LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1 (Desember 2. Available Online at : http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. BANGKIT DARI KEGAGALAN: STUDI KASUS DAUD MEMINDAHKAN TABUT PERJANJIAN TUHAN DALAM 1 TAWARIKH 13:1-14 Tjutjun Setiawan. Didit Yuliantono Adi Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia & STT Pancasilacitta setiawan65@gmail. Abstrak Jabatan dan kedudukan seseorang tidak secara otomatis membuat seseorang itu akan selalu berhasil dalam setiap rencana yang dilakukannya, hal tersebut dialami oleh Daud, sebagai seorang raja yang mempunyai niat yang baik dan didukung oleh tentaranya dan para tua-tua bangsa serta seluruh rakyat Israel dalam hal memindahkan tabut perjanjian ternyata mengalami kegagalan. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian dengan pendekatan studi Pustaka dan melakukan eksposisi terhadap ayat-ayat Alkitab yang relevan. Tujuan artikel ini adalah mengeksplorasi peristiwa di mana Daud dalam menghadapi kegagalan dan bangkit dari kegagalan dalam 1 Tawarikh 13:1-14. Pertanyaan penelitiannya adalah bagaimana Daud bisa bangkit dari kegagalan? Dari penelitian ini ditemukan fakta teladan Daud, di mana ia mencari penyebab kegagalan dengan mencari pertolongan Tuhan, dan ia bangkit dan melakukannya lagi dengan cara yang sesuai dengan firman Tuhan, ia juga berani membayar harga untuk Tuhan dan sekuat tenaga melakukan yang terbaik, sebagai bentuk totalitas dalam Ini sangat relevan bagi pemimpin masa kini dalam tugas dan tanggungjawabnya sebagai pemimpin Kristen untuk bangkit dari kegagalan yang dialami dalam tugas dan pelayanannya dengan selalu meminta pertolongan Tuhan. Kata Kunci: Bangkit Dari Kegagalan. Daud. Tabut Perjanjian, 1 Tawarikh 13:1-14 Abstract A person's title and position do not always automatically make that someone successful in every plan he does, this was experienced by David, a king who had good intentions and was supported by his soldiers and the elders of the nation and all the people of Israel in moving the ark of the covenant, but experienced failure. In this study, the author uses a research method with a literature study approach and do expository method to the relevant Bible verses. This article aims to explore the events in which David faced failure and rose from failure in 1 Chronicles 13: 1-14. This researchAos question is how could David rise from failure? From this study, the exemplary facts of David were found, where he sought the cause of failure by seeking God's help, and he rose and did it again in a way that was in accordance to God's word, he also dared to pay the price for God and did his best, as a form of totality in service. This is very relevant for today's leaders in their duties and responsibilities as Christian leaders to rise from the failures faced in their duties and services by always asking for God's help. Keywords: Rising From Failure. David. Ark of the Covenant, 1 Chronicles 13:1-14 LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1 (Desember 2. Available Online at : http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. PENDAHULUAN Kegagalan dan keberhasilan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pengalaman hidup manusia. Tidak ada pemimpin, betapapun bijaksananya, sehebat apapun, yang tidak pernah mengalami kegagalan. Namun, kemampuan untuk bangkit dari kegagalan dan belajar dari kegagalan yang dialaminya adalah salah satu tanda kepemimpinan yang sejati. Siapa yang tidak mengenal nama Thomas Alva Edison penemu lampu pijar atau bola lampu. Ia lahir pada tanggal 11 Februari 1847 di Milan. Ohio dan besar di Port Huron. Michigan. 1 Ia tidak langsung menemukan lampu pijar dalam satu kali penelitian tetapi ribuan kali ia mengalami kegagalan dan baru pada percobaan ke 9. 999 ia berhasil dalam penelitiannya. 2 Dari pengalamannya tersebut muncul kata-kata inspiratif: AuI have not failed. IAove just found 10. 000 ways that wonAot work (Saya tidak gagal. Saya baru saja menemukan 10. 000 cara yang tidak akan berhasi. , cara pandang dan sikap yang tidak putus asa ketika menghadapi kegagalan. Dalam Alkitab, salah satu contoh yang menarik tentang bangkit dari kegagalan adalah kisah tentang Raja Daud ketika memindahkan Tabut Perjanjian Tuhan dalam 1 Tawarikh 13:114. Tabut Perjanjian Tuhan merupakan lambang atau simbol kehadiran Allah di tengah-tengah umat Israel. Tabut ini memuat dua loh batu dari Sepuluh Perintah Tuhan dan menjadi pusat dari ibadah dan penyembahan bangsa Israel. Pentingnya Tabut Perjanjian membuat setiap tindakan yang berkaitan dengannya menjadi sangat signifikan, baik secara teologis maupun praktis. Daud mempunyai niat yang baik, ia berkeinginan untuk memindahkannya ke Yerusalem, dan ini mencerminkan upaya untuk meneguhkan ibukota bukan hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai pusat kehidupan rohani bagi bangsa Israel. Namun, upaya awal ini berakhir dengan kegagalan tragis, bukan hanya tidak sampai di tempat tujuan di Yerusalem tetapi juga memakan korban di mana Uza tewas ketika ia mencoba menstabilkan tabut yang hampir jatuh. Peristiwa ini tidak hanya merupakan kegagalan logistik tetapi juga kegagalan spiritual. Peristiwa ini memberikan banyak pelajaran berharga tentang bagaimana seorang pemimpin harus merespons kegagalan. Daud tidak hanya meratapi kegagalannya tetapi juga mencari pemahaman yang lebih dalam tentang kehendak Tuhan dan cara yang benar untuk melaksanakan niat baiknya. Akhirnya. Daud berhasil memindahkan Tabut Perjanjian ke Ira. AuMengenal Penemu Lampu Pijar Thomas Alva Edison Dan Sejarah Temuannya,Ay CNN Indonesia. Ibid. Ahmad Naufal Dzulfaroh and NugrohoRizal Setyo. Au20 Kata-Kata Inspiratif Thomas Alva Edison. Sang Penemu Bola Lampu,Ay Kompas. Com. LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1 (Desember 2. Available Online at : http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. Yerusalem dengan cara yang benar, yang membawa berkat besar bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi bangsanya, bangsa Israel. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kisah Daud dalam 1 Tawarikh 13:1-14, dengan fokus pada bagaimana ia bangkit dari kegagalan awal dalam memindahkan tabut perjanjian Allah, bahkan sampai memakan korban nyawa Uza. Setiap orang pernah mengalami kegagalan sehingga kegagalan itu bukan merupakan sesuatu yang menakutkan, yang terpenting adalah bagaimana menyikapi kegagalan tersebut dengan tanpa menyerah dan putus asa sebagaimana yang dilakukan Daud, seorang raja yang tidak luput dari kegagalan tetapi ia bisa bangkit Kembali meraih keberhasilan. Melalui studi eksposisi ini, penulis akan menganalisis tindakan-tindakan Daud, responsnya terhadap kegagalan, dan pembelajaran yang diambilnya untuk memastikan keberhasilan di masa depan. Penelitian ini juga akan membahas relevansi dari pengalaman Daud bagi pemimpin masa kini yang menghadapi kegagalan dalam berbagai aspek kehidupan mereka. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya akan memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang teks Alkitab tetapi juga menawarkan wawasan praktis tentang kepemimpinan yang resilient dan berbasis nilai-nilai spiritual. Kegagalan Daud dan cara ia bangkit kembali merupakan contoh inspiratif tentang bagaimana belajar dari kesalahan dan berusaha lagi dengan kebijaksanaan yang diperbarui, menjadi landasan yang kokoh bagi keberhasilan yang berkelanjutan. Penelitian ini berbeda dengan penelitian yang lain yang sepertinya hampir mirip seperti: Makna Teologis Kekudusan Allah Pada Peristiwa Kematian Uza Menurut 2 Samuel 6:6-7,4 di mana dalam penelitian ini mendalami kekudusan Allah dalam peristiwa kematian Uza, sedangkan yang penulis lakukan adalah, meskipun dalan jalinan kisahnya ada peristiwa kematian Uza juga dalam 1 Tawarikh 13, tetapi penulis menitik beratkan pembahasan bagaimana Daud yang mengalami kegagalan tetapi bangkit kembali dan menuntaskan niat . Daud Meloncat-loncat dan Menari-nari: Aspek Teologis bahasa Tubuh dalam Ibadah Kristiani,5 di mana dalam artikel ini membahas tentang menari-nari yang dilakukan Daud dan dikaitkan dengan ibadah Kristen di era sekarang. Meskipun hal Daud yang menari-nari ada dalam kisah 1 Tawarikh 13, tetapi yang penekanan dalam artikel ini bukan pada tarian Daud, tetapi pada kegagalan Daud dan bagaimana ia dapat bangkit dari kegagalan. Mandin Weya and Benaya Setia Adhi. AuMakna Teologis Kekudusan Allah Pada Peristiwa Kematian Uza Menurut 2 Samuel 6:6-7,Ay HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen . Sonny Eli Zaluchu and Yesaya Bangun Ekoliesanto. AuDaud Meloncat-Loncat Dan Menari-Nari: Aspek Teologis Bahasa Tubuh Dalam Ibadah Kristiani,Ay KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta . LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1 (Desember 2. Available Online at : http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan rangkaian prosedur kerja ilmiah yang dilakukan secara sistematis, terarah dan objektif dalam rangka memecahkan suatu masalah penelitian. 6 Kajian dalam penelitian ini menggunakan metode dengan pendekatan studi pustaka,7 di mana peneliti juga melakukan eksposisi terhadap teks 1 Tawarikh 13:1-14. Penulis melakukan dengan mengkaji ayat-ayat dalam pasal tersebut dan mengkomparasi dengan kitab 1 Samuel yang menuliskan peristiwa yang sama sehingga memperkaya kajian yang dilakukan. Analisis secara eksposisi yang dilakukan dibantu dengan berbagai literatur, jurnal yang sudah terpublikasi. Penulis membaca dan mengkaji ayat per ayat serta mendalaminya dengan dibantu oleh berbagai komentari, juga diperkaya melalui berbagai literatur dan jurnal sehingga dengan demikian didapat suatu kesimpulan yang menjawab pertanyaan penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Siapakah Daud? Daud merupakan anak bungsu dari delapan bersaudara, ayahnya bernama Isai, orang Betlehem, dan berasal dari suku Yehuda . Sam. 8 Daud diurapi oleh Samuel atas perintah Tuhan sendiri walaupun pada saat pengurapan itu Saul masih menjadi raja Israel, tetapi akibat ketidaktaatan Saul akan perintah Tuhan, maka Tuhan telah menolak Saul. Tuhan tidak dapat berkompromi dengan ketidaktaatan, sebagaimana ketidaktaatan yang dilakukan Saul dan itu merupakan tindakan yang mendatangkan murka Allah. Ada konsekuensinya yaitu terpisahnya Saul dari rencana Allah, dan posisi raja pun beralih dari Saul dan keluarganya. Tuhan mengutus Samuel untuk pergi ke rumah Isai sebab di antara anak-anak Isai telah dipilih Tuhan untuk menjadi seorang raja bagi Tuhan . Sam. Daud yang bertugas menjadi seorang gembala, sementara sebagian kakak-kakaknya menjadi tentara dan ikut berperang mengikuti Saul. Daud berkesempatan pergi untuk melihat medan pertempuran antara bangsa Israel dengan bangsa Filistin karena disuruh oleh ayahnya mengantar makanan untuk kakakkakaknya. Pada waktu itu Goliat pahlawan Filistin yang mempunyai perawakan yang tinggi Sonny Eli Zaluchu. AuStrategi Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif Di Dalam Penelitian Agama,Ay Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga 4, no. Amir Hamzah. Metode Penelitian Kepustakaan. Cetakan 1. (Malang: Literasi Nusantara, 2. D Douglas. Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid 1. Cetakan 2. (Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 1. Kosma Manurung and Steven Tommy Dalekes Umboh. AuMenalar Kisah Dipilihnya Daud Menggantikan Saul Dari Pemaknaan Kaum Pentakostal,Ay Sabda: Jurnal Teologi Kristen . https://jurnalsttn. id/index. php/SJT/article/view/77/pdf LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1 (Desember 2. Available Online at : http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. Sam. , menantang orang Israel satu lawan satu, siapa pun yang menang dalam pertarungan itu maka yang kalah akan menjadi hamba bagi yang menang . Sam. Tidak ada satupun yang menanggapi tantangan dari Goliat tersebut, malah hal itu membuat Saul dan segenap Israel sangat ketakutan . Sam. Sikap yang berbeda ditunjukkan Daud ketika ia sampai di medan pertempuran dan ia dengan berani maju menghadapi Goliat dengan keyakinan penuh bahwa Tuhan akan menolong dan melepaskan Daud dari orang Filistin tersebut. Goliat boleh saja mendatangi Daud dengan tombak dan lembing, tetapi Daud mendatangi Goliat dengan nama TUHAN semesta alam . Sam. Dan hanya dengan berbekal umban dan batu. Daud dapat mengalahkan Goliat karena pertolongan TUHAN. Audan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan TUHANlah pertempuran dan Ia pun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami. " . Sam. Akibat kemenangannya melawan Goliat. Daud dianugerahi raja kekayaan yang besar, kaum keluarganya bebas dari pajak dan raja memberikan anaknya perempuan kepada Daud untuk diperisteri . Sam. , sehingga dengan demikian Daud menjadi menantu dari raja Saul. Kemenangan yang dipetik oleh Daud membuat namanya dihormati dan disegani rakyat banyak melebihi rasa hormat kepada Saul yang menjadi raja pada saat ini. Audan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan, katanya: "Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa. " . Sam. Hal ini membuat Saul marah dan iri hati kepada Daud. AuSejak hari itu maka Saul selalu mendengki Daud. Ay . Sam 18:. Saul dengan berbagai cara berusaha membunuh Daud, tetapi Tuhan menyertai Daud, ia berhasil dalam segala perjalanannya ketika ia ditugaskan Saul berada di garis depan dengan tujuan supaya Daud mati terbunuh dalam pertempuran . Sam. 18:13-. Hal ini membuat Saul semakin takut terhadap Daud ketika Saul mengerti dan mengetahui bahwa Tuhan menyertai Daud dan ia dikasihi oleh seluruh orang Israel, dan Saul memusuhi Daud seumur hidupnya, hingga ajal menjemput Saul dalam satu peperangan melawan orang Filistin . Sam. 31:1-. Meskipun Saul membencinya bahkan hendak membunuhnya tetapi Daud memperlakukan Saul dengan santun dan berperikemanusiaan meskipun Daud mempunyai kesempatan untuk membalas dan membunuh Saul. Riste Tioma Silaen. Sabudin Sabudin, and Nurliani Siregar. AuBelajar Dari Totalitas Pelayanan Daud Bagi Pelayanan Masa Kini,Ay JURNAL LUXNOS . LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1 (Desember 2. Available Online at : http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. Setelah kematian raja Saul, ia diperintahkan Tuhan ke kota Yehuda di Hebron, dan di sini Daud diurapi menjadi raja atas Yehuda dan memerintah di Hebron selama tujuh tahun enam bulan . Sam. Sedangkan Isyboset anak Saul menggantikan ayahnya menjadi raja di Mahanaim atas Israel, di luar Yehuda, meskipun Isyboset adalah raja tetapi ia adalah boneka dari Abner, panglima Saul yang setia. 11 Setelah kedua orang ini mati terbunuh maka Kerajaan Israel dapat disatukan dan Yerusalem menjadi ibukotanya . Sam. 2:5-. , kesatuan monarki di bawah pemerintahan Daud dan bertahan hingga akhir Salomo memerintah. 12 Di Yerusalem ini Daud memerintah sampai akhir hayatnya selama tiga puluh tiga tahun lamanya. Jadi secara keseluruhan Daud menjadi raja selama empat puluh tahun. Niat Daud Memindahkan Tabut Perjanjian Taufik Damas menjelaskan bahwa sesungguhnya segala perbuatan itu bergantung pada 14 Artinya segala sesuatu yang dilakukan dinilai berdasarkan apa yang diniatkan dan sesungguhnya bagi setiap orang akan memperoleh menurut apa yang diniatkan. Daud mempunyai niat yang baik. Ada kehendak untuk memindahkan tabut perjanjian Tuhan dari Kiryat-Yearim ke Yerusalem ke tempat yang sudah disiapkan oleh Daud. Sebelum disampaikan kepada seluruh Jemaah Israel. Daud menyampaikan niatnya tersebut dengan para pemimpin pasukan seribu, pasukan seratus, juga dengan semua pemuka yang dipandang baik untuk diajak berunding . Taw. Kata semua pemuka memakai kata dasar ibrani kol yang artinya the whole, all,15 dan kata dasar Ibrani nagid, yang artinya a leader, ruler, sehingga dapat diartikan semua pemimpin. Jika para pemimpin tersebut setuju maka akan lebih mudah untuk mendapat persetujuan rakyat banyak, seluruh jemaah Israel. Kata jemaah diterjemahkan dari bahasa Ibrani Qahal, di mana kata Qahal diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani. Septuaginta (LXX) sebagai AoekklesiaAo, 16 yang kemudian dalam Perjanjian Baru kata ekklesia ini diterjemahkan sebagai gereja atau jemaat. Setelah berunding dengan para pemimpin, selanjutnya Daud menyampaikan niat baiknya tersebut kepada rakyat banyak. Daud menyampaikan akan memindahkan tabut Allah Douglas. Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid 1. Temper Longman i and Raymond B. Dillard. An Introduction to the Old Testament. Second Edition (Grand Rapids. Michigan: Zondervan, 2. John Schultz. AuDAVID. A MAN AFTER GODAoS OWN HEART,Ay Bible-Commentaries. Com. Ali Yusuf and Agung Sasongko. AuSegala Perbuatan Tergantung Niatnya. Ini Penjelasannya,Ay Repoblika. Co. Id. Bible Hub. AuSoftware Alkitab: StrongAos Concordance,Ay 2020. Bob Utley, 1 Chronicles, w. Freebiblecommentary. Org (MARSHALL. TEXAS: BIBLE LESSONS INTERNATIONAL MARSHALL, 2. LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1 (Desember 2. Available Online at : http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. ke Yerusalem di mana pada masa pemerintahan raja Saul keberadaan tabut Allah tidak diindahkan. AuDan baiklah kita memindahkan tabut Allah kita ke tempat kita, sebab pada zaman Saul kita tidak mengindahkannya. " . Dan niat dan usul yang disampaikan Daud mendapat respon yang baik dari seluruh Jemaah, sebab hal tersebut dianggap baik pula oleh seluruh jemaah . Kerajaan Israel telah melalui masa-masa yang sulit di bawah pemerintahan Saul. Semangat rendah sehingga Daud ingin melihat kemuliaan dinikmati bangsanya sekali lagi dan dia tahu bahwa kemuliaan sejati hanya dapat ditemukan di hadirat Tuhan. Jadi dia berusaha untuk membawa kembali tabut perjanjian itu yang melambangkan kehadiran dan kemuliaan Tuhan, karena di atas tutup pendamaian yang menutupi tabut itulah Tuhan akan berfirman dan memberi perintah (Keluaran 25:22 ). Tabut Perjanjian Tuhan Tabut Perjanjian merupakan benda paling suci yang digambarkan dalam Alkitab (Baca: Perjanjian Lam. , secara khusus dalam kitab Keluaran dan Imamat, dan pernah disimpan di Bait Suci, tetapi sekarang keberadaannya tidak diketahui lagi. 18 Kata tabut atau dalam bahasa Ibrani Aron,19 pertama kali muncul dalam kitab Keluaran, tabut ini dibuat atas perintah Tuhan kepada Musa di gunung Sinai (Kel. 20 Tuhan mendeskripsikan bentuk, ukuran dan apa saja yang harus diletakkan di dalam tabut tersebut, juga siapa yang boleh mengangkut tabut perjanjian Allah tersebut. Adapun benda yang diletakkan di dalam tabut tersebut adalah: . Dua Loh Batu Sepuluh Perintah Allah (Ul. 10:4-. , di mana dua loh batu yang berisi Sepuluh Perintah Allah diberikan kepada Musa di Gunung Sinai. Tombak Harun yang bertunas. AuMusa menaruh tongkattongkat itu di hadapan TUHAN dalam Kemah Pertemuan. Dan keesokan harinya ketika Musa masuk ke dalam Kemah Kesaksian, lihatlah, tongkat Harun bagi kaum suku Lewi telah bertunas, berbunga, dan berbuah badam. " (Bilangan 17:7-. Tongkat Harun yang bertunas adalah tanda pilihan Allah terhadap Harun dan keturunannya sebagai imam-imam. Tongkat ini juga ditempatkan di dalam Tabut Perjanjian. Buli-buli berisi Manna (Kel. 16:33-. Manna Jon Courson. Application Commentary Old Testament Volume 1: Gebesis-Job (Nashville. Tennessee: Thomas Nelson. Inc, 2. Rebecca Tourniaire. AuKing of the ArkAy . -book: https://thirdangelsmessage. com/, 2. HagiosTech. AuHebrew/Greek Interlinear Bible,Ay Https://w. Hagiostech. Com. D Douglas. Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid II. Cetakan 3. (Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 1. LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1 (Desember 2. Available Online at : http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. adalah roti dari surga yang Tuhan berikan kepada bangsa Israel selama mereka mengembara di padang gurun. Satu gomer manna disimpan dalam buli-buli dan ditempatkan di dalam Tabut Perjanjian sebagai tanda pemeliharaan Tuhan. Tabut Perjanjian tidak hanya menjadi simbol perjanjian antara Tuhan dan bangsa Israel, tetapi juga menjadi tanda kehadiran Allah yang nyata di tengah-tengah umat-Nya. Itu ditempatkan di tempat kudus dalam Kemah Suci selama perjalanan di padang gurun menuju tanah perjanjian sampai kemudian ditempatkan di Bait Allah di Yerusalem di ruang yang disebut Tempat Maha Kudus setelah raja Salomo menyelesaikan pembangunan Bait Allah. Tabut Perjanjian Allah pernah dirampas oleh orang Filistin, dan ini merupakan peristiwa yang tercatat dalam Alkitab, terutama dalam Kitab 1 Samuel pasal 4 hingga 6. Peristiwa ini terjadi saat bangsa Israel berperang melawan orang Filistin dan mengalami kekalahan. Mereka kemudian memutuskan untuk membawa Tabut Perjanjian Allah ke medan perang di mana kedua anak Imam Eli. Hofni dan Pinehas menyertai tabut ini, dan mereka percaya bahwa kehadiran Tabut akan memberikan mereka kemenangan, tetapi karena itu bukan perintah Tuhan maka orang Israel terpukul kalah . , kedua anak Eli tewas dan tabut Allah dirampas . Sam. Tabut tersebut kemudian dibawa ke kota Asdod dan diletakkan di rumah dewa-dewa orang Filistin. Dagon. Namun. Dagon jatuh tergolek di hadapan Tabut tersebut dan menderita Ketika orang Filistin mulai menderita bencana dan penyakit di kota-kota mereka, mereka merasa bahwa Tabut Allah membawa malapetaka bagi mereka. Akhirnya, mereka memutuskan untuk mengembalikan Tabut Perjanjian Allah ke tanah Israel. Tabut itu kemudian dikembalikan dengan upacara khusus dan disimpan di Bet Semes. Dari Bet Semes lalu tabut dipindahkan ke Kiryat Yearim . Sam. Peristiwa ini menyatakankan bahwa Tabut Perjanjian Allah tidak hanya merupakan benda suci, tetapi juga merupakan simbol kehadiran Allah yang kudus dan kuasa-Nya. Orang Israel pada saat itu belajar bahwa kehadiran Tabut tidak menjamin kemenangan mereka, tetapi kemenangan datang dari iman dan ketaatan mereka kepada Allah. Kematian Uza dan Kegagalan Daud Daud yang sudah mendapat dukungan dari semua orang Israel, mempersiapkan segala sesuatunya dan menjemput tabut Allah tersebut dari rumah Aminadab di Kiryat-Yearim untuk dipindahkan ke Yerusalem . 5, . Bob Utley mengatakan bahwa Abinadab adalah dari suku LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1 (Desember 2. Available Online at : http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. Yehuda. 21 Dalam ayat 6 dikatakan Daud dan orang Israel berangkat ke Baala. Kiryat Yearim dan Baala ini memang daerah yang diserahkan kepada suku Yehuda menjadi bagian pusaka. AuKemudian batas itu melengkung dari puncak gunung itu ke mata air Me-Neftoah, lalu keluar ke kota-kota pegunungan Efron. selanjutnya batas itu melengkung ke Baala, itulah KiryatYearim (Yos. Dalam kitab 2 Samuel 6. Kiryat-Yearim disebut dengan AoBaale-YehudaAo. Namun, upaya awal Daud untuk memindahkan Tabut Perjanjian mengalami kegagalan Dalam 1 Tawarikh 13:1-14, diceritakan bahwa saat perjalanan memindahkan Tabut. Uza, salah satu pengawal Tabut, tewas setelah menyentuhnya untuk menstabilkan Tabut yang hampir Murka Tuhan bangkit terhadap Uza, dan Ia memukulnya mati di sana karena Peristiwa ini menimbulkan ketakutan besar di antara Daud dan bangsa Israel. "Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu Ia memukulnya karena kesalahan itu, sehingga mati ia di sana dekat Tabut Allah itu" . Tawarikh 13:. Insiden ini merupakan momen penting yang menyoroti kegagalan Daud, baik dalam persiapan maupun dalam memahami sepenuhnya tata cara yang benar menurut hukum Tuhan untuk memindahkan Tabut. Setelah kematian Uza tersebut Daud merasa takut untuk melanjutkan pemindahan tabut tersebut ke Yerusalem sebagaimana rencana semula, kemudian ia menitipkan tabut perjanjian itu di rumah Obed Edom. Niat yang baik ternyata tidak selalu membuahkan hasil yang baik, dalam hal ini Daud sudah mempunyai niat yang baik, didukung banyak orang, di mana seluruh rakyat Israel mendukungnya, tetapi pada akhirnya mengalami kegagalan. Respons Daud Terhadap Kegagalan Ketika Daud gagal dalam misi pemindahan Tabut Perjanjian, respon pertama yang Daud lakukan adalah marah . Daud marah kepada Tuhan karena telah membunuh Uza yang tidak sengaja memegang Tabut Perjanjian agar tidak tergelincir. Kata marah dalam bahasa Ibraninya adalah wai-yikhar yang berarti terbakar oleh kemarahan. 22 Daud tidak dapat mengendalikan emosinya sehingga dia dikuasai oleh amarahnya. Daud mungkin berpikir bahwa Uza melakukan perbuatan benar untuk menyelamatkan Tabut Perjanjian, tetapi tidak dengan Tuhan. Bagi Tuhan. Uza melakukan kecerobohan, tidak sopan dan cenderung meremehkan Tuhan dengan bertindak sembrono terhadap hal-hal suci. 23 Kemarahan Daud kepada Tuhan adalah sikap seorang pemimpin yang tidak siap dalam mengalami kegagalan. Daud hanya Utley, 1 Chronicles. Au1 Chronicles 13:11,Ay Biblehub. AuMatthew Henry Commentary 1 Chronicles 13:11,Ay Biblehub. LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1 (Desember 2. Available Online at : http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. melihat masalah dari kacamatanya sendiri namun tidak melihat dari sudut pandang Tuhan, sehingga Daud menjadi tidak bijaksana dan cenderung menyalahkan Tuhan. Setelah Daud marah karena kematian Uza. Daud menjadi takut kepada Tuhan . Ketakutan yang dialami oleh Daud bukan seperti rasa takut melihat hantu, melainkan takut pada murka Tuhan jika terjadi kesalahan lagi. Kata Ibrani wai-yira menunjukkan bahwa ketakutan yang dialami Daud bukanlah ketakuan biasa melainkan ketakutan yang luar biasa terhadap Tuhan. 24 Sangat wajar apabila Daud mengalami takut kepada Tuhan, apalagi setelah peristiwa mengerikan yang terjadi kepada Uza. Hal ini menjadikan pelajaran bagi Daud dan semua Jemaah Israel agar selalu menghormati kekudusan Tuhan dan bertindak hati-hati kepada barangbarang suci yang dipakai dalam ibadah mereka. Langkah selanjutnya yang diambil oleh Daud adalah mencari tahu penyebabnya dan sekaligus mencari jalan keluarnya. Hal itu bisa dilihat dari pertanyaan Daud kepada Tuhan, bagaimana caranya dia bisa membawa Tabut Allah ini ketempat yang sudah dia siapkan sebelumnya . Dari pertanyaan ini, sesungguhnya Daud adalah tipe seorang pemimpin yang mau menyadari kesalahannya dan belajar dari kesalahannya sehingga tidak mengulangi melakukan kesalahan fatal dikemudian hari. 25 Peyebab kegagalan harus dicari, baru bisa mencari jalan keluarnya. Sebagai seorang pemimpin bangsa yang besar. Daud sadar akan kekurangannya dan kemudian mencari petunjuk kepada Tuhan agar diberikan hikmat untuk membawa Tabut Allah dengan aman dan tidak menimbulkan amarah bagi Tuhan. Kesalahan utama yang membuat prosesi pemindahan Tabut itu gagal dikarenakan Daud memakai kereta untuk membawa Tabut Perjanjian itu . Mungkin Daud terinspirasi oleh cara yang dilakukan oleh orang Filistin ketika mengembalikan Tabut tersebut kepada bangsa Israel . Sam. 6:10-. Tetapi cara ini adalah salah dan pada akhirnya Daud menyadari kesalahannya tersebut sebagaimana ia ungkapkan pada 1 Tawarikh 15:13, bahwa ia tidak meminta petunjuk Tuhan sebab Tuhan sudah menetapkan bagaimana caranya di dalam hal membawa Tabut perjanjian itu (Lih. Kel. 25:14. Ul. , di mana Tuhan sudah menetapkan bahwa suku Lewi yang harus mengangkut tabut tersebut dengan gandar pengusung di atas bahu mereka . Taw. Au1 Chronicles 13:12,Ay Biblehub. Yahya Usat. AuKepemimpinan Blusukan: Model Kepemimpinan Kristen Yang Membumi,Ay Integritas: Jurnal Teologi 1, no. : 93Ae100. LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1 (Desember 2. Available Online at : http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. Proses Kebangkitan dari Kegagalan Semua orang yang hidup di dunia ini pasti pernah mengalami kegagalan. Namun yang membedakan adalah bagaimana seseorang merespon kegagalan yang mereka alami. Ada yang terpuruk, bahkan ada juga yang bangkit dan kemudian berhasil. Bangkit dari kegagalan bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan seseorang. Sebagaimana halnya dengan Daud, untuk bangkit dari kegagalan dia memerlukan waktu yang lama. Dia menunda membawa Tabut Perjanjian dan menitipkannya di rumah Obed-Edom . Taw. 13:13-. Setelah Tabut itu ditempatkan di rumah Obed-Edom untuk beberapa waktu yang lama akhirnya Daud bangkit dan mempersiapkan cara yang benar untuk membawa Tabut ke Yerusalem. Yang bertugas untuk membawa Tabut Perjanjian ke tempatnya di Yerusalem adalah orang-orang Lewi sebab mereka adalah orang-orang yang dipilih Tuhan untuk mengurus benda-benda suci yang dipakai dalam ibadah mereka . Taw. 15:2,. Tiga bulan lamanya Daud mencari penyebab mengapa niatnya yang baik tersebut menjadi gagal . Taw. , sehingga dengan mengetahui apa yang menjadi penyebabnya ia tidak akan lagi melakukan hal yang sama, dan Daud mencoba lagi untuk menjalankan niat memindahkan Tabut tersebut dan pada usaha yang kedua ini Daun berhasil. Pemindahan Tabut Perjanjian dari rumah Obed-Edom ke Yerusalem diiringi oleh para penyanyi dengan membawa alat musik seperti gambus, kecapi dan ceracap . Taw. 15:16-21, Pada prosesi yang kedua Daud berani membayar harga yang sangat fantastis di mana dalam 2 Samuel 6:12-13, tentang peristiwa yang sama dijelaskan bahwa ketika para pengangkut Tabut melangkah maju enam langkah, maka Daud mengorbankan seekor lembu dan seekor anak lembu Jarak antara Kiryat Yearim ke Yerusalem adalah sekitar 14-15 km26 atau sama dengan 000 meter. Jika dalam satu meter bisa dicapai dengan dua langkah maka akan didapat 000 langkah, lalu dibagi dengan 6 langkah maka didapat hasil 5. 000 ekor lembu dan 000 ekor anak lembu gemukan yang dipersembahkan Daud sebagai korban. Menurut data Kompas tahun 2024, 27 harga sapi premium berkisar Rp. 000,- per ekor, maka biaya penyediaan lembu adalah 5. 000 ekor x Rp. 000,- = Rp. 000,- dan Daud sebagai seorang Raja yang juga mengasihi Tuhan tentunya akan memberikan sapi yang terbaik, yang premium, sedangkan jika diasumsikan harga anak lembu gemukan seharga Ro. 000,- maka biaya penyediaan anak lembu gemukan adalah 5. 000 ekor x Rp. 000,= Rp. 000,- sehingga jika dijumlahkan adalah sebesar Rp. Douglas. Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid 1. Alinda Hardiantoro. AuDaftar Harga Sapi Dan Kambing Untuk Idul Adha 2024,Ay Kompas Online. LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1 (Desember 2. Available Online at : http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. eratus delapan puluh lima milyar rupia. , belum lagi biaya-biaya yang lainnya. Ini merupakan suatu jumlah yang sangat besar dan fantastis, tetapi Daud berani membayar harga untuk pelayanan bagi Tuhan, dalam hal memindahkan Tabut yang menjadi lambang kehadiran Tuhan Bahkan Daud sendiri melompat-lompat dan menari-nari disepanjang jalan selama prosesi tersebut karena bersukacita . Taw. , ini menunjukkan bahwa ia ingin memberikan yang terbaik, dan satu sikap totalitas atas pelayanannya kepada Tuhan. Dari kegagalannya. Daud bisa mengambil tindakan bijaksana dengan pertimbangan yang matang dan hati-hati. Dia adalah contoh pemimpin yang tidak menyerah tatkala menghadapi tantangan. seorang pemimpin harus jeli melihat tantangan, masalah, kesempatan sehingga dapat berpikir jenih dan memaksimalkan pelayanannya bersama dengan orang-orang yang dipimpinnya. 28 Itulah yang dilakukan oleh Daud ketika bangkit dari kegagalan dan berhasil dalam tugas memindahkan Tabut Perjanjian ke tempat yang sudah dipersiapkan. Prinsip-prinsip Kepemimpinan dari Pengalaman Daud Dalam perjalanannya sebagai sorang pemimpin. Daud sering melakukan kesalahan sebagaimana pemimpin lainnya. Yang membedakan adalah ketika Daud melakukan kesalahan, ditegur, dia introspeksi diri, lalu menyesal, mengambil langkah pertobatan dan bangkit dari Contohnya ketika mengambil Batsyeba dan membunuh suaminya, yaitu Uria di medan perang. Daud di tegur oleh nabi Natan. Dia menyesal dan bertobat . Sam. 11:1-27. Daud sadar bahwa sebagai pemimpin Dia telah gagal karena telah mengambil yang bukan miliknya dan mengorbankan Uria di medan perang karena ambisinya untuk menguasai Batsyeba. Setelah ditegur dan diingatkan kesalahannya, dia dengan rela dan rendah hati Kerendahan hati adalah nilai yang penting dalam kepemimpinan. 29 Tidak semua pemimpim memiliki sikap rendah hati seperti Daud. Sebagai seorang pemimpin yang sudah memiliki jabatan, pengaruh dalam lingkungan pelayanan, terkadang membuat seseorang sombong dan angkuh, tidak mau menerima masukan atau koreksi dari orang lain. Seorang pemimpin Kristen adalah orang yang tunduk dan taat terhadap firman Tuhan. Alkitab adalah firman Allah yang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran . Tim. Firman John C. Maxwell, 21 HUKUM KEPEMIMPINAN SEJATI, ed. Soerono (Jakarta: Immanuel, 2. Ibelala Gea Giovando Siahaan. Meletios Pakpahan. AuMembangun Kepemimpinan Kristen Sejak Remaja,Ay PEDIAQU: Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora . LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1 (Desember 2. Available Online at : http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. Tuhan menjadi dasar kehidupan Kristen dan menjadi landasan bagi nilai-nilai moral serta etika yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin Kristen. 30 Dengan tunduk dan taat kepada Firman Allah, maka seorang pemimpin akan mengutamakan perintah Tuhan ketimbang kepetingang pribadi atau kelompoknya yang bisa saja merugikan orang lain dan lembaga yang 31 Ketertundukan terhadap Firman Tuhan yang merupakan hukum-hukum Tuhan inilah yang dilakukan oleh Daud sebagai seorang pemimpin. Daud selalu berpegang teguh terhadap Taurat Tuhan dan merenungkannya sepanjang hari. Taurat Tuhan membuat Daud bijaksana, berakal budi, dan menjauh dari segala kejahatan (Mzm. 119:97-. Seorang pemimpin harus memiliki keberanian dan ketekunan dalam menghadapi dan mengatasi kegagalan. Kunci keberhasilan Daud untuk bangkit dari kegagalan adalah selalu dekat dengan Tuhan. Dalam Mazmur 63 mengatakan bahwa Daud adalah orang yang sangat mencintai Tuhan, jiwanya haus kepada Tuhan dan tubuhnya rindu kepada Tuhan. Hal itu menunjukkan bahwa betapa Daud merasa tidak dapat hidup tanpa Tuhan. Daud menyadari bahwa tanpa Tuhan dia hanyalah seorang yang lemah dan tidak berdaya. Hanya Tuhan yang sanggup memberi kekuatan kepadanya. Dari kisah Daud ini, kita bisa belajar tentang prinsipprinsip kepemimpinan yang melihat bahwa pemimpin yang merasa dirinya lemah dihadapan Tuhan, dia akan mendapatkan kekuatan dari Tuhan. 32 Kekuatan dari Tuhan merupakan hal yang sangat penting bagi seorang pemimpin. Tanpa itu, pemimpin tidak akan siap menghadapi masalah yang akan terjadi didepan, bahkan tidak akan sanggup menghadapi dan mengatasi kegagalan yang dialami. Seorang pemimpin yang dekat dengan Tuhan, dia akan belajar dari kegagalan demi kegagalan yang dia buat dan melangkah maju ke tahap selanjutnya yang lebih Dari Kitab 1 Tawarrikh 13:1-14 ini, prinsip kepemimpinan yang bisa dipelajari dari Daud adalah, meskipun sebagai seorang raja dan setiap ucapannya adalah hukum yang harus ditaati oleh orang Israel. Daud tidak melakukannya dalam pemindahan Tabut Allah. Dia bisa saja memberi perintah ini dan itu, namun Daud memilih untuk bertanya kepada Tuhan dan para Ibid. Simon Simon. Tjutjun Setiawan, and Robi Panggarra. AuSIMSON PEMIMPIN YANG JATUH DI FASE KEMAKMURAN: SEBUAH REFLEKSI TEOLOGIS BAGI KEPEMIMPINAN GEREJA,Ay BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 5, no. 1 (June 28, 2. : 465Ae486, http://w. id/index. php/jbs/article/view/212. Rannu Sanderan. AuDilema Kepemimpinan Kristen. Tuhan Atau Atasan?: Unsur-Unsur Fundamental Bagi Pemimpin Kristen Demi Mengejawantahkan Imannya Dalam Profesi Dan Pengabdian,Ay SOPHIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 2, no. : 1Ae15. John C. Maxwell. Leadership Gold (Jakarta: Immanuel, 2. LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1 (Desember 2. Available Online at : http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. pemimpin yang lain bahkan kepada rakyatnya. Dengan bertanya kepada banyak orang. Daud akan mendapat banyak pertimbangan dan hal itu akan meminimalisir terjadinya kesalahan kedua kali yang lebih fatal. Relevansi Pengalaman Daud bagi Pemimpin Kristen Masa Kini Pada masa kini, gereja mengalami Krisis kepemimpinan karena banyak pemimpin Kristen yang jatuh dan mengalami kegagagalan. 34 Mereka berhasil memimpin umat namun gagal memimpin dirinya sendiri. Bahkan tidak sedikit dari pemimpin yang gagal, yang mengemban penggembalaan di gereja yang besar dan mapan justru mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. 35 Sangat memprihatinkan dalam kepemimpinan Kristen. Seorang yang mengajarkan firman Tuhan namun gagal mempraktekkan Firman Tuhan. Pemimpin Kristen adalah seorang yang bisa mempengaruhi dan memberi teladan kepada orang-orang yang dipimpinnya. Baik dalam lingkup kecil atau besar. Dalam bidang rohani ataupun sekuler. Jika seorang pemimpin gagal lalu menyerah dan hancur, dia tidak akan pernah bisa menjadi teladan dan mempengaruhi orang lain. 36 Kegagalan terjadi supaya orang bisa belajar dari kesalahan dan menjadi pemimpin yang lebih baik. Sebagaimana yang Daud alami. Ketika Daud mengalami kegagalan, dia tidak putus asa melainkan mencari tahu penyebabnya, introspeksi diri, meminta petunjuk dari Tuhan, lalu mengambil langkah-langkah yang benar sesuai dengan petunjuk Tuhan untuk memperbaikinya. Ini adalah upaya Daud untuk memperbaiki dan bangkit dari kegagalan. Selain itu, hal yang paling penting yang bisa dipelajari dari Daud adalah mencintai Firman Tuhan dan tunduk terhadap-Nya. Ketertundukkan Daud terhadap Firman Tuhan memungkinkan dia melakukan tugasnya dalam rel yang telah Tuhan berikan sehingga tidak menyimpang ke kiri ataupun ke kanan. Penting bagi pemimpin Kristen masa kini untuk meneladani Daud ketika bangkit dari Jangan malu mengakui kegagalan dan belajar dari kegagalan. Sebab dengan kegagalan, seorang pemimpin diproses untuk menjadi pribadi yang rendah hati, ditempa menjadi Steven Tubagus. AuMakna Kepemimpinan Daud Dalam Perjanjian Lama,Ay KINAA: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat 1, no. : 56Ae67, https://kinaa. id/index. php/ojsdatakinaa/article/view/3. Candra Gunawan Marisi. Didimus Sutanto, and Ardianto Lahagu. AuTeologi Pastoral Dalam Menghadapi Tantangan Kepemimpinan Kristen Di Era Post-Modern: Tinjauan Yesaya 40: 11,Ay Diegesis: Jurnal Teologi Kharismatika 3, no. : 120Ae132. Anatje Ivone Sherly Lumantow and Simon Simon. AuPeran Gembala Sidang Dalam Mengkaderisasi Istri Bagi Kepemimpinan Gereja Lokal,Ay KINAA: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat 2, 2 . : 68Ae81. LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1 (Desember 2. Available Online at : http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. lebih kuat, lebih baik, lebih berhikmat dan lebih mengandalkan Tuhan dalam setiap tugas dan tanggung jawab pelayanannya. LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1 (Desember 2. Available Online at : http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. KESIMPULAN Peristiwa Daud dalam memindahkan tabut perjanjian Allah meskipun seluruh bangsa menyetujui ternyata berujung pada kegagalan dikarenakan semua apa yang dilakukan tidak sesuai dengan aturan dan perintah Tuhan dalam hal tata laksana yang berkaitan dengan tabut Ini memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya ketaatan penuh kepada perintah Tuhan dan bagaimana kegagalan dapat menjadi momen pembelajaran yang mendalam. Kegagalan ini memaksa Daud untuk berhenti dan merenungkan kesalahannya, mencari petunjuk dari Tuhan, dan memahami pentingnya melakukan segala sesuatu dengan cara yang diperintahkan Tuhan. Dalam kisah selanjutnya. Daud berhasil memindahkan Tabut dengan cara yang benar, menunjukkan bahwa ia belajar dari kesalahan dan berusaha untuk mengikuti kehendak Tuhan dengan lebih tepat, ia berani membayar harga untuk Tuhan dan ia berusaha memberikan yang terbaik bagi Tuhannya, bahkan Daud sendiri turut menari-nari dan melompatlompat sepanjang prosesi, ini menunjukkan sikap totalitas dalam melayani Tuhan. Dari pengalaman Daud dalam hal membuat keputusan yang berujung kegagalan dapat diimplementasikan dalam kehidupan para pemimpin supaya berhati-hati dalam proses mengambil suatu keputusan penting, dan jika pada akhirnya berakhir dengan suatu kegagalan, harus siap menghadapi kegagalan itu dan mencari tahu penyebabnya, tidak mudah menyerah serta memohon pertolongan Tuhan. LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 1 (Desember 2. Available Online at : http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. DAFTAR PUSTAKA