JURNAL KESEHATAN ILMIAH INDONESIA INDONESIAN HEALTH SCIENTIFIC JOURNAL PERSEPSI SOSIAL MASYARAKAT TENTANG COV1D-19 Dl KOTA PADANGSIDIMPUAN Nurul Hidayah Nasution, 1Arinil Hidayah, 2Ayus Diningsih, 3Eva Agustina Lubis, 3Ade Suryani Daulay, 3Artati Junita Hasibuan, 3Nur Ainun, 3Sopiah Nasution Dosen Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Sarjana Dosen Program Studi Faramasi Program Sarjana Mahasiswa Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Sarjana Fakultas Kesehatan Univetsitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidimpuan ABSTRAK Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh tipe baru coronavirus dengan gejala umum demam, kelemahan, batuk, kejang dan diare. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 6 April 2020, jumlah penderita di dunia adalah 1. 523 yang terinfeksi kasus Covid-19. Dari 1,2 juta kasus positif korona, 69. ,46%) pasien Coviao9 telah meninggal dan 266. ,9%) orang telah sembuh dari total kasus positif. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui persepsi sosial masyarakat tentang Covid-19. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan Informan dari penelitian ini adalah beberapa masyarakat kota Padangsidimpuan. Model analisa data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan gambaran kesimpulan data atau Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat tentang covid-19 adalah penyebaran virus corona yang diketahui oleh masyarakat sebanyak 52% virus corona dapat menyebar melalui antar hewan ke manusia dan manusia ke manusia. Masyarakat mengetahui informasi dari virus corona melalui media elektronik, media online dan dari orang sekitar mereka. Diharapkan kepada masyarakat untuk mematuhi himbauan yang diinformasikan oleh pemerintah, ini sangat berguna untuk mengatasi penyebaran virus corona dan petugas pelayanan kesehatan lebih aktifdalam melaksanakan program penyuluhan kepada masyarakat tentang informasi virus corona. Kata Kunci : persepsi, sosial, covid-19 ABTRACT Covid-19 is an infectious disease caused by a new type of coronavirus with common symptoms of fever, weakness, cough, convulsions and diarrhea. According to the World Health Organization (WHO) on April 6, 2020, the number of sufferers in the world was 1,278,523 infected with Covid-19 Of the 1. 2 million positive corona cases, 69,757 . 46%) Coviao9 patients have died and 266,732 . 9%) have recovered from the total positive cases. The purpose of this study was to determine the social perception of the community about Covid-19. This type of research is a qualitative research with a descriptive approach. The informants of this study were several people in the city of Padangsidimpuan. The data analysis model used is data reduction, data presentation and an overview of data conclusions or verification. human to human. People know information about the corona virus through electronic media, online media and from people around them. It is hoped that the public will comply with the appeal informed by the government, this is very useful for overcoming the spread of the corona virus and health service workers are more active in carrying out outreach programs to the public about corona virus information. Keywords: Perception. Social. Covid-19 PENDAHULUAN Pada awal tahun 2020 ini dunia dikejutkan dengan wabah virus corona (Covid-. yang menginfeksi hampir seluruh negara di dunia. WHO Semenjak Januari 2020 telah menyatakan dunia masuk kedalam darurat global terkait virus ini2. Ini merupakan fenomena luar biasa yang terjadi di bumi pada abad ke 21, yang skalanya mungkin dapat disamakan dengan Perang Dunia II, karena eventevent skala besar . ertandinganpertandingan olahraga internasional contohny. hampir VOL. 6 No. 2 Desember 2021 JURNAL KESEHATAN ILMIAH INDONESIA INDONESIAN HEALTH SCIENTIFIC JOURNAL seluruhnya ditunda bahkan dibatalkan. Kondisi ini pernah terjadi hawa pada saat terjadi perang dunia saja, tidak pernah ada situasi lainnya yang dapat membatalkan acara-acara tersebut. Terhitung mulai tanggal 19 Maret 2020 sebanyak 214. 894 orang terinfeksi virus corona, 8. 732 orang meninggal dunia dan pasien yang telah sembuh sebanyak 83. 313 orang. (Aida, 2. Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh tipe baru coronavirus dengan gejala umum demam, kelemahan, batuk, kejang dan diare (WHO, 2020. Repici et al. , 2. Pada Desember 2019, sejtmlah pasien dengan pneumonia misterius dilaporkan untuk pertama kalinya di Wuhan. Cina (Phelan. Katz, & Gostin, 2. Virus ini telah dinamai sindrom pernapasan akut parah coronavirus 2 (SARS-CoV-. dan dapat bergerak cepat dari manusia ke manusia melalui kontak (Li et al. , 2020. Rothe et al. , 2. Kejadian kasus Covid-19 terus bertambah dari hari ke hari sehingga petugas kesehatan sebagai garis depan semakin tertekan meningkatnya beban kerja, mengkhawatirkan kesehatan mereka, dan keluarga (Cheng et al. , 2. Satu hal yang dapat menyebabkan petugas kesehatan akan mengalami peningkatan kecemasan, salah satunya adalah kurangnya Alat Pelindung Diri (API)) di tempat kerjanya (Ramadhan, 2. Petugas kesehatan berisiko mengalami gangguan psikologis dalam merawat pasien Covid-19 karena perasaan depresi, penyebab utamanya adalah perlindungan diri yang masih kurang dari kebutuhan petugas kesehntan (Lai et al. , 2. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 6 April 2020, jumlah penderita di dunia 523 Yang terinfeksi kasus Covid-19. Dari juta kasus positif korona, 69. ,46%) pasien Covid-19 telah meninggal dan 266. ,9%) orang telah sembuh dari total kasus positif. Sedangkan di Indonesia, data terakhir tentang jumlah kasus positif virus korona (Covid-. masih menunjukkan peningkatan 2. 491 kasus. Tingkat kematian pasien Covid-19 juga terus meningkat 209 orang . ,39%) dan 192 orang . ,70%) sembuh dari jumlah penderita positif. Dari perbandingan data tersebut bahwa di Indonesia masih mengalami peningkatan dari jumlah kematian dan tingkat kesembuhan pasien (WHO, 2. Khusus di Indonesia sendiri Pemerintah telah mengeluarkan status darurat bencana terhitung mulai tanggal 29 Februari 2020 hingga 29 Mei 2020 terkait pandemi Virus ini dengan jumlah waktu 91 hari. Langkah-langkah telah dilakukan Oleh pemerintah untuk dapat menyelesaikan kasus luar biasa ini, salah satunya adalah dengan mensosialisasikan gerakan Social Distancing. Konsep ini menjelaskan bahwa untuk dapat mengurangi bahkan memutus mata rantai infeksi Covid-19 seseorang harus menjaga jarak aman dengan manusia Iainnya minimal 2 meter, dan tidak melakukan kontak langsung dengan orang Iain, menghindari pertemuan massal. Tetapi banyak masyarakat yang tidak menyikapi hal ini dengan baik, seperti contohnya pemerintah sudah meliburkan para siswa dan mahasiswa untuk tidak berkuliah atau bersekolah ataupun memberlakukan bckerja didalam rumah, namun kondisi ini malahan dimanfaatkan Oleh banyak masyarakat untuk berlibur. Selain itu. walaupun Indonesia sudah dalam keadaan darurat masih saja akan dilaksanakan tabliqh akbat. dimana Akan berkumpul ribuan orang di satu tempat, yang jelas dapat menjadi mediator terbaik bagi penyebaran Virus corona dalam skala yang jauh lebih besar. (Hariadi,2. VOL. 6 No. 2 Desember 2021 JURNAL KESEHATAN ILMIAH INDONESIA INDONESIAN HEALTH SCIENTIFIC JOURNAL Data Pusat Krisis Departemen Kesehatan . , jumlah penderita atau kasus tertinggi di Provinsi DKI Jakarta adalah 1. 232 positif. kasus, dengan 99 kematian dan 65 orang pulih. Provinsi Jawa Barat dengan posisi kedua dengan 263 kasus positif, 29 meninggal dan 13 sembuh, dan Jawa Timur di tempat ketiga dengan 189 kasus positif, 14 meninggal dan 38 pulih. Sementara Provinsi Sulawesi Selatan menempati posisi keenam dengan 113 kasus positif, 6 meninggal dan 19 pulih (Kemenkes. RI. , 2. Profil BPBD Sumatera Utara di Bulan Agustus 2020 jumlah penderita suspek covid -19 adalah 467 orang, jumlah yang terkonfirmasi covid 19 sekitar 3962 orang, pasien meninggal karena covid-19 berjumlah 195 orang, dan jumlah pasien sembuh yaitu 1483 orang. (Profil BPBD Sumatera Utara. Data yang diperoleh sewaktu Lockdown diberlakukan oleh pemerintah kota padangsidimpuan di bulan Mei 2020 pelaku perjalanan (PP) berjumlah 3263 orang, selesai observasi (SO) berjumlah 2876 orang, kembali ke kota asal (KKA) berjumlah 43 orang, pelaku perjalanan sehat (PP Seha. berjumlah 343, orang dalam pengawasan (ODP) berjumlah 1 orang, pasien dalam pengawasan berjumlah 1 orang. (Profil Kota Padangsidimpuan,2. Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa masyarakat masih sangat kurang mematuhi aturan pemerintah terkait pencegahan penyebaran covid-19. Dari survey yang dilakukan oleh peneliti di masa new normal yang telah ditetapkan oleh pemerintah, masih banyak masyarakat di kota padangsidimpuan yang kurang mematuhi protokol kesehatan. Salah satu alasan tidak mematuhi protokol kesehatan di masa pandemic covid -19 ini disebabkan oleh persepsi sosial masyarakat. Bertolak dari latar belakang dan data diatas, peneliti bermaksud melakukan penelitian dengan judul "Persepsi Sosial marakat tentang Covid 19 di Kota Padangsidimpuan". Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui persepsi sosial masyarakat tentang covid 19. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Padangsidimpuan. Informan dalam penelitian ini adalah berjumlah 6 orang yaitu masyarakat di Kota Padangsidimpuan Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini dengan cara wawancara bertatap muka langsung dengan ibu dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik pengolaan data dilakukan secara kualitatif. HASIL PENELITIAN 1 Gambaran Umum Informan Penelitian Informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang yaitu masyarakat di Kota Padangsidimpuan. Pada Tabel 4. 1 dibawah ini adalah penjabaran karakteristik Informan dalam penelitian ini, sebagai Informan Tabel 1 Karakteristik Informan Utama Jenis Kelamin Umur Pendidikan Perempuan 26 tahun Perempuan 35 tahun SMP Pekerjaan Karyawan Swasta Ibu Rumah Tangga VOL. 6 No. 2 Desember 2021 JURNAL KESEHATAN ILMIAH INDONESIA INDONESIAN HEALTH SCIENTIFIC JOURNAL Laki-laki Laki-laki Perempuan Laki-laki 23 tahun 50 tahun 34 tahun 22 tahun SMA SMP SMK SMA Mahasiswa Petani Pedagang Security 2 Persepsi Tentang Covid-19 Persepsi informan tentang Covid-19 dalam penelitian ini dapat dilihat dari pemahaman informan tentang Covid-19, respon terhadap Covid-19 dan uapaya pencegahan yang dilakukan terhadap Covid-19. Secara rinci persepsi informan tentang Covid-19 dapat dilihat dari matriks berikut: Tabel 2 Matriks 1 Informasi Covid-19 INFORMAN PERNYATAN Pernah donk, penyakit yang menjadi masalah dunia yang dapat menular melalui antar hewan ke manusia dan manusia ke manusia Pernah lah, itu sangat sering dibicarakan sampai saat ini, baik di televisi, maupun di kalangan masyarakat Pernah dan sering, virus yang menyebabkan orang-orang sulit bernapas dan penyakit yang bisa menular ke orang lain. lya, pernah, virus corona itu penyakit yang sangat berbahaya yang sudah banyak memakan korban. Virus Corona dapat membuat orang-orang menderita dan meninggal dunia lyaa, pernah lah Bukan hanya pernah lagi, tapi sangat sering di dengar, karena kan itu masalah kesehatan yang lagi hitz zaman sekarang ini Tabel 3 Matriks 2 Respon Mendengar Covid-19 INFORMAN PERNYATAN Takut, karena katanya dapat menyebabkan kematian Corona ini membuat kita semua ketakutan untuk berbicara kepada orang lain saja kadang kita takut Virus menyebar. Anak-anak saya yang masih kecil semua kalau bermain diluar membuat saya khawatir karena sudah mulai banyak korban di Sumatera Utara yang positif Virus Corona Cukup kawatir, karena dulu saya lihat angka kematiannya sangat tinggi, dan angka kesembuhannya masih rendah Pertama kali dengar yaa. khawatir, tapi sekarang sudah tidak lagi. Takutlah, karena penyakit ini sudah mendunia dan belum ada obatnya Biasa saja, karena waktu pertama kali mendengar tentang Covid-19 ini waktu di China, belum ada di Indonesia Tabel 4 Matriks 3 Dampak Covid-19 INFORMAN PERNYATAN Banyak sekali, apalagi karyawan swasta seperti saya. Saya sempat di PHK karena omset perusahaan menurun, belum lagi pas sakit kemarin saya bingung mau berobat kemana, karena takut di bilang covid Dampaknya ya itu. kebutuhan ekonomi keluarga berkurang, karena suami sempat dirumahkan, jadi kita sempat kesulitan untuk mendapatkan bahan pokok makanan dan lagi anak- anak harus belajar online dari rumah dan itu menambah kerjaan saya. Saya rasa tidak terlalu banyak dampaknya, malah saya merasa senang karena VOL. 6 No. 2 Desember 2021 JURNAL KESEHATAN ILMIAH INDONESIA INDONESIAN HEALTH SCIENTIFIC JOURNAL bisa kumpul sama keluarga, karena kan pembelajarannya memalui sistem , hihihi Hmm. saya merasa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tapi dengan adanya bantuan dari pemerintah, kami cukup terbantu Akibat dari Virus Corona banyak menimbulkan kerusuhan yang orang-orang menimbun masker, ketika saya mau beli masker banyak minimarket ataupun toko sudah kehabisan masker dan mau bersalaman saja sudah khawatir, ini kan jadi membuat kita resah. Apalagi saya yang bekerja sebagai pedagang, toko sudah mulai sepi, sedikit orang yang datang Tidak ada, karena saya tetap bekerja, mungkin bedanya sekarang menggunakan protokol kesehatan, pake masker dan cuci tangan Tabel 5 Matriks 4 Pencegahan Covid 19 INFORMAN PERNYATAN Mencari informasi tentang Virus ini, jadi saya tahu apa saja yang harus saya buat agar tidak tertular. Selain itu saya selalu gunakan masker dan pake Menjaga anak- anak dirumah, kalau memasak daging saya cuci sampai bersih terus di masak sampai matang agar virus dan bakterinya mati dan kalau keluar rumah pake masker Menjauhi kerumunan, berusaha tetap dirumah kalau tidak ada urusan yang terlalu penting, dan kalaupun harus keluar rumah pake masker Pake masker kemana- mana Menyiapkan cuci tangan di depan toko dan pekai masker Ya. mematuhi protokol kesehatan, mencuci tangan, menjaga jarak dan selalu menxgunakan masker PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat Kota Padangsidimpuan tentang Virus Corona adalah menakutkan seperti yang di ungkapkan oleh informan bahwa lingkungan sangat mempengaruhi terjadi persepsi itu sendiri, karena lingkunganlah yang menyediakan pengalaman tentang objek atau benda, suatu peristiwa yang sedang atau telah terjadi, dan informasi-informasi yang secara tidak sadar terekam oleh alat indera manusia. Hal ini di dukung oleh pernyatan informan yang mengatakan bahwa Virus Corona membuat semua orang ketakutan untuk berbicara kepada orang lain saja kadang kita takut Virus menyebardan khawatir karena sudah mulai banyak korban di Sumatera Utara yang positif Virus Corona. Persepsi merupakan pandangan seseorang terhadap sesuatu atau sebuah proses saat individu mengatur dan menginterepretasikan kesan-kesan sensorik mereka guna memberikan arti bagi lingkungan mereka. Menyampaikan persepsi harus berkaitan dengan menimbulkan objek stimulus yang mengenai alat indera yang merupakan alat untuk menerima stimulus. Untuk menyadari atau untuk mengadakan persepsi diperlukan adanya perhatian, yaitu merupakan langkah pertama sebagai suatu persiapan dalam rangka mengadakan persepsi. VOL. 6 No. 2 Desember 2021 JURNAL KESEHATAN ILMIAH INDONESIA INDONESIAN HEALTH SCIENTIFIC JOURNAL Penelitian kualitatif penulis bukan sebagaimana seharusnya apa yang dipikirkan oleh penulis tetapi berdasarkan sebagaimana adanya yang terjadi di lapangan, yang dialami, dirasakan, dan dipikirkan oleh narasumber. Persepsi lahir dari proses yang didahului oleh Fnginderaan yang merupakan stimulus yang diperoleh seseorang individu melalui alat penerimaan indra, kemudian stimulus itu diteruskan oleh syaraf ke otak kemudian akan memicu munculnya persepsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat Kota Padangsidimpuan tentang Virus Corona seperti yang di ungkapkan oleh informan bahwa lingkungan sangat mempengaruhi terjadi persepsi itu sendiri, karena lingkunganlah yang menyediakan pengalaman tentang Objek atau benda, suatu peristiwa yang sedang atau telah terjadi, dan informasi-informasi yang secara tidak sadar terekam oleh alat indera manusia. Masyarakat yang terlibat dalam penelitian ini menganggap bahwa Virus Corona adalah virus yang sangat berbahaya dan membuat mereka khawatir dan hal yang harus diwaspadai. Persepsi masyarakat terhadap keparahan wabah Virus Corona pada umumnya yaitu, menganggap Virus corona berbahaya sampai membuat kehilangan nyawa, meskipun ada yang mengatakan mereka tidak terlalu mengerti dengan wabah Virus Corona. Masyarakat menganggap bahwa Virus Corona dianggap serius dan mengancam, karena mereka beranggapan Virus Corona ini masih belum banyak dimengerti. Virus corona sangat berbahaya sehingga masyarakat perlu melakukan pencegahan, karena masyarakat tidak pernah mendapatkan informasi secara langsung ke daerah mereka. Berdasarkan temuan penelitian, masyarakat sudah ada yang mengerti apa itu Virus Corona, penyebaran dan antisipasinya. Tetapi masih ada juga masyarakat yang masih belum mengerti tentang Virus Corona, penyebarannya dan antisipasinya di karenakan minimnya informasi yang sampai ke Hal ini di karenakan tidak ada penyuluhan tentang informasi Virus Corona. Ini yang dapat membuat masyarakat menjadi meningkat pengetahuannya tentang wabah Virus Corona. Ini yang membuat masyarakat yang tidak mengerti dan tidak tahu apa yang harus mereka dalam menghadapi Virus Corona. Selain masyarakat mengharapkan adanya penyuluhan Virus Corona semakin Pemberian informasi yang dilakukan merupakan suatu bentuk antisipasi yang dapat mereka lakukan untuk langkah awal dalam mengatasi Virus Corona. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang dilakukan, adapun simpulan dari penelitian yang peneliti lakukan tentang persepsi sosial masyarakat Kota padangsidimpuan tentang Covid-19 yaitu penyebaran virus corona yang diketahui oleh masyarakat, virus corona dapat menyebar melalui antar hewan ke manusia dan manusia ke manusia. Masyarakat mengetahui informasi dari virus corona melalui media elektronik, media online dan dari orang sekitar. Masyarakat membutuhkan informasi tentang penyebaran dan antisipasi virus corona untuk membantu masyarakat agar lebih siap dalam menghadapi wabah virus corona yang sedang marak belakangan ini. Saran VOL. 6 No. 2 Desember 2021 JURNAL KESEHATAN ILMIAH INDONESIA INDONESIAN HEALTH SCIENTIFIC JOURNAL Kepada masyarakat selalu patuhi himbauan yang diinformasikan oleh pemerintah, ini sangat berguna untuk mengatasi penyebaran virus corona. Perlunya keterlibatan peran yang lebih aktif dari pemerintah dalam melaksanakan program penyuluhan kepada masyarakat tentang virus corona dan melakukan evaluasi secara berkala terhadap program yang telah dijalankan oleh pemerintah untuk melihat perkembangan program yang telah dijalankan. Kepada peneliti selanjutnya dapat dikaitkan dengan penggunaan media dan metode komunikasi yang lebih interaktif kepada masyarakat. REFERENSI