P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 4 No. Page:1-13 Jurnal Language education literature PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL TERHADAP KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI UNSUR NASKAH DRAMA SISWA KELAS Vi SMP NEGERI 7 LUBUKLINGGAU Juli Irawan1,Agung Nugroho2. Sri Murti3 Universitas PGRI Silampari1,2,3 juve6785@gmail. com1, agungaryonugroho886@gmail. com2, srimurti@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan media pembelajaran audio visual secara signifikan dapat menuntaskan kemampuan mengidentifiaksi naskah drama siswa kelas Vi SMP Negeri 7 Lubuklinggau. Metode penelitian ini menggunakan metode quasi experiment . ksperimen sem. dan pendekatan deskrektif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 7 Lubuklinggau kelas Tahun ajaran 2023/2024. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas Vi. 1 SMP Negeri 7 Lubuklinggau. Metode pengumpulan data menggunakan menggunakan metode tes. Teknik analisis data menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai thitung 0,33 ttabel 8,696 untuk taraf signifikan 5% dengan kriteria thitung> ttabel hal ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Simpulan dari penelitian ini adalah penerapan media pembelajaran audio visual secara signifikan tepat pada hasil belajar materi naskah drama siswa kelas Vi SMP Negeri 7 Lubuklinggau. Kata kunci: Media Pembelajaran. Audio Visual. Naskah Drama. ABSTRACT This research aims to determine whether the application of audio-visual learning media can significantly improve the ability to identify drama scripts for class Vi students at SMP Negeri 7 Lubuklinggau. This research method uses a quasi-experiment method and a quantitative descriptive approach. The population of this research is all students of SMP Negeri 7 Lubuklinggau class for the 2023/2024 academic year. The sample for this research was students in class Vi. 1 of SMP Negeri 7 Lubuklinggau. The data collection method uses the test method. The data analysis technique uses the t-test. Based on the results of data analysis, it was obtained that the tcount value was 0. 33 ttable 8. 696 for a significance level of 5% with the criteria tcount> ttable, this means that Ho was rejected and Ha was accepted. The conclusion of this research is that the application of audio-visual learning media is significantly appropriate to the learning outcomes of drama script material for class Vi students at SMP Negeri 7 Lubuklinggau. Keywords: Learning Media. Audio Visual. Drama Script. Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 4 No. Page:1-13 PENDAHULUAN Pembelajaran berbasis teks menuntut siswa agar lebih aktif dan kreatif dalam menuangkan ataupun mengapresiasikan struktur berpikir mereka sehingga menjadikan siswa lebih aktif dalam keterampilan berbahasa. Komunikasi tertulis lambang-lambang bunyi bahasa menjadi lambang-lambang tulisan atau huruf-huruf. Oleh sebab itu, pembaca dapat menyimpulkan mengenai kegiatan seseorang yang berpikir lalu menuangkan ide gagasan ke dalam bahasa tulis yang telah di baca, dengan banyaknya maka semakin banyak kosa kata yang kita dapatkan. Untuk menerapkan hal tersebut maka dibutuhkan media pembelajaran yang sesuai dengan pembelajaran siswa di sekolah, namun sebelum itu membahas tentang menerapkan menurut Penerapan merupakan sebuah tindakan yang dilakukan, baik secara individu maupun kelompok dengan maksud unuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan, dan bermuara pada aktivitas, aksi, tidakan, atau adanya mekanisme suatu sistem. Implementasi bukan sekedar aktivitas, tetapi sesuatu kegiata terencana dan tujuan untuk mencapai kegiatan Ahmadi . Penerapan adalah kesanggupan seseorang untuk menerapkan atau menggunakan ide-ide umum, tata cara, ataupun metode-metode, prinsip-prinsip, rumus, teori, dan sebagainya Amaludin . Implementasi pembelajaran merupakan proses menerapkan didalam pembelajaran untuk melakukan ide, program aktivitas baru dengan mengharapkan ada perubahan didalam diri seseorang yang diajarkannya (Salsabila, , 2. Penerapan pada prinsipnya adalah cara yang bermuara pada aktivitas, adanya aksi dan tindakan secara sunguh-sunguh berdasarkan tujuan tertentu dan dilakukan agar dapat mencapai tujuan yang ingin dicapai, dengan cara melaksanakan sesuatu berdasarkan sebuah teori dan juga tindakan yang dilakukan oleh individu maupun kelompok untuk mencapai tujuan yang sudah dirumuskan. Pada materi kelas Vi kurikulum 2013 terdapat materi yang berbasis teks salah satunya yaitu materi mengidentifikasi unsur dalam naskah drama adapun penjelasan tentang naskah drama yakni. Naskah drama adalah suatu naskah yang menggambarkan kehidupan dan watak manusia melalui tingkah laku atau akting yang di baca atau Teks drama merupakan teks yang menggambarkan tentang karakter dan kehidupan manusia melalui tingkah laku yang dipentaskan (Rejo, 2. Naskah drama adalah bentuk penyajian dalam tulisan yang disusun sedemikian rupa berdasarkan alur Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 4 No. Page:1-13 Naskah drama merupakan hal terpenting dalam sebuah drama (Karlina, 2. Drama adalah kisah kehidupan manusia yang dikemukakan dipentas berdasarkan naskah, menggunakan prcakapan, gerak laku, unsur-unsur pembantu dekor, rias, lampu, musik, serta disaksikan oleh penonton (Koasih dan Endang, 2. Naskah drama yaitu hasil karya berbentuk teks atau naskah yang berisi dialog dan alur cerita yang menggambarkan kehidupan yang dapat dipertunjukan, drama juga dipertunjukan dalam berbagai bentuk seperti pementasan teater, sandiwara, lenong, film, sinetron, dan sebagainnya adapun unsur dalam naskah drama yakni: Tokoh di dalam cerita terdapat tokoh protagonis . okoh yang mendukung jalannya cerit. , antagonis . okoh yang menentang jalannya cerit. , dan tritagonis . okoh penengah antar tokoh protagonis dan antagoni. (Fadhilah, dkk. , 2. Tokoh adalah individu rekaan yang mengalami pristiwa atau berlakuan didalam cerita. Secara sederhana tokoh disebut sebagai perlaku cerita (Rosidah, dkk. , 2. Tokoh dan penokohan adalah dua unsur yang tidak dapat terpisahkan karena saling berkaitan, tokoh dalam drama juga mengacu pada watak atau sifat seorang pelaku, sementra pelaku pada peran yang bertindak atau berbicara dalam hubungannya dengan alur peristiwa. Tema ialah gagasan, ide, ataupun pikiran utama yang menjadi dasar cerita (Rosida, 2. Tema adalah tentang persoalan baik berupa kemanusiaan, kasih sayang, kekuasaan, dan Untuk mengetahui tema dalam sebuah drama perlu melakukan apresiasi menyeluruh terhadap berbagai unsur karangan itu karena tema biasanya muncul secara tersirat, lalu tema dalam drama juga menyangkut persoalan baik itu berupa kemanusiaan, kekayaan maupun keadilan. Latar adalah suatu gambaran tempat, waktu, serta situasi yang terjadi dalam satu kisah drama yang berlangsung (Wibowo, 2. Latar atau seting merupakan satu unsur karya sastra yang keberadaannya turut menentuan isi dan jalan cerita sebuah drama, latar juga dapat diartikan sebagai keterangan tempat, waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya suatu peristiwa yang ada dalam karya sastra, latar juga dapat diartikan sebagai penggambaran dimana dan kapan suatu peristiwa yang dialami tokoh dalam cerita atau drama. Dialog dalam naskah drama berupa ragam bahasa yang komunikatif sebagai tiruan bahasa sehari-hari, bukan ragam bahasa tulis dialog juga dapat diartikan sebagai percakapan antar tokoh yang terdapat pada teks drama (Priyatiningrum, dkk. P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 4 No. Page:1-13 Jurnal Language education literature Dialog merupakan bagian dari naskah drama berupa percakapan antar satu tokoh dan lainnya, dialog juga merupakan media kiasan yang melibatkan tokoh-tokoh drama yang diharapkan dapat menggambarkan watak dan kehidupan manusia, dan juga cara manusia dapat menyelesaikan persoalan dalam hidupnya. Plot merupakan jalinan cerita atau kerangka dari awal hingga akhir yang merupakan jalinan konflik antara dua tokoh yang berlawanan (Sukasih, 2. Alur atau plot adalah suatu peralihan keadaan untuk mencapai sesuatu suatu cerita diawali dengan pemaparan untuk memulai cerita, lalu berkembang karena adanya masalah yang timbul dari setiap tokoh hingga ketahap tertentu sampai ketahap penyelesaian atau klimaks, kemudian alur juga dapat diartikan sebagai rangkaian peritiwa yang bersifat logis dan juga kronologis yang membentuk konflik-konflik berdasarkan hubungan sebab akibat. Konflik adalah keteganggan atau pertentangan di dalam rekaan atau cerita drama. Konflik merupakan sebuah persoalan antara manusia, alam, dan Tuhan. Pada naskah drama konflik kehidupan yang ditunjukkan ialah kisah awal, konflik, dan penyelesaian cerita (Regina, 2. Konflik merupakan pertentangan atau masalah yang terjadi selama pertunjukan drama (Abdurahman dan Hasanah, 2. Konflik merupakan gejalah sosial yang serba hadir dalam kehidupan sosial, sehingga konflik bersifat inheren artinya konflik konflik akan senantiasa ada dalam setiap ruang dan waktu, dimana saja dan kapan saja (Purnamasari dan Maridja, 2. Konflik adalah sesuatu yang dramatik yang menggerakkan sebuah cerita juga dapat diartikan sebagai kualitas situasi dan komunikasi yang dapat menimbulkan percekcokan, perselisihan, dan pertentangan yang ditandai adanya masalah antara tokoh. Konflik juga dapat didefinisikan sebagai ketidak sesuaian antara dua atau lebih pihak. Amanat dalam drama adalah sebuah pesan yang disampaikan dari pengarang cerita drama tersebut kepada penonton. Amanat drama bisa disampaikan dengan melalui para peran para tokoh drama tersebut. Amanat merupakan pesan atau ajaran moral yang disampaikan dalam drama kepada para pembaca atau penonton, bisa juga diartikan sebagai penyampaian pesan secara langsung dan tidak langsung dan bisa juga tersimpan rapi dan disembunyikan pengarangnya dalam keseluruhan isi drama, amanat bisa memberikan manfaat dalam kehidupan. Unsur merupakan komponen pendukung naskah drama seiring perkembangan, kegiatan membaca merupakan bagian yang tidak Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 4 No. Page:1-13 terpisahkan dalam proses belajar yang di alami para siswa selama menuntut ilmu di Oleh sebab itu keberhasilan dalam proses belajar mengajar sudah pasti dipengaruhi oleh dua aspek pendukung yaitu siswa dan guru, kemudian masalah yang sering ditemukan di dalam kelas ada pada siswanya dan guru terkait materi mengenai mengidentifikasi naskah drama adalah bagian dari keterampilan berbahasa yakni Keberhasilan pengajaran mengidentifikasi unsur naskah drama ditandai beberapa faktor yakni: faktor siswa, faktor guru, dan media pembelajaran yang Tiap-tiap komponen saling berhubungan satu sama lain dalam mencapai tujuan, tetapi yang sangat penting dalam pengajaran mengidentifikasi unsur naskah drama memang terletak pada siswanya, karena siswalah yang diminta untuk mengidentifikasi unsur naskah drama maka yang akan disampaikan pun menjadi membosankan untuk dipelajari, beberapa siswa yang sangat memerlukan motivasi untuk dapat mengikuti pembelajaran. Berdasarkan wawancara dan observasi yang dilakukan pada tanggal 10 Februari 2024 sebagai survei awal kepada salah seorang Guru Bahasa Indonesia (Zuyan. , di kelas Vi SMP Negeri 7 Lubuklinggau. Ia menjelaskan bahwa siswa kelas Vi SMP Negeri 7 Lubuklinggau masih di bawah kereteria ketuntasan (KKM) dalam materi pembelajaran naskah drama yaitu pada KD Aumengidentifiksi unsur naskah dramaAy. Kesulitan siswa dalam mengidentifikasi unsur drama diketahui dari kurang cermatnya siswa mengidentifikasi bagian Tema dan Seting. Bedasarkan uraian di atas, maka akan dilakukan penelitian dengan mengangkat persoalan berkaitan dengan kesulitan yang dialami siswa kelas Vi SMP Negeri 7 Lubuklinggau. Unsur dari naskah drama yang akan penulis teliti yaitu membahas tentang naskah drama yang terdiri atas Tema. Penokohan. Tokoh. Plot. Seting. Dialog. Konflik, dan Amanat. Materi ini diberikan kepada siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas Vi pada semester genap dan kompetensi dasar (KD) mengidentifikasi unsur naskah drama. Penelitian ini difokuskan pada kemampuan mengidentifikasi unsur naskah drama. Maka dari itu akan diterapkan media pembelajaran audio visual, media pembelajaran audio visual bertujuan untuk menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkosentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 4 No. Page:1-13 materi pelajaran. Maka media audio visual merupakan penggabungan antara media audio dan media visual, yang artinya media ini memiliki dua sifat yakni memiliki suara untuk didengar dan memiliki gambar unuk dilihat (Hemawati, dkk. , 2. Media pembelajaran merupakan alat yang dapat membantu proses belajar mengajar yang berfungsi memperjelas makna pesan yang disampaikan sehingga tujuan pembelajaran lebih baik dan efisien. Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harifah berarti tengah, perantara, atau pengantar, dan media adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pembelajaran di sekolah pada khususnya (Arsyad, 2. Media pembelajaran adalah sarana fisik yang digunakan pada saat pembelajaran berupa penyaluran pesan agar terjadi proses interaksi komunikasi antara guru dan siswa (Syarifuddin dan Utari, 2022:. Media pembelajaran didefinisikan sebagai alat bantu untuk mengkomunikasikan, alat bantu informasi atau ide sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran (Nuraini, dkk. , 2. Media pembelajaran merupakan salah satu cara atau alat bantu untuk mengkomunikasikan informasi sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang digunakan dalam proses belajar mengajar. Hal ini dilakukan untuk merangsang pola pembelajaran agar dapat menunjang keberhasilan dari proses pembelajaran sehingga kegiatan belajar mengajar dapat efektif untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Media audio visual adalah media yang mempunyai suara dan gambar, media audio visual dapat diartikan sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran yang dapat dilihat dan didengar dengan tujuan untuk memudahkan penyampaian materi kepada siswa, sehingga dapat dicapai hasil yang maksimal dalam pembelajaran (Ningsih. Pembelajaran audio visual didefinisikan sebagai produksi dan pemanfaatan bahan yang berkaitan dengan pembelajaran melalui penglihatan dan pendengaran yang secara eklusif tidak selalu harus bergantung kepada pemahaman kata-kata dan simbolsimbol (Suryadi, 2. Media audio visual adalah media yang bisa didengar dan dilihat secara bersamaan, media ini menggerakkan indra pendengaran dan indra penglihatan secara bersamaan (Satrianawati, 2. Media pembelajaran audio visual merupakan media kombinasi yang digunakan dalam proses pembelajaran dengan melibatkan penglihatan dan juga pendengaran dengan menggunakan peralatan elektronik guna Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 4 No. Page:1-13 menyampaikan pesan atau materi pembelajaran juga membantu proses pembelajaran yang optimal dan juga maksimal untuk menunjang keberhasilan peserta didik dalam proses pembelajaran, dan mengarahkan terjadinya respon tertentu dari siswa seesuai dengan yang diharapkan. Kelebihan media pembelajaran audio visual yakni membantu meningkatkan efektifitas pencapaian dalam tujuan pembelajaran. Kelebihan media pembelajaran audio visual yakni dapat menarik perhatian untuk priode-priode yang singkat dari rangsangan luar lainnya, dan keras lemahnya suara bisa diatur dan disesuaikan bila akan disisipi dengan komentar yang akan didengar, gambar proyeksi bisa di AubekuAy kan untuk diamati sesama, dan guru bisa mengatur dimana dia akan mengantar gerakan gambar tersebut (Yuanata, 2. Kemudian media pembelajaran audio visual meliputi penyajian materi pembelajaran jelas dan mudah untuk dipahami, kegiatan pembelajaran beragam, dan siswa mampu menganalisis dan demontrasi (Saptadi, dkk. , 2. Lalu kelebihan media pembelajaran audio visual yakni mencangkup segala aspek indra pendengar, penglihat, dan peraba. Sehingga kemampuan semua indra dapat terasa dengan baik karena digunakan secara seimbang dan bersama (Zainiyati, 2. Kelebihan dari media pembelajaran audio visual adalah bisa mengatasi keterbatasan ruang dan memungkinkan menjangkau sarana yang luas, mampu memusatkan perhatian siswa dengan menggunakan bunyi dan arti dari bunyi itu lalu bisa menyajikan program pendalaman dan pemahaman tentang materi yang dibawakan, disampaikan oleh guru sehingga tema yang dibahas memiliki mutu yang baik dan efisien. Setelah mengetahui kelebihan pada media pembelajaran audio visual maka perlu memperhatikan tahapan atau langkah-langkah dalam menggunakannya adapun langkahlangkah yang perlu diperhatikan dalam penggunaannya yakni: Karakteristik peserta Seorang pengajar harus mengetahui karakteristik peserta didiknya. Langkah ini bertujuan untuk menentukan dan merumuskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, tujuan yang ingin dicapai adalah aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek psikomotorik. Mendesain materi dan media yang tepat. Materi dan media pembelajaran yang akan digunakan sebaiknya didesain lebih efektif, hal ini bertujuan untuk mencegah terbuangnya waktu, tenaga, dan biaya. Tahapan percobaan media audio visual. Tahapan terakhir dalam persiapan adalah percobaan media sebelum digunakan, alasan yang P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 4 No. Page:1-13 Jurnal Language education literature mendasari percobaan ini adalah untuk menghindari terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan, misalnya film atau video tidak dapat diputar, suara tidak terdengar dan sebagainya (Purnaningsih, 2. Kekurangan yang kurang pelaksanaannya membutuhkan waktu yang cukup lama, dan biayanya lebih mahal. Adapun kekurangan media audio visual yaitu keterbatasan biaya serta penerapannya yang harus mampu mencangkup segala aspek indra pendengaran, penglihatan, dan peraba Zainiyati . Banyak menggunakan bahasa verbal, materi yang disajikan dapat menimbulkan verbalisme, dan membutuhkan biaya Saptadi . Kemudian pembuatan media audio visual memerlukan waktu yang lama karena memadukan dua elemen yakni audio dan visual, membutuhkan keterampilan dan ketelitian dalam pembuatannya, biaya yang digunakan dalam pembuatan media audio visual cukup mahal, dan jika tidak terdapat piranti pembuatannya maka akan sulit untuk membuatnya . erbentur alat pembuatanny. (Sumiharsono dan Hasanah, 2. Kekurangan pada media pembelajaran audio visual adalah penggunaan media ini memerlukan sarana dan prasarananya yang lengkap, membutuhkan waktu yang relatif lama pada tahapan awal untuk menyiapkan materi menggunakan media ini, dan pengadaan juga perawatan yang membutuhkan tenaga juga biaya yang cukup tinggi. METODE Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian eksperimen semu dengan jenis data kuantitatif dan desain pre test, treatmen, dan post test. Data penelitian ini meliputi data tes dan data non tes. Data tes meliputi kemampuan mengidentifikasi unsur naskah Non-tes meliputi observasi dan wawancara. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Deskripsi data penelitian yang dilakukan unuk memberikan gambaran secara umum mengenai data-data yang diperoleh di laporan. Penelitin ini dilaksanakan pada tanggal 6 Februari 2024 sampai tanggal 9 februari 2024 di siswa kelas Vi SMP Negeri 7 Lubuklinggau tahun pelajaran 2023/2024 dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas Vi. 1 dengan jumlah siswa 32 orang. Pelaksanaan pesmbelajaran dilakukan sebanyak 3 Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 4 No. Page:1-13 kali pertemuan dengan rincian satu kali pemberian tes awal . re-tes. Selanjutnya pada pertemuan ke dua pembelajaran menerapkan media pembelajaran audio visual dalam mengidentifikasi naskah drama. Kegiatan akhir yang dilakukan adalah pemberian tes akhir . unuk mengetahaui ketuntasan siswa dalam mengidentifikasi naskah Pemberian pre-test dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum diberikan perlakuan pembelajaran dengan menerapkan media pembelajaran media pembelajaran audio visual dalam materi mengidentifikas naskah drama. Pemberian tes awal dilaksanakan pada tanggal 12 februari 2024 dengan jumlah siswa sebanyak 32 orang. Berdasarkan hasil perhitungan rekapitulasi data pre-test siswa yang tuntas sebanyak 3 siswa Siswa 3 . %) dan tidak untas sebanyak 29 . %). Nilai rata-rata secara keseluruhan adalah sebesar 39% . Secara deskriptif jelas bahwa kemampuan awal siswa sebelum diterapkannya media pembelajaran audio visual dikatakan belum tuntas karena nilai rata-ratanya di bawah Kreteria Ketuntasan Minimal KKM yaitu 68. Pada pertemuan terakhir dilakukan post-test yang dilaksanakan pada februari 2024 dan diikuti oleh 32 siswa. Kemampuan akhir yang diperoleh melalui post-test . es akhi. Tes akhir dilakukan untuk menetahui hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia dengan diterapkan media pembelajaran audio visual dalam materi mengidentifikasi unsur naskah drama. Berdasarkan hasil perhitungan lampiran rekapitulasi nilai post-test diketahui bahwa siswa yang mendapatkan nilai >68 dengan kriteria tuntas adalah 27 orang . %). Sedangkan nilai<68 dengan kriteria tidak tuntas adalah 5 orang . %). Hasil analisis uji normalitas data tes awal . re-tes. dan tes akhir . ost-tes. dapat disimpulkan bahwa data tes awal dan tes akhir berdistribusi normal dengan taraf kepercayaan o=0,10. Hipotesis yang diuji dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa di kelas Vi. 1 SMP Negeri 7 Lubuklinggau setelah di terapkannya media pembelajaran audio visual. Berdasarkan hasil perhitungan SPSS dengan menggunakan uji t-test di peroleh nilai Dengan kata lain Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan media pembelajaran audio visual dalam kemampuan mengidentifikasi unsur naskah drama di siswa kelas Vi. 1 SMP Negeri 7 Lubuklinggau secara signifikan Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 4 No. Page:1-13 Pembahasan Pembahasan hasil penelitian ini berdasarkan data tes awal pretest yang dilakukan pada tanggal 26 februari 2024 dan hasil tes akhir posttest pada tanggal 29 februari 2024. Dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran audio visual secara signifikan dapat menuntaskan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi unsur naskah drama di siswa kelas Vi. 1 SMP Negeri 7 Lubuklinggau. Pada saat pelaksanaan tes awal pretest sebelum menerapkan media pembelajaran audio visual nilai terendah diperoleh siswa adalah 20 dan nilai tertinggi yang diperoleh siswa 74 dengan nilai rata-ratanya adalah Kemudian penulis mengadakan treatmen dengan menerapkan media pembelajaran audio visual. Adanya perubahan cara mengajar yang dirasakan siswa sebagai hal yang baru, siswa sangat antusias dalam mengikuti pembelajaran dengan media pembelajaran audio visual, karena pada media ini menggunakan suara dan gambar yang bertujuan untuk merangsang dan mendorong keseriusan juga fokus siswa untuk mengidentifikasi unsur dalam naskah drama. Pada pertemuan selanjutnya posttest penulis melakukan intruksi pada siswa untuk mengidentifikasi unsur dalam sebuah naskah drama yang sudah di persiapkan. Setelah proses pembelajaran selesai diperoleh nilai terrendah siswa 49 dan nilai tertinggi yang diperoleh siswa 97 sehingga nilai rata-ratanya 77 sehingga kemampuan siswa dalam mengidentifikasi unsur naskah drama di siswa kelas Vi. 1 SMP Negeri 7 Lubuklinggau setelah diterapkannya media pembelajaran audio visual dapat menuntaskan hasil pembelajaran. Maka disimpulkan bahwasannya kemampuan akhir siswa terdapat peningkatan. Untuk mendukung pendapat di atas, menurut (Ningsih, 2. menjelaskan media audio visual adalah media yang mempunyai suara dan gambar, media audio visual juga dapat diartikan sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran yang dapat dilihat dan didengar dengan tujuan untuk memudahkan penyampaian materi kepada siswa, sehingga dapat dicapai hasil yang maksimal dalam Kemudian (Suryadi, 2. pembelajaran audio visual didefinisikan sebagai produksi dan pemanfaatan bahan yang berkaitan dengan pembelajaran melalui penglihatan dan pendengaran yang secara eklusif tidak selalu harus bergantung kepada pemahaman kata dan simbol-simbol. Lalu (Satrianawati, 2. menjelaskan bahwa media audio visual adalah media yang bisa didengardan bisa dilihat secara bersamaan. Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 4 No. Page:1-13 media ini menggerakan indra pendengaran juga indra penglihatan secara bersamaan. Berdasarkan pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran audio visual merupakan media kombinasi yang digunakan dalam proses pembelajaran dengan melibatkan pendengaran dan juga penglihatan dengan menggunakan peralatan elektronik guna menyampaikan pesan atau materi pembelajaran juga membantu keberhasilan peserta didik dalam proses pembelajaran. Setelah menerapkan media pembelajaran audio visual pada materi pembelajaran mengidentifikasi unsur naskah drama terdapat peningkatan dari hasil belajar pretest bayak siswa yang belum tuntas 29 siswa dan siswa yang tuntas 3 siswa. Dengan hasil perolehan nilai siswa terendah 20 dan nilai tertinggi 74. Sedangkan hasil belajar posttest siswa yang tuntas 27 siswa dan siswa yang tidak tuntas 5 siswa. Dengan hasil perolehan nilai siswa terendah adalah 49 dan nilai tertinggi 97. Diketahui bahwa siswa yang tidak tuntas pada hasil pretest dan posttest mendapatkan nilai paling rendah dalam mengidentifikasi unsur naskah drama 7 indikator penilaian: ketepatan tema dengan judul, ketepatan tokoh dan penokohan, ketepatan dialog juga pada konflik. Berdasarkan hasil perhitungan analisis data dengan menggunakan aplikasi SPSS versi 2. 4 diketahui nilai uji AutAy . yaitu sig 430 Aetailed 8,696 <0,10 maka jika thitung>ttabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan media pembelajaran audio visual secara signifikan dapat menuntaskan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi unsur naskah drama di siswa kelas Vi. 1 SMP Negeri 7 Lubuklinggau. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa hasil belajar kemampuan mengidentifikasi unsur naskah drama kelas Vi. 1 SMP Negeri 7 Lubuklinggau setelah diterapkannya media pembelajaran audio visual dinyatakan tuntas secara signifikan. Setelah diberikan tes akhir diperoleh rata-rata nilai pembelajaran sebesar 77% dan presentase jumlah siswa yang tuntas yaitu 84% dengan demikian mengalami peningkatan sebesar 37,49%, serta hal ini dibuktikan dari hasil pengujian uji-t dengan menggunakan SPSS diperoleh nilai signifikan sebesar 19,711 dengan taraf Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 4 No. Page:1-13 kepercayaan 95%. Artinya Ha diterima dan Ho ditolak dengan demikian hipotesis yang di ujikan dalam peneltian ini dapat diterima kebenarannya. DAFTAR PUSTAKA