JURNAL INOVATOR Jurnal Program Studi Teknik Mesin POLITEKNIK JAMBI Jurnal Inovator. Vol. No. 37Ae43 homepage: w. id/index/inovator Analisis Pengaruh Penambahan Kaca Film 80% pada Panel Surya Terhadap Efisiensi dan Daya dengan Variasi Sudut Kemiringan 0A, 15A, dan 30 A Erna Rahayu. EWa. Jatmiko Edi Siswanto a* Dosen Program Studi Teknik Mesin. STITEKNAS Jambi. Jl. Lintas Sumatra. Mendalo Darat. Kota Jambi. Jambi 36361 INFO ARTIKEL Riwayat Artikel: Diterima 7 Oktober 2025 Diterima setelah direvisi 16 November Disetujui 16 November 2025 Abstract: This study aims to determine the effect of adding 80% darkness window film, as well as determining the optimal tilt angle by knowing the efficiency of the tilt angle variation. The data collection method that will be carried out is a literature study and development experiments. The results obtained show that the tilt angle with the highest average efficiency value without using 80% window film is at a tilt angle of 15A, namely with an average efficiency of 26. 47% with an output power of 92. 65 Watts, and using window film at a tilt angle of 0A, namely with an average efficiency of 11. with an output power of 37. 66 Watts. While the output power obtained shows a tilt angle of 0A with the highest average value without using 80% window film, namely with an average power of 103. 27 watts and using window film at a tilt angle of 0A, namely with an average power of 37. 66 watts. The use of window film will inhibit incoming energy so that it will get less energy but in terms of equipment durability it will be longer. Kata kunci Panel surya. Kaca film Sudut Efisienis Intisari : Pada Penelitian ini bertujuan mengetaui pengaruh penambahan kaca film tingkat kegelapan 80%, serta menentukan sudut kemiringan optimal dengan mengetahui efisiensi pada variasi sudut kemiringan. Metode pengambilan data yang akan dilakukan ini adalah studi literatur dan eksperimen pengembangan. Hasil yang diperoleh menunjukkan sudut kemiringan dengan nilai rata-rata efisiensi terbesar tanpa menggunakan kaca film 80% terdapat pada sudut kemiringan 15A yaitu dengan rata rata efesiensi 26,47% dengan daya luaran 92,65 Watt, dan menggunakan kaca film pada sudut kemiringan 0A yaitu dengan rata-rata efesiensi 11,85%. dengan daya luaran 37,66 Watt Sedangkan daya luaran yang didapat menunjukkan sudut kemiringan 0A dengan nilai rata-rata terbesar tanpa menggunakan kaca film 80% yaitu dengan rata rata daya 103,27 watt dan menggunakan kaca film pada sudut kemiringan 0A yaitu dengan rata-rata daya 37,66 watt . Pemakaian kaca Film akan menghambat energi masuk sehingga akan mendapat energi yang lebih kecil namun dari segi ketahanan peralatan akan lebih lama. Pendahuluan Sebagian besar kebutuhan energi di Indonesia masih bergantung pada bahan bakar fosil sebagai sumber utama, khususnya batu bara. Pemanfaatan energi secara berlebihan ini berpotensi menimbulkan emisi karbon yang mencemari udara, merusak kawasan hutan, serta menyebabkan kemacetan lalu lintas akibat kegiatan pertambangan . Untuk mengurangi dampak negatif yang timbul akibatenergi listrik yang berlebihan tersebut, diperlukan pengembangan sumber energi baru yang dikenal dengan istilah energi terbarukan. Salah satu jenis energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Pemanfaatan PLTS dapat diaplikasikan sebagai sumber penerangan di berbagai lokasi, termasuk jalan umum, lampu taman, area kampus, dan tempat lainnya . Energi Listrik Energi listrik merupakan bentuk energi yang berhubungan dengan pergerakan elektron, yang kuantitasnya dapat diukur dalam satuan Watt- * Corresponding Author: E-mail:jatmikoedis@gmail. com (Jatmiko Edi Siswant. jam atau KiloWatt-jam. Perpindahan energi listrik terjadi melalui aliran elektron yang melewati konduktor tertentu. Selain itu, energi listrik dapat disimpan dalam bentuk energi medan elektrostatik melalui muatan listrik yang terkumpul pada pelat-pelat kapasitor . Secara keseluruhan, jumlah energi medan listrik ditambah dengan energi medan elektromagnetik setara dengan energi yang berkaitan dengan medan magnet, yang timbul akibat arus elektron yang mengalir melalui kumparan induksi . Arus dan Tegangan Atom sebagai partikel terkecil penyusun materi terdiri dari partikel subatomik, yaitu elektron, proton, dan neutron, yang tersusun dalam berbagai kombinasi. Elektron merupakan muatan listrik negatif (-) yang paling mendasar. Elektron yang berada pada kulit terluar atom disebut elektron valensi. Ketika energi eksternal, seperti panas, cahaya, atau listrik, diberikan kepada materi, elektron valensi akan menyerap energi tersebut dan dapat berpindah ke tingkat energi yang lebih tinggi. Jika energi yang diberikan cukup besar, sebagian elektron valensi terluar akan terlepas dari atom dan berubah menjadi elektron bebas . Pergerakan elektron bebas Jurnal Inovator. Vol. No. 37Ae43 inilah yang membentuk arus listrik dalam konduktor logam. Pergerakan atau aliran elektron ini disebut arus listrik (I) dan memiliki satuan ampere. Dalam proses ini, sebagian atom kehilangan elektron sementara atom lainnya memperoleh elektron, sehingga memungkinkan terjadinya perpindahan elektron dari satu objek ke objek lain. Ketika perpindahan terjadi, distribusi muatan positif dan negatif pada setiap objek menjadi tidak seimbang . Objek yang memiliki kelebihan elektron akan bersifat negatif (-), sedangkan objek yang kekurangan elektron akan bersifat positif ( ). Besaran muatan listrik suatu objek ditentukan oleh perbandingan jumlah elektron dan proton di dalamnya. Simbol yang digunakan untuk menyatakan muatan listrik adalah Q, dengan satuan coulomb (C), di mana 1 C setara dengan 6,25 y 10AA electron. Kemampuan muatan listrik untuk menghasilkan gaya disebabkan oleh adanya medan elektrostatik yang mengelilingi objek bermuatan tersebut. Muatan listrik dapat melakukan kerja akibat gaya tarik atau dorong yang ditimbulkan oleh medan elektrostatiknya, dan kemampuan melakukan kerja ini disebut potensial. Ketika terdapat dua muatan berbeda, antara keduanya akan terbentuk beda Satuan dasar beda potensial adalah volt (V), sehingga beda potensial sering disebut sebagai tegangan atau voltage . Peredaran arus listrik yang berasal dari sumber tenaga dibedakan menjadi dua jenis, yaitu arus searah (Direct Curren. dan arus bolak-balik (Alternating Curren. Arus searah merupakan arus listrik yang nilai intensitasnya tetap, baik positif maupun negatif, sehingga konstan terhadap Sementara itu, arus bolak-balik adalah arus listrik yang arah alirannya berubah secara periodik. Arus bolak-balik memiliki karakteristik berupa gelombang sinusoidal, yang memungkinkan energi dapat dialirkan secara lebih efisien. Metodologi Gambar 2. Diagram Alir Skema Gambar Penerangan Parkiran Tenaga Suryam gambar skema alatPLTS Parkiran kampus yangn dirancang dapat dilihat pada gambar 6. dibawah pada gambar dibawah: Radiasi Matahari Radiasi matahari merupakan mekanisme transfer panas yang berlangsung langsung dari satu permukaan ke permukaan lain tanpa memerlukan media perantara, di mana perpindahan panas terjadi melalui gelombang elektromagnetik dan mampu berlangsung di ruang hampa . Sementara itu, durasi penyinaran matahari . unshine duratio. didefinisikan sebagai lamanya waktu sinar matahari mencapai permukaan bumi dalam kurun satu hari, yang biasanya diukur dalam satuan jam . Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) adalah sebuah teknologi yang berfungsi untuk mengubah energi foton dari sinar Matahari menjadi energi listrik. PLTS bekerja berdasarkan prinsip sel fotovoltaik, yaitu menggunakan lapisan tipis bahan semikonduktor yang, ketika menerima energi foton, akan menimbulkan eksitasi elektron sehingga menghasilkan tegangan listrik searah . Ilustrasi prinsip kerja PLTS dapat dilihat pada Gambar 1. Intensitas energi yang diterima permukaan bumi dari sinar Matahari diperkirakan sekitar 1000 Watt per meter persegi. Namun, efisiensi konversi energi radiasi menjadi energi listrik melalui efek fotovoltaik saat ini hanya mencapai 25%, sehingga kapasitas listrik maksimum yang dapat dihasilkan oleh sel surya berkisar 250 Watt per m2 . Gambar 1. Konsep Kerja PLTS secara Umum . Gambar 3. Desain Penerangan Parkiran Tenaga Surya (PPTS) Kampus STITEKNAS Jambi Keterangan: Tiang Utama PPTS Panel Surya Lampu . Box Panel (Baterai. Solar Charger Controlle. Lengan Ornamen Pengunci Pintu Box Panel Kerangka Panel Surya Baut Kerangka Panel Baut Lengan Ornamen Engsel Box Panel Gambar 4. Rangkaian Komponen Modul Panel Tenaga Surya (Dokumentasi Pribad. ISSN 2615-5052 (Onlin. Jurnal Inovator. Vol. No. 37Ae43 Akurasi : 0,2o Baterai : a baterai x 2 Temperature kerja : 0-40oc Ukuran : 56 x 54 x 26mm Multimeter akan digunakan untuk mengukur tegangan dan arus yang n pdihasilkaanel surya. Seperti terlihat gambar 10 dibawah Gambar 5. Kaca filem dengan ketebalan 0,8 mm (Dokumentasi Pribad. Cara kerja dari penerangan parkiran tenaga surya ini adalah sebagai Pada saat panel surya terpapar cahaya matahari, maka sel-sel surya yang terdapat pada panel suya akan menerima dan menyerap paparan radiasi matahari, dan rangkaian arus listrik bersi sekumpulan sel surya yang saling terhubung . odul sury. energi listrik. Energi listrik yang telah dihasilkan panel surya . egangan dan aru. kemudian akan dialirkan ke kontroller. Kontroller akan mengatur arus yang akan dialirkan ke komponen lainya seperti baterai dan lampu. Pada saat baterai telah terisi penuh, maka kontroller akan memutus aruslistrik dari baterai ke panel untuk mencegah kelebihan pengecasan yang dapat merusak baterai. Arus listrik pada baterai yang akan dialirkan ke beban dapat diatur secara otomatis oleh controller, mulai dari durasi 0 jam hingga 24 jam , 0 jam artinya arus akan dialirkan ketika panel tidak menerima cahaya matahari, dan akan diputus saat panel menerima cahaya matahari. Spesifikasi komponen penerangan parkiran tenaga surya yang akan digunakan dalam pengujian ialah sebagai berikut Tabel 2. Spesifikasi Komponen PPTS Gambar 7. Multi Meter Spesifikasi: DC tegangan : 200mV-2V-20V-200V-1000V A 3% tegangan AC : 200mV-2V-20V-200V-750V A 3% arus DC : 20mA-200mA-20A A 3% Arus bolak-balik : 2m-20m-200m-20A A 3% Pengukuran resistansi : 200-2k-20k-200k-2M-20M-200M A 3% Pengukuran kapasitansi F: 20nF-200nF-2uF-200uF A 3% Metode eksperimen pengembangan yang dilakukan adalah dengan menggunakan variasi sudut kemiringan panel surya. Sudut yang digunakan dengan mengambil sudut panel surya pada sumbu x yang tujuannya untuk mengetahui nilai sudut kemiringan yang maksimal. Seperti terlihat pada gambar 11 di bawah. Busur derajat adalah alat yang berfungsi untuk mengetahui nilai kemiringan suatu benda. Busur derajat dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui sudut kemiringan Panel Surya. Seperti terliat pada gambar 14 dibawah. Gambar 8. Skema Sudut Kemiringan Panel Surya 0o,15o,30o Gambar 6. Alat uku Busur Derajat (Dokumentasi Pribad. Pengambilan data dllakukan ssesuat table pengujian yang dilakukan setiap interval waktu 1 jam mulai jam 9,00 sampai jam 15. 00 pada kondisi hari yang cerah. Spesifikasi: Material : Plastik Border Resolusi : 0,05o Rentang pengukuran : 4 x 90o ISSN 2615-5052 (Onlin. Jurnal Inovator. Vol. No. 37Ae43 Hasil Dan Pembahasan Apanel Pengambilan data pengujian dengan waktu per 1 Jam pada kondisi cuaca yang terang maka data yang dihasilkan dapat dilihat pada tabel 1 tersebut dibawah. Tabel 1. Data Hasil Pengujian Sudut 0A Waktu Pengukuran (Ja. Tanpa Kaca Film Radiasi Matahari (W/M. Tegangan (Vol. Menggunakan Kaca Film Kuat Radiasi Arus Matahari (A) (W/M. Tegangan (Vol. Kuat Arus (A) 2,22 12,33 1,40 14,09 7,30 762,099 14,03 1,42 18,99 7,46 17,98 2,63 19,74 7,45 18,99 2,40 19,27 6,32 18,97 2,25 19,74 5,32 18,45 2,70 2,81 19,41 1,93 Kuat Radiasi Arus Matahari (A) (W/M. Tabel 2. Data Hasil Pengujian Sudut 15A Tanpa Kaca Film Waktu uji Radiasi Matahari (W/M. Tegangan (Vol. Menggunakan Kaca Film Tegangan (Vol. Kuat Arus (A) 2,34 13,36 1,39 19,01 7,29 14,10 1,42 19,17 6,41 14,28 2,24 19,55 7,46 18,95 2,40 18,69 3,49 18,20 2,44 19,32 3,36 18,38 2,44 2,98 19,30 1,21 = 441,7 W/m2 = 1,03 m x 0,67 m = 0,69 m2 Maka Pin = 441,7 W/m2 x 0,69 m2 = 304,77 Watt Dengan menggunakan kaca film Diketahui : intensitas cahaya matahari dan luas. Permukaan panel pada pengukuran pukul 09:00 dengan menggunakan kaca film: = 287. 8 W/m2 Apanel = 1,03 m x 0,67 m = 0,69 m2 Maka Pin = 287. 8 W/m2 x 0,69 m2 = 198,58 Watt Menghitung daya keluar (Pou. panel surya. Daya keluar (Pou. yang dihasilkan panel surya pada tiap jam pengukuran dapat diketahui dengan menggunakan perhitungan sebagai Dimana : Pout = V x I Tanpa menggunakan kaca film Diketahui : tegangan dan arus pengukuran pukul 09:00 V = 21,3 Volt I = 2,22 Ampere Maka. Pout = 21,3 Volt x 2,22 Ampere = 47,24 Watt Dengan menggunakan kaca film Diketahui : tegangan dan arus pengukuran pukul 09:00 V = 12,33 Volt I = 1,40 Ampere Maka. Pout = 12,33 Volt x 1. 40 Ampere = 17. 26 Watt Tabel 3. Data Hasil Pengujian Sudut 30A Waktu Pengukuran (Ja. Tanpa Kaca Film Radiasi Matahari (W/M. Tegangan (Vol. Menggunakan Kaca Film Kuat Radiasi Arus Matahari Tegangan (Vol. Kuat Arus (A) (W/M. 2,39 12,33 1,38 (A) 18,88 5,65 17,42 1,42 18,84 7,52 14,46 2,25 19,73 6,21 19,73 1,44 19,39 3,22 16,60 1,93 5,00 18,60 1,54 2,97 19,39 1,42 Dari hasil data di atas maka akan dilakukan pengolahan data untuk mendapatkan hasil daya input (Pi. , daya keluar (Pou. , dan efisiensi perbandingan mengguakan kaca film dan tidak menggunakan kaca film pada panel surya 100wp Menghitung daya masuk (Pi. panel surya Daya masuk (Pi. yang diterima panel surya pada tiap jam pengukuran dapat diketahui dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut : Dimana : Pin = It x Apanel Tanpa menggunakan kaca film Diketahui : intensitas cahaya matahari dan luas. Permukaan panel pada pengukuran pukul 09:00 tanpa menggunakan kaca film: Menghitung Efisiensi Panel Surya Efisiensi panel surya pada tiap jam pengukuran dapat diketahui dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut : Diketahui = Besar Energi Yang Keluar (Pou. X 100% Besar Energi Yang Masuk (Pi. Tanpa Menggunakan Kaca Film Diketahui : Pout . aya kelua. dan Pin . aya masu. pengukuran pukul 09:00 Pout = 47,24 Watt Pin = 304,77 Watt Maka = 47,24 Watt X 100% 304,77 Watt = 15,5 % Menggunakan Kaca Film Diketahui : Pout . aya kelua. dan Pin . aya masu. pengukuran pukul 09:00 Pout = 17,26 Watt Pin = 198,58 Watt Maka = 17,26 Watt X 100% 58 Watt = 8,69 % Hasil dari perhitungan daya masuk, daya keluar, dan efisiensi tanpa menggunakan kaca film dan menggunakan kaca film secara lengkap dapat dilihat pada tabel. 4 di bawah ini: ISSN 2615-5052 (Onlin. Jurnal Inovator. Vol. No. 37Ae43 Tabel 4. Pengolahan data pada sudut kemiringan 0 o Waktu Tanpa Kaca Film Pengu Daya Daya Effisiensi Daya Daya Effisiensi Masuk Keluar (%) Masuk Keluar (%) (Ja. (Wat. (Wat. (Wat. (Wat. 09:00 304,77 47,24 15,5 % 198,58 17,26 8,69 % 10:00 102,85 19,56 % 525,78 19,92 3,13 % 11:00 630,87 141,66 22,45 % 623,69 47,28 7,58 % 12:00 676,89 147,06 21,72 % 634,86 45,57 7,17 % 13:00 399,92 121,78 30,45 % 144,55 42,68 29,53 % 14:00 280,14 105,01 50,29 % 208,79 53,50 19,09 % 15:00 480,44 57,32 15,36 % 372,94 37,46 7,79 % Rata- 486,86 103,27 25,04 % 387,02 37,66 11,85 % Maka. Pout = 13,36 Volt x 1. 39 Ampere = 18. 57 Watt Menggunakan Kaca Film R(A. Hasil pengolahan data pada sudut kemiringan panel surya 0o berupa daya masuk, daya keluar dan efisiensi dapat diketahui dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut : Menghitung daya masuk (Pi. panel surya Daya masuk (Pi. yang diterima panel surya pada tiap jam pengukuran dapat diketahui dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut : Dimana : Pin = It x Apanel Tanpa menggunakan kaca film Diketahui : intensitas cahaya matahari dan luas. Permukaan panel pada pengukuran pukul 09:00 tanpa menggunakan kaca film: = 442. 2 W/m2 Apanel = 1,03 m x 0,67 m = 0,69 m2 Maka,Pin = 442,2 W/m2 x 0,69 m2 = 305. 11 Watt Dengan menggunakan kaca film Diketahui : intensitas cahaya matahari dan luas. Permukaan panel pada pengukuran pukul 09:00 dengan menggunakan kaca film: = 291. 1 W/m2 Apanel = 1,03 m x 0,67 m = 0,69 m2 Maka,Pin = 291. 1 W/m2 x 0,69 m2 = 200. 85 Watt Dengan menerapkan persamaan perhitungan data pengukuran daya masuk diatas dapat dilihat pada tabel 5. menghitung daya keluar (Pou. panel surya Daya keluar (Pou. yang dihasilkan panel surya pada tiap jam pengukuran dapat diketahui dengan menggunakan perhitungan sebagai Dimana : Pout = V x I Tanpa menggunakan kaca film Diketahui : tegangan dan arus pengukuran pukul 09:00 V = 21,1 Volt I = 2,34 Ampere Maka. Pout = 21,1 Volt x 2,34 Ampere = 49. 37 Watt Dengan menggunakan kaca film Diketahui : tegangan dan arus pengukuran pukul 09:00 V = 13. 36 Volt I = 1,39 Ampere Menghitung Efisiensi Panel Surya Efisiensi panel surya pada tiap jam pengukuran dapat diketahui dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut : Diketahui = Besar Energi Yang Keluar (Pou. X 100% Besar Energi Yang Masuk (Pi. Tanpa Menggunakan Kaca Film Diketahui : Pout . aya kelua. dan Pin . aya masu. pengukuran pukul 09:00 Pout = 47,24 Watt Pin = 304,77 Watt Maka = 49. 37 Watt X 100% 11 Watt = 16. Menggunakan Kaca Film Diketahui : Pout . aya kelua. dan Pin . aya masu. pengukuran pukul 09:00 Pout = 17,26 Watt Pin = 198,58 Watt Maka = 18. 57 Watt X 100% 85 Watt = 9. Hasil dari perhitungan daya masuk, daya keluar, dan efisiensi tanpa menggunakan kaca film dan menggunakan kaca film secara lengkap dapat dilihat pada tabel. 5 di bawah ini: Tabel 5. Pengolahan Data Pada Sudut Kemiringan 15o Waktu Pengukur an (Ja. Tanpa Kaca Film Menggunakan Kaca Film Daya Daya Effisie Daya Daya Effisiensi Masuk Keluar Masuk Keluar (%) (Wat. (Wat. (%) (Wat. (Wat. 09:00 305,11 49,37 16,18 200,85 18,57 10:00 691,38 138,58 20,04 510,54 20,02 9,24 3,92 11:00 635,00 122,87 19,34 629,41 31,98 5, 08 12:00 683,58 145,84 21,33 660,81 45,48 6,88 13:00 296,56 65,23 45,17 144,41 44,40 14,97 14:00 420,14 65,91 46,96 138,20 44,84 10,67 15:00 372,60 60,79 16,31 191,68 23,33 12,18 Rata-r (A. 486,33 92,65 26,47 32,66 8,99 Hasil pengolahan data pada sudut kemiringan panel surya 0o berupa daya masuk, daya keluar dan efisiensi dapat diketahui dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut : Menghitung daya masuk ( Pin ) panel surya Daya masuk (Pi. yang diterima panel surya pada tiap jam pengukuran dapat diketahui dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut : Dimana : Pin = It x Apanel Tanpa menggunakan kaca film Diketahui : intensitas cahaya matahari dan luas. Permukaan panel pada pengukuran pukul 09:00 tanpa menggunakan kaca film: = 442,7 W/m2 Apanel = 1,03 m x 0,67 m = 0,69 m2 Maka,Pin = 442,7 W/m2 x 0,69 m2 ISSN 2615-5052 (Onlin. Jurnal Inovator. Vol. No. 37Ae43 = 305,46 Watt Dengan menggunakan kaca film Diketahui : intensitas cahaya matahari dan luas. Permukaan panel pada pengukuran pukul 09:00 dengan menggunakan kaca film: = 300. 3 W/m2 Apanel = 1,03 m x 0,67 m = 0,69 m2 Maka. Pin = 300. 3 W/m2 x 0,69 m2 = 201. 20 Watt Dengan meneraapkan persamaan perhitungan data pengukuran daya masuk diatas dapat dilihat pada tabel 5. Menghitung daya keluar (Pou. panel surya Daya keluar (Pou. yang dihasilkan panel surya pada tiap jam pengukuran dapat diketahui dengan menggunakan perhitungan sebagai Dimana : Pout = V x I Tanpa menggunakan kaca film Diketahui : tegangan dan arus pengukuran pukul 09:00 = 21,3 Volt = 2,39 Ampere Maka. Pout = 21,3 Volt x 2,39 Ampere = 50. 90 Watt Dengan menggunakan kaca film Diketahui : tegangan dan arus pengukuran pukul 09:00 V = 12,33 Volt I = 1,38 Ampere Maka. Pout = 12,33 Volt x 1. 38 Ampere = 17. 01 Watt Menghitung Efisiensi Panel Surya Efisiensi panel surya pada tiap jam pengukuran dapat diketahui dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut: Efisiensi tanpa menggunakan kaca film dan menggunakan kaca film secara lengkap dapat dilihat pada tabel 6. Setelah dilakukan pengolahan data, maka selanjutnya perlu dilakukan pembahasan dan analisa data untuk dapat menetukan sudut kemiringan dan perbandingan antara tidak menggunakan kaca film dan dengan menggunakan kaca film pada panel surya dengan nilai efisiensi paling Daya keluar . rata-rata tanpa menggunakan kaca film pada sudut kemiringan 0Asebesar 103,27 watt, sudut kemiringan 15A sebesar 92,66 watt kemiringan 30A sebesar 92,33 watt. Daya keluar . rata-rata menggunakan kaca film pada sudut kemiringan 0A sebesar 37,66 watt, 15A sebesar 32,66 watt, 30A sebesar 27,10 watt. Efisiensi tanpa menggunakan kaca film Sudut kemiringan 0 dengan rata rata 25,04 %, 15A dengan rata rata 26,47%, untuk sudut 30 dengan rata rata 24,36 %. Efisiensi menggunakan kaca film Sudut kemiringan 0A yaitu dengan rata-rata 11,85%. %, 15A dengan rata rata 8,99 %, untk sudut 30 dengan rata rata 8,63 %. Untuk data rata rata pengujian dapat dilihat pada table,6 tesebut dibawah: Tablel 6. Data rata rata pengujian dapat dilihat pada Tanpa Kaca Film . Menggunakan Kaca Film Daya Daya Effisiens Daya Daya Effisien Masuk Keluar i (%) Masuk Kelua si (%) (Wat. (Wat. (Wat. ( Rata. (Wat. 486,86 103,27 25,04 % 387,02 37,66 11,85 486,33 92,65 26,47 32,66 8,99 531,26 92,33 24,36 % 395,32 27,10 8,63 Dengan uraian tersebut diatas penjelasan dalam bentu gambar,13 dapat dijelaskan tersebut dibawah. Diketahui = Besar Energi Yang Keluar (Pou. X 100% Besar Energi Yang Masuk (Pi. Tanpa Menggunakan Kaca Film Diketahui : Pout . aya kelua. dan Pin . aya masu. pengukuran pukul 09:00 Pout = 47,24 Watt Pin = 304,77 Watt Maka = 50. 90 Watt X 100% 46 Watt = 16. Menggunakan Kaca Film Tanpa menggunakan kaca film dan menggunakan kaca film secara lengkap dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Diketahui : Pout . aya kelua. dan Pin . aya masu. pengukuran pukul 09:00 Pout = 17,01 Watt Pin = 201. 20 Watt Maka = 17. 01 Watt X 100% 20 Watt = 8,45 % Gambar 8. Grafik Perbandingan Daya Output Dari uraian gambar tersebut diatas sudut kemiringan sudut 0 yang memberikan daya luaran terbesar baik pada solarcel yang memakai kaca memakai kaca filem data terkecil 47,24 wat dan terbesar 147,06 watt. dengan rata rata sebesar 103,27 watt sedang kan untuk menggunakan kaca film data terkecil 17,26 wat dan terbesar 47,28 watt dengan rata rata 37,66 ISSN 2615-5052 (Onlin. Jurnal Inovator. Vol. No. 37Ae43 Gambar 9. Grafik. Perbandingan Efesiensi Dari uraian gambar tersebut diatas sudut kemiringan sudut 15A yang memberikan efesiensi pada solarcel yang memakai kaca memakai kaca filem data terkecil 3,92 % dan terbesar 14,97%. Dengan rata-rata sebesar 11,85 % sedang kan untuk tidak menggunakan kaca film data terkecil 16,18 % dan terbesar 46,96 % dengan rata rata 26,47 % Sekarningrum. Wijayanti. Analisis Pengaruh Sudut Kemiringan Solar Panel (Photovoltai. Monocrystalline 50 Wp Terhadap Optimalisasi Output Daya. Diss. UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG, Rusda. Rusda. Dihya Ahmad Rasyid Ridho, and Marson Ady Putra. "Analisis Pengaruh Sudut Kemiringan Terhadap Penerimaan Iradiasi Matahari Dan Daya Keluaran Yang Dihasilkan Panel Surya. PoliGrid 4. Rauf. Rosnita. "Matahari sebagai Energi Masa Depan Panduan Lengkap Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). " . Priambudy. Fajar Alam. Ida Bagus Ketut Sugirianta, and Gede Yasada. Analisis Teknis dan Ekonomis Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Rooftop Rumah Tinggal di Hayam Wuruk ResidenceAeDenpasar Menggunakan Homer Pro. Diss. Politeknik Negeri Bali, 2023. Simpulan Berdasarkan Analisa dan perhitungan yang dilakukan didapatlah kesimpulan sebagai berikut: Dari percobaan tiga sudut kemiringan sudut 0 yang memberikan daya luaran terbesar baik pada solarcel yang memakai kaca film maupun tidak memakai kaca filem yaitu sebesar 103,27 watt tanpa kaca film dan 37,66. Dari percobaan tiga sudut kemiringan sudut 150 yang memberikan efesiensi terbesar baik pada solarcel yang memakai kaca film maupun tidak memakai kaca filem yaitu sebesar 46,96 % tanpa kaca film dan 14,97% dengan kaca film. Pemakaian kaca Film akan menghambat energi masuk sehingga akan mendapat energi yang lebih kecil namun dari segi ketahanan peralatan akan lebih lama. DAFTAR PUSTAKA