Jurnal Abdi Dharma Pendidikan Islam Vol 1. No 1, 18-20. Januari 2023 https://journal. id/index. php/Abdi-Dharma/ Sosialisasi Nilai Aswaja Bagi Remaja Masjid Al-IAomal Sebagai Role Model Moderasi Beragama di Sekolah Sholeh Hasan1. Tohir Muntoha2. Hamdar Rifai3 Universitas Nurul Huda OKU Timur STIT Darul Ishlah E-mail: 1sholehhasan@unuha. id, 2tohirmuntoha@gmail. com, 3hamdarrifai22@gmail. Info Artikel Abstrak Article history: Available online DOI: 10. 30599/AbdiDharma. Abstrak Radikalisme dan intoleransi berpotensi menyasar generasi muda, termasuk Pengabdian memberdayakan Remaja Masjid Al-IAomal sebagai role model . moderasi beragama di lingkungan sekolah mereka melalui internalisasi nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jama'ah (Aswaj. yang rahmatan lil 'alamin. Metode pelaksanaan berupa sosialisasi yang partisipatif, meliputi ceramah interaktif, focus group discussion (FGD), dan simulasi peran . ole pla. dalam menyelesaikan konflik sosial-keagamaan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai esensi moderasi beragama yang selaras dengan nilai-nilai Aswaja, seperti tasamuh . , tawassuth . , dan i'tidal . Peserta tidak hanya mampu mengidentifikasi bentuk-bentuk radikalisme tetapi juga merancang strategi untuk menjadi agen perdamaian di sekolah. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pendekatan kultural melalui nilai-nilai Aswaja efektif dalam membentengi remaja dari paham ekstrem dan memperkuat peran mereka sebagai duta moderasi beragama di ruang-ruang pendidikan. Kata kunci: Aswaja. Moderasi Beragama. Remaja Masjid. Role Model. How to cite (APA): Hasan. Muntoha. , & Rifai. Sosialisasi Nilai aswaja Bagi Remaja Masjid Al-IAomal Sebagai Role Model Moderasi Beragama di Sekolah. Jurnal Abdi Dharma Pendidikan Islam 1. , 18-20. ISSN x-x This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License PENDAHULUAN Abstract Radicalism and intolerance have the potential to target the younger generation, including mosque youth. This community service aims to empower the youth of Al-IAomal Mosque to become role models of religious moderation in their school environment through the internalization of the values of Ahlussunnah Wal Jama'ah (Aswaj. , which promotes mercy for all creation . ahmatan lil 'alami. The implementation method involves participatory outreach activities, including interactive lectures, focus group discussions (FGD. , and role-playing simulations to resolve socio-religious The results of the activity show an increase in participants' understanding of the essence of religious moderation aligned with Aswaja values, such as tasamuh . , tawassuth . , and i'tidal . ustice/equit. Participants were not only able to identify various forms of radicalism but also design strategies to become peace agents in their This activity concludes that a cultural approach through Aswaja values is effective in protecting youth from extremist ideologies and strengthening their role as ambassadors of religious moderation in educational spaces. Keywords: Aswaja. Religious Moderation. Mosque Youth. Role Model Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, menghadapi tantangan kompleks dalam menjaga kerukunan umat beragama. Arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi telah membawa dampak ganda. di satu sisi mempermudah akses ilmu, di sisi lain menjadi Sosialisasi Nilai Aswaja Bagi Remaja Masjid Al-IAomal Sebagai Role Model Moderasi Beragama. Jurnal Abdi Dharma Pendidikan Islam, 1. , 2023 saluran penyebaran paham keagamaan yang radikal dan intoleran (Barton et al. , 2. Kelompok remaja, yang sedang dalam fase pencarian jati diri, sangat rentan menjadi target propaganda pahampaham tersebut (Sukabdi, 2. Fenomena ini tidak hanya terjadi di ruang digital, tetapi juga mulai merambah ke lingkungan pendidikan, yang seharusnya menjadi tempat yang aman dan Remaja masjid, yang sejatinya merupakan potensi besar untuk memperkuat nilai-nilai keislaman yang moderat, justru dapat menjadi sasaran empuk jika tidak dibekali dengan pemahaman agama yang komprehensif dan inklusif. Tanpa pemahaman yang mendalam, semangat beragama mereka dapat disalaharahkan ke arah yang ekstrem dan eksklusif. Oleh karena itu, upaya strategis diperlukan untuk memberdayakan mereka sebagai garda terdepan dalam menyebarkan Islam yang damai dan moderat. Pemahaman Ahlussunnah Wal Jama'ah (Aswaj. an-Nahdliyah menawarkan perspektif yang relevan untuk menjawab tantangan ini. Aswaja tidak sekadar doktrin teologis, tetapi juga kerangka berperilaku . anhaj al-fik. yang menekankan prinsip-prinsip al-tawassuth . , al-i'tidal . , al-tasamuh . , dan amar ma'ruf nahi munkar (Asy'ari, 2. Nilai-nilai ini merupakan fondasi dari moderasi beragama yang digalakkan oleh pemerintah. Namun, nilai-nilai luhur ini seringkali hanya dipahami secara normatif dan tidak sampai pada tingkat praktis dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam konteks pergaulan remaja di sekolah. Berdasarkan observasi awal di Masjid Al-IAomal, remajanya aktif dalam kegiatan kerohanian tetapi masih memiliki pemahaman yang terbatas tentang implementasi nilai Aswaja sebagai solusi terhadap problematik sosial-kemasyarakatan, seperti perundungan . atas nama agama, eksklusivisme kelompok, dan intoleransi dalam pergaulan sehari-hari di sekolah. Mereka membutuhkan pendampingan untuk mentransformasikan nilai-nilai Aswaja tersebut menjadi tindakan nyata yang dapat mereka contohkan kepada teman sebayanya. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, kami bermaksud menyelenggarakan sosialisasi yang tidak hanya mentransfer pengetahuan tetapi juga membangun keterampilan . oft skill. para remaja masjid. Tujuannya adalah untuk: . Memperkuat pemahaman Remaja Masjid Al-IAomal tentang nilai-nilai Aswaja dan korelasinya dengan moderasi beragama. Melatih kemampuan mereka dalam mengidentifikasi dan menangkal paham radikal serta praktik intoleransi di sekolah. Memberdayakan mereka untuk menjadi role model atau teladan konkrit dalam mempraktikkan moderasi beragama dalam lingkungan pergaulan mereka sehari-hari. METODE PELAKSANAAN Kegiatan pengabdian ini dirancang dalam bentuk program sosialisasi dan pelatihan partisipatif yang dilaksanakan selama satu hari penuh di Masjid Al-IAomal. Peserta: Sebanyak 25 orang remaja masjid yang aktif dan merupakan pelajar dari berbagai tingkat SMA/SMK sederajat. Tahapan Pelaksanaan:Ceramah Interaktif: Pemaparan materi tentang AuKonsep Dasar Aswaja dan Moderasi BeragamaAy dan AuRemaja Masjid sebagai Duta Moderasi di SekolahAy. Sesi ini dirancang dua arah dengan banyak sesi tanya jawab. Focus Group Discussion (FGD): Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kecil untuk mendiskusikan studi kasus nyata yang terjadi di sekolah, seperti: menghadapi teman yang berbeda keyakinan, menanggapi konten radikal di media sosial, dan mencegah perundungan atas nama agama. Simulasi dan Role Play: Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka dan melakukan simulasi atau role play tentang cara menyelesaikan konflik dalam kasus tersebut dengan menerapkan prinsip tasamuh, tawassuth, dan i'tidal. Penyusunan Rencana Aksi: Peserta secara individu dan kelompok menyusun rencana aksi konkret yang akan mereka lakukan di sekolahnya masing-masing untuk menjadi role model moderasi Evaluasi: Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman, serta melalui observasi partisipasi dan lembar reflepsi peserta. Sosialisasi Nilai Aswaja Bagi Remaja Masjid Al-IAomal Sebagai Role Model Moderasi Beragama. Jurnal Abdi Dharma Pendidikan Islam, 1. , 2023 HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan sosialisasi berhasil menciptakan ruang dialog yang hidup dan reflektif bagi para remaja masjid. Pada awalnya, banyak peserta yang memahami Aswaja hanya sebatas pada aspek ritual-ibadah semata. Melalui sesi ceramah interaktif dan FGD, terjadi perluasan pemahaman bahwa nilai-nilai Aswaja seperti tawassuth . , tasamuh . , dan i'tidal . adalah pedoman dalam bersikap terhadap segala perbedaan, termasuk di lingkungan sekolah yang Hasil yang paling nyata terlihat pada sesi FGD dan role play. Peserta mampu menganalisis studi kasus, seperti menanggapi ujaran kebencian di media sosial atau menghadapi pemaksaan kehendak oleh kelompok tertentu, dengan perspektif yang baru. Mereka tidak lagi melihat konflik dengan dikotomi hitam-putih, tetapi mulai menerapkan prinsip mencari jalan tengah . yang adil . 'tida. tanpa mengorbankan keyakinan sendiri. Misalnya, dalam simulasi, mereka merancang strategi untuk menolak ajakan radikal dengan cara yang halus dan berdialog tanpa memicu permusuhan, sebuah bentuk praktis dari hikmah . dalam amar ma'ruf nahi munkar. Temuan ini sejalan dengan penelitian Afifi . yang menegaskan bahwa pendekatan kultural-keagamaan seperti nilai Aswaja lebih efektif diterima oleh komunitas muslim Indonesia sebagai dasar moderasi beragama dibandingkan pendekatan sekuler. Nilai-nilai ini tidak dianggap sebagai produk impor, melainkan sebagai khazanah keislaman yang otentik dan sudah mengakar. Selain itu, partisipasi aktif dalam diskusi dan simulasi terbukti efektif dalam menginternalisasi nilainilai tersebut, sebagaimana diungkapkan oleh Nisa et al. bahwa metode pembelajaran transformatif melalui role-playing dapat meningkatkan keterampilan resolusi konflik dan empati Rencana aksi yang disusun peserta menunjukkan komitmen mereka untuk menjadi agen Beberapa rencana tersebut antara lain: memelopori diskusi antarumat beragama di sekolah, membuat konten media sosial yang menebarkan narasi perdamaian, serta mengajak temanteman sebaya untuk lebih kritis dalam menyikapi informasi keagamaan yang beredar. Hal ini menunjukkan bahwa peserta telah bergerak dari fase memahami teori menuju fase kesadaran untuk beraksi . , yang merupakan tujuan akhir dari pendidikan moderasi beragama (Barton, 2. SIMPULAN Sosialisasi nilai Aswaja bagi Remaja Masjid Al-IAomal berhasil memperkuat pemahaman dan keterampilan mereka sebagai role model moderasi beragama. Nilai-nilai Aswaja yang dikontekstualisasikan dengan isu remaja terbukti efektif membangun ketahanan terhadap radikalisme. Remaja masjid kini berperan aktif menyebarkan nilai toleransi dan perdamaian di lingkungan sekolah. Keberlanjutan program ini memerlukan pendampingan rutin dan kolaborasi antara pengurus masjid, orang tua, dan sekolah. UCAPAN TERIMAKASIH