Indo. Integr. Sci. Learning | com/ijisl E-ISSN x-x | DOI 10. 60041/ijisl KILAU PUBLISHING ARTICLE HISTORY Received 23/08/2023 Accepted 04/10/2023 Published 09/10/2023 Pengaruh Penerapan Pendekatan Realistik Bidang Studi Matematika Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV Di SDN Birowo 02 Kabupaten Blitar ABSTRAK Results Ae Kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa siswa kela IV SD masih CORRESPONDING AUTHOR Fitri Ayu Andraini ayuulfi16@gmail. KEYWORDS: Pendekatan Realistik. Hasil Belajar. Pelajaran Matematika How to cite: Andini. Muin. Pengaruh Penerapan Pendekatan Realistik Bidang Studi Matematika Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV Di SDN Birowo 02 Kabupaten Blitar. Indonesian Journal of Integrated Science and Learning , 1. : 23-30. belum mengenal konsep dan operasi pecahan dengan benar hal ini dapat dikarenakan proses dan metode pembelajaran matematika yang di gunakan guru kurang cocok dengan kebutuhan siswa. Akibatnya daya penyerapan materi oleh siswa menjadi tidak optimal serta hasil dari belajar siswa terjadi Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh pendekatan Realistik terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika Kelas IV Di SDN Birowo 02 Kabupaten Blitar. Jenis peneltian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan dua siklus. Pengumpulan data menggunakan tehnik observasi, dokumentasi dan tes. Analisis data menggunaka teknik analisis data kulaitatif. Hasil penelitian ini terjadinya peningkatan hasil belajar siswa melalui perbaikan proses belajaran dimulai Siklus I dan Siklus II yang semula nilai rata-rata 70 meningkat menjadi 98. ABSTRACT Results Ae The reality in the field shows that fourth grade elementary school students still do not know the concepts and operations of fractions correctly. This can be because the mathematics learning process and methods used by teachers are not suitable for students' needs. As a result, students' ability to absorb material is not optimal and the results of student learning there was a The aim of this research is to determine the effect of the Realistic approach on student learning outcomes in Class IV mathematics at SDN Birowo 02 Blitar Regency. This type of research is classroom action research using two cycles. Data collection uses observation, documentation and test Data analysis used qualitative data analysis techniques. The results of this research resulted in an increase in student learning outcomes through improving the learning process starting from Cycle I and Cycle II. This work is licensed under a Creative from an average score of 70 which increased to 98. Commons Attribution-ShareAlike 4. International License (CC BY-SA) Indo. Integr. Sci. LearningA 1 . 2023 A Indo. Integr. Sci. LearningA 1 . 2023 A PENDAHULUAN Pembelajaran matematika pada zaman dahulu hingga sekarang masih menjadi sesuatu yang menakutkan serta menjenuhkan bagi sebagian siswa di Sekolah Dasar, para peserta didik akan mudah merasa bosan dan bingung bila berhadapan dengan mata pelajaran matematika yang menurut mereka banyak mengandung unsur hafalan, rumus, perhitungan dan bilangan padahal nyatanya matematika dapat menjadi sarana untuk dapat membangun pola berfikir sistematis dan nalar logika yang kritis bagiperkembangan peserta didik, tinggal bagaimana cara mapupun metode yang ditempuh dan dijalankan bagi seorang pendidik dapat mengantarkan dan mengenalkan matematika sebagai sebiah ranah ilmu pengetahuan yang menyenangkan dan mudah diterima materinya untuk peserta didik. Pembelajaran mata pelajaran matematika bertujuan untuk menciptakan seorang generasi masa depan yang memiliki bakat minat serta keterampilan untuk memungkina baginya bertahan dalam menghadapi tantangan, persaingan yang ketat serta ketidak pastian yang terjadi sesuai dengan perkembangan dan kemajuan zaman. Pembelajaran matematika merupakan sebuah proses dimana pendidik memberikan suatu cara pengalaman belajar melalui berbagai kegiatan dan metode belajar yang sudah terencana secara sistematis dimana ujung dari segala proses kegiatan yang dilakukan ialah peserta didik akan memperoleh keterampilan serta pengetahuan tentang kompenen dari matematika (Manullang, 2. Seperti yang sudah diketahui, bilangan pertama kali yang dikenal oleh manusia ualah bilangan asli yang terdiri atas . ,2,3,4A. } kemudian berkembangn menjadi bilangan cacah dengan simbolnya yaitu W terdiri atas . ,1,2,3,4A. ) lalu sejalan perkembangan jaman berkembang lagi menjadi bilangan bulat yang terdapat unsur tanda negative, berupa (-2. 0,1,2A) kemudian bilangan matematika yang dipakai oleh manusia berkembang menjadi bilangan rasional. Perubahan ini disebabkan karena semakin rumitnya masalah matematika yang dihadapi oleh manusia seiring dengan perkembangan jaman (Muhsetyo, 2. Pada pembelajaran Matematika pada kelas IV tingkat SD perlu mengenal bentuk serta operasi pecahan. Pecahan adalah sebuag bilangan matematika yang merupakan salah satu jenis dari bilangan rasional. Pecahan adalah bilangan matematika yang biasanya terdiri dari c/a dengan d tidak sama dengan 0 dan c adalah bilangan bulat (Holisin. Pentingnya pembelajaran matematika khususnya pecahan dikarenakan banyaknya kejadian terkait dengan pecahan yang ditemui pada kehidupan sehari-hari mereka sehingga jelas bahwa pembelajaran konsep pecahan merupakan hal yang penting untuk dikuasai siswa SD (Muhsetyo, 2. Kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa siswa kela IV SD masih belum mengenal konsep dan operasi pecahan dengan benar hal ini dapat dikarenakan proses dan metode pembelajaran matematika yang di gunakan guru kurang cocok dengan kebutuhan siswa, biasanya guru menggunakan metode ceramah serta penugasan untuk siswa dalam menerangkan materi sehari- hari. Akibatnya daya penyerapan materi oleh siswa menjadi tidak optimal serta hasil dari belajar siswa terjadi penurunan. Hasil belajar dapat diartikan sebagai suatu keberhasilan siswa memahami materi pelajaran setelah mengikuti segala kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan berdasarkan standar yang telah ditentukan sebelumnya, keberhasilan ini dapat meliputi kepada segi kognitif ( kemampuan peserta didik dalam hal berfikir atau bidang intelektua. segi afektif . emampuan peserta didik memahami, bersikap dan berekspresi sesuai dengan tahap perkembanganny. dan segi psikomor . emampuan peserta didik dalam hal kegiatan menggunakan fisikny. Doi. 60041/ijisl/v1i1. Indo. Integr. Sci. LearningA 1 . 2023 A (Hernawan, dkk, 2. Salah satu upaya yang dapat digunakan oleh guru untuk membantu dalam pengajaran matematika dalah dengan menggunakan metode pendekatan Realistik. Pada pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan Realistik merupakan sebuah metode pembelajaran yang menitik beratkan pengalaman belajar siswa terhadap konsep-konsep matematika dengan menggunakan pengalaman yang adadi sekitar peserta didik, sehingga peserta didik lebih mudah mengetahui, menerapkan serta mengaplikasikan konsep-konsep matematika pada kehidupan sehari-hari peserta didik. Pendekatan metode Realistik juga berperan dalam mengolah kemampuan diskusi serta kolaborasi peserta didik dengan temannya dalam suatu masalag matematika sehingga para peserta didik akan secara alami penemukan, mengolah dan mengerti untuk meggunakan matematika. (Wulandari, dkk. , 2020. Zulkardi dalam Rizki, 2. Pada penggunaan pendekatan Realistik dalam pembelajaran matematika dilihat dari kelebihannya ialah pertama pengenalan konsep-kosep serta materi matematika akan terasa lebih nyata, relevan, bermakna dan menarik artinya pembelajaran matematika dimana peserta didik dihadapkan pada pengalaman langsung akan terekam secara jelas dan tidak mudah lupa karena kejadian ataupun konsep matematika yang diajarkan mungkin saja terjadi secara langsung oleh peserta didik itu sendiri sedangkan dilihat dari sisi pendidik akan merasa fleksibel mementukan jalan cerita untuk penyampaian materi matematika yang menrik serta bermakna. Kedua, memfokuskan metode pembelajaran matematikapada learning by doing, pengalaman langsung juga berperan untuk peserta merakasakan secara nyata dan gambling bagaiman konsep-konsep serta materi matematika digunakan dalam kehidupan sehari-hari serta bagaimana menyelesaikan persoalan yang rumit dengan menggunakan matematika. Ketiga, mempertimbangkan taraf kemampuan siswa. Dalam sebuah teorikonstruktivisme, seorang peserta didik mempunyai kesempapatan untuk dapat membangun sebuah pengetahuan berdasarkan dengan pengalamannya. (Maghfiroh, dkk. Yulianty, 2. Peserta didik kelas IV berada pada taraf perkembangan di operasional kongret. Pada tahap operasional kongret diantara usia 6 sampai dengan 12 tahun, seorang peserta didik akan mampu melakukan penalaran secara logis, pada tahap ini akan secara mudah dan alami mengoperasikan, mengombinasikan, memisahkan, menyusun serta mengubah benda dan objek atau representasi dari bendanya pada tahap ini juga pemeikiran peserta didik yang egisentris juga akan berkurang sehingga dapat melihat suatu solusi permasalahan dengan mengkombinasikan pengetahuannya dengan pengetahuan dari sisi orang lain (Nisa,2. Penggunaan pendekatan Realistik dalam pembelajaran Matematika dapat juga dipengaruhi karena guru sebagai pendidik merasa adanay kekurangan serta kekamagan dalam proses pembelajaran selama ini yang ada di dalam kelas khususnya dalam amata pelajaran matematika. Kegiatan perbaikan proses pembelajaraan yang dilakukan guru terhadap kelas yang menjadi tanggug jawabnya dapat di namakan dengan Penelitian Tindakan Kelas yang berlangsung selama beberapa siklus. Perbaikan ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas serta aktifan siswa dalam mengikuti proses pembembelajaran didasarkan kepada hasil temuan selama proses pembelajaran dan hasil dari proses refleksi selama proses pembelajaran (Wardani, dkk. , 2019. Prihatinia, dkk. , 2. Perbaikan ini dapat bertujuan kepada peningkatan hasil belajar siswa demi menjadi lebuh baik dari sebelumnya, dapat juga meningkat motivasi serta semangat belajar anak dikarenakana dalam Penelitian Tindakan Kelas, anka akan mencoba berbagai metode pembelajaran yang baru serta bermakna. Konsep permbelajaran yang bermakan adalah Doi. 60041/ijisl/v1i1. Indo. Integr. Sci. LearningA 1 . 2023 A materi pelajaran yang diberikan akan mudah diingat dan cepat di mengerti oleh siswa. Dari segi guru tujuan dari Peneltian Tindakan Kelas ialah menjadikan guru yang professional karena melakuakan kegiatan perbaikan proses pembelajaran secara berkesinambungan serta meningkatkan kepercayaan diri bagi seorang pendidik. Pemahaman konsep pecahan dengan menggunakan pendekatan Realistic, siswa karna diarakan pada proses pengenalan pecahan serta bagian pembentuk pecahan serta bagaimana menyebutkan suatu bagian dalam bentuk pecahan. Sehingga pemahaman konsep pecahan akan tertanam dengan kuat dalam ingatan siswa. Berdasarkan penjelasan tersebut, pendekatan secara Realistik adalah sebuah proses pembelajaran yang dilakukan siswa dengan lingkungan sekitar atau keadaan real dimulai dengan permasalahan yang nyata menuju kepada keterampilan menyelesaikan masalah yang di temui. Berdasarkan uraian diatas Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh penggunaan pendekatan relaistik pada bidang studi matematika terhadap hasil belajar pada siswa kelas IV di SD Negeri Birowo 02. METODOLOGI Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yakni penelitian berdasarkan prose refleksi guru terhadap proses pembelajaran yang terjadi di kelasnya dengan tujuannya ialah memperbaiki kinerja serta kwalitas proses pembelajarannya serta hasil belajar siswa. Subjek Penelitian ini adalah siswa kelas IV di SD Negeri Birowo 02 dengan jumlah 17 siswa. Materi matematika dalam penelitian ini adalah pecahan. Peneliti bertindak sebagai observer serta pelaku dalam kegiatan pembelajaran selama proses penelitian berlangsung. Data penelitian di peroleh dari lembar observasi, tes dan Tehnik analisis yang digunakan adalah tehnik analisis data kualitatif untuk mendeskripsikan proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan RME dan analisis data kuantitaif untuk dapat mendeskripsikan hasil belajar siswa pada materi pengenalan konsep pecahan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pra Siklus Sebelum memulai perpaikan pembalajaran pada siklus I, peneliti melakukan pembelajaran tanpa menggunakan pendekatan Realistik. Hasil yang diperoleh pada kegiatan pra siklus dapat di jabarkan sebagai berikut : Tabel 1. Hasil Pembelajaran pada Pra Siklus Nilai Jumlah siswa Persentase 100 Ae 80 23, 54 % 79 Ae 66 23, 54 % 65 Ae 56 17,64 % 55 Ae 40 17,64 % < 39 17, 64% Total Doi. 60041/ijisl/v1i1. Indo. Integr. Sci. LearningA 1 . 2023 A Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa hasil belajar peserta didik dengan belum menggunakan pendekatan realistic, peserta didik yang mendapat hasil diantara 100 sampai dengan 80 ada 4 siswa, nilai diantara 79 sampai dengan 66 ada 4 siswa, nilai diantara 65 sampai dengan 56 yaitu 3 siswa, nilai diantar 55 sampai dengan 40 ada 3 siswa dan nilai dibawah 39 sebanyak 3 siswa. Temuan dilapangan berdasarkan hasil observasi juga menemukan bahwa peserta didik ketika mendapat materi merasa bosan, gaduh dan tingkat penyerapan materi masih rendah. Siklus 1 Hasil belajar siswa pada pra siklus masih masih banyak siswa yang nilainya tergolong rendah, untuk itu peneliti berusaha melakukan perbaikan pembelajaran siklus I berdasarkan hasil dari refleksi serta observasi proses pembelajaran prasiklus dengan bersama dengan hasil bimbingan dari pihak Supervisor 2. Dalam tahap perbaiak proses pembelajran siklus I peneliti menggunakan pendekatan Relaistik bidang studi matematika bab pecahan. Sebelum melaksanakan kegiatan penelitian atau proses perbiakan siklus I peneliti selaku pendidik melakukan diskusi dengan Supervisor 2 untuk menemukan kelamahan serta solusi dalam perbaikan kelemahan tersebut berdasarkan hasil dari refleksi. Setelah melakukan refleksi peneliti sekaligus pedidik melakuakn kegiatan proses perencanaan perbaiakan pembelajaran yang berisi atas identitas lembaga, kompetensi dasar yang akan dicapai oleh siswa, indicator kemampuan siswa, tujuan pembelajaran,tujuan dilakukannya perbaikan, media dan sumber belajaran untuk siswa, merencanakan kronlogi atau langkah-langkah dalam pembelajaran dikelas serta merancang assesmen. Setelah dilakukannya perencanaan pembelajaran maka guru sekaligus pendidik melakukan kegiatan pembelajaran berdasarkan kepada proses pembelajaran yang telah dirancang sebelumnya dengan tujuan agar diharapakan utuk memperbaiki serta diharapkan meningkatkna hasil belajar matematika pada bab pecahan dengan menggunakan pendekatan Realisitik. Setelah dilakukannya proses pembelajaran maka Perolehan hasil belajar peserta didik pada perbaikan pembelajaran SiklusI dijabarkan seperti berikut : Tabel 2. Perolehan Hasil Belajar Siklus 1 Nilai Jumlah Siswa Presentase 100 Ae 80 29,44 % 79 Ae 66 23,52 % 65 Ae 56 23,52 % 55 Ae 40 23,52 % < 39 Total Berdasarkan data diatas, terjadi peningkatan perolehan hasil belajar perserta didik. Nilai 100 samapi dengan 80 meningkat menjadi 5 siswa yang semula pada prasiklus hanya memperoleh 4 siswa. Nilai 79 sampai dengan 66 tetapsebanyak 4 anak, nilai 65 sampai dengan 56meningkat menjadi 4 anak yang semula hanya 3 anak begitu juga dengan kisaran Doi. 60041/ijisl/v1i1. Indo. Integr. Sci. LearningA 1 . 2023 A nilai 55 sampai dengan 40 mendapat presentase 4 anak sedangkan tidak ada siswa yang mendapat nilai di bawah 39. Berdasarkan kegiatan pembelajaran dan penelitian serta media yang peneliti gunakan dalam proses pembalajaran. Ditemukan bahawa siswa kelas IV sudah mulai mengenal tentang konsep pecahan dan bagaimana menuliskan pecahan dengan benar. Sebagian besar dari siswa memilki minat memepelajari tentang pecahan dengan terlihat aktif dan bersemangat mengikuit jalannya pembelajaran namun masih ada sebagian kecil dari siswa yang masih pasif dalam proses pembelajaran matematika. Peneliti masih memilki kekurangn dalam membimbing dan mengkondisikan kegiata pembelajaran agar semakin Dalam siklus I, analisis hasil belajar sisiwa kelas IV pada mata pelajaran matematika bagian pecahan menunjukkan bahwa rata-rata nilai yang di peroleh sisiwa ialah Berdasarkan hasil dari pengamatan siklus I yang di perolah maka direncanakan pula untuk melakukan perbaikan pemelajaran siklus II. Pendidik harus dapat lebih memotivasi dan mengkondisikan jalannya pembelajaran agar penyampaian materi matematika lebih baik serta penggunaan media pembelajran yang lebih bervariasi. Siklus II Pada siklus II, sebelum melaksanakan proses perbaikan pembelajaran peneliti membuat rencana pembelajaran yang didasarkan pada hasil refleksi pembelajaran Siklus I serta hasil bimbingan dari pihak Supervisor 2. Sebelum melaksanakan kegiatan penelitian atau proses perbaikan siklus II peneliti selaku pendidik melakukan diskusi dengan Supervisor 2 untuk menemukan kelemahan serta solusi dalam perbaikan kelemahan tersebut berdasarkan hasil dari refleksi kegaiatan pembelajaran Siklus I. Setelah melakuakn refleksi peneliti sekaligus pedidik melakuakn kegiatan proses perencanaan perbaiakan pembelajaran yang juga dilakuakn pada Siklus 1 yang berisi atas identitas lembaga, kompetensi dasar yang akan dicapai oleh siswa, indicator kemampuan siswa, tujuan pembelajaran,tujuan dilakukannya perbaikan, media dan sumber belajaran untuk siswa, merencanakan kronlogi atau langkah- langkah dalam pembelajaran dikelas serta merancang assesmen. Setelah dilakukannya perencanaan pembelajaran maka guru sekaligus pendidik melakukan kegiatan pembelajaran berdasarkan kepada proses pembelajaran yang telah dirancang sebelumnya dengan tujuan agar diharapakan utuk memperbaiki serta diharapkan meningkatkna hasil belajar matematika pada bab pecahan dengan menggunakan pendekatan Realisitik. Hasil dari proses perbaikan proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Realistik siklus II dapat dijabarkan sebagai berikut : Tabel 3. Perolehan Hasil Belajar Siklus II Nilai Jumlah Siswa Presentase 100 Ae 80 52,94 79 Ae 66 29,42 65 Ae 56 17,64 55 Ae 40 < 39 Total Doi. 60041/ijisl/v1i1. Indo. Integr. Sci. LearningA 1 . 2023 A Data tersebut dapat juga terlihat bahwa terjadi peningkatan perolehan hasil belajara siswa pada kisan nilai 100 sampai dengan 80 meningkat sebanyak 9 siswa yang semula 5 siswa dari siklus I, kisan nilai 79 sampai dengan 66 meningkat menjadi 5 siswa yang semula 4 siswa dari siklus 1,pada kisaran nilai 65 sampai dengan 56 terjadi penurunan yang semula 4 siswa pada sklus I menjadi 3 siswa pada siklus II serta tidak adal siswa yang mendapat nilai kisaran 55 hingga dibawah 40. Secara singkat presentase peningkatan hasil belajar siswa mulai dari prasiklus, siklus I dan siklus II dapat dijabarkan sebagai berikut : Pra Siklus Siklus 1 Siklus 2 > 80 79 - 66 65 - 56 < 39 Gambar 1. Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Pra Siklus. Siklus 1 dan Siklus 2 Pada pembelajaran siklus II, berdasarkan hasil observasi, siswa sudah mengingat, mengetahui dan terbiasa terhadap konsep pecahan serta komponen pembentuknya. Prose pembelajaran sudah berjalan dengan lebih baik. Pendidik jiga sudah mulai bisa mengkonsisikan proses pembelajaran agar lebih menyennagkan dan kondusif. Pelaksanaan proses pembelajaraan pada siklus II hamper sma dengan proses pembelajaran pada siklus I bedanya ialah media yang digunakan pada siklus II lebih banyak dan bervariasi di bandingkan dengan penggunaan media pembelajaran di siklus I. penggunaan media yang bervariasi ini juga berdamapak pada meningkatnya minat siswa pada proses pembelajaran bidang studi pecahan. Hal ini terlihat pada semua siswa kelas IV yang berjunlah 17 anak antusias menggunakan media pembelajaran agar lebih mengenal konsep pecahan. Pendidik juga melakukan lebih manyak motivasi serta penguatan pada saat siswa menggunakan serta mengerjakan penugasan yang pendidik minta kepada siswa. Hasil belajar pada siklus II ini juga mengalami peningkatan. Pada siklus I jumlah ratarata nilai yang di peroleh sisiwa kelas IV ialah 70 namun setelah dilakukannanya refeksi siklus I dan perbaikan di siklus II dengan sama-sama menggunakan pendekatan Realistik niai rata rata yang di peroleh naik menjadi 98. Hal ini sejalan dengan penelitian Aprilia . yang menyatakan bahwa penggunaan pendekatan RME terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan model pembelajaran Realistic Mathematic Education (RME) terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV di SDN 20 Batu Bulek. Doi. 60041/ijisl/v1i1. Indo. Integr. Sci. LearningA 1 . 2023 A KESIMPULAN Berdasarkan paparan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa penggunaan Pendekatan Realsitik dapat meningkatan hasil belajar siswa pada bidang Studi matematika khususnya pengenalan konsep pecahan pada siswa kelas IV di SD Negeri Birowo 02 dengan melalui dua siklus perbaikan. Peneliti menyarankan dalam kegiatan pembelajaran pendidik baiknya menggunakan media yang bervariasi agar sisiwa memiliki minat serta pemahaman materi dapat berjalan dengan baik, karena penggunaan pendekatan Realistik dapat meningkatkan hasil belajar siswa diharapkan penggunaan pendekatan ini dapat dilakukan secara berkesinambungan. REFERENSI