Optimalisasi Pengetahuan dan Sikap Ibu Mengenai Protein Hewani MP-ASI Sebagai Strategi Preventif Pengendalian Stunting Melalui Media Audiovisual Aulia Ridla Fauzi*1. Heni Heryani1. Yanti Srinayanti2. Melinda1. Rindi Wahyuni1 D3 Kebidanan. STIKes Muhammadiyah Ciamis S1 Keperawatan. STIKes Muhammadiyah Ciamis Author's Email Correspondence (*): auliaridlafauzi@gmail. ( 628111022. ABSTRAK Latar belakang: Secara global, pada Tahun 2020 terdapat kurang lebih 149 juta anak di bawah 5 tahun mengalami stunting. Hasil dari Studi Status Gizi Indonesia menunjukkan prevalensi stunting Tahun 2021 sebesar 24,4%. Kebijakan yang diberikan pemerintah diantaranya intervensi secara spesifik dimulai dengan persiapan remaja putri dan ibu hamil bebas anemia, pencegahan kejadian kekurangan energi kronik (KEK), dan kampanye ASI eksklusif dimulai IMD hingga pemberian MP-ASI. Media audiovisual, dengan daya tarik dan kemudahannya memenuhi kriteria sebagai alat efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap. Hasil dari beberapa studi menunjukkan bahwa media dalam bentuk audio-visual berkontribusi terhadap peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap yang menjadi positif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak media audiovisual dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu bayi usia 5-12 bulan terkait asupan protein hewani dalam MP-ASI. Metode: Penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimental satu kelompok dengan 71 responden ibu bayi usia 5-12 bulan, menggunakan teknik sampling insidental. Analisis data melibatkan uji normalitas dengan uji Shapiro Wilk, dan hipotesis diuji menggunakan one sample t-test . ignifikansi <0,. Hasil: Setelah intervensi berupa media audiovisual edukasi interaktif, terjadi peningkatan signifikan pada pengetahuan dan sikap ibu terkait sumber protein hewani dalam MP-ASI, dengan nilai signifikansi masing-masing 0,0001 < 0,05 dan 0,0031 < 0,05. Simpulan: Media audio-visual berupa video edukasi interaktif telah berhasil memengaruhi pengetahuan dan sikap ibu menjadi positif ibu tentang pemberian protein hewani dengan komposisi yang double untuk digunakan dalam MPASI sebagai salah satu upaya untuk pertumbuhan bayi yang optimal untuk pencegahan stunting. Kata Kunci: MP-ASI. Pertumbuhan Anak. Protein Hewani Published by: Article history : Tadulako University Received : 30 10 2023 Address: Received in revised form : 30 12 2023 Jl. Soekarno Hatta KM 9. Kota Palu. Sulawesi Tengah. Accepted : 31 12 2023 Indonesia. Available online : 31 12 2023 Phone: 6282348368846 licensed by Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Email: preventifjournal. fkm@gmail. PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 14 NOMOR 3 ABSTRACT Background: Globally, in 2020, approximately 149 million children under the age of 5 experienced The results of the Nutrition Status Study in Indonesia showed a stunting prevalence of 24. 4% in Government policies include specific interventions such as preparing adolescent girls and anemiafree pregnant women, preventing chronic energy deficiency (CED) incidents, and campaigns promoting exclusive breastfeeding (EBF) from early initiation until the introduction of complementary feeding (MPASI). Audiovisual media, with its allure and accessibility, meets the criteria as an effective tool for enhancing knowledge and attitudes. Several studies indicate that audio-visual media contributes to positive increases in knowledge and attitude changes. Research Objective: This study aims to evaluate the impact of audiovisual media on the knowledge and attitudes of mothers with infants aged 5-12 months regarding animal protein intake in complementary feeding (MP-ASI). Method: This research is a preexperimental single-group study involving 71 respondents of mothers with infants aged 5-12 months, using incidental sampling. Data analysis includes normality testing with the Shapiro-Wilk test, and hypothesis testing using a one-sample t-test . ignificance <0. Results: After the intervention through interactive educational audiovisual media, a significant increase occurred in the knowledge and attitudes of mothers regarding animal protein sources in complementary feeding (MP-ASI), with significance values of 0. < 0. 05 and 0. 0031 < 0. 05, respectively. Conclusion: Interactive educational audiovisual videos have successfully influenced mothers' knowledge and attitudes positively regarding the provision of doublecomposition animal protein in MP-ASI. This effort is crucial for optimal infant growth and the prevention of stunting. Keywords: Animal Food Sources. Child Developement. Complementary Food PENDAHULUAN Stunting terus menjadi isu yang mendesak di negara-negara yang sedang berkembang, dibuktikan dengan statistik yang dirilis oleh UNICEF, yang mencerminkan keadaan gizi anakanak melalui parameter stunting, wasting, dan overweight. Secara keseluruhan, data global tahun 2020 menunjukkan sekitar 149 juta anak di bawah usia lima tahun terkena dampak stunting. Walaupun telah ada penurunan jumlah kasus secara umum, penurunan ini belum cukup berarti, dengan Asia. Asia Selatan, dan Sub-Sahara Afrika mencatatkan proporsi tertinggi . Studi mengenai kondisi gizi di Indonesia mengindikasikan adanya penurunan dalam angka prevalensi stunting, yaitu sekitar 26,92% pada tahun 2020 dan 24,4% pada tahun 2021. Namun, pencapaian ini masih jauh dari target yang diharapkan oleh Indonesia, yaitu sebesar 14% pada tahun 2024 . Stunting terjadi akibat kegagalan dalam memenuhi asupan gizi pada masa remaja, kekurangan nutrisi pada ibu selama kehamilan, dan asupan nutrisi yang tidak adekuat pada bayi. PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 14 NOMOR 3 ditambah dengan akses yang terbatas terhadap sanitasi yang sehat dan bersih . Pada jangka pendek, stunting menyebabkan penghambatan dalam pertumbuhan fisik dan evolusi kognitif pada anak-anak. Sementara untuk jangka panjang, konsekuensinya meliputi penurunan produktivitas dan kemunduran dalam kemampuan kognitif . ASI eksklusif dikenal sebagai pilar utama dalam menyediakan nutrisi bagi bayi. Namun, ketika bayi berusia enam bulan, penting untuk memperkenalkan makanan pendamping ASI sebagai sumber nutrisi mikro dan makro yang teratur. Protein, khususnya dari sumber hewani (ASF. , menjadi penting karena kaya akan zat besi, vitamin B12, kolin, dan seng. Meskipun nutrisi serupa ditemukan dalam protein nabati, jumlahnya tidak sebanding dengan yang ada dalam sumber protein hewani . Media audiovisual, dengan daya tarik dan kemudahannya dimengerti, memenuhi kriteria sebagai alat efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap. Pesan yang disampaikan melalui gambar yang autentik dan audio yang jernih menarik minat serta perhatian, membuatnya menjadi sumber informasi yang dapat dengan mudah dipelajari secara berulang . Hasil dari beberapa studi menunjukkan bahwa media dalam bentuk audio-visual berkontribusi terhadap peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap yang menjadi positif . Berdasarkan uraian di atas penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan pengetahuan dan sikap ibu terkait kebutuhan sumber protein hewani dalam MPASI dalam pencegahan stunting melalui media audio-visual di Puskesmas Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis. METODE Desain dari penelitian ini merupakan pre-eksperimental yang melibatkan satu kelompok dalam pre-test dan post-test, dengan tujuan menginvestigasi pengetahuan dan sikap ibu mengenai relevansi sumber protein hewani dalam mencegah stunting. Edukasi dilakukan melalui sarana audio-visual, dengan konten video berdurasi 8 menit . Penelitian ini melibatkan populasi ibu yang memiliki bayi berusia 5-12 bulan pada periode penelitian, yang memenuhi kriteria tertentu. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang memiliki bayi umur 5-12 bulan dan bersedia menjadi responden. Adapun ibu yang PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 14 NOMOR 3 berhalangan hadir saat proses penelitian, dikeluarkan . dari penelitian ini. Metode pemilihan sampel penelitian ini menggunakan teknik sampling insidental, dengan total 71 responden yang terlibat. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner yang berfungsi untuk mengukur pengetahuan dan sikap. Untuk kuesioner pengetahuan ibu tentang sumber protein hewani dalam MP-ASI skor nilai 1 Ae 18 dipergunakan dalam sistem evaluasi dengan kategori 1- 6 berpengetahuan kurang, 7 Ae 12 berpengetahuan cukup, dan 13 Ae 18 berpengetahuan baik. Sedangkan untuk kuesioner sikap ibu tentang sumber protein hewani dalam MP-ASI skor 1 -5 memiliki sikap yang kurang, 6 Ae 10 memiliki sikap yang cukup, dan 11 Ae 14 memiliki sifat yang Analisis dalam penelitian ini secara bertahap dimulai dari uji normalitas data terhadap kuesioner yang telah dibuat dengan uji Shapiro Wilk karena sampel < 100 . Uji normalitas menggunakan aplikasi komputer dengan signifikansi >0. Untuk menguji hipotesis menggunakan rumus one sample t-test dengan nilai signifikansi <0. Penelitian ini telah melalui proses kelayakan etik dengan terbitnya surat keterangan ethical clearance dari Komisi Etik Penelitian STIKes Muhammadiyah Ciamis 010/KEPK- STIKESMUCIS/Vi/2023. Uji Instrumen Kuesioner Uji validitas kuesioner ini dilakukan pada tempat yang memiliki karakteristik yang sama dengan lokasi penelitian nanti, yakni di Puskesmas Handapherang Kabupaten Ciamis. Nilai r hasil terlihat pada tabel corrected item correlation. Jumlah item pada instrumen pengetahuan ibu terdiri dari 24 pertanyaan dan instrumen sikap ibu terdiri dari 18 pertanyaan, instrumen tersebut diujikan kepada ibu yang memiliki anak umur 5 Ae 12 bulan sebanyak 20 responden. Untuk masing-masing instrumen diketahui dari r tabel dengan 5%= 0,444. Tabel 1. Hasil Uji Validitas Instrumen Kuesioner Pengetahuan dan Sikap Instrumen Jumlah Item Tidak Valid Jumlah Item Valid . <0,. >0. Pengetahuan Ibu Sikap Ibu PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 14 NOMOR 3 Uji realibilitas menggunakan cronbachAos alpa 0,981 . >0,70 ditemukan untuk 18 pernyataan pada kuesioner pengetahuan ibu. Nilai crobachAos alpha 0,846 . >0,. untuk 14 pertanyaan sikap HASIL Penelitian ini suatu produk video interaktif yang digunakan untuk peningkatan pengetahuan dan sikap. Pembuatan video menggunakan aplikasi komputer dan melalui tahapan desain oleh pakar media, pembuatan konten video dilakukan peneliti sebagai peneliti tumbuh kembang . Berikut merupakan gambaran cuplikan video yang digunakan sebagai intervensi dalam PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 14 NOMOR 3 Gambar 1. Cuplikan Media Audio-Visual Pemahaman Stunting Media audio-visual ini berdurasi selama 5:26 menit yang ditayangkan kepada responden setelah melakukan pre-test yang kemudian diukur oleh peneliti berapakah skoring pemahaman terhadap pengetahuannya pada kebutuhan protein hewani dalam MP-ASI untuk pencegahan Durasi intervensi oleh video tersebut telah memenuhi batas untuk syarat maksimal durasi video untuk bisa efektif diterima responden yaitu selama 8:00 menit . Analisis Univariabel Hasil analisis univariabel menyajikan tabel distribusi frekuensi karakteristik responden sebagai berikut: Tabel 2. Distribusi Frekuensi Karakteristik Subjek Penelitian Karakteristik Umur Reproduksi Sehat Reproduksi Berisiko Pendidikan Ibu Pendidikan Tinggi Pendidikan Menengah Pendidikan Dasar Frekuensi . Presentase (%) PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 14 NOMOR 3 Pekerjaan Ibu Bekerja Bekerja di rumah/IRT Penghasilan Keluarga Ou UMR O UMR Tabel 1. Menunjukkan sebagian besar responden terdiri dari ibu yang memiliki anak umur 5-12 bulan ada pada umur reproduksi yang sehat sebesar 73% dengan tingkat pendidikan terbanyak adalah pendidikan menengah sebesar 44% dan pendidikan dasar sebesar 41%. Responden yang bekerja di luar rumah sebesar 63% dan berpenghasilan Ou UMR 54%. Analisis Bivariabel Penelitian ini dimulai dengan melakukan pre-test pada seluruh responden guna mengetahui pengetahuan awal dari ibu balita sebelum diberikan treatment/intervensi berupa edukasi melalui media audio-visual interaktif tersebut. Setelah dilakukan pre-test, peneliti memberikan intervensi menggunakan media audio-visual dan melakukan pengawasan dengan seksama untuk memastikan responden menyimak dengan benar dan serius. Kemudian, dilakukan post-test terhadap pengetahuan dan sikap ibu dengan kuesioner yang telah tersedia. Tabel 3. Hasil Uji Pre-Test dan Post-Test Pengetahuan Ibu Variabel Pengetahuan Ibu Pre-Test Post-Test Sikap Ibu Pre-Test Post-Test Mean 15,75 17,50 2,128 12,30 13,44 2,128 Tabel 3. menunjukkan nilai hasil pengetahuan dan sikap ibu ada kenaikkan pada saat posttest sebesar 1,75 poin setelah mendapatkan informasi sumber protein hewani dalam MP-ASI melalui media audio-visual. Pada penelitian ini diperlukan uji normalitas data karena sampel yang digunakan kurang dari 100 responden . Sehingga, hasil uji normalitas data menggunakan Shapiro Wilk diperoleh data kedua variabel di atas yakni pengetahuan dan sikap ibu tentang sumber protein hewani dalam MP-ASI dinyatakan nilai signifikansi lebih besar dari taraf signifikansi alpha 5 % ( 0,. Maka. PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 14 NOMOR 3 data dalam penelitian ini berdistribusi normal dan dalam uji hipotesanya termasuk dalam statistik Setelah dilakukan uji persyaratan untuk pengujian hipotesis dengan uji normalitas data, selanjutnya digunakan uji uji paired t-test, jika signifikansi nilainya < 0,05 maka terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel pengetahuan dan sikap ibu tentang sumber protein hewani dengan intervensi yang diberikan. Akan tetapi, jika signifikansi nilainya > 0,05 maka menunjukkan tidak ada pengaruh yang signifikan dari intervensi yang diberikan. Berikut adalah hasil pengujian one sample t-test: dengan hasil sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Uji Pre-Test dan Post-Test Sikap Ibu Variabel Mean (SD) Pengetahuan Ibu Pre-test 15,75 2,289 0,0001 Post-test 16,80 2,026 Sikap Ibu Pre-test 12,30 0,0031 Post-test 13,44 2,128 Berdasar tabel di atas, terdapat kenaikkan nilai pengetahuan dan sikap ibu tentang sumber protein hewani dalam MP-ASI setelah diberikannya intervensi berupa video edukasi interaktif. Diantara kedua varibel di atas terlihat nilai signifikansi untuk pengetahuan ibu 0,0001 < 0,05 dan untuk variabel sikap juga memiliki nilai signifikansi 0,0031 < 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa video edukasi interaktif telah berhasil memengaruhi pengetahuan dan sikap ibu menjadi positif ibu tentang pemberian protein hewani dalam ini dengan komposisi yang double untuk digunakan dalam MP-ASI sebagai salah satu upaya untuk pertumbuhan bayi yang optimal dalam rangka pencegahan stunting. PEMBAHASAN Pengetahuan Ibu tentang Sumber Protein Hewani dalam MP-ASI melalui Video Interaktif Peningkatan pengetahuan ibu tentang sumber protein hewani dalam MP-ASI adalah langkah penting dalam memberikan pemahaman yang lebih baik tentang nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi . Dengan pengetahuan yang ditingkatkan, ibu dapat lebih baik memilih dan menyusun PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 14 NOMOR 3 makanan pendamping ASI yang memenuhi kebutuhan gizi anak mereka, termasuk protein hewani yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal . Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar ibu bayi ini adalah pada kategori reproduksi sehat rentang umur 20 Ae 35 tahun, kategori umur ini adalah rentang usia yang cenderung lebih mampu menerima informasi baru dalam bentuk digital untuk meningkatkan pengetahuannya . Hal tersebut sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Nurmaliza bahwa ibu yang mendapat pengetahuan dengan diberikannya intervensi pemenuhan nutrisi terutama protein memiliki pengaruh pada tingkat pemahamannya dalam mengimplementasikan kebutuhan protein untuk peningkatan status gizi anak . Namun, berbeda dengan hasil penelitian dari Zahrotul yang memberikan hasil bahwa tidak adanya pengaruh yang signifikan berdasar statistik dari pengetahuan ibu terhadap kejadian pencegahan stunting yang dalam hal ini melalui asupan nutrisi pada anak, tetapi berdasar informasi mendalam ibu memiliki pengetahuan yang baik terhadap pemahaman kebutuhan nutrisi hanya saja ibu belum bisa mengelola kebutuhan gizi harian anak . Generasi ibu dalam rentang usia ini seringkali tumbuh di era teknologi digital yang berkembang pesat. Para ibu tersebut akrab dengan perangkat komputer, smartphone, internet, dan telah mengintegrasikan teknologi ini dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, para ibu lebih terbiasa dengan cara mengakses informasi digital dan lebih siap dalam menerima informasi baru melalui platform digital . Pada kategori umur reproduksi sehat ini, ibu seringkali memiliki kehidupan yang padat, termasuk mengelola pekerjaan, keluarga, dan tanggung jawab sehari-hari. Hasil penelitian ini juga menunjukkan 63% adalah memiliki pekerjaan selain mengurus juga rumah tangganya. Dalam konteks ini, informasi digital seringkali menjadi pilihan yang praktis. Para dapat mengaksesnya kapan saja dan di mana saja, sesuai dengan jadwal sendiri. Hal ini memungkinkan para ibu untuk belajar dan meningkatkan pengetahuan mereka tanpa harus merasa terbatas oleh waktu atau tempat tertentu . Termasuk dalam hal ini adalah informasi yang berkaitan langsung dengan kebutuhan pertumbuhan anaknya agar lebih optimal untuk mencegah kejadian stunting. Dari hasil wawancara singkat setelah dilakukan intervensi video, peningkatan pengetahuan mengenai PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 14 NOMOR 3 sumber double protein hewani dalam MP-ASI ini sebagian kecil mengatakan bukan hal baru, karena sebelumnya sudah pernah melihat sekilas dari media sosial. Namun, dari video interaktif ini para ibu lebih merasa mendapatkan informasi yang komprehensif. Sikap Ibu tentang Sumber Protein Hewani dalam MP-ASI melalui Video Interaktif Nilai signifikansi 0,0031 menunjukkan perubahan dalam sikap ibu terhadap pemberian protein hewani dalam MP-ASI sangat signifikan secara statistik. Dalam konteks penelitian, hal ini mengindikasikan ada bukti kuat bahwa intervensi atau informasi yang diberikan dalam penelitian memiliki pengaruh nyata terhadap sikap positif ibu. Sikap positif terhadap pemberian protein hewani dalam MP-ASI dapat membantu memastikan bahwa ibu lebih bersedia untuk memasukkan makanan tersebut dalam pola makan anaknya. Sikap yang positif juga dapat memengaruhi perilaku ibu dalam memberikan makanan tersebut secara konsisten, yang merupakan faktor kunci dalam upaya pencegahan stunting. Jika melihat dari simpangan deviasi sebesar 2,128 yang menggambarkan perubahan sikap yang signifikan. Namun, tingkat respons atau sikap individu mungkin bervariasi, yang merupakan hal yang umum dalam penelitian sosial . Sikap dan persepsi ibu terhadap MP-ASI memiliki dampak langsung pada keputusan terkait apa yang mereka berikan kepada anak-anak mereka. Pendidikan nutrisi dan pemahaman yang tepat tentang manfaat protein hewani dapat mempengaruhi keputusan ini secara positif . Menggunakan media audio-visual dalam intervensi kesehatan telah terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan mengubah perilaku terkait kesehatan . Program yang dirancang untuk mengedukasi ibu tentang pentingnya protein hewani dalam MP-ASI, menggunakan alat bantu visual atau audio, dapat menyediakan informasi yang lebih menarik dan mudah diingat. Metode ini juga memungkinkan penyampaian informasi yang konsisten kepada masyarakat yang lebih luas. Hasil intervensi ini memiliki implikasi yang penting dalam upaya pencegahan stunting dan perbaikan gizi anak. Meningkatnya pengetahuan dan perubahan sikap positif ibu-ibu dapat membantu memastikan bahwa anak-anak menerima asupan gizi yang lebih baik dan berkualitas dalam masa pertumbuhannya, yang pada gilirannya dapat berkontribusi pada pencapaian tujuan kesehatan anak dan pengentasan stunting. PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 14 NOMOR 3 Hal ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Zahrotul terkait sikap ibu pada pencegahan stunting memiliki pengaruh yang signifikan secara statistik untuk asupan nutrisi pencegah stunting hanya saja ibu belum mampu mengelola kebutuhan gizi harian dengan benar . Selain itu, penelitian di Malang menunjukkan tidak adanya pengaruh dari pengetahuan dan sikap terhadap pencegahan stunting karena belum meyakini pengolahan pangan lokal jenis protein memiliki pengaruh yang besar terhadap pencegahan stunting. Oleh karena itu, diperlukannya penguatan dan pemberdayaan pengelolaan pangan lokal protein hewani untuk meingkatkan pengetahuan dan sikap ibu terhadap kebutuhan protein hewani untuk pencegah stunting . KESIMPULAN DAN SARAN Media audio-visual berupa video edukasi interaktif telah berhasil memengaruhi pengetahuan dan sikap ibu menjadi positif ibu tentang pemberian protein hewani dalam ini dengan komposisi yang double untuk digunakan dalam MP-ASI sebagai salah satu upaya untuk pertumbuhan bayi yang optimal dalam rangka pencegahan stunting. DAFTAR PUSTAKA