JOURNAL GEOEKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BALIKPAPAN https://doi. org/10. 36277/geoekonomi. http://jurnal. uniba-bpn. id/index. php/geoekonomi/article/view/633 Pengaruh Rotasi Audit. Audit Tenure. Dan Fee Audit Terhadap Kualitas Audit Pada Perusahaan Bumn Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Hamdana1. Dothy Amelia Saragih 2. Meylani Puspita Ayu3 1,2,3 Universitas Mulia Balikpapan hamdana@universitasmulia. ABSTRAK Kualitas audit sangat penting untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan, terutama bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki kewajiban publik yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak rotasi audit, masa jabatan auditor, dan biaya audit terhadap kualitas audit di BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019 hingga Sampel terdiri dari 130 organisasi, dan data dianalisis menggunakan regresi logistik dengan SPSS Temuan menunjukkan bahwa rotasi auditor tidak memiliki dampak signifikan terhadap kualitas audit, mungkin dipengaruhi oleh variabel eksternal seperti tekanan politik dan prosedur akuntansi yang fleksibel. Lama masa jabatan auditor berdampak negatif terhadap kualitas audit, karena masa jabatan yang panjang dapat mengganggu independensi auditor. Sebaliknya, biaya audit memiliki pengaruh positif yang signifikan, menunjukkan bahwa biaya audit yang lebih tinggi mencerminkan kompleksitas dan upaya yang diperlukan untuk menyediakan audit berkualitas tinggi. Hasil ini menyoroti pentingnya penyesuaian biaya audit yang tepat dan regulasi durasi audit untuk meningkatkan kualitas audit di perusahaan-perusahaan milik negara. Kata kunci: rotasi audit, audit tenure, fee audit, kualitas audit. BUMN, teori agensi. ABSTRACT Audit quality is essential for ensuring the openness and accountability of financial statements, particularly for State-Owned Enterprises (BUMN) that bear substantial public obligations. This research seeks to examine the impact of audit rotation, audit tenure, and audit fees on audit quality in state-owned enterprises listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2019 to 2023. The sample comprises 130 organizations, and the data were analyzed via logistic regression with SPSS version 29. The findings indicate that audit rotation does not significantly impact audit quality, perhaps affected by external variables like political pressure and adaptable accounting procedures. The duration of audit tenure adversely impacts audit quality, since extended engagements may compromise auditor Conversely, audit fees have a considerable positive influence, suggesting that higher audit costs signify the intricacy and effort necessary to provide high-quality audits. These results underscore the significance of suitable audit fee modifications and the regulation of audit duration to enhance audit quality in state-owned businesses. Keywords: audit rotation, audit tenure, audit fee, audit quality. BUMN, agency theory PENDAHULUAN Perkembangan dunia bisnis yang semakin pesat telah memicu persaingan ketat, termasuk di sektor jasa akuntan publik yang berperan memberikan keyakinan atas keandalan laporan Namun, berbagai skandal keuangan yang melibatkan akuntan publik menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap profesi ini. Meski demikian, kebutuhan akan audit yang berkualitas tetap meningkat, terutama di perusahaan publik seperti Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memegang peranan strategis dalam perekonomian nasional. Berbeda dengan perusahaan swasta murni. BUMN memiliki karakteristik kelembagaan yang unik karena Volume 17 Nomor 01 Maret 2026 https://jurnal. uniba-bpn. id/index. php/geoekonomi/issue/view/49 JOURNAL GEOEKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BALIKPAPAN https://doi. org/10. 36277/geoekonomi. http://jurnal. uniba-bpn. id/index. php/geoekonomi/article/view/633 memikul peran ganda sebagai entitas komersial sekaligus instrumen kebijakan negara. Dual role ini berpotensi menciptakan tekanan politik, ekonomi, dan reputasional yang lebih tinggi terhadap proses pelaporan keuangan dan independensi auditor. Karena sifat yang kompleks dari tata kelola perusahaan milik negara, penelitian kualitas audit sebaiknya difokuskan pada sektor ini dalam kerangka peraturan khusus yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Perusahaan Milik Negara (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2003 tentang Perusahaan Milik Negara, 2. Dengan memberikan penilaian objektif terhadap laporan keuangan, auditor berperan sebagai jembatan penting antara manajemen dan pemegang saham. Standar Audit (SA) yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) mencakup standar umum, pekerjaan lapangan, dan pelaporan, guna menjamin kualitas audit. Namun, beberapa kasus manipulasi laporan keuangan menunjukkan bahwa masih ada hambatan dalam penerapan standar ini di Indonesia. Manipulasi laporan keuangan di PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. (AISA), tuduhan korupsi dan penyajian informasi yang menyesatkan di PT Wijaya Karya Tbk. , dan skandal PT Garuda Indonesia . hanyalah beberapa contoh kasus yang telah merusak reputasi audit di Indonesia. Kasus-kasus ini menyoroti pentingnya audit yang teliti dalam menjaga akuntabilitas, transparansi, dan kepercayaan publik terhadap laporan keuangan yang diterbitkan oleh Pertanyaan-pertanyaan penting yang muncul dari kasus-kasus ini terkait dengan efektivitas mekanisme pengawasan audit, antara lain: apakah rotasi auditor telah diterapkan secara optimal, apakah independensi auditor terancam oleh masa jabatan yang terlalu lama, dan apakah biaya audit yang dibayarkan cukup untuk mendukung kualitas audit. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan uji empiris untuk menentukan bagaimana ketiga variabel ini mempengaruhi kualitas audit di BUMN. Untuk tujuan memberikan informasi yang dapat diandalkan kepada pemangku kepentingan seperti kreditor dan investor, kualitas audit merupakan alat yang krusial. Selain itu, kualitas ini menunjukkan bahwa auditor telah mematuhi semua aturan nasional dan internasional yang berlaku, serta SPAP dan Standar Audit Internasional (ISA). Audit berkualitas tinggi dapat meningkatkan kepercayaan pasar modal dan mengurangi kemungkinan pemalsuan laporan Penelitian sebelumnya menunjukkan hasil yang bervariasi terkait pengaruh rotasi audit, audit tenure, dan fee audit terhadap kualitas audit. Misalnya. Qintharah . menemukan bahwa rotasi audit dan fee audit berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit, sementara Herdian & Bambang Sudaryono . menemukan bahwa hanya fee audit yang berpengaruh positif, sedangkan rotasi audit dan audit tenure tidak signifikan. Temuan yang beragam ini menunjukkan adanya perbedaan konteks dan variabel lain yang mempengaruhi kualitas audit. Dalam perspektif teori keagenan . gency theor. , hubungan antara pemilik . dan manajemen . sering diliputi konflik kepentingan akibat asimetri informasi. Auditor eksternal hadir untuk mengurangi konflik ini melalui laporan audit yang andal. Rotasi audit dapat menjaga independensi auditor, audit tenure mempengaruhi kedalaman pemahaman auditor terhadap klien, sedangkan fee audit memengaruhi sumber daya yang dialokasikan untuk proses audit. Tujuan dari variabel rotasi audit adalah untuk mencegah auditor dan klien menjadi terlalu dekat, yang dapat mengancam independensi mereka. Beberapa studi menunjukkan hasil yang Volume 17 Nomor 01 Maret 2026 https://jurnal. uniba-bpn. id/index. php/geoekonomi/issue/view/49 JOURNAL GEOEKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BALIKPAPAN https://doi. org/10. 36277/geoekonomi. http://jurnal. uniba-bpn. id/index. php/geoekonomi/article/view/633 bermanfaat, sementara yang lain menemukan efek negatif, atau tidak ada pengaruh sama sekali terhadap kualitas audit. Penting untuk mempertimbangkan aturan dan karakteristik perusahaan saat mempertimbangkan rotasi audit. Masalah lain adalah masa jabatan audit, yaitu durasi keterlibatan auditor dengan klien. Meskipun pengetahuan auditor tentang operasi klien meningkat seiring dengan lamanya masa kerja, kemampuan mereka untuk tetap objektif dapat terganggu oleh investasi pribadi dalam Jumlah yang dibayarkan kepada auditor untuk jasa mereka tercermin dalam biaya audit. Auditor dapat menghabiskan waktu, usaha, dan sumber daya yang cukup untuk melakukan audit ketika mereka dibayar dengan upah yang adil. Namun, kualitas audit dapat terganggu dalam persaingan biaya atau ketika tarif terlalu murah. Dari tahun 2019 hingga 2023, penelitian ini menganalisis perusahaan milik negara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk menentukan dampak masa jabatan auditor, biaya audit, dan rotasi auditor terhadap kualitas audit. Auditor, regulator, dan manajemen perusahaan milik negara dapat memperoleh manfaat dari saran praktis penelitian ini untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas audit, dan studi ini sendiri diharapkan memberikan kontribusi empiris terhadap literatur audit. PUSTAKA REVIEW Teori keagenan Jensen. , & Meckling . menjelaskan hubungan principal-agent yang rentan konflik kepentingan akibat pemisahan kepemilikan dan pengendalian serta asimetri informasi, di mana agent dapat memanipulasi laporan keuangan demi kepentingannya. Mekanisme pengendalian seperti kontrak efektif, pengawasan, insentif, dewan independen, komite audit, dan auditor eksternal diperlukan untuk menjaga transparansi (Eisenhardt, 1989. Fama . and Jensen, 1983. Hidayati & Djamil, 2. Dalam penelitian ini, rotasi audit berperan menjaga independensi, audit tenure mencerminkan pengalaman yang dapat memengaruhi kualitas, dan fee audit merepresentasikan sumber daya yang dialokasikan. Teori keagenan menjadi dasar untuk memahami pengaruh ketiga variabel tersebut terhadap kualitas audit BUMN. Kualitas audit merupakan kemampuan auditor untuk memberikan opini yang tepat atas laporan keuangan sesuai standar audit, yang mencakup deteksi dan pelaporan salah saji material dengan integritas, independensi, dan kompetensi tinggi (Arens. Elder. J, dan Beasley, 2014. DeAngelo, 1981. Yadiati. &Mubarok, 2. Di Indonesia, kualitas audit diukur berdasarkan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) dengan indikator seperti ketepatan waktu, kepatuhan terhadap standar, dan akurasi pelaporan (Dewita & NR, 2023. Hidayati & Djamil, 2. Faktor yang memengaruhi meliputi reputasi auditor, pemahaman bisnis klien, pengalaman, serta opini audit going concern (OAGC) yang mencerminkan keyakinan auditor terhadap keberlanjutan usaha perusahaan (Effendi & Ulhaq, 2021. Qintharah, 2020. Stanley & Pangaribuan, 2. Berbagai metode digunakan untuk mengukur kualitas audit, seperti variabel dummy KAP Big Four, earning surprise benchmark, dan indikator integritas serta kepatuhan auditor (Aisyah et al. Cahyati et al. Pamungkas et al. Dalam penelitian ini, kualitas audit diukur menggunakan variabel dummy opini audit going concern (OAGC) bernilai 0 dan non-OAGC bernilai 1. Volume 17 Nomor 01 Maret 2026 https://jurnal. uniba-bpn. id/index. php/geoekonomi/issue/view/49 JOURNAL GEOEKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BALIKPAPAN https://doi. org/10. 36277/geoekonomi. http://jurnal. uniba-bpn. id/index. php/geoekonomi/article/view/633 Rotasi audit adalah menempatkan auditor dan firma akuntansi publik (KAP) dalam tim yang berbeda untuk periode tertentu membantu menjaga imparsialitas mereka dan melindungi kualitas audit dengan membatasi kedekatan auditor dengan klien (Boynton. William C. , 2006. Halim, 1. (Arens. Elder. , dan Beasley, 2014. Hayes. Rick. Wallage. Philip. , dan Gortemaker. , 2. Untuk mengurangi kemungkinan ketergantungan profesional dan emosional. Menteri Keuangan Indonesia . No. 17/PMK. 01/2008 menetapkan bahwa auditor individu tidak boleh melakukan audit lebih dari tiga tahun berturut-turut, sementara KAP dapat melakukan audit selama enam tahun. Dengan strategi ini, perusahaan dapat menghindari bias yang mungkin mengganggu objektivitas audit mereka dan memperoleh manfaat dari sudut pandang yang segar (Qintharah, 2. Penelitian ini menggunakan variabel dummy untuk mengukur rotasi auditor. Organisasi yang melakukan rotasi auditor memiliki nilai 1, sedangkan organisasi yang tidak melakukan rotasi memiliki nilai 0. Audit tenure adalah lamanya waktu yang dihabiskan oleh auditor atau firma akuntansi publik (PAF) dalam bekerja sama dengan klien untuk melakukan audit. hal ini mencerminkan hubungan profesional jangka panjang dan memberikan auditor pengetahuan yang mendalam tentang perusahaan klien, strukturnya, serta risiko yang terkait dengan operasinya (Arens. Elder. , & Beasley, 2. Untuk menjaga independensi dan netralitasnya, auditor perlu mengelola hubungan jangka panjang, namun pengetahuan ini dapat membantu mereka menemukan dan memperbaiki masalah penting dengan lebih efektif (Hayes. Rick. Wallage. Philip. , dan Gortemaker. , 2. Kerja yang efisien dan evaluasi yang lebih akurat adalah dua manfaat tambahan dari hubungan jangka panjang (Cahyati et al. , 2. Namun, di Indonesia, firma akuntansi publik dan auditor individu masing-masing dibatasi hingga enam tahun berturut-turut sesuai undang-undang (Menteri Keuangan, 2008. No. 17/PMK. 01/2. Penelitian ini menggunakan skala interval untuk mengevaluasi masa jabatan audit. Skala ini memperhitungkan jumlah tahun pelanggan menggunakan auditor KAP yang sama, dimulai dengan 1 untuk tahun pertama dan bertambah 1 untuk setiap tahun berikutnya. Fee audit adalah perusahaan membayar firma akuntansi publik (KAP) atau auditor atas jasa yang mereka berikan selama proses audit. Pembayaran ini dapat berupa uang tunai, barang, atau bentuk remunerasi lainnya (Agoes, 2. Kemandirian auditor, tingkat kesulitan tugas, waktu yang diperlukan, dasar perhitungan biaya yang disepakati, permintaan klien, jumlah kewajiban hukum, dan tingkat kompetensi yang diperlukan merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi penetapan biaya audit. Biaya audit dibayarkan agar auditor dapat melaksanakan tugasnya sesuai dengan persyaratan hukum yang berlaku, standar profesional, dan pedoman etika, sebagaimana dinyatakan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) dalam publikasi mereka tahun 2016 nomor 2. Kualitas audit meningkat ketika auditor menerima upah yang adil sehingga mereka dapat melaksanakan proses audit dengan lebih teliti, menyusun laporan keuangan yang bebas dari kesalahan material, dan mematuhi persyaratan pelaporan. Biaya audit suatu perusahaan dihitung dalam penelitian ini dengan mengambil logaritma alami (L. dari total biaya audit. Pengaruh Rotasi Audit Terhadap Kualitas Audit. Rotasi audit membantu menjaga independensi auditor dengan menghindari segala bentuk hubungan jangka panjang yang dapat mengganggu independensi mereka dan, dengan demikian, keandalan temuan audit. Selain itu, rotasi auditor dapat memberikan sudut pandang baru dalam pelaksanaan audit, yang dapat membantu meningkatkan kualitas laporan keuangan. Dampak rotasi auditor terhadap kualitas audit telah terbukti beragam dalam penelitian sebelumnya. Sementara beberapa penelitian menunjukkan Volume 17 Nomor 01 Maret 2026 https://jurnal. uniba-bpn. id/index. php/geoekonomi/issue/view/49 JOURNAL GEOEKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BALIKPAPAN https://doi. org/10. 36277/geoekonomi. http://jurnal. uniba-bpn. id/index. php/geoekonomi/article/view/633 hasil yang bermanfaat, seperti Hidayati & Djamil . dan Qintharah . , penelitian lain menemukan efek negatif atau tidak signifikan, seperti Dewita & NR . dan Cahyati et al. Temuan yang bertentangan ini menyoroti pentingnya variabel lain dalam menentukan kualitas audit, seperti kompetensi auditor dan pengendalian internal. Rotasi auditor (X. , menurut teori agensi, membantu meningkatkan independensi auditor dan, oleh karena itu, kualitas audit (Y) dengan mengurangi kemungkinan konflik kepentingan antara auditor dan manajemen perusahaan. H1: Rotasi audit berpengaruh positif terhadap kualitas audit. Pengaruh Audit Tenure Terhadap Kualitas Audit. Audit tenure dapat meningkatkan kualitas audit dengan memungkinkan auditor memahami operasi klien mereka secara lebih baik seiring waktu, yang pada gilirannya memungkinkan deteksi risiko yang lebih akurat. Di sisi lain, independensi auditor mungkin terganggu akibat periode keterlibatan yang terlalu lama, yang dapat mempengaruhi netralitas dan kualitas audit. Dampak masa jabatan auditor terhadap kualitas audit telah menjadi subjek temuan yang bertentangan dalam penelitian sebelumnya. Beberapa studi menunjukkan hasil yang berbeda. Hidayati & Djamil . menemukan dampak positif. Dewita & NR . menemukan dampak negatif. Aisyah et al. menemukan dampak negatif, dan Ibnu Fadhlan et al. tidak menemukan dampak yang signifikan. Karena independensi auditor terganggu ketika mereka memiliki hubungan jangka panjang dengan klien, objektivitas audit juga terganggu, artinya masa jabatan auditor yang lebih lama dapat menyebabkan kualitas audit yang lebih buruk. H2: Audit tenure berpengaruh negatif terhadap kualitas audit. Pengaruh Fee Audit Terhadap Kualitas Audit. Fee audit yang memadai memungkinkan auditor untuk melakukan prosedur audit dengan lebih teliti dan efektif, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas audit yang dihasilkan. Sebaliknya, jika fee audit ditetapkan terlalu rendah atau tidak proporsional, hal ini dapat membatasi kemampuan auditor dalam melaksanakan audit dengan optimal, sehingga berisiko menurunkan kualitas laporan keuangan. Penelitian sebelumnya menunjukkan variasi pengaruh fee audit terhadap kualitas audit, di mana Cahyati et al. dan Fauziyyah & Praptiningsih . melaporkan pengaruh positif, sementara Stanley & Pangaribuan . dan Dewita & NR . menemukan pengaruh negatif atau tidak signifikan. Ini menunjukkan bahwa pengaruh fee audit terhadap kualitas audit bergantung pada konteks dan pengaturan yang diterapkan. Teori agensi menyatakan bahwa fee audit dapat memotivasi auditor untuk melaksanakan audit dengan lebih teliti dan objektif, yang mengurangi potensi konflik kepentingan dan meningkatkan kualitas audit yang lebih H3: Fee audit berpengaruh positif terhadap kualitas audit. Berdasarkan pengembangan hipotesis, model dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Volume 17 Nomor 01 Maret 2026 https://jurnal. uniba-bpn. id/index. php/geoekonomi/issue/view/49 JOURNAL GEOEKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BALIKPAPAN https://doi. org/10. 36277/geoekonomi. http://jurnal. uniba-bpn. id/index. php/geoekonomi/article/view/633 Gambar 1. Kerangka Konseptual Penelitian (Rotasi Audi. (Audit Tenur. (Fee Audi. (Kualitas Audi. Sumber : Data yang diolah, 2024 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan sampel 29 perusahaan BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kriteria Tabel 1. Kriteria Pemilihan Sample Perusahaan BUMN yang terdaftar di BEI periode 2019-2023 Perusahaan BUMN yang listed di BEI periode 2019-2023 Perusahaan BUMN yang menyajikan laporan tahunan di BEI periode 2019-2023 Perusahaan BUMN yang menyajikan fee audit dalam annual report periode 2019-2023 Total Perusahaan Perusahaan BUMN selama 2019-2023 Sumber: Data yang diolah, 2024 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Uji Statistik Deskriptif Tabel 2. Descriptive Statistics Rotasi Audit Audit Tenure Fee Audit Kualitas Audit Valid N . Sumber: Output SPSS 29, 2025 Minimum Maximum Mean Std. Deviation Penelitian ini menggunakan 130 sampel perusahaan BUMN di BEI periode 2019Ae2023. Analisis deskriptif menunjukkan: 47,69% perusahaan melakukan rotasi KAP, audit tenure ratarata 1,58 tahun . Ae4 tahu. , fee audit rata-rata 21,6139 . ogaritma natura. , dan 69,23% perusahaan menerima opini non-going concern, mencerminkan kondisi keuangan stabil dan kualitas audit yang baik. Volume 17 Nomor 01 Maret 2026 https://jurnal. uniba-bpn. id/index. php/geoekonomi/issue/view/49 JOURNAL GEOEKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BALIKPAPAN https://doi. org/10. 36277/geoekonomi. http://jurnal. uniba-bpn. id/index. php/geoekonomi/article/view/633 Uji Kelayakan Regresi Tabel 3. Hosmer and Lemeshow Test Step Chi-square Sumber: Output SPSS 29, 2025 Sig. Hasil Hosmer and LemeshowAos Test menunjukkan signifikansi 0,547 dan Chi-Square 6,901. Karena >0,05. Ho diterima, menandakan model layak dan sesuai untuk analisis selanjutnya. Uji Keseluruhan Model (Overal Model Fit Tes. Tabel 4. Nilai Uji Keseluruhan Model -2L Awal (Block Number = . -2L Akhir (Block Number = . Sumber: Output SPSS 29, 2025 160,483 148,329 Dari hasil pengujian tabel di atas dapat dilihat adanya penurunan nilai antara -2 Log Likelihood awal . dan -2 Log Likelihood akhir . sebesar 12,154. Penurunan ini mengindikasikan bahwa model regresi yang digunakan semakin optimal, atau dengan kata lain, model yang dihipotesiskan telah sesuai dengan data yang dianalisis. Uji Koefisien Determinasi (Nagelkerke R Squar. Tabel 5. Nilai Nagelkerke R Square Step -2 Log likelihood Sumber: Output SPSS 29, 2025 Cox & Snell R Square Nagelkerke R Square Uji model menunjukkan -2 Log Likelihood sebesar 148,329. Nagelkerke RA 0,126 . ,6%) dan Cox & Snell RA 0,089 . ,9%), artinya variabel independen menjelaskan 12,6% variabel dependen, sisanya 87,4% dipengaruhi faktor lain. Uji Koefisien Regresi Logistik Tabel 6. Analisis Logistic Regression Wald Rotasi Audit Audit Tenure Fee Audit Constant Variable. entered on step 1: Rotasi Audit. Audit Tenure. Fee Audit. Sumber: Output SPSS 29, 2025 Step 1a Sig. Exp(B) Berdasarkan tabel diatas maka model regresi logistik yang diperoleh adalah sebagai berikut: K_AUD = - 9. 695 Ae 0,554 Rotasi Ae 0,818 Tenure 0,562 LN Fee Volume 17 Nomor 01 Maret 2026 https://jurnal. uniba-bpn. id/index. php/geoekonomi/issue/view/49 JOURNAL GEOEKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BALIKPAPAN https://doi. org/10. 36277/geoekonomi. http://jurnal. uniba-bpn. id/index. php/geoekonomi/article/view/633 Hasil analisis menunjukkan: rotasi audit tidak signifikan . =0,365, koefisien -0,. , audit tenure berpengaruh negatif signifikan . =0,046, koefisien -0,818. peluang audit berkualitas turun 0,441 kali per satua. , dan fee audit berpengaruh positif signifikan . =0,005, koefisien 0,562. peluang audit berkualitas naik 1,755 kali per satua. Pengaruh Rotasi Audit Terhadap Kualitas Audit Hasil regresi logistik menunjukkan rotasi audit tidak signifikan terhadap kualitas audit BUMN . =0,365, koefisien -0,. , artinya setiap kenaikan satu satuan rotasi menurunkan peluang audit berkualitas 0,575 kali. Hal ini disebabkan kontrol pemerintah, tekanan politik dan ekonomi, serta fleksibilitas kebijakan akuntansi yang mengurangi independensi auditor. Contohnya, kasus Garuda Indonesia dan Krakatau Steel selama pandemi menunjukkan kinerja dipengaruhi intervensi kebijakan, bukan murni operasional. Temuan ini sejalan dengan Ibnu Fadhlan et al. , namun berbeda dengan Hidayati & Djamil . pada perusahaan manufaktur, karena perbedaan regulasi antara BUMN (UU No. 19/2003. PER-12/MBU/2. dan manufaktur (UU No. 8/1995. POJK No. 57/POJK. 04/2. Pengaruh Audit Tenure Terhadap Kualitas Audit Hasil regresi logistik menunjukkan audit tenure berpengaruh negatif signifikan terhadap kualitas audit BUMN . =0,046, koefisien -0,. , artinya setiap kenaikan satu satuan menurunkan peluang audit berkualitas 0,441 kali. Pengaruh ini disebabkan kontrak jangka panjang yang menimbulkan ketergantungan auditor pada manajemen dan tekanan politik/ekonomi dari pemerintah, sehingga independensi auditor menurun. Temuan ini sejalan dengan Dewita & NR . , namun berbeda dengan Ibnu Fadhlan et al. Pengaruh Fee Audit Terhadap Kualitas Audit Hasil regresi logistik menunjukkan fee audit berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas audit BUMN . =0,005, koefisien 0,. , artinya setiap kenaikan satu satuan meningkatkan peluang audit berkualitas 1,755 kali. Biaya audit yang lebih tinggi mendukung kualitas audit karena memperhitungkan kebutuhan klien, tanggung jawab hukum, independensi, keahlian, dan kompleksitas pekerjaan. Temuan ini sejalan dengan Hidayati & Djamil . Qintharah . Pamungkas et al. , dan Fauziyyah & Praptiningsih . , namun berbeda dengan Dewita & NR . KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa rotasi auditor tidak secara signifikan mempengaruhi kualitas audit di perusahaan milik negara. Durasi audit berdampak negatif terhadap kualitas audit, meskipun biaya audit memberikan pengaruh yang cukup besar. Bagi auditor dan firma akuntansi publik, temuan ini menekankan pentingnya menjaga independensi dalam penugasan yang berlangsung lama dan menetapkan biaya audit yang sesuai dengan kompleksitas dan risiko yang terkait dengan audit. Regulator, termasuk Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dapat menggunakan data ini untuk mengevaluasi kebijakan rotasi auditor dan batasan durasi penugasan guna meningkatkan kualitas audit secara Volume 17 Nomor 01 Maret 2026 https://jurnal. uniba-bpn. id/index. php/geoekonomi/issue/view/49 JOURNAL GEOEKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BALIKPAPAN https://doi. org/10. 36277/geoekonomi. http://jurnal. uniba-bpn. id/index. php/geoekonomi/article/view/633 Pengelolaan BUMN yang efektif memerlukan manajemen hubungan audit yang kompeten dan penetapan biaya audit yang tepat untuk memfasilitasi pelaksanaan audit yang Oleh karena itu, penelitian ini menawarkan wawasan empiris dan saran praktis yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas audit dan tata kelola korporasi di BUMN. DAFTAR PUSTAKA