Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 (June 2. 137 Ae 164 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) e-ISSN 2775-4006 https://ejurnal. id/index. php/juteolog p-ISSN 2774-9355 https://doi. org/10. 52489/juteolog. Explanatory and Confirmatory Holistic Services Based on the Synoptic Gospels Among Children PPA Ages 14-19 Years Old Cluster Solo Matius I Totok Dwikoryanto . Muner Daliman . Hana Suparti . Paulus Sentot Purwoko . )*Sekolah Tinggi Teologi KADESI Yogyakarta, mitdwikoryanto. dk@gmail. Recommended Citation Turabian 8th edition . ull not. Matius I Totok Dwikoryanto et al. AuEksplanatori dan Konfirmatori Pelayanan Holistik Berdasarkan Injil Sinoptik Di Kalangan Anak PPA (Pusat Pengembangan Ana. Usia 14-19 Tahun Cluster Solo. ,Ay Jurnal Teologi (JUTEOLOG) 2, no. 2 (June 03, 2. : 1, accessed August 14, 2022, https://ejurnal. id/index. php/juteolog/article/view/20. American Psychological Association 7th edition (Dwikoryanto, 2022, p. Received: 06 October 2021 Accepted: 10 January 2022 Published: 01 June 2022 This Article is brought to you for free and open access by Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta. It has been accepted for inclusion in Christian Perspectives in Education by an authorized editor of Jurnal Teologi (JUTEOLOG). For more information, please contact juniorichson1995@gmail. Matius I Totok Dwikoryanto. Muner Daliman. Hana Suparti. Paulus Sentot Purwoko. Abstract A growing church is a church that prioritizes the ministry of children, because children are the next generation of the church. However, there are indications that there are still churches that do not view children's services as important and make them a priority for programs, funding, facilities and infrastructure. Service priority is more for adult services, compared to child services. This indicates that the church does not understand Holistic Ministry based on the Synoptic Gospels. Children's ministry is a very important service and requires adequate human resources support, both in terms of quantity and quality. In fact, there are indications that the Church still suffers from a lack of quality human resources, both in terms of calling and quality in carrying out child services, weak basic vocations. PPA human resources do not understand the development of the current situation so that the approach to fostering children is not appropriate. From the various problems that the researcher described above, the researcher believes that apart from these problems, the background factors of PPA children aged 14-19 years have a role in the implementation of Child Holistic Services based on the Synoptic Gospels. These backgrounds include: educational age background, economy, ethnicity, and length of time participating in PPA. For this reason, the researcher wrote a dissertation entitled: "Explanatory and Confirmatory Holistic Services based on the Synoptic Gospels among PPA Children aged 14-19 years in the Solo Cluster" to obtain empirical data from these problems and produce implications and suggestions for the development of PPA in the Solo Cluster. Keywords: Holistic Ministry. Synoptic Gospel. PPA Children. Solo Cluster. Abstrak Gereja yang berkembang adalah gereja yang memprioritaskan pelayanan anak, karena anak adalah generasi penerus gereja. Namun ternyata terindikasi masih ada Gereja yang belum memandang pelayanan anak sebagai hal penting dan menjadikannya sebagai prioritas program, pendanaan, fasilitas sarana pra sarana. Prioritas pelayanan lebih kepada pelayanan orang dewasa, dibandingkan dengan pelayanan anak. Hal tersebut mengindikasikan bahwa gereja tersebut kurang memahami Pelayanan Holistik berdasarkan Injil Sinoptik. Pelayanan anak adalah pelayanan yang sangat penting dan memerlukan dukungan SDM yang memadai baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Pada kenyataannya terindikasi masih ada Gereja mengalami kekurangan kualitas SDM, baik dari sisi panggilan maupun kualitas dalam melaksanakan pelayanan anak, lemahnya dasar-dasar panggilan. SDM PPA tidak paham terhadap perkembangan situasi jaman sehingga pendekatan pembinaan ke anak tidak tepat. Dari berbagai permasalahan yang peneliti paparkan diatas peneliti meyakini bahwa diluar masalah tersebut faktor latar belakang anak PPA usia 14-19 tahun memiliki andil dalam pengimplementasian Pelayanan Holistik Anak berdasarkan Injil Sinoptik. Latar belakang tersebut antara lain: latar belakang usia pendidikan, ekonomi, suku,dan lama ikut PPA. Untuk itulah peneliti menulis disertasi yang berjudul: AuEksplanatori dan Konfirmatori Pelayanan Holistik berdasarkan Injil Sinoptik di Kalangan Anak PPA usia 14-19 tahun Cluster SoloAy untuk mendapatkan data empiris dari pemasalahan tersebut serta menghasilkan implikasi dan saran guna perkembangan PPA di Cluster Solo. Kata kunci: Pelayanan Holistik. Injil Sinoptik. Kalangan Anak PPA. Cluster Solo. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Matius I Totok Dwikoryanto. Muner Daliman. Hana Suparti. Paulus Sentot Purwoko. PENDAHULUAN Pelayanan yang menyentuh aspek pelayanan dasar pada empat dimensi pelayanan yang holistik yaitu spiritual, psikis, sosial dan fisik manusia (Tomatala, 2. Untuk itulah sudah menjadi kewajiban dan keharusan untuk orang Kristen bahkan gereja menerapkan pelayanan holistik yang bukan hanya berfokus kepada Aupeople orientedAy atau kepedulian terhadap orang tetapi bagaimana seseorang bisa hidup secara ideal sebagai ciptaan Tuhan. Gereja yang berkembang salah satu indikasinya adalah gereja yang menerapkan pelayanan yang holistik (Berhitu, 2014, p. Salah satunya adalah dalam pelayanan kepada anak. AnakAeanak yang dipersiapkan dan dilayani dengan baik, akan menjadi generasi penerus gereja yang terus menerus tumbuh dan berkembang sebagai penyambung pelaku Amanat Agung (Supriyadi, 2021, p. Dalam memenuhi standar pelayanan kepada anak maka ada beberapa gereja yang bermitra/ bekerjasama dengan Yayasan Compassion Indonesia (YCI), dengan mengadakan PPA (Pusat Pengembangan Ana. Compassion adalah sebuah organisasi internasional yang mengembangkan anak secara holistik, berkomitmen untuk menjadi pembela anak, untuk membebaskan mereka dari kemiskinan baik secara rohani, fisik, pendidikan dan sosio Setidaknya di Cluster Solo (Kota Surakarta. Kab. Karanganyar, dan Kab. Klate. ada 17 gereja yang bermitra dengan PPA Jumlah anak yang dibina 9000 lebih. Secara spesifik untuk usia 14-19 tahun berjumlah 1215 anak. Bukan jumlah yang sedikit untuk dapat dikelola dan didanai oleh yayasan Compassion Indonesia. Pada kesempatan sebelumnya peneliti menemukan permasalahan yang terjadi di PPA Generasi Anak Terang dimana peneliti sebagai gembalanya. Untuk itulah pada kesempatan ini peneliti mencoba menggali lebih luas apakah permasalahan yang sama atau lebih kompleks juga terjadi pada PPA di Cluster Solo. Dari hasil pengamatan peneliti di beberapa gereja secara random di Cluster Solo menunjukan bahwa kurang maksimalnya pelayanan anak dikarenakan masih ada gereja yang belum memandang pelayanan anak sebagai hal penting dan menjadikannya sebagai prioritas baik dalam sisi fasilitas pendanaan, program maupun SDM. Dengan demikian program pelayanan anak belum mendapatkan tempat utama jika dibantingkan dengan pelayanan untuk orang dewasa. Hal tersebut terkonfirmasi dengan pendapat Tri Budiharjo . dalam bukunya yang menyatakan AuPelayanan anak kadang terlupakan oleh gereja dan dinomor duakan, padahal pelayanan anak adalah pelayanan mulia yaitu pelayanan generasi bagi gereja tersebutAy. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Matius I Totok Dwikoryanto. Muner Daliman. Hana Suparti. Paulus Sentot Purwoko. Gereja masih mengalami kekurangan kualitas SDM, baik dari sisi panggilan maupun kualitas dalam melaksanakan pelayanan anak. Lemahnya dasar-dasar panggilan. SDM PPA tidak paham terhadap perkembangan situasi jaman sehingga pendekatan pembinaan ke anak tidak tepat. Pembinaan yang tepat dapat membuat anak menjadi berprestasi dan memiliki kemampuan yang maksimal (Wahyu et al. , 2021, p. Orang-orang yang mendampingi dan mengajar pelayanan anak, jarang sekali mendapatkan pembinaan dan pelatihan dari gereja. Pelayanan anak cenderung diserahkan kepada pemuda, remaja atau ibu-ibu yang mau saja. Bidang pelayanan anak kadang dipakai tempat untuk belajar melayani. Akibatnya pelayanan kepada anak tidak ditangani oleh orang-orang yang terlatih. Gereja bertugas mendidik anak sampai sekali kelak mereka mencapai iman yang dewasa serta memperhatikan kebutuhan mereka dengan melakukan pelayanan secara holistik (E. Homrighausen & I. Enklaar, 2. Terlebih untuk anak usia 14 sampai dengan 19 tahun, karena usia itu adalah usia dimana anak-anak mulai bertumbuh dari remaja menjadi dewasa dan siap bertumbuh menjadi pemimpin rohani. Sekaligus masaAemasa riskan karena memasuki fase pubertas anak dimana kecenderungan emosional lebih tidak stabil. Ada empat fokus pelayanan holistik di dalam PPA Generasi Anak Terang, yaitu pelayanan jasmani, pelayanan rohani, pelayanan pendidikan dan pelayanan sosio emosi. Fokus pelayanan PPA yang pertama adalah pelayanan jasmani. Pelayanan ini adalah pelayanan yang menitik beratkan kepada pelayanan fisik kepada anak. Sama seperti pelayanan Yesus memberi makan lima ribu orang dalam Matius 14:16, demikian juga didalam kegiatan pelayanan di PPA memiliki tujuan agar anak terjaga kesehatannya, mengalami pertumbuhan fisik yang seimbang antara usia, berat badan dan tinggi badan dengan pemberian makan yang bergizi, memberikan pakaian, pengajaran kebiasaan hidup sehat, merawat anak yang sakit dan pemeriksaan kesehatan berkala. Memang tidak dapat dipungkiri dari hasil survey didapatkan bahwa beberapa mentor mengeluh banyak remaja binaan PPA yang cenderung kurang memperhatikan asupan Kebiasaan anak zaman sekarang suka memakan makanan cepat saji/ instant (Junk Foo. Padahal diketahui bahwa makanan tersebut cenderung kurang sehat karena banyak mengandung perasa, pemanis bahkan pengawet makanan. Selain itu juga beberapa mentor mengeluhkan ada anakAeanak PPA bimbingan mereka yang kedapatan merokok. Mereka kurang memahami dampak yang ditimbulkan dari perbuatannya tersebut. Beberapa berdalih Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Matius I Totok Dwikoryanto. Muner Daliman. Hana Suparti. Paulus Sentot Purwoko. melakukan Tindakan tersebut karena pergaulan mereka. Seperti yang disampaikan oleh Pdt. Yulia Ekawati Penanggung jawab PPA Debora Solo. Beliau menyatakan bahwa: Keprihatinan bagi saya secara pribadi sebagai seorang gembala dimana anakAeanak yang beranjak remaja cenderung lebih sulit diatur dalam masalah pengelolaan makanan yang mereka makan. Gaya hidup anak sekarang menjadikan hal biasa untuk mengkonsumsi makanan cepat saji /junk food dan tanpa memperhatikan efek samping serta bahayanya bagi tubuh mereka. Padahal sejak dini mereka sudah dibiasakan makan makanan yang bergizi di PPA selain itu walaupun di PPA mereka diajarkan menjaga kesehatan tubuh tetapi masih saja yang kedapatan merokok padahal hal tersebut sangatlah merusak kesehatan mereka. Hal itu senada dengan yang disampaikan MacArthur . dalam bukunya Au Kiat sukses mendidik anakAy yang menyatakan: AuAnak memiliki hak untuk bertumbuh secara jasmani sesuai dengan karakteristik umurnya untuk itulah diperlukan kecukupan gizi seimbang agar pertubuhan fisik anak dapat berkembang baik sesuai dengan tingkat usianyaAy. Sehingga dari beberapa hal tersebut dapat diketahui bahwa terindikasi masih ada anak PPA usia 14-19 tahun yang belum mengimplementasikan Pelayanan Holistik berdasarkan Injil Sinoptik dalam pelayanan jasmani. Fokus pelayanan PPA yang kedua adalah pelayanan rohani. Tujuan pelayanan kerohanian ini adalah supaya anak-anak mengalami pertumbuhan kerohanian. Sama seperti pelayanan Tuhan Yesus memberikan pengajaran iman dalam Matius 17:20, demikian juga didalam pelayanan kerohanian ini PPA menyelenggarakan berbagai kegiatan rohani agar anak mengalami pertumbuhan rohani melalui pengajaran kebenaran Firman Tuhan, melalui ibadah, komsel, retreat, pemuridan, pembinaan pribadi, yang memiliki fungsi dalam Aspek pengajaran memiliki tujuan untuk membangun kepercayaan anak (Sahertian et al. , 2021, p. Anak-anak PPA juga dilatih untuk diutus memberitakan Injil kepada orang lain. Injil akan menyelamat manusia dari dari maut (Laia, 2020, p. Anakanak yang memiliki pertumbuhan kerohanian diharapkan menjadi anak yang takut akan Tuhan. Tetapi berdasarkan wawancara dengan Pdt. Ferawati Mangindaan Gembala GSJA Gadingan menyatakan bahwa: AuUsaha PPA menanamkan kerohanian kepada anak sesungguhnya sudah maksimal mulai dari kecil hingga dewasa anak dibiasakan untuk berdoa, bernyanyi, membaca firman dan bimbingan Alkitab. Tetapi kenyataannya masih ada saja anak yang cenderung melalaikan kewajibannya tersebut dengan alasan kesibukan sekolah. Padahal hal tersebut adalah kebutuhan pribadi setiap anak yaitu dekat dengan Tuhan. Terlebih untuk anak laki - laki yang cenderung lebih suka bermain game online yang saat ini menjadi pengaruh kuat yang menyita waktu mereka. Berbagai usaha Wawancara dengan Pdt. Yulia Ekawati. Gembala GBI Samaan. Sabtu 1 Agustus 2020. Pk. 00 WIB Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Matius I Totok Dwikoryanto. Muner Daliman. Hana Suparti. Paulus Sentot Purwoko. dilakukan tetapi kembali lagi untuk menasehati remaja perlu sentuhan khusus bukan dengan kekerasan. Ay2 Hal ini senada dengan yang disampaikan Dadang Sulaeman yang menyatakan : Pada terjadi perubahan-perubahan baik dalam segi psikologis, sosial dan intelektual sehingga remaja cenderung melakukan apa yang disenangi hatinya sendiri (Sulaeman, 1. Dari masalah tersebut diatas dapat dilihat bahwa masih ada anak PPA usia 14-19 tahun yang belum memahami Pelayanan Holistik Anak berdasarkan Injil Sinoptik dalam pelayanan Fokus pelayan PPA yang ketiga adalah pelayanan Pendidikan. Pendidikan merupakan hal yang sangat penting di dalam diri seorang anak. Sama seperti pelayanan Tuhan Yesus mengajar banyak orang, seperti didalam Markus 4:9-12, demikian juga anak PPA diberikan bekal pendidikan dengan tujuan agar anak bisa memiliki masa depan yang baik. Pelayanan Pendidikan yang dilakukan PPA terhadap anak yaitu menyediakan beasiswa/ menyediakan uang bantuan untuk sekolah serta peralatan pendukung sekolah dari mulai jenjang terbawah TK sampai perguruan tinggi . agi yang lolos seleksi akhi. Anak-anak PPA juga diberi bekal Pendidikan untuk mengembangkan talenta, mengembangkan wawasan, kewirausahaan, bimbingan belajar menurut kebutuhan anak. Anak PPA diwajibkan menghadiri kegiatan pendidikan PPA sebanyak 2 kali seminggu, masing-masing 90 menit. Setiap kedatangan anak-anak harus melakukan presensi, anak harus hadir minimal 80% dari total kewajiban tetapi dari hasil survey diketahui bahwa masih ada anak terutama usia SMP/ SMA yang karena padatnya kegiatan sekolah sehingga berkurangnya intensitas kehadiran kegiatan PPA. Pada kenyataannya terjadi pada beberapa anak kedapatan mulai jenuh dengan kegiatan PPA. Menurut pengamatan beberapa mentor PPA beberapa orang tua anak kurang memperhatikan pendidikan anak-anak mereka. Seharusnya orang tua berupaya untuk membawa anak ke jalan yang benar (Prakoso et al. , 2020, p. Oleh karena itu PPA secara khusus menyediakan program tambahan pendidikan bagi anak usia SMPAeSMA, berupa pendidikan karir seperti bahasa Inggris, keterampilan,komputer, multimedia, dsb. Namun dalam kenyataannya masih ada anak yang kurang menggunakan secara maksimal fasilitas program tersebut. Seperti yang disampaikan Zubaedi . tentang Pembelajaran Terpadu didefinisikan sebagai suatu pendekatan belajar yang melibatkan Wawancara dengan Pdt. J Mangindaan. Sabtu 7 Agustus 2020. Pk. 00 WIB Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Matius I Totok Dwikoryanto. Muner Daliman. Hana Suparti. Paulus Sentot Purwoko. beberapa bidang studi untuk memberikan pengalaman yang bermakna pada anak melalui caraAecara yang inovatifAy. Hal tersebut didukung dengan pernyataan Koordinator PPA Corpus Cristi Lukas Sukardi: menyatakan: Kalau dicermati dengan sungguh-sungguh ada permasalahan dari sisi anak, antara lain: Pada umumnya, anak usia 14 -19 tahun sudah memiliki kegiatan yang sangat padat di sekolah masing-masing, sehingga waktu anak habis. Dari masalah ini maka terjadi benturan dengan waktu kegiatan PPA, sehingga terjadi masalah di presensi anak, absen anak tidak mencapai 80% kehadiran. Padahal PPA menyediakan fasilitas pengembangan karir . elas bahasa Inggris. Kelas keterampilan, komputer, multimedi. tetapi masih ada saja anak yang kurang tertarik dengan alasan menambah beban pikiran mereka. Dari permasalahan yang di atas, kita dapat melihat bahwa masih ada anak PPA usia 14-19 tahun yang belum memahami Pelayanan Holistik Anak berdasarkan Injil Sinoptik dalam pelayanan pendidikan. Fokus pelayanan PPA yang keempat adalah pelayanan sosio Pelayanan sosio emosi bertujuan untuk membentuk anak menjadi anak yang dapat berinteraksi dengan orang lain secara sehat, mengalami hubungan penuh kasih, dengan sesama (Cornelia et al. , 2014, p. Sama seperti Tuhan Yesus memberikan pelayanan pribadi kepada anak-anak didalam Markus 10:16, demikian juga PPA melakukan pelayanan sosio emosi kepada dengan memberikan dukungan kepada anak melalui pembinaan pribadi, konseling, memberi perhatian kepada anak, memberikan apresiasi agar anak menemukan rasa berharga di dalam Tuhan. Jenis pelayanan ini sangat penting, karena pada umumnya remaja sedang ada dalam masa mencari jati diri, sehingga perlu pendampingan dan pengarahan agar dapat menemukan jati diri dengan benar sesuai Firman Tuhan. Banyak anak remaja yang tersesat sehingga bisa terhilang (Hasanusi, 2019, p. Pelayanan yang dilakukan di PPA juga menyambut dan menerima keberadaan orang Ae orang dari berbagai latar belakang untuk datang dilayani. Yesus juga memberi teladan untuk bisa menerima keberadaan orang-orang Dari hasil survey diketahui bahwa beberapa mentor mengeluhkan ada anak bimbingannya yang masih kurang bijaksana dalam menyelesaikan masalahnya terutama berkaitan dengan hubungan dengan sesama dengan latar belakang konflik, iri hati, percintaan. Masih ada anak yang gagal menerapkan kasih, sehingga kurang menghargai sesama, gagal mempraktekkan pengampunan dan hidup dalam kepahitan dan kekecewaan. Anak kurang bisa mengendalikan diri dan emosinya sehingga terjadi hal yang sebenarnya tidak pantas dilakukan anak PPA. Conton sehari-hari adalah masalah gossip, iri hati di seputar dunia Wawancara dengan Lukas Sukardi Koordinator PPA Corpus Cristi. Kamis, 6 Agustus 2020. Pk 14. WIB. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Matius I Totok Dwikoryanto. Muner Daliman. Hana Suparti. Paulus Sentot Purwoko. Permasalahan dalam pelayanan sosio emosi juga terjadi karena anak Ae anak remaja cenderung hidup dalam kelompok yang disukai /geng mereka. Hal tersebut tidak dipungkiri oleh Moh. Ali yang menyatakan: AuSeseorang remaja melakukan konformitas terhadap kelompok hanya karena perilaku individu didasarkan pada harapan kelompok atau masyarakat tertentu (Baron, 2. Dari hal tersebut dapat diindikasikan bahwa masih ada anak PPA usia 14-19 tahun yang belum memahami Pelayanan Holistik Anak berdasarkan Injil Sinoptik dalam pelayanan sosio emosional. Dari berbagai permasalahan yang peneliti paparkan diatas peneliti meyakini bahwa diluar masalah tersebut faktor latar belakang anak PPA usia 14-19 tahun memiliki andil dalam pengimplementasian Pelayanan Holistik Anak berdasarkan Injil Sinoptik. Latar belakang tersebut antara lain : latar belakang usia pendidikan, ekonomi, suku,dan lama ikut PPA. Untuk itulah peneliti menulis disertasi yang berjudul: AuEksplanatori dan Konfirmatori Pelayanan Holistik berdasarkan Injil Sinoptik di Kalangan Anak PPA usia 14-19 tahun Cluster SoloAy untuk mendapatkan data empiris dari pemasalahan tersebut serta menghasilkan implikasi dan saran guna perkembangan PPA di Cluster Solo. METODE Menurut Mohammad Nazir . , penelitian adalah suatu cara atau metode studi yang dilakukan seseorang secara hati-hati untuk memahami sesuatu dengan melalui penyelidikan atau melalui usaha mencari bukti yang muncul sehubungan dengan masalah itu sehingga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut. Peneliti ini menggunakan metode kuantitatif. Peneliti akan membagikan kepada responden sejumlah pernyataan dalam sebuah angket untuk mendapatkan jawaban yang diperlukan untuk penyelesaian penulisan yang diteliti secara uji normalitas, lineritas dan homogenitas. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil data yang sudah dikumpulkan dari penelitian yang dilaksankan dengan cara membagikan angket online melalui google form kepada responden, maka peneliti telah mendapatkan data dengan menggunakan alat ukur skala likert, dengan pemberian nilai kuantitatif, yakni skor 1 sangat tidak setuju. skor 2 tidak setuju. skor 3 ragu-ragu, skor 4. skor 5 sangat setuju. Setelah angket dibagikan kepada sejumlah 226 responden Maka data yang terkumpul dapat dijelaskan dalam statistik sebagai berikut : Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Matius I Totok Dwikoryanto. Muner Daliman. Hana Suparti. Paulus Sentot Purwoko. Implementasi Pelayanan Holistik Berdasarkan Injil Sinoptik di Kalangan anak PPA (Pusat Pengembangan Anak ) Usia 14 - 19 tahun Cluster Solo Raya. Statistics Implementasi Pelayanan Holistik Berdasarkan Injil Sinoptik di Kalangan anak PPA (Pusat Pengembangan Anak ) Usia 14 - 19 tahun Cluster Solo Raya. Valid Missing Mean 268,4867 Median 271,0000 Mode 295,00 Std. Deviation 21,89556 Range 117,00 Minimum 178,00 Maximum 295,00 Sum 60678,00 Berdasarkan data responden sebanyak 226, dihasilkan skor empiris antara 178 sampai dengan 295, mean sebesar 268,4867, median sebesar 271, modus sebesar 295 ,standar deviasi 21,89556 dan range sebesar 117 ( Lampira. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Matius I Totok Dwikoryanto. Muner Daliman. Hana Suparti. Paulus Sentot Purwoko. Pelayanan Jasmani ( D1 ) Statistics Pelayanan Jasmani Valid Missing Mean 67,6460 Median 69,0000 Mode 71,00 Std. Deviation 5,70368 Range 29,00 Minimum 46,00 Maximum 75,00 Sum 15288,00 Berdasarkan data responden sebanyak 226, dihasilkan skor empiris antara 46 sampai dengan 75, mean sebesar 67,6460, median sebesar 69 , modus sebesar 71 dan standar deviasi sebesar 5,70368, dan range sebesar 29. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Matius I Totok Dwikoryanto. Muner Daliman. Hana Suparti. Paulus Sentot Purwoko. Pelayanan Rohani (D. Statistics Pelayanan Rohani Valid Missing Mean 69,7965 Median 71,0000 Mode 75,00 Std. Deviation 5,54683 Range 31,00 Minimum 44,00 Maximum 75,00 Sum 15774,00 Berdasarkan data responden sebanyak 226, dihasilkan skor empiris antara 44 sampai dengan 75, mean sebesar 69,7965, median sebesar 71, modus sebesar 75 dan standar deviasi sebesar 5,54683, dan range sebesar 31. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Matius I Totok Dwikoryanto. Muner Daliman. Hana Suparti. Paulus Sentot Purwoko. Pelayanan Pendidikan (D. Statistics Pelayanan Pendidikan Valid Missing Mean 68,4602 Median 70,0000 Mode 75,00 Std. Deviation 6,01854 Range 30,00 Minimum 45,00 Maximum 75,00 Sum 15472,00 Berdasarkan data responden sebanyak 226, dihasilkan skor empiris antara 45 sampai dengan 75, mean sebesar 68,4602, median sebesar 45, modus sebesar 75 dan standar deviasi sebesar 6,01854, dan range sebesar 30. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Matius I Totok Dwikoryanto. Muner Daliman. Hana Suparti. Paulus Sentot Purwoko. Pelayanan Sosio emosional (D. Statistics Pelayanan Sosio Emosional Valid Missing Mean 62,5841 Median 64,0000 Mode 70,00 Std. Deviation 6,66163 Range 28,00 Minimum 42,00 Maximum 70,00 Sum 14144,00 Berdasarkan data responden sebanyak 226, dihasilkan skor empiris antara 42 sampai dengan 70, mean sebesar 62,5841, median sebesar 64, modus sebesar 70 dan standar deviasi sebesar 6,66163, dan range sebesar 28. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Matius I Totok Dwikoryanto. Muner Daliman. Hana Suparti. Paulus Sentot Purwoko. Variabel latar berlakang Responden ( i21 Ae i. Jenis kelamin . jenis_Kelamin Valid Cumulative Percent Frequency Percent Valid Percent Laki - laki Perempuan Total Indikator jenis kelamin : berdasarkan data responden sebanyak 226 responden 144 . %) berjenis kelamin Perempuan dan 82 . %) orang berjenis kelamin laki-laki. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Matius I Totok Dwikoryanto. Muner Daliman. Hana Suparti. Paulus Sentot Purwoko. Umur . Umur Valid Cumulative Percent Frequency Percent Valid Percent 14,00 15,00 16,00 17,00 18,00 19,00 Total Indikator umur : dari 226 responden diketahui 38 responden . %) berumur 14 tahun, 32 responden . %) berusia 15 Tahun, 29 responden . ,8%) berusia 16 Tahun, 37 responden . ,4%) berumur 17 tahun, 44 responden . ,5%) berumur 18 tahun dan 46 responden . ,4%) berusia 19 Tahun. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Matius I Totok Dwikoryanto. Muner Daliman. Hana Suparti. Paulus Sentot Purwoko. Pendidikan ( i. Pendidikan Valid Cumulative Percent Frequency Percent Valid Percent SMA SMP Kuliah Total Indikator pendidikan : berdasarkan data responden sebanyak 226 responden diketahui 120 responden . ,1%) berpendidikan SMA, 51 responden . ,6%) berpendidikan SMP, dan 55 responden . ,3%) sedang Kuliah. Lama Mengikuti PPA . Lama_Ikut_PPA Valid Cumulative Percent Frequency Percent Valid Percent 1-5 Tahun 5-10 Tahun 11-15 Tahun > 16 tahun Total Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Matius I Totok Dwikoryanto. Muner Daliman. Hana Suparti. Paulus Sentot Purwoko. Indikator lama ikut PPA : dari 226 responden diketahui 5 responden . ,2%) menjadi anggota PPA <5 Tahun, 72 responden . ,9%) ikut PPA 5-10 Tahun , 104 responden . %) ikut PPA 11-15 Tahun , dan 45 responden . ,9 %) ikut PPA >16 Tahun. Uji Persyaratan analisis Persyaratan analisis regresi merupakan prosedur yang harus dilaksanakan dan dipenuhi, sehingga kesimpulan yang diambil dari hasil analisis regresi yang dilakukan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya apabila syarat Ae syarat analisisnya telah dipenuhi. Persyaratan uji analisis regresi meliputi uji normalitas, uji linieritas, uji homogenitas dan uji keberartian model. Adapun penjabarannya adalah sebagai berikut : Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk variabel . ndogenous Variabl. dan semua dimensi . xogenous variabl. dengan estimasi proporsi melalui rumus Blom dengan pendekatan P-P Plot guna mengetahui apakah nilai residu yang diteliti memiliki distribusi normal atau tidak Nilai residu yang berdistribusi normal jika dilihat pada gambar normal P Ae P Plot regresion standardized, maka titik Ae titik / sebaran data mengarah atau berada disekitar garis diagonal serta tidak memiliki outlier. Demikian juga dengan detrended untuk sebaran data variabel maupun indikator tidak menggambaran kurve tertentu dan terkumpul di sekitar garis horisontal yang melalui titik nol. etrended lampiran . Dari uji normalitas P Ae P Plot regresion standardizedd engan bantuan SPSS 25 diketahui sebagai berikut : Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Matius I Totok Dwikoryanto. Muner Daliman. Hana Suparti. Paulus Sentot Purwoko. Dari gambar P Ae P plot dari dimensi 1 Pelayanan Jasmani diatas menunjukan bahwa data berdistribusi secara normal karena titik Ae titik ( Plot ) mengikuti garis diagonal. Dari gambar P Ae P plot dari dimensi 2 Pelayanan Rohani diatas menunjukan bahwa data berdistribusi secara normal karena titik Ae titik ( Plot ) mengikuti garis diagonal. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Matius I Totok Dwikoryanto. Muner Daliman. Hana Suparti. Paulus Sentot Purwoko. Dari gambar P Ae P plot dari dimensi 3 Pelayanan Pendidikan diatas menunjukan bahwa data berdistribusi secara normal karena titik Ae titik (Plo. mengikuti garis diagonal. Dari gambar P Ae P plot dari dimensi 4 Pelayanan Sosio emosional menunjukan bahwa data berdistribusi secara normal karena titik Ae titik ( Plot ) mengikuti garis diagonal. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Matius I Totok Dwikoryanto. Muner Daliman. Hana Suparti. Paulus Sentot Purwoko. Dari gambar P Ae P plot dari endogenous variabel diatas menunjukan bahwa data berdistribusi secara normal karena titik Ae titik ( Plot ) mengikuti garis diagonal. Untuk menyamakan persepsi terhadap pola titik Ae titik dari gambar Ae gambar plot kelima dimensi di atas selain dengan detrended, maka secara spesifik nilai signifikan distribusi akan dapat dilihat dari tes normalitas menggunakan Kolmogorov Smirnov. Dengan tes tersebut akan dihasilkan angka Ae angka yang empiris, sehingga tidak menimbulkan perbedaan penilaian. Hasil output dengan menggunakan bantuan program SPSS 25 sebagai One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Pelayanan Jasmani Normal Parametersa,b Implement Pelayanan Holistik Pelayanan Berdasarka Pelayanan Pelayanan Sosio n Injil Rohani Pendidikan Emosional Sinoptik Mean 67,6460 69,7965 68,4602 62,5841 268,4867 Std. Deviation 5,70368 5,54683 6,01854 6,66163 21,89556 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Matius I Totok Dwikoryanto. Muner Daliman. Hana Suparti. Paulus Sentot Purwoko. Most Extreme Differences Absolute ,116 ,174 ,139 ,133 ,113 Positive ,099 ,174 ,139 ,133 ,113 Negative -,116 -,161 -,115 -,124 -,097 Test Statistic ,116 ,174 ,139 ,133 ,113 Asymp. Sig. -taile. ,088c ,120c ,200c ,230c ,092c Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa setiap dimensi D1 Ae D4 memiliki taraf signifikan diatas 0,05 yang menandakan bahwa variabel tersebut terdistribusi dengan normal dan dapat dilakukan uji dengan metode parametik. Dari data diatas dapat disimpulkan sebagai berikut : Data dimensi 1 Pelayanan Jasmani memiliki nilai signifikansi 0,088. Karena lebih dari 0,05 maka dinyatakan berdistribusi normal. Data dimensi 2 Pelayanan Rohani memiliki nilai signifikansi 0,120. Karena lebih dari 0,05 maka dinyatakan berdistribusi normal. Data dimensi 3 Pelayanan Pendidikan memiliki nilai SIGNIFIKANSI 0,200. Karena lebih dari 0,05 maka dinyatakan berdistribusi normal. Data dimensi 4 Pelayanan Sosio emosional memiliki nilai signifikansi 0,230. Karena lebih dari 0,05 maka dinyatakan berdistribusi normal. Uji Linearitas Uji Linearitas merupakan suatu perangkat uji yang diperlukan untuk mengetahui bentuk hubungan yang terjadi di antara variabel X dan Y. Uji ini dilakukan untuk melihat apakah linear yang signifikan dari dua buah variabel yang sedang di teliti. Uji ini merupakan prasyarat penggunaan uji hipotesis baik itu dengan korelasi maupun regresi. Linearitas akan terpenuhi dengan asumsi jika plot antara nilai residual terstandarisasi dengan nilai prediksi terstandarisasi tidak membentuk suatu pola tertentu . Uji linieritas dihitung dengan uji galant regresi linier atau uji linieritas atas penyimpangan . eviation from liniearit. Uji linieritas dilakukan untuk melihat apakah persamaan regresi Y Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Matius I Totok Dwikoryanto. Muner Daliman. Hana Suparti. Paulus Sentot Purwoko. = a bXn berbentuk persamaan linier untuk menemukan bahwa persamaan regresi berbentuk linier atau tidak dengan melihat besarnya koefisien P-Value. Dua variabel dikatakan mempunyai hubungan yang linier bila nilai linearity kurang dari 0,05 atau deviation from linearity lebih dari 0,05. 1 Uji Linieritas D1Ae Y ANOVA Table Implementasi Pelayanan Holistik Berdasarkan Injil Sinoptik di Kalangan anak PPA (Pusat Pengembangan Anak ) Usia 14 19 tahun Cluster Solo Raya * Pelayanan Jasmani Between Groups Sum of Squares Mean Square (Combine. 88184,75 24 3674,36 37,52 ,000 Linearity 83139,75 1 83139,7 848,9 ,000 Deviation from 5045,003 Linearity 23 219,348 2,240 ,102 Within Groups 19683,70 Total Sig. 97,929 Dari output pengujian linieritas Dimensi D1 Pelayanan Jasmani menunjukan bahwa nilai signifikansi liniearity adalah 0,000 dan deviation from linierity 0,102 lebih besar atau sama dengan 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Dimensi D1 Pelayanan Jasmani dinyatakan 2 Uji Linieritas D2Ae Y ANOVA Table Sum of Squares Implementasi Pelayanan Holistik Berdasarkan Injil Sinoptik di Between Groups Mean Square Sig. (Combine. 93995,72 22 4272,533 62,520 ,000 Linearity 91904,19 1 91904,19 1344,8 ,000 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Matius I Totok Dwikoryanto. Muner Daliman. Hana Suparti. Paulus Sentot Purwoko. Kalangan anak Deviation from PPA (Pusat Linearity Pengembangan Within Groups Anak ) Usia 14 19 tahun Cluster Solo Raya * Total Pelayanan Rohani 2091,533 99,597 13872,73 68,339 1,457 ,096 Dari output pengujian linieritas Dimensi D2 Pelayanan Rohani menunjukan bahwa nilai signifikansi liniearity adalah 0,000 dan deviation from linierity 0,096 lebih besar atau sama dengan 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Dimensi D2 Pelayanan Rohani dinyatakan 3 Uji Linieritas D3Ae Y ANOVA Table Sum of Squares Implementasi Between (Combine. Pelayanan Holistik Groups Berdasarkan Injil Linearity Sinoptik di Kalangan anak PPA (Pusat Pengembangan Anak ) Deviation from Usia 14 - 19 tahun Linearity Cluster Solo Raya * Pelayanan Pendidikan Within Groups 96534,05 Total Mean Square Sig. 22 4387,91 78,58 ,000 94228,55 1 94228,5 ,000 2305,504 21 109,786 1,966 ,209 11334,40 55,835 Dari output pengujian linieritas Dimensi D3 Pelayanan Pendidikan menunjukan bahwa nilai signifikansi liniearity adalah 0,000 dan deviation from linierity 0,209 lebih besar atau sama dengan 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Dimensi D3 Pelayanan Pendidikan dinyatakan linier. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Matius I Totok Dwikoryanto. Muner Daliman. Hana Suparti. Paulus Sentot Purwoko. 4 Uji Linieritas D4Ae Y ANOVA Table Sum of Squares Implementasi Between (Combined 94718,375 Pelayanan Holistik Groups Berdasarkan Injil Linearity 91727,955 Sinoptik di Kalangan anak PPA (Pusat Deviation 2990,421 Pengembangan Anak ) Usia 14 - 19 Linearity tahun Cluster Solo Raya * Pelayanan Within Groups 13150,085 Sosio Emosional Total 107868,460 Mean Square Sig. 3643,014 55,130 ,000 1 91727,955 1388,11 ,000 119,617 ,114 66,081 1,810 Dari output pengujian linieritas Dimensi D4 Pelayanan Sosio emosional menunjukan bahwa nilai signifikansi liniearity adalah 0,000 dan deviation from linierity 0,114 lebih besar atau sama dengan 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Dimensi D4 Pelayanan Sosio emosional dinyatakan linier. Uji Homogenitas Uji homogenitas dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa dua atau lebih kelompok data responden berasal dari populasi yang memiliki variansi yang sama. Pada analisis regresi, persyaratan analisis yang dibutuhkan adalah bahwa galat regresi untuk setiappengelompokan berdasarkan variabel terikatnya memiliki variansi yang sama. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Matius I Totok Dwikoryanto. Muner Daliman. Hana Suparti. Paulus Sentot Purwoko. 1 Uji Homogenitas Y Ae D1- D4 Test of Homogeneity of Variances Levene Statistic Pelayanan Jasmani Pelayanan Rohani Pelayanan Pendidikan Pelayanan Sosio Emosional Sig. Based on Mean 3,467 ,000 Based on Median 1,543 ,128 Based on Median and with adjusted df 1,543 34,245 ,095 Based on trimmed mean 3,158 ,101 Based on Mean 3,230 ,000 Based on Median 1,574 ,123 Based on Median and with adjusted df 1,574 86,394 ,136 Based on trimmed mean 3,058 ,121 Based on Mean 3,561 ,000 Based on Median 1,688 ,210 Based on Median and with adjusted df 1,688 63,199 ,227 Based on trimmed mean 3,426 ,221 Based on Mean 3,237 ,000 Based on Median 1,853 ,203 Based on Median and with adjusted df 1,853 50,915 ,217 Based on trimmed mean 3,094 ,222 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Matius I Totok Dwikoryanto. Muner Daliman. Hana Suparti. Paulus Sentot Purwoko. REKOMENDASI PENGEMBANGAN PENELITIAN Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan dan kelemahan pelayanan di PPA Cluster Solo. Peneliti berharap kiranya melalui penelitian ini dapat berkontribusi dalam kemajuan pelayanan PPA Cluster Solo. Penelitian ini masih dapat dikembangkan dengan melakukan kajian pada kitab yang lain, yang terdapat pada Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru dan lokus yang berbeda. Peneliti berharap kiranya penelitian ini dapat menjadi bahan rujukan bagi para peneliti yang sedang atau akan melakukan penelitian dengan topik yang sama. KESIMPULAN Pertama. Dari hasil analisa data SPSS 25 untuk uji homogenitas antara variabel Y dengan Dimensi D1Pelayanan Jasmani maka dapat diketahui karena p-value = 0,095 >0,05 maka dapat disimpulkan data diambil dari responden yang homogen. Kedua. Dari hasil analisa data SPSS 25 untuk uji homogenitas antara variabel Y dengan Dimensi D2 Pelayanan Rohani maka dapat diketahui karena p-value = 0,136 >0,05 maka dapat disimpulkan data diambil dari responden yang homogen. Ketiga. Dari hasil analisa data SPSS 25 untuk uji homogenitas antara variabel Y dengan Dimensi D3Pelayanan Pendidikan maka dapat diketahui karena p-value = 0,227 >0,05 maka dapat disimpulkan data diambil dari responden yang homogen. Keempat. Dari hasil analisa data SPSS 25 untuk uji homogenitas antara variabel Y dengan Dimensi D4 Pelayanan Sosio emosional maka dapat diketahui karena pvalue = 0,217 > 0,05 maka dapat disimpulkan data diambil dari responden yang homogen. BIODATA Dr. Matius I Totok Dwikoryanto adalah Dosen dan Ketua Prodi S1 Teologi di Sekolah Tinggi Teologi KADESI Yogyakarta. Dia memfokuskan penelitiannya pada bidang teologi, penginjilan, dan pendidikan agama Kristen. Melalui penelitiannya diharapkan dapat berkontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Matius I Totok Dwikoryanto Surel: mitdwikoryanto. dk@gmail. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Matius I Totok Dwikoryanto. Muner Daliman. Hana Suparti. Paulus Sentot Purwoko. Dr. Muner Daliman. MA. Th. Pd. K adalah ketua Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta. Dia mendapatkan visi misi yang Tuhan Injil Kerajaan Sorga menjadi bagian yang utama, yang siap atau tidak siap, menurutnya harus diproklamirkan keseluruh Tulisan-tulisan yang telah ia buat selalu memiliki warna Kerajaan Sorga. Komitmen dan tekat yang kuat telah membuat Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta dapat bersaing dengan Sekolah Tinggi Lainnya. Muner Daliman Surel: munerdaliman@sttkadesiyogyakarta. Dr. Hana Suparti. Th. Pd. K adalah direktur pascasarjana di Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta. Dia cukup banyak menulis tentang etika yang didaratkan kesetiap situasi masa kini. Kepedulian dan keterbukaannya kepada mahasiswa dan kenalan yang lainnya memperlihatkan bahwa dia adalah sosok penulis yang suka berkerjasama. Hana Suparti Surel: hanasuparti@sttkadesiyogyakarta. DAFTAR PUSTAKA