Jurnal AGRIFOR Volume 25. No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 PENILAIAN USAHA TERNAK BEBEK HIBRIDA GUNSI 888 DITINJAU DARI PERSPEKTIF KELAYAKAN FINANSIAL Taufiq Ismunandar1,4. Wicky Surya Phentagon2. Inas Berliana Afifah3 dan Dian Puspapratiwi*4 1,2,3 Departemen Agribisnis. Fakultas Manajemen dan Ekonomi. IPB University. Indonesia. Fakultas Pertanian. Universitas Tompotika Luwuk. Indonesia E-Mail: dianpuspapratiwi. 08@gmail. com (*Corresponding autho. Submit: 26-11-2024 Revisi: 27-04-2025 Diterima: 02-03-2026 ABSTRAK Penilaian Usaha Ternak Bebek Hibrida Gunsi 888 Ditinjau Dari Perspektif Kelayakan Finansial. Perkembangan ternak bebek yang ada saat ini perlu ditingkatkan dengan melihat aspek pasar sebagai penentuan indikator kelayakan perkembangan bisnis dari ternak bebek. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui kelayakan finansial usaha bebek hibrida gunsi 888 di Kecamatan Dramaga. Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis Net Present Value (NPV). R/C Ratio. Internal Rate of Return (IRR) dan Payback Period (PP). Adapun hasil dari penelitian ini diperoleh yakni R/C > 1, sehingga dapat artikan secara kelayakan finansial pada usaha peternakan bebek hibrida Gunsi 888 menunjukkan prospek yang sangat menjanjikan dan menguntungkan serta layak untuk dijalankan. Kata kunci : Kelayakan. Pendapatan. Ternak bebek. ABSTRACT Assessment of Gunsi 888 Hybrid Duck Breeding Business Viewed from the Financial Feasibility Perspective. The development of existing duck livestock needs to be improved by looking at market aspects as an indicator of the feasibility of business development of duck livestock. This study aimed to determine the financial feasibility of the gunsi 888 hybrid duck business in Dramaga District. Bogor Regency. This research uses a quantitative descriptive analysis method with the analysis approach of Net Present Value (NPV). R/C Ratio. Internal Rate of Return (IRR), and Payback Period (PP). The findings indicate an R/C ratio greater than 1, suggesting that the Gunsi 888 hybrid duck farming business is financially viable and presents promising profit potential. Keywords : Duck farming. Feasibility. Income. PENDAHULUAN Sektor perunggasan di Indonesia telah menjadi fokus utama dalam memenuhi kebutuhan protein hewani. Daging unggas merupakan sumber protein yang penting bagi masyarakat yang tidak mampu membeli daging sapi dan daging lainnya (Pramudawardhani et al. , 2024. Opier et al. , 2. Selain itu, daging unggas merupakan pilihan makanan yang terjangkau dan mudah didapat di berbagai daerah, termasuk di pedesaan (Rasyidin & Hastuti, 2. Dalam beberapa dekade terakhir, industri unggas telah mengalami pertumbuhan permintaan yang signifikan, didorong oleh meningkatnya populasi, yang telah meningkatkan kebutuhan akan makanan berbasis hewani. Dibandingkan dengan ternak yang lebih besar seperti sapi, kambing, kerbau, dan kuda, peternakan unggas sangat menarik karena pengelolaannya yang lebih mudah dan pengembalian investasi yang lebih cepat (Subagja et al. , 2. Berbagai jenis ternak populer di Indonesia, termasuk ayam petelur, ayam pedaging, itik petelur, burung puyuh, dan bebek pedaging (Permana et al. , 2. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Penilaian Usaha ternak A Potensi untuk meningkatkan produksi bebek masih sangat besar, terutama melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi yang tersedia (Surya et al. , 2. Selain itu, peternakan bebek dapat menjadi sumber pendapatan yang menguntungkan bagi pengusaha skala kecil, terutama di daerah pedesaan (Tang et al. , 2. Populasi nasional nasional melebihi 55 juta ekor, menghasilkan 000 ton, telur setiap tahunnya. Peternakan bebek memberikan peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan mereka, terutama di daerah Pada tahun 2021, produksi daging bebek di Indonesia mencapai 800 ton, menandai peningkatan sebesar 8,5% dari tahun sebelumnya. Jawa Timur merupakan penghasil daging itik terbesar, diikuti oleh Jawa Barat dan Jawa Tengah, dengan pulau Jawa menyumbang 60,6% dari produksi daging itik nasional (Fitriyanti & Pradana, 2. Ternak bebek memiliki potensi keuntungan yang menarik, baik untuk Keuntungan dari ternak bebek dapat diperoleh dari penjualan daging dan telur, dan juga telur asin (Dharma et al. , 2022. Qamariyah et al. , 2023. (Nada et al. Pemeliharaan bebek juga relatif lebih mudah dibandingkan dengan ayam. Menurut Budi et al. , . ternak bebek memiliki potensi yang cukup besar sebagai penghasil telur dan daging. Selain itu, ternak bebek mempunyai kelebihan diantaranya adalah memiliki daya tahan terhadap penyakit, oleh karena itu usaha ternak bebek memiliki resiko yang relatif lebih kecil dan sangat potensial untuk dikembangkan (Lastinawati, 2016. Susila. Maka dari itu perkembangan ternak bebek yang ada saat ini perlu ditingkatkan dengan melihat aspek pasar dan penentuan indikator kelayakan perkembangan bisnis dari ternak bebek. Menurut Prasetiyo et al. , . Harga jual bebek pedaging biasanya Ismunandar et al. mencapai Rp 55. 000 per ekor, dan penjualan dalam jumlah besar dapat menghasilkan pendapatan yang besar. Selain itu menurut Nismalasari, . biaya operasional untuk peternakan bebek relatif rendah, terutama jika menggunakan metode tradisional seperti penggembalaan dapa dilakukan diarea pemukiman atau area yang berair . awah dan sunga. , karena bebek pedaging dapat mencari makan sendiri. Lebih lanjut. Susila . menyatakan dalam beternak menghasilkan dua produk yakni telur dan daging yang memungkinkan peternak untuk mendapatkan penghasilan dari dua Peternakan bebek memberikan potensi keuntungan yang signifikan, terutama dengan praktik manajemen yang intensif (Wijaya et al. , 2023. Muflihah. Kemudahan pemeliharaan, biaya operasional yang rendah, dan kemampuan untuk menjual telur dan daging menjadikan peternakan itik sebagai peluang bisnis yang menjanjikan (Situmeang, 2. Menurut Sugara et al. , . secara garis besar permasalahan yang dihadapi para peternak saat ini, khususnya peternak bebek ialah keterbatasan bibit unggul, resiko penyakit. Selain itu juga aspek pasar yang mungkin kurang fleksibel, yang dalam artian susahnya para peternak dalam memasarkan produk dikarenakan kalah saing dengan ternak unggas lainnya (Istikhoroh et al. , 2. Dengan adanya beberapa permasalahan tersebut maka para peneliti melakukan sebuah inovasi untuk pengembangan pada komoditas bebek (Ardianto & Suryadi, 2. , salah satunya yaitu melakukan perkawinan silang guna untuk menciptakan produk bebek unggulan (Maulana & Putryanda. Adapun produk unggulan hasil perkawinan tersebut adalah bebek hibrida gunsi 888 (Polana, 2. Bebek gunsi sendiri merupakan bebek pedaging hibrida hasil persilangan bebek peking sebagai This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 25. No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. pejantan dan bebek khaki cambell sebagai indukan betina (Rukmana, 2. Dari hasil persilangan ini, dihasilkan anakan yang memiliki keunggulan genetik sebagai bebek pedaging dengan ciri fisik perpaduan antara bebek dan entok dengan warna bulu putih, hitam-putih, dan coklat. Bebek hibrida gunsi 888 sudah di kembangbiakkan sejak tahun 2012 (Polana, 2. Dengan adanya terobosan tersebut, maka perlu dilakukan analisis kelayakan usaha untuk mengetahui apakah usaha peternakan bebek hibrida gunsi 888 dapat menguntungkan secara finansial, serta menjadi rekomendasi bagi pelaku usaha peternak unggas khususnya peternak bebek gunsi 888. METODA PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian ini di lakukan pada usaha peternakan bebek hibrida gunsi 888 di Kecamatan Dramaga. Kabupaten Bogor, yang telah dilaksanakan selama bulan September hingga November 2024. Prosedur Pengumpulan Data Penelitian ini terdapat dua data yang di gunakan yakni data primer dan data ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Data perimer merupakan data yang di peroleh langsung di merupakan data pendukung untuk melengkapi data skunder. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif kuantitatif. Dimana hasil diperoleh dari wawancara, observasi, terhadap usaha peternakan ini. Selanjutnya diolah dalam bentuk tabel dan dinarasikan dalam bentuk Analisis Data Penelitian pendekatan net present value (NPV), internal rate of return (IRR), paybeck periode (PP) dan revenue/cost (R/C Adapun lebih jelasnya, persamaan yang digunakan dapat dilihat secara berturut dibawah ini: Net Present Value (NPV) Sebagaimana net present value yaitu disparitas nilai saat ini dari manfaat dengan biaya, atau selisih antara nilai kas masuk saat ini dengan nilai kas keluar saat Menurut Dewi et al. , . , secara matematis NPV dapat dirangkaikan dalam persamaan sebagai berikut: Dimana. NPV = Nilai bersih hingga pada tahun ke t. = manfaat yang diperoleh pada tahun t (R. = biaya pada tahun t (R. = tahun pelaksanaan usaha . = 1, 2. = suku bunga tahunan (%). = usia usaha Selanjutnya, kriteria dalam pengambilan keputusan, jika: NPV > 0, maka suatu usaha ternak bebek layak untuk dijalankan. NPV < 0, usaha ternak bebek perlu dievaluasi atau dalam kondisi tidak layak usahakan. NPV = 0, usaha ternak bebek dalam kondisi impas. Internal Rate of Return (IRR) Internal rate or return adalah indikator investasi/usaha. IRR juga didefinisikan sebagai tingkat bunga yang disesuaikan dengan nilai kas masuk saat ini dan nilai suatu investasi/usaha yang dijalankan. Menurut Nugroho & Astuti, . IRR akan dapat dihitung dengan rumus sebagai This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Penilaian Usaha ternak A Ismunandar et al. Dimana, ycn1 = discount rate atau tingkat bunga awal, jika diperoleh nilai NPV positif. ycn2 = discount rate atau tingkat bunga kedua, jika diperoleh nilai NPV negatif. NPV1 = NPV awal yang bernilai positif. NPV2 = NPV kedua yang bernilai negatif. Adapun dengan kriteria, jika: IRR > dari suku bunga yang ditetapkan, maka usaha Sedangkan apabila IRR < suku bunga, maka usaha bebek tersebut tidak layak diusahakan/dijalankan. Payback Periode (PP) Payback period yaitu periode atau jumlah terjadinya pengembalian atau penerimaan arus kas secara bertahap dari waktu tertentu sesuai dengan nili investasi yang telah dikeluar dalam bentuk persen. Apabila arus kas yang diperoleh berbeda matematis menurut (Dewi et al. , 2. sebagai berikut: Dimana, ycN. cyOeyc. yaycn yaAycnycaycyOe1 yaAycy = Payback periode. = Tahun sebelum payback period diperoleh. = Nilai investasi yang telah memperoleh discount. = Nilai manfaat yang telah didiscount sebelum waktu payback period. = Nilai manfaat pada saat payback period diperoleh Analisis R/C ratio Revenue/cost (R/C) pendekatan yang digunakan untuk mengevaluasi kelayakan usaha bebek yang membandingkan antara total penerimaan . evenue dengan total biaya ycI/ya = Dimana, = penerimaan total (R. (Dewi et al. , 2. Secara sederhana. R/C ratio menunjukkan berapa banyak keuntungan yang didapatkan pada setiap biaya yang dikeluarkan. Adapun R/C ratio dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: ycEyceycuyceycycnycoycaycaycu ycNycuycycayco . cNycI) yaAycnycaycyca ycNycuycycayco . cNy. = total biaya (R. Dengan kriteria dalam perhitungan R/C yakni: Jika. R/C > 1, maka usaha ternak bebek layak diusahakan. Jika. R/C < 1, maka usaha ternak beebk tidak layak di usahakan. Jika. R/C = 1, maka usaha ternak bebek tergolong impas. HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN DAN Penentuan Pendapatan Usaha Ternak Bebek Hibrida Gunsi 888 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 25. No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. Analisis pendapatan pada usaha ternak bebek ini merupakan hasil yang diterima dari selisih antara penerimaan (TR) dan total biaya yang di keluarkan (TC). Adapun total biaya yang ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 dikeluarkan tersebut meliputi komponen biaya tetap dan biaya variabel dalam usaha ternak bebek gunsi 888. Hasil analisis pendapatan pada usaha ternak bebek gunsi hibrida 888 disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Pendapatan usaha ternak bebek gunsi hibrida 888 di Kecamatan Dramaga. Kabupaten Bogor. Uraian Penerimaan Total Biaya Produksi Total Pendapatan Per tahun Berdasarkan Tabel 1, diperoleh hasil dari jumlah penerimaan pada usaha peternakan bebek hibrida gunsi 888 sebesar Rp. 000 per tahun dengan rata-rata Rp. 500 per bulan. Dimana penggunaan total biaya produksi sebesar Rp. 050 per tahun dengan rata-rata Rp. 504,20 per bulan. Maka didapatkan hasil pendapatan sebesar Rp. 950 per tahun dengan ratarata Rp. 995,80 per bulan. Dari hasil yang diperoleh, usaha ini dapat dikategorikan mempunyai peluang dan potensi yang baik, yang bisa dilakukan setiap pelaku usaha. Akan tetapi, diperlukan kontrol atau upaya yang lebih mendalam memastikan bahwa usaha tersebut berjalan dengan sehat dan berkelanjutan (Burhanuddin, 2. Penentuan Kelayakan Usaha Ternak Bebek Hibrida Gunsi 888 Analisis peternakan beebk gunsi 888 menggunakan beberapa alat analisis, termasuk Net Present Value (NPV). R/C Ratio. Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period. Kriteria penilaian kelayakan usaha peternakan bebek Gunsi 888 dirinci pada Tabel 2 dan 3 di bawah ini. Selanjutnya, hasil yang diperoleh dibahas berdasarkan item-item sebagai berikut. Net Present Value (NPV) Dari hasil perhitungan analisis kelayakan diperoleh dari nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp. 486,16. Hasil ini merupakan selisih anatara Jumlah (R. Rata-Rata (Rp Per Bula. 504,20 995,80 manfaat yang diperoleh dengan biaya. Artinya usaha bebek gunsi 888, akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 486,16 dalam periode kurun waktu sepuluh tahun dari waktu saat ini. Oleh karena itu, dapat disimpulkan usaha beebk gunsi 888 sangat layak dilanjutkan karena mendapatkan nilai net present value yang lebih besar dari nol . Hal tersebut sejalan dengan (Wardana et al. (Dewi et al. , 2. yang menyatakan aspek kelayakan usaha dapat dilihat dari nilai NPV yang lebih besar dari nol, maka usaha tersebut menguntungkan dan baik untuk dikembangkan. Internal Rate of Return (IRR) Internal Rate of Return (IRR) didefinisikan sebagai tingkat diskonto yang menghasilkan nilai sekarang bersih (NPV) nol. IRR berfungsi sebagai ukuran efisiensi modal dengan memungkinkan perbandingan antara IRR dan tingkat diskonto yang berlaku . uku bung. (Prabowomukti & Muchlis, 2. IRR sebesar 33,07%, perhitungan ini diperoleh dari discount faktor (DF) 14% yang menghasilkan nilai NPV positif yang paling mendekati nol sebesar Rp. 867,33. Nilai IRR yang diperoleh 07% merupakan nilai lebih besar dari nilai tingkat suku bunga bank jika di asumsikan akan menurun hingga 14%. Suku bunga yang dijadikan dasar dalam perhitungan analisis kelayakan pada penelitian ini adalah suku bunga kredit This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Penilaian Usaha ternak A Ismunandar et al. Bank Mandiri yaitu sebesar 14 % (Syarif, (Qomariyah & Firdaus, 2. Dengan demikian dapat diartikan bahwa usaha ini layak dan menguntungkan. Tabel 2. Perhitungan NPV. IRR. Payback Period dan R/C Ratio Pada Usaha Peternakan bebek hibrida gunsi 888 per 10 Tahun. DF 14% Present Value (DF 14%) 1,00 0,88 0,77 0,67 0,59 0,52 0,46 0,40 0,35 0,31 0,27 Investasi Biaya Produksi Total Cost Benefit Net Benefit Tahun (R. Total (R. Tabel 3. Indikator Penilaian Kelayakian Usaha Peternakan Bebek Gunsi Hibrida 888. Indikator Penelitian Batas Nilai Nilai Kriteria Net Present Value NPV > 0 Rp 213. 486,16 Layak Internal Rate of Return (IRR) IRR > 14% 33,07% Layak Payback Period Per PP R/C Ratio 10 Tahun R/C > 1 3,9 Tahun 2,86 Layak Layak Payback Period (PP) Payback Period (PP) menunjukkan durasi yang dibutuhkan bisnis atau proyek untuk mengembalikan investasi awal. Analisis kriteria kelayakan investasi menunjukkan PP sebesar 3,9 tahun, yang lebih pendek dari proyeksi umur usaha peternakan itik yang ditetapkan selama 10 Hal ini menyiratkan bahwa dalam waktu 3,9 tahun, bisnis ini dapat mengembalikan biaya investasinya lebih cepat daripada durasi bisnis yang ditetapkan yaitu 10 tahun. Menurut (Murti et al. , 2. (M. Nugroho & Astuti, 2. , suatu usaha akan berjalan dengan baik serta berkelnjutan, jika terjadi biaya investasi lebih cepat kembali dari waktu yang ditentukan. Oleh karena itu, dari segi kriteria kelayakan investasi, usaha peternakan bebek hibrida Gunsi 888 layak untuk di usaahakan. Revenue/Cost (R/C) Ratio Setiap pelaku usaha pada umumnya akan memiliki perhitungan dan pandangan yang yang berbeda Revenue/Cost (R/C) Ratio. Pelaku usaha biasanya menjadikan R/C ratio sebagai indikator yang sangat berperan penting untuk menentukan dan manilai profitabilitas dan kelayakan dan usaha yang dijalankannya. Menurut Rosmiati et al. , . R/C ratio dapat mengukur seberapa valid efisiensi suatu usaha dalam menghasilkan pendapatan yang baik terhadap suatu biaya yang Sedangkan menurut Hafid & Ibadurrahman . , bahwa R/C ratio hanya dapat membantu pelaku usaha untuk dapat memahami besar kecil keuntungan yang akan dihasilkan dari biaya yang dikeluarkan, meskipun This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 25. No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. Selanjutnya Nugroho & MasAoud, . menyatakan bahwah analisis R/C Ratio (RCB) yakni membandingkan pendapatan dengan total biaya, dengan kriteria yang menunjukkan bahwa jika R/C lebih besar dari 1, maka usaha tersebut dianggap layak. Dalam studi ini, rasio R/C dihitung untuk menilai keberlanjutan usaha peternakan bebek hibrida Gunsi 888. Hasil analisis menunjukkan rasio sebesar 2,86, yang menunjukkan bahwa untuk setiap Rp 1,00 biaya produksi, usaha ini menghasilkan pendapatan sebesar Rp 2,86. Hal ini menunjukkan bahwa usaha peternakan bebek hibrida Gunsi 888 layak untuk Sejalan dengan (Dewi et al. menyatakan jika R/C rasio > 1 maka usaha tersebut menguntungkan. KESIMPULAN Berdasarkan kelayakan finansial pada usaha peternakan bebek hibrida Gunsi 888 menunjukkan prospek yang sangat menjanjikan dan menguntungkan serta layak untuk Hal ini didukung oleh tingkat pengembalian investasi yang baik, pasar yang masih terbuka luas, serta permintaan daging bebek yang terus meningkat di masyarakat, sehingga bagi siapapun yang ingin memulai usaha peternakan bebek hibrida Gunsi 888 adalah pilihan tepat dengan potensi keuntungan yang menjanjikan bagi pelaku usaha muda atau bagi pemula. DAFTAR PUSTAKA