Cendekia Journal of Pharmacy STIKES Cendekia Utama Kudus P-ISSN 2559 Ae 2163 E-ISSN 2599 Ae 2155 Vol. No. Mei 2020 http://cjp. PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK PROPOLIS TERHADAP KETEBALAN OTOT POLOS BRONKIOLUS PADA MENCIT ASMA Dian Arsanti Palupi,1 Nadhifah LuqyanaA Prodi D3 Farmasi Sekolah Ilmu Tinggi Kesehatan Cendekia Utama Kudus Email address: arsanti_palupi@yahoo. ABSTRAK Asma bronkial ditandai dengan peradangan saluran nafas kronis, dan timbul secara klinis penyempitan jalan nafas . engi dan dyspne. dan batuk. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak propolis sebagai terapi asma terhadap ketebalan otot polos bronkiolus pada mencit asma. Mencit betina Balb/C 25 ekor yang memenuhi kriteria inklusi dibagi menjadi 5 kelompok. Kontrol normal (K. , kontrol negatif (K. , teofilin (K. , ekstrak propolis (K. , kombinasi teofilin ekstrak propolis (K. Pada hari ke-0 mencit disensitisasi dengan 10AAg OVA 1 mg Alhidrogel dalam 0,5 mL NaCl steril 0,9% secara intraperitoneal. Pada hari ke-14 20AAg OVA 2 mg Alhidrogel dalam 0,5 mL NaCl steril 0,9% secara intraperitoneal Pada hari ke-21, ke-23, ke-25 mencit diinhalasi OVA1%. Pada hari ke-26 sampai ke-39 kelompok K3 diberi teofilin 0,338 mg/hari, kelompok K4 diberi ekstrak propolis dosis 4 mg/ hari dan kelompok K5 diberi kombinasi teofilin ekstrak propolis. Pada hari ke-40 mencit diterminasi untuk dianalisis ketebalan otot polos bronkiolus. Perbandingan antara kelompok negatif rata-rata rata-rata 5,35A 0,06 AAm dapat diturunkan dengan ekstrak propolis (K. rata-rata 3,73A 0,2 AAm, nilai p=0,01 artinya antara kelompok kontrol negatif dan kelompok ekstrak propolis ada perbedaan yang bermakna secara statistik. Ekstrak propolis terbukti dapat menurunkan ketebalan otot polos bronkiolus mencit asma Kata Kunci: Asma, ketebalan otot polos bronkiolus, ektrak propolis ABSTRACT Bronchial asthma is characterized by chronic airway inflammation, and clinically arises airway narrowing . heezing and dyspne. and coughing. The purpose of this study was to determine the effect of propolis extract as asthma therapy on bronchiolus smooth muscle thickness in asthma mice. 25 female Balb / C mice that met the inclusion criteria were divided into 5 groups. Normal control (K. , negative control (K. , theophylline (K. , propolis extract (K. , combination of theophylline propolis extract (K. On day 0, mice were sensitized with 10 AAg OVA 1 mg of Alhydrogel in 0. 5 mL of sterile 0. NaCl intraperitoneally. On the 14th day 20AAg OVA 2 mg Alhydrogel in 0. 5 mL sterile NaCl 0. 9% intraperitoneally On the 21st, 23rd, 25th mice were inhaled OVA1%. On the 26th to 39th day the K3 group was given theophylline 0. 338 mg / day, the K4 group was given a propolis extract dose of 4 mg / day and the K5 group was given a theophylline propolis extract combination. On the 40th day the mice were terminated for bronchiolus smooth muscle thickness analysis Comparison between the average negative group on 35 A 0. 06 m can be derived with propolis extract (K. an average of 3. 2 m, p value = 0. 01 meaning between the control group negative and propolis extract group there were statistically significant differences. Propolis extract has been proven to reduce the thickness of bronchiole smooth muscle in asthma mice Keywords: Asthma, bronchial smooth muscle thickness, propolis extract LATAR BELAKANG Prevalensi asma di Indonesia tertinggi terdapat di Sulawesi Tengah . ,8%), di Jawa Tengah prevalensi asma 4,3% sedangkan di DI Yogyakarta 6,9%. Prevalensi asma menurut Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) lebih sering terjadi pada wanita usia O 45 tahun (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 2. Asma merupakan penyakit pernapasan kronis, yang menyerang 1Ae18% populasi di berbagai negara yang dapat dipicu oleh beberapa faktor yaitu alergen, cuaca, infeksi saluran pernapasan oleh virus dan olah raga. (GINA, Tujuan dari pengobatan asma adalah untuk memungkinkan pasien asma dapat mencapai fungsi paru normal dan tanpa gejala (Ichinose et al. , 2. Obstruksi jalan napas pada penderita asma disebabkan oleh produksi lendir yang berlebihan dan pada epitel serta lumen bronkiolus menunjukkan hiperplasia sel mukosa, dengan pengendapan lendir yang berlebihan ke dalam saluran napas. Epitel bronkiolus penderita asma, tampak membran basal lebih tebal yang mengandung beberapa faktor matriks ekstraseluler bila dibandingkan dengan bronkiolus normal. , massa otot pada penderita asma meningkat, yang disebabkan oleh kombinasi hipertrofi otot polos dan hiperplasia. (Heart and Columbia, 2. Propolis adalah zat mirip resin yang dikumpulkan oleh lebah madu dari tanaman tertentu, dimana yang paling umum adalah tanaman Eucalyptus citriodora. Baccharis dracunculifolia dan Araucaria angustifolia (Szliszka et al. Propolis merupakan getah dari lebah madu yang terdapat pada pepohonan, atau aliran getahyang dimanfaatkan lebah untuk menutupi celah pada sarangnya (Wagh, 2. Propolis mengandung flavonoid yang tinggi yang berkhasiat sebagai antioksidan dan antiinflamasi dan memiliki aktivitas antimikroba. Ekstrak propolis telah dievaluasi memiliki efek sebagai imunomodulator dan terapi untuk asma (El-Aidy et al. , 2. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan efek propolis sebagai antiasma terhadap penurunan ketebalan otot polos bronkioulus mencit asma. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen dengan desain posttest only control group design. Penelitian telah mendapat ethical clearance/ persetujuan dari Komisi Bioetika Penelitian Kedokteran/ Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Ethical Clearence No. 65/II/2019/Komisi Bioetik. OVA Mencit Randomisasi Keterangan : R : Randomisasi K1: Kelompok normal K2: Kelompok negatif K3: Kelompok teofilin 0,338 mg/ hari K4: Kelompok ekstrak propolis 4mg/ hari K5 : Kelompok kombinasi teofilin ekstrak propolis O1 - O5 : Observasi ketebalan Otot Polos Bronkiolus Populasi pada penelitian ini adalah mencit galur Balb/C jenis kelamin betina berumur 2-3 bulan dengan bobot 25-30 gram. Sampel penelitian sesuai dengan kriteria inklusi, yaitu mencit sehat, bergerak aktif dan tidak mempunyai cacat Jumlah sampel keseluruhan adalah 25 ekor. Instrumen penelitian terdiri dari sonde mencit, alat gelas, mikroskop cahaya olympus, timbangan analitik, nebulizer, alat bedah minor . calpel, pinset,guntin. , alat pembuatan preparat histopatologi. Bahan utama yang digunakan antara lain ekstrak propolis (PT. Momen Global Internationa. POM-TR :133673951. Theophylline Anhydrous (Shandong Xinhua Pharmaceutical. Chin. Ovalbumin/ OVA (Worthington Biochemical Corporation. USA) Identifikasi senyawa kimia pada ekstrak propolis Identifikasi senyawa kimia dilakukan untuk mengetahui kandungan flavonoid, saponin dan tanin. Identifikasi flavonoid dilakukan dengan cara menambahkan serbuk Magnesium dan 5 tetes HCl pekat terbentuk warna kuning merah Identifikasi saponin dilakukan dengan cara menambahkan air 10 mL kemudian dikocok selama 10 detik. Terbentuk busa Identifikasi tanindilakukan dengan cara menambahkan pereaksi FeCl3 1% terbentuk warna hijau violet Pengujian In-vivo ekstrak propolis pada mencit asma Pengujian in-vivo pada mencit asma, (Palupi and Hasanah, 2. Mencit di aklimatisasi selama 7 hari dengan tetap diberi pakan dan minum air secara ad Selain kelompok normal, pada hari ke-0 mencit disensitisasi secara intra peritoneal . dengan 10 g Ovalbumin (OVA) 1 mg alhidrogel dalam 0,5 mL larutan steril NaCl 0,9%. Pada hari ke-14 diberi 20 g Ovalbumin (OVA) 2 mg alhidrogel dalam 0,5 mL larutan steril NaCl 0,9%. Hari ke-21, ke-23, ke-25, mencit diinhalasi dengan OVA 1 mg/mL dalam larutan steril NaCl 0,9% dengan menggunakan alat nebulizer. Hari ke-26 sampai hari ke-39 Kelompok K3 diberi teofilin 1 kali sehari dengan dosis 0,338 mg/hari, kelompok K4 diberi ekstrak propolis 1 kali sehari dengan dosis 4 mg/hari, kelompok K5 diberi kombinasi teofilin dan ekstrak propolis Hari ke-40 dilakukan dislokasi leher pada mencit yang sebelumnya sudah dianestesi dengan injeksi ketamin dosis 0,1 mg/kgBB secara intraperitonial, kemudian diambil organ paru-paru nya, direndam dalam PBS Formalin 10%, kemudian dibuat preparat dan dilakukan uji histopatologi untuk mengetahui ketebalan otot polos bronkiolus. Analisis data statistik dilakukan dengan one way ANOVA kemudian dianalisis post hoc test untuk mengetahui beda antar 2 kelompok perlakuan. Data disajikan dengan nilai rata-rata A SD. Signifikansi didefinisikan pada tingkat p <0,05 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis Senyawa Kimia Ekstrak Propolis Tabel 1. Hasil Analisis Senyawa Kimia Ekstrak propolis Identifikasi Hasil Flavonoid Warna kuning merah Saponin Terbentuk busa Tanin Warna hijau violet Ekstrak propolis Ekstrak propolis mengandung senyawa aktif flavonoid, saponin dan tannin. Propolis mengandung resin . %), lilin . %), penting dan minyak aromatik . %), bee pollen . %), dan zat lainnya . %) (Anjum et al. , 2. Kandungan kimia propolis lebih dari 300 senyawa termasuk polifenol, aldehida fenolat, kuarsa sequiterpene, coumarin, asam amino, steroid, dan senyawa anorganik. Polifenol merupakan salah satu sumber utama pada propolis yang mengandung flavonoid, asam fenolik dan ester. (De Castro et al. , 2. Hasil Analisis Normalitas Data Ketebalan Otot Polos Bronkiolus Bronkiolus Tabel 2. Hasil analisis normalitas Shapiro Wilk Data Ketebalan Otot Polos Variabel Normal Negatif Kelompok Teofilin Ketebalan otot polos bronkiolus 0,694 0,915 1,000 Ekstrak Propolis 0,463 Kombinasi Teofilin Ekstrak 0,463 Tabel 2 menunjukkan bahwa ketebalan otot polos bronkiolus pada semua kelompok nilai p >0,05 artinya data berdistribusi normal. Hasil Analisis Homogenitas Data Ketebalan Otot Polos Bronkiolus Tabel 3. Hasi Analisis Homogenitas Ketebalan Otot Polos Bronkiolus Levene statistik 1,754 Sig. 0,215 Berdasarkan tabel 3 uji homogenitas menunjukkan bahwa ketebalan otot polos bronkiolus nilai p > 0,05 artinya data homogen Hasil analisis statistik rerata. SD, nilai F dan nilai p data ketebalan otot polos Tabel 4. Rarata. SD, nilai F dan nilai p ketebalan otot polos bronkiolus Variabel Normal Negatif Teofilin Rerata Nilai F Nilai p 3,52 0,13 5,35 0,06 3,70 74,372 0,001 Kelompok Ekstrak Propolis 3,73 0,21 Kombinasi teofilin Ekstrak propolis 3,66 0,21 Tabel 4 menunjukkan nilai F 74,372 dan nilai p= 0,001 (<0,. artinya ada perbedaan yang bermakna ketebalan otot polos bronkiolus pada masing masing kelompok penelitian. Kelompok negatif mempunyai nilai rerata paling tinggi dibandingkan dengan kelompok normal, kelompok teofilin, kelompok ekstrak propolis dan kelompok kombinasi teofilin dan ekstrak propolis. Gambar 2. Perbandingan hasil pemeriksaan ketebalan otot polos bronkiolus pada (K. kelompok normal, (K. kelompok negatif , (K. kelompok teofilin, (K. kelompok Ekstrak propolis. (K. , kelompok kombinasi teofilin dan ekstrak propolis dengan pewarnaan HE (Hematoxylin Eosi. , perbesaran 400x KETEBALAN OTOT POLOS BRONKIOLUS AAm NORMAL NEGATIF TEOFILINEKSTRAKTEOFILIN PROPOLIS EKSTRAK PROPOLIS KELOMPOK Gambar 3. Grafik Rerata Ketebalan Otot Polos Bronkiolus Mencit (AA. pada semua kelompok perlakuan Hasil pengamatan histopatologi, yang paling tinggi ada pada kelompok negatif (K. rata-rata 5,35 A0,06 AAm. Perbandingan antara kelompok negatif (K. rata-rata 5,35 A0,06 AAm dengan kelompok teofilin (K. rata-rata 3,70A 0,10 AAm nilai p=0,001 artinya antara kelompok negatif dan kelompok teofilin ada perbedaan yang bermakna. Perbandingan antara kelompok negatif (K. rata-rata 5,35 A0,06 AAm dengan kelompok ekstrak propolis (K. rata-rata 3,73 A 0,21 AAm nilai p =0,001 artinya antara kelompok negatif dan kelompok ekstrak propolis ada perbedaan yang bermakna. Perbandingan antara kelompok negatif (K. rata-rata 5,35 A0,06 AAm dengan kelompok kombinasi teofilin ekstrak propolis (K. ratarata 3,66 A 0,21 AAm nilai p =0,001 artinya antara kelompok negatif dan kelompok kombinasi teofilin dan ekstrak propolis ada perbedaan yang bermakna. Pada penelitian Sriwahyuni 2010 ovalbumin akan meningkatkan kadar Imunoglobulin E (IgE), sehingga mengakibatkan degranulasi sel mast yang akan melepaskan mediator vasoaktif antaralain histamin. (Sriwahyuni. Risza and Yuni. Propolis sebagian besar terdiri dari fenol, terpen, asam amino, vitamin,dan gula (Bankova. Popova and Trusheva, 2. Suplementasi propolis menunjukkan efek potensial dan positif dapat menurunkan secara signifikan penanda inflamasi yaitu interleukin-6 (IL-. TNF dan CRP yang dikaitkan dengan sejumlah besar penyakit tidak menular (Zhao et al. , 2. Propolis mempunyai efek antiinflamasi yang secara langsung dapat mempengaruhi penurunan sitokin pro inflamasi (Al-Waili et al. , 2. Pemberian ekstrak propolis pada mencit asma yang diinduksi conalbumin menunjukkan penurunan skor inflamasi secara signifikan dan dapat memperbaiki asma, hal tersebut dikarenakan ekstrak propolis mengandung flavonoid dan fenolik yang mempunyai aktivitas antioksidan (El-Aidy et al. , 2. Perbandingan antara kelompok teofilin (K. ketebalan otot polos bronkiolus ratarata 3,70A 0,10 AAm dengan kelompok ekstrak propolis (K. dengan ketebalan otot polos bronkiolus rata-rata 3,73 A 0,21 AAm nilai p=0,795, artinya antara kelompok teofilin dan kelompok ekstrak propolis tidak ada perbedaan yang bermakna. Perbandingan antara kelompok teofilin (K. diperoleh hasil ketebalan otot polos bronkiolus rata-rata 3,70A 0,10 AAm dengan kelompok kombinasi teofilin dan ekstrak propolis (K. dengan ketebalan otot polos bronkiolus rata-rata 3,66A0,21 AAm nilai p=0,795, artinya antara kelompok teofilin dan kelompok kombinasi teofilin dan ekstrak propolis tidak ada perbedaan yang bermakna. Teoflin merupakan obat golongan methylxanthine penghambat reseptor adenosine . eseptor A1 dan A. poten, yang dapat melebarkan saluran pernapasan dan merelaksasi otot-otot pada saluran pernapasan sehingga bernapas menjadi lancar (Momeni and Mohammadi, 2. Injeksi aminofilin dapat menurunkan ketebalan otot polos bronkiolus pada mensit asma (Palupi, 2. Hipertrofi otot polos, dan dinding saluran napas yang menebal diduga berkaitan dengan airway hyperresponsiveness (AHR) (Halwani. Al-Muhsen and Hamid, 2. Pemberian teofilin dapat merelaksasi otot polos saluran nafas oleh penghambatan aktivitas fosfodiesterase (PDE), namun denmikian dibutuhkan konsentrasi yang tinggi untuk relaksasi maksimal. (Barnes, 2. Aktivitas biologis propolis dikarenakan tingginya kadar asam fenolik dan flavonoid yang bertanggung jawab dalam mengontrol respon peradangan (MacHado et al. , 2. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Ekstrak propolis dapat menurunkan ketebalan otot polos bronkiolus pada mencit asma. Saran Diperlukan penelitian dengan variasi dosis ekstrak propolis dan penelitian lanjutan dengan memeriksa diameter epitel bronkiolus, dan jumlah eosinofil mencit asma. UCAPAN TERIMAKASIH