CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://journal. com/index. php/caradde Volume 8 | Nomor 2 | Desember . 5 e-ISSN: 2621-7910 dan p-ISSN: 2621-7961 DOI: https://doi. org/10. 31960/caradde. Pelatihan Content Creator Berbasis Turast Dan Fikih Kebangsaan Bagi Santri Kota Malang Sebagai Upaya Menyemai Nilai-Nilai Moderasi Beragama Mohamad Anas1*. Destriana Saraswati2. Millatuz Zakiyah3. Prima Zulvarina4 . Lukman Hakim5 Kata Kunci: Pelatihan content creator. Turats. Fiqih Kebangsaan. Moderasi beragama. Keywords: Conten creator training. Religion Tourism. Fiqh of Nationalism. Religion Moderation. Destriana Saraswati Ilmu Politik. Universitas Brawijaya Jl. Veteran. Malang. Jatim Email: saraswati@ub. Article History Received: 25-09-2025. Reviewed: 22-10-2025. Accepted: 25-11-2025. Available Online: 18-12-2025. Published: 28-12-2025. Abstrak. Kegiatan pelatihan content creator berbasis turats dan fikih kebangsaan ini bertujuan untuk mendorong hilirisasi pemahaman fikih kebangsaan melalui berbagai media/content, seperti pengelolaan website dan pembuatan komik strip digital, sebagai sarana kampanye perdamaian berbasis keislaman. Semua sepakat bahwa agama merupakan tuntunan hidup yang selayaknya mengajarkan kedamian. Namun, penyebaran nilai tersebut menghadapi tantangan eksternal berupa maraknya konten media sosial bernuansa kebencian terhadap agama, atau bahkan menyebarkan pemahaman agama yang menyimpang. Di sisi lain, tantangan internal berupa kurangnya kontribusi santri dalam dakwah digital juga muncul. Padahal, para santri memiliki kapasitas keilmuan dalam memahami turast dan kitab-kitab Oleh karenanya program ini dilakukan dengan kerja sama antara Tim Doktor Mengabdi dan Lakpesdam PCNU Kota Malang. Kegiatan dilakukan dengan tahapan kegiatan mulai dari survei. FGD, pelatihan penyusunan narasi, produksi komik, evaluasi, hingga diseminasi. Luaran berupa komik fikih kebangsaan ber-ISBN, publikasi jurnal, artikel media, dan video dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa kajian keislaman dapat dikemas secara menarik dan Selanjutnya, program ini akan dikembangkan lebih masif agar produk yang dihasilkan menjadi modal atau inspirasi content creator yang lebih luas, sehingga menjadi media dakwah digital berbasis nilai toleransi dan moderasi beragama. Abstract. This content creator training activity based on national heritage and Islamic jurisprudence aims to encourage the downstreaming of understanding of national jurisprudence through various media/content, such as website management and the creation of digital comic strips, as a means of campaigning for Islamic-based Everyone agrees that religion is a guide to life that should teach peace. However, the dissemination of these values faces external challenges in the form of the rise of social media content nuanced with hatred towards Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2. Desember 2025 religion, or even the spread of deviant religious On the other hand, internal challenges such as the lack of contribution of Islamic students . in digital da'wah also arise. In fact, students have the scientific capacity to understand religious heritage and books. Therefore, this program is carried out in collaboration between the Doctoral Service Team and Lakpesdam PCNU Malang City. The activity is carried out in stages starting from surveys. FGDs, narrative writing training, comic production, evaluation, and The outputs are national fiqh comics with ISBNs, journal publications, media articles, and video The results show that Islamic studies can be packaged in an interesting and educational manner. Furthermore, this program will be developed more extensively so that the resulting product becomes capital or inspiration for a wider range of content creators, thus becoming a digital da'wah media based on the values of tolerance and religious moderation. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 0 International License. @2025 by Author pengguna aktif sosial media . etara 50,2%) pada Januari 2025 (Kemp, 2. Hal ini membuktikan interaksi di dunia maya menjadi salah satu bentuk interaksi primer yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Akan tetapi, ronisnya, semangat menyebarkan nilai-nilai kedamaian dan ketenangan Islami yang menjadi kewajiban umat tidak berjalan lurus dengan ketersediaan content media sosial. Spirit yang muncul melalui media sosial dalam berbagai platform digital, seperti youtube, facebook, instagram, dan media sosial lain tersebut justru lebih sering menjadi bagian dari akar konflik dan kebencian yang dibingkai agama dan dimanfaatkan sebagai konten dakwah dengan narasi radikal. Di sisi lain, santri dan pondok pesantren berpeluang memproduksi juru dakwah yang sarat ilmu dan potensial memberikan dakwah yang damai. Hal ini disebabkan pondok pesantren memiliki akar keilmuan yang kuat dari sumber ajar berupa kitab klasik . dan sanad keilmuan dari tawadluAo mengedepankan harmoni dengan masyarakat dan negara (A. Anas Mohamad, n. Di lain pihak, menurut Anas dkk (M. Anas et al. berdasarkan penelitian terdahulu tim pengabdian melihat dinamika toleransi dan bahkan intoleransi sangat berkelindan dengan mimbar agama. Konteks toleransi dapat PENDAHULUAN Pemeluk Islam di Indonesia tercatat mencapai 277,75 juta jiwa atau 87,02% dari total penduduk (Data Indonesia, 2. , sudah sepatutnya berkewajiban untuk turut serta dalam menjaga stabilitas keamanan dan keutuhan bangsa. Dengan memaknai dan mempraktikkan konsep dasar Islam sebagai Aurahmatan lil alamin, rahmat bagi semestaAy, ajaran Islam yang membawa ketenangan, kedamaian, dan kemuliaan bagi sesama, patut Salah satu ujung tombak penyebaran ke-rahmat-an Islam dapat dilakukan melalui dakwah. Dalam tradisi Islam, dakwah dilakukan oleh para muballigh, dai, atau aktor dakwah lainnya, selain untuk melakukan penyiaran ajaran agama, namun juga ada proses interaksi yang timbul dengan masyarakat atau orang umum lainnya. Tradisi ini hendaknya tidak hilang begitu saja di tengah perkembangan zaman yang kian maju dan pesat, sehingga kecakapan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan masyarakat menjadi tuntutan yang harus dipenuhi oleh para pendakwah. Media sosial menjadi salah satu produk kemajuan jaman yang perlu di kuasai juga oleh pendakwah, sebab berdasarkan laporan Digital 2025: Indonesia dari We Are Social dan DataReportal, terdapat 143 juta Anas, et al. Pelatihan Content Creator Berbasis. dilihat di Kasembon Kabupaten Malang yang dinilai sebagai kantong daerah multikutural tetapi hidup dalam perdamaian dan toleransi yang tinggi. Hal ini dikarenakan para pemuka agama melalui mimbar agama telah memiliki cara berdakwah yang toleran, dengan mengedepankan kebenaran dan kebaikan universal, alih-alih menyuarakan perbedaan agama secara terus menerus. Mimbar agama yang dimaksud di atas tentu saja mimbar agama yang masih bersifat konvensioal, misalnya cerama agama, khutbah di masjid, serta lainnya di mana antara pemuka agama dan umat duduk dalam satu forum . Namun juga ditemukan pemuka agama yang melakukan penistaan, yang berujung pada perilaku intoleran (Saputra, 2025. Tim Editor. Menghadapi masyarakat, tentu pola dakwah yang lebih modern dan berorientasi pada maksimalisasi penggunaan media digital menjadi perlu. Hal ini dipertimbangkan berdasarkan ruang digital yang tidak luput sebagai sumber intoleransi (Zakiyah et al. , 2. Oleh karena itu, dakwah santri perlu berubah dan berkembang, dari dakwah konvensional menjadi dakwah digital. Hal ini penting karena dakwah melalui media sosial menjadi populer atau trend bagi masyarakat, bahkan bagi mereka yang tidak berlatar belakang agama Islam yang kuat. Jika dilihat lebih jauh, di masa pandemi, kegiatan dakwah juga banyak beralih dilakukan secara digital melalui media sosial (Chanifah et al. Namun demikian, karena minimnya ruang persentuhan dengan teknologi membuat kebanyakan santri, yang menjadi penerus mubaligh, tidak mempunyai skill menggunakan teknologi sehingga tidak mahir berdakwah di media sosial. Akhirnya, dakwah digital justru didominasi juru dakwah karbitan yang rentan menebar kebencian atas nama agama. Melihat kondisi ini, santri perlu disiapkan untuk menjadi juru dakwah digital yang melek teknologi karena modal substansi dan wawasan kegaamaan yang tinggi sudah Diharapkan, dengan memberikan bekal pelatihan dalam teknologi digital di media sosial nantinya para santri dalam mentransformasikan nilai-nilai agama yang penuh kasih sayang dalam bentuk digital yang adaptif, yakni dapat diterima oleh generasi z. Menurut (Febrianti & Mulyono, 2. dengan adanya media yang dipergunakan dalam proses pembelajaran, terdapat manfaat yang Salah satu dakwah digital yang efektif adalah berdakwah melalui tulisan yang dibentangkan di platform digital resmi milik Orang yang bertugas untuk kemudian disebut content creator. Selama ini, aktivitas content creator banyak digeluti anak muda sebagai upaya branding perusahaan atau Belum ada pihak yang serius memanfaatkan peluang ini sebagai salah satu media berdakwah yang humanis. Padahal, santri telah lekat dengan aktivitas dakwah melalui tulisan, baik dalam bentuk novel maupun dalam bentuk laman media massa digital, seperti yang dilakukan mojok. id, langgar. co, dan lainnya. Hanya saja, keterbatasan ruang dan kemampuan tersebut tentu tidak sebanding dengan jumlah santri di Kota Malang yang mencapai 10. 000 lebih. Di sisi lain, platform digital resmi pesantren belum banyak merambah ke aktivitas berdakwah. Platform digital resmi pesantren selama ini hanya menyajikan kegiatan yang dilakukan, informasi terkait pendaftaran, dan berita-berita terkait prestasi dan semacamnya. Belum ada upaya pemanfaatan platform digital pesantren menuju media dakwah yang terkonsep dengan baik, lebih-lebih berdasarkan turats dan kitab ulama nusantara yang sehari-hari menjadi pembelajaran mereka di madrasah diniyah. Padahal, turats dan kitab ulama nusantara adalah gudang pengetahuan keislaman yang humanis dan ramah semesta. Maka, memberdayakan santri dalam dakwah digital dengan konsep yang tepat dan komposisi konten yang menarik, pengabdian bertajuk AuPelatihan Content Creator Berbasis Turats dan Fikih Kebangsaan bagi Santri di Malang sebagai Upaya Menyemai Nilai-nilai Moderasi BeragamaAy ini akan memberi sumbangsih dalam bidang fokus sosial humaniora dan tema pembangunan dan penguatan sosial budaya dalam subtema komunikasi publik di era revolusi teknologi informasi dan komunikasi (Solikhudin, 2. Lebih lanjut, dalam konteks tujuan dari pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG. , program ini memiliki potensi besar dalam mendukung pencapaian SDGs. Sebagaimana disebutkan oleh International Telecommunication Union (ITU) dan United Nations Development Program (UNDP) Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2. Desember 2025 bahwa teknologi digital secara langsung memberikan manfaat pada 70 persen atau dua pertiga dari target SDGs (UNDP, 2. Termasuk penguatan teknologi digital dalam kegiatan-kegiatan dakwah keagamaan. Maka menurut (Mubarok & Azizah, 2. media moderat perlu punya daya "counter" dan "framing" sebagai bentuk perlawanan pada Hal ini dikarenakan, media punya pengaruh kuat dalam mengganti cara berpikir masyarakat dari radikal ke moderat. Secara garis besar, pengabdian ini dilandaskan pada studi pendahuluan berupa sebelumnya, observasi awal di lapangan, dan penelusuran pustaka terkait isu pelatihan konten kreator dan dakwah digital. Menurut Safrodin Halimi, prinsip dasar dakwah Islam berpusat pada empat hal, yaitu: maudluAo daAowah . ema dakwa. yaitu Islam, daAoI . uru dakwa. yang memiliki syarat al fahmu ad daqiq . emiliki pemahamn teks dan kontekstualisasi ajaran Isla. al iman al amiq . eimanan yang mendala. , al ittishol wasiq . emiliki ikatan emosional yang kuat dengan objek dakwa. , madAou . bjek dakwa. , dan wasail wa asalib ad-daAowah . etodologi dan pendekatan dakwa. (Halimi, 2. Berdasarkan hasil observasi lapangan dan diskusi bersama mitra, yakni Lakpesdam PCNU Kota Malang, ditemukan bahwa meskipun sejumlah pesantren di Kota Malang telah memiliki website resmi, pemanfaatannya masih terbatas pada fungsi informatif dan administratif, seperti publikasi kegiatan dan pengumuman pendaftaran santri. Belum terdapat upaya strategis untuk menjadikan media digital tersebut sebagai sarana dakwah berbasis turats dan fikih kebangsaan. Di sisi lain, para santri memiliki potensi besar dalam pemahaman keislaman yang mendalam serta wawasan moderat hasil dari tradisi keilmuan kesenjangan literasi digital dan keterampilan teknologis untuk mengemas nilai-nilai tersebut menjadi konten kreatif yang menarik bagi generasi digital. Kondisi ini menyebabkan pesan dakwah Islam yang humanis, toleran, tersampaikan secara optimal di ruang publik digital, sementara media sosial justru banyak diisi oleh narasi keagamaan yang keras dan tidak otoritatif. Oleh karena itu, diperlukan konten berbasis turats dan fikih kebangsaan sebagai upaya strategis memperkuat moderasi beragama di ruang maya. Berdasarkan penjabaran sebelumnya, maka jelas bahwa kajian akademik dan program pengabdian yang mengintegrasikan turats . hazanah klasik Isla. dengan kompetensi digital santri masih sangat Sebagian besar penelitian sebelumnya hanya menyoroti dakwah digital dari aspek komunikasi atau teknologi, tanpa mengaitkan dimensi epistemologi Islam klasik dan nilainilai fikih kebangsaan. Program ini, karenanya, mengisi ruang kosong akademik dalam model pengabdian berbasis integrasi antara tradisi keilmuan pesantren dan inovasi teknologi informasi. METODE Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dilakukan bertahap, dimulai dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan pelatihan hingga tahap evaluasi. Sebelum melakukan rangkaian kegiatan ini, tim telah terlebih dahulu melakukan observasi secara langsung guna melakukan identifikasi secara utuh sekaligus menyusun kesepahaman dan persetujuan terhadap mitra, dalam kegiatan ini yakni LAKPESDAM NU Kota Malang. Secara akademis, pemilihan Lakpesdam PCNU Kota Malang (Lembaga Kajian dan Pengembangan SDM Nahdlatul Ulama Kota Malan. sebagai mitra program sangat tepat karena lembaga ini berada di lini operasional dari organisasi Islam terbesar di Indonesia (NU) yang secara konsisten mengusung nilai toleransi, moderasi beragama, dan keberagaman dalam praktik dakwah dan kaderisasinya. Beberapa kajian menunjukkan bahwa NU secara kelembagaan memiliki komitmen terhadap toleransi antarAa agama dan keragaman sosial. misalnya, riset AuToleransi terhadap NonAaMuslim dalam Pemahaman Organisasi Islam Muhammadiyah dan NUAy menyebut bahwa NU memandang toleransi terhadap nonAa Muslim sebagai bagian dari ukhuwah wathaniyah dalam konteks kenegaraan (Romadlan, 2. Demikian pula, penelitian lain menyatakan bahwa NU Auactively Anas, et al. Pelatihan Content Creator Berbasis. advocates messages of peace and toleranceAy melalui platform digitalAanya dalam era disrupsi digital Di tingkat lokal. Lakpesdam PCNU Kota Malang secara spesifik telah melakukan programAaprogram nyata seperti diskusi lintas iman untuk mewujudkan AuMalang Kota ToleranAy (Hanafi et al. , 2023. RofiAoi & Fatimatuz Zahroh, 2024. Setia & Rahim. Dengan demikian, bermitra dengan Lakpesdam bukan hanya relevan secara lokal . i Kota Malan. tetapi juga secara konseptual dan teoretis karena selaras dengan literatur akademik tentang peran NU dalam moderasi beragama, menjadikannya mitra yang cocok untuk implementasi program berbasis kontenAa digital nilai keagamaan moderat. menyusun silabus, persiapan selanjutnya adalah penentuan peserta yang disepakati bersama dengan mitra. Tahap Pelaksanaan Tahap pelatihan merupakan tahap inti dari kegiatan pengabdian ini. Adapun tahapan dalam pelaksanan pelatihan ini adalah : . tahap orientasi pentingnya digitalisasi dakwah, . tahap pelatihan pengembangan website dasar, . tahap pendalaman latihan secara mandiri, . penyusunan content sebagai rujukan pengembangan isi website. Materi utama pelatihan ini meliputi: pemahaman konsep digitalisasi dakwah melalui website pesantren berlandaskan pada sumber otoritatif pesantren sekaligus praktik nyata dalam website resmi Pada tahap ini, mitra berperan sebagai peserta aktif pelatihan dakwah Mitra juga berperan aktif dalam menyiapkan tempat pelatihan, peserta pelatihan, hingga kebutuhan sarana dan prasarana lain. Sementara tim pengabdian bertugas untuk memimpin jalannya mendampingi peserta pelatihan, hingga pembuatan konten dakwah digital. Pada tahap ini juga disepakati, bahwa content dakwahnya disusun dalam luaran yang berbentuk komik strip, yang nantinya diunggah pada masing-masing website pesantren sebagai bagian dari mitra penerima manfaat, yakni LAKPESDAM NU Kota Malang. Tahap Persiapan Pada tahap persiapan, dilakukan survei lokasi sekaligus pemetaan awal potensi dan masalah yang dihadapi mitra. Survei pendahuluan ini telah dilakukan pada tahun 2022 dengan melakukan observasi lapangan dan media sosial pada beberapa pondok pesantren di Kota Malang. Dari penelitian ini, diketahui bahwa terdapat 4 pondok pesantren di Kota Malang sudah memiliki website resmi pesantren, namun hanya 2 diantaranya menuangkan opini santri, namun sangat disayangkan, opini santri yang ada dalam website tersebut sebagian besar masih berisi tentang opini pribadi dan penulisan ulang perintah kyai dan belum merujuk pada literature khas pesantren berupa turats atau kitab fikih kebangsaan. Hal inilah yang kemudian menginspirasi tim untuk mengembangkan dakwah digital yang pengembangan website pesantren yang berlandaskan pada sumber yang lebih Al Quran, hadits, turats, dan kitab ulama nusantara. Pada tahap persiapan ini, mitra berpartisipasi sebagai informan pemetaan, dan terlibat dalam tim penyusun silabus bersama dengan tim Silabus yang dirumuskan disertai dengan penyusunan strategi pelatihan, yang kemudian disepakati terdiri dari. orientasi pentingnya digitalisasi dakwah, strategi pengembangan website sebagai media dakwah yang berlandaskan pada sumber otoritatif pesantren. Setelah Tahap Evaluasi Terakhir, setelah rangkaian pelatihan selesai, dilakukan tahap evaluasi untuk memastikan proses praktik mandiri dan penyusunan content sesuai dengan tujuan Pada tahap ini juga dirumuskan rencana tindak lanjut kegiatan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada tahap persiapan, menghasilkan peta kebutuhan bentuk content dan sasaran content creator yang akan berperan sebagai mitra secara langsung. Pemetaan kebutuhan Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2. Desember 2025 diperlukan untuk memastikan arah kegiatan berikutnya tepat sasaran. Pemetaan dilakukan melalui FGD dengan pihak mitra dan Adapun hal-hal yang dibahas dalam FDG ini meliputi modal media dan pengetahuan yang telah dimiliki oleh mitra, yang berpotensi untuk diolah dalam kegiatan. pemetaan materi atau sumber content yang akan menjadi rujukan penyusunan content, dan penentuan timeline pelaksanaan kegiatan. Setelah FGD pertama dilakukan, disepakati isu-isu yang potensial untuk diulas dalam bentuk video ceramah dan content komik digital. Komik digitall dipilih sebagai salah satu bentuk content digital karena dianggap akan menambah skill para content creator . alam kegiatan ini adalah para santri yang terpilih untuk mengikuti kegiata. , serta potensi menarik minat sasaran yang lebih luas. Bentuk visual yang menarik dengan kemasan bahasa atau cerita yang ringan, diharapkan lebih mengena pada penikmat content. Motivasi terhadap rasa ingin tahu lebih lanjut, meningkatkan kemampuan berpikir kritis (Robbani & Khoirotunnisa, 2021. Sholahudin et al. , 2. , penggunaan visual yang menarik (Bugtong et al. , 2. , lebih populer dan lebih mudah dipahami (Degorio & Langub, 2. , menjadi alasan yang melatar belakangi pemilihan komik sebagai bentuk content yang Komik dapat menjadi media baru dalam kegiatan berdakwah bagi mereka, content creator yang memiliki pengetahuan utuk komunikasi verbal, serta pembahasan isu yang sulit disampaikan secara langsung (Rakower & Hallyburton, 2022. Sedliarova & Soloveva. Komik digital juga lebih mudah diakses dan dapat menyasar pengguna dengan tingkat pendidikan, umur, serta lokasi yang beragam dibandingkan dengan komik konvensional (Robbani & Khoirotunnisa. Mengingat potensi media digital yang dimiliki oleh mitra, bentuk digital juga tepat untuk dipilih. Di samping itu, biaya yang dikeluarkan ketika membuat komik digital dapat ditekan, tidak sebanyak pembuatan komik konvensional. Distribusi juga menjadi pertimbangan selanjutnya, sebab komik konvensional perlu didistribusikan secara khusus agar dapat disebarluaskan secara masif. Padahal. LAKPESDAM NU Kota Malang, sebagai mitra, sendiri telah melakukan berbagai kajian untuk memperkaya materi dakwah seperti isu moderasi beragama, penyebarluasannya belum maksimal. Gambar 1. Tahap Persiapan - Diskusi tentang Pemetaan Modal dan Mitra Content Creator Gambar 2. Tahap Pelaksanaan Ae Pengembangan Content Pada tahap pelaksanaan, diawali dengan mendiskusikan content yang akan dimuat dalam berbagai media. Potensi isu yang disepakati pada tahap ini terkait dengan toleransi dan moderasi beragama, dan fikih kebangsaan yang merujuk pada sumbersumber yang telat secara tradisi dirujuk oleh lingkungan pesantren, seperti turats, hadist, dan kitab-kitab islami. Gambar 3. Workshop penyusunan draf Anas, et al. Pelatihan Content Creator Berbasis. content komik digital fikih kebangsaan Gambar 5. FGD Divisi-Divisi yang terlibat Pada tahap ini disusun tema dan kerangka content komik fikih kebangsaan. Saat penyusunan draf ini, dilakukan proses integrasi keilmuan agama yang berbasis turats dengan isu kontemporer. Sebagai contoh tentang bagaimana mengucapkan selamat merayakan hari raya agama lain berdasarkan dengan kajian tradisi keilmuan Islam dengan isu dan realitas yang hari ini banyak dialami Setelah proses penyusunan content, visualisasi content, dan validasi content, dilakukan tahap evaluasi, monitoring, dan penerbitan komik digital fikih kebangsaan bersama mitra pada tanggal 20 Desember Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, disepakati bahwa produk content creator yang dibuat dalam bentuk digital kemudian juga dicetak. Hal ini diputuskan dengan pertimbangan ketersediaan jaringan internet yang belum merata dan akses digital yang belum dimiliki oleh pesantren-pesantren di daerah. Dengan dicetaknya komik digital ini, akan meningkatkan aksesbilitas pada informasi dakwah yang dimuat dalam kemasan yang lebih populer dan baru. LAKPESDAM NU Kota Malang, sebagai mitra, menganggap kegiatan ini menjadi pintu syiar agama yang lebih tepat sasaran. Media yang tidak monoton akan menarik jangkauan yang lebih luas, dengan tidak meninggalkan prinsip agama sebagai petunjuk hidup bersosial masyarakat. Di sisi lain, para peserta . pelatihan pembuatan content komik digital merasa terbantu dengan adanya inspirasi pilihan media yang baru yang turut meningkatkan skil dan potensi artistik mereka. Ketertarikan ditunjukan dengan semangat dan kesediaan mereka untuk menindaklanjuti kegiatan serupa setelah buku komik ini Gambar 4. Draft Content Komik Digital Fikih Kebangsaan Dalam proses penyusunan draft mitra didampingi langsung oleh Tim Doktor Mengabdi yang terbagi dalam beberapa divisi, yakni divisi content, divisi visual, dan divisi Divisi mengumpulkan, mengulas, dan meriview sumber rujukan keilmuan. Divisi visual menentukan palet warna dan aspek visualisadi Kemudian divisi terakhir bertugas untuk mendampingi aspek digital seperti, jaringan, perangkat digital, dan pola distribusi. Berdasarkan FGD kedua berhasil disusun draft komik digital dengan 13 judul dari komik bertemakan fikih kebangsaan. Ketiga belas cerita ini kemudian divalidasikan kepada ahli dan didiskusikan oleh banyak pihak yang dilibatkan seperti Lembaga Batsul MasaAoil (LBM) NU Kota Malang dan pesantren mitra. Gambar 8. Peluncuran content digital dan Buku Komik Fikih Kebangsaan, sekaligus Evaluasi bersama Mitra SIMPULAN DAN SARAN Hasil dari program pengabdian ini Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2. Desember 2025 menunjukkan bahwa Lakpesdam NU dapat bekerja sama dengan Tim DM untuk membuat hasil kajian yang lebih menarik, mudah diakses dan populer. Pengembangan content digital dalam bentuk komik menjadi pilihan utama yang ditindaklanjuti sebagai bentuk media populer baru. Materi kajian Islam yang sebelumnya bersifat akademis, kaku, dan eksklusif, kemudian dapat dikemas menjadi cerita yang menarik dan edukatif dengan cara yang lebih ringan dan mudah dipahami melalui kegiatan ini. Oleh karenanya, prinsip-prinsip kajian Islam moderat menjadi lebih mudah dipahami dan diterima oleh banyak orang, terutama generasi muda yang lebih terbiasa dengan format cerita, visual yang sederhana, dan kemudahan akses. Tim pengabdian berencana untuk memperluas jangkauan program dengan membangun lembaga kajian keislaman yang dapat membuat konten digital, dengan mengangkat isu toleransi dengan fikih Dengan menggunakan strategi ini. LAKPESDAM NU Kota Malang dan Tim Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya terus berinovasi untuk menyebarkan nilai-nilai Islam yang damai dan inklusif di masyarakat. BAGI SANTRI SEBAGAI REVITALISASI MEDIA DAKWAH ERA SOSIAL 5. WISESA: Jurnal Pengabdian Masyarakat. Data Indonesia. Marc. Mayoritas Penduduk Indonesia Beragama Islam Pada 2022. DataIndonesia. https://dataindonesia. id/varia/detail/ma yoritas-penduduk-indonesia-beragamaislam-pada-2022 Degorio. , & Langub. Enhancing Physics Education Through Comic Strips: A Development Research Study. International Journal of Instruction, 18. , 637Ae652. https://doi. org/10. 29333/iji. Febrianti. , & Mulyono. PENDAMPINGAN PEMBUATAN KONTEN DALAM PEMBELAJARAN ILMU FIQIH BERBASIS PLATFORM TIK TOK UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SANTRI MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH AWALIYAH. Jurnal Comm-Edu, 7. , 357Ae365. Halimi. Etika dakwah dalam perspektif AlQurAoan: Antara idealitas QurAoani dan realitas Walisongo Press. https://books. id/books?id=Zr4 dwAEACAAJ Hanafi. Saefi. Diyana. Ikhsan. Yani. Suciptaningsih. Anggraini. , & Rufiana. What content offers and how teachers teach: Religious Moderation-integrated teaching in Indonesia. HTS Teologiese Studies / Theological Studies, 79. https://doi. org/10. 4102/hts. DAFTAR RUJUKAN Anas. Mohamad. Islamic Insight Transformation. In Akar Keilmuan Pesantren di Malang Raya. Oase Publishing. Anas. Zakiyah. , & Rohmah. Menyemai Perdamaian dalam Perbedaan: Strategi Mayoritas Mengayomi Minoritas Basis Multikulturalisme Kasembon Malang. Peradaban Journal of Religion and Society, 1. , 11Ae21. Kemp. DIGITAL 2025: INDONESIA. Datareportal. https://datareportal. com/reports/digital2025-indonesia Rakower. , & Hallyburton. Disease Information Through Comics: A Graphic Option for Health Education. Journal of Medical Humanities, 43. , 475Ae492. https://doi. org/10. 1007/s10912-02209730-9 Bugtong. Milio. Canuto. Lumidao, . Lumecio. Choycawen. , & Bando. ENGLISH COMICS AS READING MATERIALS AND INTERVENTION IN IMPROVING STUDENTSAo READING COMPREHENSION. Problems Education in the 21st Century, 83. , 480Ae https://doi. org/10. 33225/pec/25. Robbani. , & Khoirotunnisa. Online English Comics as Reading Materials for English Language Education Department Students. European Journal of Educational Research, volumeAe10Ae 2021. olumeAe10AeissueAe3AejulyAe2. Chanifah. Fathoni. Mustapa. , & Rohmah. DAKWAH DIGITAL Anas, et al. Pelatihan Content Creator Berbasis. 1359Ae1369. https://doi. org/10. 12973/eujer. Tim Editor. Agustu. Muhammad Kece: Diduga Hina Islam. Sembunyi di Bali. Kini Jadi Tersangka. KumparanNEWS. https://kumparan. com/kumparannews/ muhammad-kece-diduga-hina-islamsembunyi-di-bali-kini-jadi-tersangka1wOxjXNsDEL RofiAoi. , & Fatimatuz Zahroh. Peran Nahdlatul Ulama (NU) dalam Menjaga Keharmonisan Umat Beragama di Era Disrupsi Digital. NAHNU: Journal of Nahdlatul Ulama and Contemporary Islamic Studies, 2. , 339Ae368. https://doi. org/10. 63875/nahnu. Zakiyah. Saraswati. Yulianto. , & Fadly, . From TOLERANCE IS BUSINESS TOLERANCE CLOTHING: Conceptual metaphors of religious tolerance in online Islamic mass LITE, 149Ae167. https://doi. org/10. 33633/lite. Romadlan. Toleransi Terhadap NonMuslim Dalam Pemahaman Organisasi Islam Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Sahafa Journal of Islamic Communication, 1. , https://doi. org/10. 21111/sjic. Saputra. June . Ujaran Kebencian Berbasis Agama Paling Menyulut Konflik. Tempo. https://w. co/politik/ujarankebencian-berbasis-agama-palingmenyulut-konflik-1735605 Sedliarova. , & Soloveva. COMICS AS EDUCATIONAL TOOLS IN TEACHING ENGLISH GRAMMAR, LEXIS AND COMMUNICATION SKILLS. SOCIETY. INTEGRATION. EDUCATION. Proceedings International Scientific Conference, 5, 615Ae https://doi. org/10. 17770/sie2021vol5. Setia. , & Rahim. The Nahdlatul UlamaAos Contribution to Peacemaking in A Digital Era. Hanifiya: Jurnal Studi AgamaAgama, 7. , 73Ae86. https://doi. org/10. 15575/hanifiya. Sholahudin. Agustin. , & Rochintaniawati, . The Development of Comic Learning Media on The Human Respiratory System Topic to Facilitate Student Health Literacy. Journal of Science Education Research, 9. , 75Ae82. https://doi. org/10. 21831/jser. Solikhudin. Desembe. Fikih Kebangsaan: Sebagai Formulasi Penguatan Moderasi Beragama dan Aplikasinya di Era Digital. Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Kopertais Wilayah IV Suranaya. Conference for Muslim Scholars Kopertais Wilayah IV Suranaya. Surabaya. https://proceedings. id/inde php/ancoms/article/view/486