Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Volume 3. Nomor 2. Tahun 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. DOI: https://doi. org/10. 61132/jbpai. Online Available at: https://journal. id/index. php/jbpai Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di UPT SPF SD Inpres Perumnas L Makassar Nuwayyar Azizah Azzah1*. Sulaeman2. Ahmad Nashir3 Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam. Universitas Muhammadiyah Makassar. Indonesia 1,2,3 E-mail: nuwayyarazizah05@gmail. com1, sulaemanm@unismuh. id2, ahmadnashir@unismuh. *Korespondensi penulis: nuwayyarazizah05@gmail. Abstract. This study aims to determine . the types of strategies used by Islamic Religious Education teachers to enhance students' learning motivation at UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar, . the impact of implementing these strategies on students' learning motivation at UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar, and . the supporting and inhibiting factors influencing Islamic Religious Education teachers in enhancing students' learning motivation at UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar. This research employs a qualitative descriptive approach to gather factual information and truths occurring in the field through data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. The findings of this study indicate that . Islamic Religious Education teachers use various strategies to enhance students' learning motivation, including expository, contextual learning, cooperative learning, inquiry, ice-breaking activities, reinforcement, praise, punishment, and . The implementation of these strategies has positively impacted students' motivation by increasing enthusiasm for learning, improving focus, fostering responsibility for both academic and non-academic tasks, and preventing boredom during the learning process. The supporting factors in the teaching and learning process include adequate facilities and infrastructure, as well as the application of effective and efficient teaching Meanwhile, the inhibiting factors faced by students include a lack of parental awareness in providing attention and support for their education, as well as the influence of peers who tend to be less motivated in participating in learning activities. Keywords: Islamic Religious Education. Learning. Motivation. Strategy. Teacher. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui . Bentuk strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar, . Dampak penerapan strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar, . Faktor pendukung dan faktor penghambat guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif untuk dapat mengumpulkan informasi fakta atau kebenaran yang terjadi di lapangan dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa . Bentuk strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar menggunakan beberapa bentuk strategi yang meliputi ekspositori, contextual learning, kooperatif, inquiry, ice breaking, memberikan penguatan, pemberian pujian, memberikan hukuman, dan pemberian nilai . Dampak penerapan strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar telah meningkatkan motivasi siswa dalam semangat belajar, siswa menjadi fokus, membangun tanggung jawab siswa terhadap tugas akademik maupun non akademik dan siswa tidak merasa bosan dalam proses pembelajaran, . Adapun faktor pendukung dalam proses belajar mengajar yaitu fasilitas sarana-prasarana memadai dan menerapkan berbagai metode-metode pembelajaran yang efektif dan efesien. Sedangkan faktor penghambat yang dihadapi siswa yaitu kurangnya kesadaran orang tua mereka dalam memberikan perhatian dan dukungan dalam pembinaan pendidikan siswa serta pengaruh terhadap teman sebaya yang masih bermalas-malasan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Kata Kunci: Belajar. Guru. Motivasi. PAI. Strategi. Received Januari 07, 2025. Revised Januari 24, 2025. Accepted Februari 10, 2025. Online Available Februari 13, 2025 Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di UPT SPF SD Inpres Perumnas L Makassar PENDAHULUAN Guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting sebagai subjek dalam proses pembelajaran di sekolah, guru yang secara langsung terlibat dalam mencakup sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, penasihat, model, teladan, dan pendorong kreatifitas (Tamrin, dkk, 2. Guru Pendidikan Agama Islam adalah seorang pendidik yang mengajarkan agama islam kepada siswanya dengan bimbingan yang menuntun, memberikan tauladan, dan membantu anak didiknya mencapai kedewasaan fisik dan rohani. Hal ini sesuai dengan tujuan Pendidikan Agama yang ingin dicapai, yaitu membimbing anak-anak menjadi muslim sejati, beriman, teguh, beramal shaleh, dan berakhlak mulia yang bermanfaat bagi agama, negara, dan masyarakat (Mailani, dkk, 2. Zakiyah Derajat menyatakan bahwa Pendidikan Agama Islam adalah suatu usaha untuk membina dan mengasuh peserta didik dapat senantiasa dapat memahami ajaran Islam secara menyeluruh, menghayati tujuan, dan pada akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan Islam sebagai pandangan hidup. Guru yang mengajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam adalah seorang guru yang kompeten dengan mampu memiliki wewenang dan kepercayaan di sekolah untuk melaksanakan tugas, fungsi, peran, dan tanggung jawab dalam mendidik, mengajar, membimbing, melatih dan mengevaluasi berdasarkan nilai-nilai ajaran Islam agar siswa dapat menjadi manusia yang memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt. Guru Pendidikan Agama Islam adalah salah satu elemen yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dengan strategi yang digunakan untuk memberikan metode pembelajaran yang bervariasi sehingga membuat siswa lebih aktif dan akan memperoleh hasil belajar yang optimal. Namun, demikian, dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa bukan suatu hal yang mudah melainkan masih ada problem-problem yang dihadapi guru Pendidikan Agama Islam, maka kreatifitas, profesionalitas, dan ketekunan guru Pendidikan Agama Islam dapat membantu meningkatkan motivasi siswa untuk belajar. Hasil observasi awal yang terlaksana di UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar, peneliti dapat menunjukan ada terdapat beberapa siswa kelas V yang tampak kurang termotivasi saat proses belajar mengajar di kelas. Guru Pendidikan Agama Islam yakni ibu Islamiah. Pd. I mengatakan bahwa terjadinya dampak siswa yang kurang semangat dalam belajar karena faktor orang tua yang memiliki kesibukkan sehingga kurang memberikan perhatian dan dukungan dalam pendidikan siswa serta adanya pengaruh terhadap teman sebaya yang bermalas-malasan dan mempunyai minat belajar yang kurang. Oleh karena itu seorang guru Pendidikan Agama Islam harus berperan penting dalam memberikan berbagai bentuk strategi dan motivasi yang membangun pontesi dan semangat siswa dalam proses belajar mengajar. Jurnal Budi Pekerti Agama Islam - Volume 3. Nomor 2. Tahun 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. Berdasarkan realitas tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang terkait AuStrategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Di UPT SPF SD Inpres Perumnas I MakassarAy. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang mengungkapkan fakta atau kebenaran yang terjadi di lapangan dengan melakukan observasi dan wawancara serta dokumentasi. Jenis penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan, menjelaskan, dan mengungkapkan fenomena yang terjadi. Penelitian kualitatif adalah suatu proses penelitian untuk memahami fenomena-fenomena manusia ataupun sosial dalam menggambarkan dengan menyeluruh dan kompleks yang disajikan dengan kata-kata, pemberitahuan terinci yang diperoleh dari sumber informan. Lokasi penelitian ini akan dilakukan di UPT SPF SD Inpres Perumnas I Kota Makassar. Jl. Bonto Daeng Ngirate No. Bonto Makkio. Kec. Rappocini. Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan. HASIL DAN PEMBAHASAN Bentuk Strategi Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar Strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar, merupakan salah satu pendekatan mengajar dalam proses belajar mengajar di kelas maupun di luar kelas yang mendukung pencapaian tujuan penmbelajaran yang baik. Dengan adanya bentuk strategi siswa akan merasakan perubahan suasana dalam kegiatan belajar, contohnya siswa lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Islam maupun kegiatan-kegiatan ekstrakulikuler di sekolah. Berbagai macam bentuk strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam proses belajar mengajar di kelas akan menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan membangun potensi belajar siswa menjadi lebih baik. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti terkait bentuk strategi guru Pendidikan Agama Islam di UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar kepada ibu Rosdiana. Pd selaku kepala sekolah mengatakan bahwa: AuUpaya sekolah dalam bentuk strategi guru untuk meningkatkan motivasi belajar pastinya banyak yang perlu diperhatikan terutama dari kinerja guru yang mengajar, jadi seorang guru tentunya perlu diberikan tambahan ilmu pengetahuan dengan mengadakan kegiatan KKG . elompok kerja gur. untuk dapat membekali siswa-siswa, menyediakan fasilitas sarana- Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di UPT SPF SD Inpres Perumnas L Makassar prasarana yang memadai dan guru harus membentuk metode-metode pembelajaran yang efektif agar dapat meningkatkan motivasi maupun minat belajar siswa di dalam kelas maupun di luar kelasAy. Hasil wawancara dengan ibu Islamiah S. Pd. I selaku guru PAI UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar mengatakan bahwa: AuBentuk strategi dalam motivasi belajar sangat penting saat proses pembelajaran, saya sebagai guru Pendidikan Agama Islam pastinya selalu memberikan ice breaking, penguatan, pujian, hukuman dan nilai kepada siswa. Saat proses belajar mengajar saya biasanya menggunakan beberapa strategi seperti strategi ekspositori, strategi kooperatif, strategi contextual learning, strategi kreatif, dan strategi inquiry dengan hal ini dapat membangun motivasi belajar siswa. Metode-metode pembelajaranya seperti quis, tanya jawab, doa hafalan, mempraktikan sesuai materi ajaran di kelas, menyanyi . smaul husna, nama malaikat, dan nama bulan hijriya. melalui media youtube, games berupa alat kotak yang saya buat untuk siswa menyusun rukun islam dengan benar dan juga siswa dilatih memperagakan pengucapan-pengucapan benar huruf hijaiyah dengan ini siswa tidak merasakan bosan saat proses pembelajaran berlangsungAy. Pernyataan hasil wawancara diatas dapat diketahui upaya guru Pendidikan Agama Islam UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dengan memberikan berbagai bentuk strategi-strategi sebagai berikut: Ice breaking Ice breaking ini adalah bentuk strategi guru Pendidikan Agama Islam untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman dan mempermudah guru dalam berinteraksi kepada siswa di dalam kelas. Peneliti saat melakukan observasi di UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar, guru Pendidikan Agama Islam menggunakan ice breaking di kelas V sebelum pembelajaran dimulai dengan cara seperti memberikan quis teka-teki yang berupa nama-nama malaikat beserta tugasnya kepada siswa. Memberikan Penguatan Memberikan penguatan adalah suatu respons guru yang diberikan kepada siswa terhadap perilakunya positif atau yang dianggap baik dengan cara tersenyum, memberikan hadiah ataupun perkataan yang menyentuh peraasan siswa. Peneliti saat melakukan observasi di UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar, cara guru Pendidikan Agama Islam dalam memberikan penguatan di kelas menggunakan reward ataupun bahasa tubuh yang mendukung seperti guru memberikan pertanyaan dalam bentuk Jurnal Budi Pekerti Agama Islam - Volume 3. Nomor 2. Tahun 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. lisan kepada siswa, kemudian siswa tersebut menjawabnya dengan benar maka diberikan tepuk tangan ataupun hadiah. Pemberian Pujian Pemberian pujian adalah suatu tindakan guru dalam memberikan penghargaan atas pencapaian siswa. Pujian ini tentunya dapat meningkatkan motivasi belajar dan rasa percaya diri siswa dalam melakukan kegiatan positif. Peneliti saat melakukan observasi di UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar, guru Pendidikan Agama Islam dalam pemberian pujian kepada siswa dengan bentuk perkataan seperti Auwah, kelompok 1 hebat sekali dalam menghafal sambungan ayat surah Al-Fatihah dan saling kerja sama dengan teman kelompoknyaAy. Hal tersebut saat guru Pendidikan Agama Islam tersebut memberikan tugas dalam bentuk kelompok dalam menyambung ayat surah Al-fatihah. Memberikan Hukuman Memberikan hukuman adalah suatu strategi guru Pendidikan Agama Islam memberikan konsekuensi negatif terhadap tindakan yang melanggar aturan dalam kelas. Hukuman ini untuk dapat mendidik siswa agar menyadari kesalahan yang telah diperbuat. Peneliti saat melakukan observasi di UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar, guru Pendidikan Agama Islam memberikan tanggung jawab kepada siswa di kelas V untuk menulis rangkuman materi pelajaran yang telah diajarkan, kemudian dikumpulkan sesuai batas waktu yang telah ditentukan. Jika ada siswa yang belum menyelesaikan tugasnya maka guru Pendidikan Agama Islam memberikan hukuman berupa tugas tambahan hafalan surah yang akan disetor saat pertemuan selanjutnya. Pemberian Nilai Pemberian nilai adalah suatu cara strategi guru Pendidikan Agama Islam untuk menilai dan memberi umpan balik atas pencapaian siswa saat mengikuti kegiatan Nilai ini bertujuan untuk melihat sejauh mana siswa dapat menguasai materimateri yang diberikan. Peneliti saat melakukan observasi di UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar, guru Pendidikan Agama Islam dalam pemberian nilai kepada siswa dilihat dari proses belajar, tugas-tugas yang dikerjakan, partisipasi dan ulangan akhir semester. Hal tersebut yang dapat memperkuat hasil siswa untuk mendapatkan nilai yang baik. Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di UPT SPF SD Inpres Perumnas L Makassar Strategi Ekspositori Bentuk strategi pembelajaran ekspositori merupakan metode ceramah dalam pendekatan pengajaran seorang guru yang memberikan materi maupun informasi secara lisan di dalam kelas agar siswa mampu memahami materi pembelajaran yang diajarkan. Strategi Kooperatif Bentuk strategi pembelajaran kooperatif merupakan suatu pengajaran yang menggunakan metode diskusi siswa telibat aktif dalam berbicara dan berbagi ide dengan teman kelompok mereka. Strategi Contextual Learning Bentuk strategi pembelajaran contextual learning merupakan pendekatan pembelajaran dengan menghubungkan materi pelajaran dengan situasi kehidupan sehari-hari ataupun nyata. Strategi Kreatif atau Aktif Bentuk strategi pembelajaran kreatif atau aktif merupakan pendekatan pengajaran yang menggunakan metode menyanyi lagu secara individu maupun kelompok dengan melibatkan hafalan atau pengenalan kosa kata dalam pembelajaran. Strategi Inquiry Bentuk strategi pembelajaran inquiry merupakan suatu cara guru menggunakan metode memberikan tugas tertentu kepada siswa untuk diselesaikan atau dipecahkan sesuai dengan waktu yang diberikan. Pemberian tugas ini bertujuan untuk mengembangkan pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari. Adapun hasil wawancara dengan Muhammad Al-Ghazali Dzakwan selaku siswa UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar mengatakan bahwa: AuGuru Pendidikan Agama Islam biasanya meningkatkan motivasi belajar di kelas seperti memberikan diskusi kelompok dan ice breaking dengan cara jenis games bertepuk tangan, quis, sambung ayat, doa hafalan, bernyanyi, menyusun nama-nama malaikat dan huruf hijaiyahAy. Senada hasil wawancara dengan Andi Irsyad Radjahsan selaku siswa UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar mengatakan bahwa: AuMotivasi belajar yang diberikan oleh guru Pendidikan Agama Islam untuk kami yaitu dengan menyampaikan pesan untuk selalu belajar, tidak boleh bermalas-malasan dalam mengerjakan tugas sekolah, memperhatikan guru saat menjelaskan materi dan menghormati orang tua maupun guru di sekolahAy. Jurnal Budi Pekerti Agama Islam - Volume 3. Nomor 2. Tahun 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. Berdasarkan hasil keseluruhan wawancara diatas mengenai bentuk strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar, dapat peneliti menyimpulkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam telah menerapkan berbagai bentuk-bentuk strategi maupun metode-metode pembelajaran di kelas yang sesuai sehingga motivasi siswa dalam proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik. Dari hasil wawancara tersebut dapat dikuatkan dari hasil observasi peneliti pada tanggal 03 Oktober 2024 yang menunjukkan bahwa saat startegi kooperatif guru Pendidikan Agama Islam dalam proses pembelajaran di kelas memberikan tugas kelompok kepada siswa menyambungkan ayat bacaan surah An-Nas sampai Ad-duha, setelah itu guru akan memberikan nilai tinggi kepada kelompok yang menyambungkan ayat surah An-Nas sampai Ad-duha dengan baik dan benar. Guru Pendidikan Agama Islam memberikan bentuk kelompok agar siswa-siswa di kelas bisa saling kerja sama dan suasana di kelas menjadi aktif saat proses belajar mengajar. Dampak Penerapan Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar Dampak penerapan ini adalah sesuatu hasil maupun peningkatan yang diperoleh guru Pendidikan Agama Islam setelah menerapkan strategi ataupun metode pendekatan pembelajaran yang menumbuhkan motivasi siswa dalam proses belajar mengajar. Hasil tersebut menunjukkan sejauh mana strategi yang digunakan oleh guru dalam peningkatan pemahaman siswa, perubahan perilaku siswa, membangun motivasi dan peningkatan minat belajar siswa sehingga tercapainya tujuan pembelajaran yang baik. Salah satu motivasi dalam mencapai tujuan proses belajar mengajar yang baik di UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar bahwa upaya dampak yang dilakukan guru-guru di sekolah seperti yang dikemukakan oleh ibu Rosdiana. Pd selaku kepala sekolah UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar mengatakan bahwa: AuIya, pastinya guru mempunyai hasil dalam proses belajar mengajar yang telah diberikan sehingga ada peningkatkan prestasi akademik, siswa lebih kreatif atau insiatif dalam belajar, siswa mengikuti ekstrakulikuler dan siswa berpartisipasi mengikuti kegiatan lomba-lomba di sekolah maupun di luar sekolahAy. Demikian juga, upaya dampak penerapan strategi yang telah didapatkan saat proses belajar mengajar dari hasil wawancara dengan ibu Islamiah S. Pd. I selaku guru Pendidikan Agama Islam mengatakan bahwa: AuAlhamdulillah, siswa-siswa termotivasi dan sangat senang karena saya saat proses belajar mengajar dengan memberikan berbagai bentuk strategi maupun metode pembelajaran. Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di UPT SPF SD Inpres Perumnas L Makassar Sebelum mulai pembelajaran, tentu saya tidak lupa memberikan ice breaking, penguatan, pujian, dan sebagainya. Sehingga setiap saat masuk mengajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam siswa selalu merasa bersemangat mengikuti pembelajaran, siswa menjadi fokus, siswa mengikuti kegiatan perlombaan, siswa menyelesaikan tugas yang diberikan, dan tentu siswa tidak merasa bosan saat di kelas. Pernyataan hasil wawancara diatas dapat peneliti menyimpulkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam di UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar, telah menjalankan tugasnya sebagai pendidik dengan baik. Hal tersebut dapat dilihat dari dampak siswa dalam partisipasinya di sekolah yang mengikuti kegiatan perlombaan, keaktifan siswa dalam kegiatan proses belajar mengajar maupun ekstrakulikuler dan meningkatnya prestasi akademik di dalam kelas maupun di luar kelas. Dampak strategi guru sangatlah penting dalam proses belajar mengajar karena strategi guru adalah sebagai dasar utama dalam menciptakan kondisi maupun dampak dalam mengajar yang efektif dan bermakna bagi perkembangan siswa-siswa di sekolah. Hasil wawancara dengan Muhammad Al-Ghazali Dzakwan selaku siswa UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar mengatakan bahwa: AuIya kak, motivasi belajar yang diberikan guru Pendidikan Agama Islam sangat bermanfaat untuk membangun semangat belajar, nilai-nilai tugas semakin bagus dan saya dan temanteman di kelas tidak merasa bosan saat belajarAy. Senada hasil wawancara dengan Andi Irsyad Radjahsan selaku siswa UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar mengatakan bahwa: AuMotivasi belajar yang selama ini diberikan oleh guru Pendidikan Agama Islam membuat kami menjadi semangat dalam belajar, rajin pergi sekolah, dan nilai tugas-tugas yang didapatkan bagusAy. Hasil observasi peneliti saat proses belajar mengajar guru Pendidikan Agama Islam dengan menunjukkan dampak dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar sebagai berikut: Pada saat guru Pendidikan Agama Islam mengajar di kelas dengan menggunakan Ice Breaking kepada siswa diawal proses pembelajaran. Hal tersebut membangun dampak terhadap siswa menjadi menyenangkan dan tidak merasa bosan di dalam kelas. Pada saat guru Pendidikan Agama Islam melakukan diakhir penutup pelajaran dengan menggunakan memberikan penguatan kata motivasi-motivasi. Hal tersebut menunjukkan dampak terhadap siswa menjadi lebih percaya diri. Pada saat guru Pendidikan Agama Islam melakukan proses pembelajaran tanya jawab kepada Kemudian siswa dapat memahami dan menjawab dengan benar, guru memberikan Jurnal Budi Pekerti Agama Islam - Volume 3. Nomor 2. Tahun 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. pujian dengan bentuk tepuk tangan dan ucapan positif. Hal ini menunjukkan dampak terhadap siswa menjadi semangat mengikuti proses belajar mengajar di kelas. Pada saat guru Pendidikan Agama Islam dalam proses belajar mengajar dengan memberi tugas kepada siswa. Ketika ada siswa terdapat melanggar aturan seperti menyontek, guru memberikan hukuman teguran dan tambahan tugas. Hal ini memberikan dampak terhadap siswa untuk belajar dari kesalahan dan termotivasi untuk berubah. Pada saat guru Pendidikan Agama Islam telah memberikan ulangan harian terkait materi yang telah diajarkan dengan menunjukkan hasil pemberian nilai kepada siswa. Hal tersebut memberikan dampak terhadap siswa yang mendapatkan nilai bagus menjadi merasa bangga atas prestasi yang dicapai, sedangkan siswa yang dapat nilai rendah akan termotivasi dengan temannya agar lebih giat belajar untuk mendapatkan nilai yang baik. Strategi guru Pendidikan Agama Islam saat proses belajar mengajar memberikan dampak terhadap siswa dengan menggunakan berbagai bentuk strategi pembelajaran sebagai berikut: Strategi Ekspositori Bentuk strategi pembelajaran ekspositori merupakan metode ceramah dalam pendekatan pengajaran seorang guru yang memberikan materi maupun informasi secara lisan di dalam kelas. Hal tersebut memberikan dampak siswa menjadi memahami isi materi pelajaran yang diajarkan. Strategi Kooperatif Bentuk strategi pembelajaran kooperatif merupakan suatu pengajaran yang menggunakan metode diskusi siswa telibat aktif dalam berbicara dan berbagi ide dengan teman kelompok mereka. Hal tersebut menunjukkan dampak siswa menjadi mengembangkan komunikasi dan hubungan sosial. Strategi Contextual Learning Bentuk strategi pembelajaran contextual learning merupakan pendekatan pembelajaran dengan menghubungkan materi pelajaran dengan situasi kehidupan sehari-hari ataupun nyata. Hal tersebut menunjukkan dampak siswa menjadi bertanggung jawab dan terbiasa melakukan perbuatan positif. Strategi Kreatif atau Aktif Bentuk strategi pembelajaran kreatif atau aktif merupakan pendekatan pengajaran yang menggunakan metode menyanyi lagu secara individu maupun kelompok dengan melibatkan hafalan atau pengenalan kosa kata dalam pembelajaran. Hal tersebut menunjukkan dampak siswa menjadi aktif dan konsetrasi dalam belajar. Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di UPT SPF SD Inpres Perumnas L Makassar Strategi Inquiry Bentuk strategi pembelajaran inquiry merupakan suatu cara guru menggunakan metode memberikan tugas tertentu kepada siswa untuk diselesaikan atau dipecahkan sesuai dengan waktu yang diberikan. Pemberian tugas ini bertujuan untuk mengembangkan pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari. Hal tersebut menunjukkan siswa menjadi tekun dan berinsiatif belajar secara mandiri. Dampak strategi-strategi guru diatas dapat peneliti menyimpulkan bahwa strategi guru Pendidikan Agama Islam sangatlah penting bagi siswa dalam proses belajar mengajar karena strategi guru adalah sebagai dasar utama dalam menciptakan kondisi maupun dampak dalam mengajar yang efektif dan bermakna bagi perkembangan siswa-siswa di sekolah. Berdasarkan hasil keseluruhan wawancara diatas mengenai dampak penerapan strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar, peneliti menyimpulkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam telah mampu dalam mengupayakan yang terbaik dalam proses belajar mengajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa-siswa di sekolah. Dari hasil observasi peneliti pada tanggal 10 Oktober 2024 menunjukkan bahwa strategi contextual learning guru Pendidikan Agama Islam saat proses belajar mengajar terkait materi pelajaran tentang ibadah shalat dan memberikan siswa melakukan praktek shalat berjamaah. Hal tersebut sering diterapkan guru pada saat shalat dzuhur dan shalat dhuha agar daya ingatan hafalan surah lancar dan potensi belajar siswa tetap terjaga dengan baik. Guru pendidikan Agama Islam ini bukan hanya mengajar menggunakan metode sekedar teori-teori saja tetapi juga memberikan bermacam bentuk strategi kepada siswa meliputi ice breangking, memberikan penguatan, pemberian pujian, memberikan hukuman, pemberian nilai, strategi ekspositori, strategi kooperatif, strategi contextual learning, strategi kreatif, dan strategi inquiry. Dengan adanya berbagai strategi maupun metode pembelajaran yang telah diterapkan guru Pendidikan Agama Islam akan dapat mempermudah siswa dalam memahami materi pelajaran, membangun tanggung jawab terhadap tugas akademik maupun non akdemik dan meningkatkan motivasi belajar siswa di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar Pada dasarnya dalam upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan motivasi belajar siswa tentunya telah memberikan yang terbaik untuk siswanya tetapi adanya kendala yang terjadi saat proses pembelajaran di kelas karena faktor dari beberapa orang tua siswa yang minim memberikan perhatian dan dukungan untuk anak mereka. Setiap individu anak memiliki Jurnal Budi Pekerti Agama Islam - Volume 3. Nomor 2. Tahun 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. kepribadian, kebutuhan dan cara belajar yang berbeda-beda yang sangat membutuhkan bentuk perhatian dan dukungan dari orang tua mereka. Orang tua perlu memberikan belajar mandiri di rumah dan memberi dukungan dalam mengikuti kegiatan belajar yang di sekolah agar anak tersebut dapat bersemangat menjalankan aktivitas pembelajaran di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Demikian dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, guru Pendidikan Agama Islam sebagai pendidik berupaya melakukan berbagai bentuk strategi yang telah dinyatakan pada hasil wawancara sebelumnya bahwa strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan motivasi belajar telah dilakukan dengan sebaik-baiknya. Berdasarkan hasil wawancara dengan ibu Rosdiana. Pd selaku kepala sekolah mengatakan AuAdanya faktor pendukung dalam proses belajar mengajar tentu dari guru Pendidikan Agama Islam yang harus mampu membentuk suasana belajar yang efektif dan tidak lupa memberikan motivasi-motivasi kepada siswa agar dapat mencapai tujuan belajar mengajar sesuai yang diharapkan. Dan faktor penghambat yang terjadi yaitu dari beberapa orang tua siswa yang minim memberikan perhatian dan mendukung pendidikan belajar anaknya di rumah sehingga siswa hanya mengharapkan pendidikan belajar mengajar yang di sekolahAy. Hasil wawancara dengan ibu Islamiah S. Pd. I selaku guru Pendidikan Agama Islam mengatakan bahwa: AuYang menjadi faktor pendukung dalam meningkatkan motivasi belajar siswa adalah adanya sarana pra-sarana yang memadai dan tentu saya memberikan metode pembelajaran yang menyenangkan dan membangun semangat siswa dalam proses belajar mengajar. Dan faktor penghambat yang terjadi karena orang tua siswa yang masih kurang memberikan dukungan dan memperhatikan anaknya di rumah untuk belajar serta adanya teman sebaya mereka yang bermalas-malasan masuk sekolahAy. Adapun hasil wawancara dengan Muhammad Al-Ghazali Dzakwan selaku siswa UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar mengatakan bahwa: AuYang saya rasakan saat pembelajaran perkelompok kak, teman-teman lain terkadang kurang kerja sama, bermalas-malasan dan mereka maunya menang sendiri di kelasAy. Berdasarkan hasil observasi dan kesuluruhan wawancara diatas mengenai faktor pendukung dan faktor penghambat strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar diantaranya, faktor pendukung adalah guru Pendidikan Agama Islam dalam proses belajar mengajar yang selalu memberikan bentuk strategi maupun metode-metode pembelajaran yang bukan hanya menyampaikan materi maupun tugas-tugas saja tetapi guru memberikan siswa-siswanya berbagai bentuk metode pembelajaran dengan Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di UPT SPF SD Inpres Perumnas L Makassar menggunakan alat-alat yang dibuat sendiri dan sarana prasarana yang memadai sehingga terciptanya suasana proses belajar mengajar yang menyenangkan dan tentu siswa lebih bersemangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Dengan hal itu guru maupun siswa akan merasa nyaman menjalankan aktivitas belajar mengajar dengan baik. Faktor penghambat strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar terbagi menjadi dua sebagai berikut: Faktor Internal Kepribadian siswa, hambatan ini dikarenakan kurangnya pembinaan orang tua yang diberikan kepada anak dalam bentuk perhatian dan dukungan, karena itu sikap dasar perilaku siswa kepribadiannya telah terbentuk dari orang tua. Hal ini yang membuat siswa agak mudah menyepelekan sesuatu kegiatan belajar maupun minat belajar yang kurang tampa memikirkan dampak untuk dirinya. Faktor Eksternal Teman sebaya, hambatan ini sangat mempengaruhi motivasi belajar siswa dikarenakan ketika ada siswa yang malas mengikuti pembelajaran di kelas akan mempengaruhi siswa yang semangat belajar. Hal ini yang membuat siswa lain terpengaruh untuk bermalasan mengikuti pembelajaran karena rendahnya motivasi belajar dari temannya Indikator dari faktor penghambat adalah di luar sekolah terdapat adanya beberapa orang tua siswa yang mempunyai kesibukkan sehingga anaknya sangat kurang diberikan perhatian, dukungan, dan pembinaan ilmu pengetahuan belajar di rumah. Dengan hal tersebut sangat berpengaruh terhadap kondisi belajar siswa di sekolah. Guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi faktor penghambat tersebut dengan cara menciptakan suasana belajar mengajar yang baik di kelas agar siswa yang kurang termotivasi dalam mengikuti pembelajaran akan lebih bersemangat, begitupun juga guru Pendidikan Agama Islam melibatkan orang tua melalui komunikasi yang lebih intensif yaitu . rup whatsap. untuk berkolaborasi mengenai tugas-tugas dan perkembangan belajar siswa di dalam kelas maupun di luar kelas dengan adanya hal tersebut dapat memahami serta memudahkan kerja sama guru maupun orang tua siswa di rumah. Pada strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar, bukan hanya guru Pendidikan Agama Islam yang selalu berperan dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan dan mengevaluasi siswa tetapi perlu ada perhatian dan dukungan dari orang tua agar siswa dapat termotivasi dan bersemangat dalam aktivitas belajar dengan baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Jurnal Budi Pekerti Agama Islam - Volume 3. Nomor 2. Tahun 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian mengenai strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar dapat ditarik kesimpulan yaitu: Bentuk strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar terlaksana dengan cukup baik, bentuk-bentuk strategi yang guru Pendidikan Agama Islam dalam proses belajar mengajar dengan memberikan ice breaking, pemberian penguatan, memberikan pujian, memberikan hukuman, pemberian nilai, strategi ekspositori, strategi kooperatif, strategi contextual learning, strategi kreatif, dan strategi inquiry. Dengan berbagai macam bentuk strategi guru hal tersebut akan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa di dalam kelas maupun di luar . Dampak penerapan strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar, memberikan dampak terhadap siswa dalam proses belajar mengajar diantaranya membangun semangat siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar, siswa bertanggung jawab, siswa menjadi disiplin, siswa berpartisipasi mengikuti kegiatan perlombaan serta ekstrakulikuler, siswa mudah memahami materi-materi yang diajarkan, siswa aktif tanya jawab di kelas dan siswa tidak merasa bosan saat proses pembelajaran. Faktor pendukung dan faktor penghambat yang terjadi pada strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di UPT SPF SD Inpres Perumnas I Makassar, yakni guru Pendidikan Agama telah memberikan pengajaran dengan baik, dan sarana prasarana yang memadai sesuai dengan kebutuhan siswa di dalam kelas. Adapun yang menjadi faktor penghambat ialah orang tua siswa yang memiliki kesibukkan sehingga sangat kurang memberikan perhatian, memberi dukungan belajar, serta melatih ilmu pengetahuan anaknya di rumah. Dengan hal tersebut guru Pendidikan Agama Islam berinsiatif dalam memberikan bentuk motivasi yang menyadarkan siswa yang kurang baik dalam mengikuti pembelajaran serta guru Pendidikan membuatkan grup whatsapp dalam membangun komunikasi baik dengan orang tua siswa untuk memudahkan antar guru dan orang tua dalam pemberian tugas-tugas pelajaran dan memperhatikan perkembangan siswa di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di UPT SPF SD Inpres Perumnas L Makassar DAFTAR PUSTAKA