ISSN : 2721-074X (Onlin. - 2301-6698 (Prin. Homepage : http://ejournal. id/index. php/AFP/index Research Article DOI : 10. 36728/afp. KOMUNIKASI AGRIBISNIS DINAS PERTANIAN DAN PERKEBUNAN DENGAN PETANI DALAM PENGEMBANGAN KOPI ROBUSTA DI KABUPATEN KEDIRI Heru Setiyadi1*). Vifi Nurul Choirina. Khofifa Nur Atika. 1,2,3 Prodi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Islam Kadiri Email: herusetiyadi41@gmail. ABSTRACT Regarding the development of robusta coffee, the Kediri Regency Agriculture and Plantation Service (Dispertabu. has been in contact with farmers through Field Extension Officers (PPL). Finding out the model and techniques for agribusiness communication as well as the challenges encountered in implementing Dispertabun's agribusiness communication with farmers to develop robusta coffee in Kediri Regency are the goals to be accomplished. In addition to interactive model data analysis, this study employs a qualitative descriptive methodology (Miles and Huberma. The research findings led to the conclusion that the context of the message being communicated determined the choice of agribusiness communication model. The application of interpersonal . and organizational . communication techniques depends on the message's content. It is possible to reduce potential communication obstacles in agriculture. The findings suggest that in order to minimize potential barriers to communication, the Kediri Regency Dispertabun through PPL should continue to maintain appropriate . communication models and methods. Additionally, keep up the good work in improving agribusiness communication with robusta coffee farmers in order to continue meeting new objectives and targets related to agribusiness communication. INFORMATION KEYWORD Field Extension Officer, robusta coffee farmer. Department of Agriculture and Plantation. Kediri Regency, and agribusiness Received : 28 November 2023 Revised : 3 Juni 2024 Accepted : 28 Juli 2024 Volume: 24 Number: 2 Year: 2024 Copyright A 2024 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. International Licence PENDAHULUAN Komunikasi bisnis secara sederhana merupakan suatu komunikasi yang diimplementasikan dalam rangka pencapaian tujuan tertentu . demi kepentingan usaha/bisnis pelaku komunikasi itu sendiri (Akib, 2. Komunikasi yang tepat sangat berperan untuk membangun bisnis, termasuk sektor agribisnis. Perspektif yang berbeda dalam melihat sesuatu didasarkan pada pengalaman dan jam terbang masing-masing pelaku usaha (Yusuf JURNAL ILMIAH AGRINECA A VOL 24 NO 2 . | 71 dkk, 2. Pengalaman bisnis yang beragam akan menciptakan warna yang beragam pula dalam menjalankan bisnis, termasuk di sektor agribisnis. Pemerintah Daerah Kabupaten Kediri pada tahun 2021 sangat intens menjadikan kopi sebagai komoditas unggulan. Hal ini terlihat dengan berhasilnya melakukan kegiatan ekspor kopi Kediri. Selain itu mengadakan kegiatan pengenalan kopi di masyarakat melalui Festival Kopi Kediri. Ada tiga jenis varietas kopi di Kabupaten Kediri yaitu robusta, ekselsa, dan Jumlah luasan lahan kopi Kabupaten Kediri meliputi robusta sebesar 423 hektar, ekselsa sebesar 83 hektar serta arabika sebesar 48 hektar (Dinas Kominfo Kabupaten Kediri. Luasan lahan kopi tersebut ditunjukkan pada Gambar 1. Gambar 1. Luasan Lahan Tiga Varietas Kopi Kabupaten Kediri Pemerintah Daerah Kabupaten Kediri, dalam hal ini Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabu. melakukan komunikasi di sektor agribisnis dengan petani kopi robusta, tentunya melibatkan Petugas Penyuluh Lapang (PPL). Komunikasi yang dilakukan bisa dilakukan secara bottom up untuk hal-hal yang sifatnya kebijakan maupun program dan juga top down terkait perintah/instruksi kepada PPL. Dispertabun Kabupaten Kediri sejauh ini sudah melakukan beberapa upaya komunikasi dengan petani kopi robusta di wilayahnya dalam rangka untuk mengembangkan kopi. Upaya tersebut dilakukan secara langsung dan juga berkolaborasi dengan PPL yang ada di lapangan. Model komunikasi agribisnis yang sudah diterapkan disesuaikan dengan karakteristik petani itu sendiri. Hal ini dilakukan agar komunikasi yang terjadi bisa mencapai tujuan yang diharapkan. Begitu juga dengan metode komunikasi agribisnis yang dipilih harus tepat dan juga relevan. Harapannya hambatan komunikasi agribisnis yang terjadi bisa diminimalkan bahkan dihindari. Peneliti menilai penelitian komunikasi agribisnis petani kopi robusta ini sangat penting untuk dilakukan karena memperkuat peran petani kopi di Kediri sebagai pelaku agribisnis dan juga berperan dalam penguatan kopi sebagai komoditas unggulan di Kediri. Penelitian ini belum pernah dilakukan di daerah Kediri. Dengan Adapun rumusan permasalahan dalam penelitian ini, . Bagaimanakah model komunikasi agribisnis Dinas Pertanian dan Perkebunan dengan petani dalam pengembangan kopi robusta di Kabupaten Kediri ? . Bagaimanakah metode komunikasi agribisnis Dinas Pertanian dan Perkebunan dengan petani dalam pengembangan kopi robusta di Kabupaten Kediri ? . Hambatan apa saja yang dialami dalam penerapan komunikasi agribisnis Dinas Pertanian dan Perkebunan dengan petani dalam pengembangan kopi robusta di Kabupaten Kediri ? Berdasarkan hal-hal yang melatarbelakangi tersebut, peneliti tertarik melakukan penelitian dengan judul AuKomunikasi Agribisnis Dinas Pertanian dan Perkebunan dengan Petani dalam Pengembangan Kopi Robusta di Kabupaten KediriAy. 72 | JURNAL ILMIAH AGRINECA A VOL 24 NO 2 . METODE Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri dan Kelompok Tani Kopi Robusta Kediri. Provinsi Jawa Timur. Lokasi Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri dipilih karena didasarkan beberapa alasan serta pertimbangan kopi robusta merupakan salah satu produk unggulan Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan. Sementara itu kelompok tani kopi robusta Desa Jugo. Kecamatan Mojo dipilih karena salah satu kelompok tani yang mengusahakan kopi robusta di Kabupaten Kediri. Alasan lain adalah luas lahan kopi varietas ini paling besar sebesar 423 hektar dibandingkan ekselsa 83 hektar serta arabika 48 hektar. Waktu penelitian dimulai pada bulan Mei sampai dengan bulan September 2023. Narasumber dalam penelitian ini adalah Kepala Bidang Pengelolaan Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri. Selain itu narasumber yang menjadi informan adalah pengurus beserta anggota kelompok tani Desa Jugo. Kecamatan Mojo. Kabupaten Kediri yang mengusahakan kopi robusta. Metode Analisis Data Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif serta metode deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif sifatnya deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif (Rukin, 2. Pendekatan kualitatif lebih memusatkan pada makna, penalaran, definisi suatu situasi tertentu . alam konteks tertent. , serta lebih banyak meneliti hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Rumusan masalah terkait model, metode, dan hambatan komunikasi agribisnis Dinas Pertanian dan Perkebunan dengan petani dalam pengembangan kopi robusta di Kabupaten Kediri, dilakukan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan tiga komponen, yaitu reduksi dan sajian data serta penarikan kesimpulan/verifikasi. Menurut Miles dan Huberman ketiga komponen tersebut harus ada dalam analisis data kualitatif, sebab hubungan dan keterkaitan antara ketiga komponen itu perlu terus dikomparasikan untuk menentukan arahan isi simpulan sebagai hasil akhir penelitian serta terjadi secara (Lisa. Analisis data dalam penelitian kualitatif, dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu. Pada saat wawancara peneliti sudah melakukan analisis terhadap jawaban yang diwawancarai. Jika jawaban yang diwawancarai setelah dianalisis dirasa kurang memuaskan, maka peneliti akan mengajukan pertanyaan lagi, sampai tahap tertentu, sampai memperoleh data yang dianggap kredibel. Miles dan Huberman mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sampai jenuh. Model komunikasi agribisnis yang dianalisis meliputi Model SMCR (Source. Message,Channel. Receive. /Linear. Model Hierarkis Dua Arah/Interaksional. Model Forum Media. Model Jejaring (The Network Mode. , dan Model Siklus Pengalaman Belajar (Experiental Learning Cycl. Metode komunikasi agribisnis yang dianalisis meliputi metode komunikasi interpersonal . dan metode komunikasi organisasi . Hambatan komunikasi agribisnis yang dianalisis meliputi hambatan sosio antropologis, hambatan fisik, hambatan psikologis, hambatan semantik, dan hambatan teknis. JURNAL ILMIAH AGRINECA A VOL 24 NO 2 . | 73 HASIL DAN PEMBAHASAN Profil Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri Profil Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabu. Kabupaten Kediri. Provinsi Jawa Timur beralamat di Jl. Soekarno Hatta No. Doko. Kec. Ngasem. Kabupaten Kediri. Jawa Timur Saat ini Dispertabun Kabupaten Kediri dijabat oleh (Pl. Bapak Anang Widodo. SP. Agr. Website Dispertabun Kabupaten Kediri http://dispertabun. id dan E-mail dispertabun@kedirikab. id (Dispertabun Kab. Kediri, 2. Model Komunikasi Agribisnis Model komunikasi agribisnis dalam penelitian ini yang diterapkan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabu. Kabupaten Kediri meliputi model SMCR (Source. Message. Channel. Receive. /Linear, model hierarkis dua arah/interaksional, model forum media, model jejaring (The Network Mode. , dan model siklus pengalaman belajar . xperiental learning cycl. Model komunikasi agribisnis tersebut sangat relevan dengan komunikasi yang dilakukan Dispertabun Kediri dengan petani kopi robusta. Model komunikasi tersebut digunakan Dispertabun Kediri dimana pesan yang disampaikan selaras dengan kehendak dinas dan kebutuhan petani kopi robusta, pesan yang disampaikan dinas bisa direspon atau diberi tanggapan oleh petani kopi, pesan menggunakan media massa/elektronik, pesan menggunakan jejaring, dan pesan melalui kegiatan percontohan langsung. Adapun penjelasan model komunikasi agribisnis sebagai berikut. Model SMCR (Source. Message,Channel. Receive. /Linear Model ini sangat mengutamakan pada pengaruh pesan terhadap perilaku Penerima, oleh karenanya orientasinya lebih kepada bagaimana pesan harus diterima oleh Penerima sesuai kehendak sumber. Itu sebabnya bersifat linear dan searah dalam arus pesan (Sadono, 2. Model ini merupakan suatu model komunikasi yang terjadi dalam kondisi pihak atasan kepada bawahan . op dow. Pola dalam model komunikasi SMCR ditunjukkan oleh diagram alir seperti berikut. Mulai Source Berasal dari Dispertabun Kediri Message Pesan terkait kebijakan, arahan, teknis agribisnis hulu hulir kopi Channel Secara tatap muka langsung, menggunakan percontohan langsung Receiver Petani kopi robusta Selesai 74 | JURNAL ILMIAH AGRINECA A VOL 24 NO 2 . Bapak Nugroho Heri Prastowo (Kepala Bidang Perkebunan Kabupaten Kedir. menyampaikan bahwa: AuKabupaten kediri memiliki kondisi alam yang berbeda-beda dikarenakan keadaan geografis yang berada di tiga lereng gunung, yaitu Gunung Wilis. Gunung Anjasmoro dan Gunung Kelud. Kondisi ini menunjang keanekaragaman tanaman tanaman perkebunan yang memiliki potensi dan peluang tinggi sektor agribisnis untuk dikembangkan di Kabupaten Kediri. Bupati Kediri/Mas Bup melihat kondisi geografis tersebut mencanangkan kopi menjadi salah satu komoditi unggulan yang akan dikembangkan di Kabupaten Kediri. Sebaran wilayah tiga komoditas unggul yang memiliki hasil produksi tertinggi ada di wilayah wilayah lereng gunung Wilis untuk komoditas kopi Arabika, lereng gunung Kelud Potensi Robusta, dan Lereng Gunung Anjasmoro potensi Kopi Ekselsa. Sementara itu untuk komunikasi yang dilakukan antara Dinas Pertanian dan Perkebunan kepada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) terkait aktivitas agribisnis kopi di Mojo berdasarkan sifat dan kondisi tertentu, ada yang memang instruksi atau linear. Tapi dalam kondisi tertentu dilakukan komunikasi yang sifatntya diskusi atau koordinasiAy. Dispertabun Kabupaten Kediri melalui PPL juga melakukan komunikasi dengan kelompok tani kopi robusta di lokasi dengan memperhatikan kondisi dan sifat komunikasi seperti yang dilakukan Dispertabun Kabupaten Kediri. Bapak Danang Adi (PPL Kabupaten Kedir. AuSama Pak dengan komunikasi yang dilakukan Dispertabun kepada PPL atau PPL kepada kelompok tani kopi robusta di Kecamatan Mojo, khususnya Desa Jugo bisa searah tergantung sifat dan konteksnya, bisa juga dua arah yang biasa dilakukan. Komunikasi yang dilakukan tentunya terkait aspek hulu dan hilir kopi robusta. Tidak hanya lahan dan budidaya, tapi juga panen pemasaran serta support system yang lain Pak HeruAy. Model Hierarkis Dua Arah/Interaksional Model ini merupakan model komunikasi yan terjadi karena adanya hubungan timbal balik antara penyuluh dan juga sasaran penyuluhan. Hubungan timbal balik ini membuat penyuluh memberikan topik penyuluhan yang berasal dari masalah yang sedang dan akan dihadapi oleh petani, tetapi tetap dalam satu tema atau topik yang akan disampaikan. Seperti yang disampaikan oleh Bapak Nugroho Heri Prastowo (Kepala Bidang Perkebunan Kabupaten Kedir. AuDinas sering melakukan koordinasi dengan PPL maupun petani kopi di mojo untuk melakukan pertemuan dan diskusi terkait pelaksanaan manajemen usaha kopi. Banyak gagasan dan masukan yang disampaikan oleh PPL dan petani untuk peningkatan usaha maupun kualitas serta kuantitas terkait kopi. Hasil koordinasi tersebut yang juga ditunjang hasil temuan di lapangan akan semakin menambah baik kegiatan kopi itu sendiri Pak heru. Cara Dispertabun meningkatkan kualitas SDM, mulai pengenalan kopi arabika, standarisasi, budidaya Kabupaten Kediri dan lain-lain dengan melakukan Peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan dalam ruangan dan praktek lapangan secara berkala. Yang sudah dilakukan adalah Pelatihan Pengolahan dengan pasca panen Natural. Fully Wash, dan anaerob. Pengenalan pemangkasan bentuk, produksi dan peremajaan. Pembibitan. Pengenalan cita rasa kopi arabika spesialti. Uji Cita rasa kopi petani. Roasting Sample kopi. Yang belum dilakukan adalah Pelatihan Pasca panen kopi ekperimental Yang akan dilakukan adalah Regenerasi Petani kopi dan pembentukan koperasiAy. Bapak Danang Adi (Penyuluh Pertanian Lapangan Dispertabun Kabupaten Kedir. juga JURNAL ILMIAH AGRINECA A VOL 24 NO 2 . | 75 AuBeberapa masukan pak heru terkait kondisi lahan, benih, budidaya, pasca panen beserta pemasaran kopi, banyak disampaikan oleh rekan-rekan petani. Mereka pak heru sangat bersemangat apalagi Mas Bup (Bupati Kedir. sangat concern terkait kopi dan para petani nya, salah satu kelompok petani kopi di mojo iniAy. Model Forum Media Forum media adalah kelompok kecil-kelompok kecil terorganisir yang bertemu secara teratur dalam waktuwaktu tertentu untuk menerima program siaran dari media massa dan mendiskusikan isinya. Pengaruh saluran media massa, khususnya di kalangan petani di negara-negara sedang berkembang akan lebih besar jika media massa tersebut digabungkan dengan saluran komunikasi interpersonal. Forum media ini dianggap sebagai cara yang paling efektif pada waktu itu untuk menjangkau masyarakat dengan inovasi dan kemudian membujuk mereka untuk menggunakan inovasi tersebut (Sadono, 2. Seperti yang dikatakan Bapak Nugroho Heri Prastowo (Kepala Bidang Perkebunan Kabupaten Kedir. AuKepala Dispertabun Kab Kediri. Anang Widodo hadir ditayangan Talkshow membahas Perkembangan Pertanian dan Perkebunan di Kabupaten Kediri, termasuk sektor agribisnis kopi di Kediri. Saya selaku Kabid Perkebunan Nugroho HP hadir di program RRI Kediri membahas pembibitan sekaligus peluang usaha Kopi di Kabupaten Kediri. Forum media massa melalui radio dan tv di wilayah Kediri Raya pak, rutin kita manfaatkan untuk berkomunikasi dengan masyarakat, terutama petani kopi. Radio RRI Kediri dan Dhoho tv melalui telpon Begitu juga dengan media sosial facebook, instagram, maupun youtube Dispertabun Kabupaten KediriAy. Model Jejaring (The Network Mode. Model ini memandang perlunya para ilmuwan/peneliti dan penyuluh untuk mendengar masalah-masalah yang dihadapi petani dan kebutuhan-kebutuhan mereka menurut perspektif mereka sendiri. Oleh karenanya model ini dipengaruhi oleh model komunikasi konvergensi (Sadono, 2. Oleh karenanya pada model ini, terdapat beberapa kegiatan yang difokuskan pada keluarga petani berlahan sempit yang selama ini selalu memperoleh sebagian kecil manfaat secara tidak proporsional dari penyuluhan dan penelitian yang terorganisir (Mugniesyah, 2. Model jejaring ini meskipun sudah memungkinkan hubungan langsung antara peneliti, penyuluh dan petani, sehingga kebutuhan dan atau masalah petani menurut persepsi petani dapat ditemukan, namun masih mengabaikan aspek kritis, yakni jejaring komunikasi antar petani yang berharga bagi transfer teknologi. Selain itu, model ini tidak memberi kesempatan kepada pemain lain dalam sistem teknologi pertanian, seperti pihak swasta sebagai pemasok pelayanan jasa dan input produksi pertanian (Mugniesyah, 2. Metode Model Komunikasi yang sering terjadi pada saat pasca penyuluhan jika dilihat dari temuan yang ada di lapangan terdapat beberapa model. Pertama adalah model komunikasi jejaring. Dalam model ini, terdapat hubungan yang timbal balik antara penyuluh dan juga petani. Metode model yang digunakan melalui platform media sosial sebagai saluran atau channel untuk menyampaikan dan menyelesaikan permasalahan yang diajukan oleh para petani. Hal ini juga disampaikan oleh Bapak Nugroho Heri Prastowo (Kepala Bidang Perkebunan Kabupaten Kedir. AuKami di Dispertabun Kab. Kediri berkolaborasi dengan Dinas Pertanian Provinsi Jatim dalam hal pengawasan dan pendampingan/bimbingan. Juga dengan institusi seperti Universitas Brawijaya dalam hal bimbingan teknis. Selain itu lewat komunikasi jejaring 76 | JURNAL ILMIAH AGRINECA A VOL 24 NO 2 . kami menyelenggarakan Festival Kopi Kediri di mana event dari hulu ke hilir para pegiat kopi mulai dari petani, prosesor, roaster hingga coffeshop ataupun kedai. Tambahan dari saya Pak Heru mohon juga kedepan bisa diteliti terkait model jejaring antara LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Huta. Gapoktan, dan juga petaniAy. Model Siklus Pengalaman Belajar (Experiental Learning Cycl. Menunjukkan proses komunikasi aktif di antara para petani untuk memahami lingkungannya, atau dalam proses AymenemukanAy . inovasi/ teknologi yang mereka kembangkan. Dalam model ELC terdapat empat tahapan, yaitu: . mendapat atau menggali pengalaman, . mempertukarkan pengalaman, . menarik kesimpulan, dan . Petani mendapat pengalaman baru atau menggali pengalaman yang sudah pernah dilakukannya. Pengalaman tersebut kemudian dipertukarkan atau dipelajari bersama dengan petani lain yang belum mengalaminya. Dari proses diskusi tersebut kemudian diambil kesimpulan dan dari kesimpulan tersebut kemudian petani menerapkannya, dan seterusnya pengalaman baru tersebut dipertukarkan kembali mengikuti tahapan tersebut. Bapak Nugroho Heri Prastowo (Kepala Bidang Perkebunan Kabupaten Kedir. menyebutkan bahwa: AuDispertabun melakukan pendampingan kepada petani kopi melalui pelatihan dalam ruangan dan praktek lapangan secara berkala baik oleh Bidang Pengelolaan Perkebunan langsung maupun PPL setempat, selain itu petani kopi kediri diikutsertakan pada even pameran kopi baik di tingkat lokal maupun nasional. Cara Dispertabun meningkatkan kuantitas dan kualitas kopi Kabupaten Kediri, yang sudah dilakukan adalah Pelatihan Pengolahan Pasca panen kopi. Uji cita rasa kopi milik petani supaya sesuai dengan pada SCA. Q Processing dan CQI, yang belum dilakukan adalah Penyusunan dan Pelaksanaan SOP Pasca Panen serta Quality Control. Yang akan dilakukan adalah memproduksi greenbeans dengan value tinggi. Menguatkan identitas dan brand melalui sertifikasi indikasi geografis, diversifikasi produk green bean berbagai metode pasca panen, dan aktif dalam kompetisi regional dan nasionalAy. Metode Komunikasi Agribisnis Metode komunikasi agribisnis dalam penelitian ini menggunakan dua jenis, yaitu metode komunikasi interpersonal . dan organisasi kelompok. Metode komunikasi yang dilakukan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabu. Kabupaten Kediri kepada petani kopi robusta Kediri melalui pendekatan secara perorangan dan juga kelompok. Metode keduanya digunakan tergantung sifat dan jenis pesan yang disampaikan oleh Dispertabun Kediri. Adapun metode komunikasi agribisnis yang dilakukan Dispertabun Kediri kepada petani kopi robusta Kediri dijelaskan seperti berikut. Metode komunikasi interpersonal . Komunikasi antarpribadi merupakan komunikasi yang dilakukan dan terjadi antara dua orang atau lebih secara tatap muka langsung (Yusuf dkk, 2. Hal ini selaras dengan apa yang yang disampaikan oleh Pace bahwa Ayinterpersonal communication is communication involving two or more people in a face to face settingAy. Metode ini merupakan metode dimana penyuluh berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan sasarannya secara perorangan seperti kunjungan ke rumah, lokasi atau lahan usaha tani, hubungan telepon dan lain sebagainya (Darmin, 2. Menurut PPL Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri. Danang Adi bahwa: JURNAL ILMIAH AGRINECA A VOL 24 NO 2 . | 77 AuAwal sekali Pak Heru tentunya sebelum kami melakukan komunikasi tentunya sebagai penyuluh kami melakukan pendekatan komunikasi perorangan. Mulai dari ketuanya maupun pengurus yang lain hinga anggota kelompok tani kopi itu sendiri. Kami lakukan pak dengan harapkan menjalin suasana kebatinan yang baik. Setelah pendekatan dilakukan dan mulai cair suasananya barulah mulai menyamakan persepsi terkait agribisnis kopi sampai masalah terkait kelompok tani itu sendiri. Kami Pak heru lebih tau secara detail masalah tiap-tiap individu terkait usaha tani dan agribisnis kopi yang sudah mereka lakukanAy. Metode komunikasi organisasi . Komunikasi mempunyai dua kegunaan yang penting dalam organisasi yaitu memungkinkan individu atau kelompok untuk saling bertukar informasi serta membantu menghubungkan atau menyatukan anggota kelompok pada suatu organisasi yang terpisah dari anggota lainnya (Yusuf dkk, 2. Melalui komunikasi organisasi terdapat banyak keuntungan yang dapat diambil, diantaranya terjadinya tukar menukar informasi, sharing pengalaman, adanya feed back serta interaksi kelompok dalam organisasi. Hal ini sesuai dengan pernyataan informan Bapak Danang Adi (PPL Dispertabun Kabupaten Kedir. AuDinas dan PPL rutin mengadakan komunikasi organisasi melalui kelompok tani kopi di wilayah ini. Hal yang dikomunikasikan dari manajemen budidaya, panen, pasca panen, hingga manajemen usaha kopi robusta. Selain itu juga Pak Heru, komunikasi organisasi juga dilakukan terkait penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Penyusunan RDKK dilakukan pada bulan April dan selesai bulan Agustus. Di wilayah ini mempunyai enam kelompok Tani yaitu Margimulyo. Margitani. Semoga Berkah. Sumber Mulyo. Masuldi Mulyo. Tani MulyoAy. Hambatan Komunikasi Agribisnis Hambatan komunikasi agribisnis dalam penelitian ini meliputi hambatan sosio antropologis, hambatan semantik, hambatan mekanis, dan hambatan ekologis. Hambatan-hambatan komunikasi tersebut juga harus diperhatikan oleh seorang praktisi komunikasi bisnis. Sebab ada banyak hambatan komunikasi menurut (Akib, 2. , antara . Hambatan sosio antropologis Merupakan hambatan komunikasi agribisnis yang bersinggungan dengan perbedaan budaya interpersonal atau organisasi yang melakukan komunikasi sehingga berpotensi menyebabkan terjadinya kesalahpahaman (Akib, 2. Bapak Danang Adi selaku PPL Dispertabun Kabupaten Kediri menyampaikan bahwa: AuDari anggota kelompok tani rata-rata sudah usia sepuh, dan ada juga kelompok tani berusia mudawarga asli sini. Begitu juga dengan PPL yang merupakan warga asli Kabupaten Kediri. Secara aspek budaya masyarakat tidak ada hambatan yang berarti dalam hal komunikasi. Bahasanya sama, budayanya sama, logat bicaranya sama. Memang secara tingkat pendidikan rata-rata anggota kelompok tani tergolong rendah dibandingkan PPL, tapi itu tidak menjadikan persoalan dalam hal komunikasiAy. Hambatan Fisik Merupakan hambatan komunikasi agribisnis yang terjadi yang disebabkan kondisi fisik/tubuh komunikator atau komunikan yang sedang berinteraksi komunikasi, serta keadaan lingkungan sekitar saat proses komunikasi sedang terjadi (Akib, 2. Sebagai PPL Dispertabun Kabupaten Kediri. Bapak Danang Adi mengatakan bahwa: 78 | JURNAL ILMIAH AGRINECA A VOL 24 NO 2 . AuSecara fisik kondisi petani masih sehat, anggota tubuh masih berfungsi optimal, normal. Alhamdulillah tidak ada yang cacat. Antara saya selaku PPL sampai saat ini belum menemukan kendala komunikasi karena faktor fisik. Mohon doanya kawan-kawan anggota poktan kopi robusta di sini sehat-sehat, begitu juga dengan PPL nya hehehe. Kemudian juga Pak Heru, untuk hambatan atau kendala cuaca, kami lebih memilih mengomunikasikan terlebih dahulu kalau ada hambatan misalnya sering hujan, maka pertemuan/komunikasi secara tatap muka kami jadwal ulang. Di mojo juga telah dibentuk Taruna Tani dengan usia 20 tahun dalam rangka untuk regenerasi serta menumbuhkan minta petani yang berusia mudaAy. Hambatan Psikologis Merupakan hambatan komunikasi agribisnis yang terjadi karena komunikator dan komunikan memiliki persoalan secara psikologis . sehingga berpotensi menjadikan proses pengiriman atau penerimaan pesan yang disampaikan menjadi terhambat dan salah interpretasi (Akib, 2. Bapak Danang Adi juga mengatakan kepada peneliti bahwa: AuDi kelompok tani sini Pak Heru terkait psikologis, jiwa mereka stabil. Karena dari keluarga mereka, penghasilan yang didapat sejauh ini masih bisa mencukupi kebutuhan rumah Mereka juga punya usaha ternak, tanaman lain selain kopi robusta. Kemudian dari segi fisik tadi mereka masih baik. Sehingga Pak Heru menurut saya akan banyak mempengaruhi mental psikologis petani kopi itu sendiriAy. Hambatan Semantik Merupakan hambatan komunikasi agribisnis yang bersinggungan dengan bahasa karena penggunaan bahasa yang berbeda karena beda latar belakang, artikulasi yang tidak jelas, dan makna arti yang berbeda (Akib, 2. Kepada peneliti Bapak Danang Adi PPL Dispertabun Kabupaten Kediri menyampaikan sebagai berikut: AuBegini Pak Heru menyambung tadi yang kita bicarakan terkait budaya dan aspek sosial yang sama, bahasa yang digunakan juga lebih mudah dipahami, termasuk logat bahasa jawa daerah Kediri yang ada ciri khasnya. Makna kata dan kalimat yang digunakan petani maupun PPL sejauh ini tidak menimbulkan salah persepsiAy. Hambatan Teknis Merupakan hambatan komunikasi agribisnis yang bersinggungan dengan peralatan atau instrumen yang digunakan dalam komunikasi. Komunikasi agribisnis dapat terjadi melalui dua cara yakni komunikasi verbal secara tertulis atau lisan dan komunikasi nonverbal melalui tindakan/gerakan tubuh/gesture (Akib, 2. Bapak Danang Adi (PPL Dispertabun Kabupaten Kedir. menyampaikan bahwa: AuKomunikasi yang kami lakukan, baik itu terkait budidaya maupun usaha agribisnis kami sampaikan dalam kegiatan penyuluhan bagi kelompok tani. Biasanya komunikasi yang kami lakukan secara lisan dan juga tertulis. Materi kami sampaikan, kemudian kami memberikan foto copy materi untuk dibaca dan dipelajari bersama kami. Kami dampingi, kami bersamai mereka agar mudah memahami Pak HeruAy. KESIMPULAN Dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa model komunikasi di sektor agribisnis yang digunakan Dinas Pertanian dan Perkebunan JURNAL ILMIAH AGRINECA A VOL 24 NO 2 . | 79 (Dispertabu. Kabupaten Kediri melalui Petugas Penyuluh Lapang (PPL) dengan petani kopi robusta menggunakan model SMCR (Source. Message,Channel. Receive. /Linear. Hierarkis Dua Arah/Interaksional. Forum Media. Jejaring, dan Siklus Pengalaman Belajar. Semua model komunikasi tersebut digunakan Dispertabun Kediri berdasarkan sifat dan jenis pesan yang relevan dengan kebutuhan petani kopi robusta. Kemudian terkait metode yang digunakan adalah metode komunikasi interpersonal . dan organisasi . Kedua metode komunikasi tersebut diterapkan berdasarkan substansi apa yang disampaikan. Sementara itu hambatan komunikasi agribisnis digolongkan menjadi hambatan sosio antropologis. Fisik. Psikologis. Semantik, dan Teknis. Kesemua hambatan tersebut bisa diminimalkan terjadi sejak awal sehingga dalam implementasi komunikasi tidak menemui kendala yang berarti. Saran yang dapat peneliti sampaikan adalah sebaiknya Dispertabun Kabupaten Kediri melalui PPL tetap menjaga dan mempertahankan model dan metode komunikasi yang sudah sesuai . sehingga hambatan komunikasi yang berpotensi terjadi dapat diminimalkan. Serta terus melakukan improve komunikasi agribisnis dengan petani agar tujuan serta target baru dalam konteks komunikasi agribisnis dengan petani kopi robusta di Kabupaten Kediri bisa tetap tercapai. DAFTAR PUSTAKA