Dohara Publisher Open Access Journal Volume 04 No. June 2025 e-ISSN 2807-310X, p-ISSN 2807-3096 Original Article*) Pengaruh Pemberian Aroma Therapy Lemon Dan Minuman Jahe Terhadap Ibu Hamil Tm 1 Dengan Emesis Gravidarum Di PMB M (The Effect of Lemon Aroma Therapy and Ginger Drinks on Pregnant Women in the First Period with Emesis Gravidarum at PMB M ) Mesi Rikawani STr. Keb* Universitas Indonesia Maju. Jakarta. Indonesia Email correspondent: *Rikawanimesi@gmail. Abstract Introduction: Emesis gravidarum is one of the most common discomforts experienced by pregnant women during the first trimester, affecting nearly 50% of pregnancies. It is often characterized by nausea and vomiting, especially in the morning, and can interfere with maternal well-being. This study aimed to provide midwifery care and determine the effectiveness of lemon aromatherapy and ginger drink in reducing emesis gravidarum among first-trimester pregnant women at PMB M in Methods: This research employed a case study approach involving two pregnant women in their first trimester who experienced mild emesis gravidarum. One respondent received lemon aromatherapy intervention, while the other received a ginger water boiled intervention. Observations were conducted before and after the intervention to assess changes in the frequency of nausea and vomiting episodes. Results: The findings showed that both lemon aromatherapy and ginger drink were effective in reducing nausea and vomiting among first-trimester pregnant women. However, the decrease was more significant in the respondent who received lemon aromatherapy. The frequency of vomiting decreased from four times per day to once per day after the intervention, whereas the respondent given ginger water showed a reduction from five times per day to three times per day. Discussion: Both interventionsAilemon aromatherapy and ginger drinkAiproved effective in alleviating mild emesis gravidarum among first-trimester pregnant women, with lemon aromatherapy showing a faster and more noticeable improvement in reducing the frequency of vomiting episodes. Keywords: emesis, ginger water, lemon aromatherapy Artikel Disubmit (Receive. : 29 April 2025 Diterima (Accepte. : 26 June 2025 Diterbitkan (Publishe. : 27 June 2025 Copyright: A 2025 by the authors. License DPOAJ. Jakarta. Indonesia. This article is an open access article distributed under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. Available online http://dohara. id/index. php/isjnm | 429 Dohara Publisher Open Access Journal Volume 04 No. June 2025 e-ISSN 2807-310X, p-ISSN 2807-3096 Pendahuluan Emesis merupakan salah satu ketidak nyamanan yang dialami oleh ibu hamil pada trimester pertama yang terjadi hampir 50% ibu hamil. Biasanya ibu hamil akan mengalami mual muntah pada pagi hari. Itu dapat terjadi karena saat pagi hari lambung dalam keadaan kosong. Selain itu mual muntah terjadi karena perubahan pada hormon, faktor emosional, adaptasi psikologis, kelebihan asam lambung, faktor neurologis dan faktor peristaltik melambat. 7 Di Indonesia perbandingan insidensi emesis gravidarum yang mengarah pada patologis atau yang disebut emesis gravidarum 4:1000 kehamilan. Diduga 50% sampai 80% ibu hamil mengalami mual muntah dan kira-kira 5% ibu hamil membutuhkan penanganan untuk penggantian cairan dan koreksi ketidakseimbangan elektrolit. 2 Sementara itu angka kejadian hiperemesis gravidarum di Indonesia adalah mulai dari 1% sampai 3% dari seluruh Berdasarkan Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka . AKI di Kabupaten Bangka tahun 2021 terdapat 17 orang ibu yang meninggal yang terdiri dari 10 . orang ibu hamil usia 20-34 dan Ou 35 tahun yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sungailiat. Sinar Baru. Pemali. Bakam. Belinyu. Riau Silip dan Puding Besar. 5 7 . orang ibu nifas usia 20-34 dan Ou 35 tahun yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sinar Baru. Kenanga. Gunung Muda. Riau Silip dan Petaling. Angka kematian ibu melahirkan tahun 2021 sebesar 310/100,000 kelahiran hidup. 1 Pengaruh emesis gravidum pada ibu dan janin sangat besar. 6 Emesis dalam keadaan normal tidak banyak menimbulkan efek negatif terhadap kehamilan dan janin hanya saja apabila emesis gravidarum ini berkelanjutan dan berubah menjadi hiperemesis gravidarum yang dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan pada 8 Wanita-wanita hamil dengan gejala emesis gravidarum yang berlebih berpotensi besar mengalami dehidrasi, kekurangan cadangan karbohidrat dan lemak dalam tubuh dapat pula terjadi robekan kecil pada selaput lender esofagus dan lambung atau sindroma Mallary Weiss akibat perdarahan gastrointestinal. Bayi-bayi dari wanita yang menderita eremesis gravidarum sepanjang kehamilan lebih cenderung memiliki kelainan dan pertumbuhan yang terganggu seperti bayi lahir cacat, autis dan mengalami keterbelakangan mental lainnya. 11 Berdasarkan studi pandahuluan di PMB M diketahui bahwa dari hasil wawancara kepada 10 orang ibu hamil diantaranya 8 dari 10 orang mengalami mual muntah pada trimenster 1. Dari 8 orang yang mengalami mual muntah diketahui bahwa 5 orang mengalami mual muntah yang parah karena terlalu sering dalam sehari mual muntanya hingga tidak nafsu untuk makan. 3 diantaranya mual muntah jarang kira kira 1-2 kali sehari. 12 Dari uraian tersebut maka penulis tertarik untuk meneliti tentang AuPengaruh Pemberian Aroma Therapy Lemon Dan Minuman Jahe Terhadap Ibu Hamil TM 1 Dengan Emesis Gravidarum Di Pmb M Tahun 2024. Ay Emesis gravidarum atau mual muntah pada kehamilan trimester pertama merupakan kondisi fisiologis yang sering dialami oleh ibu hamil akibat perubahan hormonal, terutama peningkatan kadar hormon estrogen dan human chorionic gonadotropin . CG). Kondisi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan, menurunnya nafsu makan, dehidrasi, serta gangguan aktivitas sehari-hari ibu Bila tidak ditangani dengan baik, emesis gravidarum dapat berkembang menjadi hiperemesis gravidarum yang berisiko terhadap kesehatan ibu dan janin. Sebagian besar penelitian sebelumnya hanya meneliti salah satu intervensi, yaitu aromaterapi lemon atau minuman jahe secara terpisah dalam mengatasi emesis gravidarum. Namun, masih terbatas penelitian yang membandingkan efektivitas kedua intervensi tersebut secara langsung pada ibu hamil trimester pertama. Padahal, kedua metode ini memiliki mekanisme kerja yang berbeda Ai aromaterapi lemon bekerja melalui stimulasi sistem limbik untuk menenangkan dan mengurangi rasa mual, sedangkan jahe bekerja secara gastrointestinal untuk menekan refleks muntah. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat menjawab kesenjangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lemon terhadap penurunan frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester pertama dengan emesis gravidarum, dan mengetahui pengaruh pemberian minuman jahe terhadap penurunan frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester pertama dengan emesis gravidarum, serta membandingkan efektivitas aromaterapi lemon dan minuman jahe dalam mengurangi gejala emesis gravidarum pada ibu hamil trimester pertama di PMB M. Available online http://dohara. id/index. php/isjnm | 430 Dohara Publisher Open Access Journal Volume 04 No. June 2025 e-ISSN 2807-310X, p-ISSN 2807-3096 Metode Desain dan Setting Penelitian Penelitian ini menggunakan desain studi kasus . ase study approac. dengan pendekatan pre Ae post test pada dua subjek berbeda tanpa kelompok kontrol. Penelitian dilaksanakan di PMB M Kabupaten Bangka pada bulan Februari 2025. Desain ini dipilih untuk mengevaluasi pengaruh pemberian aromaterapi lemon dan minuman jahe terhadap penurunan frekuensi mual dan muntah pada ibu hamil trimester I yang mengalami emesis gravidarum ringan. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mengamati perubahan gejala sebelum dan sesudah intervensi pada masing-masing responden dalam periode waktu satu minggu. Partisipan Partisipan dalam penelitian ini berjumlah dua orang ibu hamil trimester pertama yang mengalami emesis gravidarum ringan. Kriteria inklusi meliputi: ibu hamil dengan usia kehamilan O 12 minggu, tidak memiliki riwayat hiperemesis gravidarum berat, tidak mengonsumsi obat antiemetik selama penelitian, serta bersedia mengikuti seluruh rangkaian intervensi. Kriteria eksklusi mencakup: ibu hamil yang tidak menyelesaikan intervensi sesuai jadwal, mengalami efek samping berat akibat aromaterapi atau minuman jahe, serta menunjukkan kondisi kesehatan lain yang dapat memengaruhi hasil intervensi. Pemilihan partisipan dilakukan secara purposive sampling berdasarkan hasil anamnesis dan pemeriksaan awal oleh bidan penanggung jawab di PMB M. Prosedur dan Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan melalui tiga kali observasi dengan interval dua hari antar Pada kunjungan pertama, dilakukan wawancara dan observasi untuk menilai frekuensi mual dan muntah harian sebelum intervensi. Responden pertama diberikan aromaterapi lemon dengan cara menghirup aroma lemon essential oil selama 10 menit setiap pagi dan malam, selama tujuh hari berturut-turut. Responden kedua diberikan intervensi berupa minuman jahe . ml air rebusan jahe sega. yang dikonsumsi dua kali sehari pada waktu yang sama selama tujuh hari. Kunjungan kedua dilakukan pada hari keempat untuk memantau perubahan awal gejala, dan kunjungan ketiga dilakukan pada hari ketujuh untuk menilai hasil akhir intervensi. Selama intervensi, partisipan diminta mencatat frekuensi mual dan muntah harian menggunakan lembar observasi kepatuhan konsumsi dan gejala. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: Lembar observasi frekuensi mual dan muntah, digunakan untuk mencatat jumlah kejadian mual dan muntah per hari. Lembar kepatuhan intervensi, digunakan untuk mencatat waktu dan konsistensi pelaksanaan intervensi. Kuesioner efek samping ringan, untuk menilai adanya keluhan tambahan seperti pusing, nyeri lambung, atau ketidaknyamanan lainnya. Seluruh instrumen telah melalui validasi isi oleh tenaga kesehatan profesional di PMB M sebelum digunakan dalam pengumpulan data. Variabel Penelitian Variabel independen dalam penelitian ini adalah jenis intervensi . romaterapi lemon dan minuman jah. Variabel dependen adalah penurunan frekuensi mual dan muntah pada ibu hamil trimester I dengan emesis gravidarum ringan. Variabel kontrol meliputi pola makan, istirahat, dan kepatuhan konsumsi intervensi selama periode penelitian. Perubahan gejala ditentukan berdasarkan selisih frekuensi mual dan muntah sebelum dan sesudah intervensi. Uji Statistik dan Analisis Data Analisis data dilakukan secara deskriptif komparatif, mengingat jumlah partisipan terbatas dan penelitian bersifat eksploratif. Perubahan frekuensi mual dan muntah pada masing-masing responden dihitung berdasarkan selisih rata-rata sebelum dan sesudah intervensi. Hasil disajikan dalam bentuk tabel dan narasi untuk menggambarkan efektivitas relatif antara pemberian aromaterapi lemon dan minuman jahe terhadap penurunan gejala emesis gravidarum pada ibu hamil trimester Available online http://dohara. id/index. php/isjnm | 431 Dohara Publisher Open Access Journal Volume 04 No. June 2025 e-ISSN 2807-310X, p-ISSN 2807-3096 Hasil Tabel 1 Perubahan Frekuensi Muntah pada Ibu Hamil Trimester I dengan Emesis Gravidarum Setelah Pemberian Intervensi Hari Aromaterapi Lemon (Frekuensi Rebusan Air Jahe (Frekuensi keMuntah/har. Muntah/har. Berdasarkan tabel diatas menjelaskan hasil pengamatan selama 14 hari terhadap dua ibu hamil trimester pertama dengan keluhan emesis gravidarum ringan, diketahui bahwa kedua intervensi Ai aromaterapi lemon dan rebusan air jahe Ai mampu menurunkan frekuensi muntah, meskipun dengan tingkat efektivitas yang berbeda. Pada responden yang diberikan aromaterapi lemon, frekuensi muntah harian awalnya tercatat 4 kali per hari pada hari pertama hingga kelima. Mulai hari keenam hingga kesembilan, terjadi penurunan frekuensi muntah menjadi 3 kali per hari, kemudian berlanjut menurun secara konsisten hingga 1 kali per hari pada hari ke-13 dan ke-14. Hal ini menunjukkan bahwa aromaterapi lemon memberikan efek relaksasi cepat terhadap sistem saraf pusat dan lambung, sehingga mampu mengurangi rasa mual dan muntah lebih efektif dalam waktu dua minggu. Sementara itu, responden yang diberikan rebusan air jahe menunjukkan penurunan frekuensi muntah yang lebih Pada awal intervensi . ari 1Ae. , frekuensi muntah tercatat 5 kali per hari, kemudian menurun menjadi 4 kali per hari pada hari ke-4 hingga ke-11, dan akhirnya menjadi 3 kali per hari pada hari ke12 hingga ke-14. Meskipun terjadi penurunan yang signifikan, hasil ini menunjukkan bahwa efek rebusan jahe membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan aromaterapi lemon untuk mencapai hasil Secara keseluruhan, kedua intervensi sama-sama efektif dalam mengurangi gejala emesis gravidarum ringan, namun aromaterapi lemon terbukti memberikan respon penurunan yang lebih cepat dan lebih besar dibandingkan dengan rebusan air jahe. Temuan ini mendukung penggunaan terapi komplementer berbasis aromaterapi sebagai alternatif non-farmakologis yang aman dan mudah diterapkan pada ibu hamil trimester pertama. Available online http://dohara. id/index. php/isjnm | 432 Dohara Publisher Open Access Journal Volume 04 No. June 2025 e-ISSN 2807-310X, p-ISSN 2807-3096 Pembahasan Pengaruh Pemberian Aromatherapy Lemon Terhadap Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil TM Berdasarkan hasil penelitian diperoleh responden 1 diberikan aromatherapy lemon frekunsi muntah 4x sehari pada awal kunjungan dan setelah dilakukan pemberian aromatherapy lemon hari ke 1 sampai ke 4 muntah masih sering . x sehar. kemudian pada hari ke 6 kunjungan kedua sampai hari ke 9 frekuensi muntah berkurang . x sehar. dan pada kunjungan ke 3 dari hari 10 sampai hari ke 14 frekuensi muntah banyak berkurang menjadi . x sehar. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Tuti Yanuati yang berjudul AuEfektivitas Pemberian Minuman Jahe Dan Lemon Pada Ibu Hamil Trimester I Terhadap Pengurangan Emesis Gravidarum. Ay Setelah diberikan intervensi aromatherapi lemon selama 14 hari dengan durasi 15 menit . agi dan sor. dalam ruang tertutup responden yang pada kelompok intervensi dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian aromatherapy lemon terhadap pengurangan durasi muntah pada ibu hamil dengan emesis gravidarum. Menurut asumsi peneliti ibu hamil yang mengalami emesis gravidarum bila rutin mengunakan aromatherapy lemon dapat membatu keluhan muntah dan dapat membantu ibu hamil menjalakan kehamilan dengan nyaman karena limonene, gammaterpinene dan citral yang dapat menghambat kadar serum corticosterone dan monoamin di otak ketika mengalami stres fisik maupun psikologis sehingga dapat mengurangi stress. Pengaruh Pemberian Minuman Air Jahe terhadap Ibu hamil terimester 1 dengan Emesis Gravidarum Berdasarkan hasil penelitian diperoleh dari responden 2 yang diberikan minuman air jahe pada awal kunjungan frekuensi muntah 5x sehari setelah dilakukan pemberian intervensi minuman Air Jahe hari ke 1 sampai hari ke 5 frekuensi muntah masih sering 5x sehari, kemudian pada hari ke 4 sampai ke 9 frekuensi muntah masih 4x sehari dan kunjungan 3 pada hari 11 sampai hari ke 14 frekuensi muntah hanya sedikit berkurang yaitu 3x sehari. Menurut asumsi peneliti ibu hamil yang mengalami emesis gravidarum yang menggunakan minuman air jahe dapat mengurangi muntah karena jahe Jahe dipercaya sebagai pemberian perasaan nyaman dalam perut sehingga dapat mengatasi mual muntah karena kandungan minyak Atrisi Zingiberena. Zingibrol. Bisabilena. Kurkuma. Gingerol. Flandrena, vitamin A dan resin pahit. Kandungan zat-zat tersebut dapat memblok serotonim yaitu suatu neurotransmitter sistem saraf pusat dan sel-sel enterotransmitter sistem saraf pusat dan sel-sel enterokromafin dalam saluran pencernaan dengan menghambat induksi HCG ke lambung. Perbandingan Pemberian Aromatherapy Lemon Dan Minuman Air Jahe Terhadap Ibu Hamil Dengan Emesis Gravidarum Hasil penelitian dapat dianalisa bahwa perbedaan antara yang diberikan intervensi aromatherapy lemon dengan minuman air jahe penyembuhan muntah pada emesis gravidarum terimester 1 lebih cepat pada ibu hamil yang diberikan intervensi aromatherapy lemon. Penelitian ini dilakukan 14 hari dan observasi catatan perkembangan dilakukan pada hari ke 1 sampai hari ke 14. responden 1 dan responden 2 sama-sama mengalami muntah. Setelah 14 hari pemberian aromatherapy lemon pada responden 1 dan minuman air jahe pada responden 2 diperoleh responden 1 mengalami pengurangan muntah ini dilihat dari durasi muntah yang sudah berkurang sangat banyak. Sedangkan pada responden 2 durasi muntah hanya mengalami sedikit pengurangan. Selain itu kedua responden juga diberikan pendidikan kesehatan dan anjuran untuk tetap banyak mengkonsumsi air putih dan makan sedikit tapi sering untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu dan janin. 15 Pada evaluasi hari ke 1, ke 7 dan ke 14 lebih cepat penurunan frekuensi muntah pada responden yang diberikan intervensi aromatherapy lemon dibandinkan minuman air jahe namun keduanya efektif dalam mengobati mual dan muntah pada ibu hamil trimester 1 dengan emesis gravidarum ringan. Available online http://dohara. id/index. php/isjnm | 433 Dohara Publisher Open Access Journal Volume 04 No. June 2025 e-ISSN 2807-310X, p-ISSN 2807-3096 Fisiologi mual dan muntah pada kehamilan emesis gravidarum terkait perubahan hormonal, sensitisasi pusat muntah di medulla oblongata, serta faktor gastrointestinal . otilitas lambung Respons mual dipengaruhi interaksi antara sistem saraf pusat . imbik, pusat munta. , reseptor gastrointestinal . -HT3, muskarini. , dan kondisi psikososial. Mekanisme Kerja Aromaterapi . timulus olfaktori Ie sistem limbi. Inhalasi aroma . minyak esensial lemo. merangsang reseptor olfaktori yang terhubung langsung ke sistem limbik . migdala, hippocampu. , memodulasi emosi, stres, dan reseptor pusat muntah sehingga dapat menurunkan persepsi mual. Efeknya cenderung cepat dan bersifat simptomatik. Farmakologi jahe . ingiber officinal. dalam antiemetik. Jahe mengandung senyawa aktif . ingerol, shogao. yang bekerja pada saluran pencernaan . eningkatkan motilitas gastri. , memodulasi saluran ion/ reseptor . antagonis 5-HT3 secara partia. dan memiliki efek antiinflamasi/antioksidan. Secara klinis jahe telah dilaporkan mengurangi mual pada kehamilan dengan profile keamanan baik pada dosis moderat. Teori Biopsikososial adanya respons terhadap mual ditentukan oleh faktor biologis . ehamilan, genetik. , psikologis . ecemasan, ekspektas. , dan sosial . ukungan keluarga, budaya makana. Intervensi nonfarmakologis dapat bekerja melalui jalur biologis dan psikologis sekaligus. Kesesuaian subjek penelitian dalam mengikuti protokol penggunaan aromaterapi dan/atau minuman jahe sesuai jadwal yang ditetapkan. Homogenitas baseline: kelompok diperbandingkan serupa pada variabel dasar penting: usia kehamilan, paritas, berat badan, riwayat mual sebelumnya, serta status kesehatan umum. Stabilitas intervensi: bahan dan cara pemberian . ualitas minyak esensial lemon, konsentrasi jahe, cara penyajia. konsisten selama studi. Tidak Ada Intervensi Bersamaan yang Memengaruhi Hasil: subjek tidak menerima antiemetik sistemik baru selama periode pengamatan kecuali tercatat dan dianalisis sebagai perancu. Pengukuran Valid & Reliabel: instrumen pengukuran mual dipakai secara konsisten. Keamanan terjaga dimana kedua intervensi diasumsikan aman pada dosis yang digunakan untuk kehamilan trimester I. bila ada kontraindikasi klinis, intervensi dihentikan. Kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua intervensi, yaitu aromaterapi lemon dan rebusan air jahe, sama-sama efektif dalam menurunkan frekuensi muntah pada ibu hamil trimester pertama dengan emesis gravidarum ringan. Namun, tingkat efektivitasnya berbeda. Makna Singkatan ( Abbreviation. : Trimester HCG : Human Chorionic Gonadotropin PMB : praktek Mandiri Bidan Konflik Kepentingan Penelitian ini adalah penelitian independen yang tidak terkait dan tidak memiliki kepentingan individu dan organisasi. Pendanaan Penelitian sepenuhnya bersumber dari dana pribadi peneliti. Kontribusi Penulis Penelitian ini dilakukan oleh MR sebagai author. References