Atmosfer: Jurnal Pendidikan. Bahasa. Sastra. Seni. Budaya, dan Sosial Humaniora Volume 3. Nomor 3. Agustus 2025 e-ISSN: 2964-982X . p-ISSN: 2962-1232. Hal. DOI: https://doi. org/10. 59024/atmosfer. Available Online at: https://pbsi-upr. id/index. php/atmosfer Interferensi Linguistik dalam Gaya Bahasa Masyarakat Pengguna Media Sosial Instagram Akun Cinta Laura Kiehl Candra Oftriyana1. Ropita2. Syahrul Ramadhan3. Elfia Sukma4. Norliza Jamaluddin5 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Padang. Sumatera Barat. Indonesia Universitas Pendidikan Sultan Idris. Malaysia Korespondensi Penulis: candraoftriyana2004@gmail. Abstract. This study discusses the phenomenon of language interference on the Instagram account of public figure Cinta Laura Kiehl. Language interference is a language phenomenon characterized by the entry of elements from one language into another language commonly used by bilingual or multilingual speakers. In this context, the interference of Indonesian and English on Cinta Laura's Instagram account is interesting to study because of its consistent and striking use in various uploads and digital interactions. This study uses a qualitative descriptive approach with a content analysis method on data in the form of image captions uploaded by Cinta Laura at a certain time. The results of the study show that the interference that appears can be classified into several linguistic levels, namely lexical, morphological, syntactic, and semantic levels. Lexical interference appears in the use of English vocabulary in Indonesian sentences. Meanwhile, morphological interference is seen from the structure of mixed word formation that does not comply with the rules in Indonesian. Syntactic interference appears in the form of sentence structures that follow the structure of English. Factors that cause interference include the speaker's bilingual background, the habit of using foreign languages in everyday life, the influence of an international social environment, and expressive and modern communication styles on social media. This study shows that interference in the context of social media is not merely a form of language deviation, but can also be seen as part of the construction of self-identity and digital communication strategies. These findings are expected to contribute to contemporary sociolinguistic studies and enrich understanding of the dynamics of language use in digital public spaces. Keywords: Language Interference. Bilingualism. Instagram. Cinta Laura. Social Media Abstrak. Penelitian ini membahas fenomena interferensi bahasa pada akun Instagram milik publik figur Cinta Laura Kiehl. Interferensi bahasa adalah sebuah fenomena bahasa ditandai dengan masuknya unsur-unsur dari satu bahasa ke bahasa lainnya biasa digunakan oleh penutur bilingual atau multilingual. Dalam konteks ini, interferensi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris pada akun Instagram Cinta Laura menjadi menarik untuk ditelaah karena penggunaannya yang konsisten dan mencolok dalam berbagai unggahan maupun interaksi digitalnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi terhadap data berupa keterangan gambar . yang diunggah oleh Cinta Laura pada waktu tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interferensi yang muncul dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa tataran linguistik, yaitu tataran leksikal, morfologis, sintaksis, dan semantik. Interferensi leksikal tampak pada penggunaan kosakata bahasa Inggris dalam kalimat berbahasa Indonesia. Sementara itu, interferensi morfologis terlihat dari struktur pembentukan kata campuran yang tidak sesuai dengan kaidah dalam bahasa Indonesia. Interferensi sintaktis muncul dalam bentuk susunan kalimat yang mengikuti struktur bahasa Inggris. Faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya interferensi di antaranya, latar belakang bilingualisme penutur, kebiasaan penggunaan bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari, pengaruh lingkungan pergaulan internasional, serta gaya komunikasi yang bersifat ekspresif dan modern di media sosial. Penelitian ini menunjukkan bahwa interferensi dalam konteks media sosial bukan semata-mata bentuk penyimpangan bahasa, melainkan juga dapat dilihat sebagai bagian dari konstruksi identitas diri dan strategi komunikasi digital. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam kajian sosiolinguistik kontemporer dan memperkaya pemahaman terhadap dinamika penggunaan bahasa dalam ruang publik digital. Kata Kunci: Interferensi Bahasa. Bilingualisme. Instagram. Cinta Laura. Media Sosial PENDAHULUAN Bahasa merupakan sarana utama dalam interaksi sosial masyarakat. Selain itu bahasa juga berfungsi sebagai simbol identitas bangsa. Menurut Chaer . pada hakikatnya bahasa merupakan sistem lambang berupa bunyi, dinamis, bervariasi, dan menjadi ciri khas manusia. Received: April 30, 2025. Revised: May 15, 2025. Accepted: June 09, 2025. Online Available: June 11, 2025 Interferensi Linguistik dalam Gaya Bahasa Masyarakat Pengguna Media Sosial Instagram Akun Cinta Laura Kiehl Menurut Rizki et al. , 2022 bahasa sebagai representasi makna dari penutur dan penggunanya, sebab bahasa berfungsi sebagai media untuk menyampaikan suatu makna dalam ujaran. Dalam konteks sehari-hari, penggunaan bahasa Indonesia oleh masyarakat sering tidak sesuai dengan ragam bahasa dan kaidah yang benar. Hal ini disebabkan karena alasan kepraktisan penggunaan bahasa dalam bertutur meskipun sebenarnya kurang tepat (Cahyani et al. , 2. Dalam konteks informal, individu cenderung memilih bentuk bahasa yang paling mudah dipahami, cepat disampaikan, dan efisien dalam menyampaikan pesan, tanpa perlu memikirkan ketepatan gramatikal atau struktur bahasa yang benar. Menurut Coulmas 2018 . alam Hasyar et al. , 2. multibahasa sangat erat kaitannya dengan variasi bahasa dalam situasi tertentu. Misalnya, dalam percakapan lisan, penggunaan bentuk singkat, campuran bahasa, atau ungkapan tidak baku sering dianggap lebih natural dan relevan dengan situasi. Salah satu bagian dalam sosiolinguistik, pembahasan mengenai pemakaian dua bahasa atau lebih secara bersamaan dikenal sebagai campur kode, yang menunjukkan bagaimana bahasa dapat bercampur dalam satu percakapan atau interaksi (Fidela et al. , 2. Dalam konteks masyarakat bilingual seperti Indonesia, menunjukkan adanya hubungan erat antara kemampuan berbahasa, identitas sosial, dan situasi komunikasi. Selain itu, media sosial turut memperkuat hal ini, karena karakteristik platform digital yang serba cepat dan terbatas membuat masyarakat terbiasa menyingkat kata, menyederhanakan kalimat, bahkan mencampurkan bahasa demi kenyamanan dan efisiensi. Tak jarang ditemui pengguna sosial media yang menggunakan bahasa dengan mencampuradukkan bahasa Indonesia baik itu dengan bahasa daerah maupun dengan bahasa asing (Setiyaningsih & Sabardila, 2. Instagram adalah satu media sosial yang sangat digandrungi masyarakat saat ini (Hasyar et al. Pengguna instagram seringkali mencampuradukkan bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris dalam unggahan ialah sebagai bentuk ekspresi diri yang kreatif dan dinamis. Bahasa asing, bahasa Indonesia, dan bahasa daerah memiliki hubungan yang saling melengkapi dalam komunikasi masyarakat Indonesia. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa resmi sekaligus bahasa nasional yang digunakan dalam pemerintahan, pendidikan, dan komunikasi formal. Sementara itu, bahasa daerah tetap digunakan sebagai alat komunikasi dalam lingkungan lokal, mencerminkan identitas budaya dan kekayaan linguistik masingmasing daerah. Di sisi lain, bahasa Inggris digunakan dalam konteks internasional. Fenomena yang terjadi dalam masyarakat terutama generasi muda ialah merasa lebih percaya diri dan modern saat menggunakan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, dibandingkan dengan bahasa Indonesia atau bahasa daerah. Salah satu penyebab terjadinya interferensi pada tuturan adalah penggunaan bahasa oleh penutur bilingual atau multilingual. Tidak semua penutur bilingual ATMOSFER - VOLUME 3. NOMOR 3. AGUSTUS 2025 e-ISSN: 2964-982X . p-ISSN: 2962-1232. Hal. dapat menggunakan masing-masing bahasa dengan tepat, sebab munculnya pencampuran bahasa tidak dapat dielakkan. Istilah dari penutur bilingual merupakan individu yang memakai dua bahasa secara silih berganti dan memiliki penguasaan yang setara atas keduanya (Ulfa et , 2. Kondisi pengguna dua bahasa yang tidak mampu memisahkan unsur dari kedua bahasa yang dikuasai dapat menimbulkan kesalahan berbahasa yang dikenal dengan istilah interferensi bahasa (Firmansyah, 2. Dengan kata lain interferensi dapat dimaknai sebagai pergantian penggunaan bahasa oleh individu yang dapat menyebabkan pencampuran antar bahasa Gejala interferensi bahasa kini sering dijumpai dalam bentuk tulisan maupun bahasa lisan, termasuk di media sosial, karya fiksi, dan berbagai konteks lainnya (Fitriani & Nabila. Interferensi dapat terjadi sebagai akibat terbawanya kebiasaan-kebiasaan dalam ujaran bahasa ibu atau bahasa pertama ke dalam dialek bahasa kedua (Ardila et al. , 2. Kebiasaan menggunakan lebih dari satu bahasa, perkembangan teknologi komunikasi turut mendorong meningkatnya penggunaan bahasa asing di media sosial. Pengguna media sosial salah satunya instagram, sering memadukan dua bahasa dalam satu percakapan, sehingga terjadi interferensi bahasa yang kompleks. Beberapa penelitian telah menunjukkan adanya dampak media sosial terhadap cara berbahasa pengguna media sosial, termasuk terjadinya interferensi bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia di antaranya penelitian yang dilakukan oleh Satriawati et al. , . yang membahas percampuran unsur bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia Koreka melalui media sosial twitter dengan hasil banyak pengguna media sosial twitter menggunakan bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia khususnya dalam penggunaan bahasa prokem atau bahasa Penelitian yang dilakukan oleh Cahyani et al. , . menunjukkan bahwa banyak remaja pengguna media sosial seperti twitter dan instagram menggunakan interferensi dalam bentuk kata maupun frasa, termasuk jenis interferensi seperti nomina, pronomina, verba, adjektiva, partikel, dan preposisi. Penelitian oleh Wahyuni & Chadijah . berkaitan dengan pencampuran kode dan interferensi pada komentar warganet di media sosial facebook dengan hasil banyak ditemukan pencampuran kode dalam komentar warganet dari bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris. Kajian yang secara spesifik membahas interferensi linguistik terhadap gaya bahasa masyarakat pengguna Instagram masih terbatas. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini penting dilakukan untuk mengkaji lebih lanjut mengenai bentuk dan faktor penyebab interferensi linguistik dalam gaya bahasa masyarakat pengguna media sosial. Interferensi Linguistik dalam Gaya Bahasa Masyarakat Pengguna Media Sosial Instagram Akun Cinta Laura Kiehl Rumusan Masalah C Bagaimana bentuk-bentuk interferensi linguistik yang terdapat pada keterangan gambar . dalam akun instagram Cinta Laura Kiehl? C Bagaimana proses terjadinya interferensi linguistik dalam gaya bahasa masyarakat pengguna instagram pada akun instagram? C Bagaimana karakteristik gaya bahasa masyarakat dalam konteks interferensi linguistik dalam ruang digital akun instagram Cinta Laura Kiehl? Tujuan Penelitian C Menjelaskan bentuk-bentuk interferensi linguistik yang terdapat pada keterangan gambar . dalam akun instagram Cinta Laura Kiehl. Menjelaskan faktor terjadinya interferensi linguistik dalam gaya bahasa masyarakat pengguna instagram pada akun instagram. Menjelaskan karakteristik gaya bahasa masyarakat dalam konteks interferensi linguistik dalam ruang digital akun instagram Cinta Laura Kiehl. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, karena bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam bentuk-bentuk interferensi linguistik dalam gaya bahasa masyarakat pengguna media sosial, khususnya pada interaksi yang terjadi di akun instagram Cinta Laura Kiehl. Pendekatan ini dipilih karena sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin mengungkap fenomena kebahasaan secara kontekstual dan interpretatif dalam lingkungan sosial pada media digital. Data penelitian ini berupa keterangan gambar . dalam unggahan Cinta Laura di instagram yang menunjukkan adanya gejala interferensi bahasa, terutama antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Teknik pengumpulan data dalam penelitian dilakukan melalui observasi nonpartisipasif terhadap konten-konten yang dipublikasikan di akun resmi instagram @claurakiehl. Data yang dikumpulkan dengan cara dokumentasi dan pencatatan kutipan langsung dari teks yang Selanjutnya, data dianalisis dengan teknik analisis isi yang menekankan pada identifikasi bentuk-bentuk interferensi linguistik berdasarkan tataran bahasa yakni tataran leksikal, morfologi, sintaksis, dan semantik serta mengaitkannya dengan gaya bahasa yang digunakan di media sosial. Dengan menggunakan metode ini, diharapkan penelitian dapat memberikan gambaran yang jelas dan mendalam mengenai kecenderungan interferensi bahasa yang terjadi dalam praktik berbahasa di media sosial serta bagaimana hal tersebut mencerminkan identitas bahasa dan sosial para penggunanya. ATMOSFER - VOLUME 3. NOMOR 3. AGUSTUS 2025 e-ISSN: 2964-982X . p-ISSN: 2962-1232. Hal. HASIL DAN PEMBAHASAN Interferensi bahasa adalah pemakaian unsur-unsur bahasa lain oleh seorang pembicara dalam tuturan satu bahasa yang sedang digunakan. Menurut Weinreich . alam Muhyidin 2. , interferensi adalah ketidaksesuaian terhadap aturan-aturan bahasa yang telah dikuasai penutur karena pengaruh penguasaan lebih dari satu bahasa. Hal ini sejalan dengan yang diungkapkan oleh Yulianto et al. , 2019 menyatakan bahwa interferensi berarti terjadi penyimpangan ketika seseorang berkomunikasi dengan menyisipkan unsur dari sistem bahasa Sederhananya, interferensi dapat diartikan sebagai pencampuran bahasa (Julia et al. Interferensi muncul akibat adanya pertemuan dua atau lebih dua bahasa yang menyebabkan masuknya elemen asing ke dalam bahasa utama. Kridalaksana menyatakan bahwa interferensi diartikan sebagai pelanggaran terhadap kaidah kebahasaan akibat adanya pengaruh dari bahasa lain yang digunakan oleh penutur. Chaer & Agustina . juga mengungkapkan bahwa interferensi adalah kesalahan yang bersumber dari pengaruh bahasa pertama ke dalam bahasa kedua. Interferensi bias muncul pada berbagai tataran linguistik, antara lain fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan kosakata. Interferensi bukan hanya terbatas pada individu, tetapi juga terjadi secara sosial dalam komunitas dwibahasa yang besar. Munculnya interferensi erat kaitannya dengan kebiasaan atau sikap dari penutur bahasa target (Chadijah & Suhana. Faktor-faktor penyebab interferensi meliputi, . penguasaan bahasa yang tidak seimbang, . kebiasaan berbahasa di lingkungan, . sikap bahasa, dan . pengaruh media sosial sebagai ruang penggunaan bahasa sehari-hari. Interferensi yang muncul dalam konteks media sosial cenderung bersifat kreatif dan dinamis. Hal ini menunjukkan bahwa media sosial berfungsi sebagai wadah yang memungkinkan terjadinya pencampuran bahasa secara tidak Lingkungan sosial menjadi penyebab yang dominan, khususnya dalam masyarakat multilingual yang cenderung menggunakan bahasa beberapa bahasa secara bergantian dan dianggap hal yang lazim. Berdasarkan berbagai pandangan ahli di atas, interferensi dalam ranah linguistik dapat diartikan sebagai fenomena percampuran atau pergeseran unsur bahasa dari satu sistem ke sistem bahasa lainnya yang berbeda. Inteferensi muncul biasanya secara tidak disadari dan bersifat sistematis karena kebiasaan penutur yang mencampurkan bahasa yang berbeda dalam satu situasi. Dalam hal ini, interferensi berbeda dengan dari bentuk pinjaman bahasa, karena interferensi sering kali bersifat spontan sedangkan pinjaman bersifat permanen dalam sistem bahasa penerima. Interferensi Linguistik dalam Gaya Bahasa Masyarakat Pengguna Media Sosial Instagram Akun Cinta Laura Kiehl Fenomena interferensi bahasa merupakan hal yang lumrah terjadi dalam situasi bilingualisme atau multilingualisme. Interferensi terjadi ketika unsur-unsur dari satu bahasa masuk ke dalam bahasa lain, baik dalam bentuk fonologi, morfologi, sintaksis, leksikal, maupun semantik. Dalam konteks Indonesia, fenomena ini banyak dijumpai dalam ranah media sosial, khususnya pada akun publik figur yang menguasai lebih dari satu bahasa. Salah satu figur publik yang menarik untuk dikaji adalah Cinta Laura, seorang aktris Indonesia yang dikenal sebagai bilingual karena fasih berbahasa Indonesia dan Inggris. Penggunaan bahasa dalam akun Instagram @claurakiehl menunjukkan campur kode dan interferensi, yang merefleksikan identitas kebahasaan dan posisi sosial budaya penggunanya. Berdasarkan analisis terhada unggahan dari akun Instagram @claurakiehl, ditemukan beberapa bentuk interferensi bahasa, terutama interferensi leksikal dan sintaktis. Berikut adalah contoh interferensi yang ditemukan pada beberapa data, sebagai berikut. Data 1. Analisis keterangan foto . pada unggahan @claurakiehl Pada data 1 menunjukkan adanya interferensi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Interferensi ini terjadi ketika penutur bilingual menggunakan unsur-unsur dari dua bahasa secara bersamaan. Dalam keterangan gambar tersebut, terdapat kata dan frasa berbahasa Inggris di antaranya, single diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang berarti belum Aumemiliki pasanganAy. thatAos a choice, not a tragedy diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang berarti Auitu adalah sebuah pilihan, bukan sebuah tragediAy. level up diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang berarti Aunaik tingkatAy atau Aumeningkatkan diriAy. glow up diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang berarti Auperubahan positifAy. Pada tataran leksikal, penggunaan kosakata seperti AusingleAy. AuthatsAos a choice, not a tragedyAy. Aulevel upAy, dan Auglow upAy. ATMOSFER - VOLUME 3. NOMOR 3. AGUSTUS 2025 e-ISSN: 2964-982X . p-ISSN: 2962-1232. Hal. Kosakata tersebut disisipkan ke dalam struktur bahasa Indonesia tanpa penerjemahan menunjukkan adanya campur kode dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Pada tataran morfologi, frasa seperti Aulevel upAy dan Auglow upAy merupakan bentuk idiomatik yang tidak mengalami pelesapan bentuk atau afiksasi dalam bahasa Indonesia, tetapi keberadaanya dapat memengaruhi struktur kata yang digunakan dan dapat mengaburkan pemaknaan bagi penutur atau pembaca yang tidak akrab dengan bahasa Inggris. Sementara itu, pada tataran semantik interferensi muncul ketika makna dari frasa bahasa Inggris tersebut tidak memiliki padanan langsung dalam bahasa Indonesia. Data 2. Analisis keterangan foto . pada unggahan @claurakiehl Pada data 2 di atas menunjukkan adanya interferensi bahasa muncul dalam tataran leksikal, morfologi, dan sintaksis. Interferensi leksikal terlihat dari masuknya banyak kata dan frasa dalam bahasa Inggris ke dalam kalimat berbahasa Indonesia, seperti super detail diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang berarti Ausangat rinciAy, stunning diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang berarti AumenakjubkanAy, dan paradise diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang berarti AusurgaAy. Interferensi morfologi tampak pada frasa Ausuper detailAy yang menggabungkan prefiks dari bahasa Inggris dengan kata dasar bahasa Indonesia, sehingga menciptakan struktur morfologi tidak baku dalam kaidah bahasa Indonesia. Sementara pada tataran sintaksis, struktur kalimat campuran seperti AuMozaik Bizantium abad ke-6-nya super detail dan stunning!Ay yang menunjukkan pola sintaksis menyerupai susunan bahasa Inggris buka pola bahasa Indonesia yang seharusnya. Interferensi Linguistik dalam Gaya Bahasa Masyarakat Pengguna Media Sosial Instagram Akun Cinta Laura Kiehl Data 3. Analisis keterangan foto . pada unggahan @claurakiehl Pada data 3 di atas menunjukkan bahwa interferensi bahasa tampak dalam tataran leksikal dan morfologi. Interferensi leksikal terdapat pada penggunaan kata-kata bahasa Inggris yang tidak diterjemahkan seperti truffle hunting . ika diterjemahkan berarti Auberburu truffleA. , doggy . ika diterjemahkan berarti Auanak anjingA. , cute . ika diterjemahkan berarti AulucuA. , fancy . ika diterjemahkan berarti AubergengsiA. , pricey . ika diterjemahkan berarti AumahalA. , would do it again . ika diterjemahkan berarti Auakan melakukan lagiA. , amazed . ika diterjemahkan berarti AuterkagumAy, olive oil . ika diterjemahkan berarti Auminyak zaitunA. , smooth . ika diterjemahkan berarti AulembutA. , rich . ika diterjemahkan berarti AupekatA. , fresh . ika diterjemahkan berarti AusegarA. , dan store . ika diterjemahkan berarti AutokoA. Interferensi morfologi terlihat pada bentuk-bentuk seperti nextnya dan olive oil-nya yang merupakan pencampuran morfem bahasa inggris . dengan akhiran bahasa Indonesia (-ny. dan pada frasa olive oil dengan akhiran (-ny. , membentuk frasa yang tidak baku dalam tata bahasa Indonesia. Data 4. Analisis keterangan foto . pada unggahan @claurakiehl Pada data 4 di atas menunjukkan bahwa interferensi bahasa tampak dalam tataran leksikal dan morfologi. Interferensi leksikal tampak pada penggunaan kata dan frasa bahasa ATMOSFER - VOLUME 3. NOMOR 3. AGUSTUS 2025 e-ISSN: 2964-982X . p-ISSN: 2962-1232. Hal. Inggris seperti, having so much fun exploring . ika diterjemahkan berarti Ausangat senang berjelajahA. , spot foto . ika diterjemahkan berarti Autempat fotoA. , lol . akni laugh out loud jika diterjemahkan berarti Autertawa terbahak-bahakA. , dan next . ika diterjemahkan berarti AuselanjutnyaA. Pada tataran morfologi, terlihat pencampuran unsur morfem bahasa Inggris dengan struktur kalimat Indonesia, misalnya pada frasa Auaku explore kemana lagi?Ay, kata explore . ahasa Inggri. digunakan sebagai verba tanpa konversi ke bentuk bahasa Indonesia. Data 5. Analisis keterangan foto . pada unggahan @claurakiehl Pada data 5 di atas menunjukkan bahwa interferensi bahasa tampak dalam tataran leksikal pada frasa peace and love jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti Audamai dan cintaAy. Frasa tersebut terletak di akhir kalimat sebagai ungkapan untuk menyampaikan doa, harapan, dan kasih sayang kepada pembaca. Fenomena interferensi ini dapat dijelaskan dengan pemilihan bahasa dipengaruhi oleh konteks sosial dan identitas pembicara. Menurut Nababan, interferensi sering kali dipicu oleh kurangnya padanan kata dalam bahasa pertama atau karena adanya dominasi kognitif dari bahasa kedua. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil analisis terhadap data yang diperoleh dari akun Instagram Cinta Laura Kiehl, dapat disimpulkan bahwa interferensi linguistik merupakam fenomena yang nyata dan tidak asing terjadi dalam praktik berbahasa masyarakat pengguna media sosial, khususnya dalam konteks bilingualism antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Interferensi yang ditemukan dalam penelitian ini mencakup beberapa tataran linguistik, yaitu morfologi, sintaksis, hingga leksikal, yang masing-masing mencerminkan bentuk-bentuk pengaruh bahasa asing terhadap struktur bahasa Indonesia dalam komunikasi digital. Faktor penyebab utama dari fenomena ini adalah latar belakang bilingualism pengguna, popularitas bahasa asing dalam ranah digital, dan gaya komunikasi yang lebih ekspresif dalam media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya menjadi syarat komunikasi tetapi juga menjadi Interferensi Linguistik dalam Gaya Bahasa Masyarakat Pengguna Media Sosial Instagram Akun Cinta Laura Kiehl ruang pembentukan identitas linguistik yang bersifat dinamis. Interferensi dalam konteks ini tidak selalu dipandang sebagai sebuah kesalahan yang fatal, melainkan juga menjadi strategi komunikasi yang mencerminkan fleksibilitas Bahasa dalam kebutuhan sosial dan kultural Penelitian ini juga memberikan gambaran bahwa interferensi bahasa merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari dalam komunitas bilingual atau multilingual. Akun instagram Cinta Laura menjadi objek penelitian untuk mengamati bagaimana interferensi bahasa dapat muncul secara alami sebagai bentuk ekspresi identitas diri dan kedwibahasaan yang melekat pada tokoh publik. Dengan adanya pemahaman yang lebih baik mengenai jenis dan penyebab interferensi bahasa, diharapkan penelitian ini dapat menjadi kontribusi dalam studi sosiolinguistik, khususnya dalam pengembangan kajian bahasa di era digital. Penelitian lanjutan diharapkan dapat memperluas objek kajian, baik dari segi variasi pengguna media sosial maupun pendekatan analisis yang lebih mendalam. DAFTAR PUSTAKA