Journal of Education and Culture Vol. No. Februari 2022 ISSN: 2797-8052 PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN PESERTA DIDIK PADA KEGIATAN PRAMUKA Nadefa Ela Haqye1*. Sulastri2 Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Universitas Pamulang. Indonesia nhaqye@gmail. com1*, dosen02081@unpam. Abstract Keywords: Pembentukan Karakter Disiplin Kegiatan Pramuka Scout activities are one of the activities that can foster the disciplined character of students. However, there are still many students who do not understand character building, there are still many students who have not applied the character of discipline, there are still many scouting activities that have not been carried out in schools, and lack of education about the benefits of scouting. This study aims to determine the formation of the disciplined character of students through scouting activities in MTs. Serpong and the supporting and inhibiting factors for the formation of the disciplined character of students in scouting activities at MTs. Serpong. This research is a qualitativeresearch, with the subject of this research includes the head of the madrasa, students, scout coaches and students. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. The results showed that students who actively participated in scouting activities began to form disciplined characters such as increasing time discipline, being diligent, and obeying school rules. The supporting factors in scouting activities are with the support of school principals, experienced scout coaches and adequate facilities and infrastructure, besides that there are inhibiting factors in the formation of the disciplinary character of scouting activities, namely the lack of support from parents and the lack of understanding of the importance of scouting activities. Abstrak Kegiatan pramuka merupakan salah satu kegiatan yang dapat menumbuhkan karakter disiplin peserta dididik. Akan tetapi masih banyaknya peserta didik yang belum paham terhadap pembentukan karakter. Masih banyaknya peserta didik yang belum menerapkan karakter disiplin. Masih banyaknya kegiatan pramuka yang belum berjalan di sekolah, dan Kurangnya edukasi tentang manfaat kepramukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembentukan karakter disiplin peserta didik melalu kegiatan pramuka di MTs. Serpong dan faktor pendukung dan penghambat pembentukan karakter disiplin peserta didik pada kegiatan pramuka di MTs. Serpong. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan subjek penelitian ini meliputi kepala madrasah, kesiswaan, pembina pramuka dan peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa peserta didik yang aktif mengikuti kegiatan pramuka mulai terbentuk karakter disiplin seperti meningkatnya sikap disiplin waktu, rajin, dan menaati peraturan sekolah. Adapun faktor pendukung dalam kegiatan pramuka dengan adanya dukungan dari kepala sekolah, pembina pramuka yang berpengalaman dan sarana dan prasarana yang memadai, selain itu terdapat faktor penghambat pada pembentukan karakter disiplin dari kegiatan pramuka yaitu kurangnya dukungan dari orang tua dan masih kurangnya pemahaman pentingnya kegiatan pramuka. Corresponding Author: Nadefa Ela Haqye Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pamulang Journal homepage: https://w. com/index. php/jec/index E-mail: nhaqye@gmail. PENDAHULUAN Pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan pendidikan nasional. Pasal 1 UU Sisdiknas tahun 2003 yang menyatakan bahwa diantara tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian dan akhlak mulia. Amanah UU sisdiknas tahun 2003 itu bermaksud agar pendidik tidak hanya membentuk insan yang cerdas, namun juga kepribadian yang berkarakter, sehingga nantinya akan lahir generasi bangsa yang tumbuh dan berkembang dengan karakter yang berlandaskan nilai luhur bangsaserta agama. Pendidikan karakter haruslah dimulai sejak usia dini yang dilakukan dilingkunagn keluarga. Keluarga merupakan salah satu tempat pertama dalam penanaman pembentukan karakter pada anak. Setelah keluarga, lingkungan sekitar juga berpengaruh salam proses pembentukan karakter anak. Keluarga merupakan salah satu tempat pertama dalam penanaman pembentukan karakter pada anak. Setelah keluarga, lingkungan sekitar juga berpengaruh salam proses pembentukan karakter anak. Salah satu kegiatan ekstrakulikuler yang dilakukan oleh sekolah yaitu Pramuka sebagai salah satu alat atau wadah untuk mengembangkan karakter yang ada dalam diri peserta didik berbentuk pendidikan non formal disekolah pada hakikatnya, pendidikan kepramukaan merupakan proses pendidikan diluar lingkup sekolah dan diluar lingkup keluarga dan bentuk kegiatan yang menarik, menyenangkan, sehat dan teratur, terarah dan dilakukan di alam terbuka (Atmasulistya, 2. Dalam memunculkan kembali sikap dan karakter peserta didik tidak cukup hanya mengandalkan proses pembelajaran di dalam kelas saja tetapi harus adanya program pendamping untuk mencapainya. Salah satu cara mencegah semakin meingkatnya permasalahan ini yaitu dengan mewajibkan kegiatan pramuka karena pramuka sebagai sarana dalam pembentukan mental dan pembentukan karakter siswa. Pada faktanya pramuka hanya dijadikan kegiatan eksta kurikuler yang main main. Padahal pramuka sebagai media untuk membentuk krakter siswa agar bisa terjun langsung dalam masyarakat. Kegiatan pramuka mengajarkan banyak nilai, mulai dari nilai kepemimpinan, nilai kebersamaan, nilai sosial, nialai kedisiplinan, nilai kesopanan, maupun nilai kecintaan alam hingga nilai kemandirian dan dari sisi organisasinya juga sudah terbukti bahwa pramuka merupakan salah satu ekstrakulikuler terbaik untuk diikuti setiap peserta didik karena tidak hanya sebagai wadah pembelajaran tapi pramuka juga merupakan wadah pembentukan karakter, watak yang ada dalam diri peserta didik. Kurangnya minat siswa dalam kegiatan pramuka merupakan tamparan bagi sekolah untuk mewajibkan pramuka. Banyaknya faktor yang membuat siswa kurang meminati pramuka membuat kegiatan pramuka ini terkikis dan mulai menjadi eksul biasa saja, padahal pramuka sebagai wahana pembentukan karakter Karena di pramuka kita di ajarkan semua bidang. Mirisnya melihat peserta didik saat ini yang belum memiliki karakter pada dirinya menyebabkan pola pemikiran mereka menjadi pendek tidak memiliki pemikiran yang visioner. Peserta didik saat ini hanya memikirkan fasion saja tanpa memikirkan masa Ketaatan terhadap norma norma dalam masyarakat mulai memudar dan ditinggalkan. Berdasarkan data yang di dapatkan pelanggaran yang sering di terjadi yaitu sebagai berikut : No. Jenis Pelanggaran Jumlah Siswa Terlambat Tidak mengenakan atribut lengkap Tidak masuk tanpa keterangan Berbicara kotor Tabel 1. 1 Jenis Pelanggaran Berdasarkan tabel diatas. Fenomena yang sering terjadi pada saat ini kurangnya kedisiplinan peserta didik dalam pembelajaran disekolah, seperti hasil observasi di Mts. Serpong peneliti milihat bahwa masih banyaknya peserta didik yang terlambat kesekolah, tidak mengenakan pakaian dengan rapih, keluar masuk kelas pada saat tidak ada guru pelajaran, berbicara menggunakan kalimat yang kotor,dan tidak menyertakan keterangan pada saat tidak masuk sekolah. Permasalahan ini menjadi salah satu faktor karakter disiplin peserta didik belum terbentuk, dengan kondisi tersebut menjadikan sekolah kurang berjalan dengan baik. Permasalahan ini merupakan contoh karakter bangsa yang masih bertentangan dengan visi dan misi pendidikan dalam membentuk manusia Indonesia yang berkepribadian dan berakhlak mulia sebagaimana dicita-citakan dalam tujuan pendidikan nasional (Bagus, 2. Kedisiplinan itu suatu kondisi dimana seseorang dalam perbuatannya selalu dapat menguasai diri sehingga tetap mengontrol dirinya dari berbagai keinginan yang terlalu meluap-luap dan berlebih- lebihan. Berarti dalam sifat pengendalian diri tersebut terkandung keteraturan hidup dan kepatuhan akan segala Judul Artikel (Nama Penuli. Dengan kata lain, perbuatan siswa selalu berada dalam koridor disiplin dan tata tertib sekolah. Bila demikian, akan tumbuh rasa kedisiplinan siswa untuk selalu mengikuti tiap-tiap peraturan yang berlaku di sekolahmematuhi semua peraturan yang berlaku di sekolah merupakan suatu kewajiban bagi setiap Disiplin mengandung arti bahwa melalui kegiatan pramuka yang ada diharapkan akanmampu menanamkan karakter, kepribadian yang baik kepada siswa dalam mematuhi segala peraturan sekolah dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri. Gerakan Pramuka adalah sebagai salah satu pendidikan nonformal yang memiliki tujuan untuk menanamkan karakter dan membentuk kepribadian yang baik dalam diri anak dengan cara keteladanan, arahan, bimbingan (Boyman, 2. Dan merupakan salah satu cara untuk mengatasi penyimpangan pada kepribadian anak sehingga anak dapat berkembang dengan baik. Kegiatan pramuka itu sendiri memiliki kode penghormatan dan pengabdian yakni suatu norma atau nilai-nilai luhur dalam kehidupan. Para anggota Gerakan Pramuka yang merupakan ukuran tingkah laku anggota Gerakan Pramuka. Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Alwan Nahrowi Wildan, yang berjudul AuPembentukan Karakter Siswa Melalui Kegiatan Pramuka di MI MWB PUI At-Tahdiriyyah Kabupaten SukabumiAy menyatakan bahwa Pramuka sebagai kegiatan pendidikan non formal yang memiliki konsep baik dan tersusun rapi. Selain itu pramuka juga memberikan manfaat yang besar kepada peserta didik baik secara langsung ataupun tidak langsung. Proses pembentukkan disiplin melalui kegiatan pramuka ini memerlukan tahapan yang dimulai sedikit demi sedikit. Hal itu bertujuan agar disiplin benar-benar tertanam dalam kepribadian mereka. Siswa pada mulanya harus mengenal terlebih dahulu tentang kegiatan pramuka. Melalui kegiatan pramuka mereka mengenal disiplin yang diajarkan kepada mereka. Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan maka permasalahan pada penelitian ini yakni bagaimana pembentukan karakter disiplin peserta didik melalui kegiatan pramuka di MTs. Serpong dan Apa faktor pendukung dan penghambat pembentukan karakter disiplin peserta didik pada kegiatan pramuka di MTs. Serpong. METODE PENELITIAN Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif. penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yangmenghasilkan data deskriptif berupa kata kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diamati (J. Moleong, 2. Pendekatan ini digunakan untuk mendeskripsikan dan meningkatkan pengetahuan tentang pembentukan karakter dalam kegiatan pramuka di Mts. Serpong. Dengan pendekatan kualitatif ini diharapkan mendeskripsikan peranan kegiatan pramuka dalam membentuk karakter disiplin peserta didik di Mts. Serpong. Lokasi Penelitian dilakukan di Mts. Serpong yang terletak di Kelurahan Serpong Kecamatan Serpong Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten. Jangka waktu penelitian selama 6 bulan yang diawali dengan kegiatan observasi, penyusunan kisi-kisi instrument dan pedoman wawancara, pengumpulan data, analisis data sampai pelaporan hasil. adapun subjek penelitian ini terbagi menjadi dua yaitu subjek sekunder dan subjek primer. Subjek penelitian merupakan sumber untuk memperoleh informasi mengenai penelitian. Pada subjek sekunder terdiri dari Kepala sekolah Mts. Serpong. Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan, dan Pembina Pramuka. Kemudian subjek primer dalam penelitian ini adalah Siswa dan siswi Mts. Serpong kelas Vi berjumlah 162 tapi hanya 5 siswa yang akan dijadika sampel penelitian, karena peneliti hanya mengambil siswa aktif di dalam kegiatan Pramuka. Penelitian menggunakan metode kualitatif ini menggunakan teknik pengempulan data sebagai Wawancara Wawancara adalah suatu kegiatan dilakukan untuk mendapatkan informasi secara langsung dengan mengungkapkan pertanyaan pada responden. Tujuan wawancara adalah untuk mengetahui isi pikiran dan hati seseorang. Wawancara dilakukan oleh dua pihak yaitu pewawancara yang mengakujan pertanyaan dan yang diwawancarai yang menjawab pertanyaan yang diajukan. Studi Dokumentasi Pada teknik ini peneliti mengumpulkan data dengan menghimpun dokumen dokumen, baik secara tertulis, gambar maupun elektronik. Dokumen dokumen yang dipilih yang sesuai dengan tujuan Adapun dokumen yang dibutuhkan yaitu profil sekolah, profil kegiatan kepramukaan, data pembina pramuka dan kepala sekolah. Observasi Observasi, peneliti menggunakan observasi non partisipan, sehingga peneliti tidak terlihat langsung dengan aktifitas yang diamati dan hanya sebagai pengamat independen. Observasi ini bertujuan untuk melengkapi data data yang diperoleh sebagai gambaran umum dalam melakukan pengamatan. Teknik dalam pengumpulan data melihat fenomena fenomena yang terjadi di sekolah tersebut. PEMBAHASAN Judul Artikel (Nama Penuli. Madrasah Tsanawiyah Serpong merupakan lembaga pendidikan swasta yang mempunyai tekad untuk menjadikan siswanya memiliki karakter dan disiplin yang baik. Untuk mencapai kegiatan tersebut maka diadakan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Seperti halnya yang kita ketahui bahwa AuPendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti yang dilakukan untuk membentuk kepribadian seseorang, yang hasil pendidikan tersebut dapat terlihat secara nyata dalam tindakan yang dilakukan seseorang, seperti disiplin, bertingkah laku yang baik, menghormati hak orang lain, jujur, bertanggung jawab, kerja keras, dan sebagainya. Hasil dari pendidikan karakter tersebut adalah berbagai perilaku dan tindakan nyata yang baik dari seseorang, sebagai hasil dari pembentukan kepribadianAy (H, 2. karakter disiplin pada peserta didik perlu di terapkan agar peserta didik menjadi tepat waktu, rajin, patuh, teratur, dan tertib. Seperti halnya dikatakan oleh AS bahwa:AuKegiatan pramuka dapat meningkatkan karakter disiplin. walaupun tidak semua menggunakan pola disiplin dari kejadian tersebut terlihat perbedaan antara yang aktif dan tidak aktif dalam mengikuti kegiatan pramuka. siswa yang aktif mengikuti kegiatan pramuka selalu menerapkan poladisiplin di lingkungan sekolah. Ay. awancara: AS tanggal 6 Juni 2. Disisi lain kepala sekolah menjelaskan kepramukaan sebagai bentuk pendidikan karakter disiplin agar peserta didik menerapkan pola disiplin di lingkungan sekolah. Karakter disiplin merupakan perilaku yang dapat ditunjukan oleh seorang siswa disekolah. Terdapat berbagai macam indikator disiplin, yaitu dengan datang kesekolah dan masuk kelas tepat waktu, melaksanakan tugas tugas kelas yang menjadi tanggung jawabnya, duduk pada tempat yang telah di tetapkan, menaati peraturan sekolah dan kelas, berpakaian rapih. Dalam kegiatan pramuka, perilaku tepat waktu menjadi salah satu perilaku yang wajib untuk tepat waktu merupakan kemampuan peserta didik untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik baiknya agar selalu cepat dan tepat dalam setiap kegiatan sekolah. Seperti halnya yang disampaikan IH selaku pembina pramuka bahwa AuKegiatan yang sering dilakukan pramuka dalam menumbuhkan sikap disiplin pada pesera didik yaitu dengan tepat waktu karena dengan tapat waktu anak merasa terpacu agar menjadi lebih disiplinAy. awancara: IH Tanggal 6 Juni 2. Penjelasan pembina pramuka diatas menjelaskan bahwa pramuka sebagai sarana untuk menumbuhkan sikap disiplin peserta didik dengan menerapkan disiplin waktu. Menurut Auntonius bahwa Audisiplin waktu atau managemen waktu adalah suatu jenis keterampilan yang berkaitan dengan berbagai bentuk upaya dan tindakan individu yang dilakukan dengan terencana agar seseorang mampu memanfaatkan waktu sebaik mungkinAy (Atosokhi, 2. Dengan adanya upaya penerapan displin waktu diharapkan dapat menumbuhkan karakter disiplin peserta didik. Kegiatan pramuka juga menerapkan sikap teratur pada peserta didik seperti yang diungkapkan oleh peserta didik yang mengikuti kegiatan pramuka yaitu FA mengakatan bahwa : Ausetelah saya mengikuti kegiatan pramuka saya menjadi lebih teratur seperti teratur waktu, teratur dalam berpakaian, teratur dalam berbicara dan sayamerasa lebih baik dari sebelumnya sebelum saya mengikuti kegiatan Ay. awancara: FA tanggal 8 Juni 2. Dari hasil wawancara diatas bahwasannya sikap teratur yang di terapkan responden terhadap proses pembelajaran disekolah sudah mulai di terapkan. Karakter disiplin jika benar benar di terapkan akan membawa keuntungan bagi pelaku disiplin itu sendiri untuk menjadikan seseorang menjadi lebih baik lagi. Karakter disiplin dapat ditanamkan pada semua orang sebagai tanda bahwa orang tersebut dapat memenuhi peraturan yang berlaku, dan peserta didik mampu berprilaku disiplin dimana saja baik di sekolah maupun di Terkait dengan upaya pembina pramuka dalam menerapkan sikap disiplin yaitu diungkapkan oleh pembina pramuka,beliau mengatakan: AuPada proses pelaksanaan kegiatan pramuka jika adanya peserta didik yang tidak mematui peraturan yang ada maka akan ada sanki tertentu misalkan mengelilingi lapangan, push up agar peserta didik menjadi jera dan tidak mengulangi kembali kesalahan tersebut. Ay . awancara: IH Tanggal 6 Juni 2. Maka bisa diberikan kesimpulan bahwasannya pramuka mengajarkan disiplin dengan cara menerapkan sanksi jika ada peserta yang tidak menerapkan disiplin atau indisipliner. Menurut Divinyi bahwa Auuntuk membuat anak menjadi disiplin, hukuman kadang-kadang dibutuhkan. Anak-anak atau remaja seharusnya dilatih bertanggung jawab atas kesalahannya. Konsekuensi mungkin pantas diberikan. Mungkin sangat tepat untuk menghukum anak kecil atau remaja yang telah bersikap tidak hormat, terutama jika memyumpahi ibu atau gurunya. Namun, kita harus ingat bahwa 21 hukuman itu sendiri tidak akan mengajari siswa tentang cara menangani emosinyaAy (Joyce, 2. Dengan kata lain bahwa hukuman yang diberikan pada anak atau dalam hal ini peserta didik maka akan membuat peserta didik menjadi patuh pada peraturan yang ada seperti halnya yang di ungkapkan oleh salah satu peserta didik yang mengikuti kegiatan pramuka yaitu MK bahwa Audalam kegiatan pramuka, yang pertama menurut saya harus dari niat kita karena jika diri kita belum niat untuk memperbaiki diri karena yang bisa merubah diri seseorang ya dari diri mereka sendiri hanya saja yang saya rasakan dengan adanya kegiatan Judul Artikel (Nama Penuli. pramuka bisa membantu mengembangkan diri saya menjadi lebih baik lagi dari sebelumnyaAy. MK tanggal 8 Juni 2. Selain itu menurut IH dalam proses penanaman karakter disiplin pada kegiatan pramuka diterapkan suatu cara yaitu AuCara menanamkan karakter disiplin pada peserta didik dengan cara pendekatan misalkan pertama awal masuk pramuka didekati dan di ajak interaksi terkait tujuan ikut pramuka. proses agar tertanam sikap disiplin pada anak memang sulit maka dari itu di pramuka sendiri bertahap contohnya ketika peserta didik sudah disiplin waktu maka lanjut ketahap selanjutnya yaitu merapihkan cara penampilanAy. IH Tanggal 6 Juni 2. Dari hal diatas maka sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Mulyasa bahwa AuKarakter seseorang tidak terbentuk dalam hitungan detik namun memerlukan proses yang panjang dan melalui usaha tertentu. Beliau mengungkapkan beberapa contoh usaha untuk membina karakter. Misalnya menerapkan proses tahapan pada pelaksanaannya, rapi pakaian, hormat kepada orang tua, menyayangi yang muda, menghormati yang tua, menolong teman dan seterusnya merupakan proses membentuk karakter seseorang. Usaha-usaha tersebut dapat terlaksana dengan baik jika dibiasakanAy (Hidayah, 2. Oleh karena itu maka kepramukaan sebagai wadah untuk membentuk karakter disiplin peserta didik yang memiliki proses penanaman pada diri sendiri dengan cara pendekatan kekeluargaan agar peserta didik yang mengikuti pramuka merasa nyaman sehingga pendekatan atau cara tersebut yang memberikan peserta mampu menerapkan karakter disiplin dengan baik pada kegiatan kepramukaan sehingga tidak hanya diterapkan pada setiap kegiatan pramuka saja tetapi jika karakter disiplin tersebut sudah terbentuk maka akan terbawa kedalam lingkungan manapun termasuk kelingkungan sekolah. Faktor Penghambat dan Pendukung Faktor Penghambat Kegiatan pramuka pada setiap individu tidak selamanya dapat berlangusng secara mulus. Faktor ketidak pahaman siswa dalam menghadapi pentingnya kegiatan pramuka tentunya sangat berpengaruh pada keikut sertaan dan keaktifan mereka. Dalam hal ini sangat wajar, guru berkewajiban untuk mengembangkan dan menyalurkan ilmunya dan mendidik dan membimbing siswanya agar bisa mengkuti kegiatan pramuka. Adapun faktor penghambat sebagai berikut : Kurangnya dukungan dari orang tua Peneliti mewawancarai pembina pramuka tentang faktor penghambat dalam membentuk karakter disiplin peserta didik di kegiatan pramuka sebagaimana di ungkapkannya kurangnya dukungan dari orang tua sehingga setiap latihan peserta didik yang mengikuti kegiatan pramuka semakin berkurang. Berdasarkan observasi yang dilakukan saat penelitian setiap minggunya peserta didik yang mengikuti kegiatan pramuka selalu berkurang kehadirannya, dikarenakan faktor orang tau mereka yang kurang setuju adanya kegiatan pramuka di hari weekend dikarenakan waktunya untuk istirahat khawatir anak anak tidak ada waktu untuk istirahat. Kurangnya minat peserta didik Menurut pembina pramuka kurangnya minat siswa dalam mengikuti kegiatan pramuka, kurangnya pengetahuan tentang kegiatan pramuka sehingga banyak peserta didik yang masih belum tertarik megikuti kegiatan pramuka. Faktor Pendukung Setiap proses pendidikan tidak dapat bisa dipisahkan dari faktor-faktor yang mempengaruhinya. Adapun faktor pendukung yang didapat peneliti adalah sebagai berikut : Sikap kooperatif kepala sekolah Kepala sekolah merupakan seseorang yang paling tinggi jabatannya di madrasah. Selain itu, kepala sekolah juga sebagai supervise bagi bawahannya. Karena kepala sekolah berasar tanggung jawabnya, maka apabila dalam pelaksanaan tugas kepala sekolah menggunakan sikap Maka membuat bawahannya merasa terpaksa melakukan aktivitas dan takut untuk mengeliarkan pendapat atau ide ide yang baru. Menurut hasil wawancara saya dengan pembina dan kesiswaan kegiatan pramuka telah di dukung penuh oleh pihak sekolah. Dengan adanya sarana dan prasarana yang disediakan oleh pihak madrasah dapat menunjang kegiatan pramuka tersebut. Pembina yang berpengalaman Pembina tidak berpengalaman akan mempengaruhi pelaksanaan kegiatan pramuka. Hal ini bisa saja terjadi karena jika pembina pramuka kurang mengikuti kegiatan yang berkenaan dengan Judul Artikel (Nama Penuli. Pengalaman pembina pramuka sangatlah penting, karena dengan pengalaman itu mereka bisa lebih mudah untuk membina peserta didik. Dalam kegiatan pramuka sangat di tuntut keterampilan, kedisplinan, dan kemahiran. Pembina yang tidak berpengalaman bagaimana bisa menerapkan hal tersebut. Pembina mempunyai tugas yang sangat besar yaitu bagaimana cara pendidikan pramuka menjadi menarik dan menyenangkan. Agar tujuan yang hendak dicapai terlaksana dengan baik. Selain itu. Pembina adalah pembuat, perencanaan, pengelolaan dan mengevaluasi. Pembina pramuka di Madrasah Tsanawiyah Serpong ini adalah seorang Pembina yang telah lama aktif pada bidang pramuka, sejak dari bangku SMA hingga bangku kuliah selalu mengikuti pramuka. Sarana dan Prasarana Sarana dan prasarana yang tidak mendukung bisa mempengaruhi kegiatan pramuka. Sarana dan prasarana merupakan salah satu fasilitas yang menunjang proses kegiatan pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan kepramukaan dan sebagai unsur penunjang dalam pelaksanaan kegiatan pramuka di sekolah. Sarana dan prasarana pramuka yang di sediakan di sekolah sudah cukup lengkap, dalam kegiatan pramuka sarana prasarana sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kekreatifitasan pembina pramuka dalam kegiatan pramuka. Dukungan dari sekolah terhadap kegiatan pramuka seperti yang di sampaikan oleh kepala sekolah bahwasannya pramuka sebagai ekstrakulikuler utama yang ada di sekolah,ini merupakan bukti bahwa sekolah mendukung dengan menyediakan sarana dan prasarana yang cukup. KESIMPULAN DAN SARAN/REKOMENDASI 1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, peserta didik yang aktif mengikuti kegiatan pramuka mulai terbentuk karakter disiplin seperti meningkatnya sikap disiplin waktu, rajin, dan menaati peraturan sekolah. Sekolah memfasilitasi kegiatan pramuka sebagai penunjang peserta didik agar menjadi lebih berkembang dan terbentuk karakternya terutama karakter disiplin. Pembentukan karakter disiplin pada kegiatan pramuka di MTs. Serpong berjalan dengan baik, yaitu dengan adanya dukungan dari pihak sekolah yang di dukung dari kepala sekolah dengan menjadikan pramuka sebagai kegiatan ekstrakulikuler utama yang dapat membentuk karakter disiplin peserta didik, disediakannya sarana dan prasarana yang cukup lengkap dan memfasilitasi pembina pramuka yang berkualitas dan berpengalaman. Faktor penghambat dalam kegiatan pramuka yaitu dukungan dari orang tua, masih kurangnya pemahaman siswa tentang kegiatan pramuka di MTs. Adapun faktor pendukung dalam kegiatan pramuka seperti dukungan dari pihak sekolah terutama kepala sekolah, adanya pembina pramuka yang berpengalaman di bidang kepramukaan, dan tersedianya sarana dan prasarana. 2 Saran/Rekomendasi Bagi Sekolah Pihak sekolah agar kiranya mempertahankan kualitas kegiatan pramuka dan sekolah perlu untuk menambah jumlah pembina pramuka terutaman pembina pramuka putri. Bagi Peserta Didik Bagi peserta didik di harapkan lebih aktif kembali dalam mengikuti kegiatan pramuka dan peserta didik yang aktif dalam kegiatan pramuka diharapkan mengamalkan nilai nilai karakter yang baik dalam kehidupan sehari-hari. REFERENSI