Jurnal Peduli Masyarakat Volume 2 Nomor 4. Desember 2020 e-ISSN 2721-9747. p-ISSN 2715-6524 http://jurnal. com/index. php/JPM SOSIALISASI K3 DALAM SITUASI NEW NORMAL BAGI PEKERJA BANGUNAN DI LINGKUNGAN STIKES ST. ELISABETH Suhadi. Maria Theresia Priyastuti. Emirensiana Anu Nono. Maria Karolina Selano*. Hubertus Agung Pambudi Sekolah Tinggi lmu Kesehatan St. Elisabeth. Jl. Kawi No. 11 Semarang. Jawa Tengah. Indonesia 50232 *mariaselano100284@gmail. ABSTRAK Pandemi COVID-19 yang melanda seluruh negara menunjukkan fungsi penting penyelenggaraan K3 untuk setiap bidang pekerjaan. Selain untuk memastikan tempat kerja aman digunakan. K3 sangat penting untuk menjamin kesehatan maupun membatasi penyebaran virus yang mudah Dengan begitu, penerapan K3 di area kerja menjadi kunci dalam melindungi kesehatan pekerja dan keluarganya. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk melakukan sosialisasi terkait keselamatan dan kesehatan kerja (K. kepada pekerja bangunan CV DRB (Domen Rancang Bangu. di lingkungan STIKes St. Elisabeth. Hal ini penting sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona di lokasi kerja. Berbagai upaya perlu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid Ae 19 dilingkungan kerja dalam penerapan new normal antara lain pembuatan dan sosialisasi SOP protokol kesehatan di area/lokasi bangunan dilingkungan STIKes. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah dengan melakukan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan evaluasi pelaksanaan sosialisasi K3 dalam situasi new normal bagi pekerja bangunan. Hasil dari kegiatan pengabdin ini adalah pembuatan, pemasangan dan sosialisasi media edukasi berupa poster dan spanduk sebagai sarana media edukasi kesehatan New Normal Covid-19 di lingkungan STIKes St. Elisabeth, meningkatnya bentuk kepeduliaan terhadap sesama pada pola kehidupan New Normal Covid -19 di lingkungan STIKes St. Elisabeth dengan penyediaan fasilitas jaminan perlindungan pekerja dari virus corona dengan menyediakan masker dan sarana cuci Kata kunci: keselamatan dan kesehatan kerja. new normal. pekerja bangunan K3 SOCIALIZATION IN A NEW NORMAL SITUATION FOR BUILDING WORKERS IN STIKES ST. ELISABETH ABSTRACT The COVID-19 pandemic that has hit all countries shows an important function of organizing K3 for each field of work. In addition to ensuring the workplace is safe to use. K3 is very important to ensure health and limit the spread of viruses that are easily transmitted. That way, the application of K3 in the work area is key in protecting the health of workers and their families. Community service activities aim to conduct socialization related to occupational safety and health (K. to construction workers CV DRB (Domen Rancang Bangu. in the STIKes St. Elisabeth. This is important in an effort to prevent the spread of the Corona virus at work sites. Various efforts need to be made to prevent the spread of the Covid - 19 virus in the work environment in the application of the new normal, including the creation and dissemination of health protocol SOP in areas / building locations in the STIKes environment. The method used in this activity is by planning, implementing, observing and evaluating the implementation of K3 socialization in a new normal Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 2 No 4 Hal 265 - 272. Desember 2020 Global Health Science Group situation for construction workers. The result of this service activity is the creation, installation and socialization of educational media in the form of posters and banners as a means of media for health education for the New Normal Covid-19 in the STIKes St. Elisabeth, the increasing form of caring for others in the New Normal Covid -19 life pattern in the STIKes St. Elisabeth by providing guaranteed protection facilities for workers from the corona virus by providing masks and hand washing facilities. Keywords: building worker. new normal. occupational safety and health PENDAHULUAN Saat ini pandemi virus corona (Covid-. masih terjadi di seluruh dunia. Dikatakan pandemi Covid-19 menurut WHO karena penyakit menular yang telah menyebar ke seluruh dunia sampai saat ini belum ditemukan penawarnya (Andhani, 2. Covid-19 disebabkan oleh Virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-. Penyebaran Covid -19 melalui percikan . saluran pernapasan dari satu orang ke orang lain yang sering dihasilkan saat bicara, batuk atau bersin (WHO,2. Penyakit ini dapat menyebar melalui tetesan kecil . dari hidung atau mulut pada saat batuk atau bersin. Droplet tersebut kemudian jatuh pada benda disekitarnya. Kemudian jika ada orang menyentuh benda yang sudah terkontaminasi dengan droplet tersebut, dan orang itu menyentuh mata, hidung atau mulut . egitiga waja. , maka orang itu dapat terinfeksi Covid -19 atau bisa juga seseorang terinfeksi Covid-19 ketika tanpa sengaja menghirup droplet dari penderita (Kemenkes,2. Gejala klinis yang utama yang muncul yaitu demam (>38C), batuk dan kesulitan bernapas (Yuliana, 2020:. Gejala ringan Covid-19 didefinisikan sebagai pasien dengan infeksi akut saluran napas atas tanpa komplikasi, bisa disertai dengan demam, fatigue, batuk . engan atau tanpa sputu. , anoreksia, malaise, nyeri tenggorokan, kongestinasal, atau sakit kepala (Susilo, dkk. Salah satu negara yang mengalami pandemi ini adalah Indonesia. Covid-19 sudah menginfeksi penduduk Indonesia baik lansia yang memiliki komplikasi penyakit, bayi dan anak kecil, maupun orang dengan kekebalan tubuh yang lemah lebih rentan terhadap serangan virus ini. Bahkan seseorang yang tinggal atau berkunjung ke kota atau tempat tertentu yang sudah terinveksi atau zona merah, rentan terhadap virus ini jika tidak mematuhi protokoler yang telah ditetapkan pemerintah. Selama masa pandemi, pemerintah Indonesia telah memberikan tiga cara untuk mencegah infeksi virus corona Covid-19. Ketiga cara tersebut adalah untuk mengetahui cara mengurangi risiko, mengetahui informasi yang benar, dan mengetahui apa yang perlu dilakukan saat sakit. Upaya untuk mengurangi risiko, pemerintah menganjurkan masyarakat menjaga kebersihan termasuk mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin dan menutup mulut saat bersin atau batuk. Penggunaan masker disarankan untuk digunakan khususnya bagi mereka yang sakit karena virus Covid -19 tidak menular lewat udara, melainkan melalui droplet bersin atau batuk penderita. Selain itu, masyarakat juga dihimbau untuk melakukan social distancing dengan menghindari hadir di pertemuan besar atau kerumunan orang dan jika seseorang harus berada di sekitar orang, wajib menjaga jarak dari kerumunan orang. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 2 No 4 Hal 265 - 272. Desember 2020 Global Health Science Group Menurut WHO, ada baiknya untuk mempertahankan jarak setidaknya 1-3 meter ketika berada di tempat umum terlebih jika ada seseorang yang batuk atau bersin. Upaya tersebut, diyakini dapat mencegah diri dari terjangkit virus yang menyerang saluran pernapasan tersebut . Dalam social distancing, warga juga diminta untuk melakukan kegiatan belajar, bekerja dan beribadah di rumah dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Pencegahan penyebaran Covid-19 ini diterapkan di bidang ketenagakerjaan salah satunya adalah bagi tenaga pekerja bangunan sesuai dengan Surat Edaran Kementrian Tenaga Kerja No. M/3/HK. 04/i/2020 Tentang perlindungan pekerja/buruh dan kelangsungan usaha dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Covid-19. Saat ini berdasarkan data dari gugus kendali penanganan Covid-19 bahwa penderita yang terinfeksi positif Covid -19 semakin bertambah. Pada tanggal 24 Juni 2020 yaitu 49. 009 pasien dan jumlah pasien yang meninggal 2. Berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Nasional untuk Jawa Tengah penderita yang terinfeksi positif Covid-19 yaitu 2. 842 dan yang meninggal 150 pasien. Jumlah kasus virus corona belum mengalami penurunan. dan melihat kegiatan di berbagai sektor yang sudah lama terhenti, pemerintah akhirnya mencanangkan wacana skenario new Pemerintah berharap adanya skenario new normal dapat membuat masyarakat tetap produktif di tengah risiko pandemi corona dengan menerapkan protokol kesehatan yang Merespon kondisi tersebut STIKes St. Elisabeth sebagai salah satu perguruan tinggi di Jawa Tengah berupaya mempersiapkan dan menerapkan kebijakan pencegahan penyebaran Covid-19 di masa new normal dengan protokol kesehatan sesuai surat edaran Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang telah ditetapkan. STIKes St. Elisabeth akan mulai menerapkan new normal kegiatan kampus. Keadaan new normal atau tatanan normal baru yang disampaikan oleh Pemerintah Pusat merupakan aktifitas kegiatan seperti biasa sebelum pandemi namun dengan memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kegiatan new normal dilakukan secara terbatas dan bertahap dengan tetap menjaga standar kesehatan dari penularan Covid -19 secara ketat. Pada saat ini STIKes St. Elisabeth sedang membangun prodi S1 Gizi dengan menerapkan protokol kesehatan bagi pekerja bangunan yang dikelola oleh CV DRB, ditemukan beberapa pekerja belum melakukan cuci tangan dengan benar, belum menggunakan masker dengan baik dan masih belum melakukan social distancing pada saat bekerja maupun istirahat tidur. Jumlah pekerja yang saat ini bekerja di bangunan tersebut sebanyak 20 orang. Upaya untuk mengantisipasi kondisi yang tidak diinginkan di masa new normal Covid-19 maka tim pengabdian masyarakat STIKes St. Elisabeth bermaksud mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai salah satu bentuk Tri Darma Perguruan Tinggi yang biasanya berupa kegiatan sosialisasi SOP dan media edukatif cuci tangan, penggunaan masker dan social distancing kepada pekerja bangunan dilingkungan STIKes St. Elisabeth. Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan dan menerapkan berbagai kegiatan pengabdian pada pola kehidupan normal baru . ew norma. dengan protokol kesehatan di lingkungan STIKes St. Elisabeth, khususnya pada pekerja bangunan CV DRB. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 2 No 4 Hal 265 - 272. Desember 2020 Global Health Science Group Setiap warga STIKes St. Elisabeth wajib menjalankan protokol kesehatan yang ketat seperti menggunakan masker, alat pengukur suhu, menyiapkan tempat cuci tangan, sering cuci tangan, memakai hand sanitizer, mengatur social distancing dan lain sebagainya. METODE Metode pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kesehatan Masyarakat ini dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu. Perencanaan, tindakan, dan observasi dan evaluasi. Kegiatan ini dilakukan dilakukan pada tanggal 2 Juli 2020 bertempat di STIKes St. Elisabeth dengan menerapkan protokol kesehatan New Normal Covid-19. Jumlah pekerja bangunan yang mengikuti kegiatan ini adalah 20 orang dengan mengikuti aturan social distancing yang Kegiatan-kegiatan atau aktivitas-aktivitas dari masing-masing tahapan adalah sebagai Perencanaan Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan adalah : Tim pengabdian masyarakat akan mengadakan pertemuan dengan ketua LPPM, dan membahas kegiatan pengabdian ini. Dalam pertemuan ini diberikan pembekalan mengenai tujuan dan rancangan mekanisme pelaksanaan pengabdian masyarakat. Tim pengabdian masyarakat mengajukan ijin dan kontrak waktu pelaksanaan kegiatan kepada Ketua STIKes St. Elisabeth Berdasarkan hasil identifikasi, hasil analisis permasalahan yang ada dan hasil analisis kebutuhan, selanjutnya disusun program sosialisasi penerapan pencegahan penyebaran Covid-19 dalam situasi new normal di lingkungan STIKes St. Elisabeth Semarang. Tim pengabdian masyarakat melakukan penyusunan program pengabdian masyarakat terkait penerapan pencegahan penyebaran Covid -19 dalam situasi new normal di lingkungan STIKes St. Elisabeth Semarang Tindakan Tindakan dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat ini berupa implementasi program yang diaplikasikan ke dalam beberapa tahapan : Pada tahap I, tim pelaksana pengabdian masyarakat menyusun dan mensosialisasikan Standar Operasional Prosedur (SOP) cuci tangan dan penggunaan masker pada pekerja bangunan diSTIKes St. Elisabeth. SOP ini akan dilaksanakan oleh semua pekerja bangunan di STIKes St. Elisabeth untuk mencegah penularan Covid-19 di lingkungan STIKes St. Elisabeth. Pada tahap II, tim pelaksana pengabdian masyarakat membuat media edukasi berupa poster dan spanduk sebagai sarana media edukasi kesehatan new normal Covid-19 di lingkungan STIKes St. Elisabeth. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman yang jelas bagi pekerja bangunan untuk mematuhi protokol kesehatan sesuai media edukasi yang telah dibuat di lingkungan STIKes St. Elisabeth. Observasi dan evaluasi Observasi dilakukan terhadap para pekerja bangunan di STIKes agar menerapkan protokol kesehatan new normal Covid -19 dengan benar untuk menghindari adanya warga STIKes yang terinfeksi Covid-19. Instrumen yang digunakan berupa catatan Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 2 No 4 Hal 265 - 272. Desember 2020 Global Health Science Group lapangan dan dokumentasi. Beberapa hal yang diobservasi adalah kendala-kendala, kekurangan-kekurangan dan kelemahan-kelemahan yang muncul selama proses Selanjutnya dilakukan tahap evaluasi. Evaluasi dilakukan terhadap keluaran pengabdian masyarakat yang dihasilkan. Evaluasi dilakukan bagi pekerja bangunan STIKes St. Elisabeth Semarang dalam mematuhi penerapan pencegahan penyebaran Covid-19 dalam situasi new normal di lingkungan STIKes St. Elisabeth Semarang dalam bentuk kuesioner. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini dituangkan dalam bentuk hasil kegiatan pada setiap tahap pelaksanaan, yaitu tahap : perencanaan, tindakan, observasi dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada tahap perencanaan adalah sebagai berikut : Pemberitahuan program pengabdian masyarakat berupa sosialisasi pada pekerja bangunan CV DRB. Pemberitahuan program sosialisasi dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat pada tanggal 30 Juni 2020 dalam bentuk pertemuan antara pimpinan CV DRB dan ketua pelaksana pengabdian masyarakat berkenaan dengan program sosialisasi yang dilaksanakan. Penyusunan program sosialisasi Berdasarkan hasil identifikasi, dan hasil analisis permasalahan yang ada, selanjutnya disusun program sosialisasi K3 dalam situasi new normal bagi pekerja bangunan di lingkungan STIKes St. Elisabeth Semarang. Pelaksanaan program sosialisasi dilakukan selama 1 hari tatap muka dengan mengundang para pekerja bangunan CV DRB di STIKes St. Elisabeth Semarang. Sosialisasi yang dilakukan berupa SOP cuci tangan, penggunaan masker dan social distancing dan tersedianya media edukatif berupa poster dan spanduk yang mendukung kesehatan new normal Covid -19. Pada tahap tindakan, kegiatan ini berupa implementasi program sosialisasi K3 dalam situasi new normal bagi pekerja bangunan di lingkungan STIKes St. Elisabeth Semarang. Kegiatan yang dilakukan dalam implementasi program adalah sebagai berikut : Sosialisasi SOP cuci tangan, penggunaan masker dan social distancing Tersedianya media edukatif yang mendukung kesehatan new normal Covid-19. Kegiatan ini dilakukan dilakukan pada tanggal 2 Juli 2020 bertempat di STIKes St. Elisabeth dengan menerapkan protokol kesehatan New Normal Covid-19. Jumlah pekerja bangunan yang mengikuti kegiatan ini adalah 20 orang dengan mengikuti aturan social distancing yang ada. Pada tahap observasi, kegiatan sosialisasi K3 dalam situasi new normal bagi pekerja bangunan di lingkungan STIKes St. Elisabeth Semarang telah dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan new normal Covid-19 dengan benar. Instrumen yang telah digunakan dalam kegiatan ini berupa catatan lapangan dan dokumentasi. Selama observasi kegiatan ini tidak ditemukan adanya kendala yang muncul selama proses Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 2 No 4 Hal 265 - 272. Desember 2020 Global Health Science Group Gambar 1. Sosialisasi SOP cuci tangan, penggunaan masker dan social distancing Tahap evaluasi telah dilakukan terhadap keluaran pengabdian masyarakat yang dihasilkan. Evaluasi dilakukan bagi pekerja bangunan STIKes St. Elisabeth Semarang dalam mematuhi penerapan pencegahan penyebaran Covid-19 dalam situasi new normal di lingkungan STIKes St. Elisabeth Semarang dengan bentuk kuesioner. Kuesioner diberikan kepada 20 pekerja bangunan di lingkungan STIKes St. Elisabeth. Berikut hasil kuesioner kegiatan pengabdian masyarakat sosialisasi K3 dalam situasi new normal bagi pekerja bangunan di lingkungan STIKes st. Elisabeth Semarang. Kuesioner dibuatkan berdasarkan kriteria kepuasan pelaksanaan sosialisasi dan kriteria pengetahuan dan pemahaman materi sosialisasi K3. Tabel 1. Kriteria Kepuasan . = . Nilai Persentase (%) Kriteria Kepuasan Kurang Cukup Baik Sangat Baik . Pelaksanaan kegiatan sosialisasi Manajemen waktu sosialisasi Penyajian/penyampaian sosialisasi Manfaat kegiatan sosialisasi Media edukatif kegiatan sosialisasi Sarana prasarana/ruang kegiatan sosialisasi Penerapan protokol kesehatan new normal Covid -19 Tabel 1 tersebut dapat dilihat bahwa dari 20 pekerja bangunan yang menjawab puas terhadap pelaksanaan kegiatan sosialisasi baik adalah 13 orang . %), puas terhadap manajemen waktu sosialisasi baik adalah 14 orang . %), menjawab puas terhadap penyajian/penyampaian sosialisasi baik 10 orang . %), menjawab puas terhadap manfaat kegiatan sosialisasi baik 12 orang . %), menjawab puas terhadap media edukatif kegiatan sosialisasi baik 16 orang . %), menjawab puas terhadap Sarana prasarana/ruang kegiatan sosialisasi baik 14 orang . %), menjawab puas terhadap Penerapan protokol kesehatan new normal Covid -19 baik 12 orang . %). Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 2 No 4 Hal 265 - 272. Desember 2020 Global Health Science Group Tabel 2. Kriteria pengetahuan dan pemahaman materi . Nilai Persentase (%) Kriteria Pengetahuan dan Pemahaman Materi Sosialisasi Ya . Tidak . Cara menggunakan masker dengan benar Cara mencuci tangan dengan benar Cara menjaga jarak . ocial distancin. yang benar Tabel 2 dapat dilihat bahwa hasil evaluasi pengetahuan dan pemahaman materi sosialisasi cara menggunakan masker dengan benar yang menjawab paham sebanyak 19 orang . %), pengetahuan dan pemahaman materi sosialisasi cara mencuci tangan dengan benar yang menjawab paham sebanyak 18 orang . %) dan pengetahuan dan pemahaman materi sosialisasi cara menjaga jarak . ocial distancin. yang benar yang menjawab paham sebanyak 19 orang . %). Selama pelaksanaan pengabdian masyarakat ini tidak ditemukan adanya kendala yang Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan telah berlangsung dengan sangat baik dan tepat waktu. Hal ini terlihat dari ketertarikan pekerja bangunan dalam mengikuti kegiatan mencapai 100%. Hal ini mengindikasikan bahwa para pekerja bangunan menyambut positif kegiatan yang telah dilakukan. Tim pelaksana pengabdian masyarakat menjadi lebih antusias lagi karena para pekerja bangunan dapat memahami materi sosialisasi dan mempraktekkan/mengaplikasikan kegiatan sosialisasi tersebut dengan sangat baik. Selama kegitan berlangsung para pekerja bangunan antusias memperhatikan sosialisasi SOP cuci tangan, penggunaan masker dan social distancing yang dilakukan oleh Di samping itu juga saat pemberian alat pelindung kesehatan berupa masker diberikan tim pelaksana kepada para pekerja bangunan, para pekerja bangunan menyambut dengan sangat senang dan berharap tim pelaksana dapat mengadakan kegiatan pengabdian di masa Keselamatan kerja adalah sarana utama untuk pencegahan kecelakaan, cacat dan kematian sebagai akibat kecelakaan kerja. Keselamatan kerja yang baik adalah pintu gerbang bagi keamanan tenaga kerja. Keselamatan kerja juga meliputi penyediaan Alat Pelindung Diri (APD), perawatan mesin dan pengaturan jam kerja yang manusiawi. Pendapat lain mengatakan keselamatan . meliputi mengendalikan kerugian dari kecelakaan dan kemampuan untuk mengidentifikasikan dan menghilangkan risiko yang tidak bisa diterima (Hasibuan, 2. Program keselamatan dan kesehatan kerja merupakan suatu program yang dilakukan suatu organisasi sebagai upaya memberikan perlindungan bagi tenaga kerja serta orang lain yang berada di tempat kerja atau perusahaan dalam keadaan selamat dan sehat serta agar setiap sumber produksi digunakan secara efektif dan efisien. Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu faktor kunci dalam keberlangsungan usaha dan perlindungan pekerja. Pandemi Covid-19 merupakan momentum bagi pengusaha dan semua pelaku usaha tentang Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 2 No 4 Hal 265 - 272. Desember 2020 Global Health Science Group pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja(K. , khususnya bidang kesehatan kerja secara efektif dan efisien disemua tempat kerja (Ferial Ratu. SIMPULAN Hasil yang dicapai melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah . terlaksananya kegiatan sosialisasi SOP cuci tangan, penggunaan masker dan social distancing bagi pekerja bangunan di lingkungan STIKes St. Elisabeth. Adanya media edukatif yang mendukung kesehatan new normal Covid -19 di lingkungan STIKes St. Elisabeth. DAFTAR PUSTAKA