JSIM JURNAL SUAK JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI Vol. No. Desember 2024-Mei 2025, pp. P- ISSN: 2657-0637. E-ISSN: 2656-5668 PEMBERDAYAAN KADER KELUARGA SIAGA BANJIR DALAM MEMBANTU MENURUNKAN ANSIETAS DAMPAK BANJIR PESISIR SUNGAI DI KECAMATAN ASTAMBUL Insana Maria1. Filia Sofiani Ikasari2. Faradilla Iedliany3 Tassia Sekar Brilliant Santiago4. Muhammad Nashih5. Chrisnawati6 Departement of Emergency Nursing. Faculty of Nursing Sciences. STIKES Intan Martapura. Martapura City. Indonesia Department of psychology. Universitas Borneo Lestari. Banjarbaru City. Indonesia Student of Bachelor In Nursing. Faculty of Nursing Sciences. STIKES Intan Martapura. Martapura City. Indonesia Department of Medical Surgical Nursing. Universitas Lambung Mangkurat. Banjarbaru City. Indonesia Article Info ABSTRACT (TNR. Bold, 10pt. Uppercas. Article history: Received Oktober, 2024 Accepted November, 2024 Publised Desember, 2024 Flood disasters have an impact not only materially and physically but psychologically, namely anxiety, especially during repeated flood disasters. The aim of this Community Service is to increase knowledge, skills and coordination with related parties in dealing with psychological problems of anxiety in floodprone residents in the Astambul District area. The service method is carried out in three stages, namely preparation, implementation and evaluation. The results of Empowering Flood Alert Family Cadres in helping reduce anxiety about the impact of flooding, the level of knowledge increased by 50%. Family cadres need to receive ongoing training in an effort to reduce anxiety about the impact of flooding so that the community gets maximum support from cadres. Corresponding Author: Insana Maria Faculty of Nursing Sciences. STIKES Intan Martapura Gedung STIKES Intan Martapura. Jalan Samadi No. 01 RT/RW 01 Martapura City, 70119. South Kalimantan. Indonesia Email:maria. insana82@gmail. ABSTRAK (TNR. Bold, 10pt. Uppercas. Bencana Banjir memberikan dampak tidak hanya secara material dan fisik namun secara psikologis yaitu adanya ansietas terutama pada bencana banjir Tujuan Pengabdian Masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta koordinasi dengan pihak terkait dalam menangani masalah psikologis ansietas pada penduduk rawan banjir di wilayah Kecamatan Astambul. Metode pengabdian dilakukan dalam tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil Pemberdayaan Kader Keluarga Siaga Banjir dalam membantu menurunkan ansietas dampak banjir tingkat pengetahuan meningkat sebanyak 50%. Kader keluarga perlu mendapatkan pelatihan berkelanjutan dalam upaya menurunkan ansietas dampak banjir agar masyarakat mendapatkan support maksimal dari kader. Keywords: Ansiestas. Banjir. Kader. Keluarga. Pemberdayaan This is an open-access article under the CC BY 4. 0 license. PENDAHULUAN Bencana banjir sebagai salah satu bencana yang menyebabkan kerusakan yang sangat mempengaruhi banyak daerah di seluruh dunia. Banjir merupakan suatu peristiwa dimana berlimpahnya air yang meluap hingga kedarat, yang biasanya kering, akibat curah hujan yang sangat tinggi, lelehan salju, atau masalah lainnya yang mengakibatkan air tidak dapat diserap dengan cepat oleh tanah atau dialirkan oleh saluran air yang ada. Banjir dapat terjadi secara tiba-tiba atau secara bertahap. Banjir yang terjadi memberikan dampak yang cukup besar dinataranya kerugian lingkungan,krisis air bersih, kerugikan ekonomi, kerusakan properti bahkan korban jiwa dan luka-luka (Asim, 2. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSIM/index Maria. Insana. , et al. Pemberdayaan Kader Keluarga Siaga BanjirA. JSIM. Vol. No. Desember 2024-Mei 2025, pp 1-7 Dampak korban banjir salah satunya trauma psikologis yang pada akhirnya menimbulkan manifestasi klinis adanya ansietas yang terjadi pada bencana banjir yang biasa berulang terjadi. Kondisi ansietas yang terjadi berulang dapat berkembang menjadi kondisi psikologis yang kronis sehingga jika ansietas yang dialami oleh korban banjir tidak dapat diturunkan atau diantisipasi maka dari segi psikologis dapat mengalami ansietas yang berkelanjutan dapat mengalami gangguan kejiwaan (Putri Sinta, 2. Diperlukan suatu upaya menurunkan ansietas kepada masyarat yang beresiko mengalami banjir berulang dengan Program pemberdayaan masyarakat . ommunity empowermen. dapat dilakukan sebagai solusi bagi permasalahan tersebut. Pembentukan kader siaga banjir yang berasal dari masyarakat sebagai bentuk realisasi pemberdayaan masyarakat dapat menjadi program strategis yang ditunjang dengan program optimalisasi berkelanjutan untuk meningkatkan peran kader tersebut. Salah satu kegiatan dalam program optimalisasi yaitu dengan kegiatan pelatihan kader siaga banjir dalam mengatasi ansietas (Sunny, 2. Kader keluarga merupakan anggota masyarakat yang secara sukarela memiliki keinginan membantu masyarakat secara luas. Kader keluarga siaga banjir akan membantu untuk dapat memberikan suatu upaya yang terprogram mengenai pencegahan dan penurunan ansietas pada daerag terdampak banjir berulang. Diperlukan suatu Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan kader siaga banjir bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta koordinasi dengan pihak terkait dalam menangani masalah psikologis kecemasan pada penduduk rawan banjir di wilayah Kecamatan Astambul (Maria I. , 2. Daerah di kabupaten banjar yang sangat beresiko mengalami banjir berulang adalah Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar. Provinsi Kalimantan Selatan memiliki luas 216,5 Km2 dengan ketinggian 6 meter dari permukaan laut. Jumlah penduduk sebanyak 34. 531 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk 159 jiwa/km2. Daerah ini memiliki 22 desa yang merupakan wilayah datar yang umumnya lahan rawa dan persawahan dan terdapat aliran sungai besar dan beberapa anak sungai membelah wilayah tersebut. Puskesmas Astambul berada di Wilayah yang merupakan daerah rawan banjir dan hampir setiap tahun mengalami bencana banjir. Ada 11 desa yang paling sering terdampak banjir yang salah satu penyebabnya adalah intensitas curah hujan Menurut data laporan Badan Meteorologi. Klimatologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Banjarbaru . dalam laporan BPS Kabupaten Banjar . curah hujan ratarata mencapai 261,79 mm/hari dengan jumlah hari hujan rata-rata 20 hari perbulan. Klasifikasi hujan ini sudah termasuk pada hujan sangat lebat. Tercatat pada tahun 2012 banjir besar melanda Provinsi Kalimantan Selatan dan banjir yang terparah ada di wilayah Kabupaten Banjar. Kecamatan Astambul. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar melaporkan, banjir yang melanda di Kecamatan Astambul merendam 17 desa dari 22 desa yang ada, dihuni oleh 1. 985 Kepala Keluarga atau 000 jiwa. Studi yang dilakukan Nurlina. Ridwan, dan Siregar . , telah mengindetifikasi daerah rawan banjir dan daerah pemasok banjir di Kecamatan Astambul. Penelitian ini Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSIM/index Maria. Insana. , et al. Pemberdayaan Kader Keluarga Siaga BanjirA. JSIM. Vol. No. Desember 2024-Mei 2025, pp 1-7 meyimpulkan sekitar 144 hektar daerah teridentifikasi tersebut berada dalam katagori rawan dan sangat rawan banjir. Dampak banjir ditinjau dari segi kesehatan ada 2 yaitu dampak kesehatan fisik dan psikologis. Dampak psikologis dapat berupa stress, cemas, bahkan sampai pada tahapan panik. Dampak ini sering muncul pasca kejadian disebut Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD). PTSD adalah gangguan mental yang terjadi akibat paparan langsung atau tidak langsung dari suatu peristiwa traumatis. Jika tidak ditangani dengan baik gejala ini dapat menetap sehingga berisiko menjadi gangguan jiwa permanen, bahkan juga dapat mengganggu kesehatan fisik. (Ulfa Trianur, 2. Hasil pengkajian langsung pada daerah sasaran, warga mengeluh cemas bila hujan lebat sehingga menjadi sulit tidur . angguan tidu. karena memikirkan banjir yang terjadi dirumah mereka. Warga menyampaikan tidak mengetahui apa tindakan untuk mengatasi dan mengurangi rasa cemas dan gangguan tidur yang dirasakan, sementara mereka tidak dapat selalu mengharapkan bantuan kesehatan dari tenaga kesehatan yang jumlahnya terbatas. Diperlukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul kegiatan AoPemberdayaan Kader Keluarga Siaga Banjir Dalam Membantu Menurunkan Ansietas Dampak Banjir Pesisir Sungai Di Kecamatan AstambulAo. METODE PELAKSANAAN Kegiatan dilaksanakan menggunakan tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan tahap evaluasi dijelaskan sebagai berikut: Tahap persiapan : tahap ini diawali dengan koordinasi dan sosialisasi pada pihak terkait dalam hal ini kader keluarga siaga banjir, tujuan kegiatan ini agar memperoleh dukungan dan komitmen terutama sebagai upaya penyamaan persepsi program yang akan dilaksanakan. Tahap Pelaksanaan : tahap ini merupakan inti dari kegiatan pengabdi dengan melakukan Kegiatan pemberdayaan kader keluarga dengan mengukur Pengetahuan keluarga dengan Pre-test lalu di lanjutkan kegiatan edukasi mengenai ansietas, dampaknya terhadap kesehatan dan bahaya jika tidak diatasi, kemudian memberikan pendampingan dan cara konseling kepada kader keluarga mengenai pendampingan individu dengan ansietas (Wirandi, 2. Tim abdi masyarakat dan narasumber akan memberi edukasi dan informasi kesehatan mental terkait ansietas dengan bahasa yang mudah dimengerti masyarakat dan dibantu media Tahap Evaluasi: tahap ini merupakan proses evaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan akan ada pengukuran post test. Pendampingan untuk melakukan evaluasi pengetahuan, keterampilan dan sikap kader keluarga terlatih dalam untuk melakukan melakukan penyuluhan, pendampingan dan hipnoterapi ke masyarakat di daerah pesisir sungai kecamatan Astambul. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSIM/index Maria. Insana. , et al. Pemberdayaan Kader Keluarga Siaga BanjirA. JSIM. Vol. No. Desember 2024-Mei 2025, pp 1-7 Gambar 1. Kegiatan Pre-Test dan penyampaian materi Gambar 2 Foto Bersama Kader HASIL DAN PEMBAHASAN Menurunkan Ansietas Dampak Banjir Pesisir Sungai Di Kecamatan Astambul dalam bentuk Pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan di Kecamatan Astambul di dapatkan jumlah peserta sasaran kegiatan sebagai 22 orang kader keluarga yang memawakili 22 desa yang ada di kecamatan Astambul. Kader keluarga sedari awal merupakan anggota masyarakat yang telah aktif dalam melakukan kegiatan dalam kader yang telah terkordinir oleh koordinator keluarga dari Puskesmas Astambul sebagai unit kerja. Pengukuran tingkat pengetahuan kader keluarga sebelum dilakukan Lokakarya dan pelatihan hipnoterapi maka dilakukan pre tes terlebih dahulu dengan membagikan kuesioner kepadakader untuk diisi dengan memberikan waktu menjawab selama 15 menit. Kegiatan Lokakarya dilakukan dengan materi 1 AuPemberdayaan Keluarga Siaga Menghadapi Bencana BanjirAy sebagai Narasumber Bapak Ns. Taufik Hidayat. Kep. ,Sp. Kom selanjutnya kegiatan sebagai narasumber materi 2 Ibu Faraddilla Iedliany. Psi. Psikolog menyampaikan materi Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSIM/index Maria. Insana. , et al. Pemberdayaan Kader Keluarga Siaga BanjirA. JSIM. Vol. No. Desember 2024-Mei 2025, pp 1-7 AuPencegahan Ansietas pada Keluarga Beresiko BanjirAy Kegiatan diawali dengan melakukan pre tes dan post tes sebagai upaya mengukur tingkat pengetahuan Kader keluarga mengenai Membantu Menurunkan Ansietas Dampak Banjir pada Table 1. 1 Tingkat Pengetahuan Kader Keluarga sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan menurunkan ansietas dampak banjir. No Tingkat Pengetahuan Membantu Menurunkan Ansietas Dampak Banjir Pre Test Post Test Baik Cukup Kurang Total Hasil pre tes tingkat pengetahuan kader keluarga sebelum diberikan pendidikan kesehatan menurunkan ansietas dampak banjir diketahui kategori Baik sebanyak 13%, kategori cukup sebanyak (Maria I. , 2. 27%, sedangkan kategori kurang sebanyak 60%. Post tes yang telah dilakukan mengenai pendidikan kesehatan menurunkan ansietas dampak banjir diketahui kategori baik sebanyak 50%, kategori cukup sebanyak 30%, kategori kurang sebanyak 20%. Kader Keluarga yang telah mendapatkan upaya pemberdayaan terutama dalam hal ini dalam upaya menurunkan ansietas dampak banjir maka proses keluarga meningkatkan dan memperkuat sumber daya yang mereka butuhkan dan mendapatkan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dan memecahkan masalah keluarga, maka anggota keluarga yang yang diberdayakan sebagai kader adalah orang yang diberikan informasi dan merasa bertanggung jawab atas kesehatan keluarga semaksimal mungkin, termasuk di dalamnya tentang Kesehatan mental keluarga yang pernah terdampak banjir (Putri Sinta, 2. Dampak jika terjadi banjir berulang adanya kecemasan dalam hal ini menimpa setiap orang dan bisa merubah kehidupannya. Terjadinya kecemasan yang dialami korban banjir dalam waktu yang cukup singkat atau berkepanjangan (Maria I. , 2. Reaksi yang normal jika terjadi kecemasan jika dalam situasi yang sangat menekan kehidupan seseorang. Kondis cemas dapat muncul sendiri atau bergabung dengan gejala gejala lain dari berbagai gangguan emosi. Kecemasan merupakan suatu perasaan subjektif mengenai ketegangan mental yang menggelisahkan sebagai reaksi umum dari ketidakmampuan mengatasi suatu masalah atau tidak adanya rasa aman. Perasaan yang tidak menentu tersebut pada umumnya tidak menyenangkan yang nantinya akan menimbulkan atau disertai perubahan fisiologis dan psikologis (Maria I. , 2. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSIM/index Maria. Insana. , et al. Pemberdayaan Kader Keluarga Siaga BanjirA. JSIM. Vol. No. Desember 2024-Mei 2025, pp 1-7 Kader keluarga yang telah diberikan pemahaman bahwa ansietas dapat diturunkan tingkatanya serta perlu adanya upaya control terhadap cemas agar tidak menahun merupakan suatu bentuk pemberdayaan kader keluarga agar dapat menyampaikan ke masyarakat (Maria I. , 2. Perlu dipahami bencana yang dialami menimbulkan konsekuensi kesehatan mental yang paling umum adalah depresi, kecemasan, gangguan stres pasca trauma, gejala somatik yang tidak dapat dijelaskan secara medis. Bencana alam seperti banjir menimbulkan stress yang cukup besar karena harus ada upaya beradaptasi dengan lingkungan fisik yang berubah secara drastis yang bisa menimbulkan trauma emosional. Tekanan emosional yang paling tinggi ditinggalkan oleh anggota keluarga karena kematian, kecatatan dan hancurnya harta benda. Kader keluarga yang mampu memberikan pemahaman akan memberikan dampak kemampuan masyarakat untuk melakukan control terhadap kecemasan yang dialaminya. KESIMPULAN Menerapkan dan mengembangkan pemberdayaan kader keluarga siaga banjir dapat mengarah pada peningkatan kesadaran dan pengetahuan serta efikasi diri keluarga yang dapat membuat keluarga mengadopsi perilaku pencegahan terkait kecemasan yang dirasakan dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Tingkat Pengetahuan Keluarga dengan mayoritas kategori Baik setelah dilakukan Pendidikan Kesehatan maka diyakini mampu meningkatkan proses dan pemantapan motivasi, kemampuan dan fungsi keluarga yang dilakukan secara terencana, terarah, sistematis dan berlanjut melalui bimbingan, konsultasi, perlindungan, advokasi, pelembagaan keluarga dalam rangka memperkuat peran sosial keluarga terutama di Kecamatan Astambul. Acknowledgment Terimakasih di sampaikan kepada Kemenristekdikti untuk hibah dosen Pendanaan program pengabdian kepada masyarakat tahap dua tahun 2024 dan Terimakasih kepada Ketua Stikes Intan Martapura. Kecamatan Astambul dan Puskesmas Astambul yang telah memberikan dukungan dalam terlaksanakan kegiatan ini. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSIM/index Maria. Insana. , et al. Pemberdayaan Kader Keluarga Siaga BanjirA. JSIM. Vol. No. Desember 2024-Mei 2025, pp 1-7 Daftar Pustaka