasi jika diperlukan. DAFTAR PUSTAKA