JURNAL APTEK Vol. No. Artikel Ilmiah Aplikasi Teknologi homepage: http://journal. id/index. php/aptek p-ISSN 2085-2630 e-ISSN 2655-9897 Analisis Mutu Beton Plat Injak (OPRIT) Jembatan Sei Bukit Juragan Pada Ruas Jalan Kota Lama - Muara Dilam Tri Yanto1*. Harriad Akbar Syarif 1. Alfi Rahmi1 Program Studi Teknik Sipil Universitas Pasir Pengaraian Jl. Tuanku Tambusai. Rambah. Kec. Rambah Hilir. Kabupaten Rokan Hulu. Riau 28558 zhafranalfathan2022@gmail. harriadakbarsyarif@upp. upp@gmail. ABSTRAK Beton adalah suatu material yang secara harfiah merupakan bentuk dasar dari kehidupan sosial modern. Hampir pada setiap aspek kegiatan sehari-hari kita bergantung pada beton baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya jalan dan jembatan yang kita lewati strukturnya terbuat dari beton. Pada tahun anggaran 2024 Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kabupaten Rokan Hulu melaksanakan kegiatan pembangunan jembatan Sei. Bukit Juragan pada ruas jalan Kota Lama Ae Muara Dilam yang dilaksanakan oleh CV. Serdang Indah, dimana pembangunan tersebut melaksanakan pekerjaan plat injak pada oprit jembatan. Berdasarkan kontrak pekerjan yang disepakati plat injak jembatan menggunakan mutu beton fcAo 20 Mpa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ke kesesuaian hasil pekerjaan beton dengan job mix design yang telah dibuat dan disepakati dalam Kemudian diketahui berdasarkan Kuat tekan beton pada sampel I dengan umur beton 33 hari diperoleh nilai sebesar 55,55 Mpa. Kuat tekan beton pada sampel II dengan umur beton 33 diperoleh nilai sebesar 49,55 Mpa. Kuat tekan beton pada sampel i dengan umur beton 28 diperoleh nilai sebesar 30,88 Mpa dan Kuat tekan beton pada sampel IV dengan umur beton 28 diperoleh nilai sebesar 28,00 Mpa. Hasil pengujian dibandingkan dengan kuat tekan yang direncanakan atau ditargetkan. Jika hasil pengujian lebih tinggi dari target, ini menunjukkan bahwa beton memenuhi persyaratan dan bahkan mungkin memiliki kelebihan kekuatan Kata Kunci: Aggregate Kasar. Aggregate Halus. Kuat Tekan Beton. ABSTRACT Concrete is a material that is literally the foundation of modern social life. Almost every aspect of our daily activities depends on concrete, either directly or indirectly. For example, the roads and bridges we pass through are constructed of concrete. the 2024 budget year, the public works and spatial planning agency or Rokan Hulu Regency carried our the construction of the Sei. Bukit Juragan Bridge on the Kota Lama Ae Muara Dilam road section. Carried out by CV. Serdang Indah. The construction involved the work of the tread plate on the bridge abutment. Based on the agreed work contract, the bridge tread plat used concrete quality fcAo 20 MPa. The study was conducted to determine the suitability of the concrete work results with the job mix design that had been made and agreed upon in the contract. The compressive strength of sample I, age 33 days, was 55,55 MPa. Sample II, aged 33 days, was 49,55 MPa. Sample i, aged 28 days, was 30,88 MPa. Sample IV, aged 28 days, was 28,00 MPa. Sample i, aged 28 days, was 30. 88 MPa. Sample IV, aged 28 days, was 28. MPa. The test results were compared with the planned or targeted compressive If the test results were higher than the target, this indicated that the concrete met the requirements and may even have excess strength. Keyword: Course Aggregate. Fine Aggregate. Concrete Composite Strength. Corresponding Author: uO Tri Yanto Accepted on: 2025-12-20 PENDAHULUAN Beton adalah suatu material yang secara harfiah merupakan bentuk dasar dari kehidupan sosial modern. Hampir pada setiap aspek kegiatan sehari-hari kita bergantung pada beton baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya DOI: 10. 30606/aptek. Yanto et al. Aplikasi Teknologi. Vol. No. 1, hal. 112-118, 2025 jalan dan jembatan yang kita lewati strukturnya terbuat dari beton. Peranan beton dalam kehidupan terlebih dalam pembangunan memiliki peran penting dalam konstruksi, terutama dalam pembangunan infrastruktur dan properti. Beton digunakan untuk berbagai keperluan, seperti bangunan, jembatan, dan rel kereta api, karena kekuatannya menahan tekanan tinggi. Selain itu, beton juga berperan dalam pembangunan berkelanjutan dengan memungkinkan penggunaan material ramah lingkungan dan pengelolaan limbah konstruksi. Beton merupakan bahan gabungan yang terdiri dari agregat kasar dan agregat halus yang dicampur dengan air dan semen sebagai pengikat dan pengisi antara aggregat kasar dan halus dan kadang-kadang ditambah dengan bahan kimia additive atau admixture bila diperlukan. Agregat beton pada umumnya menggunakan bahan alam seperti batu. Aggregate dapat dibagi menjadi dua unsur yaitu agregat kasar . atu pecah/keriki. dan aggregate halus . , demikian juga semen sebagai bahan pengikat dapat dibagi menjadi beberapa jenis yang dibedakan dari unsur-unsur kimia yang terkandung didalamnya. Saat ini beton . yang digunakan seperti Portland cement concrete . eton semen portla. , calcium aluminate cement concrete dimana pengikatnya adalah semen. Pada tahun anggaran 2024 Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kabupaten Rokan Hulu melaksanakan kegiatan pembangunan jembatan Sei. Bukit Jyragan pada ruas jalan Kota Lama Ae Muara Dilam yang dilaksanakan oleh CV. Serdang Indah, dimana pembangunan tersebut melaksanakan pekerjaan plat injak pada oprit jembatan. Berdasarkan kontrak pekerjan yang disepakati plat injak jembatan menggunakan mutu beton fcAo 20 Mpa. Berdasarkan hal tersebut penulis tertarik untuk menganalisis mutu beton yang terpasang di lapangan terhadap kesesuaian job mix design yang disepakati. MATERIAL DAN METODE 1 Persiapan material Persiapan material meliputi pemeriksaan terhadap agregat halus, agregat kasar, semen dan air yang akan digunakan dalam pembuatan benda uji. Perhitungan dan pengukuran rancangan campuran berdasarkan Job Mix Design yang telah dibuat. Berdasarkan job mix design proporsi campuran beton fcAo20 Mpa untuk tiap M3 sebagai berikut : - Semen Portland Type I = 371 Kg - Air = 175 Kg - Aggregate Halus = 735 Kg - Aggregate Kasar = 1059 kg Pembuatan benda uji Dalam penelitian ini sampel pengujian menggunakan kubus beton dengan ukuran 15 x 15 x 15 cm. Perawatan benda uji atau sampel kuat tekan beton dilakukan dengan cara merendam sampel dalam air selama 14 hari 2 Pengujian Kuat Tekan Pengujian untuk mengetahui besarnya beban maximum yang dapat ditahan oleh beton persatuan luas yang disebut kuat tekan beton. Pengujian yang menggunakan alat uji tekan di laboratorium dimana benda uji dibebani dengan gaya tekan secara maksimum sehingga benda uji tersebut hancur atau rusak. Menurut SNI 03 Ae 1974 -1990 prosedur pengujian uji tekan beton dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: Benda uji diletakkan secara sentris pada alat uji tekan beton . esin teka. Yanto et al. Aplikasi Teknologi. Vol. No. 1, hal. 112-118, 2025 Alat uji tekan beton dijalankan dengan penambahan beban sesuai dengan keinginan penguji. Proses pembebanan dilakukan sampai benda uji rusak atau hancur. Setelah benda uji hancur, catat beban yang tertera pada mesin, beban ini menjadi beban maksimum yang dapat ditahan oleh beton Sebagai bukti penelitian, bentuk kerusakan dan proses pengujian pada benda uji dapat didokumentasikan. Kuat tekan beton dapat dihitung dengan cara beban persatuan luas. Dalam menghitung kuat tekan beton, hal yang dilakukan adalah membagi beban maksimum yang tercatat dengan luas permukaan benda uji yang dapat dirumuskan sebagai berikut. Dimana: fcAo = Kuat Tekan Beton (MP. = Beban Maximum (N) = Luas Penampang Benda Uji . Berdasarkan SNI 03 Ae 1974 - 1990. Untuk menentukan hasil kuat tekan beton menggunakan compression test terdapat beberapa hal khusus yang harus diperhatikan, yaitu: Dalam proses pencetakan benda uji yang berbentuk kubus berukuran sisi 20 x 20 x 20 cm, adukan beton dituang dalam 2 lapis yang berbeda, yang dimana tiap lapis dipadatkan dengan cara ditusuk sebanyak 29 kali menggunakan tongkat pemadat dengan ukuran diameter sebesar 16 mm dan panjangnya 600 Dalam proses pencetakan benda uji yang berbentuk kubus berukuran sisi 15 x 15 x 15 cm, adukan beton dituang dalam 2 lapis yang berbeda, yang dimana tiap lapis dipadatkan dengan cara ditusuk sebanyak 32 kali menggunakan tongkat pemadat dengan ukuran diameter sebesar 10 mm dan panjangnya 300 Benda uji yang berbentuk kubus tidak perlu melalui proses capping . elapisan menggunakan mortar beleran. Terdapat konversi kuat tekan beton terhadap bentuk benda uji . isalnya: dari bentuk kubus ke bentuk silinde. Kuat tekan beton biasanya diukur pada keadaan beton yang berumur 3 hari, 7 hari dan 28 hari. 3 Data Hasil Pengujian Material Berdasarkan hasil job mix design dan mutu yang didapat dari hasil pengujian sampel di laboratorium diketahui: Aggregate Halus Dalam pengujian agregat halus berdasarkan job mix design diperoleh data sebagai berikut : Tabel 1. Pengujian kadar Air Agregat Halus Uraian Notasi Berat Sampel Kering Berat Kering Permukaan Berat Dalam Air Penyerapan Air 0,766 0,827 Yanto et al. Aplikasi Teknologi. Vol. No. 1, hal. 112-118, 2025 Sumber : Lab UNRI 2023 Aggregate Kasar Dalam pengujian agregat kasar berdasarkan job mix design diperoleh data sebagai berikut : Tabel 2. Pengujian kadar Air Agregat Kasar Uraian Notasi Berat Sampel Kering Berat Pycnometer Air Berat Pycnometer Air Sampel Penyerapan Air 0,766 0,827 Sumber : Lab UNRI 2023 Semen Berikut data hasul pengujian berat jenis semen yang diperoleh dari job mix Tabel 3. Hasil pengujian berat jenis semen Uraian Berat (K. Semen Portland Sumber : Lab UNRI 2023 Kemudian berdasarkan job mix design diperoleh data berat komposisi campuran untuk beton fcAo 20 Mpa yang dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4. Berat Komposisi Campuran Beton fcAo 20 Mpa Jenis Materal Berat (%) Berat (K. Bacaan Batching Plant Aggregate Halus 30,92 Anggregate Kasar 27,36 i Aggregate Kasar 23 18,24 Cement Portland 15,98 Air 7,49 Sumber: Lab UNRI 2023 Sampel Uji Kuat Tekan Dalam penelitian ini sampel uji diperoleh berdasarkan data sampel pengujian yang dilakukan pada laboratorium teknologi bahan Universitas Riau pada tanggal 17 oktober 2023 yang dapat dilihat pada tabel berikut : Yanto et al. Aplikasi Teknologi. Vol. No. 1, hal. 112-118, 2025 Tabel 5. Data Sampel Pengujian Uji Kuat Tekan Beton Sampel Uji Umur Beton (Har. Dimensi . Berat (G. Luas Tekan . Beban Max (N) . i Sumber : Lab UNRI 2023 4 Perhitungan Kuat Tekan Beton - Sampel I Diketahui data sampel uji I . ubus Beto. Dimensi = 150 x 150 x 150 Berat sampel = 8520 Gr Luas Tekan Sampel (A) = 22500 mm2 Beban Maximum (P) = 1. Kemudian dapat dihitung dengan menggunakan rumus : Kemudian dikonversi ke satuan berat menjadi 555,55 Kg/cm2 - Sampel II Diketahui data sampel uji I . ubus Beto. Dimensi = 150 x 150 x 150 Berat sampel = 8600 Gr Luas Tekan Sampel (A) = 22500 mm2 Beban Maximum (P) = 1. Kemudian dapat dihitung dengan menggunakan rumus : Kemudian dikonversi ke satuan berat menjadi 495,55 Kg/cm2 - Sampel i Diketahui data sampel uji I . ubus Beto. Dimensi = 150 x 150 x 150 Berat sampel = 8560 Gr Luas Tekan Sampel (A) = 22500 mm2 Beban Maximum (P) = 695. Kemudian dapat dihitung dengan menggunakan rumus : Kemudian dikonversi ke satuan berat menjadi 300,88 Kg/cm2 - Sampel IV Diketahui data sampel uji I . ubus Beto. Dimensi = 150 x 150 x 150 Berat sampel = 8480 Gr Luas Tekan Sampel (A) = 22500 mm2 Beban Maximum (P) = 630. Kemudian dapat dihitung dengan menggunakan rumus : Kemudian dikonversi ke satuan berat menjadi 495,55 Kg/cm2 - Sampel i Diketahui data sampel uji I . ubus Beto. Yanto et al. Aplikasi Teknologi. Vol. No. 1, hal. 112-118, 2025 Dimensi = 150 x 150 x 150 Berat sampel = 8560 Gr Luas Tekan Sampel (A) = 22500 mm2 Beban Maximum (P) = 695. Kemudian dapat dihitung dengan menggunakan rumus: Kemudian dikonversi ke satuan berat menjadi 300,88 Kg/cm2 - Sampel IV Diketahui data sampel uji I . ubus Beto. Dimensi = 150 x 150 x 150 Berat sampel = 8480 Gr Luas Tekan Sampel (A) = 22500 mm2 Beban Maximum (P) = 630. Kemudian dapat dihitung dengan menggunakan rumus: Kemudian dikonversi ke satuan berat menjadi 280,00 Kg/cm2 PEMBAHASAN Berdasarkan hasil perhitungan diketahui kuat tekan beton pada plat ijak . jembatan Sei. Bukit Juragan pada ruas jalan Kota Lama Ae Muara Dilam dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 6 Hasil Perhitungan Kuat Tekan Beton Umur (Har. Kuat Tekan Beton Mpa Kg/cm2 55,55 Mpa 555,55 Kg/cm2 49,55 Mpa 495,55 Kg/cm2 i 30,88 Mpa 300,88 Kg/cm2 28,00 Mpa 280,00 Kg/cm2 Dari hasil perhitungan menunjukkan bahwa kuat tekan beton kubus pada perhitungan diatas kuat tekan beton pada saat pelaksanaan pekerjaan pembuatan plat injak tercapai diketahui tidak ada hasil pengujian uji tekan beton pada sampel memiliki kuat tekan dibawah dari fcAo 20 Mpa. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengujian dan perhitungan kuat tekan beton pada plat injak . jembatan Sei. Bukit Juragan pada ruas jalan Kota Lama Ae Muara Dilam yang dilakukan diperoleh kesimpulan sebagai berikut : Kuat tekan beton pada sampel I dengan umur beton 33 hari diperoleh nilai sebesar 55,55 Mpa Kuat tekan beton pada sampel II dengan umur beton 33 diperoleh nilai sebesar 49,55 Mpa Kuat tekan beton pada sampel i dengan umur beton 28 diperoleh nilai sebesar 30,88 Mpa Yanto et al. Aplikasi Teknologi. Vol. No. 1, hal. 112-118, 2025 Kuat tekan beton pada sampel IV dengan umur beton 28 diperoleh nilai sebesar 28,00 Mpa Hasil pengujian dibandingkan dengan kuat tekan yang direncanakan atau Jika hasil pengujian lebih tinggi dari target, ini menunjukkan bahwa beton memenuhi persyaratan dan bahkan mungkin memiliki kelebihan DAFTAR PUSTAKA