Vol 1 No 3 November 2020 E-ISSN :2722-0877 PENELITIAN PREVALENSI PENDERITA SKABIES DI PUSKESMAS CIWIDEY JAWA BARAT DALAM PERIODE 5 TAHUN . : STUDI RETROSPEKTIF Anastasia Wibianto1. Irene Dorthy Santoso2 Puskesmas Ciwidey. Kabupaten Bandung. Jawa Barat Departemen Dermatologi & Venereologi. Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Jakarta Abstrak: Skabies adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infeksi dari tungau Sarcoptes scabiel var hominis yang biasanya ditandai dengan gatal pada malam hari. Beberapa faktor risiko yang dapat menjadi penyebab skabies diantaranya adalah faktor hygiene yang buruk dan sosial ekonomi yang rendah. Penelitian ini bertujuan mengetahui prevalensi skabies di Puskesmas Ciwidey. Jawa Barat pada tahun 2015-2020. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan secara retrospektif, non-random consecutive sampling, dengan menggunakan data sekunder dari catatan rekam medis. Sampel pada penelitian ini berjumlah 1. Hasil penelitian didapatkan bahwa penyakit kulit skabies lebih banyak terdapat pada laki-laki dengan jumlah 906 responden . ,5%), dan lebih banyak ditemukan pada anak-anak umur 6-11 tahun dengan jumlah 353 responden . ,4%). Disimpulkan prevalensi skabies di Puskesmas Ciwidey. Jawa Barat lebih banyak pada jenis kelamin laki-laki dengan rentang usia 6-11 tahun, dan terjadi peningkatan kasus setiap tahun nya. Kata kunci: prevalensi, skabies, jenis kelamin, usia. Abstract :Skabies is a contagious skin disease caused by infection from the mite Sarcoptes scabiel var hominis which is usually characterized by itching at night. Some of the risk factors that can cause Scabies include poor hygiene and low socioeconomic factors. This study aims to determine the prevalence of Skabies at Puskesmas Ciwidey. West Java in 2015-2020. This type of research is a retrospective descriptive study, with non-random consecutive sampling, using secondary data from medical records. The sample amounted to 1725 respondents. The results showed that Scabies was more common in men with a total 906 respondents . 5%), and more common in children aged 6-11 years with a total 353 respondents . 4%). It can be concluded that the prevalence of Scabies in Puskesmas Ciwidey. West Java is more in males aged 6-11 years. The result of this study also found that cases of Skabies increased every year. Keywords: prevalence. Scabies, gender, age. JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Jurnal. id/index. php/JIH Vol 1 No 3 November 2020 E-ISSN :2722-0877 di atas prevalensi nasional, yaitu PENDAHULUAN Skabies adalah penyakit kulit menular akibat infestasi dan sensitisasi tungau Sarcoptes scabiei var hominis beserta 1 Wilayah dengan iklim tropis maupun subtropic merupakan Skabies. Afrika. Amerika Selatan. Karibia. Australia Tengah dan Selatan, dan Menurut WHO (World Health Organizatio. terdapat sekitar 300 juta 3 Menurut Zayyid . 4 terdapat 31% prevalensi skabies pada anak berusia 10-12 tahun di Penang. Malaysia. Sedangkan Departemen Kesehatan RI pada tahun 2009, prevalensi skabies di Indonesia Barat. Bengkulu. Bangka Belitung. DKI Jakarta. Tengah. Jawa Barat. Jawa Yogyakarta. Nusa Tenggara Timur. Kalimantan Tengah. Kalimantan Selatan. Sulawesi Tengah, dan Gorontalo. Skabies dapat menyerang semua ras dan kelompok umur yang cenderung Asia. Nangroe Aceh Darussalam. Sumatera 4,6%-12,95%. Skabies menduduki urutan ketiga dari 12 penyakit kulit tersering. Pada tahun 2009 dijumpai 704 kasus skabies dengan 5,77% nya merupakan kasus Pada tahun 2011 dan 2013 prevalensi skabies adalah 6% dan 3,9%. Terdapat 13 provinsi yang mempunyai prevalensi penyakit kulit tinggi pada usia anak-anak dan remaja yang berjenis kelamin laki-laki. 6 Hasil survei didapatkan prevalensi skabies pada orang dewasa sebanyak 25%, sedangkan prevalensi tertinggi terjadi pada anak sekolah yaitu 30-65%. Faktor yang berperan pada tingginya kemiskinan yang diasosiasikan dengan rendahnya tingkat kebersihan, akses air yang sulit, dan kepadatan hunian. Tingginya individu memudahkan transmisi dan infestasi tungau skabies. Oleh karena itu, prevalensi skabies yang tinggi umumnya ditemukan di lingkungan JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Jurnal. id/index. php/JIH Vol 1 No 3 November 2020 E-ISSN :2722-0877 kontak interpersonal tinggi seperti dengan bulan Oktober 2020 yang penjara, panti asuhan, dan pondok tercatat di instalasi rekam medis. Data akan dianalisa secara statistik dengan Berdasarkan (Statistical Solutio. AuPrevalensi Penderita Skabies Puskesmas Product SPSS Service Ciwidey Jawa Barat dalam Periode 5 HASIL Tahun Tabel Distribusi Frekuensi Berdasarkan Jenis Kelamin . Studi Retrospektif. Ay Jenis Kelamin Frekuensi Persentase (%) Jenis penelitian ini adalah penelitian Laki-laki Perempuan Jumlah METODE Metode sampel secara non-random consecutive sampling dengan menggunakan data Berdasarkan Tabel sekunder dari catatan rekam medis lengkap pada pasien penyakit kulit laki-laki skabies di Puskesmas Ciwidey Jawa responden . ,5%), dan yang berjenis Barat. Populasi dalam penelitian ini kelamin perempuan sebanyak 819 adalah seluruh penderita skabies di responden . ,5%). Puskesmas Ciwidey Jawa Barat dalam Teknik pengambilan sampel pada penelitian Tabel Distribusi Berdasarkan Usia Frekuensi Usia Frekuensi Persentase (%) rekam medis pasien skabies yang 0-5 tahun terdapat di Puskesmas Ciwidey Jawa ini secara total sampling, yaitu seluruh Barat pada bulan Januari 2015 sampai JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Jurnal. id/index. php/JIH Vol 1 No 3 November 2020 E-ISSN :2722-0877 >65 Jumlah . ,6%). Kategori usia 56-65 tahun sebanyak 70 responden . ,0%). Dan kategori usia >65 tahun sebanyak 54 responden . ,1%). Berdasarkan Tabel 2 menunjukkan Tabel Distribusi Berdasarkan Tahun Frekuensi Tahun Frekuensi Persentase (%) Jumlah sebanyak 315 responden . ,3%). Kategori usia 6-11 tahun sebanyak 353 responden . ,5%). Kategori usia 1216 tahun sebanyak 333 responden . ,3%). Kategori usia 17-25 tahun sebanyak 220 responden . ,7%). Kategori usia 26-35 tahun sebanyak 155 responden . ,0%). Kategori usia 36-45 tahun sebanyak 165 responden Berdasarkan Tabel 3 menunjukkan bahwa jumlah penderita skabies pada tahun 2015 sebanyak 167 responden . ,7%). Jumlah penderita skabies pada tahun 2016 sebanyak 276 responden . ,0%). Jumlah penderita skabies responden . ,2%). Jumlah penderita . ,5%). Kategori usia 46-55 tahun JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Jurnal. id/index. php/JIH Vol 1 No 3 November 2020 E-ISSN :2722-0877 skabies pada tahun 2018 sebanyak 312 Berdasarkan responden . ,1%). Jumlah penderita skabies pada tahun 2019 sebanyak 336 berdasarkan jenis kelamin dan usia terhadap prevalensi penderita skabies penderita skabies pada tahun 2020 pada laki- laki dengan kategori usia 0- sebanyak 354 responden . 5 tahun sebanyak 167 responden . ,5%). Dan Distribusi . ,4%). Kategori usia 6-11 tahun Tabel Distribusi Frekuensi Berdasarkan Jenis Kelamin. Laki-laki Usia . ah Perempuan sebanyak 187 responden . ,6%). Kategori usia 12-16 tahun sebanyak 176 responden . ,4%). kategori usia Freku Perse (%) Freku Perse (%) 17-25 tahun sebanyak 116 responden . ,9%). Kategori usia 26-35 tahun . ,1%). Kategori usia 36-45 tahun sebanyak 87 >65 Juml responden . ,6%). Kategori usia 46-55 tahun sebanyak 32 responden . ,5%). Kategori usia 56-65 tahun sebanyak 37 responden . ,1%). Kategori usia >65 tahun sebanyak 22 responden . ,4%). Sedangkan distribusi berdasarkan jenis kelamin dan usia terhadap prevalensi penderita skabies pada perempuan sebanyak 148 responden . ,1%). Kategori usia 5-11 tahun sebanyak 166 responden . ,3%). Kategori usia 1216 tahun sebanyak 157 responden . ,1%). Kategori usia 17-25 tahun sebanyak 104 responden . ,7%). JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Jurnal. id/index. php/JIH Vol 1 No 3 November 2020 E-ISSN :2722-0877 Kategori usia 26-35 tahun sebanyak 73 kelamin dan tahun berobat terhadap responden . ,0%). Kategori usia 36-45 penderita skabies dengan jenis kelamin tahun sebanyak 78 responden . ,5%). laki-laki pada tahun 2015 sebanyak 88 Kategori usia 46-55 tahun sebanyak 28 responden . ,8%). Pada tahun 2016 responden . ,4%). Kategori usia 56-65 sebanyak 145 responden . ,0%). tahun 33 responden . ,0%). Kategori Pada usia >65 tahun sebanyak 32 responden responden . ,2%). Pada tahun 2018 . ,9%). sebanyak 164 responden . ,1%). Tabel Distribusi Frekuensi Berdasarkan Jenis Kelamin dan Tahun Berobat Pada Laki-laki Tah Perempuan responden . ,4%). Dan pada tahun . ,5%). Freku Preval (%) Freku Preval (%) Jum Sedangkan berdasarkan jenis kelamin dan tahun berobat terhadap prevalensi penderita perempuan pada tahun 2015 sebanyak 79 responden . ,6%). Pada tahun 2016 sebanyak 131 responden . ,0%). Pada sebanyak 148 responden . ,1%). ,5%). Dan pada tahun responden . ,3%). Pada tahun 2018 Pada . ,5%). Berdasarkan Tabel 5 menunjukkan bahwa frekuensi berdasarkan jenis JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Jurnal. id/index. php/JIH Vol 1 No 3 November 2020 E-ISSN :2722-0877 PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian yang Puskesmas Ciwidey Periode Tahun dengan jumlah sampel sebanyak 1. responden, diketahui bahwa mayoritas penyakit kulit skabies adalah berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 906 . kelamin perempuan sebanyak 819 responen . ,5%). Sejalan dengan penelitian Sungkar . 6 didapatkan bahwa pada laki-laki lebih banyak perbandingan laki-laki 64,9% dan perempuan sebanyak 35,1%, dimana perempuan cenderung lebih sedikit terkena skabies karena penyakit kulit ini paling sering disebabkan oleh faktor pencetus yaitu personal hygiene yang buruk. Penelitian Shawa . Gaza skabies lebih tinggi pada laki-laki . %) dibandingkan perempuan . %) tetapi perbedaan itu tidak bermakna JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Jurnal. id/index. php/JIH Malaysia. Normaznah et al11 melaporkan tidak laki-laki . ,1%) dengan perempuan . ,6%). Pada Tabel 2 dapat diketahui bahwa 725 responden, usia yang paling banyak adalah kelompok usia 6-11 . ,5%) dan yang paling sedikit adalah kelompok usia di atas 65 tahun yang . ,1%). Penelitian ini sejalan dengan teori menurut Notoadmodjo . 12 usia mempengaruhi terhadap daya tangkap dan pola pikir seseorang, semakin berkembang pula daya tangkap dan pola pikirnya sehingga pengetahuan yang diperolehnya semakin membaik. Raza merupakan faktor yang berpengaruh signifikan pada tentara laki-laki di Pakistan. Dalam penelitian tersebut rendah memiliki kesadaran rendah mengenai pentingnya higiene pribadi Vol 1 No 3 November 2020 E-ISSN :2722-0877 dan tidak mengetahui bahwa higiene pribadi yang buruk berperan penting tahun 2015 sebesar 9,7%, pada tahun dalam penularan penyakit. Menurut 2016 terjadi peningkatan prevalensi yang signifikan menjadi 16,0%, pada Puskesmas Kajuara Kabupaten Bone tahun 2017 sampai dengan tahun 2019 pada pondok Pesantren Darul Huffadh terus terjadi peningkatan prevalensi . 14 prevalensi penderita skabies skabies setiap tahun nya sampai pada terbanyak adalah usia 14 tahun dengan tahun 2020 prevalensi menjadi 20,5%. jumlah 56,7%. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Tingkat kasus skabies pada Klinik Pratama literatur terbaru dapat mencapai 0,3% Salsa . 17 di mana data sekunder sampai 46%, dan yang paling rentan kasus skabies dari tahun 2016 terjadi terkena skabies adalah anak-anak, di sebanyak 32 kasus dan meningkat mana masyarakat dengan sumber daya menjadi 37 kasus pada tahun 2017. yang rendah sangat rentan terkena Namun penyakit skabies. 15 Faktor kemiskinan penurunan kasus menjadi sebanyak 12 di negara-negara berkembang juga Hal ini dapat terjadi apabila prevensi yang dilakukan oleh Klinik kebersihan diri . ersonal hygien. Pratama Salsa sudah mencapai target akses air yang sulit, dan kepadatan kepada masyarakat setempat. tingginya angka kejadian skabies. KESIMPULAN Terdapat juga beberapa faktor lain Berdasarkan dari hasil penelitian yang yang dapat menyebabkan terjadinya peningkatan prevalensi skabies seperti penyakit kulit skabies di Puskesmas kelembaban udara, suhu, pencahayan Ciwidey. Jawa Barat dalam Periode alami, dan ventilasi. Tahun 2015-2020 berjenis kelamin Pada Tabel 3 menunjukkan bahwa laki-laki. Dari hasil penelitian ini dapat JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Jurnal. id/index. php/JIH Vol 1 No 3 November 2020 E-ISSN :2722-0877 Puskesmas Ciwidey Jawa Barat dengan prevalensi tertinggi terjadi pada tahun 2020. SARAN