Perkembangan Sound System Sebagai Modal Budaya dalam Seni Pertunjukan di Kota Bandung Rano Hidayat Program Studi Penciptaan dan Pengkajian Seni Pascasarjana Institut Seni Budaya Indonesia Bandung ranohdyt2001@gmail. Abstrak : Pada era sekarang sound system merupakan alat yang biasa digunakan oleh manusia dan bisa kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi modal budaya pada masyarakat, khususnya di kota Bandung. Oleh karena itu penulis bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan sound system menjadi modal budaya dalam seni pertunjukan pada masyarakat kota bandung. Sound system merupakan komponen vital dalam seni pertunjukan di Bandung. Kesesuaian antara teknologi, lokasi, serta profesionalisme operator sangat mempengaruhi keberhasilan acara. Dalam perkembangannya dan banyaknya daya tarik dari masyarakat Indonesia dalam menggeluti dunia audio sound system sehingga menciptakan berbagai profesi yang berhubungan dengan sound, mulai dari vendor sound system, sound engeenering, sound hunter, dan lain-lain. Oleh karena itu penulis bertujuan untuk mengidentifikasi perkembangan audio sound system sebagai modal budaya dalam seni pertunjuan di kota bandung. Kata Kunci : Sound System. Seni Pertunjukan. Musik. Kota Bandung. PENDAHULUAN Pada era sekarang seni pertunjukan merupakan sebuah kegiatan yang tidak luput dari peralatan modern, perkembangan seni pertunjukan juga mempengaruhi alat dalam pengunaanaannya, terutama yang dibutuhkan dalam seni pertunjukan pada era sekarang ialah Sound system. Sound System merupakan sebuah alat yang digunakan untuk memperkeras suatu bunyi-bunyian sehingga jangkauan bunyi bisa terdengar lebih jauh tergantung pada alat jenis sound system yang digunakan. Tetapi alat ini perlu dioperasikan dengan baik dan benar supaya kualitas suara bisa terdengar nyaman pada audiens. Begitupun menurut Fachruddin pada tahun 2016 AuAudio Sound system tidak dapat bekerja sendiri, namun ada berbagai peralatan yang menunjang untuk mengolah suara, salah satu peran penting dalam menunjang kinerja audio sound system yaitu audio mixer. Audio mixer adalah suatu alat yang berfungsi sebagai peralatan yang digunakan untuk memadukan (Mixin. suara dari berbagai sumber suara, misalnya dari playout . uara yang kelua. , microphone, studio dan lain-lain, sehingga menghasilkan suatu output dari hasil gabungan dari berbagai sumber suara tersebutAy (Pangestu & Wafa, 2. Oleh karena itu penggunaan sound system merupakan sebuah alat yang perlu sosok operator dalam pengoperasian alatnya. Operator yang menggeluti dalam dunia sound biasannya disebut Sound Engeenering atau dalam bahasa umum sering disebut soundman. Audio Sound System marak digunakan sejak tahun 70-80an di Indonesia beriringan dengan munculnya music rock dan pop barat, hal ini mempengaruhi pertunjukan yang ada di Indonesia dan digunakan oleh masyarakat local dalam pertunjukan yang lainnya, seperti teater, music tradisional, konser music local dan digunakan dalam kegiatan lainnya, seperti halnya dijelaskan menurut Bilatul, et al, . AuSelain dari pengaruh globalisasi yang kemudian berdampak terhadap penggunaan sound system di Indonesia, pengaruh budaya barat juga mempunyai peran yang dirasa cukup signifikan. Dimana pada era 70-an dan 80-an, musik rock dan pop barat sedang berada di masa kejayaannya dan merajai di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Dengan fenomena tersebut kemudian mendorong kebutuhan besar akan sistem audio yang lebih baik lagi untuk memberikan pertunjukan musik yang lebih baik pula. Terutama band-band lokal yang ada di Indonesia mulai menggunakan sound system yang lebih canggih lagi untuk meniru bahkan menyaingi kualitas audio dari pertunjukan InternasionalAy. Selain itu Sound System digunakan juga dalam seni pertunjukan tradisional seperti seni pertunjukan wayang kulit purwa. Pentingnya unsur bunyi dalam pertunjukan wayang kulit purwa melatar-belakangi munculnya berbagai upaya pengembangan dan kreatifitas untuk kebutuhan peningkatan kualitas audionya. Pengunaan sound system adalah salah satu di antara upaya pengembangan untuk kebutuhan peningakatan suara dalam pertunjukan wayang kulit purwa (Pinarno & Santoso, 2. Dalam perkembangannya dan banyaknya daya tarik dari masyarakat Indonesia dalam menggeluti dunia audio sound system sehingga menciptakan berbagai profesi yang berhubungan dengan sound, mulai dari vendor sound system, sound engeenering, sound hunter, dan lain-lain. Oleh karena itu penulis bertujuan untuk mengidentifikasi perkembangan audio sound system sebagai modal budaya dalam seni pertunjuan di kota bandung. 67 | P r o s i d i n g S e m i n a r N a s i o n a l METODE PENELITIAN Penelitian merupakan hal terpenting dan tidak dapat dipisahkan dari ilmu pengetahuan. Begitupun yang dijelaskan oleh Bungin pada tahun 2001 menguraikan, bahwa penelitian menempatkan posisi yang paling urgen di dalam ilmu pengetahuan, artinya untuk mengembangkan dan melindunginya dari kepunahan. Dalam hal ini, fungsi penelitian mempunyai kemampuan untuk meng-upgrade ilmu pengetahuan sehingga tetap up-to-date, canggih, aplicated, dan aksiologis bagi masyarakat (Fadli, 2021:. Penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif yang menekankan pada data-data deskriftif seperti wawancara, observasi dan Analisa data. Penelitian kualititaf ini ditujukan untuk memahami makna dari fenomena tersebut, sebagaimana yang dijelaskan oleh Abdussamad, . penelitian kualitatif lebih menekankan analisisnya pada proses penyimpulan deduktif dan induktif serta pada analisis terhadap dinamika hubungan antar fenomena yang diamati, dengan menggunakan logika. Adpun dari pendapa yang lain dari Nasution, . Metode penelitian imerupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan idan ikegunaan tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris, dan isistematis. Penelitian ini menggunakan perdekatan Historis dengan beberapa tahap yang digunakan yaitu heuristic, kritik, interpretasi dan historiografi. Sebagaimana yang dijelaskan Abduhrahman pada tahun 2007 adalah sebagai berikut: teknik pemilihan topik dan penyusunan rencana penelitian. heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi (Alganih, 2. Adapun penjelasan yang lainnya menurut Kuntowijoyo pada tahun 2003 yaitu Metode sejarah juga diartikan sebagai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis tentang bahan, kritik, interpretasi, dan penyajian sejarah (Hidayat, 2. Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini dilakukan dengan beberapa cara yaitu, wawancara. Observasi dan pengumpulan data. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dari wawancara dengan Pak Luki seorang drummer dari band yang Bernama Jazztone kelahiran dari Bandung pada tahun 1967-an beliau mengatakan bahwasannya sound system sudah digunakan di bandung sejak tahun 60-an sejak dari jaman ayahnya muda, akan tetapi sound system marak digunakan pada tahun 70-80an seiring masuknya musik-musik barat ke Indonesia. Selanjutnya penulis melakukan wawancara mengenai perkembangan alat sound system kepada keyboardis dari band Jazztone yang bernama Buntoro Nugroho kelahiran 1963, menurut beliau pada awalnya sound system menggunakan speaker pasif, kemudian dikembangkan menjadi speaker aktif dan terakhir berkembang dari mixer analog menjadi mixer digital. Gambar 1. Wawancara dengan Pak Buntoro dan Pak Luki Sound System Sebagai Alat Kegiatan Hiburan di Kota Bandung n Penggunaan Sound System Pada Dunia Food and Beverage (F&B) Di Kota Bandung Dalam dunia Food and Beverage (F&B) merupakan sebuah tempat berjualan makanan dan minuman pada konsumen, tempat ini dibuat untuk mencari keuntungan sehingga diatur semenarik mungkin untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Orang-orang yang pergi ke tempat Food and Beverage (F&B) biasannya selain untuk makan dan minum mereka mencari hiburan dengan mendengarkan live music atau dengan keikutsertaan 68 | P r o s i d i n g S e m i n a r N a s i o n a l dalam bernyanyi pada acara live music tersebut. Berdasarkan obesevasi dari penulis banyaknya outlet Food and Beverage (F&B) yang menggunakan konsep live music pada setiap outletnya seperti Roemah Kentang 1908. Braga Sky 1957. South Garden. Eighteen. Bandoengsche Melk Centrale 1928. Opiuci dan masih banyak Hal ini tentunya tidak lepas dari penggunaan sound system. Gambar 2 Live Musik di club Braga sky 1957 Dokumentasi oleh Rano Hidayat Gambar 3 Live music di restoran BMC 1928 Dokumentasi oleh Rano Hidayat n Acara Hajatan Penggunaan sound system selain dalam dunia Food and Beverage (F&B) bisa kita jumpai dalam acara hajatan di kota Bandung. Hajatan sering sekali menggunakan alat sound system sebagai medium pengeras suara, karena pada acara hajatan tidak lepas dari seni pertunjukan seperti upacara adat, organ tunggal, musik electone serta musik-musik yang lainnya. Gambar 4. live music dalam event Wedding di Tjendana Bistro Dokumentasi oleh Rano Hidayat n Konser Musik Band Lokal Penggunaan sound system pada konser musik di Kota Bandung memegang peranan penting dalam menciptakan pengalaman audio yang optimal bagi penonton. Bandung sebagai kota besar dengan kultur music yang kuat sering menjadi tuan rumah berbagai konser dari skala kecil hingga besar, baik indoor maupun outdoor. 69 | P r o s i d i n g S e m i n a r N a s i o n a l Gambar 5. Konser Hardcore Romance Dokumentasi oleh Rano Hidayat Perkembangan Profesi dalam Bidang Audio Sound System Terakhir penulis melakukan wawancara mengenai perkembangan profesi manusia dalam bidang audio sound system kepada seorang sound engineering yang Bernama Bohemian Rhapsody. Menurut beliau seorang additional sound engineering dari band pemilik lagu AuseranaAy ini mengatakan bahwasannya pada era sekarang banyak perkembangan profesi yang menggeluti audio sound system yang dipaparkan oleh penulis sebagai n Sound Engineer (Audio Enginee. Orang yang mengatur teknis suara saat rekaman, pertunjukan live, atau produksi film. Tugasnya mencakup mengatur mixer, mengatur level suara, equalizer, efek, hingga memastikan suara bersih dan balance. Dibagi lagi misalnya menjadi: * Recording Engineer . ntuk rekaman di studi. * Mixing Engineer . ntuk mencampur banyak track audi. * Mastering Engineer . ntuk sentuhan akhir sebelum distribus. Gambar 6. Wawancara dengan Bohemian Rhapsody Dokumentasi oleh Hana Try Ananda 70 | P r o s i d i n g S e m i n a r N a s i o n a l n FOH Engineer (Front of House Enginee. * Mengoperasikan sound system untuk penonton saat acara live . onser, teate. * Mengatur speaker utama agar terdengar optimal di seluruh ruangan atau venue. Gambar 7 Konser Hardcore Romance Dokumentasi Oleh Rano Hidayat n Monitor Engineer * Bertanggung jawab pada sistem monitor . peaker panggung atau in-ear monito. untuk musisi saat tampil. * Agar penyanyi & pemain musik dapat mendengar suara mereka sendiri dengan jelas. Gambar 3. Konser Perayaan Patah Hati Dokumentasi Oleh Rano Hidayat n System Technician (Audio Technicia. * Memasang, merakit, serta merawat peralatan audio sound system. * Termasuk menarik kabel, mengatur mikrofon, stand, speaker, amplifier. DSP, hingga melakukan troubleshooting jika ada masalah. n Sound Designer * Membuat efek suara . ound effect. untuk film, teater, video game, dan iklan. * Bisa juga merancang ambience sound atau efek dramatis tertentu. 71 | P r o s i d i n g S e m i n a r N a s i o n a l n Audio Post-Production Editor * Mengedit dan menyempurnakan audio setelah proses rekaman video/film. * Termasuk sinkronisasi dialog, efek, dan musik. n Installer Sound System * Spesialis pemasangan sistem audio tetap . ixed installatio. untuk gedung, rumah ibadah, aula, atau * Mendesain tata letak speaker, memilih power amplifier, dan sistem control. n DJ (Disc Jocke. Meskipun lebih ke seni musik. DJ juga mengoperasikan mixer & sound system untuk menciptakan suasana tertentu dalam acara. n Broadcast Audio Operator Mengelola audio untuk siaran radio atau televisi, memastikan suara bersih dan sesuai standar siaran. Audio Sound System Dalam Kesenian Tradisional Lokal Penggunaan sound system juga digunakan dalam aspek seni pertunjukan tradisi di Indonesia seperti halnya yang dijelaskan oleh Bilatul at al, . Walaupun banyaknya perkembangan tersebut dipengaruhi oleh budaya barat, sound system di kota Bandung juga mengakar kuat pada budaya lokal. Dimana tradis maupun pertunjukan tradisional di Indonesia seperti wayang golek, pertunjukan seni angklung, dan dangdut juga menggunakan sound system untuk menjangkau pendengar yang lebih luas lagi. Sehingga mereka yang berada di kejauhan dari pusat kegiatan masih tetap dapat mendengar dengan jelas hal apa yang sedang disajikan untuk Di daerah-daerah seperti Jawa dan Sumatera, sound system digunakan untuk mendukung pertunjukan seni tradisional dan acara-acara adat. Tidak hanya sampai situ saja. Sound juga mulai masuk kedalam acara-acara nasional di berbagai daerah seperti karnaval keliling. Gambar 3. Embrio di ISBI Bandung Dokumentasi oleh Rano Hidayat KESIMPULAN Sound system tidak hanya berfungsi sebagai perangkat teknis untuk memperkuat suara dalam seni pertunjukan, tetapi telah menjadi modal budaya yang penting dalam menjaga eksistensi dan perkembangan seni pertunjukan tradisional maupun modern. Penggunaan sound system memungkinkan karya seni pertunjukan menjangkau ruang-ruang yang lebih luas, memperbesar daya sebar dan penerimaan publik, serta membuka peluang adaptasi terhadap tuntutan estetika masa kini. Dalam konteks kesenian tradisional, sound system turut membantu melestarikan bentuk-bentuk musik dan tari melalui penyesuaian teknis yang tetap menjaga karakter akustiknya. Sementara pada seni pertunjukan modern, sound system bahkan menjadi elemen artistik yang integral, menciptakan suasana dramatik melalui pengaturan dinamika, efek suara, dan distribusi ruang. Dengan demikian, sound system telah menjadi bagian tak terpisahkan dari ekosistem budaya pertunjukan, sekaligus menegaskan bahwa perkembangan teknologi audio bukan sekadar soal peralatan, melainkan juga modal budaya yang mendukung transformasi, keberlanjutan, dan kreativitas dalam seni 72 | P r o s i d i n g S e m i n a r N a s i o n a l DAFTAR PUSTAKA