Jurnal Pengabdian Cendikia Nusantara (PCN) 3 . 1-8 e-ISSN 2988-2907. p-ISSN 2988-4667 Jurnal Pengabdian Cendikia Nusantara (PCN) Journal homepage: https://w. id/index. php/pcn Konservasi Mangrove : Edukasi. Aksi, dan Kolaborasi untuk Ekosistem Pesisir yang Berkelanjutan Mangrove Conservation: Education. Action, and Collaboration for Sustainable Coastal Ecosystems Adi Nugroho 1*. Sri Wahyu Nensi1. Zefri Azharman1 Email : adinugroho@uvers. id*, sriwahyunensi@uvers. id, zefri@uvers. 1Industrial Engineering Department. Faculty of Engineering. Universal University. Batam. Indonesia 29456 Keywords Abstract Mangrove. Conservation. Mangrove planting The mangrove ecosystem plays a vital role in maintaining environmental balance, making it one of the most productive ecosystems. In addition to functioning as a natural barrier against coastal abrasion, mangroves also serve as habitats for marine organisms and provide economic resources for local communities. Batam City, as an archipelagic region with approximately 13,000 hectares of mangrove potential, is facing a significant reduction in mangrove forest areas due to development and landuse conversion. In response to this condition, a community service activity was carried out in the form of mangrove tree planting as part of efforts to conserve the mangrove The activity took place in Kampung Terih. Batam, involving students and lecturers, and was supported by the local community. The implementation method consisted of three stages: pre-activity . ocation survey, stakeholder coordination, and logistical preparatio. , core activity . nvironmental education and seedling plantin. , and post-activity . onitoring and scientific publicatio. The activity resulted in the planting of approximately 200 mangrove seedlings of the Rhizophora stylosa and Bruguiera gymnorrhiza species. In addition to contributing to environmental rehabilitation, this activity had a positive impact in raising participantsAo environmental awareness and providing experiential learning for Evaluation indicated challenges in reaching the target number of seedlings and limited information on alternative planting locations. This activity is expected to serve as a sustainable initiative for mangrove conservation in BatamAos coastal areas and to strengthen the role of educational institutions in environmental preservation through community collaboration. Kata Kunci Abstrak Mangrove. Konservasi. Penanaman bakau Ekosistem mangrove memiliki peran penting menjaga lingkungan, hal ini menjadikan mangrove salah satu ekosistem paling produktif. Disamping berfungi sebagai pelindung alami dari abrasi pantai, mangrove juga berfungsi sebagai habitat bagi biota laut serta sumber ekonomi masyarakat. Kota Batam sebagai wilayah kepulauan dengan potensi mangrove seluas A13. 000 Ha menghadapi ancaman penurunan luas hutan mangrove akibat pembangunan dan alih fungsi Menanggapi kondisi ini, perlu dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat melalui penanaman pohon bakau sebagai bagian dari upaya konservasi ekosistem mangrove. Kegiatan dilaksanakan di Kampung Terih. Batam, dengan melibatkan mahasiswa dan dosen, serta didukung masyarakat Metode pelaksanaan terdiri dari tahapan pra-kegiatan . urvei lokasi, koordinasi, dan persiapan logisti. , kegiatan inti . dukasi dan penanaman bibi. , https://doi. org/10. 70104/pcn. Nugroho et al Jurnal Pengabdian Cendikia Nusantara, 3 . , 2025, pp. serta pasca-kegiatan . onitoring dan publikasi ilmia. Hasil kegiatan mencatat penanaman sekitar 200 bibit bakau jenis Rhizophora stylosa dan Bruguiera gymnorrhiza. Selain memberikan kontribusi terhadap rehabilitasi lingkungan, kegiatan ini juga memberikan dampak positif dalam membangun kesadaran lingkungan peserta, serta pengalaman belajar nyata bagi mahasiswa. Evaluasi menunjukkan kendala dalam pencapaian target jumlah bibit dan keterbatasan informasi lokasi alternatif. Kegiatan ini diharapkan menjadi inisiasi berkelanjutan untuk pelestarian mangrove di wilayah pesisir Batam serta memperkuat peran institusi pendidikan dalam konservasi lingkungan melalui kolaborasi dengan masyarakat. Pendahuluan Secara ekologis, ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem yang penting dan paling produktif di dunia . Keberadaan ekosistem mangrove dapat memberikan manfaat yang besar kepada manusia maupun hewan. Salah satu manfaat paling umum mengenai keberadaan ekosistem mangrove adalah ia dapat menjadi perlindungan bagi pantai dari abrasi . Selain itu, ekosistem mangrove juga menjadi tempat banyak jenis biota laut hidup, berkembang biak dan mencari makan . , mangrove juga sering kali memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir sebagai objek wisata, sumber makanan dan minuman, serta sumber berbagai jenis obat- obatan . Menurut Kementrian Lingkungan Hidup Kehutanan, luas lahan mangrove di Indonesia mencapai 3,36 Juta Hektar yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, di antaranya : Papua seluas 1. 905 Ha. Sumatera seluas 660. 445 Ha. Kalimantan seluas 688. 025 Ha. Maluku seluas 224. 46 Ha. Jawa seluas 500 Ha, dan Bali-Nusa tenggara seluas 39. 974 Ha. Luasnya lahan hutan mangrove di Indonesia berkontribusi sebesar 20-25% ekosistem mangrove dunia. Ironisnya, luas hutan mangrove ini mengalami penurunan yang signifikan dalam 20 tahun terakhir. Menurut global mangrove alliance, hutan mangrove di dunia diperkirakan telah hilang atau terdegradasi lebih dari 60% dan rata-rata hilang sebanyak 1% disetiap tahunnya . Kondisi yang terus memburuk ini diduga merupakan akibat atas abrasi dan fenomena alam, serta masyarakat yang menyebabkan kerusakan pada ekosistem mangrove dengan melakukan eksploitasi . Berkurangnya lahan hutan mangrove dapat mengancam keberlangsungan hidup biota laut yang berada di naungan hutan mangrove dan juga masyarakat di pesisir . Hal ini menjadi perhatian bagi banyak pihak untuk melakukan proses rehabilitasi mangrove demi meminimasi hutan mangrove yang terus berkurang disetiap tahunnya. Batam merupakan salah satu kota besar di Provinsi Kepulauan Riau . , geografis Kota Batam memiliki ciri khasnya tersendiri karena terdiri dari beberapa pulau-pulau kecil. Luas kawasan pulau Batam mencapai sekitar 43. 019 Ha . Menurut Badan Pusat Statistik, sebagai salah satu wilayah Indonesia yang terdiri dari beberapa pulau kecil. Batam memiliki luas hutan mangrove sebesar 000 Ha pada tahun 2022 yang berarti 30,2% wilayah pulau Batam merupakan kawasan hutan Kondisi geografis Batam yang dikelilingi oleh perairan selat singapore dan malaysia membuat keberadaan hutan mangrove sangat penting di wilayah ini. Peran hutan mangrove di Batam ialah sebagai pencegah intrusi air laut dan abrasi pantai, tempat hidup dan sumber makanan bagi beberapa jenis satwa serta masyarakat pesisir . Batam merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki letak yang sangat strategis. Letak strategis ini membuat perkembangan pembangunan di Batam turut berkembang pesat. Perkembangan pembangunan ini menjadi angin segar bagi pulau Batam sebagai salah satu daerah yang jauh dari pusat Ibukota Negara. Namun, perkembangan pembangunan ini pula berdampak terhadap menurunnya jumlah wilayah hutan mangrove di Batam. Hal ini disebabkan oleh pengubahan fungsi hutan mangrove melalui proses reklamasi sebagai wilayah untuk pembangunan beberapa fasilitas lainnya . Jika kondisi ini terus berlangsung tentunya akan mengganggu ekosistem pada daerah-daerah tersebut yang nantinya akan berdampak pada kehidupan masyarakat Kota Batam khususnya daerah Sebagai elemen civitas akademika yang berada di wilayah Batam. Fakultas Teknik Universitas Nugroho et al Jurnal Pengabdian Cendikia Nusantara, 3 . , 2025, pp. Universal bermaksud mendukung upaya pemerintah dalam melakukan rehabilitasi mangrove dengan berkontribusi pada penanaman pohon bakau. Hal ini menunjukkan konsistensi Fakultas Teknik Universitas Universal dalam mendukung pelestarian ekosistem hutan mangrove di Kota Batam. Kegiatan ini disebut sebagai pengabdian masyarakat dan melibatkan mahasiswa, dosen serta masyarakat pesisir. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan edukasi terkait upaya penyelamatan lingkungan dan berkolaborasi dalam bentuk aksi nyata penanaman pohon bakau sebagai bagian dari rehabilitasi mangrove yang berkelanjutan. Melalui keterlibatan beberapa mitra, kegiatan ini sebagai bentuk realisasi kegiatan pengabdian institusi yang melibatkan dosen dan mahasiswa serta mitra Metode Sebanyak 42 orang Mahasiswa dan 3 orang tenaga pendidik (Dose. Fakultas Teknik Universitas Universal turut berkontribusi pada kegiatan penanaman pohon bakau di Kampung Terih. Kegiatan ini di laksanakan pada hari Minggu, 25 Agustus 2024. Pukul : 08. Kampung Terih merupakan salah satu daerah di Pulau Batam yang tepatnya terletak di wilayah kawasan nongsa yang berhadapan langsung dengan pesisir pantai. Melalui kegiatan penanaman pohon bakau ini, diharapkan dapat membantu menahan erosi pantai serta meningkatkan keindahan Kampung Terih yang memiliki peluang untuk menjadi salah satu objek wisata di Batam. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu pra-kegiatan, kegiatan inti , dan pasca-kegiatan. Berikut ini adalah tahapan pelaksanaan pengabdian masyarakat yaitu penanaman bakau di Kampung Terih. Pembentukan TIM . Survei lokasi . Koordinasi . Persiapan materi dan logistik Tabel 1. Tahapan pelaksanaan Pra Ae Kegiatan Membentuk kelompok/tim kerja yang memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing. Mulai dari tim perencana dan pelakasana. Dosen pembimbing mengarahkan dan memberi masukan terhadap rencana kerja yang akan dilakukan. Mengumpulkan data/informasi mengenai lokasi penanaman bakau dan tempat sumber pembibitan. Metode yang dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Observasi digunakan untuk memilih kelayakan lokasi penanaman berdasarkan kriteria yang ditentukan, diantaranya jarak lokasi mitra dengan kampus, kondisi tanah . dan kerjasama . ukungan sarana prasaran. Wawancara bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi teknis lingkungan penanaman kepada tokoh masyarakat setempat perihal keberlanjutan kegiatan. Berdasarkan hasil pengumpulan data yang dilakukan, diperoleh alternatif 3 lokasi yang menjadi target sasaran penanaman kegiatan yaitu daerah tanjung piayu, nongsa dan kawasan bengkong. Koordinasi ini bertujuan agar pelaksanaan kegiatan pengabdian berjalan sesuai harapan. Keterlibatan pemangku kepentingan berperan dalam mengindentifikasi kebutuhan operasional lapangan seperti perizinan tempat, keterlibatan masyarakat setempat hingga sarana prasarana pendukung kegiatan. Keterlibatan pemangku kepentingan meliputi pengelola pulau bahagia sebagai tempat pembibitan tanaman mangrove, ketua forum pemuda RT& RW Bertujuan mempersiapkan semua bentuk kebutuhan logistik selama Mulai dari sarana prasarana pendukung kegiatan, mempersiapkan materi kegiatan, konsumsi bagi peserta kegiatan Nugroho et al . Edukasi/materi . Praktik lapangan/aksi nyata . Monitoring . Pelaporan kegiatan / publikasi ilmiah Jurnal Pengabdian Cendikia Nusantara, 3 . , 2025, pp. hingga transportasi dari dan menuju lokasi kegiatan pengabdian . embibitan dan penanama. Kegiatan Penyampaian materi dilakukan bertempat dilokasi pembibitan tepatnya di Pulau Bahagia. Penyampaian materi pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta kegiatan bagaimana proses penanaman tanaman bakau dari berbagai jenis. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk menganalisis dari jenis tanaman bakau apa yang telah dikumpulkan dari beberapa lokasi penanaman pulau bahagia. Kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih 2 jam jam yang dilanjutkan dengan kegiatan pengumpulan bibit bakau di kawasan mangrove yang ada dilokasi pulau bahagia. Kegiatan ini terbagi menjadi 2 bagian. Pertama melakuan pengumpulan bibit tanaman bakau dipulau bahagia dan kedua yaitu penanaman . kawasan mangrove bertempat di Kampung Terih kecamatan nongsa batam. Selain berdasarkan kriteria yang ditentukan, pemilihan lokasi ini dilatar belakangi karena kampung tering merupakan salah satu kawasan wisata yang menjadi prioritas pengembamgan oleh pemerintah Kota Batam sehingga diharapkan dapat secara tidak langung akan mendorong jumlah wisatawan yang akan berkunjung. Jumlah bibit tanaman mangrove yang berhasil dikumpullkan dan ditanam berjumlah sebanyak A 200 bibit berjenis. Pasca Kegiatan Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa usaha yang dilakukan memiliki dampak berkelanjutan pada objek kegiatan khususnya dalam hal menjaga konsistensi pertumbuhan tanaman bakau agar tetap bertahan. Langkah ini dilakukan dengan cara melakukan kunjungan kembali ke lokasi penanaman dan memantau jumlah tanaman bakau yang masih bertahan . Hal ini menjadi penting untuk melihat apakah jenis tanaman bakau tersebut layak untuk dikembangkan selanjutnya . Sebagai bentuk pertanggung jawaban kegiatan ilmiah, selain itu, tahapan ini juga bertujuan untuk media promosi sekaligus upaya tim pengabdi mengajak dan mendorong keterlibatan masyarakat luas untuk mendukung keberlanjutan dari program tersebut. Hasil dan Pembahasan Penanaman pohon bakau merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan konservasi Kegiatan ini melibatkan mahasiswa, dosen dan masyarakat pesisir secara langsung dalam bentuk aksi nyata. Secara teknis, kegiatan ini dilakukan dengan membentuk kelompok-kelompok kecil oleh panitia kegiatan. Setiap kelompok akan melakukan penanaman pohon bakau pada area yang telah di tentukan sebelumnya. Masyarakat pesisir yang turut berkontribusi terdiri dari RT dan kelompok pemuda. Dua elemen masyarakat berkontribusi pada penetapan area penanaman poho bakau, penyediaan aula kegiatan serta sarana dan prasarana lain yang dibutuhkan saat kegiatan Kegiatan ini terdiri atas beberapa rangkaian aktivitas, mulai dari penyuluhan, pembibitan hingga penanaman tanaman bakau. Kegiatan ini berhasil menanam A200 bibit tanaman bakau hasil penyortiran dan pembibitan yang dilakukan di Pulau Bahagia. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk pembelajaran terstruktur diluar kelas yang mampu meningkatkan kepedulian Nugroho et al Jurnal Pengabdian Cendikia Nusantara, 3 . , 2025, pp. pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan, terhadap lingkungan ekosistem mangrove. Berikut rencana kegiatan dan hasil/capaian yang diperoleh, serta dokumentasi saat kegiatan. Penyuluhan dan Pengumpulan Bibit Jenis Tanaman Bakau Terdapat 42 mahasiswa Universitas Universal yang terlibat dalam kegiatan penyuluhan konservasi kawasan mangrove dan 9 orang masyarakat kampung terih yang berperan dalam kegiatan ini. Mahasiswa dan masyarakat sangat berantusias mengikuti kegiatan tersebut, yang dapat dilhat dari kesedian masyarakat untuk membantu menyediakan sarana prasarana kegiatan dilapangan . okasi penanama. Berdasarkan hasil analisis identifikasi jenis tanaman bakau yang dikumpulkan diperoleh informasi bahwa tanaman bakau yang diperoleh berjenis rhizophora stylosa yang memiliki karakeristik sebagai salah satu jenis tanaman bakau yang memiliki kandungan antioksidan yang tinggi . Kandungan antioksidan yang tinggi pada tanaman bakau jenis ini dapat membantu untuk menjaga kesehatan ekosistem pesisir. dan bruguiera gymnorrhiza yang memiliki ciri fisik susunan daun tunggal . , sehingga sering kali di sebut sebagai pohon bakau daun besar. Pohon bakau jenis ini dapat menghasilkan buah yang memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi . Kandungan karbohidrat tinggi ini membuat buah dari jenis pohon bakau ini . uah lindu. memiliki potensi untuk di eksplorasi sebagai salah satu alternatif bahan pangan. Gambar 1 Persiapan bibit tanaman bakau (Sumber : Dokumentasi kegita. Penanaman Bibit Tanaman Bakau Jumlah bibit tanaman bakau yang berhasil ditanam . etelah disorti. berjumlah sekitar 200 bibit yang ditanam dengan ketinggian minimal 30 cm . alam lumpu. Penanaman ditempatkan pada 3 lokasi area kawasan wisat kampung terih Kecamatan Nongsa Kota Batam . Nugroho et al Jurnal Pengabdian Cendikia Nusantara, 3 . , 2025, pp. Gambar 2 Lokasi Penanaman (Sumber : Dokumentasi kegita. Gambar 3 Proses Penanaman Tanaman Bakau (Sumber : Dokumentasi kegita. Evaluasi Kegiatan Dalam pelaksanannya, jumlah bibit tanaman bakau yang tersedia atau berhasil dikumpulkan diluar target yang direncanakan sebelumnya yaitu berjumlah 300 bibit. Ketidaktercapaain ini dikarenakan faktor waktu yang terbatas dan cuaca yang kurang mendukung ketika akan mengumpulkan bibit tanaman bakau dilokasi pulau bahagia . itra institus. Minimimya informasi yang diperoleh pelaksana kegiatan terkait lokasi alternatif penanaman bakau . sehingga mempersempit akses lokasi pendistribusian tanaman bakau. Simpulan Pengabdian masyarakat yang dilakukan pada hari minggu, 25 Agustus 2024 lalu disalah satu daerah pesisir yakni Kampung Terih menjadi wadah lebih dari 45 orang yang terdiri atas dosen, mahasiswa dan masyarakat setempat untuk turut berkontribusi dalam upaya konservasi mangrove dengan penanaman pohon bakau. Kegiatan ini memberikan dampak positif pada peserta dengan meningkatnya kesadaran dan kepeduliaan pada lingkungan. Kegiatan yang dilakukan dengan aksi nyata ini memberikan kesempatan kepada seluruh peserta untuk terlibat secara langsung dalam penanaman pohon bakau. Hal ini memberikan pengalaman belajar khususnya untuk mahasiswa yang tidak bisa didapatkan didalam kelas. Kegiatan ini jika terus dilakukan secara rutin dapat membantu proses rehabilitasi mangrove untuk menghindari dampak negatif dari kerusakan-kerusakan yang terus bertambah di setiap tahunnya. Nugroho et al Jurnal Pengabdian Cendikia Nusantara, 3 . , 2025, pp. Saran Berdasarkan hasil evaluasi dari kegiatan ini, terdapat beberapa masukan dari TIM panitia, peserta dan masyarakat setempat. Diantaranya : Komunikasi terkait jadwal acara harus dilakukan dengan baik, untuk menghindari potensi kegiatan yang dilakukan pada hari yang sama sehingga berdampak pada berkurangnya peserta Ketertiban mengenai jadwal pelaksanaan semestinya dilakukan oleh seluruh pihak yang terkait agar kegiatan dapat berlangsung sesuai dengan jadwal yang di tetapkan. Koordinasi lebih awal terkait sarana dan prasarana yang akan di gunakan minimal 1 minggu sebelum kegiatan berlangsung. Ucapan Terima Kasih Ucapan terima kasih kepada mahasiswa . dan peserta dari Universitas Universal atas bantuan materil untuk mendukung realisasi kegiatan ini. Yayasan Pancaran Maitri yang mendukung kegiatan ini dengan membantu penyediaan sarana dan prasarana serta TIM panitia dan masyarakat setempat yang turut berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan pengabdian masyarakat ini. Referensi