JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : 1978-6603 . E-ISSN : 2615-3475 Volume 5. Nomor 1. Edisi April 2023 https://ojs. id/index. php/jct/index Expert System Untuk Mendiagnosa Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Lada Menggunakan Metode Dempster Shafer Delvina Tarigan1. Marsono2. Wahyu Riansyah3 Sistem Informasi STMIK Triguna Dharma Email: 1 delvinatarigan28@gmail. com , 2 marsonotgdsi@yahoo. com, 3 wahyuriansyah2@gmail. Email Penulis Korespondensi: delvinatarigan28@gmail. AbstrakOe Piper Nigrum (Tanaman Lad. adalah berasal dari daerah Ghats Barat. India. Tanaman lada adalah termasuk satu jenis tanaman yang telah lama ditanam di indonesia ataupun diperdagangkan di pasaran Eropa. Lada bisa dipergunakan sebagai bumbu masakan, bahan obat-obatan dan juga sebagai bahan minyak lada. Lada merupakan salah satu komoditas ekspor tradisional dan merupakan produk tertua dari rempah-rempah yang memiliki peluang strategis dalam agribisnis Oleh karna itu sangat penting untuk melakukan diagnosa sejak dini. Agar mempermudah dalam proses mendiagnosa penyakit pada tanaman lada maka dibuatlah sebuah program Sistem Pakar. Sistem Pakar merupakan sistem yang mengadopsi pengetahuan layak nya seorang pakar. Sistem Pakar biasanya digunakan untuk Mendiagnosa Penyakit ataupun mendiagnosa suatu penyakit yang gejalanya memiliki nilai kemungkinan atau bobot yang didapatkan dari pakar. Dalam penyelesaian masalah terkait mendiagnosa penyakit pada tanaman lada, metode yang digunakan adalah metode Dempster Shafer. Metode Dempster Shafer ini memiliki perhitungan yang mudah dipahami. Dan hasilnya didapati bahwasanya sistem pakar ini bisa memecahkan masalah terkait mendiagnosa penyakit pada lada dengan akurat. Kata Kunci: Expert System. Dempster Shafer. Sistem Pakar. Tanaman Lada. Hama Dan Penyakit. AbstractOe Piper Nigrum (Pepper Plan. is native to the Western Ghats region of India. Pepper plants are one type of plant that has long been grown in Indonesia or traded on the European market. Pepper can be used as a cooking spice, medicinal ingredient and also as an ingredient in pepper oil. Pepper is one of the traditional export commodities and is the oldest product of spices which has strategic opportunities in agribusiness. Therefore it is very important to make an early diagnosis. In order to facilitate the process of diagnosing diseases in pepper plants, an expert system program was created. Expert System is a system that adopts knowledge like an expert. Expert systems are usually used to diagnose disease or diagnose a disease whose symptoms have a possible value or weight obtained from an expert. In solving problems related to diagnosing diseases in pepper plants, the method used is the Dempster Shafer method. The Dempster Shafer method has easy-to-understand calculations. And the results found that this expert system can solve problems related to diagnosing pepper diseases Keywords: Expert System. Dempster Shafer. Expert System. Pepper Plants. Pests and Diseases. PENDAHULUAN Piper Nigrum . anaman lad. tumbuh secara alami di wilayah Ghats Barat di India. Tanaman lada merupakan jenis tanaman yang sudah lama dibudidayakan di Indonesia atau diperdagangkan di pasar Eropa . Akhirnya perdagangan lada Indonesia akhirnya dikenal dunia. Lada yang dijual di Eropa diperkenalkan melalui perdagangan melalui pusat-pusat perdagangan seperti Persia. Arab. Timur Tengah dan Mesir. Lada dapat digunakan sebagai bumbu masakan, sebagai bahan obat, dan sebagai bahan dalam minyak lada. Lada merupakan salah satu ekspor tradisional dan produk rempah tertua dengan peluang strategis di bidang agribisnis . Permasalahan yang dihadapi oleh Dinas Pertanian saat ini adalah kurangnya pemahaman dan pengetahuan mereka tentang gejala awal hama dan peyakit pada tanaman lada. Salah satu solusi untuk menjawab permasalahan tersebut adalah dengan membangun sebuah sistem informasi pakar yang dapat membantu pegawai di Dinas Pertanian Dairi dalam mendiagnosa hama dan penyakit pada tanaman lada dengan efektif. Tujuan penelitian ini adalah membanngun sebuah sistem informasi pakar berbasis Dekstop untuk mendiagnosa penyakit pada tanaman ladai menggunakan metode Dempster Shafer Sistem ini akan memudahkan staff Dinas Pertanian untuk mendiagnosa tanaman lada tanpa harus ada tenaga ahli dengan hanya menjalankan sebuah sistem berbasis Dekstop atau dengan menggunakan aplikasi Visual Basic. Expert system (Sistem paka. adalah teknologi berbasis kecerdasan yang dapat menganalisis dan memecahkan masalah tertentu dengan menggunakan tools berupa program komputer yang dapat meniru proses berpikir para profesional pengetahuan. Sistem pakar dapat menerapkan model probabilistik Skala Ketidakpastian untuk mencari aturan dan mengevaluasi nilai preferensi pengetahuan pakar . Pada umumnya, bidang ilmu sistem pakar (Expert Syste. merupakan salah satu bidang yang memanfaatkan dari sebuah perangkat sistem komputer sehingga dapat berprilaku pintar layaknya manusia itu Delvina Tarigan. Copyright A 2023. CYBER TECH. Page 17 JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : 1978-6603 . E-ISSN : 2615-3475 Volume 5. Nomor 1. Edisi April 2023 https://ojs. id/index. php/jct/index Sistem ini berupaya mengadopsi pengetahuan manusia kedalam komputer, supaya komputer bisa menuntaskan permasalahan yang biasa diselesaikan oleh para pakar. Sistem pakar akan mengeluarkan output berupa identifikasi diagnosa atau kerusakan pada suatu masalah . Pada penelitian ini, sistem pakar menggunakan sebuah metode komputasi yang disebut dengan metode Dempster Shafer. Metode Dempster Shafer pertama kali dikembangkan serta digunakan oleh Dempster, yang sukses membuat percobaan model ketidakpastian dengan konsep range probabilities daripada sebagai probabilitas secara tunggal. Kemudian pada tahun yang berbeda tepatnya ditahun 1976, seorang peneliti bernama Shafer melakukan publikasi serta mempopulerkan teori dari Dempster yang pernah dibuat tersebut kedalam bentuk sebuah publikasi buku yang berjudul Mathematical Theory Of Evident. Dempster-Shafer Theory Of Evidence, pada kedua penelitian ini mengindikasikan sebuah bentuk cara dalam mendefinisikan suatu bobot keyakin sesuai fakta yang telah dipaparkan dan dikumpulnya sebelumnya. Pada teori ini dapat membedakan perbedaan antara ketidaktahuan dan Teori Dempster-Shafer merupakan sebuah bentuk representasi, kombinasi dan propogasi akan ketidakpastian, dimana teori tersebut memiliki beberapa ciri-ciri khusus yang secara instutitif sesuai dengan cara berfikir seorang ahli/pakar, namun dengan dasar matematika yang kuat . METODOLOGI PENELITIAN 1 Tahapan Penelitian Metodologi penelitian adalah suatu proses dalam memperoleh data dan pengumpulan data dari berbagai informasi, baik melalui studi literatur . enelitian kepustakaa. maupun melalui studi lapangan, serta melakukan pengolahan data untuk menarik suatu kesimpulan dari masalah yang diteliti. Dalam metode penelitian pada Expert System Untuk Mendiagnosa Hama Dan Penyakit Tanaman Lada terdapat beberapa bagian penting, yaitu sebagai berikut : Teknik Pengumpulan Data (Data Collectin. Data Collecting adalah suatu teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mencari informasi yang dibutuhkan dalam penelitian. Pengamatan Langsung (Observas. Wawancara (Intervie. Studi Kepustakaan (Study of Literatur. Penerapan Metode Dempster Shafer dalam pengolahan data menjadi sebuah hasil diagnosa 2 Tanaman Lada (Piper Nigru. Tanaman lada merupakan salah satu tanaman perkebunan yang bernilai ekonomi dan penghasil devisa bagi Indonesia. Lada digunakan sebagai bahan masakan dan obat-obatan. Lada merupakan produk rempah-rempah tertua dan terpenting yang diperdagangkan di dunia . ntara Barat dan Timu. Tanaman lada termasuk tumbuhan memanjat yang memerlukan penyangga untuk hidupnya. Lada termasuk Kelas Dicotyledon, ordo Piperales, famili Piperaceae, genus Piper dan spesies Piper nigrum. Lada yang telah siap dipanen untuk lada hitam ditandai dengan warna hijau tua, buah telah berumur 6-7 bulan . Namun tanaman lada memiliki begitu banyak hama dan penyakit yang dapat mempengaruhi kualitas panen dari tanaman lada. Hama utama tanaman lada di Indonesia adalah penggerek batang. Lophobaris piperis Marsh. (Coleoptera : Curculionida. , pengisap bunga. Diconocoris hewetti (Dist. ) (Hemiptera : Tingida. , dan pengisap buah. Dasynus piperis China (Hemiptera : Coreida. 3 Sistem Pakar (Expert Syste. Sistem pakar adalah suatu program kecerdasan buatan atau yang sering disebut AI dengan menggabungkan pangkalan knowledge . base dengan sistem yang inferensinya untuk menjadikan sebuah sistem yang bertindak layaknya seorang pakar . Sistem pakar merupakan sebuah sistem yang menginterfensi pengetahuan manusia ke dalam sebuah sistem komputer, diharapkan agar komputer dengan sistem yang dibuat menyerupai manusia dapat bekerja sesuai kemampuan yang dimiliki layaknya seorang pakar . Sistem pakar yang muncul pertama kali adalah General Purpose Problem Solver (GPS) yang dikembangkan Newel Simon. Istilah sistem pakar berasal dari istilah knowledge-based Expert System. Istilah ini muncul karena untuk memecahkan masalah. Sistem pakar menggunakan pengetahuan seorang pakar yang dimasukkan ke dalam Seseorang yang bukan pakar menggunakan sistem pakar untuk meningkatkan kemampuan pemecahan Sistem pakar juga memiliki arti sebagai program komputer yang merepresentasikan dan melakukan penalaran dengan pengetahuan beberapa pakar untuk memecahkan masalah atau memberikan saran . 4 Metode Dempster Shafer Teori Metode Dempster-Shafer pertama kali diperkenalkan oleh Dempster, yang bereksperimen dengan model ketidakpastian, yang memiliki serangkaian probabilitas. Kemudian pada tahun 1976. Shafer menerbitkan teori Dempster dalam sebuah buku berjudul The Mathematics Theory of Evidence. Teori bukti Dempster-Shafer Delvina Tarigan. Copyright A 2023. CYBER TECH. Page 18 JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : 1978-6603 . E-ISSN : 2615-3475 Volume 5. Nomor 1. Edisi April 2023 https://ojs. id/index. php/jct/index membuktikan teknik yang memberikan nilai-nilai keyakinan berdasarkan fakta dan pertanyaan yang dikumpulkan . Dalam teori Dempster-Shafer diasumsikan bahwa hipotesis yang digunakan dikelompokkan ke dalam satu lingkungan . tersendiri yang biasa disebut himpunan semesta pembicaraan dari beberapa hipotesis dan diberikan notasi . Selain itu dikenal juga probabilitas fungsi densitas . yang menunjukkan besarnya kepercayaan untuk bukti dari hipotesis tertentu. Adapun fungsi belief dapat diformulasikan sebagai berikut . ycE1. = 1 Oe yaAyceyco . Bel(X) = Ocyc=ycu m (Y)a. Sedangkan. Plausibility (Pl. ditentukan sebagai berikut: Pls(X) = 1 Oe yaAyceyco. cU) = 1 Oe Ocyc=ycu m (X)a. Dimana: Bel(X) = Belief (X) Pls(X) = Plausibility (X) m(X) = mass function dari (X) m(Y) = mass function dari (Y) Plausibility juga bernilai 0 sampai 1, jika benar maka nilai XAo dapat dikatakan Belief (XA. = 1 sehingga dari rumus di atas nilai Pls (X) = 0. Saat menerapkan sistem pakar pada penyakit, ada banyak bukti yang akan digunakan untuk menentukan ketidakpastian dalam keputusan diagnosis penyakit. Untuk mengatasi beberapa bukti, teori Dempster-Shafer menggunakan aturan yang disebut aturan kombinasi Dempster. m3(Z) =OcycUENycUOeycs m1(X)m2(Y) a. Dimana: m3(Z) = mass function dari evidence (Z) m1(X) = mass function dari evidence (X) m3(Y)= mass function dari evidence (Y) Secara umum formulasi untuk DempsterAos Rule of Combination adalah: m3(Z) =OcycUENycUOeycs m1(X)m2(Y)a. Sehingga bila persamaan . disubstitusikan ke persamaan . akan menjadi: Oc ycuOycUOeyc yco1. cU). cU) m3. = 1OeOc ycuOycUOeyuE yco1. cU). cU) m3(Z) = mass function dari evidence (Z) m1(X )= mass function dari evidence (X) m2(Y) = mass function dari evidence (Y) k= jumlah evidential conflict. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Penerapan Metode Dempster Shafer Penerapan Metode Dempster Shafer merupakan langkah penyelesaian dengan mengunakan metode Dempster Shafer dalam mendiagnosa Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Lada. Berikut ini merupakan data gejala, penyakit dan basis aturan yang akan diolah: Tabel 2. Data Gejala Kode Gejala Nilai Densitas Daun menguning Kerusakan tandan Bercak kehitaman pada buah Buah muda berguguran Tangkai hitam 0,55 Daun bercak hitam Daun muda layu Busuk buah 0,65 Daun muda berukuran keci G10 Buah gugur 0,65 Delvina Tarigan. Copyright A 2023. CYBER TECH. Page 19 JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : 1978-6603 . E-ISSN : 2615-3475 Volume 5. Nomor 1. Edisi April 2023 https://ojs. id/index. php/jct/index G11 G12 G13 G14 G15 G16 G17 G18 G19 Buah kecil Tunas berwarna hitam Tunas baru memiliki ruas yang pendek Batang mudah patah Terdapat bercak-bercak bulat pada daun Akar rusak Buah menjadi hampa Buah berwarna hitam Batang berlendir 0,55 0,55 0,65 0,65 Tabel 3. Data Hama Dan Penyakit Nama Hama Dan Penyakit Penggerak Batang Pengisap Bunga Pengisap Buah Penyakit Kuning Busuk Pangkal Batang Keriting/Kerdil Kode Tabel 4. Basis Aturan Setiap Penyakit Kode Gejala Gejala G1 Daun menguning E Oo E Oo E Oo E Oo G2 Kerusakan tandan E Oo E Oo E Oo G3 Bercak kehitaman pada buah E Oo G4 Buah muda berguguran E G5 Tangkai hitam G6 Daun bercak hitam G7 Daun muda layu G8 Busuk buah G9 Daun muda berukuran kecil E G10 Buah gugur G11 Buah kecil E Oo G12 Tunas berwarna hitam E Oo Tunas baru memiliki ruas G13 E Oo yang pendek G14 Batang mudah patah E Oo Terdapat bercak-bercak bulat G15 E Oo pada daun G16 Akar rusak E Oo G17 Buah menjadi hampa E Oo G18 Buah berwarna hitam E Oo G19 Batang berlendir E Oo E Oo Berikut ini merupakan perhitungan hasil diagnosa hama dan penyakit terhadap tanaman lada apabila mengalami gejala seperti berikut ini: Tabel 5. Contoh Gejala Yang Dialami Lada Kode Gejala Nama Gejala G14 Daun Menguning Kerusakan Tandan Daun Muda Layu Batang Mudah Patah Delvina Tarigan. Copyright A 2023. CYBER TECH. Page 20 JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : 1978-6603 . E-ISSN : 2615-3475 Volume 5. Nomor 1. Edisi April 2023 https://ojs. id/index. php/jct/index m3(Z) = OcxOy=z m1. 1 Oe OcxOy= m1. Gejala pertama (G. : AuDaun MenguningAy m1(P1,P2,P4,P. = 0,8 m1{} = 1 Ae 0,8 m1{} = 0,2 Gejala kedua (G. : Aukerusakan tandanAy M2(P1,P2,P. = 0,6 M2{} = 1 Ae 0,6 M2{} = 0,4 Tabel 6. Tabel Kombinasi m3 M1(P1,P. = 0,8 M1{A} = 0,2 M2(P1,P2,P4,P. = 0,6 M2{A} = 0,4 (P1,P. = 0,48 (P1,P2,P4,P. = 0,12 (P1,P. = 0,32 {A} = 0,08 Dari hasil kombinasi tabel maka di peroleh nilai m3: 1,p. = 0,48 0,32/1-0 = 0,8 m3. 1,p2,p4,p. = 0,12/1-0 = 0,12 m3{}= 0,08/1-0 = 0,08 Gejala ketujuh (G. AuDaun Muda LayuAy m4. 1,p2,p4,p. = 0,8 m4{} = 1-0,8 m4{} = 0,2 Tabel 7. Tabel Kombinasi m5 M3(P1,P. = 0,8 M3. 1,p2,p4,p5 = 0,12 m3{} = 0,08 M4(P1,P2,P4,P. = 0,8 M4A} = 0,2 (P1,P. = 0,64 (P1,P2,P. = 0,096 (P1,P. = 0,16 (P1,P2,P4,P. = 0,064 M3. 1,p2,p4,p5 = 0,024 {A} = 0,016 Dari hasil kombinasi tabel maka di peroleh nilai m5: 1,p. = 0,64 0,16/1-0 = 0,8 m5. 1,p2,p. = 0,096/1-0 = 0,096 m5. 1,p2,p4,p. = 0,024/1-0 = 0,024 m5. 1,p2,p4,p. = 0,064/1-0 = 0,064 m5{}= 0,016/1-0 = 0,016 Gejala empatbelas (G. : Au Batang mudah patahAy m6. = 0,5 m6{} = 1-0,5 m6{} = 0,5 Tabel 8. Tabel Kombinasi m7 m5(P1,P. = 0,8 m5. 1,p2,p. = 0,096 m6(P. = 0,5 m6A} = 0,5 . = 0,4 . = 0,048 (P1,P. = 0,4 m3. 1,p2,p. = 0,048 m5. 1,p2,p4,p. =0,024 (P. = 0,012 . 1,p2,p4,p. = 0,012 m5. 1,p2,p4,p. = 0,064 . = 0,032 . 1,p2,p4,p. = 0,032 m5{} = 0,016 (P. = 0,008 {A} = 0,008 Delvina Tarigan. Copyright A 2023. CYBER TECH. Page 21 JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : 1978-6603 . E-ISSN : 2615-3475 Volume 5. Nomor 1. Edisi April 2023 https://ojs. id/index. php/jct/index Dari hasil kombinasi tabel maka di peroleh nilai m7: = 0,4 0,048 0,012 0,032 0,008 /1-0 = 0,5 m7. 1,p. = 0,4/1-0 = 0,4 m7{ p1,p2,p. = 0,048/1-0 = 0,048 m7{ p1,p2,p4,p. = 0,012/1-0 = 0,012 m7{P1,P2,P4,P. = 0,032/1-0 = 0,032 m7{A}= 0,008/1-0= 0,008 Setelah melakukan proses perbandingan dengan metode Dempster Shafer diperoleh hasil penggerak batang adalah 0,5 dan penggerak batang dan pengisap bunga adalah 0,4. Selanjutnya dilakukan perbandingan nilai diantara kedua penyakit tersebut dengan hasil Nilai Max () = . ,5 . = 0,5. Maka. Berdasarkan nilai tertinggi dari proses perhitungan menggunakan metode Dempster Shafer diambil kesimpulan bahwa kemungkinan besar tanaman lada mengalami penyakit penggerek batang dengan tingkat dentitas terhadap penyakit adalah 0,5 atau 50% (Cukup Past. 2 Implementasi Sistem Berikut ini merupakan hasil implementasi sistem yang telah dibangun dengan berbasis Desktop menggunakan Microsoft Visual Studio 2008 dan database Microsoft Access 2010. Form Login Form login berfungsi sebagai validasi akses dari admin untuk masuk kedalam sistem, pada form login terdapat username dan password yang dapat di input sebagai data validasi. Gambar 1. Tampilan Form Login Form Menu Utama Form Menu Utama berfungsi sebagai halaman navigasi untuk membuka menu-menu yang lainnya. Gambar 2. Tampilan Form Menu Utama Delvina Tarigan. Copyright A 2023. CYBER TECH. Page 22 JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : 1978-6603 . E-ISSN : 2615-3475 Volume 5. Nomor 1. Edisi April 2023 https://ojs. id/index. php/jct/index Form Data Gejala Form Data Gejala berfungsi untuk mengelola data gejala seperti menampilkan, menyimpan, menghapus dan mengubah data gejala pada sistem. Gambar 3. Tampilan Form Data Gejala Form Data Penyakit Form Data Penyakit berfungsi untuk mengelola data penyakit seperti menampilkan, menyimpan, menghapus dan mengubah data penyakit pada sistem. Gambar 5. Tampilan Form Data Penyakit Form Basis Aturan Form Basis Aturan berfungsi untuk mengelola data basis aturan seperti menyimpan, mengubah dan menghapus data basis aturan. Gambar 6. Tampilan Form Basis Aturan Delvina Tarigan. Copyright A 2023. CYBER TECH. Page 23 JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : 1978-6603 . E-ISSN : 2615-3475 Volume 5. Nomor 1. Edisi April 2023 https://ojs. id/index. php/jct/index Form Diagnosa Form Diagnosa berfungsi untuk melakukan proses diagnosa penyakit dengan menggunakan metode Dempster Shafer. Gambar 7. Tampilan Form Diagnosa KESIMPULAN Dalam proses melakukan diagnosa hama dan penyakit pada tanaman lada terlebih dahulu menentukan nilai densitas pada setiap gejala, data penyakit dan solusi penyakit kemudian menentukan basis aturan setiap penyakit. Untuk merancang dan membangun Expert System untuk mendiagnosa hama dan penyakit pada tanaman lada dilakukan dengan menggunakan aplikasi Microsoft Visual Studio 2008 dan Microsoft office 2010 sebagai database sistem. Dari hasil perhitungan menggunakan metode Dempster Shafer, hasil pada sistem sama dengan hasil perhitungan secara manual dengan menggunakan metode Dempster Shafer yaitu mengalami hama dan penyakit penggerek batang dengan tingkat persentase sebesar 50%. UCAPAN TERIMAKASIH Terima kasih diucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang memberikan rahmat dan karunia sehingga mampu menyelesaikan jurnal ini. Kemudian kepada Bapak Marsono dan Bapak Wahyu Riansyah atas segala waktu dan ilmunya yang telah memberikan bimbingan selama masa pengerjaan hingga menyelesaikan jurnal ini dan kepada seluruh dosen serta pegawai kampus STMIK Triguna Dharma yang telah banyak membantu baik dari segi informasi ataupun dukungan lainnya. REFERENCES