Jurnal Kebidanan. Vol. XVi. No. Juni 2026 111-118 ISSN : 2085-6512 (Prin. ISSN : 2301-7023 (Onlin. Jurnal Kebidanan XVi . 111-118 Jurnal Kebidanan http : //w. PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN DI LAPAS PEREMPUAN YOGYAKARTA Puji Wulandari. Era Revika. Anugerah Destia. Widy Nurwiandani. , . , . , . Prodi Kebidanan & Pendidikan Profesi Bidan. Sekolah Tingi Ilmu Kesehatan Akbidyo E-mail: pujiwulandari@80gmail. com, revika13@gmail. com, anugerahdestia. ad@gmail. bidanwidy@gmail. ABSTRAK Latar belakang: Infeksi menular seksual (IMS) tetap menjadi persoalan kesehatan global dengan lebih dari 500 juta kasus baru setiap tahunnya. Di Indonesia, prevalensi IMS seperti HIV, sifilis, dan gonore masih tinggi, termasuk di lembaga pemasyarakatan. Narapidana merupakan kelompok berisiko tinggi karena keterbatasan informasi, stigma, serta perilaku berisiko. Studi pendahuluan di Lapas Perempuan Yogyakarta menunjukkan rendahnya pengetahuan warga binaan mengenai IMS. Intervensi edukatif seperti penggunaan booklet terbukti berhasil meningkatkan pemahaman dan sadar terhadap pencegahan IMS. Peran bidan sangat penting dalam memberikan edukasi serta pemberdayaan kesehatan reproduksi, khususnya pada kelompok rentan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak pemberian edukasi kesehatan melalui booklet terhadap tingkat pengetahuan dan sikap warga binaan pemasyarakatan mengenai IMS di Lapas Perempuan Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan quasi experimental pre and posttest with control Sampel berjumlah 94 warga binaan, terdiri atas 47 orang kelompok eksperimen dan 47 orang kelompok kontrol, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Hasil: Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Uji beda man Whitney. Hasil menandakan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap yang signifikan pada kelompok yang menerima perlakuan setelah intervensi . =0,. , sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat perubahan bermakna terhadap sikap . =0,. Kesimpulan: Edukasi menggunakan booklet terbukti lebih berhasil dibandingkan leaflet dalam membuat pengetahuan meningkat dan sikap warga binaan terkait infeksi menular seksual. Kata kunci: Edukasi. Infeksi Menular Seksual (IMS). Booklet. Pengetahuan. Sikap KNOWLEDGE AND ATTITUDES TOWARD SEXUALLY TRANSMITTED INFECTIONS AMONG FEMALE CORRECTIONAL INMATES AT LAPAS PEREMPUAN YOGYAKARTA ABSTRACT Background: Sexually transmitted infections (STI. remain a global public health issue, with over 500 million new cases reported annually. In Indonesia, the prevalence of STIs such as HIV, syphilis, and gonorrhea remains high, including within correctional facilities. Inmates represent a high-risk group due to limited access to information, social stigma, and risky behaviors. Objectif : A preliminary study at Yogyakarta WomenAos Prison revealed low levels of STI-related knowledge among inmates. Educational interventions, such as the use of booklets, have been proven effective in improving understanding and awareness of STI prevention. Midwives play a crucial role in delivering education and promoting reproductive health, especially among vulnerable Methods: This study aimed to examine the effect of health education using booklets on the knowledge and attitudes of female inmates regarding STIs at Yogyakarta WomenAos Prison. A quasi-experimental design with pre- and post-test and a control group was employed. A total of 94 inmates participated, comprising 47 individuals in the intervention group and 47 in the control group, selected through purposive sampling. Data were collected using validated and reliable Results: Data were analyzed using the Wilcoxon test and Mann-Whitney test. The results showed a significant improvement in knowledge and attitudes among the intervention group after the educational session . = 0. , whereas no significant change in attitude was observed in the control group . = 0. Conclusion: Education using booklets was more effective than leaflets in enhancing inmatesAo knowledge and attitudes regarding sexually transmitted infections. Keywords: Education. Sexually Transmitted Infections (STI. Booklet. Knowledge. Attitudes Submit : 22/06/2026 Review : 23/06/2026 Accepted: 03/07/2026 Publish : 03/07/2026 Jurnal Kebidanan. Vol. XVi. No. Juni 2026 100-110 ISSN : 2085-6512 (Prin. ISSN : 2301-7023 (Onlin. PENDAHULUAN Infeksi menular seksual (IMS) merupakan isu kesehatan global yang pengobatan yang tepat. IMS berpotensi Menurut Organisasi Kesehatan Dunia menimbulkan komplikasi serius seperti (WHO). IMS terutama ditransmisikan infertilitas bahkan kematian. Penularan lewat hubungan seksual vagina, anus. IMS disebabkan oleh melalui kontak seksual, yaitu hubungan berbagai patogen termasuk bakteri, virus, seksual vagina, oral, dan anal. Tingginya kejadian infeksi menular seksual (IMS) Trichomonas vaginalis. Pada perempuan, dipengaruhi oleh sejumlah faktor risiko, antara lain memiliki lebih dari satu oral, dan IMS Tanpa laki-laki meliputi gonore, sifilis, herpes genital, dan kondiloma akuminata. Keberadaan pernikahan yang jelas, hubungan seksual IMS, terutama yang mencetuskan ulkus dengan pekerja seks komersial, orientasi pelindung/kondom, penularan HIV sebesar sekitar 5-10 kali lipat (WHO, 2. seksual terakhir, serta riwayat IMS Menurut WHO, terdapat sekitar Selain itu, keterbatasan 500 juta kasus IMS baru setiap tahun akses terhadap informasi dan layanan (WHO. Indonesia HIV/AIDS 707 kasus dan kasus infeksi Kelompok warga binaan pemasyarakatan 299 orang pada tahun 2023 (WBP) (Kementerian Kesehatan RI. Khusus di Daerah Istimewa Yogyakarta, (IMS) Komunitas penghuni penjara, yang Faktor penyebab timbulnya infeksi terhadap IMS (Arisandy, 2. ditemukan 635 kasus baru HIV/AIDS (Dinas Kesehatan DIY, 2. Lembaga Pemasyarakatan (Lapa. dan Rumah Tahanan (Ruta. , termasuk kelompok yang sangat rentan terhadap penularan HIV/AIDS. Lapas dan Rutan menjadi transmisi penyakit. IMS disebabkan oleh lingkungan berisiko tinggi penyebaran HIV akibat adanya praktik perilaku bakteri, virus, parasit, dan jamur yang berisiko di dalamnya. Karena banyak Jurnal Kebidanan. Vol. XVi. No. Juni 2026 111-118 ISSN : 2085-6512 (Prin. ISSN : 2301-7023 (Onlin. yang tidak mendapatkan pendidikan atau pesan kesehatan karena materi yang pencegahan IMS dan HIV/AIDS (Anita selain itu desain yang menarik et al, 2. Kurangnya kebutuhan audiens meningkatkan daya memadai tentang IMS dapat mengarah serap informasi. Dengan kemampuan pada perilaku berisiko tinggi, seperti menyajikan teks dan ilustrasi, booklet hubungan seksual tanpa pengaman, yang dan leaflet merupakan pilihan praktis dan efektif untuk kegiatan promosi kesehatan penularan penyakit ini (Qudratullah. Selain di lapas (Andaresta A, 2. Studi Lapas ketidaktahuan seringkali memperburuk Perempuan Yogyakarta yang dilakukan masalah kesehatan di dalam lembaga pada Januari 2025 menunjukkan hanya 3 pemasyarakatan, tempat dimana interaksi dari 10 Warga Binaan Pemasyarakatan sosial sering terbatas dan pengawasan (WBP) yang mengetahui tanda, gejala, kesehatan seksual tidak selalu optimal penyebab, dan cara pencegahan IMS, (Nasution. Insani. And Natali, dengan temuan perilaku seksual berisiko Rendahnya tingkat pengetahuan WBP. Tujuan menganalisis dampak pemberian edukasi dan sikap yang kurang tepat terhadap pengetahuan dan sikap WBP tentang (IMS) IMS di Lapas Perempuan Yogyakarta. pemasyarakatan yang kerap mengalami METODE stigma dan minim edukasi. Oleh karena Penelitian itu, promosi kesehatan menggunakan Lembaga media cetak seperti leaflet dan booklet Yogyakarta pada periode FebruariAeMei menjadi penting untuk meningkatkan Jenis penelitian yang digunakan Pemasyarakatan Perempuan pencegahan IMS. Pendidikan kesehatan dengan desain penelitian pre and post reproduksi melalui kegiatan tersebut test with control group design. Sampel bertujuan memperkuat pengetahuan dan perilaku pencegahan. Berbagai studi Pemasyarakatan menunjukkan bahwa booklet dan leaflet purposive sampling, terdiri dari 47 Warga Binaan Jurnal Kebidanan. Vol. XVi. No. Juni 2026 111-118 ISSN : 2085-6512 (Prin. ISSN : 2301-7023 (Onlin. dan 47 peserta pada kelompok pendidikan responden dalam penelitian kontrol . Alat yang digunakan pengetahuan ibu tentang infeksi menular sedang. ,3%). Hal ini sejalan dengan seksual sebanyak 10 item pernyataan, data sebagian besar tingkat pengetahuan dengan hasil validitas nilai r tabel berada pada kategori yang tergolong . Nilai cronbach alpha hitung cukup baik. Kejadian ini dapat terjadi 0,744 (>0,. Variabel sikap ibu tentang karena usia reproduksi sehat merupakan infeksi menular seksual sebanyak 10 fase dimana individu umumnya aktif secara seksual dan rentan terhadap risiko nilai r tabel . Nilai cronbach IMS alpha hitung 0,759. Data dikumpulkan Rahmawati, 2. (Winarto. Analisis Dewi, dilakukan dengan waktu 7 hari setelah peningkatan signifikan dalam tingkat pengetahuan dan sikap pada kelompok penelitian ini adalah analisis univariat eksperimen setelah memperoleh edukasi dengan booklet. Metode Sebelum menggunakan uji Wilcoxon dan uji beda . Man Whitney software SPSS. positif 37 . 7%). Setelah diberikan HASIL DAN PEMBAHASAN edukasi menggunakan booklet terdapat Tabel 1. Sebaran Responden Menurut Karakteristiknya peningkatan tingkat pengetahuan baik Kategori Usia Reproduksi tidak sehat (<20/35 t. Reproduksi sehat . -35 t. Total sikap positif 46 responden . 9%). Pendidikan Rendah Sedang Tinggi Total Berdasarkan Pada . ,1%) responden . Setelah edukasi menggunakan leaflet terdapat . menunjukkan bahwa usia dan tingkat menjadi 28 responden . 6%) dan . ,2%) Jurnal Kebidanan. Vol. XVi. No. Juni 2026 111-118 ISSN : 2085-6512 (Prin. ISSN : 2301-7023 (Onlin. Tabel 2. Distribusi Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Sebelum Dan Setelah Diberikan Booklet Pretest Posttest Kelompok Perlakuan Pengetahuan Baik Cukup Kurang Jumlah Positif Negatif Jumlah Sikap Kelompok Kontrol Pengetahuan Baik Cukup Kurang Jumlah Positif Negatif Jumlah Berdasarkan Sikap Berdasarkan menunjukkan bahwa pada kelompok sebanyak 21 . ,7%), post test paling banyak baik sebanyak 28 . ,6%). Sedangkan . ,7%), kelompok kontrol variabel pengetahuan sebanyak 24 . ,1%), post test paling banyak baik sebanyak 25 . ,2%). Sedangkan sikap pada pre test paling posttest positif 46 . ,9%). Jurnal Kebidanan. Vol. XVi. No. Juni 2026 111-118 ISSN : 2085-6512 (Prin. ISSN : 2301-7023 (Onlin. banyak positif 37 . ,7%), posttest positif 43 . ,5%). Tabel 3 Rerata Peningkatan Pengetahuan Dan Sikap Pada Kelompok Eksperimen Dan Kelompok Kontrol (Uji Wilcoxo. Variabel Minimum Maximum P- Value Pengetahuan Perlakuan Pretest 0,000 Posttest Kontrol (Leafle. Pretest 0,000 Posttest Sikap Perlakuan Pretest 0,002 Posttest Kontrol Pretest Posttest Sumber: Olah data SPSS 2026 0,016 Tabel 4. Uji Perbedaan Antara Kelompok Eksperimen Dan Kontrol (Uji Man Whitne. Variabel Kelompok Mean Rank P-value Pengetahuan Sikap Eksperimen 40,46 Kontrol 27,54 Eksperimen 35,56 Kontrol 20,58 Berdasarkan hasil penelitian uji Wilcoxon Terdapat 0,000 0,003 baik dapat menyediakan informasi yang tingkat pengetahuan dan sikap pada konsekuensi dari perilaku tertentu dan kelompok perlakuan serta kelompok memotivasi mereka untuk mengadopsi kontrol sebelum dan setelah intervensi perilaku sehat (Mello. & Gyes, 2. Kelompok eksperimen yang Media edukasi booklet merupakan media informatif ringkas, untuk menyampaikan mengalami peningkatan skorpengetahuan dan sikap secara signifikan, sedangkan konsekuensinya (Syukur. Anwar. kelompok kontrol yang menggunakan & Hasanah, 2. leaflet tidak menunjukkan perubahan Hal bahwa booklet yang dirancang dengan IMS Hasil ini sejalan dengan penelitian Jurnal Kebidanan. Vol. XVi. No. Juni 2026 111-118 ISSN : 2085-6512 (Prin. ISSN : 2301-7023 (Onlin. meningkatkan pemahaman dan sikap Disimpulkan perempuan hamil mengenai pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak (PPI) (Nikmah, 2. kelompok kontrol . Penelitian Oktianti. & Siswati, . Keterlibatan pemahaman remaja mengenai HIV/AIDS booklet karena peran dan keterampilan setelah menerima edukasi menggunakan komunikasi dalam memastikan pesan Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan tersampaikan dengan baik. booklet adalah media yang baik untuk WBP membutuhkan media informasi meningkatkan pemahaman IMS pada cetak yang praktis dan mudah digunakan kelompok rentan seperti narapidana. mengingat keterbatasan akses informasi. Booklet sebagai media edukasi memiliki Booklet dapat menjadi alternatif yang baik untuk program pencegahan IMS di informasi secara sistematis, ringkas, dan mudah dipahami, terutama bagi ibu Hal ini diperkuat oleh teori Cognitive Load Sweller. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa menjelaskan bahwa media cetak seperti booklet membantu mengurangi beban bagian-bagian dibandingkan leaflet. Peningkatan sikap positif juga terlihat lebih signifikan pada memudahkan proses belajar dan retensi informasi (Sweller. Ayres. And signifikansi pengetahuan . = 0,. dan Kalyuga, 2. = 0,. , yang membuktikan bahwa media booklet efektif dalam whitney variabel pengetahuan bahwa meningkatkan pengetahuan dan sikap hasil nilai mean rank eksperimen 40,46 positif terkait pencegahan IMS. Media booklet dapat dijadikan sebagai alternatif Sedangkan program edukasi kesehatan di lapas, variabel sikap kelompok eksperimen nilai terutama untuk kelompok yang rentan mean rank 35,56 dan kelompok kontrol Berdasararkan p-value 20,58 27,54 0,000. p-value 0,003. Jurnal Kebidanan. Vol. XVi. No. Juni 2026 111-118 ISSN : 2085-6512 (Prin. ISSN : 2301-7023 (Onlin. Disarankan terutama bidan, menggunakan booklet sebagai alat edukasi untuk mencegah IMS di lingkungan Untuk dilakukan penelitian lanjutan dengan periode yang lebih panjang dan cakupan sampel yang lebih luas. DAFTAR PUSTAKA