Seminar Nasional Politani Kupang Ke-7 Kupang, 05 Desember 2024 HASIL TANAMAN ZUCCHINI PADA BEBERAPA KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR BERBAHAN LIMBAH SAYURAN DAUN DAN LIMBAH CAIR TAHU Matilda Inya Wonggo1. Lena Walunguru1*. Eko H. Juwaningsih1. Nova D. Lussy1. Micha Snoverson Ratu Rihi1 Politeknik Pertanian Negeri Kupang. Jl. Jln. Prof. Dr. Herman Yohanis. Kelurahan Lasiana. Kupang e-mail: : lena. walunguru@gmail. ABSTRAK Tanaman zucchini belum banyak dikenal oleh masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), sehingga berpotensi untuk dikembangkan di NTT. Konsumsi sayuran termasuk zucchini yang sedikit atau tidak ada residu kimiawi lebih aman bagi kesehatan, untuk itu maka dalam budidaya mengutamakan input organik seperti pupuk organik cair (POC). Bahan yang baik untuk membuat POC adalah bahan yang mudah terdekomposi dan mengandung senyawa kompleks yang akan menyumbang hara, contohnya limbah sayuran daun dan limbah cair tahu. Limbah sayuran daun . eperti sawi hijau, petsai, dan kubi. dan limbah cair tahu cukup banyak tersedia dan mudah Pemanfaatan limbah sayuran daun dan limbah cair tahu sebagai POC merupakan salah satu cara mudah dan ramah lingkungan dalam mengurangi limbah yang dapat berpotensi sebagai bahan polutan. Pemberian pupuk bertujuan memenuhi kebutuhan hara tanaman, oleh karena itu salah satunya harus memperhatikan konsentrasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian POC limbah sayuran daun dan limbah cair tahu yang diberikan pada beberapa konsentrasi terhadap hasil tanaman zucchini. Penelitian ini menggunakan Rancagan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yaitu konsentrasi 0, 125, 150, 175, 200, 225, 250, 275, dan 300 mL. L-1. Variabel yang diamati terdiri dari varibel penunjang . inggi tanaman dan diameter batan. dan varibel utama . umlah, panjang, diameter, dan berat setiap bua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC limbah sayuran daun dan limbah cair tahu pada beberapa konsentrasi berpengaruh nyata terhadap hasil zukini, dan konsentrasi 300 ml/l berpengaruh terbaik terhadap jumlah buah . , panjang buah . ,48 c. , diameter buah . ,45 m. , dan berat setiap buah . ,99 . Kata kunci : konsentras pupuk organik cair, limbah sayuran, limbah cair tahu, tanaman zucchini PENDAHULUAN Zucchini atau mentimun Jepang merupakan tanaman sayuran buah semusim yang berpotensi dikembangkan di Indonesia namun belum banyak dibudidayakan oleh petani di Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya di Kupang, karena belum banyak petani di NTT yang membudidayakan memungkinkan tanaman zucchini berpotensi untuk diusahanya di Kupang. Zucchini dapat ditanam di dataran rendah sampai tinggi dengan penerapan teknik budidaya yang dapat mengoptimalkan produktifitas tanaman (Wonning, 2. Lingkungan tumbuh tanaman merupakan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman seperti cahaya matahari, suhu kelembaban, dan ketersediaan unsur hara. Menurut Pujiwati, . ketersediaan unsur hara penting bagi tanaman agar dapat bertumbuh dan berproduksi dengan baik. Unsur hara bagi tanaman bersumber dari media tanam dan pemupukan baik dari pupuk anorganik maupun organik. Penggunaan pupuk organik berdampak lebih baik karena memperbaiki kesuburan tanah secara fisik, kimia, dan biologi. Di samping itu, sedikit atau tidak ada residu kimia yang dapat berdampak negatif bagi lingkungan dan komoditi yang dihasilkan lebih aman dikonsumsi. Bahan untuk membuat pupuk organik salah satunya yaitu limbah sayuran daun. Limbah ini tersedia dalam jumlah yang cukup banyak dan mudah didapatkan karena bahannya mudah rusak. Salah satu cara yang mudah dan ramah lingkugan untuk mengurangi limbah sayur adalah memanfaatkannya sebagai bahan pupuk organik cair (POC). Limbah sayuran daun mengandung senyawa-senyawa kompleks yang bila terurai akan Seminar Nasional Politani Kupang Ke-7 Kupang, 05 Desember 2024 menghasilkan unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Limbah sawi hijau mengandung air 96,73%, nitrogen (N) sebanyak 0,13%, fosfor (P) sebanyak 0,058%, kalium (K) sebanyak 0,17%, kalsium (C. sebanyak 0,006%, dan magnesium (M. sebanyak 0,012% (Elmi, 2. Limbah petsai mengandung air . ,00 . , fosfor . ,00 m. , kalium . ,00 m. , dan besi . ,50 m. (Cahyono, 2003 dalam Novianti, 2. Limbah kubis mengandung air . -80%), vitamin C, vitamin A, vitamin B1, mineral, kalsium, kalium, klorin, fosfor, sodium, dan sulfur (Frona, dkk. , 2. Limbah organik lain yang baik sebagai bahan POC adalah limbah cair tahu. Limbah cair tahu mudah diperolah dalam jumlah cukup banyak, dan merupakan bahan yang baik sebagai POC karena kandungan senyawa-senyawa . emak, kalori, protein, dan karbohidra. yang bila dirombak oleh mikrobia menghasilkan unsur hara yang dibutuhkan tanaman (Raden, 2. Menurut Nurul . limbah cair tahu mengandung karbohidat . -50%), protein . -60%), dan lemak . %). Pupuk yang diberikan ke tanaman salah satunya harus memperhatikan konsentrasi agar mencukupi kebutuhan hara tanaman, dimana setiap jenis tanaman mempunyai konsentrasi yang berbeda untuk memperoleh hasil optimum. Menurut Rizqiani, . konsentrasi juga dosis yang tepat dapat memperbaiki pertumbuhan, mempercepat panen memperpanjang umur produksi, dan dapat meningkatkan hasil. Penelitian mengenai POC sayuran daun dan limbah cair tahu yang diberikan pada beberapa konsnetrasi telah dilakukan pada beberapa jenis sayuran. Walunguru dan Kaka Mone . menginformasikan bahwa pemberian POC limbah sayuran daun dan limbah cair tahu pada beberapa konsentrasi berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Konsentrasi 90 mL. L-1 yang diberikan pada tanaman pakcoy berpenharuh lebih baik terhadap tinggi tanaman . ,86 cm pada 5 MST), jumlah daun . ,17 helai pada umur 5 MST), berat segar . ,6 . , dan berat kering . ,68 . Hasil penelitian Moruk . bahwa POC limbah sayuran daun dan limbah cair tahu yang diberikan pada konsentrasi 225 mL. L-1 pada tanaman mentimun berpengaruh terbaik terhadap panjang buah . ,07 c. , diameter buah . , jumlah buah . ,56 bua. , berat per buah . ,91 . , dan berat buah per tanaman . ,74 . Penelitan tentang POC limbah sayuran daun dan limbah cair tahu masih perlu dilakukan misal pada jenis sayuran lainnya seperti zucchini terkait konsentrasi untuk mendapatkan informasi yang lebih banyak dan beragam. METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian telah dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2024. Lokasi penelitian di kebun Kelompok Tani Kampung Daun. Desa Baumata. Kecamatan Taebenu. Kabupaten Kupang. Alat dan Bahan Alat yang digunakan adalah pacul, sekop, tofa, parang, tong plastik ukuran 200 l, ember, gelas ukur . 000 mL, 500 mL, 250 mL, 100 mL, dan 50 mL), penggaris, timbangan digital, alat tulis, papan perlakuan, jangka sorong digital, kayu ajir, jerigen ukuran 20 liter, dan keranjang panen. Bahan yang Seminar Nasional Politani Kupang Ke-7 Kupang, 05 Desember 2024 digunakan adalah limbah sayuran daun, limbah cair tahu, daun gamal, batang pisang, sabut kelapa. EM4, gula pasir, benih zucchini varietas Jacky Z6 F1, polibag . x 40 c. , tanah, arang sekam, pupuk kandang sapi, tali rafia, kain saring, kayu ajir, dan air. Rancangan Percobaan dan Analisis Data Penelitian mengunakan rancangan acak kelompok (RAK), dengan model matematis: Yij = i Ej Aij . Keteragan : Yij i Ej Aij Respon atau nilai pengamatan dari perlakuan ke-i dan ulangan ke-j Nilai tengah umum Pengaruh perlakuan ke-i Pangaruh blok ke-j Pengaruh galat percobaan dari perlakuan ke-i dan ulangan ke-j Perlakuan terdiri dari 9 taraf dan 3 ulangan, sehingga terdapat 27 unit percobaan. Perlakuan yang diuji adalah konsentrasi POC limbah sayuran daun dan limbah cair tahu yaitu: 0 mL. L-1 125 mL. L-1 150 mL. L-1 175 mL. L-1 200 mL. L-1 225 mL. L-1 250 mL. L-1 275 mL. L-1 300 mL. L-1 Setiap unit percobaan terdiri dari 6 polibag . tanaman setiap poliba. , dengan 3 tanaman Total populasi yaitu 162 tanaman. Tata letak unit percobaan dilakukan secara acak dengan penarikan lotre. Pelaksanaan Penelitian Tahapan pelaksanaan penelitian sebagai berikut: Pembuatan POC limbah sayuran daun dan limbah cair tahu (Walunguru dan Kaka Mone, 2. Penanaman Persiapan media tanam Media tanam yang digunakan adalah tanah, pupuk kandang sapi, dan arang sekam dengan perbandingan volume 1:1:1, dicampur merata lalu dimasukkan dalam polibag berukuran 20 x 40 cm sampai 3/4 polibag terisi. Seleksi benih Benih zucchini direndam kedalam air hangat selama 5 menit, untuk memisahkan benih yang bagus dan benih yang tidak bagus. Benih yang bagus adalah benih yang tengelam dalam air. Seminar Nasional Politani Kupang Ke-7 Kupang, 05 Desember 2024 Benih yang tenggelam ditiriskan sampai kering angin kemudian ditanam. Pemasangan ajir Ajir dipasang setelah pengisian media tanam dengan tujuan sebagai penopang atau penahan tanaman agar tidak mudah patah akibat angin. Ajir ditancap sedalam A 15 cm, di bagian pinggir media tanam. Penanaman benih zucchini Benih zucchini ditanam langsung pada media tanam dalam polibag. Benih ditanam pada sore hari dengan cara membuat lubang tanam pada media tanam sedalam A 1 cm, kemudian benih ditanam 1 biji pada setiap polibag. Disiapkan sebanyak 20 polibag sebagai tanaman untuk Aplikasi POC limbah sayuran daun dan limbah cair tahu Konsentrasi 125 mL. L-1 dibuat dengan mengambil 125 mL. L-1 POC dan ditambahkan air sampai 1 liter . tau ditambahkan air sebanyak 875 mL. L-. dan dicampur merata. Konsentrasi lainnya dibuat dengan cara sama, namun jumlah POC dan air disesuaikan dengan perlakuan konsentrasi. Dosis yang diberikan adalah 250 ml/tanaman, diberikan pada sore hari. POC diberikan setiap 3 hari sekali, dimulai pada saat tanaman berumur 14 hari setelah tanam (HST) sampai 1 minggu sebelum panen. Jumlah pemberian POC sebanyak 8 kali. Pemeliharaan Penyiraman Penyiraman tanaman zucchini dilakukan setiap hari pada pagi dan sore hari, jumlah air yang diberikan untuk setiap tanaman adalah 500 mL. L-1 per tanaman. Penyulaman Penyulaman dilakukan pada tanaman umur 7 HST. Sebanyak 3 tanaman yang disulam karena kerdil dan layu. Tanaman untuk sulam berasal dari tanaman cadangan yang telah disiapkan. Penyiangan Penyiangan dilakukan secara manual dengan cara gulma dalam polibag atau disekitar polibag dicabut menggunakan tangan. Penyiangan dilakukan saat tanaman berumur 19 dan 38 HST. Pengendalian hama Hama yang menyerang tanaman zucchini adalah hama oteng-oteng/kuya (Aulocophora similis Olive. Seragan hama ini menimbulkan kerusakan pada daun tanaman zucchini. Pengendalian dilakukan secara fisik yaitu dengan cara mematikan hama menggunakan tangan. Tingkat serangan hama tergolong rendah dan setelah pengendalian hama tidak menyerang lagi. Panen Panen buah zucchini pada saat tanaman berumur 40 dan 46 HST, panen sebanyak 2 kali. Buah yang dipanen adalah buah yang sudah memenuhi kriteria panen yaitu warna buah hijau kehitaman, kulit buah mengkilat dan ukuran buah cukup besar. Buah zucchini yang dipanen dipotong tangkai Seminar Nasional Politani Kupang Ke-7 Kupang, 05 Desember 2024 buahnya menggunakan pisau kemudian dimasukan dalam kantong plastik sampel. Variabel Pengamatan Variabel pengamatan meliputi: Variabel penunjang yaitu: Tinggi tanaman . Pengamatan tinggi tanaman zucchini dilakukan pada umur 3 dan 5 minggu setelah tanamn (MST). Alat yang digunakan yaitu penggaris. Tinggi tanaman diukur dari pangkal batang sampai titik tumbuh tanaman sampel. Data dari 3 tanaman sampel dari setiap perlakuan pada semua ulangan dirata-ratakan. Diameter batang . Pengamatan diameter batang tanaman zucchini dilakukan pada umur tanaman 3 dan 5 MST. Alat yang digunakan yaitu jangka sorong digital. Diameter batang diukur 1 cm dari permukaan Data dari 3 tanaman sampel dari setiap perlakuan pada semua ulangan dirata-ratakan. Variabel utama yaitu: Jumlah buah per tanaman . Jumlah buah per tanaman dihitung saat panen. Semua buah yang dipanen pada tanaman sampel Data dari 3 tanaman sampel dari setiap perlakuan pada semua ulangan dirata-ratakan. Panjang buah . Panjang buah diukur saat panen. Alat yang digunakan yaitu penggaris. Panjang buah diukur dari pangkal buah sampai ujung buah. Data dari 3 tanaman sampel dari setiap perlakuan pada semua ulangan dirata-ratakan. Diameter buah per tanaman . Diameter buah diukur saat panen. Alat yang digunakan yaitu jangka sorong digital. Diameter buah diukur pada pangkal, tengah, dan ujung buah kemudian dirata-ratakan. Data dari 3 tanaman sampel dari setiap perlakuan pada semua ulangan dirata-ratakan. Berat tiap buah . Pengamatan berat tiap buah diukur saat panen. Alat yang digunakan yaitu timbangan digital dua Setiap buah yang dipanen dari tanaman sampel ditimbang. Data dari 3 tanaman sampel dari setiap perlakuan pada semua ulangan dirata-ratakan. HASIL DAN PEMBAHASAN Variabel Penunjang Seminar Nasional Politani Kupang Ke-7 Kupang, 05 Desember 2024 Tinggi Tanaman dan Diameter Batang Rata-rata tinggi tanaman dan diameter batang tanaman zucchini pada umur 3 dan 5 MST tertera pada Tabel 1. Data pada Tabel 1 memperlihatkan bahwa rata-rata tinggi tanaman pada 3 MST berkisar 27,9337,26 cm, dan pada 5 MST berkisar 53,86-63,57 cm. POC limbah sayuran daun dan limbah cair tahu yang diberikan pada konsentrasi 300 mL. L-1 menghasilkan tanaman tertinggi dibanding konsentrasi lainnya di semua umur pengamatan, pada 3 MST yaitu 37,26 cm dan 5 MST yaitu 63,57. Rata-rata diamter batang pada 3 MST berkisar 7,62-9,73 mm, dan pada 5 MST berkisar 15,75-19,98 mm. POC limbah sayuran daun dan limbah cair tahu yang diberika pada konsentrasi 300 mL. L-1 menghasilkan diameter batang terbesar dibanding konsentrasi lainnya di semua umur pengamatan, kecuali dengan konsentrasi 275 mL. L-1 pada 3 MST yaitu 9,73 mm dan 5 MST yaitu 19,98 mm. Tabel 1. Rata-rata Tinggi dan Diameter Batang Tanaman Zucchini Akibat Pemberian Beberapa Konsentrasi POC Limbah Sayuran Daun dan Limbah Cair Tahu Perlakuan POC 0 ml/l 125 ml/l 150 ml/l 175 ml/l 200 ml/l 225 ml/l 250 ml/l 275 ml/l 300 ml/l Rata-rata Tinggi Tanaman . 3 MST 5 MST 27,93 53,86 30,05 55,86 31,52 56,43 31,57 56,12 32,05 56,80 33,41 60,00 34,38 59,02 34,63 62,10 37,26 63,57 Diamter Batang . 3 MST 5 MST 7,62 15,75 7,88 15,77 7,91 16,41 8,45 16,29 8,60 17,06 8,66 17,58 8,96 18,06 9,73 18,47 9,73 19,98 Pupuk organik cair limbah sayuran daun dan limbah cair tahu yang diberikan pada konsentrasi 300 mL. L-1 merupakan konsentrasi tertinggi sehingga akan menyumbang lebih banyak hara, hal ini bila diimbangi oleh daya serap akar tanaman yang baik maka berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman yang lebih baik baik, terlihat dari tanaman yang lebih tinggi dan memiliki diameter batang yang lebih besar. Penambahan pupuk organik ke media tanam mengakibatkan peningkatan kadar hara Semakin banyak pupuk organik yang ditambahkan ke dalam tanah, semakin banyak pula Corganik dan hara lain yang dilepaskan ke dalam tanah yang diserap oleh akar untuk proses pertumbuhan seperti tinggi tanaman. Menurut Pertamawati, . bahwa makin banyak fotosintat yang dihasilkan maka akan lebih mendukung pertumbuhan tanaman. Pertumbuhan tanaman merupakan proses fisiologis dari sel yang melakukan pembelahan dimana tanaman memerlukan unsur hara esensial dalam jumlah yang cukup yang diserap tanaman melalui akar (Lakitan, 2. Munawar, . bahwa pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh unsur hara yang diserap. Hara yang tersedia cukup pada fase vegetatif maka proses fotosintesis berjalan aktif dan optimal. Menurut Pujiwati, . bahwa unsur hara yang diserap akan mempengaruhi prosesproses metabolisme termasuk fotosintesis dalam menghasilkan fotosintat. Fotosintat akan didistribusikan ke organ-organ tanaman sebagai cadangan makanan dan dimanfaatkan sebagai energi Seminar Nasional Politani Kupang Ke-7 Kupang, 05 Desember 2024 untuk pertumbuhan dan perkembangan organ tubuh tanaman. Hara yang tersedia cukup akan menghasilkan fotosintat yang lebih mendukung aktifnya sel pada jaringan meristem . itik tumbu. untuk membelah, maka organ tanaman akan tumbuh lebih baik menyebabkan tanaman bertambah tinggi, terbentuknya daun-daun baru, diameter batang bertambah besar, dan terbentuk cabang-cabang baru (Lakitan, 2. Pembesaran batang tanaman berhubungan dengan ketersediaan dan jumlah hara yang mampu diserap oleh tanaman yang digunakan dalam proses metabolisme tanaman. Adanya peningkatan proses metabolisme tanaman akan berdampak positif dalam pembentukan diameter batang tanaman (Munawar, 2. mampu menyediakan unsur hara yang lebih mendukung pertumbuhan tanaman dimana sel-sel yang membelah dan membesar lebih banyak sehingga mempengaruhi diameter batang tanaman zucchini dan seiring bertambahnya umur tanaman Menurut Puspadewi, dkk. , . bahwa penyerapan unsur hara tidak secara langsung diserap sekaligus untuk pertumbuhan diameter batang, diawali digunakan untuk pertumbuhan tinggi tanaman dan saat mendekati akhir masa pertumbuhan vegetatif unsur hara akan digunakan untuk memperbesar batang tanaman. Hal ini karena tanaman yang lebih tinggi cenderung memiliki batang lebih besar, dan makin banyak daun maka akan mampu menghasilkan pertumbuhan tanaman yang lebih baik seperti pembentukan batang (Faisal, 2. Variabel Utama Jumlah Buah Per Tanaman Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi POC limbah sayuran daun dan limbah cair tahu berpengaruh nyata terhadap rata-rata jumlah buah per tanaman zucchini. Rata-rata diameter batang zucchini pada beberapa konsentrasi POC dan hasil uji BNJ 5% tertera yang dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Rata-rata Jumlah Buah Per Tanaman. Panjang Buah, dan Berat Setiap Buah Zucchini Akibat Pemberian Beberapa Konsentrasi POC Limbah Sayuran Daun dan Limbah Cair Tahu Perlakuan POC Jumlah Buah Per Tanaman Panjang Buah Diameter Buah Berat Setiap Buah . 2,00 a 23,57 56,59 a 344,64 a 2,00 a 25,77 58,15 ab 418,94 b 2,00 a 24,95 59,82 abc 440,70 c 2,00 a 24,67 60,60 bcd 462,03 d 2,00 a 23,48 61,77 cd 495,23 e 2,00 a 25,44 60,19 bcd 543,78 f 2,00 a 25,70 62,35 cd 574,38 g 2,00 a 26,00 63,47 d 696,36 h 0 ml/l 125 ml/l 150 ml/l 175 ml/l 200 ml/l 225 ml/l 250 ml/l 275 ml/l Seminar Nasional Politani Kupang Ke-7 Kupang, 05 Desember 2024 300 ml/l 2,67 b 0,52 BNJ 28,42 c 1,85 68,45 e 3,44 772,99 i 9,81 Keterangan : Angka-angka yang Diikuti Huruf yang Sama pada Kolom yang Sama Berbeda Tidak Nyata pada Uji BNJ 5% Tabel 4. 5 diatas menginformasikan bahwa rata-rata jumlah buah per tanaman zucchini berkisar 67 buah, panjang buah berkisar 23,57-28,42 cm, diameter buah berkisar 56,59-68,45 mm, dan berat setiap buah berkisar 344,64-772,99g. POC limbah sayuran daun dan limbah cair tahu yang diberikan pada konsentrasi 300 mL. L-1 berpengaruh lebih baik terhadap jumlah buah . ,67 bua. , panjang buah 28,42 cm, diameter buah 68,45 mm, dan berat setiap buah 772,99 g. Pertumbuhan tanaman akan mempengaruhi hasil tanaman, bila tanaman tumbuh lebih baik maka dapat diperoleh hasil yang lebih baik (Munawar, 2. POC limbah sayuran daun dan limbah cair tahu yang diberikan pada konsentrasi 300 mL. L-1 air berdampak lebih baik terhadap pertumbuhan POC yang diberikan pada konsentrasi 300 ml menghasilkan tanaman yang lebih tinggi dan diameter batang yang lebih lebar (Tabel . , yang berdampak terhadap hasil tanaman yaitu jumlah buah tiap tanaman lebih banyak, buah lebih panjang, diameter buah lebih besar, dan buah lebih berat. Tinggi tanaman berkorelasi posistif dengan jumlah daun, bila tanaman makin tinggi maka akan mempunyai jumlah daun yang lebih banyak. Hal ini akan lebih memacu proses fotosintesis dan lebih banyak asimilat yang dihasilkan. Diameter batang berhubungan dengan aktifitas penyerapan unsur hara, semakin besar diameter batang maka penyerapan hara lebih baik, dan lebih banyak asimilat yang disimpan dalam buah yang dapat menyebakan panjang buah bertambah (Lakitan, 2. Penyerapan unsur hara yang dihasilkan pada batang dan sel-sel lainnya diangkut ke organ atau jaringan lain agar dapat dimanfaatkan oleh organ atau jaringan untuk pertumbuhan tanaman dan hasil tanaman termasuk panjang buah atau ditampung sebagai bahan cadangan (Lakitan, 2. Banyaknya buah yang terbentuk dipengaruhi oleh unsur hara tersedia. Menurut Pujiwati . bahwa unsur hara tersedia yang diserap tanaman merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat pertumbuhan dan hasil tanaman. Tercukupinya hara terutama hara P dan K akan mempengaruhi pembentukan buah. Menurut Munawar, . bahwa unsur P berfungsi sebagai pembentuk sejumlah protein tertentu, pemasakan biji, dan buah, sedangkan unsur K dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas buah pada tanaman. Kalium terutama dibutuhkan tanaman pada fase generatif yaitu saat pembentukan dan perkembangan kuncup-kuncup bunga, bunga, buah, dan biji (Lakitan, 2. Makin tinggi konsentrasi POC maka akan meningkatkan kadar P dan K dan berdampak pada proses pembentukan bunga dam buah. Konsentrasi 300 mL. L-1 merupakan konsentrasi tertinggi yang akan meningkatkan lebih banyak ketersedian hara termasuk P dan K dibanding konsentrasi lainnya, hal ini terlihat dari jumlah buah yang lebih banyak dibanding konsentrasi lainnya. Hara diserap digunakan dalam dalam proses fotosintesis dan hasilnya yaitu asimilat dimanfaatkan oleh tanaman untuk pertumbuhan dan hasil tanaman. Penyerapan hara yang lebih baik Seminar Nasional Politani Kupang Ke-7 Kupang, 05 Desember 2024 memungkinkan dihasilkan asimilat sehingga dihasillkan asimilat yang lebih banyak. Asimilat tidak semuanya digunakan sebagai energi untuk pertumbuhan dan perkembangan, namun disimpan sebagai cadangan energi. Cadangan energi yang disimpan dalam buah akan mempengaruhi ukuran buah, makin banyak cadangan energi yang disimpan menyebabkan ukuran buah makin besar seperti tanaman panjang buah bertambah dan diameter buah makin besar (Rita, 2. Berat setiap buah dipengaruhi oleh banyaknya fotosintat yang ditranslokasikan ke buah yang berdampak pada rerata panjang buah dan diameter buah. Semakin panjang dan lebar buah akan meningkatkan berat per buah zucchini, demikian pula bila diameter buah makin besar. POC yang diberikan pada konsentrasi 300 ml/l menghasilkan buah terpanjang (Tabel 4. dan diameter buah terbesar (Tabel 4. , sehingga menghasilkan buah yang lebih berat dibanding konsentrasilainnya. Gambar 1. Regresi Hubungan Panjang dan Berat Buah Per Tanaman . serta Diameter dan Berat Buah Per Tanaman Gambar 1a menginformasikan bahwa hubungan panjang buah dengan berat per buah mempunyai nilai R2 = 0,650 yang berarti panjang buah cukup mempengaruhi berat tiap buah zucchini. Gambar 1b menginformasikan bahwa hubungan diameter buah dengan berat per buah mempunyai nilai R2 = 0,888 yang berarti hubungannya lebih kuat dibanding panjang buah dengan berat buah per Hal ini berarti diameter buah lebih mempengaruhi berat buah tiap tanaman dibanding panjang buah. KESIMPULAN Pupuk organik cair limbah sayuraan daun dan limbah cair tahu yang diberikan pada beberapa konsentrasi berpengaruh nyata terhadap jumlah buah, panjang buah, diameter buah, berat setiap buah zucchini. Konsentrasi POC limbah sayuran daun dan limbah cair tahu yang diberikan pada konsentrasi 300 L-1 berpengaruh terbaik terhadap jumlah buah . ,67 bua. , panjang buah . ,42 c. , diameter buah . ,45 m. , dan berat setiap buah zucchini . ,99 . Seminar Nasional Politani Kupang Ke-7 Kupang, 05 Desember 2024 DAFTAR PUSTAKA