PENDEKATAN NATURE BASED LEARNING DALAM MELATIH SIKAP KEMANDIRIAN SISWA DI SMP ALAM INSAN MULIA LUBUKLINGGAU Muhammad Gunawan B. Khozin. Rahmad Hakim Universitas Muhammadiyah Malang Email: gunawan. budiono@ymail. ABSTRACT This study aims to describe the use of the Nature Based Learning (NBL) Approach in training studentsAo independence attitudes at Insan Mulia Nature Junior High School Lubuklinggau. This study uses a qualitative approach with a case study research type. The data analysis used is the Miles. Huberman and Saldana analysis model with steps, data collection, data condensation, data display and data conclusion. The results of this study indicate that the use of the NBL approach at Insan Mulia Nature Junior High School Lubuklinggau by using the surrounding nature as a learning medium and several relevant methods both in intra curricular, cocurricular and extracurricular learning activities is able to foster an attitude of independence in students, especially in terms of independence in worship and independence in learning. Keywords: Independence Attitude. Nature Based Learning. Students ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan Pendekatan Nature Based Learning (NBL) dalam melatih sikap kemandirian siswa di SMP Alam Insan Mulia Lubuklinggau. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitiannya adalah studi kasus. Data analisis yang dipakai adalah model analisa Miles Huberman dan Saldana dengan langkah-langkah, data collection, data Muhammad Gunawan B. Khozin. Rahmad Hakim condensation, data display dan data conclusions. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan NBL di SMP Alam Insan Mulia Lubuklinggau dengan menggunakan alam sekitar sebagai media pembelajaran dan beberapa metode yang relevan baik dalam kegiatan pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler maupun ekstrakurikuler mampu menumbuhkan sikap kemandirian pada siswa terutama dalam hal kemandirian beribadah dan kemandirian belajar. Kata Kunci: Nature Based Learning. Siswa. Sikap Kemandirian PENDAHULUAN Pendekatan pembelajaran merupakan upaya yang diterapkan dalam kurikulum, namun pendekatan pembelajaran adalah cara yang masih bersifat umum,1 meskipun demikian, menerapkan pendekatan pembelajaran tertentu akan lebih mudah dalam memilih metode yang sesuai untuk dipakai dalam kegiatan pembelajaran. Nature Based Learning (NBL), merupakan pendekatan pembelajaran yang dipakai untuk menyampaikan pengetahuan dalam kegiatan pembelajaran dengan cara menstimulasi Indera anak agar dapat menggali lebih dalam, menafsirkan dan mendapatkan temuan yang berhubungan dengan materi pelajaran melalui kegiatan belajar mengajar dalam lingkungan alam sekitar. Dengan pendekatan ini siswa dapat melihat dan merasakan langsung hal-hal yang dipelajari dalam bentuk yang nyata. Di antara sikap yang dilatih pada diri siswa dengan menggunakan pendekatan NBL adalah sikap kemandirian, yang merupakan salah satu tujuan pendidikan yang disebutkan dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003, di mana kemandirian adalah kemampuan siswa untuk menyelesaikan persoalan dan memenuhi semua kebutuhan hidupnya tanpa bersandar kepada pertolongan orang lain4. Sikap kemandirian juga merupakan salah Fauza Djalal. AuOptimalisasi Pembelajaran Melalui Pendekatan . Strategi . Dan Model Pembelajaran,Ay Sabilarrasyad II . : 31Ae52. Adolf Bastian and Reswita. Model Dan Pendekatan Pembelajaran, ed. Sri Wahyuni, 1st ed. (Indramayu: Adab, 2. Nur Endah S. Muhammad Munif Syamsuddin, and Nurul Kusuma Dewi. AuPenerapan NatureBased Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengklasifikasi Pada Anak Usia 4-5 TahunAy 8, no. : 356Ae68. Izzat Amini and Siti Jamilah. AuPeran Guru PAI Dalam Mengembangkan Sikap Kemandirian Siswa (Studi Kasus Di Marhalah Tsanawiyah TMI Putri Al-Amien Prendua. ,Ay Pedagogika: An-Nuha Vol. No. 1 Juli 2025 PENDEKATAN NATURE BASED LEARNING DALAM MELATIH SIKAP . satu materi dan karakter yang dikembangkan dalam mata pelajaran Agama Islam tingkat SMP. SMP Alam Insan Mulia Lubuklinggau yang merupakan satu-satunya Sekolah Alam yang ada di kota Lubuklinggau dan merupakan anggota Jaringan Sekolah Alam Nusantara (JSAN), menggunakan NBL untuk melatih sikap kemandirian siswa. Pendekatan ini selaras dengan konsep sekolah alam yang menjadikan alam sekitar sebagai sumber dan media belajar dimana siswa dalam proses pembelajaran langsung berinteraksi dengan lingkungan alam sehingga siswa tidak hanya mendapatkan pelajaran dari dalam kelas di ruangan yang tertutup sebagaimana sekolah konvensional. Saepudin dan Kulsum dalam penelitiannya menyebutkan bahwa diantara hasil akhir yang diharapkan dihasilkan dari kegiatan pembelajaran di program SD Sekolah Alam Bogor adalah, siswa mampu kreatif, disiplin dan mandiri. 7 Yunansah mengemukakan dalam penelitiannya bahwa Sekolah Alam Bandung melalui Latihan Kepemimpinan . dengan metode outbond dan wirausaha melatih rasa percaya diri, berdisiplin dan membentuk kemandirian. Rahmi et al. dalam penelitiannya mengemukakan bahwa di antara karakter yang terbentuk melalui metode belajar bersama alam di antaranya adalah karakter mandiri dimana anak diajarkan untuk menemukan pengetahuan sendiri melalui pengamatan terhadap lingkungan secara langsung. Adapun Kristina et al. , dari hasil penelitiannya menyimpulkan bahwa dengan memadukan kurikulum K13. Kurikulum Akhlak Islamika. Kurikulum Logika Sains. Kurikulum Leadership, dan Kurikulum Entrepreneurship yang dalam pelaksanaannya diturunkan ke dalam variasi metode pembelajaran melalui proses pembelajaran yang dilakukan dapat menumbuhkan karakter religius dan mandiri. Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan 3, no. 1 (June 11, 2. : 8Ae15, doi:10. 57251/ped. influenced by various factors including inherent traits, environment, parenting style, birth order, and economic circumstances. The role of Islamic Religious Education (PAI Rudi Ahmad Suryadi and Sumiyati. Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti, ed. Asep Andi Rahman (Jakarta: Kemendikbud. Riset dan Teknologi, 2. Budi Santoso. AuKonsep Pembelajaran Berbasis Alam Perspektif Al-Quryn,Ay Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam 1, no. : 1Ae355, doi:https://doi. org/10. 59059/al-tarbiyah. Didin Saepudin and Robiah Ummi Kulsum. AuSekolah Alam Bogor (SAB): Strategi Menginternalisasi Nilai-Nilai Akhlak Melalui Pembelajaran Tematik,Ay Jurnal Indo-Islamika 9, 1 . : 25Ae66, doi:10. 15408/idi. West Java Marilin Kristina. Ruly Nadian Sari, and Dwi Puastuti. AuImplementasi Kurikulum Sekolah Vol. No. 1 Juli 2025 An-Nuha Muhammad Gunawan B. Khozin. Rahmad Hakim Dari penelitian-penelitian yang telah disebutkan, dapat disimpulkan bahwa pada beberapa penelitian tersebut mempunyai kesamaan tema yakni sekolah alam kemandirian siswa dan metode pembelajaran, akan tetapi tidak ada yang membahas tentang pendekatan NBL untuk digunakan dalam melatih sikap kemandirian siswa. Oleh karena itu peneliti tertarik melakukan penelitian tentang Pendekatan NBL dalam melatih sikap kemandirian siswa, dengan demikian ada perbedaan antara penelitian yang dilakukan oleh peneliti dengan beberapa penelitian yang telah disebutkan, sehingga diharapkan hasil penelitian ini nantinya bisa menjadi rujukan dan kajian bagi lembaga pendidikan lain yang ingin menggunakan pendekatan NBL ini. Dari pemaparan di atas, maka peneliti memberikan judul penelitian ini AuPendekatan Nature Based Learning (NBL) Dalam Melatih Sikap Kemandirian Siswa di SMP Alam Insan Mulia LubuklinggauAy, karena Sekolah Alam adalah model sekolah yang unik dan baru satu-satunya di kota Lubuklinggau, sedangkan kemandirian merupakan satu sikap utama yang sangat perlu untuk dilatih dan dikembangkan pada diri peserta didik sejak Dari pembahasan tersebut, maka pertanyaan yang harus dijawab pada penelitian ini adalah: Bagaimana Pendekatan NBL dalam melatih sikap kemandirian siswa di SMP Alam Insan Mulia Lubuklinggau?, dan tujuan penelitian ini adalah, untuk mendeskripsikan Pendekatan NBL dalam melatih sikap kemandirian siswa di SMP Alam Insan Mulia Lubuklinggau. METODE PENELITIAN Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, karena peneliti akan meneliti kondisi objek penelitian dan untuk memahami fenomena apa yang dialami oleh subjek penelitian. 9 Jenis penelitian yang dipilih dalam penelitian ini adalah studi kasus, karena peneliti akan menggali lebih dalam terhadap peristiwa-peristiwa, kegiatankegiatan, proses atau program yang ada dalam Pendekatan NBL yang Alam Dalam Pembentukan Pendidikan Karakter Peserta Didik Di Sekolah Alam Al Karim Lampung,Ay Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan 5, no. : 347, doi:10. 24252/idaarah. Sapto Haryoko. Bahartiar, and Fajar Arwadi. Analisis Data Penelitian Kualitatif (Konsep. Teknik & Prosedur Analisi. I (Makassar: Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar, 2. An-Nuha Vol. No. 1 Juli 2025 PENDEKATAN NATURE BASED LEARNING DALAM MELATIH SIKAP . digunakan dalam melatih sikap kemandirian siswa di SMP Alam Insan Mulia Lubuklinggau. Informan Penelitian Yang menjadi informan dalam penelitian ini yang pertama Kepala sekolah, peneliti melakukan wawancara terstruktur untuk mendapatkan data tentang konsep sekolah alam. Pendekatan NBL dan alasan pemilihan pendekatan tersebut dalam kaitannya dengan kemandirian siswa. Kedua adalah Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, untuk mendapatkan informasi tentang bagaimana konsep Pendekatan NBL yang dipahami dan implementasinya untuk melatih kemandirian siswa di SMP Islam Insan Mulia Lubuklinggau. Ketiga adalah pembina Tahfidz kelas IX, untuk mengetahui kegiatan pembelajaran apa saja dan bagaimana implementasinya untuk melatih kemandirian siswa di SMP Islam Insan Mulia Lubuklinggau dan bagaimana dampaknya pada sikap kemandirian siswa, karena pembina tahfidz hadir setiap hari. Keempat adalah guru PAI, untuk mengetahui konsep Pendekatan NBL yang dipahami oleh guru PAI untuk mengkonfirmasi data dari informan sebelumnya dan bagaimana implementasinya pada materi PAI yang berkaitan dengan kemandirian siswa. Keenam Siswa kelas IX, untuk mengetahui kegiatan pembelajaran seperti apa yang mereka ikuti di sekolah Alam Insan Mulia Lubuklinggau dan sikap kemandirian seperti apa yang sudah berkembang dalam diri siswa melalui Pendekatan NBL yang Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan di SMP Islam Insan Mulia Lubuklinggau, yang beralamat di Jl. Jambi KM 11 RT. 02 kel. Belalau I. Kec. Lubuklinggau Utara I. Kota Lubuk Linggau Provinsi Sumatera Selatan. Teknik Pengumpulan Data Penelitian Karena penelitian ini adalah jenis studi kasus maka untuk memperoleh informasi yang komprehensif, digunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi11 dalam rangka mengumpulkan data-data penelitian yang Fitria Widiyani Roosinda et al. Metode Penelitian Kualitatif, ed. Dian Utami Sutikno. Ratnadewi, and Ismi Aziz. I (Yogyakarta: ZAHIR PUBLISHING, 2. Dimas Assyakurrohim et al. AuMetode Studi Kasus Dalam Penelitian Kualitatif,Ay Jurnal Vol. No. 1 Juli 2025 An-Nuha Muhammad Gunawan B. Khozin. Rahmad Hakim Teknik observasi non partisan digunakan dalam penelitian ini karena peneliti tidak terlibat dalam kegiatan yang diobservasi dan hanya akan melakukan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap situasi dan kondisi lokasi belajar siswa dan kegiatan pembelajaran di lokasi penelitian. Teknik wawancara menggunakan teknik wawancara terstruktur dengan mengajukan sejumlah pertanyaan baik terbuka maupun tertutup kepada informan penelitian untuk dijawab secara lisan maupun tulisan termasuk untuk menggali lebih dalam hasil observasi yang telah dilakukan. Teknik dokumentasi dipakai untuk mengumpulkan informasi tertulis berupa dokumen-dokumen administrasi pembelajaran, dan dokumen pendukung lainnya baik berupa gambar maupun audio visual yang berhubungan dengan masalah penelitian. Uji Keabsahan Data Data dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi, diuji keabsahan dan kredibilitasnya memakai metode Triangulasi Sumber untuk memaksimalkan kekuatan teoritis, metodologis, maupun interpretatif dari penelitian dengan melakukan perbandingan data melalui berbagai sumber, dan metode Member Check yakni dengan melakukan konfirmasi langsung atas data penelitian hasil kondensasi yang telah disimpulkan kepada sumber datanya agar informasi yang telah dikumpulkan dalam laporan penelitian memiliki kesesuaian dengan apa yang dimaksudkan oleh sumber data atau Teknik Analisis Data Penelitian Penelitian ini menggunakan tiga langkah analisis data Model Miles. Huberman and Saldana yaitu pengumpulan data, kondensasi data dan penyajian data. Pengumpulan Data Semua data yang dikumpulkan dari hasil wawancara, observasi dan Pendidikan Sains Dan Komputer 3, no. 01 (December 21, 2. : 1Ae9, doi:10. 47709/jpsk. Feny Rita Fiantika et al. Metodoligi Penelitian Kualitatif. , ed. Yuniarti Novita, 1st ed. (Padang: PT. Global Eksekutif Teknologi, 2. , w. Ibid. An-Nuha Vol. No. 1 Juli 2025 PENDEKATAN NATURE BASED LEARNING DALAM MELATIH SIKAP . dokumentasi dikumpulkan sesuai dengan jenis dan sumber datanya. Kondensasi data Pada tahap awal peneliti meringkas data kontak langsung dengan orang, kejadian dan situasi di lokasi penelitian, kedua melakukan pengkodean dengan menggunakan simbol atau ringkasan dengan sistem yang integratif, ketiga membuat catatan objektif dengan mengklasifikasi dan menyesuaikan jawaban atau keadaan sebagaimana kenyataannya secara objektif deskriptif, keempat membuat catatan yang merupakan refleksi dari apa terpikir oleh peneliti dalam kaitannya dengan catatan sebelumnya dan memisahkan antara catatan obyektif dan reflektif, kelima membuat catatan pinggir dengan memisahkan pemikiran peneliti mengenai substansi dan metodologinya, dimana komentar substansial adalah catatan pinggir, keenam menyimpan data dengan memperhatikan dengan cara pelabelan dan ketujuh menganalisis data melalui konseptualisasi ide pada data penelitian Penyajian Data Data akan ditampilkan dalam bentuk teks naratif yang ditujukan agar data yang dihasilkan dari proses kondensasi terorganisasikan, dan tertata dalam bentuk hubungan agar dapat dipahami dengan mudah dan dalam digunakan untuk merencanakan proses penelitian berikutnya. Pada tahap ini data yang sesuai akan disusun sehingga menjadi informasi yang dapat ditarik kesimpulannya dan mempunyai makna tertentu. Penarikan Kesimpulan Kesimpulan awal yang ditarik berdasarkan data temuan merupakan kesimpulan sementara dan dapat berubah apabila pada proses penggalian informasi selanjutnya ditemukan data-data baru yang mendukung pada proses pengumpulan data lanjutan dan setelah dilakukan uji keabsahan data, adapun penarikan kesimpulan akhir dilakukan setelah semua tahapan penelitian dan semua langkah-langkah analisa data dilaksanakan. Berikut adalah gambar siklus pengolahan data menurut teori Miles. Huberman dan Saldana. Zuchri Abdussamad. Metode Penelitian Kualitatif, ed. Patta Rapanna. I (Makassar: CV. Media Press, 2. Vol. No. 1 Juli 2025 An-Nuha Muhammad Gunawan B. Khozin. Rahmad Hakim Gambar 1. Siklus Pengolahan Data Model Miles. Huberman dan Saldana KAJIAN TEORI Pendekatan NBL Menurut Muhammad Basir, pendekatan merupakan upaya menguraikan langkah-langkah yang mesti dilakukan untuk mencari jalan keluar dari suatu masalah yang melibatkan semua aspek kehidupan masyarakat. Pendekatan dapat berupa perspektif, filsafat, atau keyakinan yang dianggap benar. Oleh karena itu dari perspektif pendidikan, pendekatan adalah cara pandang pendidik dalam menguraikan langkah-langkah yang akan diambil untuk melaksanakan proses pendidikan yang tepat agar dapat mencapai tujuan Basri menyatakan bahwa cara pandang guru terhadap siswa akan mempengaruhi pendekatan yang akan dipakai, oleh sebab itu kompetensi guru dalam memilih pendekatan yang akan digunakan merupakan hal yang sangat penting. Menurut pendapat Gautron melalui S. Syamsuddin dan Dewi. NBL adalah pembelajaran yang melibatkan siswa belajar di lingkungan alam yang nyata dengan menjadikan alam sebagai pusat pembelajaran meskipun tidak selalu mempelajari tentang alam. 17 Santosa et al. , menyatakan bahwa pada pembelajaran berbasis alam, siswa melaksanakan proses belajar dengan Muhammad Basir. Pendekatan Pembelajaran, 1st ed. (Sengkang: Lampena Intimedia, 2. Hasan Basri. Filsafat Pendidikan Islam, ed. Maman Abd. Djalil. I, vol. 1 (Bandung: CV Pustaka Setia, 2. Syamsuddin, and Dewi. AuPenerapan Nature-Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengklasifikasi Pada Anak Usia 4-5 Tahun. Ay An-Nuha Vol. No. 1 Juli 2025 PENDEKATAN NATURE BASED LEARNING DALAM MELATIH SIKAP . memanfaatkan alam sebagai tempat dan media belajar. 18 NBL ini diciptakan oleh Lighthart pada tahun 1857 untuk menjawab tantangan belajar yang cenderung hanya mengandalkan lisan sebagai media pembelajaran. Konsep awal NBL ini adalah mendorong siswa untuk belajar melalui lingkungan alam di sekitarnya sebagai sumber belajar,19 materi yang tersaji di alam lebih mudah dipahami karena dapat langsung dirasakan, dilihat, dialami dan dipraktikkan sehingga manfaat dari ilmu yang dipelajari pun dapat langsung dirasakan oleh siswa dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Cristian melalui S et al. , memandang NBL sebagai sebuah metode pembelajaran,20 Budi Santoso dalam disertasinya yang telah dibukukan mengutip pendapat Larimore dalam telaahnya pada persoalan natural based preschool, bahwa pembelajaran berbasis alam adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang menghubungkan antara pendidikan umum dan pendidikan lingkungan. 21 Dari beberapa pendapat tersebut, dalam penelitian ini peneliti menggunakan pandangan Larimore bahwa NBL adalah sebuah pendekatan pembelajaran. Sebagai sebuah pendekatan. NBL merupakan susunan dari beberapa Menurut Sanjaya dalam Santosa, komponen tersebut adalah, siswa, tujuan pembelajaran, kondisi, sumber-sumber belajar, dan hasil Menurut KBBI, siswa sama dengan murid. 23 Tujuan pembelajaran, adalah target kompetensi dimiliki siswa setelah melalui proses pembelajaran, baik pada ranah pengetahuan, sikap maupun keterampilan. Kondisi, yang dimaksud adalah berbagai macam keadaan yang dialami siswa selama mengikuti pembelajaran yang dirancang agar siswa terdorong untuk aktif dalam proses pembelajaran. Sumber belajar, adalah apa saja yang dapat Yusuf Budi Prasetya Santosa. Cipto Juhartono, and Mulyanah. AuImplementasi Pendidikan Karakter di Sekolah Citra Alam Sebagai Sekolah Alam Pertama di Indonesia,Ay WIKSA, 2022. Reni Amiliya and Harun Harun. AuNatural Based Learning for Early Childhood Cognitive Development,Ay no. January 2019 . , doi:10. 2991/icsie-18. Syamsuddin, and Dewi. AuPenerapan Nature-Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengklasifikasi Pada Anak Usia 4-5 Tahun. Ay Budi Santoso. AuKonsep Pembelajaran Berbasis Alam Perspektif Al-QurAoanAy (INSTITUT PTIQ JAKARTA, 2. Santosa. Juhartono, and Mulyanah. AuImplementasi Pendidikan Karakter di Sekolah Citra Alam Sebagai Sekolah Alam Pertama di Indonesia. Ay KBBI VI Daring. AuKBBI VI Daring,Ay 2024, kbbi. Vol. No. 1 Juli 2025 An-Nuha Muhammad Gunawan B. Khozin. Rahmad Hakim menjadikan siswa mendapatkan, pengalaman, pengetahuan dan keterampilan dalam proses pembelajaran. Hasil belajar adalah pencapaian kompetensi yang diraih siswa sebagaimana yang diharapkan dalam tujuan pembelajaran yang telah buat dan proses bagaimana pendidik memanfaatkan beragam pendekatan dalam pembelajaran guna mencapai tujuan pembelajaran. Dari uraian tersebut, maka pendekatan NBL dapat dikategorikan sebagai jenis Pendekatan Saintifik, karena dalam pendekatan NBL ini terjadi proses ilmiah melalui kegiatan mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengkomunikasikan, yang merupakan ciri dari jenis Pendekatan Saintifik. Sikap Kemandirian Kemandirian berasal dari kata sikap dan mandiri. Kata sikap menurut KBBI berarti perilaku, sedangkan mandiri artinya berdiri sendiri,26 sehingga sikap kemandirian berarti perilaku seseorang yang dapat berusaha sendiri baik dalam mengambil keputusan, tindakan maupun tugas hidupnya dengan penuh tanggung jawab tanpa bergantung pada bantuan orang lain. Dalam buku AuPedoman Penggalian dan Perwujudan Nilai Akhlak Mulia di Sekolah Menengah Pertama (SMP)Ay, sikap kemandirian merupakan salah satu dari 26 nilai esensial yang dikembangkan pada pembelajaran Pendidikan Agama dan Akhlak Mulia pada jenjang SMP dengan indikator utamanya, tidak menggantungkan diri pada orang lain ketika harus menyelesaikan tugas dan mampu membuat usaha/pekerjaan yang berguna bagi diri sendiri dan orang lain,28 Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah melihat sikap kemandirian ini sangat penting bagi siswa, oleh karena itu sikap kemandirian ini harus dilatih dan dikembangkan dimulai sejak dini. Dalam pendidikan Agama Islam, sikap kemandirian merupakan karakter penting dan bagian dari ajaran agama yang harus dilatih dan Santoso. AuKonsep Pembelajaran Berbasis Alam Perspektif Al-QurAoan. Ay Hasan Baharun. Pengembangan Kurikulum : Teori Dan Praktik, ed. Zamroni, 1st ed. (Probolinngo: Pustaka Nurja, 2. KBBI VI Daring. AuKBBI VI Daring. Ay Imam Musbikin. Penguatan Karakter Kemandirian. Tanggung Jawab dan Cinta Tanah Air (Yogyakarta: NUSA MEDIA, 2. Ismail Arianto and Halfian Lubis. Pedoman Penggalian Dan Perwujudan Nilai Akhlak Mulia Di Sekolah Menengah Pertama (SMP) (Jakarta: Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud RI, 2. Imam Musbikin. Penguatan Karakter Kemandirian. Tanggung Jawab dan Cinta Tanah Air. An-Nuha Vol. No. 1 Juli 2025 PENDEKATAN NATURE BASED LEARNING DALAM MELATIH SIKAP . dikembangkan sejak kanak-kanak. 30 Menurut Afendi dan Khojir, salah satu tantangan pendidikan Islam abad 21 adalah membangun karakter mandiri dan bertanggung jawab terutama mandiri belajar31. Pendidikan kemandirian dalam Islam juga merujuk pada contoh kehidupan Nabi Muhammad SAW di masa kecilnya yang pernah menjadi penggembala dan membantu pamannya berdagang32. Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa sikap kemandirian merupakan salah satu karakter yang dikembangkan dalam pendidikan agama Islam sejak dini. Menurut Imam Musbikin, ada lima ciri pribadi yang mandiri Pertama percaya diri, artinya yakin bahwa dirinya mampu untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab serta sanggup menghadapi tantangan yang dihadapi. Kedua, mampu melaksanakan tugas tanggung jawabnya tanpa mengandalkan bantuan orang lain. Ketiga menguasai keahlian dan keterampilan sehingga tumbuh rasa percaya diri. Keempat menghargai waktu, yakni mampu menggunakan waktunya secara efektif dan efisien sehingga menjadi pribadi yang produktif. Kelima, bertanggung jawab, yakni mampu menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dengan penuh kesadaran atas segala konsekuensinya33. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangannya sikap kemandirian siswa terutama dalam keluarga sebagai lembaga pendidikan yang pertama dalam perkembangan kepribadian seorang anak. Menurut Hurlock melalui Imam Musbikin, sikap kemandirian anak sangat dipengaruhi oleh kedudukannya dalam keluarga, jenis kelamin, dan pola asuh dalam keluarga. 34 Oleh sebab itu sekolah sebagai sebuah lembaga pendidikan berperan membantu melengkapi kekurangan orangtua dalam membina kemandirian anak. Mahmud, dalam Sobri, membagi sikap kemandirian dalam tiga jenis. Pertama, kemandirian emosional, adalah kemampuan seseorang untuk tidak Saproni Ahmad. AuPendidikan Kemandirian Dalam Islam,Ay JOURNAL SPORT AREA 1, no. (December 1, 2. : 59, doi:10. 25299/sportarea. Achmad Ruslan Afendi and Khojir. PENDIDIKAN ISLAM ABAD 21, ed. Sudadi, 1st ed. (Palembang: Bening Media Publishing, 2. , w. bening-mediapublishing. Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri. Siroh Nabi (Ringkasan Al-Rohiq Al-Maktum, ed. Ydi Saeful Hidayat and Abu Mumtaza, trans. Ganna Priyadharizal Anaedi, 3rd ed. (Bandung: Pelangi Mizan, 2. Imam Musbikin. Penguatan Karakter Kemandirian. Tanggung Jawab dan Cinta Tanah Air. Ibid. Vol. No. 1 Juli 2025 An-Nuha Muhammad Gunawan B. Khozin. Rahmad Hakim berharap kepada dukungan emosional orang lain agar diperlakukan secara khusus, seperti tidak mengharapkan perhatian atau penghargaan. Kedua, kemandirian perilaku, adalah kemampuan seseorang untuk mengambil keputusan dan memilih sendiri cara penyelesaian persoalan yang dihadapinya tanpa mengandalkan bantuan orang lain. Ketiga, kemandirian nilai, adalah kapasitas seseorang untuk terbebas dari tekanan orang lain dalam meyakini sesuatu seperti agama, budaya, moral politik dan lain sebagainya. Kemandirian seperti ini biasanya melalui proses internalisasi yang tidak disadari dan membutuhkan waktu yang lama serta umumnya berkembang paling akhir. Untuk mengetahui perkembangan kemandirian seorang anak, ada beberapa indikator yang bisa kita amati. Menurut Maslow yang dikuatkan oleh Sanan dan Yamin melalui Sobri, indikator-indikator tersebut adalah. Pertama, percaya diri yakni mampu mengambil keputusan sendiri untuk melakukan suatu tindakan atau pilihan. Kedua, berinisiatif, artinya melakukan sesuatu atas dasar kesadaran dan pertimbangan sendiri tanpa harus diperintah atau diajak oleh orang lain. Ketiga, kreatif dan inovatif, artinya mampu mengembangkan hal-hal baru dan ide-ide baru. Keempat, bertanggung jawab, artinya siap menanggung segala konsekuensi dari keputusan dan langkah yang diambil ataupun sesuatu yang dikerjakan. Beberapa metode pembelajaran yang dapat membantu perkembangan kemandirian siswa di antaranya adalah. pertama Metode keteladanan, dalam metode ini guru harus mampu memberikan contoh-contoh sikap Kedua metode pembiasaan, siswa diberikan kegiatan-kegiatan rutin yang bertujuan melatih sikap kemandirian. Ketiga metode pengalaman langsung, melalui metode ini siswa dilatih untuk mengambil langkah dan keputusan sendiri terhadap hal-hal yang dihadapinya di lapangan. Keempat metode dialogis dan interaktif, melalui metode ini siswa dilatih untuk bertanggung jawab menggali informasi dan pengetahuan secara mandiri untuk dapat dipertanggung jawabkan melalui argumen-argumen yang berdasar ilmu pengetahuan. Muhammad Sobri. Kontibusi Kemandirian Dan Kedisiplinan Terhadap Hasil Belajar, ed. Guepedia (Depok: Guepedia, 2. Ibid. Arianto and Lubis. Pedoman Penggalian Dan Perwujudan Nilai Akhlak Mulia Di Sekolah Menengah Pertama (SMP). An-Nuha Vol. No. 1 Juli 2025 PENDEKATAN NATURE BASED LEARNING DALAM MELATIH SIKAP . Sekolah Alam Di Indonesia, sekolah alam pertama kali digagas dan didirikan oleh Lendo Novo pada tahun 1998 dengan nama Sekolah Alam Ciganjur, yang dilatarbelakangi rasa prihatin atas tingginya biaya pendidikan saat itu yang sulit dijangkau oleh masyarakat, sehingga ia mempunyai gagasan untuk membangun sekolah yang bermutu tapi dengan biaya yang terjangkau. Pada tahun 2011 terbentuklah Jaringan Sekolah Alam Nusantara (JSAN) sebagai wadah komunikasi sekolah alam se-Nusantara. 38 Dalam konsep Lendo Novo ada tiga pilar kurikulum sekolah alam yaitu, akhlak, logika ilmiah, kepemimpinan dan bisnis. Oleh karena itu Sekolah alam mengintegrasikan kurikulum nasional dengan kurikulum sekolah alam yang berciri ke-Islaman yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan siswa pada ranah penguasaan terhadap konsep . ognitif ), keterampilan . , juga dalam ranah sikap . fektif ), yakni memiliki akhlak yang terpuji, aktif, kreatif, komunikatif berpikir kritis dan mandiri. Ada tiga kelompok materi pokok dalam kurikulum sekolah alam. Akhlakul Karimah. Falsafah Ilmu Pengetahuan. Latihan kepemimpinan. Selain itu sekolah alam juga menggunakan model spider web . aring laba-lab. , dimana siswa dilatih untuk dapat mengaitkan apa yang didapat dari proses belajar dengan kenyataan yang ditemuinya dalam kehidupan nyata, serta menghubungkan konsep antar mata pelajaran. 40 Beberapa metode yang diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah alam bisa diintegrasikan satu sama lain agar kegiatan pembelajaran dapat menjadi lebih efektif dan efisien guna tercapinya tujuan pembelajaran. HASIL PENELITIAN Pendekatan NBL di SMP Alam Insan Mulia Lubuklinggau Menurut Ibu DS selaku Kepala Sekolah, menjelaskan bahwa pendekatan pembelajaran utama yang digunakan adalah pendekatan NBL yang merupakan pendekatan pembelajaran yang menjadikan alam sebagai sumber belajar, alam sebagai laboratorium dan media pembelajaran. Pendekatan Rahma Dwi Septiani. Manajemen Pembelajaran Berbasis Alam, ed. Novan Ardy Wiyani, 1st ed. (Purwokerto: Pustaka Senja, 2. Kristina. Sari, and Puastuti. AuImplementasi Kurikulum Sekolah Alam Dalam Pembentukan Pendidikan Karakter Peserta Didik Di Sekolah Alam Al Karim Lampung. Ay Ifa Khoiria Ningrum and Yuniarti Ita Purnama. Sekolah Alam, 1st ed. (Jombang: Kun Fayakun. Vol. No. 1 Juli 2025 An-Nuha Muhammad Gunawan B. Khozin. Rahmad Hakim pembelajaran ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, mengembangkan aspek motorik, melatih sikap kritis, keterampilan sosial, terampil dalam menyelesaikan masalah, meningkatkan kemampuan akademik, mampu bekerjasama dalam tim dan toleran, melatih tanggung jawab dan sikap kemandirian . awancara, 30 Oktober 2. , penjelasan ini terkonfirmasi oleh penjelasan Ibu W selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dengan tambahan bahwa pendekatan pembelajaran ini adalah pendekatan yang mengedepankan humanisme, menjadikan pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan . awancara, 14 November 2. Hal ini didukung oleh pernyataan dari siswa A yang duduk di kelas IX dalam wawancara terbuka yang disepakati oleh kawan-kawan satu kelasnya ketika ditanyakan apakah guru-guru di sini ramah, dan apa yang mereka rasakan dengan kegiatan pembelajaran yang dilakukan di luar ruangan dan di luar sekolah, informan menjawab Auguru-guru di sini ramah semua, belajar di luar menyenangkan, lebih nyaman dan lebih mudah dipahamiAy . awancara, 26 November 2. Sarana dan Prasarana Untuk mendukung pelaksanaan NBL ini disediakan sarana dan prasarana berupa lahan yang luas dengan kontur tanah yang berbukit-bukit yang dimanfaatkan sebagai kebun sekolah dan di dataran rendahnya yang merupakan lahan rawa dimanfaatkan sebagai kolam ikan sehingga siswa dapat langsung belajar di alam sebagaimana konsep Sekolah Alam. Terdapat juga fasilitas untuk kegiatan outbound seperti flying fox, lapangan olah raga dan lapangan khusus untuk kegiatan ekstrakurikuler panahan. Suasana yang ramah lingkungan juga terasa dengan fasilitas jalan dalam lingkungan sekolah yang dibangun dengan menggunakan paving blok sehingga tanah masih dapat menyerap air hujan. Beberapa bangunan gazebo yang cukup besar digunakan sebagai tempat belajar dan diskusi serta istirahat di tempat . bservasi, 18 November 2. Metode Pembelajaran Metode-metode yang terapkan dalam pendekatan NBL di SMP Alam Insan Mulia ini adalah metode-metode yang dapat membangun dan melatih sikap kemandirian, tanggung jawab, cinta lingkungan, kemampuan untuk berinovasi, kreatif, kerja sama, menumbuhkan rasa ingin tahu dan bersifat An-Nuha Vol. No. 1 Juli 2025 PENDEKATAN NATURE BASED LEARNING DALAM MELATIH SIKAP . menantang siswa untuk berani bereksperimen. Ibu W menjelaskan bahwa metode-metode tersebut adalah Metode Pembiasaan. Metode penugasan. Metode eksplorasi. Metode Pembelajaran kooperatif. Metode pembelajaran Pengalaman lapangan. Metode pembelajaran Simulasi dan role play. Metode pembelajaran Refleksi dan diskusi. Metode pembelajaran Praktik mandiri. Metode pembelajaran Berbasis masalah . awancara, 14 November 2. Metode Ae metode tersebut digunakan secara terpadu dalam suatu kegiatan atau pembelajaran, hal ini dicontohkan oleh Ustaz D selaku guru PAI dalam kegiatan pembelajaran PAI pada materi kurban, digunakan metode pengalaman langsung, metode penugasan dan metode pembelajaran kooperatif, dimana siswa langsung terlibat dalam proses penyembelihan dan pengolahan hewan kurban, dimana masing-masing siswa diberikan tugas secara berkelompok dalam kegiatan tersebut . awancara, 5 Desember Contoh lain disebutkan oleh A sebagai siswa, dalam pengalamannya pada pembelajaran IPA materi perkembangbiakan secara vegetatif dan generatif pada tumbuhan, ada materi ini memadukan metode pengalaman langsung, metode pembiasaan, metode eksplorasi, metode kooperatif, metode pembelajaran berbasis proyek . awancara, 26 November 2. Kegiatan Pembelajaran Ibu W menjelaskan bahwa kegiatan pembelajaran dilaksanakan lima hari dalam sepekan yakni Senin sampai Jumat mulai pukul 07. 15 hingga 30 WIB kecuali hari Jumat. Kegiatan pembelajaran dilakukan di luar dan di dalam kelas. Materi-materi pembelajaran yang bersifat teoritis biasanya dilakukan di kelas walaupun kadang-kadang dilakukan di luar kelas dengan memanfaatkan fasilitas gazebo yang memang dibuat sebagai sarana pembelajaran. Beberapa kegiatan pembelajaran yang dilakukan di luar kelas adalah pada mata pelajaran kewirausahaan, siswa belajar membuat produk-produk olahan berbasis lingkungan seperti pembuatan pupuk organik . awancara, 19 November 2. Pembelajaran di luar kelas pada mata pelajaran PAI misalnya, dicontohkan oleh Ustaz D, pada materi pelaksanaan penyembelihan hewan kurban langsung menggunakan kambing dari peternakan sekolah, demikian juga materi Shalat istisqo, siswa langsung mempraktikkannya dalam kegiatan nyata pada saat puncak musim kemarau . awancara, 5 Desember 2. Vol. No. 1 Juli 2025 An-Nuha Muhammad Gunawan B. Khozin. Rahmad Hakim Hasil pengamatan peneliti pada saat melakukan observasi kegiatan pembelajaran di dalam kelas, siswa terlihat fokus mendengarkan apa yang disampaikan oleh guru namun terlihat santai. Guru menjelaskan dengan nada suara yang lembut dan ketika ada siswa yang belum paham dengan contoh soal yang dikerjakan, guru menghampiri ke mejanya dan menjelaskan kembali apa yang belum dimengerti. Guru juga ketika menutup kegiatan pembelajaran menyampaikan pesan-pesan kepada siswa agar melaksanakan Shalat tahajud dan mengerjakan tugas-tugas belajarnya di rumah . bservasi, 19 November 2. Dijelaskan oleh Ibu DS, bahwa pendekatan NBL juga digunakan pada kegiatan daily activity yang dilakukan di luar kelas akan tetapi masih berada di dalam lingkungan sekolah, yaitu kegiatan sedekah lingkungan yang berisi kegiatan kebersihan lingkungan dan berkebun . awancara, 13 Mei 2. Keterangan ini terkonfirmasi pada pengamatan peneliti terhadap kegiatan tersebut di lapangan, siswa membersihkan lingkungan kelas masing-masing secara mandiri, dilanjutkan dengan pemeliharaan kebun kelas, menyirami, membersihkan rumput menanam. Berbagai macam tanaman ada dalam kebun kelas seperti tomat cherry, cabai, beragam bumbu dapur, nanas, juga aloevera . idah buay. Selanjutnya siswa melaksanakan Shalat dhuha yang dilanjutkan dengan membaca al-maktsurat, khusus pada hari Jumat pagi membaca surat al-Kahfi, selanjutnya murojaAoah dan setoran hafalan Alquran . bservasi, 18 November 2. Kegiatan di luar sekolah yang dilakukan sejak kelas 7 sebagaimana dijelaskan Ibu W, adalah In Situ Development dan Magang wajib. Dalam kegiatan In Situ Development siswa diberi tugas ke instansi pemerintah yang terdekat seperti kantor lurah dan melakukan wawancara. Pada kegiatan ini siswa dilepas secara berkelompok dari sekolah dan di beri kebebasan untuk menentukan cara yang akan digunakan untuk sampai ke sasaran yang dituju, akan tetapi guru tetap mengawasi dari kejauhan. Kegiatan magang wajib adalah kegiatan magang di kegiatan usaha masyarakat, untuk belajar langsung bagaimana proses produksi . awancara, 14 November 2. , data ini mengkonfirmasi data dari Ustaz H selaku wali kelas dan siswa A pada wawancara sebelumnya . awancara, 19 dan 26 November 2. Dalam wawancara pra-penelitian dengan ibu DS, beliau menyebutkan tentang kegiatan ini Auanak-anak pernah kami bawa ke pabrik tempe, di sana mereka belajar bagaimana produksi tempe dari bahan mentah sampai jadi. An-Nuha Vol. No. 1 Juli 2025 PENDEKATAN NATURE BASED LEARNING DALAM MELATIH SIKAP . Kegiatan ini untuk menumbuhkan jiwa enterpreneur dan kemandirianAy . awancara 13 Mei 2. Ibu W juga menyebutkan bahwa di kelas 9, ada kegiatan khusus yaitu mini riset, yang bertujuan melatih kreativitas, tanggung jawab, kemandirian dan meningkatkan intelektualitas individu siswa, yang mana siswa mendapatkan kebebasan untuk menentukan tema penelitian yang akan dilakukan yang berhubungan dengan lingkungan, baik yang berhubungan dengan membuat produk yang ramah lingkungan, pemanfaatan limbah maupun yang berhubungan dengan konservasi atau pertanian dan lain-lain . awancara 14 November 2. Beberapa contoh penelitian yang sedang dilakukan siswa adalah sebagaimana wawancara dengan beberapa siswa kelas 9 ketika ditanya apa judul penelitiannya, siswa A menjawab AuJudul penelitian saya adalah. Perbedaan Tanaman Kangkung pada Media Tanah dan Hidroponik, sekarang saya sedang mengumpulkan datanyaAy sedangkan siswa M menjawab Aukalau saya judulnya. Pemanfaatan Arang Sebagai Bahan Alami (Organi. Untuk Media LukisAy . awancara 26 November 2. Ibu W menjelaskan bahwa setiap bulan Ramadhan dilaksanakan kegiatan Ramadhan Camp di sekolah dan iAotikaf di masjid yang telah ditunjuk, sedangkan pada akhir semester diadakan Science Fair yaitu kegiatan pameran hasil karya siswa selama satu semester . awancara, 14 dan 19 November 2. Kegiatan lain di luar sekolah adalah kegiatan yang bersifat rekreatif, yakni kegiatan outing. Pada kegiatan ini siswa melakukan penjelajahan dan kegiatan-kegiatan permainan berkelompok untuk melatih kerjasama, menjalin persaudaraan dan kemandirian. Siswa A ketika ditanya tentang lokasi outing menjawab Aukami sudah dua kali ke Bukit KabaAy . awancara 26 November 2. Bukit kaba yang dimaksud terletak jauh dari kota Lubuklinggau, berada di wilayah kabupaten Rejang Lebong provinsi Bengkulu. Pendekatan NBL untuk melatih kemandirian siswa juga digunakan pada kegiatan ekstra kurikuler yang pelaksanaannya dilakukan di luar jam Menurut Ustaz D, sikap kemandirian juga dilatih melalui Panahan. Pencak Silat. Klub Futsal, . awancara, 5 Desember 2. Dalam kegiatan ekstrakurikuler ini, siswa dilatih untuk berlatih atas kemauan sendiri, berani mengambil keputusan sendiri dan bertanggung jawab serta memanfaatkan alam sekitar sebagai sarana latihan tanpa merusaknya. Vol. No. 1 Juli 2025 An-Nuha Muhammad Gunawan B. Khozin. Rahmad Hakim Dalam pengamatan peneliti, sikap kemandirian siswa sudah mulai terlihat pada siswa kelas 9 yang diobservasi. Siswa di kelas 9 demikian terampil dan tertib dalam melakukan kegiatan-kegiatan pembiasaan harian, dan ketika dilakukan wawancara, siswa terlihat lancar dan tidak ragu-ragu dalam menjawab dan memberikan penjelasan terhadap pertanyaan peneliti. Selain itu kondisi ruang kelas yang rapi dan dihiasi dengan hasil karya siswa menunjukkan kreativitas siswa dan kesadaran terhadap kebersihan lingkungan . bservasi, 18 November 2. PEMBAHASAN Integrasi kurikulum yang dilakukan disekolah SMP Alam Insan Mulia Lubuklinggau ini adalah bentuk pengembangan kurikulum yang dilakukan untuk mendapatkan kurikulum yang ideal yang sesuai dengan karakteristik sekolah alam. Tujuan pengembangan ini sebagaimana disebutkan Hidayati et al. , tentang konsep dasar pengembangan kurikulum. 41 Dengan adanya integrasi kurikulum tersebut diharapkan tujuan nasional pendidikan dan tujuan sekolah yang terdapat dalam visi dan misi sekolah dapat tercapai. Kondisi lingkungan dan sarana serta prasarana yang disediakan sebagaimana temuan dalam kegiatan observasi sangat mendukung penggunaan pendekatan ini sesuai dengan konsep Pendekatan NBL menurut Santosa, bahwa pada pembelajaran berbasis alam, siswa melaksanakan proses pembelajaran dengan memanfaatkan alam sekitar sebagai tempat dan media 42 Dengan demikian konsep untuk menjadikan alam sekitar sebagai sumber dan media pembelajaran khususnya untuk melatih kemandirian dapat terimplementasikan dengan baik. Pendekatan NBL yang digunakan di sekolah ini sangat mendukung untuk terciptanya suasana belajar yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan karena ada variasi suasana belajar, terutama saat pembelajaran di luar ruangan membuat siswa lebih merasa nyaman dan ada nuansa rekreatif sesuai prinsip implementasi kurikulum 2013. 43 Hal ini menunjukkan bahwa dalam memilih pendekatan pembelajaran harus mempertimbangkan Wiji Hidayati. S Syaefudin, and Umi Muslimah. Manajemen Kurikulum Dan Program Pendidikan (Konsep Dan Strategi Pengembanga. , 1st ed. (Yogyakarta: Semesta Aksara, 2. Santosa. Juhartono, and Mulyanah. AuImplementasi Pendidikan Karakter di Sekolah Citra Alam Sebagai Sekolah Alam Pertama di Indonesia. Ay Hidayati. Syaefudin, and Muslimah. Manajemen Kurikulum Dan Program Pendidikan (Konsep Dan Strategi Pengembanga. An-Nuha Vol. No. 1 Juli 2025 PENDEKATAN NATURE BASED LEARNING DALAM MELATIH SIKAP . jenis kurikulum yang akan digunakan karena pendekatan pembelajaran merupakan bagian dari kurikulum itu sendiri. Beragam metode yang digunakan dalam implementasi pendekatan NBL di sekolah ini adalah dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien, terutama metode-metode yang memancing kreatifitas dan dapat merangsang semangat dan kemandirian belajar siswa sebagaimana pernyataan Illahi. Nur & Musthofa . , dalam kesimpulan penelitiannya bahwa dalam pendidikan Islam, penggunaan metode ditujukan agar proses pembelajaran sampai kepada tujuannya44. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang digunakan membutuhkan metode-metode yang sesuai materi pelajaran yang sedang dipelajari sehingga dapat kegiatan pembelajaran dapat mengantarkan siswa pada tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Kegiatan pembelajaran indoor dan outdoor selain sebagai variasi untuk mengatasi kejenuhan siswa terhadap suasana belajar juga untuk menerapkan konsep pembelajaran dalam pendekatan NBL, di mana dengan pembelajaran di luar kelas, siswa dapat melakukan eksplorasi dan mendapatkan pengalaman langsung sesuai materi yang sedang dipelajari dan dapat menumbuhkan sikap kemandirian sebagaimana kesimpulan penelitian Mukarromah, bahwa, kegiatan di luar sekolah live in, magang, konservasi alam, mabit, farming, entrepreneur, dan business day dapat melatih kemandirian siswa. 45 Dari pembahasan di atas menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran yang bervariasi dapat menumbuhkan semangat belajar, kreativitas dan kemandirian belajar pada diri siswa. Pendekatan NBL untuk melatih kemandirian siswa di SMP Alam Insan Mulia Lubuklinggau digunakan baik dalam kegiatan pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler maupun ekstrakurikuler, dengan menggunakan beragam metode yang dapat merangsang terbentuknya sikap kemandirian, sebagaimana dijelaskan Arianto dan Lubis, baik melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat pembiasaan maupun penugasan mandiri yang memanfaatkan alam sebagai sumber belajar sebagaimana tergambar dalam hasil penelitian Illahi. Nur and Musthofa. AuMetode Pembelajaran Dalam Pendidikan Islam,Ay Tarqiyatuna 02. N0. 01, no. Jurnal Pendidikan Agama ISlam dan Madrasah . , doi:10. Luluul Mukarromah. Misykat Malik Ibrahim, and Saprin Saprin. AuEvaluasi Program Character Building Berbasis Model CIPP (Context. Input. Process, and Produc. Di Sekolah Alam Insan Kamil Kabupaten Gowa,Ay TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam 8, no. doi:10. 26618/jtw. Vol. No. 1 Juli 2025 An-Nuha Muhammad Gunawan B. Khozin. Rahmad Hakim yang telah disebutkan,46 tentang Kegiatan Untuk Melatih Sikap Kemandirian siswa, hal ini berkesesuaian dengan apa yang di jelaskan oleh Sobri, bahwa diantara faktor yang memberi pengaruh pada kemandirian siswa adalah sistem pendidikan yang digunakan sekolah. 47 Hal ini menunjukkan bahwa untuk melatih kemandirian siswa tidak hanya dilakukan dalam kegiatan pembelajaran intrakurikuler saja, tetapi juga dalam kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler. Dari hasil pengamatan dan wawancara dengan siswa, tergambar sosok yang mandiri belajar, percaya diri, dapat berkomunikasi dengan baik, melaksanakan tugas dan kewajiban dengan penuh kesadaran, tepat waktu dan taat beribadah. Hal ini selaras dengan pendapat Mahmud, dalam Sobri tentang tiga jenis kemandirian, yaitu kemandirian emosional, kemandirian perilaku dan kemandirian nilai. 48 Namun demikian peneliti tidak sampai meneliti lebih mendalam tentang kemandirian siswa di dalam lingkungan keluarga karena fokus penelitian hanya pada kegiatan pembelajaran di sekolah, oleh karena itu sikap kemandirian yang tampak hanyalah apa yang ditunjukkan oleh siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung. PENUTUP Berdasarkan pembahasan penelitian, dapat disimpulkan bahwa Pendekatan NBL di SMP Alam Insan Mulia Lubuklinggau mampu menumbuhkan sikap kemandirian pada siswa terutama dalam hal kemandirian beribadah dan kemandirian belajar, dengan memanfaatkan alam sekitar sebagai media pembelajaran dan beberapa metode yang relevan baik dalam kegiatan pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler maupun Hasil penelitian ini baru melihat NBL sebagai sebuah pendekatan, oleh karena itu masih sangat terbuka luas untuk meneliti lebih lanjut tentang NBL sebagai model maupun metode atau dari sudut pandang yang lain. Arianto and Lubis. Pedoman Penggalian Dan Perwujudan Nilai Akhlak Mulia Di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sobri. Kontibusi Kemandirian Dan Kedisiplinan Terhadap Hasil Belajar. Ibid. An-Nuha Vol. No. 1 Juli 2025 PENDEKATAN NATURE BASED LEARNING DALAM MELATIH SIKAP . DAFTAR PUSTAKA