Analisis Penerapan Activity Based Costing System Dalam Menentukan Harga Pokok Kamar Pada The Belagri Hotel and Convention Sorong Oleh: Jemmy Poandy,SE Jurusan Akuntansi Keuangan Publik Program Studi Sarjana Terapan Akuntansi Keuangan Publik Politeknik Katolik Saint Paul Sorong Email: jpoandy@yahoo. ABSTRAK The Belagri Hotel and Convention Sorong merupakan perusahaan jasa yang bergerak dibidang penyediaan jasa penginapan, makan dan minum serta fasilitas lain. Perusahaan menerapkan sistem Activity Based Costing adalah metode penentuan harga yang menelusur biaya ke aktivitas, kemudian ke produk. Metode Activity Based Costing dinilai lebih akurat dalam membebankan biaya overhead kepada produk karena menggunakan lebih dari satu cost driver. Sehingga biaya overhead yang dialokasikan akan lebih proporsional. Tetapi dalam penerapan Activity Based Costing System (ABC) pada perusahaan ada beberapa biaya yang dapat menimbulkan aktivitas tidak dimasukkan dalam penentuan harga pokok produksi kamar. Hasil penelitian menunjukkan terdapat selisih harga yang lebih tinggi dari penetapan harga manajemen hotel dengan hasil perhitungan yaitu, untuk kamar Superior sebesar Rp 7. 894, untuk kamar Deluxe sebesar Rp 10. 373, untuk kamar Premier sebesar Rp 12. 676, untuk kamar Junior Suite sebesar Rp 839, untuk kamar Executive Suite sebesar Rp 53. 720, dan untuk kamar President Suite sebesar Rp 406. Kata Kunci: Activity Based Costing. Harga Pokok Produksi ABSTRACT The Belagri Hotel and Convention Sorong is a service company specializing in the provision of accommodation services, food and drink as well as other amenities. The company implements the system of Activity Based Costing is a pricing method that searches for activity costs, then to the product. Activity Based Costing method is considered more accurate in overhead charge to the product because it uses more than one cost driver. So the overhead allocated will be But in the application of Activity Based Costing System (ABC) to the company there are some costs that can lead to activities not included in determining the cost of production rooms. The results showed a difference in price is higher than the pricing of hotel management by the calculation that, for a Superior room Rp 7. 894, for a Deluxe room Rp 10. 373, to room Premier Rp 676, to the Junior Suite Rp 32. 840, room Executive Suite Rp 53. 720 and room Presidential Suite Rp 406. Keywords: Activity Based Costing. Cost of Production Pendahuluan 1 Latar Belakang Industri pariwisata merupakan jenis industri yang mempunyai mata rantai kegiatan yang sangat panjang. Berkembangnya industri pariwisata disuatu daerah akan menarik sektor lain untuk berkembang karena produknya atau jasanya diperlukan untuk menunjang industri perternakan, dan perkebunan. Pertumbuhan industri pariwisata salah satunya dapat dilihat dari industri jasa penginapan yang juga dipengaruhi oleh perkembangan hotel yang dikelola baik pengelola dalam negeri maupun luar negeri. Bertambahnya hotel akan menyebabkan persaingan bisnis yang sejenis. Kondisi ini menuntut para pelaku usaha untuk fokus, menjamin kualitas dan pelayanan, serta harga yang terjangkau. Perusahaan harus dapat secara efisien dan efektif menentukan harga yang sesuai dengan kualitas dan pelayanan yang diberikan agar mampu bertahan melawan Penetapan biaya yang tepat akan menghasilkan biaya yang akurat, efisien, dan Penetapan biaya juga berpengaruh pada penentuan harga pokok. harga pokok poduksi adalah biaya-biaya yang dikeluarkan mulai pada pengadan bahan baku tersebut sampai dengan proses akhir produk, yang siap untuk digunakan atau dijual. Dalam penentuan harga pokok kamar. The Belagri Hotel and Convention Sorong menggunakan metode Activity Based Costing System (ABC Syste. yang dimana metode Activity Based Costing System merupakan sistem yang menerapkan konsep-konsep aktivitas untuk menghasilkan perhitungan harga pokok yang lebih akurat. Perhitungan biaya berdasarkan aktivitas merupakan pendekatan perhitungan biaya yang membebankan biaya sumber daya ke objek biaya seperti produk, jasa, atau pelanggan berdasarkan aktivitas yang dilakukan untuk objek biaya tersebut. Metode ABC merupakan solusi alternatif yang dapat diterapkan dalam hotel karena pendekatan metode ini menggunakan pemicu biaya berdasarkan aktivitas yang menimbulkan biaya. Metode ini akan berfungsi lebih optimal, efektif, dan efisien apabila diterapkan pada perusahaan yang menghasilkan produk beraneka ragam. Tetapi ada beberapa aktivitas yang dapat menimbulkan biaya tetapi tidak di masukkan dalam penentuan harga pokok hal ini dapat mempengaruhi harga pokok produksi pada hotel . Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk mengambil judul AuAnalisis Penerapan Activity Based Costing System Dalam Menentukan Harga Pokok Kamar Pada The Belagri Hotel and Convention Sorong Ay. 1 Penggolongan Biaya Tinjauan Pustaka 3 Hotel 1 Definisi Biaya Menurut Grolier Electronic Publishing Inc. mengemukakan bahwa hotel adalah usaha komersial yang menyediakan tempat menginap, makanan, dan pelayanan-pelayanan lain untuk umum. Dalam melaksanakan tanggung jawab perencanaan dan pengendalian manajemen membutuhkan pemahaman akan arti biaya dan terminologi yang berkaitan dengan biaya. Pembebanan biaya atas produk, jasa, pelanggan dan objek lain yang merupakan kepentingan manajemen, adalah salah satu tujuan dasar sistem informasi akuntasi manajemen. Sebelum membicarakan proses penentuan biaya, baiknya menentukan mengenai definisi biaya . Cecily A. Raiborn dan Michael . mendefinisikan biaya sebagai berikut Biaya adalah uang kertas atau nilai setara kas yang diperlukan untuk mencapai suatu tujuan seperti memperoleh barang dan jasa, sesuai dengan kontrak, melakukan fungsi, atau memproduksi dan mendistribusikan produk. Berikut ini penggolongan biaya menurut Mulyadi . Dalam akuntansi biaya, biaya digolongkan dengan berbagai macam cara. Umumnya penggolongan biaya ini ditentukan atas dasar tujuan yang hendak dicapai dengan penggolongan tersebut, karena dalam akuntansi biaya dikenal konsep. Audifferent costs for different purposesAy. Biaya dapat digolongkan Objek Pengeluaran fungsi pokok dalam perusahaan hubungan biaya dengan sesuatu yang perilaku biaya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan jangka waktu manfaatnya. Harga Pokok Produksi Harga pokok adalah istilah yang digunakan pada akuntansi keuangan untuk menggambarkan biaya langsung yang timbul dari barang yang diproduksi dan dijual dalam kegiatan bisnis. Harga pokok produk merupakan salah satu hal penting yang perlu diperhatikan oleh perusahaan baik perusahaan perusahaan dagang. Menurut Al Haryono Jusup . harga pokok produk merupakan semua mendapatkan barang dan menempatkannya dalam kondisi yang siap untuk di jual 4 Activity Based Costing System (ABC Syste. 1 Pengertian Activity Based System (ABC Syste. Costing Activity Based Costing system (ABC) merupakan sistem yang menerapkan konsepkonsep perhitungan harga pokok yang lebih akurat. Menurut Mulyadi . Activity Based Costing System (ABC) adalah sistem informasi biaya yang berorientasi pada penyediaan informasi lengkap tentang aktivitas untuk memungkinkan personel perusahaan. 2 Manfaat Activity Based Costing System (ABC Syste. ABC System adalah sistem informasi biaya yang bermanfaat untuk memantau implementasi rencana. Sistem ini merupakan alat manjemen kontemporer yang didesain untuk diterapkan dalam berbagai jenis perusahaan: manufaktur jasa, dan dagang. 3 Tahap-Tahap Pengolahan Data Dalam Activity Based Costing System (ABC Syste. Tahap pertama : pembebanan sumber daya ke aktivitas Pengolahan data dalam ABC System disebut activity based process costing. Tahap kedua: pembebanan activity cost ke produk/jasa Proses pengolahan data dalam ABC System disebut activity based object costing. Pada tahap kedua ini berisi tiga kegiatan yaitu: Penentuan activity cost pool Pembebanan biaya antar aktivitas 1 Aktivitas Pemicu Biaya (Cost Drive. Sistem ABC dikembangkan dan dilaksanakan. 2 Penerapan Activity Based Costing System (ABC Syste. Pada Perusahaan Jasa Sistem ABC pada mulanya berkembang pada perusahaan manufaktur yang memiliki teknologi tinggi, yang artinya biaya peralatan jauh lebih besar dibandingkan dengan biaya tenaga kerja, karena mekanisme proses produksi dapat dinyatakan secara otomatis . Menurut Blocher dkk . Output dalam perusahaan jasa lebih sulit didefinisikan, aktivitas untuk memenuhi permintaan jasa juga lebih sulit diprediksi, dan biaya overhead atau biaya tak langsung sulit untuk dibandingkan ke produk atau output. Metodologi Penelitian 1 Objek Penelitian Pada penelitian ini, yang menjadi objek penelitian adalah penerapan metode Activity Based Costing System dalam penentuan harga pokok kamar The Belagri Hotel and Convention. Suatu pemicu biaya harus mudah dimengerti, berhubungan langsung kepada aktivitas yang dijalankan dan sesuai dengan pengukuran prestasi. Manajemen harus membatasi pemicu biaya yang terpilih untuk menentukan bahwa biaya pengukuran pemicu 2 Tempat dan Waktu Penelitian 1 Keterbatasan Activity Based Costing System (ABC Syste. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Penelitian Kepustakaan Penelitian Lapangan, yaitu penelitian yang dilakukan dengan teknik : Observasi, yaitu teknik penelitian yang pengamatan secara langsung dalam Wawancara, yaitu teknik penelitian yang wawancara atau tanya-jawab dengan pihak perusahaan yang ditunjuk atau hubungannya dengan data-data proses Terdapat tiga keterbatasan dalam penerapan Sistem ABC Blocher dkk . Alokasi Tidak semua biaya memiliki penggerak biaya konsumsi sumber daya atau aktivitas yang tepat atau tidak ganda. Mengabaikan biaya. Biaya produk atau jasa yang diidentifikasi sistem ABC cenderung tidak mencakup seluruh biaya yang berhubungan dengan produk atau jasa tersebut. Mahal dan menghabiskan waktu. Pada Penelitian ini penulis melakukan penelitian di The Belagri and Conve ntion sorong yang berlokasi di Jalan G. Merapi No. 8 Sorong. Waktu penelitian dimulai dari awal Mei 2016 sampai dengan selesai. 3 Metode Pengumpulan Data produksi dan biaya produksi yang dibahas dalam penelitian ini. 4 Jenis dan Sumber Data Adapun jenis data yang digunakan dalam penulisan ini adalah : Data Kualitatif, yaitu data yang diperoleh dari dalam perusahaan yang bukan dalam bentuk angka-angka tetapi dalam bentuk lisan maupun tertulis seperti gambaran prosedur-prosedur perusahaan, dan pembagian tugas masingmasing departemen dalam perusahaan. Data Kuantitatif, yaitu data atau informasi yang diperoleh dari perusahaan dalam bentuk angka-angka, seperti laporan jumlah pelanggan, laporan biaya-biaya yang terkait, dan lain-lain. Sedangkan digunakan penulis dalam penulisan skripsi ini adalah : Data primer, yaitu data yang diperoleh dengan mengadakan pengamatan secara langsung pada perusahaan serta melakukan wawancara langsung dengan pihak pimpinan dan sejumlah personil yang ada kaitannya dengan penelitian ini. Data sekunder, yaitu data yang diperoleh dengan jalan mengumpulkan dokumendokumen serta arsip-arsip perusahaan yang ada kaitannya dengan penulisan ini. 5 Metode Analisis Membandingkan antara perhitungan harga pokok produksi kamar hotel dengan perhitungan Harga Pokok Produksi kamar hasil analisis. Hasil dan Pembahasan 1 Data Pendukung ABC System Data Pendukung Activity Based Costing System Dalam menentukan Harga Pokok Produksi dengan metode Activity Based Costing, data-data yang dibutuhkan antar lain jumlah kamar terjual, jumlah tamu menginap, luas ruangan dan jumlah kamar tiap jenis Langkah-langkah dalam menghitung harga pokok produksi kamar dengan metode Activity Based Costing System yang digunakan oleh The Belagri Hotel and Convention: 2 Perhitungan Harga Pokok Produksi Kamar Dengan Menggunakan Activity Based Costing System 1 Mengidentifikasi Biaya dan Aktivitas yang Terjadi Mengidentifikasi biaya-biaya termasuk dalam biaya langsung atau direct cost dan biaya tidak langsung atau indirect cost. Kemudian biaya-biaya yang dialokasikan ke tiap jenis kamar mulai dari superior, deluxe, premier, junior suite, executive suite dan president suite. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kuantitatif yaitu analisis yang berdasarkan keputusan pada penilaian obyektif yang didasarkan pada model matematika yang dibuat. Langkah-langkah analisis dalam penelitian ini antara lain : Mencantumkan harga pokok produksi kamar The Belagri Hotel and Convention Sorong dengan menggunakan metode ABC system yang telah digunakan oleh The Belagri Hotel and Convention Sorong. Mengidentifikasi aktivitas-aktivitas dan menghubungkan aktivitas-aktivitasnya. Biaya inderect cost diidentifikasi dulu biaya Kemudian menghubungkan cost driver dengan tiap aktivitasnya Membebankan biaya overhead. 2 Mengidentifikasi Aktivitas Biaya Tidak Langsung dan Level Aktivitasnya Tabel 4. Identifikasi Aktivitas dan Level Aktivitas Aktivitas Aktivitas penginapan tamu Aktivitas laundry Aktivitas pemberian makan pagi Aktivitas listrik Aktivitas air Aktivitas penyusutan Aktivitas penggajian Level aktivitas Unit level Unit level Unit level Facility level Facility level Facility level Facility level Sumber: The Belagri Hotel and Convention Sorong, 2015 3 Mengidentifikasi Cost Driver Tabe l 4. Cost Pool Dan Cost Driver Cost Pool Cost driver Unit level Activity: Poo l I Aktivitas Penginapan Jumlah kamar terjual Aktivitas laundry Jumlah kamar terjual Aktivitas listrik Jumlah kamar terjual Aktivitas air Jumlah kamar terjual Pool II Aktivitas pemberian makan pagi Jumlah tamu menginap Facility Level Activity Pool I Aktiivitas penyusutan Jumlah luas ruangan Pool IV Aktivitas penggajian karyawan Jumlah jam kerja Sumber: The Belagri Hotel and Convention, 2015 Membebankan Biaya Overhead Tabe l 4. Cost Pool I Aktivitas Biaya (R. Aktivitas penginapan: Rp 4. Guest supplies Rp 1. Room amenities Cleaning supplies Aktivitas laundry : Rp 72. 110,00 laundry linen Aktivitas listrik: Listrik(Rp960,000,000 x 65%) Rp 624. Aktivitas air : Air (Rp108,000,000 x 65%) Total Rp 6. Sumber: The Belagri Hotel and Convention, 2015 Tabel 4. Cost Pool II Aktivitas Biaya (R. Aktivitas makan pagi Makan pagi (Rp50. 000 x 4495 oran. 224,750,000 Total 224,750,000 Sumber: The Belagri Hotel and Convention, 2015 Tabel 4. Cost Pool i Aktivitas Biaya (R. Aktivitas penyusutan: Penyusutan gedung . 000 x 65%) Total Sumber: The Belagri Hotel and Convention Sorong Tabel 4. Cost Pool IV Aktivitas Biaya (R. Aktivitas penggajian Gaji karyawan (Rp245,490,000 x 65%) (Rp428,520,000 x 65%) (Rp340,155,000 x 65%) (Rp185,175,. (Rp273,000,000 x 65%) (Rp489,690 x 65%) (Rp592,830,000 x 65%) Rp 1. Total Sumber: The Belagri and Convention, 2015 Tabel 4. Tarif Cost Pool Total Cost Pool Cost Driver Cost Pool (Tabel 4. Cost Pool I Rp 6. Cost Pool II Rp Cost Pool i Rp Cost Pool IV Rp 1. Tarif Cost pool 1y2 Sumber: The Belagri Hotel and Convention, 2015 Tabel 4. Harga Pokok Produksi Kamar Superior Cost Pool Tarif Cost Poo l Cost Driver 1 Cost Pool I 2 Cost Pool II 3 Cost Pool i Rp 4 Cost Pool IV Rp Total biaya tidak langsung Total biaya langsung Total biaya untuk kamar superior Jumlah kamar terjual Harga pokok kamar superior Total (R. Sumber: The Belagri Hotel and Convention, 2015 Tabel 4. Harga Pokok Produksi Kamar Deluxe Cost Pool Tarif Cost Pool 1 Cost Pool I 2 Cost Pool II Rp 3 Cost Pool i Rp 4 Cost Pool IV Rp Total biaya tidak langsung Total biaya langsung Total biaya untuk kamar deluxe Jumlah kamar terjual Harga pokok kamar deluxe Cost Driver Total (R. Sumber: The Belagri Hotel and Convention, 2015 Tabel 4. Harga Pokok Produksi Kamar Premier Cost Pool Tarif Cost Pool Cost Driver Cost Pool I Rp 394. Cost Pool II Rp Cost Pool i Rp 363. Cost Pool IV Rp Total biaya tidak langsung Total biaya langsung Total biaya untuk kamar premier Jumlah kamar terjual Harga pokok kamar premier Total (R. Sumber: The Belagri Hotel and Convention, 2015 Tabel 4. Harga Pokok Produksi Kamar Junior Suite Cost Pool Tarif Cost Pool Cost Driver Cost Pool I Cost Pool II Cost Pool i Rp Cost Pool IV Rp Total biaya tidak langsung Total biaya langsung Total biaya untuk kamar junior suite Jumlah kamar terjual Harga pokok kamar junior suite Total (R. Sumber: The Belagri Hotel and Convention Sorong, 2015 Tabel 4. Harga Pokok Produksi Kamar Executive Suite Cost Pool Tarif Cost Pool Cost Driver Cost Pool I Cost Pool II Cost Pool i Rp Cost Pool IV Rp Total biaya tidak langsung Total biaya langsung Total biaya untuk kamar Executive suite Jumlah kamar terjual Harga pokok kamar Executive suite Total (R. Sumber: The Belagri Hotel and Convention Sorong, 2015 Tabe l 4. Harga Pokok Produks i Kamar President Suite Cost Pool Tarif Cost Pool Cost Driver Cost Pool I Cost Pool II Cost Pool i Cost Pool IV Total biaya tidak langsung Total biaya langsung Total biaya untuk kamar president suite Jumlah kamar terjual Harga pokok kamar president suite Sumber: The Belagri Hotel and Convention Sorong, 2015 Total (R. 3 Analisis Metode Activity Based Costing pada The Belagri Hotel and Convention Sorong Mengidentifikasi aktivitas biaya langsung dan level aktivitasnya. Mengidentifikasi cost driver. Tabel 4. Cost Pool Dan Cost Driver Cost Pool Unit level Activity: Pool I Aktivitas penginapan Aktivitas laundry Aktivitas listrik Aktivitas air Aktivitas telpon Pool II Aktivitas pemberian makan pagi Facility Level Activity Pool I Aktiivitas penyusutan Aktivitas pemeliharaan Pool IV Aktivitas penggajian karyawan Cost driver Jumlah kamar terjual Jumlah kamar terjual Jumlah kamar terjual Jumlah kamar terjual Jumlah kamar terjual Jumlah tamu menginap Jumlah luas ruangan Jumlah luas ruangan Jumlah jam kerja 4 Perbandingan Perhitungan Harga Pokok Produksi/Jasa Dari hasil perhitungan Harga Pokok Produksi yang digunakan oleh The Belagri Hotel and Convention terlihat adanya perbedaan hasil perhitungan Harga Pokok Produksi Perbedaan tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel 4. Perbandingan Harga Pokok Produksi Data Dari Hotel dan Data di Olah dengan sistem Activity Based Costing System Harga Pokok Produksi Harga Pokok Produksi Jenis Kamar Selisih dari hotel yang di olah metode ABC system metode ABC system Superior 032 Rp 926 Rp . Deluxe 699 Rp 072 Rp . Premier 922 Rp 598 Rp . Junior suite Rp 654 Rp 493 Rp . Executive suite Rp 152 Rp 872 Rp . President suite Rp 721 Rp 652 Rp . Sumber: Data di olah Dari perhitungan diatas, dapat diketahui bahwa hasil perhitungan Harga Pokok Produksi kamar yang di olah dengan menggunakan metode Activity Based Costing untuk jenis kamar Superior sebesar Rp 545. 926, untuk kamar Deluxe sebesar Rp 557. 072, untuk kamar Premier sebesar Rp 558. 598, untuk kamar Junior Suite sebesar Rp 938. 493, untuk kamar Executive Suite sebesar Rp 1. 872, untuk kamar President Suite sebesar Rp 2. Dari hasil yang diperoleh dapat dibandingkan selisih harga pokok produksi kamar yang telah ditentukan manajemen The Belagri and Convention menggunakan Activity Based Costing. Untuk metode ABC yang di olah kembali pada kamar superior, deluxe, premier, junior suite, executive suite, dan president suite memberikan hasil perhitungan yang lebih besar dari pada harga pokok kamar yang telah ditentukan oleh pihak manajemen hotel. Yaitu dengan selisih harga untuk kamar superior sebesar Rp 7. untuk kamar deluxe sebesar Rp 10. Untuk kamar premier sebesar Rp 12. 676, untuk kamar junior suite sebesar Rp 32. 839, untuk kamar executive suite sebesar Rp 53. 720, dan untuk kamar president suite sebesar Rp 406. Terjadinya selisih harga dikarenakan biaya overhead yang seharusnya di masukkan dalam perhitungan harga pokok produksi, tidak di masukkan hal ini menyebabkan kurangnya mengalokasikan biaya aktivitas ke setiap kamar secara tepat berdasarkan konsumsi masingmasing aktivitas. Penutup 1 Kesimpulan Berdasarkan pembahasan yang dilakukan oleh penulis dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Penggunaan metode Activity Based Costing dalam perhitungan harga pokok produksi kamar di Hotel Belagri belum maksimal di karenakan ada beberapa biaya overhead yang menjadi aktivitas dan biayanya yang tidak dimasukkan dalam perhitungannya, seperti aktivitas telpon . iaya telpo. , aktivitas penyusutan, . iaya penyusutan peralata. , aktivitas pemeliharaan . iaya pemeliharaan AC). Seragam karyawan. Hasil dari perhitungan harga pokok kamar dengan menggunakan metode Activity Based Costing yaitu, untuk kamar superior sebesar Rp 545. Untuk kamar deluxe sebesar Rp 027 Untuk kamar premier sebesar Rp 598. Untuk kamar junior suite sebesar Rp 938. 493 Untuk kamar Executive Suite sebesar Rp 1. 872, dan untuk kamar president suite sebesar Rp 2. Terdapat selisih harga yang lebih tinggi dari penetapan harga manajemen hotel dengan hasil perhitungan menggunakan metode Activity Based Costing yaitu, untuk kamar superior sebesar Rp 7. Untuk kamar deluxe sebesar Rp 10. 373, untuk kamar premier sebesar Rp 12. 676, untuk kamar junior suite sebesar Rp 32. 839, executive suite sebesar Rp 53. 720, dan untuk kamar president suite sebesar Rp 406. Cetakan 2. Edisi 6. Yogyakarta: UPP STIM YKPN. Mulyadi. Akuntansi Biaya. Cetakan Edisi 5. Yogyakarta: UPP STIM YKPN. 2 Saran Dengan menggunakan metode Activity Based Costing System perusahaan dapat mengendalikan biaya lebih baik karena metode Activity Based Costing System merupakan sistem analisis biaya berbasis aktivitas untuk memenuhi kebutuhan manajemen dalam pengambilan keputusan, baik yang bersifat strategis maupun operasional. Maka saran yang dapat diberikan oleh penulis, yaitu : Pihak mengenai penerapan Activity Based Costing dalam perhitungan harga pokok produksi kamarnya, sehingga informasi mengenai Harga Pokok Produksi kamar yang lebih akurat dapat diperoleh. Dengan lebih mengidentifikasi biaya overhead yang dapat dijadikan aktivitas dalam menentukan Harga Pokok Produksi kamar. Daftar Pustaka