Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 2 | [Rossana-Ajeng_Jul. PROYEKSI KEBUTUHAN AIR BERSIH JANGKA PENDEK DAN MENENGAH KECAMATAN PENAJAM KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA Rossana Margaret Kadar Yanti1, dan Ajeng Nugrahaning Dewanti2 1Prodi Teknik Sipil. Institut Teknologi Kalimantan. Jl. Soekarno-Hatta Km. Karang Joang. Balikpapan. Kalimantan Timur, 76127 Email korespondensi: rossa. margareth@lecturer. 2Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota. Institut Teknologi Kalimantan. Jl. Soekarno-Hatta Km. Karang Joang. Balikpapan. Kalimantan Timur, 76127 Email : ajengnd@lecturer. ABSTRAK Kecamatan Penajam merupakan wilayah terluas di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dengan luas sebesar 1. 207,234 km2. Ibukota Kabupaten PPU ini memiliki jumlah penduduk 040 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 2,45%. Pertambahan jumlah penduduk yang meningkat setiap tahunnya mengarah pada munculnya permasalahan pemenuhan kebutuhan air bersih untuk aktivitas domestik dan non domestik. Pada tahun 2021, terdapat 64% penduduk Kecamatan Penajam yang belum mampu dilayani oleh Perumda Air Minum Danum Taka. Untuk meningkatkan presentase cakupan pelayanan air bersih tentunya perlu dilakukan analisis terkait proyeksi penambahan jumlah penduduk di Kecamatan Penajam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proyeksi kebutuhan air bersih jangka pendek dan jangka menengah di Kecamatan Penajam. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan beberapa tahapan analisis yaitu pengumpulan data, analisis proyeksi jumlah penduduk, analisis proyeksi kebutuhan air, analisis kapasitas produksi dan potensi air di Kecamatan Penajam. Hasil yang diperoleh dari analisis proyeksi jumlah penduduk Kecamatan Penajam pada tahun 2041 mencapai 179. 661 jiwa dan dibutuhkan air bersih guna memenuhi kegiatan domestik dan non domestik mencapai 257,61 liter/detik. Kondisi ini belum sebanding dengan kapasitas produksi air bersih di Kecamatan Penajam yang hanya mencapai 76,09 liter/det. Kondisi ini seharusnya dapat diatasi dengan meningkatkan kapasitas produksi, melihat potensi sumber air di Kecamatan Penajam yang mencapai 350 liter/detik. Apabila dibandingkan antara kebutuhan dan potensi air bersih di Kecamatan Penajam, diperoleh titik seimbang pada tahun 2041. Kata kunci: Domestik. Kebutuhan Air. Penajam. Potensi. ABSTRACT Penajam Sub-district is the largest area in Penajam Paser Utara (PPU) District with the area of 1,207,234 km2. Penajam Sub-district, the capital city of PPU District, has a population of 86,040 people with a population growth rate of 2. The population of Penajam Sub-district increases every year which leads to the emergence of problems related to the fulfillment of the need of clean water for domestic and non-domestic activities. In 2021, there are 64% of the population of Penajam Sub-district who have not been able to be served by Perumda Air Minum Danum Taka. In order to increase the percentage of clean water services coverage, an analysis related to the projected population growth is needed. This study aims to analyze the projected short and medium term clean water needs in Penajam Sub-district. To achieve this goal, several stages of analysis were carried out such as data collection, population projection analysis, water demand projection analysis, production capacity analysis and water potential in Penajam Sub-district. The results obtained a population of Penajam Sub-district in 2041 reached 179,661 people and clean water needed to fulfill domestic and non-domestic activities reached 257. 61 liters/second. This condition is not comparable to the clean water production capacity which only reaches 09 liters/second. This condition should be overcome by increasing production capacity, considering the potential of water sources in Penajam Sub-district which reaches 350 113 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 2 | [Rossana-Ajeng_Jul. 2022 liters/second. When compared between the need and potential for clean water in Penajam Subdistrict, a balanced point will be obtained in 2041. Keywords: Domestic. Penajam. Potential. Water Demand PENDAHULUAN Terpenuhinya kebutuhan masyarakat akan air bersih menjadi salah satu kriteria dalam penentuan kesejahteraan masyarakat dalam sebuah wilayah. Hal ini disebabkan karena air merupakan kebutuhan pokok bagi manusia untuk kelangsungan hidupnya . Kebutuhan masyarakat akan air bersih terus meningkat dari tahun ke tahun dan berbanding terbalik dengan ketersediaan air bersih yang semakin menurun, salah satunya akibat eksploitasi sumber air baku . Indonesia sebagai salah satu negara dengan permasalahan pokok air bersih antara lain sumber air bersih yang belum cukup dan tidak meratanya distribusi air bersih terutama di wilayah pedesaan . Penajam Paser Utara merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten ini memiliki luas wilayah sebesar 3. 333,06 km2 meliputi wilayah daratan seluas 3. 060,82 km2 dan wilayah lautan seluas 272,24 km2. Terdiri dari empat Kecamatan dengan wilayah terluas yaitu Kecamatan Penajam yaitu 36,22% dari luas total wilayah kabupaten yaitu sebesar 1. 207,234 km2 . Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memiliki jumlah penduduk sebesar 178. jiwa dengan sebaran penduduk paling banyak berada di Kecamatan Penajam yang merupakan ibukota dari Kabupaten PPU dengan jumlah penduduk yaitu 86. 040 jiwa. Laju pertumbuhan penduduk di Kecamatan Penajam ialah sebesar 2,45%. Saat ini, terdapat beberapa permasalahan terkait isu-isu strategis yang terjadi di Kecamatan Penajam Paser Utara. Salah satu permasalahan tersebut ialah rendahnya kesadaran masyarakat dalam pengolahan dan penyimpanan air bersih . Pemenuhan air bersih untuk aktivitas domestik rumah mengandalkan ketersediaan air baku yang terdapat disekitar wilayah tersebut, seperti air sungai, air tanah ataupun air danau. Sebagian wilayah kecamatan Penajam. Waru, dan Sepaku sudah dilayani air bersih yang bersumber dari Perumda Air Minum Danum Taka namun jumlah pelanggannya masih relatif kecil. Penggunaan air bersih yang bersumber dari Perumda Air Minum Danum Taka di Kecamatan Penajam pada tahun 2020 diketahui sebesar 29. 632 pelanggan atau setara dengan 36% cakupan pelayanan administrasi . Berdasarkan kondisi ini berarti, masih terdapat 64% penduduk Kecamatan Penajam yang belum mampu dilayani oleh Perumda Air Minum Danum Taka. Dengan tingkat pertumbuhan penduduk sebesar 2,45%, maka kondisi ini akan semakin memburuk. Persentase cakupan layanan air bersih di Kecamatan Penajam akan semakin turun apabila tidak di imbangi dengan penyediaannya . Untuk meningkatkan persentase palayanan cakupan air bersih tentunya perlu dilakukan analisis terkait proyeksi penambahan jumlah penduduk di Kecamatan Penajam. Oleh karena itu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proyeksi kebutuhan air bersih jangka pendek dan jangka menengah di Kecamatan Penajam. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan beberapa tahapan analisis yaitu pengumpulan data, analisis proyeksi jumlah penduduk, analisis proyeksi kebutuhan air, analisis kapasitas produksi dan potensi air di Kecamatan Penajam. Hasil proyeksi ini nantinya dapat digunakan sebagai dasar penentuan strategi yang tepat untuk pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya air di Kecamatan Penajam. LOKASI PENELITIAN Lokasi penelitian terletak di Kecamatan yang memiliki wilayah terluas di Kabupaten 114 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 2 | [Rossana-Ajeng_Jul. 2022 Penajam Paser Utara yaitu Kecamatan Penajam. Kecamatan Penajam memiliki luas sebesar 36,22% dari luas total wilayah kabupaten atau setara 1. 207,37 km2 . Luas wilayah ini juga berbanding lurus dengan laju pertumbuhan penduduk. Sejak tahun 2010 hingga 2020, tercatat laju mencapai 2,45% atau setara dengan 86. METODE PENELITIAN Pengumpulan data Langkah pertama dalam penelitian ini adalah menghimpun data-data yang terkait dengan penyelesaian dan analisis. Berikut adalah tabel kebutuhan data pada penelitian Tabel 1. Kebutuhan Data Data yang Sumber Data Metode perolehan Jumlah Penduduk Tahun 2018 Kabupaten Penajam Paser Utara Angka Tahun 2020 Survei sekunder Jumlah kegiatan non Domestik Kabupaten Penajam Paser Utara Angka Tahun 2020 Survei sekunder Potensi air RISPAM Survei sekunder Analisis data Data yang dihasilkan dalam tahapan pengumpulan data selanjutnya diolah untuk mendapatkan proyeksi jumlah kebutuhan air di Kecamatan Penajam dengan tahapan sebagai berikut: Analisis Proyeksi Jumlah Penduduk Dalam penelitian ini, proyeksi jumlah Metode ini memiliki konsep penambahan penduduk secara bertahap sepanjang tahun . Analisis ini bertujuan mengetahui potensi perkembangan penduduk dalam rangka mengetahui kebutuhan air bersih. Analisis Kebutuhan Air Analisis kebutuhan air dalam penelitian ini dilakukan dalam dua bagian yaitu analisis kebutuhan domestik dan nondomestik. Besarnya kebutuhan air yang Analisis kebutuhan air bersih terdiri dari beberapa tahapan, yaitu: analisis kebutuhan domestik, kebutuhan non domestik, kebutuhan air bersih total, kebutuhan air rata-rata, dan kebutuhan air maksimum jam puncak. Analisis Potensi Air Baku Dalam tahapan ini dilakukan analisis potensi air baku yang berasal dari air permukaan maupun air tanah yang berasal dari Daerah Aliran Sungai (DAS) yang ada di Kecamatan Penajam. Analisis dan pembahasan Berdasarkan hasil analisis diperoleh jumlah proyeksi jumlah penduduk, kebutuhan air, serta potensi air baku di Kecamatan Penajam. Hasil yang diperoleh dari analisis terbagi menjadi dua bagian yaitu kebutuhan air jangka pendek dan jangka menengah. Selanjutnya kesimpulan berdasarkan hasil yang telah diperoleh dari tahapan analisis data. Kesimpulan dan saran Berdasarkan hasil analisis yang telah diperoleh dari tahapan sebelumnya, pembahasan penelitian. Sejalan dengan kesimpulan yang diperoleh, disampaikan juga saran dengan tujuan penyempurnaan penelitian selanjutnya. 115 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 2 | [Rossana-Ajeng_Jul. ANALISIS DAN PEMBAHASAN Kondisi wilayah Kecamatan Penajam merupakan Kecamatan terbesar dan juga merupakan ibukota Kabupaten Penajam Paser Utara. Kecamatan ini memiliki luas wilayah sebesar 1. 207,37 Luasan ini terdiri dari 1. 036,7 km2 darat dan 170,67 km2 berupa laut. Kecamatan ini terdiri dari 19 kelurahan dan 2 Kecamatan Penajam juga merupakan penduduk yang terbesar di Kabupaten Penajam Paser Utara yaitu sebesar 2,45%. Pada tahun 2021, kepadatan penduduk di Kecamatan Penajam tercatat mencapai 82,99 jiwa per km2 . Proyeksi jumlah penduduk Analisis proyeksi pertumbuhan penduduk dalam penelitian ini menggunakan metode perkembangan jumlah penduduk di Kecamatan Penajam. Prediksi jumlah penduduk pada tahun perencanaan didasari pada tren perkembangan penduduk tiga tahun terakhir di Kecamatan Penajam. Penentuan jumlah dan kepadatan penduduk digunakan selanjutnya untuk menentukan daerah pelayanan dengan perhitungan sebagai Data jumlah penduduk saat ini di daerah Nilai pertumbuhan penduduk per tahun. Perhitungan perencanaan, dengan menggunakan Model didasarkan dari asumsi bertambah atau berkurangnya penduduk pada tingkat pertumbuhan yang tetap dari waktu ke Proyeksi pertumbuhan yang tetap ini umumnya dapat diterapkan pada wilayah, dimana tahun-tahun pertambahan absolut penduduknya sedikit dan menjadi semakin banyak pada tahuntahun akhir. Model proyeksi pertumbuhan penduduk dari tahun ke tahun dapat diperoleh dari persamaan . ycE = ycEycu. ycu dengan P = jumlah penduduk Kecamatan Penajam Tahun Proyeksi. Po = jumlah penduduk pada awal tahun perencanaan, r = tingkat pertambahan penduduk per tahun, n = umur perencanaan. Dalam penelitian ini dilakukan proyeksi jumlah penduduk di Kecamatan Penajam mulai tahun 2022 hingga tahun 2041. Proyeksi ini terbagi menjadi dua bagian yaitu proyeksi jangka pendek tiap tahunan mulai tahun 2022 hingga 2026, dan jangka menengah tiap lima tahun hingga tahun Hasil proyeksi jangka pendek disajikan dalam tabel 2 dan jangka menengah dalam tabel 3 sebagai berikut. Tabel 2. Proyeksi Jangka Pendek Desa/ Proyeksi Jangka Pendek Kel . Tanjung Tengah Saloloan Lawe-lawe Pejala Kampung Baru Sesumpu Sungai Parit Nipah-Nipah Nenang Penajam Petung Gunung Seteleng 116 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 2 | [Rossana-Ajeng_Jul. 2022 Desa/ Proyeksi Jangka Pendek Desa/ Proyeksi Jangka Menengah Kel . Kel . Gunung Seteleng Bulu Minung Sotek Sepan Riko Pantai Lango Gersik Giri Mukti Bukit Subur Jenebor Sidorejo Pantai Lango Giri Purwa Total Giri Mukti Bukit Subur Sidorejo Giri Purwa Bulu Minung Sotek Sepan Riko Gersik Jenebora Tabel 3. Proyeksi Jangka Menengah Desa/ Proyeksi Jangka Menengah Kel . Tanjung Tengah Saloloan Petung Lawelawe Pejala Kampun g Baru Sesump Sungai Parit NipahNipah Nenang Penaja Total Tabel 2 dan 3 merupakan proyeksi jumlah penduduk Kecamatan Penajam Paser Utara selama 20 . ua pulu. tahun ke depan. Dari hasil proyeksi, pada tahun 2022 sampai tahun 2041, pemusatan jumlah penduduk pada 2041 terdapat di Kecamatan Penajam yaitu sekitar 179. 661 jiwa (Gambar . Gambar 1. Proyeksi Jumlah Penduduk 117 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 2 | [Rossana-Ajeng_Jul. 2022 Proyeksi kebutuhan air bersih Kebutuhan air bersih di Kecamatan Penajam berdasarkan kondisi sosial dan ekonomi, maka penggunaan air ini diklasifikasikan menjadi empat jenis yaitu: . Pemakaian air untuk kebutuhan domestik . umah tangg. , yaitu berupa sambungan rumah dan hidran umum. Pemakaian air untuk kebutuhan non domestik, . Kebutuhan air maksimum, . Perkiraan kemungkinan kehilangan air. Analisis sektor domestik untuk masa mendatang dilaksanakan dengan dasar analisis pertumbuhan penduduk pada wilayah yang direncanakan. Kebutuhan air domestik untuk kota dibagi dalam beberapa kategori, yaitu Kota kategori I sampai dengan V. Dalam analisis kebutuhan domestik Kecamatan Penajam, dilakukan pendetailan analisis dari kategori Desa dengan jumlah penduduk <20. 000 jiwa. Sesuai dengan kriteria perencanaan air Kecamatan Penajam direncanakan memiliki nilai konsumsi unit sambungan rumah (SR) sebesar 70 liter/orang/hari. Nilai ini juga sudah sesuai dengan peraturan menteri PU Nomor 14/PRT/M/2010 Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang pada pasal 5. Dalam pasal ini disebutkan tersedianya akses air minum yang aman melalui Sistem Penyediaan Air Minum dengan jaringan perpipaan dan bukan jaringan perpipaan terlindungi dengan kebutuhan pokok minimal 60 liter/orang/hari . Untuk sektor non domestik diambil nilai 10% sampai 20% dari total kebutuhan domestik sesuai jenis penggunaanya. Selain sektor domestik dan non domestik terdapat pula kehilangan air. Kehilangan air merupakan jumlah air yang hilang akibat proses distribusi, untuk kehilangan air diasumsikan setiap tahun terjadi sebesar 25% sesuai dengan kriteria perencanaan air bersih di level Desa . Berdasarkan hasil analisis kebutuhan air bersih pada tahun 2022 di Kecamatan Penajam diketahui mengalami peningkatan sejalan dengan peningkatan jumlah Pada tahun 2022. Kecamatan Penajam meingkatkan pelayanan air bersih melalui Perumda Air Minum Danum Taka mencapai 70% dan meningkat 7,5% setiap tahunnya hingga mencapai 100% pada tahun 2026. Kebutuhan domestik pada tahun 2022 di Kecamatan Penajam diprediksi meningkat dengan pemakaian 66,002 l/detik dan meningkat sebesar 124,584 l/detik pada 2031, 150,299 l/detik pada 2036, dan 187,147 l/detik pada 2041 dengan total jumlah sambungan rumah sebesar 35. unit (Tabel 4 sd . Tabel 4. Konsumsi Air Domestik Tahun Tahun Proyeksi No. Satua Uraian Jangka Pendek Penduduk Kecamatan Penajam Jiwa Prosentase Pelayanan Penduduk Terlayani Jiwa DOMESTIK Pelayanan Domestik Penduduk Terlayani PDAM Jiwa Sambungan Rumah (SR) Prosentase Penduduk Terlayani Jiwa Penduduk Persambungan Jiwa/SR Jumlah Sambungan Unit Unit Konsumsi lt/org/ Pemakaian Ratarata lt/det 118 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 2 | [Rossana-Ajeng_Jul. 2022 Tahun Proyeksi No. Satua Uraian Jangka Pendek Tahun Proyeksi Satuan Jangka Menengah KONSUMSI DOMESTIK lt/det Tabel 5. Konsumsi Air Domestik Jangka Pendek Tahun Proyeksi Satuan Jangka Pendek Jiwa Jiwa Jiwa/SR Jiwa Unit lt/org/hari lt/det Jiwa lt/det Jiwa Jiwa Jiwa/SR Unit lt/org/h lt/det lt/det Tabel 6. Konsumsi Air Domestik Jangka Menengah Tahun Proyeksi Satuan Jangka Menengah Jiwa Jiwa Disamping kebutuhan domestik terdapat pula kebutuhan non domestik. Pelayanan non domestik diprediksikan memiliki nilai 14%-20% dari total kebutuhan domestik. Kebutuhan non domestik tahun 2022 sebesar 9,2 l/detik dan meningkat sebesar 24,9 l/detik pada 2031, 30,1 l/detik pada 2036, dan 37,4 l/detik pada 2041. (Tabel 7 sd . Tabel 7. Konsumsi Air Non Domestik Tahun Uraian Satua Tahun Proyeksi Jangka Pendek Pelayanan Non Domestik Pemakaian Rata-rata Non Domestik lt/det KONSUMSI NON DOMESTIK lt/det 119 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 2 | [Rossana-Ajeng_Jul. 2022 Tabel 8. Konsumsi Air Non Domestik Jangka Pendek Tahun Proyeksi No. Satuan Tahun Proyeksi No. Uraian Jangka Pendek lt/det lt/det Pemakaian Rata-rata lt/det Kehilangan air lt/det KONSUMSI AIR BERSIH TOTAL lt/det Pemakaian Rata-rata Non Domestik Jangka Menengah lt/det NON DOMESTIK Tahun Proyeksi Satuan KEHILANGAN AIR lt/det lt/det Tabel 11. Konsumsi Air Bersih Total Jangka Pendek Tahun Proyeksi Satuan Jiwa Jiwa lt/det lt/det Tahun Proyeksi lt/det Jangka Pendek lt/det lt/det Tabel 10. Konsumsi Air Bersih Total Tahun Satuan Penduduk Kecamatan Penajam Jiwa Prosentase Pelayanan Penduduk Terlayani Jiwa HU/KU Tabel 12. Konsumsi Air Bersih Total Jangka Menengah Tahun Proyeksi Satuan DOMESTIK Pemakaian Rata-rata Jangka Pendek Konsumsi air bersih total di Kecamatan Penajam diperoleh dari penggunaan domestik, non domestik, hidran umum, dan kehilangan air. Proyeksi jangka menengah pada tahun 2022 mencapai 117,0 l/detik (Tabel . dan meningkat signifikan pada tahun 2041 mencapai 333,7 l/detik (Tabel Uraian Jangka Pendek Tabel 9. Konsumsi Air Non Domestik Jangka Menengah No. Satuan lt/det Jangka Menengah Jiwa 120 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 2 | [Rossana-Ajeng_Jul. 2022 Tahun Proyeksi Satuan Jangka Menengah Jiwa lt/det lt/det lt/det lt/det lt/det pengaliran air permukaan berlangsung. Aliran permukaan merupakan air yang bersumber dari hujan dan tidak mengalami proses infiltrasi maupun evapotranspirasi. Kondisi ini sangat dipengaruhi oleh karakteristik DAS yaitu kondisi Morfologi Morfometri. Kondisi Morfologi mencakup jenis tanah, topografi, dan penggunaan lahan, sedangkan Morfometri mencakup luas DAS, bentuk DAS, pola aliran, tingkat percabangan, kerapatan aliran, dan panjang sungai utama . Dalam penelitian ini, potensi air baku diperoleh dari data Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Penajam Paser Utara. Berdasarkan data tersebut, terdapat enam sumber air baku di Kecamatan Penajam berupa sungai, danau, dan bendungan. Masing-masing sumber air permukaan ini memiliki debit yang beragam, berkisar antara 2,5 liter/detik hingga mencapai 300 liter/detik (Tabel . Tabel 13. Potensi Air Permukaan Kec. Penajam Nama Sumber Air Baku Gambar 2. Proyeksi Kebutuhan Air Kecamatan Penajam Gambar 2 menunjukkan jumlah kebutuhan air bersih Kecamatan Penajam meningkat signifikan tiap tahunnya dengan rata-rata kenaikan sebesar 30,9 l/detik tiap tahun Pada tahun 2041 dengan jumlah penduduk 100% terlayani air bersih, tercatat proyeksi kebutuhan air bersih naik hampir 285% dibanding tahun 2022. Melihat kondisi kebutuhan air yang terus memanfaatkan potensi air bersih yang ada di wilayah Kecamatan Penajam. Potensi air permukaan Potensi air permukaan diperoleh dari Daerah Aliran Sungai (DAS) yang merupakan areal tangkapan air hujan dan Lokasi Debit Desa iter/de. Sungai Pemaluan Pemaluan 3,50 Danau Bentayan Pemaluan 50,00 Danau Maridan 1 Maridan 5,00 Sungai Karnen Riko 2,50 Sungai Riko Riko 9,00 Bendung Lawe-lawe Lawelawe 300,00 Total Potensi 350,00 Kapasitas produksi air Berdasarkan data Perumda Danum Taka Kabupaten PPU tahun 2019, diketahui bahwa pemanfaatan air bersih untuk produksi Perumda Danum Taka hanya berkisar 113,62 liter/det untuk seluruh wilayah Kabupaten. Untuk Kecamatan Penajam, kapasitas produksi sebesar 76,09 liter/det dengan potensi air baku total sebesar 350 liter/det. Apabila dibandingkan 121 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 2 | [Rossana-Ajeng_Jul. 2022 antara kapasitas produksi dengan potensi air baku, diperoleh nilai sebesar 22%. Hal ini berarti masih ada sekitar 78% potensi air baku yang belum dimanfaatkan untuk kebutuhan air bersih di wilayah Kecamatan Penajam. Kebutuhan, ketersediaan, dan potensi air Dengan bertambahnya jumlah penduduk di Kecamatan Penajam peningkatan jumlah kebutuhan air bersih baik domestik maupun non domestik . Berdasarkan hasil proyeksi pada tahun 2041 diperoleh hasil kebutuhan air bersih mencapai 333,7 liter/det. Jumlah kebutuhan air ini sangat tidak sebanding dengan kapasitas produksi air bersih yaitu sebesar 76,09 liter/det. Gambar 3. Perbandingan Kebutuhan dan Produksi Air Bersih Gambar 3 menunjukkan bahwa produksi air di wilayah Kecamatan Penajam mulai mengalami defisit sejak tahun 2022 dan terus berlangsung hingga akhir tahun proyeksi jika tidak dilakukan peningkatan Pada tahun 2041. Kecamatan Penajam mengalami kekurangan air mencapai 257,61 liter/detik. Kondisi ini meningkatkan kapasitas produksi, melihat potensi sumber air di Kecamatan Penajam yang mencapai 350 liter/detik. Apabila dibandingkan antara kebutuhan dan potensi air bersih di Kecamatan Penajam, diperoleh titik seimbang pada tahun 2041. KESIMPULAN Berdasarkan analisis proyeksi peningkatan jumlah penduduk Kecamatan Penajam pada tahun 2041 mencapai 179. 661 jiwa. Dengan total penduduk tersebut dibutuhkan air bersih guna memenuhi kegiatan domestik dan non domestik mencapai 257,61 liter/detik. Kondisi ini belum sebanding dengan kapasitas produksi air bersih di Kecamatan Penajam yang hanya mencapai 76,09 liter/det. Hasil kebutuhan dan produksi air mulai mengalami defisit sejak tahun 2022 dan terus berlangsung hingga akhir tahun proyeksi jika tidak dilakukan peningkatan Kondisi ini seharusnya dapat diatasi dengan meningkatkan kapasitas produksi, melihat potensi sumber air di Kecamatan Penajam yang mencapai 350 liter/detik. Apabila dibandingkan antara kebutuhan dan potensi air bersih di Kecamatan Penajam, diperoleh titik seimbang pada tahun 2041. DAFTAR PUSTAKA