Volume 7, nomor . Maret, 2021 P-ISSN 2442-5907 INSTITUT AGAMA ISLAM PANGERAN DIPONEGORO NGANJUK http://ejurnal. iaipd-nganjuk. ZIKIR DALAM PANDANGAN ISLAM DAN SOSIAL Firsa Asa Imamal Al Chusna chusna@gmail. Pascasarjana Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk Luqman Hakim mochluqmanhakim@gmail. Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk Info Artikel Submit : 4 Desember 2020 Revisi : 2 Februari 2021 Diterima : 16 Maret 2021 Publis : 30 Maret 2021 Kata kunci Abstrak Mentaati perintah Allah dan Rasul adalah sebuah kewajiban setiap muslim. Namun dalam ranah sosial, kewajiban ibadah tersebut jangan sampai melanggar hak-hak orang lain karena sesungguhnya perintah agama itu sangat lentur dan tidak mengabaikan aspek-aspek sosial. Dalam Islam, zikir merupakan printah al-QurAan maupun hadis yang memiliki banyak manfaat, seperti menenangkan jiwa, menyembuhkan penyakit dan mengingat kematian. Zikir hukumnya sunnah, oleh karena itu tidak boleh bertentangan dengan yang wajib. Pemanfaatan sarana umum dalam interaksi sosial saat ini tidak bisa dihindari seperti ibadah di mushala pinggir jalan. SPBU. Mall, tempat rekreasi dan sebagainya. Semua pengunjung memiliki hak yang sama, oleh karena itu, zikir yang hukumnya sunnah tidak boleh mengalahkan antrian pengunjung yang akan shalat. Akibatnya, jika ada orang yang terlalu lama zikir sedangkan tempat shalatnya sempit, maka akan mengakibatkan orang lain kehilangan waktu. Solusi atas persoalan tersebut adalah menggantikan zikir auqat> ke zikir sirri. zikir, sosial Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 7, nomor . Maret, 2021 P-ISSN 2442-5907 Pendahuluan Secara etimologi, kata AzikirA diambil dari bahasa Arab dhikr (A )EEAyang memiliki arti mengingat, menyebut, dan mengenang. Adapun secara khusus, zikir mengandung dua pengertian. Pertama, zikir berarti mengingat atau menyebut nama Allah dengan melafalkan kalimat tayibah, yakni kalimat yang indah, atau ungkapan zikir tertentu. Kedua, zikir berarti merasakan kehadiran Allah di dalam sanubari Sedangkan Spencer Trimmingham dalam buku Kamus Ilmu Tasawuf, adalah ingatan atau suatu latihan spiritual yang bertujuan untuk menyatakan kehadiran Tuhan seraya membayangkan Zikir juga dapat dimaknai sebagai suatu metode yang dipergunakan untuk mencapai konsentrasi spiritual dengan menyebut nama Tuhan secara ritmis dan berulang-ulang. Dalam buku yang sama disebutkan bahwa Ibnu A. aillah, mendefinisikan zikir lebih luas lagi. Menurutnya zikir itu bukan hanya ucapan lisan, tetapi setiap perilaku dan tindakan untuk mengingat Allah juga dapat disebut zikir. Allah swt. berfirman dalam al-Quran surah al-A. za>b . ayat 41 yang artinya AuWahai orang-orang yang beriman! Berzikirlah kepada Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya. Ay Sedangkan di dalam al-QurAan surah al-Insa>n . ayat 25-26 dijelaskan bahwa Ae yang artinya Ae Audan sebutlah nama tuhanmu pada waktu pagi dan petang dan pada sebagian malam maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah pada bagian yang panjang di malam hariAy. Zikir tidaklah terbatas sebagai praktik religius, tetapi dapat dipahami lagi lebih spesifik pada tujuan untuk membangun kepribadian. Dengan berzikir, seseorang dapat menghantarkan pada pemantapan iman. Dengan berzikir, jiwa manusia akan terawasi oleh apa dan siapa yang selalu melihatnya. Ingat kepada Allah berarti lupa kepada yang lain, ingat yang lain berarti lupa kepada-Nya. 1Dewan Redaksi Ensiklopedia Tasawuf. Ensiklopedia Tasawuf (Bandung: Angkasa, 2. , 1537. 2Totok Jumantoro dan Samsul Munir. Kamus Ilmu Tasawuf (Jakarta:Amzah, 2. , 39. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 7, nomor . Maret, 2021 P-ISSN 2442-5907 Melupakan-Nya akan mempunyai dampak yang luas dalam kehidupan manusia. Dalam kehidupan modern saat ini, melupakan Allah akan berakibat pada degradasi Dalam keadaan seperti ini zikirlah solusinya karena dapat menumbuhkan iman dan memperbaiki akhlak. Dengan berzikir seseorang dapat mengetahui kebesaran Allah, baik melalui nama-nama maupun sifat-sifat-Nya. Kemudian, nama-nama dan sifat-Nya itu ditumbuhkan dalam diri secara aktif, karena sesungguhnya iman adalah keyakinan dalam hati, diucapkan dalam lisan dan direalisasikan dalam amal perbuatan. Berzikir dapat mendatangkan banyak kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah. Dalam buku Terapi Mensucikan Hati dijelaskan bahwa menurut Dhu> al-Nu>n al- Misri, orang-orang yang mengingat Allah . dengan setulus hatinya, ia akan melupakan segala sesuatu yang ada di sekelilingnya, dan Allah akan selalu menjaga semua urusannya. Jika ia kehilangan. Allah pasti menggantinya dengan sesuatu yang lain. keridaan-Nya, menghilangkan kebingungan, kebimbangan, menarik kebahagiaan, menguatkan hati dan badan, menjadikan wajah bersinar, memudahkan datangnya rezeki, dan dapat menghiasi pelakunya dengan kegagahan dan ketenangan. Manfaat Zikir Menurut Amin Syukur dan Fatimah Usman, dalam dunia modern seperti sekarang ini zikir memiliki manfaat yang besar. Manfaat itu antara lain adalah: 6 Pertama, memantapkan iman. Kemajuan yang telah dicapai oleh manusia, khususnya dalam bidang iptek telah membawa mereka mencapai berbagai kemudahan, namun di sisi lain menimbulkan berbagai dampak yang tidak sesuai 3Amin Syukur dan Fatimah Ustman. Insan Kamil. Paket Pelatihan Seni Menata Hati (SHM) Lembkota (Semarang: CV. Bima Sakti, 2. , 36. 4AAbd Al-AAziz Al-Darini. Terapi Menyucikan Hati:Kunci-Kunci Mendekatkan Diri Kepada Ilahi, terj. Ida Nursida dan Tiar Anwar Bachtiar (Bandung: Al-Bayan, 2. , 32. 5Cecep Alba. Tasawuf dan Tareqat (Bandung:PT Remaja Rosdakarya, 2. , 118. 6Amin Syukur dan Fatimah Ustman. Insan Kamil. Paket Pelatihan Seni Menata Hati (SHM) Lembkota, 65-67 Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 7, nomor . Maret, 2021 P-ISSN 2442-5907 dengan nilai-nilai kemanusiaan. Bersamaan dengan itu timbul sikap ingin serba cepat enak dan mudah yang menjadi ukuran dan pandangannya ialah bersifat Pada saat yang demikian, diperlukan suatu keseimbangan hidup ke arah yang lurus yakni zikir, sebab zikir berarti ingat kepada Allah. Dengan selalu berzikir seseorang tidak menjadikan materi sebagai ukuran dan pandangan hidupnya. Tetapi sebaliknya, dengan berzikir, seseorang akan mendapatkan keberuntungan. Di dalam surah surah JumAah . ayat 10 dijelaskan bahwa: EAEACAAECA AAoCaCsEa Ca aECsEAECUa Ca EOAAeAE AEaAC aEEAANEa ENEoECcAIa CeEaE aECsEaCAAIAeA AE EaCEa EaAsAACOEIeAu AACUEaE ENEOEOEO aEAEaAeA Apabila shalat telah ditunaikan, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. Menurut Ibnu Qayyim, hati diibaratkan seperti cermin. Apabila cermin tersebut dibiarkan dalam waktu yang lama, maka ia akan menjadi kotor dan cermin menjadi buram karena tertutup oleh kotoran atau debu yang menempel pada cermin tersebut. Kotornya cermin tersebut disebabkan oleh dua hal yaitu lalai dan Untuk membersihkannya dapat melakukan dua hal yaitu dengan istighfar dan Barangsiapa yang lalai dalam waktu yang berkepanjangan maka kotoran pada hati akan semakin bertambah dan menjadi karat. Jika hati telah berkarat maka yang terlihat oleh hati adalah gambar yang bukan semestinya. Dia akan melihat gambar batil menjadi gambar hak dan gambar hak menjadi batil. Semakin banyak karat maka akan semakin gelap hati dan tidak tahu mana yang hak dan mana yang batil. Orang yang sudah tidak ingat Allah atau tidak lagi berzikir dialah orang yang akan mendapatkan siksa dari Allah. Kedua, sebagai energi amal perbuatan. Kehidupan modern yang ditandai dengan kemerosotan moral, diakibatkan oleh berbagai rangsangan dari luar, khususnya melalui media massa. Pada saat seperti ini zikir dapat pula menjadi sumber energi amal perbuatan. Zikir yang demikian ini tidak hanya zikir secara 7Saifuddin Aman dan Abdul Qadir Isa. Tasawuf Revolusi Mental Zikir Mengolah Jiwa & Raga (Tangerang: Ruhama, 2. , 143. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 7, nomor . Maret, 2021 P-ISSN 2442-5907 substansial namun zikir fungsional. Zikir fungsional adalah mengetahui dan nama-nama sifat-sifat Allah mengekspresikannya dalam perilaku sehari-hari. Menurut Afif Anshori, salah satu manfaat zikir adalah dapat mengontrol Pengaruh yang ditimbulkan secara konstan akan mampu mengontrol perilaku seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang yang melupakan zikir atau lupa kepada Allah terkadang tanpa sadar dapat berbuat maksiat, namun kalau ingat kepada Allah kesadaran akan dirinya sebagai hamba Allah akan muncul 8 Hal ini juga didukung oleh penelitian yang ditulis oleh Khoirotus Silfiah dengan judul Hubungan antara Zikir dengan Kontrol Diri pada Musyrifah MaAohad Sunan Ampel Al Ali UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Tujuan dari penelitian tersebut adalah untuk mengetahui seberapa besar tingkat kontrol diri dengan zikir yang dilakukan oleh Musrifah. Musrifah adalah sebutan bagi para pengurus maAhad yang ada di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut adalah tingkat kontrol diri Musrifah berada pada tingkat kategori tinggi dan tingkat zikir berada pada kategori tinggi nilai signifikansi sebesar Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara zikir dengan kontrol diri pada Musyrifah MaAhad Sunan Ampel Al Ali UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Ketiga terhindar dari bahaya. Dalam kehidupan modern saat ini, seseorang tak bisa terlepas dari kemungkinan datangnya bahaya. Ingat kepada Allah, yang berarti konsentrasi terhadap ketentuan Allah adalah solusinya. Jika seseorang serius dalam melakukan sesuatu maka secara otomatis ia akan terhindar dari bahaya. Terjadinya musibah pada diri seseorang dikarenakan lengah terhadap hukum alam dan menyimpang dari sunnatullah. Keempat, untuk terapi jiwa. Dunia modern yang sarat dengan berbagai tantangan, memerlukan kiat-kiat khusus untuk mengeliminasi beberapa dampak Upaya itu tidak hanya bersifat eksternal, akan tetapi juga bersifat 8Afif Anshori. Zikr dan Kedamaian Jiwa (Yogyakarta:Pustaka Pelajar, 2. ,33. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 7, nomor . Maret, 2021 P-ISSN 2442-5907 internal, yakni penataan jiwa atau hati. Seseorang meperlukan pegangan yang kuat agar hidupnya terjamin dari bahaya modernisasi. Jaminan kuat itu tidak lain adalah menggantungkan diri kepada Sang Khalik. Allah swt. Salah satu cara yang dapat digunakan oleh seseorang adalah dengan berzikir. Menurut Najid Burhani, merindukan kehidupan yang tenang dan sehat baik jasmani maupun rohani. Kesehatan bukan hanya terkait dengan badan tetapi juga mental. Dulu, orang mengatakan bahwa mental yang sehat terletak di dalam badan yang sehat, maka sekarang terbukti sebaliknya yaitu kesehatan mental menentukan kesehatan badan. Menurut Kartini Kartono, mental yang tidak sehat disebabkan oleh berbagai kesulitan hidup. Sedangkan mental yang sehat akan selalu berusaha mendapatkan kebersihan jiwa. Kebersiahan jiwa yang dimakud di dalam hal ini adalah tidak terganggu oleh ketegangan, ketakutan dan konflik batin. Ketika membicarakan tentang kesehatan, maka penentunya adalah manusia itu sendiri. Jika seseorang tertular suatu penyakit, belum tentu ia akan menjadi sakit, karena masih tergantung pada beberapa hal. Salah satunya adalah daya tahan tubuh orang tersebut. Daya tahan tubuh yang tinggi baik jasmani maupun rohani dapat menghindarkan manusia dari berbagai macam penyakit. Penelitian yang dilakukan oleh Novelia Qurrotul Misbah dkk. menyimpulkan bahwa berzikir mampu menurunkan tingkat stres dan gula darah acak pada pasien diabetes melitus. Diabetes melitus merupakan salah satu penyebab stres pada penyakit kronis. Stres mempengaruhi kontrol glukosa darah. Zikir merupakan salah satu alternatif terapi yang dapat digunakan untuk menurunkan stres dan kadar gula darah. Tujuan dari penelitian tersebut adalah untuk menganalisa pengaruh amalan zikir terhadap stres dan gula darah acak pada pasien diabetes melitus. Kesimpulan penelitian tersebut adalah zikir dan doa mampu mengurangi stres dan kecemasan dengan cara membantu individu membentuk 9Kholil Lur Rohman. AuTerapi Penyakit Hati Menurut Ibnu Taimiyah Dalam Perspektif Bimbingan Konseling IslamAy Komunika . 3 No. , 195. 10Koes Irianto. Memahami Berbagai Penyakit: Penyebab. Gejala. Penularan. Pengobatan. Pemulihan, dan Pencegahan (Bandung: Alfabeta, 2. , 9. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 7, nomor . Maret, 2021 P-ISSN 2442-5907 persepsi yang lain selain ketakutan yaitu keyakinan bahwa stresor apapun dapat dihadapi dengan baik dengan bantuan Tuhan. Antara Zikir dan Interaksi Sosial Ibadah mah. ah seperti shalat berjamaah dan berzikir memang baik dan dianjurkan di dalam Islam. Namun aspek sosial juga tidak boleh dikesampingkan. Sebab, manusia yang satu dengan manusia yang lainnya pada hakikatnya memiliki hak yang sama dan memiliki kepentingan masing-masing. Jangan sampai semangat beribadah menyebabkan seseorang lalai bahwa dirinya adalah makhluk sosial yang harus berbagi dan bertoleransi antara satu dengan yang lain. Dalam khazanah keilmuan Islam, tidak sedikit cerita yang menjelaskan tentang orang-orang yang kuat dalam beribadah. Misalnya, seperti AAli bin Abi> T. >lib yang bersujud hingga berdebu Ae karena lamanya bersujud Ae sehingga ia di sebut dengan Abu> T. ra>b . eorang ayah yang berdeb. , seperti para tabiAin yang shalat malam hingga ratusan rakaat dan sebagainya. Itu semua adalah contoh orang-orang sufi klasik. Dalam pandangan orang sekarang, praktik sufi yang kasat mata lebih banyak dilakukan oleh mereka yang mengikuti tarekat. Ada tiga zikir yang dikenal dalam dunia sufi jika di tinjau dari segi tingkatannya, yaitu zikir a>m, auqa>t dan kha>s. Sedangkan jika ditinjau dari segi substansi, terbagi menjadi dua bagian, yaitu zikir lisa>n . enggerakkan mulut dan terdenga. sedangkan yang kedua adalah zikir sirri . amar: tidak menggerakkan bibi. Pertama, zikir a>m . ikir umu. Zikir Aoa>m adalah zikir umum, dalam arti orang yang melakukan zikir ini mereka tidak memiliki ikatan tarekat dengan ketentuan baiAoat . , tanpa ketentuan waktu dan tanpa hitungan. Zikir ini juga masuk ke dalam kategori zikir lisa>n. Kedua, zikir auqa>t. Zikir auqa>t adalah zikir yang dilakukan oleh kebanyakan pengikut tarekat. Misalnya pengikut tarekat Qadiriyah yang melakukan zikir la> ila>ha illa Alla>h seribu kali setiap hari dengan dibagi dua ratus kali setiap selesai shalat Zikir dalam dunia tarekat berbeda-beda. Seperti la> ilaha illa Alla>h oleh Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 7, nomor . Maret, 2021 P-ISSN 2442-5907 pengikut tarekat Qadiriyah dan Alla>h-Alla>h adalah zikir yang di lakukan oleh pengikut tarekat Naqsabandiyah. Ketiga, zikir kha>s. Zikir kha>s adalah zikir yang dilakukan oleh orang-orang Dalam level ini, seseorang bukan lagi membaca dengan lisan atau melakukan zikir pada jam-jam tertentu, tetapi zikir ini bersifat abadi dan tidak mengenal waktu mapun tempat. Maksudnya adalah di mana pun dan kapan pun, orang bisa mempraktikkan zikir ini. Sedangkan zikir ini masuk ke dalam kategori zikir sirri . Dalam konteks interaksi sosial, kiranya poin ketiga adalah yang sangat tepat untuk di praktikkan. Hal ini di dasarkan atas beberapa pertimbangan sebagai berikut: Pertama, dengan mobilitas yang semakin tinggi, orang-orang modern kiranya membutuhkan fleksibilitas praktik ibadah dalam ranah fa. , bukan ranah wajib seperti shalat lima waktu. Kedua, zikir dengan tidak dihitung menjadikan seseorang ikhlas dalam melakukannya, dan bisa jadi jumlah zikir yang dilakukan lebih banyak daripada zikir auqa>t. Ketiga, zikir ini memberi ruang kepada setiap orang untuk mempraktikkannya karena tidak akan mengganggu rutinitas sehari-hari, sebab jika ia melakukan zikir auqa>t banyak waktu yang di tinggalkan seperti halnya dimarahi oleh atasan, atau kerugian lainnya. Dengan beberapa pertimbangan tersebut kiranya seorang sufi di dunia modern bisa tetap eksis dengan kesufiannya dan tetap mampu menjalankan rutinitasnya sehari-hari. Praktik zikir seperti ini jika dilakukan oleh banyak orang akan membuat substansi sufi AmembumiA karena mampu diterapkan tanpa mengenal waktu dan tempat. Sebagai contoh, misalanya orang yang bepergian. Orang yang melakukan perjalanan tentu akan dipermudah dengan adanya zikir kha>s-sirri> seperti ini. Sebab, jika seseorang memiliki mobilitas tinggi yang menjadikan jalan raya adalah mata pencahariannya, maka zikir ini adalah solusi. Jika mengingat sebuah tema pelajaran, hafalan, dan juga pikiran lain saat di jalan, tentu hal ini akan membahayakan bagi orang yang berkendara, sebab konsentrasi mereka dapat terganggu dengan pemikiran tersebut. Lain halnya dengan zikir, sebab zikir tidak membutuhkan Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 7, nomor . Maret, 2021 P-ISSN 2442-5907 konsentrasi, karena sudah hafal Zikir tinggal di lafalkan saja, atau di batin saja, yang pada intinya adalah selalu mengingat Allah di manapun dan kapanpun. Sebuah contoh konkrit misalnya jika ada seseorang yang memiliki pekerjaan jarak jauh yang membutuhkan waktu dua atau tiga jam untuk sampai ke tempat kerja, maka hal apa yang paling baik dilakukan selama perjalanan tersebut, baca? Bisa jadi, tetapi hal ini hanya dapat dilakukan bagi orang yang naik kendaraan umum dan berposisi sebagai penumpang, itupun kalau mau. Jika ia sebagai sopir atau sebagai pengendara sepeda motor, tentu membaca tidak bisa di lakukan. Solusi terbaik untuk orang yang berada pada posisi ini adalah dengan berzikir. Jika ada dua jam untuk berangkat dan dua jam untuk pulang, maka dalam waktu sehari ia menghabiskan waktu empat jam di jalan. Andaikata dalam empat jam tersebut digunakan untuk berzikir, maka berapa banyak zikir dalam sehari? Belum lagi jika sudah di rumah mampu menambahkan dengan zikir auqa>t. Penerapan zikir ini akan memberikan implikasi bahwa konsep-konsep sufi dapat dilakukan oleh siapapun dan di manapun. Di jalan ada zikir, di Mall ada zikir, di terminal ada zikir dan disegala tempat dan waktu ada zikir. Dengan demikian akan tercipta sebuah iklim sufi secara merata yang dapat dipraktikkan oleh semua orang modern tanpa harus kehilangan pekerjaan atau memangkas rutinitas mereka sebagai orang modern dengan mobilitas tinggi. 11 Dalam sebuah hadis dijelaskan ASesungguhnya Allah mempunyai malaikat yang bertugas berjalan-jalan disepanjang jalan untuk mencari orang-orang yang ingat . kepada-Nya. A(HR. Bukhari Musli. Selain zikir, masalah shalat juga harus diperhatikan manakala seseorang sedang melakukan shalat jamaah di tempat umum. Dikatakan demikian karena salah satu tujuan dari shalat adalah supaya ingat Allah. Tempat umum yang dimaksud seperti di SPBU atau Mall misalnya, ia seyogyanya mempercepat shalatnya. Sebab 11 Abdur Rohman. Sufi Modern: Kombinasi dan Landingisasi Gagasan Sufi (Yogyakarta: Divo Nusantara, 2. , 12 AAbd al-MunAi>m al-Ha>shimi. Akhlak Rasul Menurut Bukhari dan Muslim, terj. AAbd al-H. yy al-Katta>ni (Jakarta: Gema Insani Press, 2. , 190. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 7, nomor . Maret, 2021 P-ISSN 2442-5907 tidak sedikit orang yang menjadi makmum memiliki urusan penting atau terburuburu. Jika si imam terlalu lamban, maka bisa jadi konsentrasi si makmum untuk shalat akan berubah. Ada sebuah riwayat yang menyatakan bahwa: AaE acC aEaEOA ca AO aE eI aCaEO aEE Aa aEON AaEaEeaE aC aC aEEaEA ca Aua OacI aE aC aCO a AEAEaEa aCa aCA AAEaEa aEEaENOaEaE aE eI aCA AEA OA Aa AaE aEaEaaE ac aC aA aEA 13 a AaCOA ASesungguhnya ketika aku sedang shalat, aku ingin berlama-lama, namun saya mendengar anak kecil yang sedang menangis sehingga aku percepat shalatku, karena aku khawatir ibunya merasa kerepotan. Selain riwayat di atas ada pula riwayat lain yang menyatakan bahwa ada salah seorang sahabat yang setiap kali jamaah subuh terlambat. Setelah diperoleh keterangan mengenai penyebabnya ia terlambat dalam berjamaah, ia berkata bahwa Ashalat imamnya terlalu lama. A Rasulullah pun marah dan bersabda ASungguh di antara kalian ada seseorang yang membuat orang lain tidak senang. Siapapun diantara kamu sekalian yang memimpin shalat berjamaah hendaknya meringankan shalatnya . angan terlalu lam. karena diantara jamaah ada orang yang lemah, orang tua dan orang-orang yang mempunyai A14 Fleksibilitas zikir dalam ranah sosial harus diutamakan dibandingkan dengan egoistas untuk beribadah sendiri. Dikatakan demikian karena hukum zikir adalah sunnah. Kesunnahan zikir tersebut tidak boleh bertentangan dengan hak orang lain atau kewajiban orang lain. Shalat hukumnya wajib, oleh karena itu jika seseorang berzikir di tempat umum seperti Mall. SPBU, rumah sakit atau fasilitas umum lainnya, ia harus menggantikan zikir auqa>t-nya dengan zikir sirri supaya orang lain bisa menggunakan fasilitas umum tersebut tanpa kehilangan waktu shalat. { }> } 13 Mu. ammad bin Isma>Ai>l bin Ibra>hi>m bin al-Mughi>rah al-Bukha>ri, al-JamiAo al-Sahih (Kairo: Da>r al-ShuAab, 1. , vol. 1, 181. 14 AAbd al-MunAi>m al-Ha>shimi. Akhlak Rasul Menurut Bukhari dan Muslim, terj. AAbd al-H. yy al-Katta>ni (Jakarta: Gema Insani Press, 2. , 373. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 7, nomor . Maret, 2021 P-ISSN 2442-5907 Kesimpulan Manfaat zikir cukup banyak, sebagian darinya adalah untuk terapi jiwa, menambah ketaatan kepada Allah dan menjadi penyebab keberuntungan. Hukum zikir adalah sunnah, oleh karena itu tidak boleh bertentangan dengan yang wajib atau bertentangan dengan hakhak orang lain. Memperhatikan kewajiban orang lain dalam hal ketepatan waktu shalat harus diutamakan daripada ego pribadi untuk berzikir lama di tempat umum. Mempersingkat shalat dan zikir saat di tempat umum juga sangat dibuthkan mengingat di luar sana, masih banyak orang yang antri untuk menggunakan tempat tersebut. Di antara mereka bisa jadi ada orang yang tergesa-gesa atau memiliki kepentingan darurat yang menuntut untuk segera diselesaikan. Dengan adanya orang yang terlalu lama berzikir di tempat umum, maka kepentingan orang lain akan terganggu dan hal itu bisa menyebabkan dosa orang yang berzikir di tempat tersebut. Opsi terbaik saat berinteraksi sosial adalah menerapkan zikir sirri. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf. Volume 7, nomor . Maret, 2021 P-ISSN 2442-5907 DAFTAR PUSTAKA