e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Desember 2024. Vol. 3 No. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN KONSEP DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK DI SMK SWASTA GKPS1 PEMATANG RAYA KABUPATEN SIMALUNGUN Natanael Saragih1. Rohdearni Wati Sipayung2. Indra Jayanti Damanik3. Benarita Purba4 1,2,3,4 Universitas Simalungun natanaelsaragih225@gmail. com dearsipayunk@gmail. com2,jayantidamanikiin@gmail. ABSTRAK Abstrak ini membahas penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) di SMK Swasta GKPS1 Pematang Raya, dengan tujuan utama untuk meningkatkan pengetahuan konsep dan kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Metode yang diterapkan mencakup orientasi masalah, pengorganisasian peserta didik, bimbingan penyelidikan, pengembangan hasil karya, dan penilaian. Hasil dari penerapan PBL menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterlibatan siswa dalam pembelajaran dan kemampuan berpikir kritis mereka. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa PBL efektif dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Kata Kunci: Problem Based Learning, pendidikan, keterampilan berpikir kritis. ABSTRACT This abstract discusses the application of the Problem Based Learning (PBL) learning model at the GKPS1 Pematang Raya Private Vocational School, with the main aim of increasing students' conceptual knowledge and creative thinking abilities. The methods applied include problem orientation, organizing students, guiding investigations, developing work results, and assessment. The results of implementing PBL show a significant increase in student engagement in learning and their critical thinking abilities. The conclusion from this activity is that PBL is effective in creating meaningful learning experiences for students. Keywords: Problem Based Learning, education, critical thinking skills. PENDAHULUAN Dalam dunia pendidikan yang terus berkembang, guru dituntut untuk tidak hanya menguasai materi pelajaran tetapi juga memiliki keterampilan dalam menerapkan berbagai model pembelajaran yang inovatif. Salah satu model yang direkomendasikan oleh Permendikbud nomor 103 tahun 2014 adalah Problem Based Learning (PBL). Model ini dirancang untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah melalui pendekatan kontekstual yang melibatkan siswa dalam situasi nyata. 1 Latar Belakang Di SMK Swasta GKPS1 Pematang Raya, tantangan yang dihadapi adalah rendahnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran konvensional yang sering kali bersifat pasif. Pembelajaran yang bersifat monoton dapat mengakibatkan kurangnya motivasi dan minat siswa terhadap materi pelajaran. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih aktif dan partisipatif seperti PBL. Dengan menggunakan masalah nyata e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Desember 2024. Vol. 3 No. sebagai konteks pembelajaran, siswa diharapkan dapat mengintegrasikan pengetahuan teoritis dengan keterampilan praktis yang relevan dengan dunia kerja. 2 Tujuan Pengabdian Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk: Meningkatkan pengetahuan konsep peserta didik. Mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan kritis siswa. Mendorong kolaborasi antar siswa dalam menyelesaikan masalah. 3 Manfaat Pengabdian Manfaat dari penerapan PBL diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa serta mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan di dunia kerja. Selain itu. PBL juga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan membangun keterampilan sosial serta komunikasi yang penting dalam kehidupan sehari-hari. METODE PELAKSANAAN PENGABDIAN Metode pelaksanaan pengabdian ini terdiri dari beberapa fase : Orientasi Peserta Didik pada Masalah Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan memberikan motivasi kepada siswa untuk terlibat aktif dalam pemecahan masalah yang dipilih. Pengorganisasian Peserta Didik dalam Pendefinisian Masalah Siswa melakukan brainstorming untuk mendefinisikan masalah yang akan dipecahkan. Membimbing Penyelidikan Individu dan Kelompok Siswa mencari informasi dari berbagai sumber untuk mendalami isu yang sedang diteliti. Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya Setelah mendapatkan informasi, siswa berdiskusi dalam kelompok untuk merumuskan solusi. Penilaian Penilaian dilakukan dengan memadukan aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. 1 Langkah-Langkah Operasional Fase 1: Orientasi Peserta Didik pada Masalah Pada tahap ini, guru menjelaskan tujuan pembelajaran secara jelas dan memberikan motivasi kepada peserta didik untuk terlibat aktif dalam pemecahan masalah yang dipilih. Hal ini termasuk memberikan konsep dasar serta petunjuk mengenai referensi atau sumber daya yang diperlukan dalam proses pembelajaran. Sebelum memulai proses belajar-mengajar di dalam kelas, peserta didik terlebih dahulu diminta untuk mengobservasi suatu fenomena terlebih dahulu. Kemudian peserta didik diminta mencatat masalah-masalah yang muncul. Fase 2: Pengorganisasian Peserta Didik dalam Pendefinisian Masalah e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Desember 2024. Vol. 3 No. Peserta didik melakukan brainstorming untuk mendefinisikan masalah yang akan dipecahkan. Guru berperan sebagai fasilitator yang mendorong peserta didik untuk berpikir kritis dan mendengarkan pendapat satu sama Dalam fase ini, guru juga membantu peserta didik mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah. Fase 3: Membimbing Penyelidikan Individu dan Kelompok Peserta didik mencari berbagai sumber informasi yang relevan dengan isu yang sedang mereka teliti. Ini termasuk artikel, buku, atau bahkan wawancara dengan pakar di bidang terkait. Guru mendorong peserta didik untuk mengumpulkan informasi yang sesuai dengan isu tersebut serta melaksanakan eksperimen jika Fase 4: Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya Setelah mendapatkan sumber informasi, peserta didik berdiskusi dalam kelompoknya untuk mengklarifikasi capaiannya dan merumuskan solusi dari permasalahan kelompok. Diskusi kelompok sangat penting pada fase ini untuk memastikan semua anggota berkontribusi. Fase 5: Penilaian Penilaian dilakukan dengan memadukan tiga aspek utama: sikap . , pengetahuan . , dan keterampilan . Penilaian ini tidak hanya berdasarkan hasil akhir tetapi juga proses belajar siswa selama kegiatan berlangsung. Berikut merupakan beberapa foto dari kegiatan pengabdian masyarakat : e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Desember 2024. Vol. 3 No. Gambar 1. Kegiatan Pengabdian Masyarakat di SMK Swasta GKPS 1 Pematang Raya 2 Lokasi dan Waktu Pelaksanaan Pengabdian dilaksanakan di SMK Swasta GKPS1 Pematang Raya pada bulan September hingga November HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dari penerapan model PBL menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterlibatan siswa selama proses pembelajaran. Siswa lebih aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok dan menunjukkan kemampuan berpikir kritis yang lebih baik dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Analisis Hasil Keterlibatan Siswa Data menunjukkan bahwa 85% siswa merasa lebih terlibat dalam proses belajar setelah menerapkan PBL. Kemampuan Berpikir Kritis Ujian akhir menunjukkan peningkatan nilai rata-rata sebesar 20% dibandingkan dengan semester Kolaborasi Siswa melaporkan bahwa mereka lebih mampu bekerja sama dalam kelompok dan menghargai pendapat teman-teman mereka. e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Desember 2024. Vol. 3 No. Dalam konteks pembelajaran, penggunaan masalah nyata sebagai alat bantu belajar memungkinkan siswa untuk menerapkan teori ke dalam praktik langsung. Hal ini tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep tetapi juga keterampilan kolaboratif di antara siswa. 2 Studi Kasus Sebagai contoh penerapan PBL, salah satu topik yang diangkat adalah "Pengelolaan Sampah di Sekolah". Dalam kelompoknya, siswa diminta untuk menganalisis permasalahan sampah di lingkungan sekolah mereka, mencari solusi kreatif seperti program daur ulang atau kampanye kesadaran lingkungan, serta menyusun presentasi mengenai rencana aksi mereka. Aktivitas ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan konsep tentang lingkungan tetapi juga membangun keterampilan komunikasi dan kerja sama tim. Berikut adalah foto pemberian cendramata kepada peserta pengabdian masyarakat di SMK Swasta GKPS 1 Pematang Raya : Gambar 2. Pemberian Cendramata kepada Peserta Pengabdian Masyarakat KESIMPULAN DAN UCAPAN TERIMA KASIH Penerapan model Problem Based Learning (PBL) di SMK Swasta GKPS1 Pematang Raya terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan konsep dan kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Model ini menciptakan lingkungan belajar yang aktif dan kolaboratif, mendorong siswa untuk terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran. Ucapan terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan ini, termasuk rekan-rekan guru dan peserta didik yang telah berpartisipasi aktif. e- ISSN : 2961-8878 p- ISSN : 2961-8010 Desember 2024. Vol. 3 No. DAFTAR PUSTAKA