An-Nadzir : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. Mei 2026 P-ISSN : . E-ISSN : . STRATEGI MUSYRIFAH DALAM PEMBINAAN SANTRI UNGGULAN BERBASIS MANAJEMEN PENDIDIKAN PESANTREN DI PONDOK PESANTREN HAMALARUL QUR`AN KARAWANG Karina Dhisty Fitria1. Diningrum Citraningsih2 STAI Terpadu Yogyakarta. Indonesia Email : dhistykarinaa@gmail. com, 2diningrum. citraningsih@gmail. Received Article Info Accepted Published 26 April 2026 15 Juni 2026 17 Juni 2026 Keywords: ABSTRACT Musyrifah`s Strategi Students Mentoring Top Students Educational Management This study aims to analyze the strategies employed by female supervisors to guide students to become high achievers at the Hamalatul QurAoan Islamic Boarding School in Karawang. The study employs a qualitative approach with a descriptive design. The research subjects include female supervisors, students, and boarding school administrators selected through purposive sampling. Data collection techniques included interviews, observations, and documentation, while data analysis used the Miles and Huberman interactive model, which includes data condensation, data presentation, and conclusion The results of the study indicate that the female supervisorsAo strategies are implemented comprehensively through three main aspects. First, character development through setting a good example, fostering habits, and enforcing discipline. Second, academic development through monitoring learning, providing motivation, and offering support to students facing difficulties. Third. Quran memorization development through the recitation system, review sessions, and the talaqqi method. The success of this strategy is supported by the musyrifahAos commitment, the religious environment of the pesantren, and the support of caregivers and parents, while the challenges faced include differences in studentsAo personalities and limited time for Thus, the musyrifahAos strategy plays a significant role in shaping outstanding students. ABSTRAK Kata Kunci: Strategi Musyrifah Pembinaan Santri Santri Unggulan Manajemen Pendidikan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi musyrifah dalam membina santri menjadi santri unggulan di Pondok Pesantren Hamalatul QurAoan Karawang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian meliputi musyrifah, santri, dan pengelola pondok yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Journal homepage: https://jurnal. id/index. php/An-Nadzir/index Dipublikasikan oleh Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) STAI Sangatta Kutai Timur. Jl. Soekarno-Hatta. Teluk Lingga. Sangatta Utara. Kutai Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi musyrifah dilakukan secara komprehensif melalui tiga aspek utama. Pertama, pembinaan akhlak melalui keteladanan, pembiasaan, dan penegakan disiplin. Kedua, pembinaan akademik melalui pengawasan belajar, motivasi, dan pendampingan bagi santri yang mengalami kesulitan. Ketiga, pembinaan hafalan Al-QurAoan melalui sistem setoran, murojaAoah, dan metode talaqqi. Keberhasilan strategi ini didukung oleh komitmen musyrifah, lingkungan pesantren yang religius, serta dukungan pengasuh dan orang tua, sementara kendala yang dihadapi meliputi perbedaan karakter santri dan keterbatasan waktu pembinaan. Dengan demikian, strategi musyrifah berperan signifikan dalam membentuk santri unggulan. Copyright and License: Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal. PENDAHULUAN Pondok pesantren merupakan institusi pendidikan Islam tertua di Indonesia yang memiliki peran vital dalam mencetak generasi berkualitas melalui pembentukan karakter, spiritualitas, dan intelektualitas. 1 Sebagai lembaga indigenous, pesantren saat ini dituntut untuk beralih dari pola pengasuhan tradisional-konvensional menuju sistem pembinaan yang lebih terukur, profesional, dan akuntabel. 2 Fenomena transisi ini menjadi kebutuhan mendesak di Pondok Pesantren Hamalatul QurAoan Karawang, khususnya pada draf program santri unggulan. Meskipun dicanangkan sebagai program proyeksi prestasi, dalam realitasnya di lapangan masih ditemukan ketimpangan . yang signifikan pada capaian hafalan Al-Qur'an . , draf stabilitas nilai akademik formal, hingga fluktuasi kedisiplinan santri Di sinilah manajemen pendidikan pesantren memegang peranan kunci sebagai draf instrumen strategis untuk memastikan bahwa seluruh potensi santri dapat dikelola dengan optimal melalui sistem pembinaan yang terstruktur. Permasalahan disparitas capaian tersebut bukan sekadar asumsi, melainkan didasarkan pada bukti empiris dari hasil studi pendahuluan di lokasi penelitian. Berdasarkan draf data dokumentasi kartu kontrol hafalan dan draf catatan kedisiplinan asrama pada periode Semester Ganjil Tahun Ajaran 2024/2025, menunjukkan bahwa terdapat sekitar 35% santri unggulan yang belum mampu memenuhi draf target minimal hafalan . Selain itu, draf catatan harian asrama mencatat adanya gejala kejenuhan akademis . cademic burnou. yang berimplikasi pada penurunan konsistensi bangun dini hari serta pelanggaran adab harian. Dalam ekosistem pesantren, khususnya pada area asrama putri, musyrifah . embibing/pengasuh asram. merupakan manajer lini depan . rontline manage. yang paling menentukan keberhasilan untuk menjadi santri unggulan. Jika di sekolah atau Mahfud Ifendi. AuMenilik Historitas Pembaruan Pendidikan Pesantren,Ay JALIE (Journal of Applied Lingustics and Islamic Education Volume 1, no. Nomor 1 . : 94Ae114. Abdul Rahmat. AuMANAJEMEN PONDOK PESANTREN DALAM MENINGKATKAN PENDIDIKAN KEDISIPLINAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN AL-MASTHURIYAH SUKABUMI,Ay Jurnal Inovasi Dan Riset Akademik 6, no. 2 (February 2. : 4. An-Nadzir : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. Mei 2026 Hal. madrasah kendali mutu dipegang oleh guru dan kepala sekolah melalui manajemen kelas, maka di pondok pesantren, musyrifah adalah pemegang kendali utama manajemen program pondok selama 24 jam. Secara teoretis, pembinaan santri unggulan merupakan bagian dari manajemen sumber daya manusia di lingkungan pendidikan. Konsep "unggul" di pesantren tidak hanya diukur dari aspek kognitif, tetapi juga mencakup aspek afektif . dan psikomotorik . afalan Al-QurAoa. Dalam mencapai target tersebut, kurikulum tidak hanya sebagai instrumen teknis pengajaran, tetapi juga sebagai cerminan nilai nilai Pancasila, humanisme, dan integritas social yang ingin ditanamkan pada peserta didik,3 pengembangannya harus berlandaskan pada prinsip relevansi, fleksibilitas, kesinambungan, kepraktisan, dan 4 Strategi manajerial yang diterapkan dalam lingkungan asrama mencakup bagaimana perencanaan pembinaan disusun, pengorganisasian tugas Musyrifah dilakukan, hingga bagaimana evaluasi rutin diterapkan untuk memantau perkembangan santri secara Hal ini sejalan dengan pandangan bahwa manajemen kurikulum adalah aspek strategis yang menentukan keberhasilan lembaga dalam mencapai tujuan pembelajaran secara optimal. Penelitian terdahulu tentang pembinaan santri dapat dikategorikan ke dalam beberapa tren utama. Pertama, studi yang berfokus pada dimensi etika dan moral, yang menekankan pada metode keteladanan dan pembiasaan sebagai pilar utama pembentukan akhlak santri. 6 Penelitian dalam kelompok ini umumnya melihat sisi pedagogis namun kurang menyentuh sisi manajerial terkait bagaimana program pembiasaan tersebut direnakan dan diawasi secara sistematis. Kedua, terdapat penelitian yang menyoroti aspek psikologis, khususnya mengenai pengaruh motivasi intrinsik dan ekstrinsik terhadap prestasi akademik dan hafalan santri. 7 Meskipun memberikan gambaran tentang kondisi mental santri, penelitian ini belum mengeksplorasi peran pengelola asrama dalam merekayasa motivasi tersebut melalui sistem manajemen yang baku. Ketiga, penelitian mengenai aspek teknis-metodologis dalam menghafal Al-QurAoan, seperti efektivitas metode talaqqi, murojaAoah, dan takrir dalam meningkatkan kualitas 8 Fokus utama penelitian ini adalah pada keberhasilan teknis di dalam kelas, namun seringkali mengabaikan ekosistem di luar kelas yang dikelola oleh pembimbing asrama. Keempat, terdapat studi yang mulai menyentuh aspek manajemen program tahfidz yang menekankan pada pentingnya perencanaan kurikulum dan evaluasi capaian. 9 Namun. Sutopo. Gr. Kom. Dr. Pembelajaran Dan Kurikulum: Teori. Desain. Dan Implementasi. (Sumatera Barat: Yayasan Tri Edukasi Ilmiah , 2. Arif Rahman Prasetyo and Tasman Hamami UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. AuPRINSIP-PRINSIP DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM,Ay PALAPA : Jurnal Studi Keislaman Dan Ilmu Pendidikan 8, no. : hal. Teguh Triwiyanto. Manajemen Kurikulum Dan Pembelajaran, ed. Yanita Nur Indah Sari (Jakarta: Bumi Aksara, 2. , hal. Kholidatuz, dan Rofiatul Hosna. Zuhriyah. AuImplementasi Mudarosatul QurAoan Dalam Meningkatkan Hafalan Al QurAoan Di Pondok Pesantren Takhfidz YanabiAoul QurAoan Sabongdukuh Jombang,Ay JMPI: Jurnal Manajemen. Pendidikan Dan Pemikiran Islam. 2, no. : hal 20-23. Fatma Nabila et al. AuPENGELOLAAN PROGRAM TAHFIDZ ALQURAN DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI HAFALAN,Ay Journal of Islamic Education Management 1, no. : hal. Ani Asha. Lukman Sari. Nelfa Aspika. AuIMPLEMENTASI METODE TALAQQI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DAN MENGHAFAL AL-QURAoAN SISWA KELAS Vi SMP NEGERI 6 REJANG LEBONG SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Syarat-Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana (S. Dalam Ilmu Tarbiyah ANI ASPIKA NIM 21531007Ay (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup, 2. , hal. Iftitahul. Putri. Maulidiya. AuManajemen Program Tahfidz Al-QurAoan Dalam Meningkatkan Capaian Hafalan Santri Di Pondok Pesantren Al-Barokah Malang,Ay Jurnal Pendidikan Tambusai 9, no. 33110Ae16. Strategi Musyrifah dalam Pembinaan Santri Unggulan Berbasis Manajemen Pendidikan Pensantren di Pondok Pesantren Hamalarul QurAoan Karawang (Karina Dhisty Fitria. Diningrum Citraningsi. mayoritas penelitian manajemen tersebut masih bersifat umum dan belum secara spesifik membedah peran strategis Musyrifah dalam mengintegrasikan tiga domain utama: akhlak, akademik, dan tahfidz dalam satu kerangka manajemen yang utuh. Kesenjangan penelitian . esearch ga. yang ditemukan menunjukkan bahwa belum ada kajian yang secara komprehensif menganalisis bagaimana strategi Musyrifah dioperasionalkan melalui fungsi-fungsi manajemen untuk mencetak santri unggulan secara Kebanyakan literatur masih memisahkan antara pembinaan asrama dengan pencapaian prestasi akademik, padahal keduanya merupakan satu kesatuan sistem di Penelitian ini hadir untuk mengisi kekosongan tersebut dengan menggunakan pendekatan manajemen pembinaan yang mencakup perencanaan program, pengorganisasian santri, pelaksanaan strategi lapangan, hingga evaluasi hasil pembinaan yang dilakukan oleh Musyrifah di Pondok Pesantren Hamalatul QurAoan Karawang. Signifikansi penelitian ini terletak pada pemaparan strategi manajerial yang dilakukan oleh Musyrifah sebagai garda terdepan pembinaan. Musyrifah berperan sebagai perencana yang memetakan kebutuhan santri, pengorganisir yang mengatur ritme kegiatan di asrama, sekaligus evaluator yang memberikan umpan balik atas perilaku dan pencapaian Dengan mengkaji fenomena ini, diharapkan ditemukan sebuah model manajemen pembinaan yang dapat direplikasi oleh lembaga pesantren lain dalam upaya meningkatkan standar mutu lulusan melalui optimalisasi peran pembimbing asrama. Secara teoritis, keberhasilan penataan ekosistem berasrama di pesantren memerlukan draf rumusan konsep strategi operasional yang adaptif. Strategi dalam konteks ini bukan sekadar rencana makro di atas kertas, melainkan sebuah pola tindakan terintegrasi untuk menyelaraskan kebijakan institusi dengan kebutuhan riil objek didik di lapangan. Dalam mengaktualisasikan strategi tersebut, peran musyrifah menjadi sangat krusial sebagai pendidik garis depan . rontline educato. Musyrifah tidak hanya berfungsi sebagai pengawas administratif, melainkan sebagai pengelola hubungan emosional . elationship managemen. sekaligus figur teladan . iving mode. yang mengawal dinamika santri selama 24 jam penuh. Penerapan manajemen pembinaan karakter di pesantren harus dilakukan secara sistematis melalui fungsi perencanaan . , pengorganisasian . , pelaksanaan . , dan pengawasan . Penggunaan fungsi-fungsi ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kinerja pengelola asrama agar mampu mencapai tujuan organisasi yang telah ditentukan. 11Dalam konteks ini. Musyrifah sebagai sumber daya manusia utama berperan penting dalam memberikan kontribusi nyata bagi pencapaian visi pesantren. Yang diharapkan bisa memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan tuntutan pesantren. 12 Khusus pada tahap evaluasi atau controlling. Musyrifah dituntut untuk cerdas dalam memantau setiap kegiatan guna memastikan bahwa sumber daya yang ada telah digerakkan secara tepat untuk mewujudkan santri yang berkarakter religius. Tanpa evaluasi yang mendalam terhadap fungsi-fungsi manajemen tersebut, keberhasilan pembinaan santri unggulan akan sulit diukur secara objektif. Penelitian ini berargumen bahwa keberhasilan pembinaan santri unggulan tidak dapat dicapai melalui pendekatan yang parsial atau sekadar tindakan spontan yang tidak Keberhasilan tersebut memerlukan strategi manajerial yang komprehensif. Ahmad Azaim Multazami and Eka Diana. AuIMPLEMENTASI MANAJEMEN KEDISIPLINAN: UPAYA MENINGKATKAN KONSISTENSI IBADAH SANTRI DI PESANTREN,Ay Jurnal Manajemen Pendidikan 10, no. : 1930Ae43, https://doi. org/10. 34125/jmp. Bambang Afdal. Surya Bambang. AuISLAMIC EDUCATION MANAGEMENT,Ay Jurnal Media Ilmu 2, no. : 107Ae14. Rr. Suhartini. Choirul Arif, dan A. Sunarto AS. Halim. Manjemen Pesantren, vol. 1 (Pustaka Pesantren, 2. An-Nadzir : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. Mei 2026 Hal. terintegrasi, dan berkelanjutan. Peran Musyrifah sangat strategis dalam mengintegrasikan aspek akhlak, akademik, dan hafalan melalui penerapan fungsi manajemen secara konsisten. Strategi yang bersifat holistikAimulai dari perencanaan yang matang, pengorganisasian yang efektif, pelaksanaan yang disiplin, hingga evaluasi yang ketatAimenjadi kunci utama dalam membentuk santri yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kematangan spiritual, dan keluhuran moral. Berdasarkan paparan di atas, artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam strategi Musyrifah dalam membina santri menjadi santri unggulan berbasis manajemen Pendidikan di Pondok Pesantren Hamalatul QurAoan Karawang melalui kacamata manajemen pembinaan. Analisis akan difokuskan pada bagaimana kerangka perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembinaan diterapkan untuk mencapai target keunggulan santri dalam aspek akhlak, akademik, dan hafalan Al-Qur'an. Dengan pencapaian tujuan tersebut, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan ilmu manajemen pendidikan Islam, khususnya dalam konteks pembinaan asrama di pesantren METODE Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pendekatan ini dipilih untuk memahami secara mendalam fenomena strategi Musyrifah dalam membina santri melalui kacamata manajemen 13 Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus, yang berfokus pada pengkajian mendalam terhadap siklus perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembinaan di lokasi penelitian. Secara spesifik, desain yang diterapkan adalah studi kasus tunggal holistik . olistic single-case stud. Pemilihan kasus tunggal ini didasarkan pada keunikan . Pondok Pesantren Hamalatul QurAoan Karawang yang mengintegrasikan program santri unggulan ke dalam regulasi manajemen asrama bersiklus 24 jam. Unit kasus dalam penelitian ini difokuskan pada strategi manajerial yang diterapkan oleh Musyrifah selaku frontline manager. Sementara itu, batasan kasus . dalam riset ini dibatasi pada implementasi fungsi-fungsi manajemen pembinaan . erencanaan, pelaksanaan, dan pengawasa. serta dampaknya terhadap capaian mutu santri unggulan di lingkungan internal asrama Pondok Pesantren Hamalatul QurAoan Karawang. Adapun rentang waktu pengumpulan data dilakukan secara intensif selama empat bulan, terhitung sejak bulan Januari hingga April 2026. Lokasi Penelitian Penelitian ini berlokasi di Pondok Pesantren Hamalatul QurAoan. Karawang. Jawa Barat. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada karakteristik pesantren yang memiliki program pembinaan santri unggulan yang terintegrasi secara manajerial antara aspek akhlak, akademik, dan tahfidz Al-Qur'an. Subjek Penelitian dan Sumber Data Subjek penelitian atau informan dalam penelitian ini terdiri dari pengelola pondok pesantren yang berjumlah 10 orang. Musyrifah yang berjumlah 12 orang, dan santri secara keseluruhan ada 247 orang. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yakni pemilihan berdasarkan kriteria individu yang terlibat langsung dalam proses manajerial dan Komang Ayu Henny Achjar. Metode Penelitian Kualitatif: Panduan Praktis Untuk Analisis Data Kualitatif Dan Studi Kasus (Jambi: PT. Sonpedia Publishing Indonesia, 2. Matthew B. Huberman. Michael. Saldana. Johnny Miles. Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook, 4th Edition (Thousand Oaks: SAGE Publications, 2. Strategi Musyrifah dalam Pembinaan Santri Unggulan Berbasis Manajemen Pendidikan Pensantren di Pondok Pesantren Hamalarul QurAoan Karawang (Karina Dhisty Fitria. Diningrum Citraningsi. pelaksanaan pembinaan. 15 Data primer diperoleh melalui interaksi langsung dengan subjek, sedangkan data sekunder berupa dokumen resmi pesantren. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dilakukan secara sistematis melalui tiga cara: Observasi: Dilakukan dengan mengamati aktivitas manajerial Musyrifah dalam mengelola kegiatan santri selama 24 jam. Wawancara Mendalam: Dilakukan terhadap informan untuk menggali informasi terkait perencanaan program, kendala lapangan, dan strategi evaluasi. Dokumentasi: Pengumpulan data melalui dokumen otentik meliputi: catatan perkembangan hafalan santri, buku kendali kedisiplinan, dokumentasi kegiatan mengaji, serta arsip penilaian kegiatan microteaching santri . ebagai bukti pengembangan kompetensi mengajar dan kepercayaan diri santri unggula. Analisis Data Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. 18 Keabsahan data dijamin melalui teknik triangulasi sumber . embandingkan data dari pengelola dan Musyrifa. serta triangulasi teknik . embandingkan hasil wawancara dengan observasi dan dokumen tertuli. HASIL DAN PEMBAHASAN Kajian empiris mengenai tata kelola kelembagaan, manajemen strategis, dan pembentukan karakter di lingkungan pesantren telah menjadi salah satu fokus perhatian utama dalam khazanah manajemen pendidikan Islam. Riset terdahulu menjelaskan bahwa mengenai manajemen strategi pembinaan akhlak menekankan bahwa keberhasilan internalisasi nilai di pesantren sangat ditentukan oleh perumusan kebijakan makro organisasi, formulasi visi-misi institusi, serta keputusan strategis yang diambil oleh jajaran pimpinan puncak . op managemen. Dalam penelitian lain menjelaskan dalam studinya tentang pembinaan karakter mandiri dan disiplin menambahkan bahwa implementasi kebijakan tersebut di tingkat bawah sangat bertumpu pada metode pembiasaan harian yang linear dan penegakan sanksi formal yang ketat bagi pelanggar aturan. Dalam lanskap literatur tersebut, karakter dan kedisiplinan santri dipandang sebagai produk langsung dari efektivitas perencanaan strategis makro serta ketegasan regulasi tertulis. Meskipun memberikan fondasi teoretis yang kuat, model manajemen strategi makro dalam penelitian pertama serta pendekatan pembiasaan regulatif dari penelitian ke dua masih menyisakan celah akademik . esearch ga. yang mendasar. Kelemahan utama dari studistudi terdahulu adalah kecenderungannya yang meninjau manajemen pesantren secara administratif-struktural dari atas ke bawah . op-dow. , sehingga mengabaikan dinamika Ahmad Safuri. Kultsum. Umi Fauzi. AuPeran Pesantren Dalam Pembentukan Karakter Santri: Tinjauan Aspek Psikologis,Ay Jurnal Al-Murabbi 10, no. : 1Ae10. Suparno Warsah. Idi Amin. Alfauzan Suparno. AuPeningkatan Motivasi Belajar Santri Pada Pondok Pesantren Di Kecamatan Mandiangin,Ay Jurnal Literasiologi 8, no. : 55Ae66. Achjar. Metode Penelitian Kualitatif: Panduan Praktis Untuk Analisis Data Kualitatif Dan Studi Kasus. Miles. Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. Achjar. Metode Penelitian Kualitatif: Panduan Praktis Untuk Analisis Data Kualitatif Dan Studi Kasus. Damayanti Eka Nurul. AuMANAJEMEN STRATEGI PONDOK PESANTREN DAARUL MUTTAQIEN II KABUPATEN TANGERANG DALAM MEMBINA AKHLAK SANTRI SkripsiAy (Lampung, 2. Bahri Husnul Rahayu Tri. AuIndonesian Journal of Character Education Studies under a Creative Commons Attribution-ShareAlike International (CC BY-SA License (Https://Creativecommons. Org/Licenses/by-Sa/4. 0/),Ay Indonesian Journal of Character Education Studies 2, 2 . : 10, https://doi. org/10. 64420/ijces. An-Nadzir : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. Mei 2026 Hal. interaksi operasional mikro dan manajemen hubungan . elationship managemen. yang bersifat emosional-dialogis di tingkat asrama. Riset terdahulu belum membedah bagaimana kebijakan makro institusi diterjemahkan secara riil oleh eksekutor garis depan . untuk mengawal aktivitas santri dalam satu kesatuan siklus waktu sirkular selama 24 jam penuh. Padahal, pada program santri unggulan yang memikul beban kognitif tinggi akibat tuntutan kurikulum ganda . kademik sekolah formal dan target tahfid. , akhlak dan kedisiplinan tidak dapat dibentuk hanya melalui dokumen strategi di atas kertas atau ancaman hukuman kaku. Keberhasilan program justru membutuhkan pendekatan personal yang adaptif, harmonisasi jadwal biologis . eperti pengaturan waktu reha. , serta konseling emosional yang humanis dari Musyrifah saat santri berada pada titik jenuh atau kelelahan psikologis. Untuk memahami secara komprehensif bagaimana strategi manajerial diimplementasikan dilapangan, penelitian ini memetakan temuan ke dalam dua instrumen data utama. Pertama, draf pengorganisasian pilar pembinaan santri unggulan, dan kedua, manifestasi perencanaan program dalam siklus waktu harian. Adapun draft pemetaan aspek pembinaan, strategi utama, instrument yang digunakan serta luaran yang ditargetkan oleh musyrifah dapat dicermati pada Tabel 1 berikut: Aspek Pembinaan Akhlak Akademik Tahfidz Personal Tabel 1. Matriks Strategi Pembinaan Santri Unggulan Strategi Utama Instrumen/Media Output yang Diharapkan Keteladanan Living Model (Musyrifa. Karakter disiplin & (Uswa. Motivasi & Pendampingan Belajar Prestasi & Nilai Fasilitasi Akademik Talaqqi & Buku Setoran Hafalan Hafalan kuat (Itqa. Muroja'ah Individual Konseling & Pendekatan Adaptabilitas santri Treatment Emosional Berdasarkan Tabel 1 di atas, musyrifah mengoperasikannya secara rill ke dalam draf agenda harian yang terkait dengan dimensi waktu. Pengorganisasian aktivitas ini mencerminkan bagaimana fungsi manajemen dijalankan secara konsisten sepanjang hari. Untuk melihat bagaimana integrasi strategi dan peran Musyrifah dalam mengawal seluruh siklus aktivitas santri unggulan selama 24 jam, data tersebut disajikan pada Tabel 2 Tabel 2. Agenda Kegiatan dan Strategi Pembinaan Santri Siklus 24 Jam Waktu Agenda Kegiatan Peran & Strategi Musyrifah Fokus Pembinaan 00 Ae 05. 00 Ae 06. 00 Ae 07. 00 Ae 12. Bangun Tidur & Persiapan Subuh Talaqqi Pagi Persiapan Diri & Sarapan KBM Formal Penggerak kesadaran dini hari (Trigge. Simakan tajwid & tashih hafalan Pengawasan adab & kebersihan Spiritual & Kedisiplinan Tahfidz (Kualita. Monitoring kehadiran & motivasi Akademik Kemandirian Strategi Musyrifah dalam Pembinaan Santri Unggulan Berbasis Manajemen Pendidikan Pensantren di Pondok Pesantren Hamalarul QurAoan Karawang (Karina Dhisty Fitria. Diningrum Citraningsi. 15 Ae 13. 00 Ae 14. 30 Ae 16. 30 Ae 18. 00 Ae 19. 00 Ae 21. 00 Ae 03. ISOMA (Istirahat. Shalat. Maka. Tidur Siang Persiapan Ashar & Ekskul Istirahat Sore & Mandi Halaqah Maghrib Shalat Isya & Belajar Malam Istirahat Malam (Tidu. Pembiasaan adab makan & disiplin waktu Pengaturan masa rehat biologis Fasilitasi minat, bakat, & aktivitas Monitoring kedisiplinan personal Pendampingan murojaAoah . Fasilitator pemahaman materi Pengawasan suasana kondusif & Akhlak & Ibadah Kesehatan Mental Soft Skill & Akademik Kebersihan Tahfidz (Kuantita. Akademik Pemulihan (Recover. Data agenda kegiatan pada Tabel 2 merupakan visualisasi dari proses reduksi data dan penyusunan kode . terhadap seluruh transkrip wawancara serta catatan lapangan. Kerangka Manajemen Operasional: Integrasi Strategi Siklus 24 Jam dalam Membina Santri Unggulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan akhlak di Pondok Pesantren Hamalatul QurAoan Karawang bertumpu pada fungsi penggerakan . yang diwujudkan melalui metode keteladanan . Musyrifah memosisikan diri sebagai manajer lapangan yang menginternalisasi nilai-nilai kedisiplinan secara konsisten. Temuan ini mengonfirmasi bahwa lingkungan pesantren yang terstruktur secara manajerial efektif dalam mendukung pembentukan karakter santri melalui imitasi perilaku pembimbing. Berdasarkan hasil wawancara, intensitas pendampingan yang melekat secara penuh sepanjang hari menjadi kunci utama efektivitas strategi ini, sebagaimana dipaparkan oleh pihak pengasuhan: "Target utama santri unggulan meliputi pencapaian serta kelancaran hafalan AlQurAoan sesuai target. Kami selalu mendampingi santri sejak bangun tidur hingga tidur Jadwal harian diatur secara terstruktur agar waktu santri seimbang antara ibadah, belajar, dan istirahat. " (Wawancara dengan Ustadzah Indah. Februari 2. Temuan ini mengonfirmasi bahwa lingkungan pesantren yang terstruktur secara manajerial efektif dalam mendukung pembentukan karakter santri melalui imitasi perilaku A Proses penegakan disiplin yang dilakukan oleh Musyrifah dinilai sangat telaten oleh santri, sehingga mempermudah mereka untuk mengadopsi kebiasaan-kebiasaan positif tersebut secara sukarela. Hal ini divalidasi oleh pengakuan salah satu santri program "Musyrifah/Ustazah membimbingku dengan sabar dan telaten. Beliau selalu memberikan arahan, dan contoh-contoh yang bisa aku tiru ketika belajar serta membantu ketika aku mengalami kesulitan dalam belajar maupun menghafal Al-Qur'an. " (Wawancara dengan Hafshah. Februari 2. Jika dikomparasikan dengan khazanah penelitian terdahulu yang bertema sejenis, temuan di Hamalatul Qur'an Karawang ini memberikan draf kontribusi teoretis baru yang lebih spesifik. Riset dari Damayanti . mengenai pengelolaan pesantren menekankan bahwa keberhasilan pembinaan akhlak santri sangat bertumpu pada manajemen strategi makro organisasi yang dirumuskan oleh pimpinan puncak . op managemen. Di sisi lain. Fauzi. AuPeran Pesantren Dalam Pembentukan Karakter Santri: Tinjauan Aspek Psikologis. Ay An-Nadzir : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. Mei 2026 Hal. riset dari Rahayu dan Bahri . mengenai strategi pembinaan karakter mandiri menggarisbawahi bahwa kedisiplinan santri di asrama dibentuk melalui metode pembiasaan harian yang kaku dan penerapan sanksi atau hukuman formal bagi pelanggar tata tertib. Kedua penelitian terdahulu tersebut cenderung meninjau manajemen kedisiplinan asrama dari perspektif administratif-struktural atas-bawah . op-dow. dan berorientasi pada aturan formal di atas kertas. Berbeda dengan kedua studi spesifik tersebut, temuan di lokasi penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan pembinaan pada program santri unggulan tidak dapat dipaksakan melalui rigiditas aturan tertulis atau ancaman hukuman kaku semata. Pembinaan di Hamalatul Qur'an Karawang sangat bergantung pada keluwesan manajemen hubungan . elationship managemen. mikro yang bersifat emosional-dialogis. Pendekatan psikologis secara aktif diterapkan oleh Musyrifah untuk memitigasi tingkat kejenuhan kognitif santri akibat beban kurikulum ganda: "Musyrifah mengajak santri berbicara untuk mengetahui penyebabnya, memberi dukungan dan nasihat, dan mengingatkan tujuan mereka belajar. Kadang juga diselingi metode yang lebih menyenangkan agar santri tidak terlalu terbebani seperti cerita yang memotivasi atau games. " (Wawancara dengan Ustadzah Kiki. Februari 2. Upaya komunikasi emosional yang hangat tersebut dirasakan langsung dampaknya oleh santri, yang menyatakan bahwa pendekatan humanis dari pengasuh mampu mengembalikan draf motivasi belajar mereka di asrama: "Biasanya Ustazah memberikan motivasi, nasihat, atau mengajak aku untuk melakukan hal lain seperti beristirahat sejenak agar semangat kembali, bermain sambil Beliau juga sering memberikan dukungan agar aku tidak mudah menyerah. (Wawancara dengan Aisyah. Februari 2. Melalui pola interaksi operasional 24 jam ini, kepatuhan santri berhasil diarahkan agar muncul berdasarkan kesadaran moril, bukan ketakutan struktural sebagaimana yang dikritisi dari model Rahayu dan Bahri . Internalisasi nilai melalui keteladanan ini tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses pengamatan berkelanjutan yang dilakukan oleh santri terhadap keseharian musyrifah. Berbeda dengan penelitian terdahulu yang berfokus pada aspek administratif,23temuan di lokasi ini menunjukkan bahwa keberhasilan pembinaan sangat bergantung pada manajemen hubungan . elationship managemen. Penegakan disiplin dilakukan melalui pendekatan persuasif . , yang membuktikan adanya peralihan dari model pendisiplinan represif menuju model manajemen pendidikan yang humanis. 24 Hal ini krusial untuk memastikan kepatuhan santri muncul berdasarkan kesadaran moril, bukan rasa Internalisasi nilai melalui keteladanan ini tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses pengamatan berkelanjutan yang dilakukan oleh santri terhadap keseharian Dalam konteks sosiologi pendidikan, proses ini dikenal sebagai social learning, di mana individu belajar melalui observasi dan imitasi perilaku figur otoritas. Kehadiran musyrifah selama 24 jam di lingkungan asrama menciptakan ekosistem pembinaan yang Penegakan disiplin yang persuasif di Pondok Pesantren Hamalatul QurAoan Karawang menunjukkan peralihan dari model pendisiplinan represif menuju model dialogis. Hal ini sangat krusial mengingat santri unggulan memerlukan ruang aktualisasi diri yang sehat tanpa merasa tertekan oleh rigiditas aturan, sehingga kepatuhan yang muncul adalah kepatuhan Zuhriyah. AuImplementasi Mudarosatul QurAoan Dalam Meningkatkan Hafalan Al QurAoan Di Pondok Pesantren Takhfidz YanabiAoul QurAoan Sabongdukuh Jombang. Ay Mulyasa. Manajemen Pendidikan Karakter (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2. , hal. Strategi Musyrifah dalam Pembinaan Santri Unggulan Berbasis Manajemen Pendidikan Pensantren di Pondok Pesantren Hamalarul QurAoan Karawang (Karina Dhisty Fitria. Diningrum Citraningsi. Implementasi Perencanaan (Plannin. dan Fasilitasi dalam Capaian Prestasi Akademik Langkah strategis dalam manajemen operasional di Pondok Pesantren Hamalatul QurAoan Karawang dimanifestasikan secara riil melalui fungsi perencanaan . dan pengorganisasian . jadwal aktivitas santri unggulan secara sirkular selama 24 Sebagai kelompok pembelajar yang memikul kurikulum ganda yaitu target akademis sekolah formal dan akselerasi tahfidz Al-Qur'an santri unggulan memiliki risiko tinggi mengalami academic burnout . elelahan kognitif ekstrem akibat tekanan belaja. Oleh karena itu, perencanaan jadwal yang disusun oleh Musyrifah tidak hanya berorientasi pada pemenuhan jam belajar, melainkan bertumpu pada konsep energy management . ata kelola energi biologi. dan pengondisian mental readiness . esiapan menta. santri melalui pengaturan waktu rehat yang proporsional. Penekanan pada aspek energy management ini menjadi kebutuhan mutlak mengingat karakteristik santri unggulan memiliki beban kognitif . ognitive loa. yang jauh lebih besar daripada santri reguler. Sebagai kelompok pembelajar dengan target capaian ganda, mereka dituntut untuk mempertahankan fokus tinggi sepanjang hari. Tanpa adanya desain perencanaan jadwal sirkular yang menghargai hak biologis tubuh, status "unggulan" justru berpotensi memicu kelelahan mental yang kontraproduktif terhadap stabilitas daya ingat santri dalam menghafal Al-Qur'an. Secara empiris, hubungan kausalitas antara jadwal istirahat yang terencana dengan capaian prestasi akademik santri terlihat jelas pada alokasi waktu tidur siang . 00Ae . dan tidur malam . 00Ae03. sebagaimana terstruktur pada Tabel 2. Secara manajerial, perencanaan waktu istirahat ini berfungsi sebagai strategi pemulihan fokus Musyrifah memastikan bahwa ekosistem asrama tetap kondusif agar santri memiliki kesiapan mental . ental readines. sebelum memasuki sesi belajar mandiri di malam hari. Dukungan sosial . ocial suppor. yang diberikan Musyrifah berupa bimbingan non-formal terbukti mampu memitigasi tekanan psikologis akibat beban kurikulum formal. Dengan demikian, prestasi akademik santri unggulan di Pondok Pesantren Hamalatul QurAoan merupakan hasil dari sinergi antara perencanaan jadwal yang kaku dan pendekatan fasilitasi yang fleksibel. Sinergi ini mengonfirmasi bahwa manajemen pendidikan yang efektif harus mampu menyeimbangkan antara tuntutan intelektual dan kebutuhan fisiologis peserta Musyrifah menerapkan fungsi planning ini bukan sebagai bentuk relaksasi pasif, melainkan sebagai strategi pemulihan daya ingat . emory consolidatio. dan penyegaran kapasitas kerja otak santri sebelum memasuki halaqah tahfidz intensif di sore hari. Pihak pengasuhan menegaskan filosofi perencanaan jadwal tersebut: "Jadwal harian diatur secara terstruktur. Jadwal dibuat agar waktu santri seimbang antara ibadah, belajar, dan istirahat. " (Wawancara dengan Ustadzah Indah. Februari 2. Melalui kacamata manajemen, fasilitasi berupa pembagian waktu yang seimbang ini mereduksi ketegangan psikologis santri, sehingga memicu lahirnya stabilitas emosi yang mendukung fokus belajar. Keabsahan dampak positif dari perencanaan energi biologis ini diakui langsung oleh santri program unggulan yang merasakan kenyamanan dalam mengasimilasi materi pelajaran: "Ya, saya merasa nyaman. Pengaturan waktu dan aturan yang dibuat membantu aku menjadi lebih disiplin, teratur, dan mampu membagi waktu dengan baik antara belajar, menghafal, dan beristirahat. " (Wawancara dengan Aisyah. Februari 2. Najmiyyatul Mizaniyyah and Teguh Triwiyanto. AuMANAJEMEN WAKTU SANTRI DI PESANTREN : STUDI KOMPARATIF 10 PESANTREN DI INDONESIAAy 5, no. : 2. Suparno. AuPeningkatan Motivasi Belajar Santri Pada Pondok Pesantren Di Kecamatan Mandiangin. Ay An-Nadzir : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. Mei 2026 Hal. Dengan demikian, klaim mengenai tata kelola energi dan kesiapan mental di lokasi penelitian termaterialisasi secara gamblang: prestasi akademik santri unggulan tidak dicapai melalui pemaksaan durasi belajar yang kaku, melainkan melalui desain perencanaan operasional asrama yang menghargai ritme biologis santri sebagai modal utama keberhasilan Fungsi Penggerakan (Actuatin. dan Manajemen Hubungan dalam Pembinaan Akhlak Tahap penggerakan . merupakan inti dari transformasi karakter santri. Musyrifah menerapkan strategi manajemen hubungan . elationship managemen. yang berbasis pada keteladanan harian selama 24 jam. Strategi ini melampaui sekadar instruksi Musyrifah memosisikan diri sebagai figur sentral yang menginternalisasi nilai-nilai kedisiplinan melalui tindakan nyata. Dalam teori Social Learning, proses imitasi terhadap figur otoritas menjadi kunci utama dalam pembentukan kebiasaan baru. Perilaku operasional Musyrifah yang menjadi figur sentral penegak disiplin 24 jam ini secara konseptual merefleksikan corak Transformational Leadership (Kepemimpinan Transformasiona. dan Servant Leadership (Kepemimpinan Pelaya. dalam ekosistem pendidikan Islam. Musyrifah di lapangan tidak menggunakan legitimasi kekuasaan struktural formal yang kaku untuk menuntut kepatuhan mutlak santri. Sebaliknya, melalui dimensi individualized consideration . erhatian individua. , mereka bertindak sebagai pemimpin pelayan yang mengutamakan draf stabilitas emosional dan kebutuhan psikologis anak didik sebelum menuntut target kurikulum. Transformasi motivasi santri dari sifat ekstrinsik . akut hukuma. menjadi intrinsik . esadaran mori. membuktikan keberhasilan kepemimpinan transformasional mikro ini. Berbeda dengan model pendisiplinan represif yang sering ditemukan di lembaga pendidikan tradisional, pelaksanaan pembinaan di sini beralih menuju model manajemen pendidikan yang humanis. Musyrifah menggunakan pendekatan persuasif-dialogis dalam menegakkan aturan, sehingga kepatuhan yang muncul dari santri unggulan bukan didasari oleh rasa takut . ear-based obedienc. , melainkan kesadaran moril. Kehadiran Musyrifah secara kontinu di lingkungan asrama menciptakan ekosistem pembinaan yang stabil, di mana nilai-nilai akhlak seperti kejujuran, kemandirian, dan kesantunan menjadi budaya organisasi yang hidup. Hal ini membuktikan bahwa fungsi penggerakan yang efektif dalam pesantren sangat bergantung pada kualitas interaksi personal antara pembimbing dan santri. Pengawasan (Controllin. dan Evaluasi Mutu pada Capaian Tahfidz Al-Qur'an Strategi terakhir dalam kerangka manajemen ini adalah pengawasan . atau evaluasi mutu secara berkala. Pada aspek tahfidz. Musyrifah menjalankan fungsi pengawasan mutu . uality contro. melalui instrumen buku setoran hafalan yang didokumentasikan secara ketat setiap hari. Proses evaluasi harian melalui metode talaqqi . imakan langsun. memastikan bahwa standar kualitas bacaan sesuai dengan kaidah tajwid dan fashahah. Ali Imron and Ria April Lestari. AuImplementasi Kepemimpinan Transformasional Dalam Meningkatkan Disiplin Santri Di Lembaga Pendidikan Masruriyah Markas Pusat Bogor,Ay Jurnal Global Ilmiah 2, no. : 5. Fauzi. AuPeran Pesantren Dalam Pembentukan Karakter Santri: Tinjauan Aspek Psikologis. Ay Ahmed, and Mohammad Nazir Shihab. AuQuality Control Management in Quranic Memorization Programs: An Evaluative Study of Formative Assessment,Ay Journal of Islamic Educational Research 2, no. 142Ae56. Strategi Musyrifah dalam Pembinaan Santri Unggulan Berbasis Manajemen Pendidikan Pensantren di Pondok Pesantren Hamalarul QurAoan Karawang (Karina Dhisty Fitria. Diningrum Citraningsi. Tabel 3. Matriks Pengawasan Mutu (Controllin. Capaian Tahfidz Santri Ragam Indikator Penilaian Frekuensi Temuan Utama dari Instrumen Hafalan Evaluasi Analisis Dokumen Buku Setoran Kuantitas Ziyadah Setiap hari (Setiap Santri mampu memenuhi Hafalan . ambah hafalan Sesi Talaqqi Pagi & target draf setoran harian bar. dan kelancaran Maghri. secara konsisten berkat akurasi bacaan. durasi rehat siang yang Kartu Kontrol Kualitas Itqan Mingguan (Setiap Evaluasi Perkembangan . ekuatan hafalan Hari Sabtu/Aha. mendeteksi fluktuasi ingatan santri jika beban materi tajwid, dan fashahah. sekolah formal sedang padat. Buku Konseling Stabilitas emosi. Insidental (Kapan Penurunan kualitas hafalan Asrama kejenuhan pun saat terjadi selalu berkolerasi dengan . , dan penurunan draf tingkat kejenuhan kedisiplinan waktu perform. kognitif santri di asrama. Proses evaluasi harian melalui metode talaqqi . imakan langsun. berdasarkan indikator di atas memastikan bahwa standar kualitas bacaan santri selalu sesuai dengan kaidah tajwid dan fashahah. Musyrifah melakukan fungsi audit hafalan untuk memastikan keseimbangan antara kuantitas . dan kualitas . Jika ditemukan penurunan progresivitas atau kelemahan daya ingat dalam catatan harian. Musyrifah segera melakukan intervensi manajerial berupa penambahan jam murojaAoah mandiri atau bimbingan khusus . ndividual treatmen. Ketika terjadi kendala atau draf penurunan performa hafalan akibat kejenuhan santri, pihak pengasuhan secara aktif melakukan pengawasan persuasif: "Musyrifah mengajak santri berbicara untuk mengetahui penyebabnya, memberi dukungan dan nasihat, dan mengingatkan tujuan mereka belajar. Kadang juga diselingi metode yang lebih menyenangkan agar santri tidak terlalu terbebani seperti cerita yang memotivasi atau games. " (Wawancara dengan Ustadzah Kiki. Juni 2. Musyrifah melakukan fungsi audit hafalan untuk memastikan keseimbangan antara kuantitas . dan kualitas . Jika ditemukan penurunan progresivitas atau kelemahan daya ingat dalam catatan harian. Musyrifah segera melakukan intervensi manajerial berupa penambahan jam murojaAoah mandiri atau bimbingan khusus . ndividual Evaluasi berkelanjutan ini merupakan variabel kunci yang menjamin keberlanjutan program santri unggulan. Dengan sistem monitoring yang ketat namun adaptif. Musyrifah berhasil memastikan bahwa setiap santri mencapai target hafalan tanpa mengorbankan kualitas akurasi bacaan. Hal ini mempertegas bahwa keberhasilan program tahfidz bukan hanya soal metode menghafal, melainkan efektivitas sistem pengawasan yang dijalankan oleh Musyrifah sebagai pengelola mutu di tingkat asrama. Di ranah teoretis, keberadaan Buku Konseling Asrama dan Kartu Kontrol sebagai instrumen controlling yang adaptif ini sejalan dengan kerangka kerja pendidikan karakter Thomas Lickona, yang menekankan integrasi antara pengetahuan moral . oral knowin. , perasaan moral . oral feelin. , dan tindakan moral . oral actio. Pengawasan mutu yang dilakukan Musyrifah terbukti berhasil menyentuh aspek moral feeling santri dengan cara menghindari represi fisik atau sanksi kaku yang menjatuhkan mental. Berdasarkan prinsip modifikasi perilaku (Reinforcement Theor. , penanganan dialogis serta pemberian motivasi ketika hafalan santri menurun bertindak sebagai draf positive reinforcement . enguatan Iran Fuadi. Ahmad Buhori. AuEfektivitas Metode Talaqqi. TasmiAo Dan Murojaah Dalam Menghafal Al-QurAoan 30 Juz Di Pesantren Darul AoUlum Khulafaur Rasyidin Baja Kuning AoAy 3, no. : hal. An-Nadzir : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. Mei 2026 Hal. Pola kontrol emosional inilah yang merangsang lahirnya moral action berupa karakter mandiri dan disiplin yang kokoh dari dalam diri santri unggulan31 KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa strategi Musyrifah dalam membentuk santri unggulan di Pondok Pesantren Hamalatul QurAoan Karawang merupakan sebuah implementasi kerangka manajemen pembinaan terpadu yang mengintegrasikan fungsi perencanaan . , penggerakan . , dan pengawasan . secara konsisten selama 24 jam. Pertama, pada dimensi perencanaan strategis. Musyrifah berhasil mengelola ritme harian santri melalui penjadwalan yang presisi untuk menyeimbangkan beban kognitif, spiritual, dan kebutuhan fisiologis. Temuan menunjukkan bahwa pengaturan waktu istirahat yang terstruktur . idur siang pukul 13. 00Ae14. 30 dan tidur malam pukul 21. 00Ae03. bukan sekadar jeda kegiatan, melainkan strategi manajemen risiko untuk mencegah academic Hal ini sejalan dengan teori manajemen energi yang menekankan bahwa kesiapan mental . ental readines. merupakan prasyarat utama dalam optimalisasi performa intelektual dan retensi hafalan Al-Qur'an, sehingga performa akademik santri unggulan yang memikul kurikulum ganda tetap terjaga secara konsisten. Kedua, pada dimensi penggerakan dan kepemimpinan, pembinaan akhlak santri unggulan dilakukan melalui manajemen hubungan . elationship managemen. yang berbasis pada keteladanan . Musyrifah bertindak sebagai living model yang menginternalisasi nilai-nilai karakter melalui interaksi dialogis. Pendekatan ini mencerminkan corak kepemimpinan transformasional dan pelayan . ervant leadershi. , sekaligus membuktikan peralihan dari model pendisiplinan represif menuju model manajemen pendidikan humanis. Secara sosiologis, pembiasaan sirkular selama 24 jam ini berhasil menstimulasi lahirnya habitus . baru yang efektif dalam mengubah kepatuhan eksternal menjadi kesadaran intrinsik santri. Ketiga, pada dimensi pengawasan. Musyrifah menerapkan sistem evaluasi formatif yang ketat melalui ragam instrumen riil seperti Buku Setoran Hafalan. Kartu Kontrol Perkembangan, dan Buku Konseling Asrama dengan metode talaqqi. Pengawasan berkelanjutan ini mengukur indikator kuantitas . dan kualitas . secara berkala untuk memastikan standar hafalan santri unggulan tetap berada pada level yang kuat. Melalui pendekatan positive reinforcement, fungsi kontrol yang adaptif ini mampu menyelaraskan aspek pengetahuan moral . oral knowin. , perasaan moral . oral feelin. , hingga menjadi tindakan moral . oral actio. yang nyata. Konsistensi dalam fungsi kontrol ini menjadi variabel kunci yang menjamin keberlanjutan program santri unggulan di tengah dinamika karakter santri yang beragam. Secara teoretis, penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan pesantren modern sangat ditentukan oleh kapasitas manajerial tenaga pendidik dalam mengelola ekosistem pembelajaran secara profesional, sistematis, dan humanis. Ulumiah Azizatul. AuFUNGSI MANAJEMEN TAHFIDZ AL-QURAoAN DALAM MENINGKATKAN HAFALAN SANTRI PONDOK PESANTREN MUTIARA JANNAH KECAMATAN TANJUNG LAMPUNG SELATAN,Ay 2025, 30. Suparno. AuPeningkatan Motivasi Belajar Santri Pada Pondok Pesantren Di Kecamatan Mandiangin. Ay Mulyasa. Manajemen Pendidikan Karakter. Aspika. AuIMPLEMENTASI METODE TALAQQI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DAN MENGHAFAL AL-QURAoAN SISWA KELAS Vi SMP NEGERI 6 REJANG LEBONG SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Syarat-Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana (S. Dalam Ilmu Tarbiyah ANI ASPIKA NIM 21531007. Ay Strategi Musyrifah dalam Pembinaan Santri Unggulan Berbasis Manajemen Pendidikan Pensantren di Pondok Pesantren Hamalarul QurAoan Karawang (Karina Dhisty Fitria. Diningrum Citraningsi. Secara teoretis, penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan pesantren modern sangat ditentukan oleh kapasitas manajerial tenaga pendidik dalam mengelola ekosistem pembelajaran secara profesional, sistematis, dan humanis. REFERENCES