JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 PENGARUH AUDIT OPERASIONAL TERHADAP EFEKTIVITAS PENJUALAN DAN PENINGKATAN PENDAPATAN PERUSAHAAN (Studi kasus pada PT Aqumas Majalay. Oleh: Isri Wildah Islamiati FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS LANGLANGBUANA ABSTRAK PENGARUH AUDIT OPERASIONAL TERHADAP EFEKTIVITAS PENJUALAN DAN PENINGKATAN PENDAPATAN PT AQUMAS Memasuki era globalisasi bebas, persaingan dunia usaha semakin ketat. Hal tersebut merupakan tantangan bagi perusahaan, semakin bertambah pula masalah yang dihadapi perusahaan. Pimpinan sulit untuk mengawasi seluruh kegiatan perusahaan secara langsung. Meskipun demikian pimpinan tetap harus dapat mengetahui masalah-masalah yang terjadi di dalam perusahaan, sehingga bila timbul masalah dapat segera dicari penyebabnya dan juga dapat memberikan rekomendasi untuk dilakukan perbaikan. Selain itu manajemen juga memerlukan suatu alat untuk mengevaluasi kegiatannya dan memberikan cara pemecahan bila ditemukan adanya kelemahan atau kecurangan dan agar setiap keputusan yang diambil dapat membuat perusahaan kearah yang lebih baik. Adapun alat bantu yang dapat digunakan untuk tujuan tersebut adalah Audit Dengan dilakukannya audit operasional, perusahaan berharap dapat mengefektivitaskan penjualan untuk mendapatkan peningkatan pendapatan Berdasarkan masalah diatas penulis mencoba untuk melakukan penelitian pada PT. Aqumas Cabang Majalaya Bandung yang begerak dibidang dealearship dan bengkel sepeda motor Honda. Tujuan penelitian ini adalah . untuk mengetahui pengaruh Audit Operasional terhadap Efektivitas penjualan di PT. Aqumas . untuk mengetahui pengaruh Audit operasional terhadap peningkatan pendapatan perusahaan di PT. Aqumas Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan melakukan survey lalu menggambarkan, menganalisis dan kemudian menarik kesimpulan mengenai keadaan objek yang diteliti. Dan juga menggunakan verifikatif analisis yang bertujuan ingin mencari hubungan antara tiga variabel yaitu variabel X ( Audit Operasiona. Y1 ( Efektivitas Penjuala. Y2(Peningkatan Pendapata. atau untuk menguji kebenaran hipotesis. Pengaruh Y1 terhadap X dengan nilai signifikan sebesar 033 dan pengaruh Y2 terhadap X dengan nilai signifikan sebesar 0. Dengan demikian hipotesis yang penulis kemukakan yaitu: Au Audit Operasional signifikan terhadap dengan efektivitas penjualan dengan tidak signifikan berpengaruh peningkatan pendapatanAy. ABSTRACT PENGARUH AUDIT OPERASIONAL TERHADAP EEKTIVITAS PENJUALAN DAN PENINGKATAN PENDAPATAN Enterning the free globalization era, the competion of bussines world is getting ItAois a challenge for a company. The more problems faced by the company, the more difficult for the leader to supervise the company activies directly. Nevertheless, the JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 leader must still beable to know the problems happen/occur in the companys so that if the problem appears there it, can be found the cause immediately and also can give the recommendation to do the recovery. In addition the management also needs a devece to evaluate its activity and give the solution if there is a weakness or fround-fround in order that every decision taken will bring the company into a better future. The assist device used forget in the purpose is operational audit, by doing operational audit, the company hopes that it can make the selling effective to get the income rarsing. Based on the problem above, the writer try to do search at PT. Aqumas branch Majalaya Bandung which engange in dealership field and HONDA motorcycle The purpose of this research are . to know the influence of operational audit on the selling effectivity at PT. AQUMAS . to know the influence of operational audit on the income raising of company at PT AQUMAS. The reseach method used is descriptive analysis by doing survey, then describinganalysis, and drawingconclussion on the object condition being reseached. And also use verificative analysis that purposes to find the retationship between three variables, those are X variavle ( operational audit ). Y1 variable ( selling efectivity ), and Y2 variable ( the income raising ) Or to test the truth of hypotesis. influence Y1 to X with a significant value of 0. 033 and influence Y2 to X wiht a significant value of 0. So the hypotesis that the writer, states is operational audit is sinificant to the selling efectivity and is not significant to the influence of income raising. PENDAHULUAN Keberhasilan suatu perusahaan dalam meningkatkan keuntungan yang maksimal tidak terlepas dari adanya pengelolaan yang efektif atas efektifitas penjualan yang ada dalam perusahaan, oleh sebab itu perusahaan harus berusaha untuk menghindari terjadinya hal-hal yang dapat membawa kerugian bagi perusahaan. (Feni Ilmiyati dan Yohanes Suhardjo, 2. Tingkat persaingan ini, perusahaan akan berusaha beroperasi secara efektif dan efesien. Semua perusahaan walaupun memiliki pola kegiatan usaha yang berbedabeda, pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama yaitu mendapatkan pendapatan\ laba yang optimal, untuk memperoleh pendapatan suatu perusahaan sangat bergantung kepada suatu aktivitas salah satunya adalah aktivitas penjualan. Perusahaan harus dapat mendukung terciptanya kondisi dimana aktivitas penjualan semaksimal mungkin, pada tingkat yang realistis namun tetap memperhatikan kepentingan pelanggan. Dengan kata lain penjualan harus dilakukan seefektif mungkin , agar laba yang di inginkan perusahaan bisa mencapai titik yang optimal. (Rahayu. Analisis aktivitas operasional yang dilaksanakan dari suatu perusahaan, maka dapat diketahui efektivitas perusahaan tersebut. Dengan demikian maka pemeriksaan dapat memberikan informasi yang diperlukan untuk memperbaiki hal-hal yang dianggap perlu dan untuk membantu para pengelola perusahaan dalam proses pengambilan keputusan agar tujuan perusahaan dapat tercapai dengan maksimal. Peran dunia usaha dalam manajemen sangat dibutuhkan oleh perusahaan untuk merencanakan gimana caranya agar perusahaan tersebut pendapatan hasil penjualanya bisa meningkat tahun ketahun nya untuk masa depan perusahaan agar setiap keputusan yang diambil dapat membuat perusahaan kearah yang lebih baik. Manajemen perusahaan dapat secara langsung mengawasi dan mengendalikan setiap kegiatan yang ada dalam perusahaan. Namun dengan adanya perkembangan perusahaan, manajemen perusahaan bisa tidak secara langsung mengawasi kegiatan selama penjualannya. (Sawyer 2010:. Kegiatan yang terpenting dalam perusahaan untuk bersaing adalah kegiatan Aktivitas penjualan dikatakan penting karena dari penjualan perusahaan akan JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 memperoleh pendapatan yang digunakan untuk menutupi biaya-biaya yang dikeluarkan dan untuk menjaga kelangsungan perusahaan. Penjualan merupakan salah satu kegiatan yang mempunyai kondisi yang selalu berubah-ubah dan bersifat dinamis sehingga banyak masalah baru yang timbul dari kegiatan penjualan ini. Penjualan merupakan tahap akhir dari perputaran modal dari setiap perusahaan. sangat mengharapkan laba atau keuntungan yang merupakan tujuan dan sebagai penunjang bagi kelangsungan hidup perusahaan. (Anthony Govindarajan 2010:. Pendapatan merupakan penghasilan yang timbul dari aktifitas perusahaan yang biasa dan dikenal dengan sebutan yang berbeda seperti penjualan. Pendapatan sangat penting , karena pendapatan itu menjadi objek atas kegiatan perusahaan. Pendapatan dartikan sebagai penghasilan yang diperoleh suatu pekerjaan, menurut FASB pengerian pendapatan . tice,skousen, 20011:. Pendapatan adalah sebagai arus masuk atau kenaikan-kenaikan lainnya dari nilai harta suatu satunya usaha atau penghentian hutang-hutangnya atau kombinasi dari keduanya dalam suatu periode akibat dari penyerahan atau produksi barang-barang atau pelaksanaan aktivitas lainnya yang membentuk operasi-operasi utama atau sentral yang berlanjut terus dari satuan usaha tersebut. (Agoes 2010:. PT. AQUMAS cabang Majalaya Bandung adalah perusahaan yang bergerak disektor Penjualan. Aktivitas yang paling berperan penting dalam perkembangan perusahaan adalah aktivitas penjualan. PT. AQUMAS telah menetapkan target Namun pihak perusahaan belum mengetahui apakah anggaran dan target penjualan tersebut berlaku efektif terhadap penjualan perusahaan atau Penelitian ini akan menilai apakah penjualan telah mencapai target yang telah ditentukan atau tidak , melihat faktor-faktor yang mendukung dan menghambat penjualan, dan melihat apakah peran Audit Operasional dapat dan Peningkatan Pendapatan perusahaan Berdasarkan penjelasan tersebut dapat dilihat PT. AQUMAS sudah melaksanakan aktivitas penjualan namun pelaksanaannya belum diketahui apakah berjalan efektif. TINJAUAN PUSTAKA Audit atau pemeriksaan dalam arti luas bermakna evaluasi terhadap suatu organisasi, sistem, proses, atau produk. Audit dilaksanakan oleh pihak yang kompeten, objektif, dan tidak memihak, yang disebut auditor. Tujuannya adalah untuk melakukan verifikasi bahwa subjek dari audit telah diselesaikan atau berjalan sesuai dengan standar, regulasi, dan praktik yang telah disetujui dan diterima. ( Sukrisno Agoes 2014: Auditing merupakan kegiatan pemeriksaan dan pengujian suatu pernyataan. Pelaksanaan dari kegiatan yang dilakukan oleh pihak independen guna memberikan suatu pendapat, pihak yang melaksanakan auditing tersebut dengan auditor. Pengertian auditing semakin berkembang sesuai dengan kebutuhan yang meningkatkan akan hasil pelaksanaan auditing. ( Sukrisno Agoes 2014: . Jenis-jenis Audit Alvin A. Arens Mark. S Beasley dan Randal J elder dialih bahasakan oleh Gina Gania . Auditing adalah akumulasi dan evaluasi bukti tentang informasi untuk menentukan dan melaporkan tingkat kesesuaian antara informasi dan kriteria yang telah ditetapkan audit, harus dilakukan oleh orang yang kompeten dan Randal j. Elder. Mark S. Beasley. Alvin A. Arens. Amin Abdi Jusuf dalam buku jasa audit dan assurance . yang telah diterjemahkan oleh Desi Fitriani, mengemukakan tiga jenis audit, yaitu : JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 Audit Operasional (Management Audi. Audit operasional mengevaluasi efisiensi dan efektifitas setiap bagian dari prosedur dan metode operasi organisasi. Pada akhir audit operasional, manajemen biasanya mengharapkan saran-saran untuk memperbaiki operasi. Dalam audit operasional, review atau penelahan yang dilakukan tidak terbatas pada akuntansi tetapi tidak mencakup evaluasi atau struktur organisasi, operasi komputer, metode produksi, pemasaran, dan semua bidang lain dimana auditor menguasainya. Audit Ketaatan (Compliance Audi. Audit Ketaatan dilaksanakan untu menentukan apakah pihak audit telah mengikuti prosedur, aturan atau ketentuan tertentu yang ditetapkan oleh otoritas yang lebih tinggi. Audit Laporan Keuangan (Financial Statement Audi. Audit laporan keuangan dilakukan untuk menentukan apakah laporan keuangan informasi yang diverifikasi telah dinyatakan sesuai dengan kriteria tertentu. Biasanya kriteria yang berlaku adalah prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP), walaupun auditor mungkin saja melakukan audit atas laporan keuangan yang disusun dengan menggunakan akuntansi dasar kas atau beberapa dasar lainnya yang cocok untuk organisasi tersebut. Dalam menentukan apakah laporan keuangan telah dinyatakan secara wajar sesuai standar akuntansi yang berlaku umum, auditor mengumpulkan bukti untuk menetapkan apakah laporan keuangan itu mengandung kesalahan yang vital atau salah saji lainnya. Tujuan Audit Operasional Beberapa tujuan audit operasional menurut Amin Wijaya Tunggal . Objek dari audit operasional adalah mengungkapkan kekurangan dan ketidak beresan dalam setiap unsur ang diuji oleh auditor operasional dan untuk menunjukan perbaikan apa yang dimungkinkan untuk memperoleh hasil yang terbaik dari operasi yang bersangkutan. Untuk membantu manajemen mencapai administrasi operasi paling efesien. Untuk mneyusulkan kepada manajemen cara-cara dan alat-alat untuk mencapai tujuan paabila manajemen operasi sendiri kurang pengetahuan tentang pengelolaan yang efesien. Audit operasional bertujuan untuk mencapai efesiensi dari pengelolaan. Untuk membantu manajemen, auditor operasional berhubungan dengan setiap fase dari aktivitas usaha yang dapat merupakan dasar pelayanan kepada manajemen. Untuk membantu manjemen pada setiap tingkat dalam pelaksanaan yang efektif dan efesien dari tujuan dan tanggunag jawab Efektivitas Penjualan Menurut IBK. Bayangkara . Pengertian efektivitas dapat dipahami sebagai tingkat keberhasilan suatu perusahaan untuk mencapai tujuannya. Efektivitas merupakan ukuran dari output. Efektivitas diukur dengan membandingkan rencana dengan aktual yang terjadi. Dan pengukuran efektivitas juga dilakukan oleh manajemen perusahaan untuk mengetahui sejauh mana tingkat pencapaian perusaan dalam suatu periode Keluaran . yang dihasilkan lebih banyak bersifat keluaran . tidak berwujud . yang tidak mudah dikuantifikasi, maka pengukuran efektivitas sering menghadapi kesulitan. Kesulitan dalam pengukuran efektivitas tersebut karena pencapaian hasil . seringkali tidak dapat diketahui dalam jangka pendek, akan tetapi dalam jangka panjang setelah program berhasil, sehingga ukuran efektifitas biasanya dinyatakan secara kuantitatif . erdasarkan pada mut. dalam bentuk pernyataan saja . , artinya apabila mutu yang dihasilkan baik, maka efektivitas baik pula. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 Penjualan merupakan proses tindak lanjut pemasaran yang sangat penting bagi kelangsungan hidup suatu perusahaan. Melalui aktivitas penjualan ini perusahaan menjalin hubungan dengan pihak lain. Dimana terjadi penyerahan barang dan perolehan kas yang senilai dengan tersebut. Efektivitas penjualan merupakan kegiatan pokok yang penting dalam suatu perusahaan, karena dari kegiatan itu sasarannya adalah penghematan . aktu,tenaga,dan biay. dan pencapain tujuan perusahaan. (Efektivitas memang berhubungan satu dengan yang lain. Tetapi tidaklah selalu sering sejalan. Dalam suatu organisasi yang menerapkan pencapaian tinngkatan efesiensi yang tinggi,mungkin akan terhambat dalam hal pencapain efektivitas atau sebaliknya Peningkatan Pendapatan Salahsatu tujuan perusahaan adalah mendapatkan pendapatan yang sebesarbesarnya dari kegiatan usahanya, oleh karena itu perusahaan dengan manajemen didalamnya akan menargetkan penjualan yang akan dicapai dalam suatu periode, penjualan ini dapat dikatakan efektif apabila perusahaan dapat mencapai penjualan yang ditargetkan oleh pihak manajemen. Sumber-sumber pendapatan pendapatan Operasional Pendapatan yang berasal dari kegiatan normal atau kegiatan utama Pendapatan operasional berbeda-beda untuk setiap perusahaan. Pendapatan operasional dapat diperoleh dari dua jenis: C Penjualan kotor yaitu semua hasil penjualan barang atau jasa sebelum dikurangi dengan potongan yang menjadi hak pembeli. C Penjualan bersih yaitu hasil penjualan yang sudah dikurangi dengan biaya potongan yang menjadi hak pembeli. Pendapatan dari Luar Operasional pendapatan yang diperoleh perusahaan dalam periode tertentu, tetapi bukan diperoleh dari kegiatan utama atau operasional perusahaan . i luar usaha Pendapatan non operasional diperoleh dari kegiatan sampingan yang bersifat insidentil. Jenis pendapatan non operasional dapat dibedakan menjadi dua jenis : C Pendapatan yang diperoleh dari penggunaan aktiva atau sumber ekonomi perusahaan oleh pihak lain. Contohnya pendapatan bunga, sewa, dan C Pendapatan yang diperoleh dari penjualan aktiva di luar barang dagangan atau hasil produksi. Contohnya penjualan surat-surat berharga dan penjualan aktiva tak berwujud. KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS Kerangka Pemikiran Suatu perusahaan tumbuh dan berkembang seiring dengan meningkatnya aktivitas yang dijalankan oleh perusahaan. Pertumbuhan dan perkembangan suatu perusahaan menuntut kemampuan dan kecakapan dari pengelola dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, supaya dapat tercapai tujuan perusahaan. Audit operasional terdiri dari lima struktur umum yaitu tahap perencanaan . , tahap program kerja . ork progra. , tahap pelaksanaan kerja lapangan . ield wor. , tahap pengembangan audit dan rekomendasi . evelopment of findings and recommendation. , tahap laporan . Sistem pengendaliam manajemen merupakan suatu sistem yang digunakan oleh manajer untuk mengarahkan anggota organisasi agar melaksanakan kegiatan secara efektif dan efesien sesuai strategi pokok yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan dan Efektivitas diartikan sebagai perbandingan masukan-keluaran dalam JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 berbagai fungsi, sampai dengan pencapaian tujuan yang ditetapkan, baik ditinjau dari kuantitatif . hasil kerja, kualitas kerja, maupun batasan waktu yang ditargetkan (Agoes & Hoesada, 2. Suatu organisasi dianggap efektif bila mencapai tujuan dengan efesien hemat, dan menaati peraturan yang berlaku. Penjualan yang dimagsud disini adalah penjualan barang dan jasa yang menjadi objek utama dari perusahaan dan berlangsung secara rutin. Sedangkan penjualan yang tidak rutin dan hanya sekali-kali tidak termasuk dalam kategori diatas, seperti penjualan aktiva tetap yang sudah tidak dipergunakan lagi. Untuk menilai apakah perusahaan dalam menunjang efektivitas penjualan sudah efektif dan efisien serta sesuai metode yang telah ditetapkan, perusahaan perlu mengadakan audit operasional dimana auditor akan memberikan saran atau rekomendasi untuk menjaga dan meningkatkanefisiensi dan efektivitas. Penelitian ini akan menganalisa bagian penjualan untuk mengetahui seberapa jauh perbedaan antara realitas dan target penjualan (Prasety, 2. Untuk mengukur tingkat efektivitas suatu fungsi apakah mencapai tujuan yang telah dibuat atau tidak maka digunakan rasio efektivitas yaitu realisasi penjualan dibagi target penjualan dikali 100% (Bisma, 2. kerangka Penelitian Sugiyono, 2015. Agoes Sukrisno dan Jan Hoesada, 2009. Alvin,Arens dan Adan James K. Loebbacke,2010:4. Suseno,Priyonggo dan Sudarsono, 2007:112. David Faisal, 2013 STIESIA Surabaya. Rachma Kurniawati STIESIA H1 Surabaya. Dwi Ambar Audit Operasional Puspitaningrum,2014 ITB Bandung. ( X. Arens Mark. Beasley&,Mark S beasley,2010:112. Sukrisno Agoes, 2012:23. Efektivitas Penjualan ( Y1 ) Arens et,al,2010:110. IBK Bayangkara, 2010:15. David Krech. Ricard S, 2010:137. Peningkatan pendapatan (Y. Sugiyono, 2015:4. Metodologi Suwardjono, 2010:38. penelitian kuantitatif kualitatif dan Swastha,2010:11. Mulyadi. R&D. Jakarta:Alfabeta. 2010:468. Anthony,Robbert N dan Govindarajan,2006:11. Nafarin,2007:825. Amin Wijaya Hipotesis Tunggal,2010:40. Arifin,Zaenul,2006. Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian achma oleh karena itu rumusan masalah penelitian biasanya disusun dalam kalimat Dikatakan sementara, karena jawaban yang diberikan baru Kurniawati,2014. IngridChristiani,2014 yang relevan belum berdasarkan fakta-fakta empiris yang Universitas Stya Wacana,Jawa diperoleh melalui pengumpulan data. Jadi hipotesis juga dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan masalah penelitian, belum jawaban empiris. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 Dalam uraian yang diatas, maka penelitian mengambil suatu hipotesis penelitian sebagai berikut : Efektivitas penjualan berpengaruh terhadap Audit Operasional Peningkatan Pendapatan berpengaruh terhadap Audit Operasional METODOLOGI PENELITIAN desain penelitian Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif yaitu penelitian yang berupa angka-angka dan analisis yang menggunakan metode statistika (Sugiyono, 2013:. Jenis desain penelitian yang digunakan oleh penulis untuk penelitian, desain penelitian deskriptif dan penelitian verifikatif. Metode penelitian ini dipilih oleh peneliti untuk mengungkapkan permasalahan yang ada didalam perusahaan yang diteliti oleh peneliti. Operasionalisasi variabel Operasionalisasi variabel adalah suatu cara untuk mengukur suatu konsep atau bagaimana caranya sebuah konsep harus di ukur. Dapat dikelompokan menjadi 2. Variabel dependent Audit Operasional dan . variabel independen Efektivitas Penjualan dan Peningkatan pendapatan. metode penarikan sampel Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono,2010:. Jumlah sampel yang paling tepat digunakan dalam penelitian tergantung pada tingkat ketelitian atau kesalahan yang dikehendaki. Tingkat ketelitian atau kepercayaan yang dikehendaki sering tergantung pada sumber dana, waktu dan tenaga yang tersedia. Dalam pengambilan sampel, peneliti berpedoman pada tabel penentuan jumlah sampel dari populasi yang dikembangkan dari isaac dan micheal, untuk tingkat kesalahan 5% . metode analisa Analisis data merupakan kegiatan mengelompokan berdasarkan variabel dan ,jenis responden, mentabulase data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data setiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang atelah Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriftif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode verifikatif. Daerah yang diarsir merupakan daerah penolakan dan berlaku sebaliknya. Jika thitung jatuh di daerah penolakan . maka Ho ditolak . dan H1 diterima . Artinya koefisien regresi signifikan . idak signifika. Kesimpulanya Efektivitas penjualan dan Peningkatan P endapatan . idak berpengaru. terhadap Audit Operasional. Tingkat signifikanya yaitu 5% ( = 0,. artinya jika Ho ditolak . dengan taraf kepercayaan 95%, maka kemungkinan bahwa hasil dari penarikan kesimpulanya mempunyai kebenaran 95% dan hal ini menunjukan adanya . idak adany. pengaruh signifikan. HASIL DAN PEMBAHASAN Perhitungan Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui mengetahui pengaruh arah hubungan secara linier antara variabel independen(Y1 dan Y2 )dengan variabel dependen (X) apakah masing-masing variabel independen berhubungan positif atau negatif dan untuk memprediksi nilai dari variabel dependen apabila nilai variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan. Berikut ini hasil pengujian regresi linier berganda dan dilakukan uji asumsi klasik regresi dengan menggunakan SPSS versi 22 : JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 Model Summaryb Adjusted R Std. Error of DurbinModel R R Square Square the Estimate Watson ,483 ,233 ,185 3,19309 2,405 Predictors: (Constan. , peningkatan pendapatan, efektivitas penjualan Dependent Variable: audit operasional ( Sumber : hasil data yang diolah pada tahun 2017 ) Coefficientsa Model (Constan. efektivitas penjualan Unstandardized Coefficients Std. Error 12,706 8,187 ,356 ,160 Standardized Coefficients Beta 1,552 ,407 2,226 Sig. ,131 ,033 ,163 ,122 ,509 ,243 ,669 Dependent Variable: audit operasional Berdasarkan pengolahan data yang disaji dalam tabel-tabel tersebut maka analisis regresi linier berganda yang diperoleh diuji pada tabel 4. 41 model summary, coefficients tabel 4. 44 Collinearity Diagnostics ditunjukan oleh Standardized Coefficients . , sedangkan Unstandardized Coefficients, merupakan koefisien regresi berganda Hasil Uji Normalitas Uji normalitas digunakan menguji nilai residual yang dihasilkan dari regresi terdistribusi secara normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah yang memiliki nilai residual yang terdistribusi secara normal. Hasil uji normalitas dapat dilihat pada output hasil regresi, dan ditampilkan dalam grafik uji normalitas residual sebagai ( Sumber : hasil output data SPSS 22 yang diolah pada tahun 2. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 Hasil uji normalitas dapat dilihat dari gambar grafik diatas, dapat diketahui bahwa titik-titik menyebar sekitar garis diagonal, maka nilai residual tersebut telah normal. Hasil Uji Heteroskedastisitas Heteroskedastisitas adalah varian residual yang tidak sama pada semua pengamatan didalam model regresi. Regresi yang baik seharusnya tidak terjadi heteroskedastisitas, dengan model grafik. Hasil uji tersebut dapat dilihat pada output hasil regresi sebagai berikut : Gambar Pada hasil gambar scatterplot menunjukan bahwa regresi baik, diketahui bahwa titik-titik tidak membentuk pola yang jelas dan titik-titik menyebar diatas dan dibawah pada angka 0 sumbu Y, jadi dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas dalam model regresi, pada hasil pengolahan data variabel Audit operasional (X) dan Efektivitas Penjualan (Y. Peningkatan Pendapatan (Y. Pengujian Hipotesis Uji t (Y1 terhadap X) Pada tabel 4. 35 Coefficient atau t test menunjukan : C Nilai t Y1 sebesar 2. 226 karena nilai t Y1 lebih besar dari t table ( 2. 226 > 1. maka hipotesis yang menyatakan Audit Operasional berpengaruh terhadap efektivitas penjualan. C Dengan tingkat signifikansi 0,033 Karena 0,033 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha Ini berarti variable X (Audit Operasiona. secara parsial mempengaruhi variable Y1 (Efektivitas Penjuala. Kesimpulannya adalah terdapat pengaruh yang signifikan dari X (Audit Operasiona. terhadap Y1 (Efektivitas Penjuala. Pengujian Hipotesis Uji t (Y2 terhadap X) C Nilai t Y2 sebesar 0. 669 karena nilai t Y2 lebih besar dari t tabel ( 0. 669< 1,690 ) maka hipotesis yang menyatakan Peningkatan Pendapatan tidak berpengaruh terhadap Audit operasional. C Dengan tingkat signifikansi 0. Karena 0. 509>0,05 maka diterima dan Ini berarti variable Y2 (Peningkatan Pendapata. secara parsial tidak mempengaruhi variable X (Audit Operasiona. Kesimpulannya adalah tidak JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 terdapat pengaruh yang signifikan dari Y2 (Peningkatan Pendapata. terhadap X (Audit Operasiona. KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Audit Operasional terhadap Efektivitas Penjualan dan Peningkatan Pendapatan di PT Aqumas Cabang Majalaya Kab Bandung. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diambil kesimpulan sebagai Audit operasional berpengaruh terhadap Efektivitas penjualan. Hal tersebut dipengaruhi oleh suatu sistem audit operasional, seperti operasi manajemen, struktur organisasi, tanggung jawab, kinerja,evaluasi. Yang terdapat pada PT Aqumas cabang Majalaya Bandung yang berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis tentang audit operasional pada PT Aqumas majalaya bandung pada kategori baik dengan skor 2104 atau 85. 87% dari skor Sedangkan pada tabel pengujian 4. 43 Coefficient atau t test menunjukan bahwa nilai t Y1 sebesar 2. 226 karena nilai Y1 lebih besar dari t tabel . 226 > 1. maka hipotesis yang menyatakan Audit Operasional berpengaruh secara signifikan terhadap Efektivitas Penjualan. Dengan tingkat 033 karena 0. 033 < 0. 05 maka Ho diterima dan Ha ditolak ini berarti variabel Y1 ( Efektivitas penjuala. berpengaruh secara parsial variabel X ( Audit Operasional ) dengan R hitung 0. Audit operasional berpengaruh secara signifikan terhadap Peningkatan Pendapatan. Hal tersebut dipengarui oleh suatu sistem audit operasional, seperti sumber-sumber pendapatan, sistem pencatatan dan pencapaian. Yang terdapat pada PT Aqumas cabang Majalaya Bandung yang berjalan dengan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis tentang peningkatan pendapatan pada PT Aqumas majalaya bandung pada kategori baik dengan skor 890 atau 76% dari skor ideal 1050. Sedangkan pada tabel pengujian 4. 43 Coefficient atau t test menunjukan bahwa nilai t Y2 sebesar 0. 669 karena nilai Y2 lebih besar dari t tabel . 669 > 1. maka hipotesis yang menyatakan Audit Operasional berpengaruh secara signifikan terhadap Efektivitas Penjualan. Dengan tingkat 509 karena 0. 509 < 0. 05 maka Ho ditolak dan Ha diterima ini berarti variabel Y2 ( peningkatan pendapata. berpengaruh secara parsial variabel X ( audit operasional ) dengan. SARAN Setelah menguraikan pembahasan dan mengemukakan kesimpulan terhadap PT Aqumas cabang Majalaya Bandung. Penulis mencoba memberikan saran-saran yang dapat digunakan untuk menjadi bahan pertimbangan bagi PT Aqumas cabang Majalaya Bandung dalam meningkatkan pelaksanaan kegiatan penjualan yaitu : Diharapkan direktur lebih memperhatikan proses komunikasi kepada pegawai-pegawainya secara menyeluruh agar mendapatkan pemahaman yang sama atas kegiatan penjualan sehingga dapat meningkatkan Efektivitas penjualan. Sebaiknya manajemen melakukan pengevaluasian minimal 1 . bulan sekali karena diperusahaan hanya melakukan evaluasi apabila penjualan tidak tercapai Sebaiknya yang direkomendasi oleh auditor kepada manajemen perusahaan untuk mengatasi kelemahan efektivitas penjualan dapat dilaksanakan agar penjualan lebih meningkat dan peningkatan pendapatan setiap tahunnya. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 DAFTAR PUSTAKA