S I P A R S TIKA Volume 05 Nomor 01, 2025 https://ojs-untikaluwuk. id/index. php/siparstika p-ISSN : 2809-0969 e-ISSN : 2809-0977 https://doi. org/ 10. 55114/siparstika. PENJADWALAN PROYEK PEMBANGUNAN RUANG KELAS BARU SMK NEGERI 1 LUWUK MENGGUNAKAN METODE CRITICAL PATH METHOD SCHEDULING THE CONSTRUCTION PROJECT OF NEW CLASSROOMS AT SMK NEGERI 1 LUWUK USING THE CRITICAL PATH METHOD I Putu Suartana1. Sri Susilawati2*. Rizqi Novi Wulandari3. Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Tompotika Luwuk Email : suartanauntika@gmail. com1 sri. wati979@gmail. com2 noviw5556@gmail. 1,2 ,3 Abstrak Penjadwalan proyek merupakan salah satu aspek penting dalam manajemen proyek. Dengan melakukan penjadwalan proyek dapat diperoleh pemahaman lebih baik mengenai hubungan antara setiap aktifitas dan keseluruhan proyek sehingga dapat diidentifikasi aktivitas yang dapat didahulukan, aktivitas yang dapat dikerjakan secara bersamaan, dan aktivitas yang memiliki keterkaitan satu sama lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jalur kritis dan untuk mengetahui berapa lama durasi penyelesaian proyek menggunakan metode CPM pada proyek pembangunan gedung Ruang Kelas Baru SMK Negeri 1 yang berlokasikan di Jl. Ki Hajar Dewantara No. 17,KARATON. Kec. Luwuk. Kab Bnggai. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan menganalisis serta menyajikan data dalam bentuk angka untuk menggambarkan kondisi proyek secara objektif. Data primer dan data sekunder digunakan sebagai sumber informasi utama dalam penelitian ini. Alat analisis data yang diterapkan adalah metode Critical Path Method (CPM), yaitu teknik analisis jaringan kerja . etwork plannin. yang berfungsi untuk menentukan jalur atau lintasan kritis dalam pelaksanaan proyek. Hasil penelitian menunjukkan Lintasan kritis yang dihasilkan oleh metode penjadwalan CPM (Critical Path Metho. pada proyek Pembangunan Gedung Ruang Kelas Baru SMK Negeri 1 Luwuk ini adalah pada aktivitas A-B-C-D-G-H-K-N-Q-R-W-AE-AF-AK-AP. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan metode CPM diperoleh lama durasi penyelesaian proyek Pembangunan Gedung Ruang Kelas Baru SMK Negeri 1 Luwuk yaitu selama 169 hari kerja. Kata Kunci: Penjadwalan Proyek. Critical Path Method (CPM). Jalur Kritis Abstract Project scheduling is one of the crucial aspects in project management. By conducting project scheduling, a better understanding of the relationships between each activity and the overall project can be obtained, allowing for the identification of activities that can be prioritized, activities that can be performed simultaneously, and activities that are interdependent. This research aims to identify the critical path and determine the duration of project completion using the Critical Path Method (CPM) for the construction project of the New Classroom Building at SMK Negeri 1, located at Jl. Ki Hajar Dewantara No. KARATON. Luwuk District. Banggai Regency. The research method employed is a quantitative descriptive approach, involving the analysis and presentation of data in numerical form to objectively describe the project conditions. Primary and secondary data are used as the main sources of information in this study. The data analysis tool applied is the Critical Path Method (CPM), a network analysis technique . etwork plannin. that functions to determine the critical path in project execution. The research results indicate that the critical path generated by the CPM scheduling method for the New Classroom Building Construction Project at SMK Negeri 1 Luwuk is through activities A-B-C-D-G-H-K-NQ-R-W-AE-AF-AK-AP. Based on the calculations using the CPM method, the duration for completing the New Classroom Building Construction Project at SMK Negeri 1 Luwuk is 169 working days. Keywords: Project Scheduling. Critical Path Method (CPM). Critical Path PENDAHULUAN Proyek konstruksi merupakan suatu rangkaian kegiatan yang hanya satu kali dilaksanakan dan umumnya berjangka waktu pendek. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, terdapat suatu proses yang mengolah sumber daya proyek menjadi suatu hasil kegiatan yang berupa bangunan (Ervianto, 2. Pembangunan suatu proyek tentunya akan melalui tahap-tahap pola tertentu yang merupakan ciri pokok yang dikenal sebagai siklus hidup proyek . roject life cycl. Dalam siklus proyek, tahap-tahap itu berlangsung mulai dari titik awal, kemudian jenis dan intensitasnya meningkat sampai ke puncak . , turun dan berakhir. Siklus proyek terdiri dari empat tahap, yaitu tahap konseptual, tahap perencanaan dan pengembangan, tahap pelaksanaan, dan tahap penutupan. Setiap tahap memberikan panduan bagi pengelola dalam merencanakan dan mengatur pemanfaatan sumber daya secara optimal. (Soeharto, 1. Dalam pelaksanaan suatu proyek, seringkali muncul berbagai hambatan, salah satunya adalah keterlambatan dalam penyelesaian proyek. Akibat dari keterlambatan sering kali berupa konflik dan perdebatan mengenai penyebab keterlambatan tersebut, serta tuntutan untuk penambahan waktu dan biaya, salah satu cara untuk mengurangi risiko kerterlambatan adalah melalui penjadwalan proyek yang efektif. Pelaksanaan proyek di Indonesia diatur secara hukum melalui Undang-Undang No. Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, yang menetapkan batas waktu pelaksanaan proyek serta kewajiban semua pihak untuk menyelesaikan pekerjaan konstruksi sesuai jadwal. Oleh karenanya, penjadwalan proyek bukan hanya persoalan teknis melainkan juga memenuhi aspek aturan hukum yang mengharuskan penyelesaian yang tepat waktu demi menjamin kualitas dan keberhasilan proyek konstruksi. Penjadwalan proyek merupakan salah satu aspek penting dalam manajemen proyek. Dengan melakukan penjadwalan proyek dapat di peroleh pemahaman lebih baik mengenai hubungan antara setiap aktifitas dan keseluruhan proyek sehingga dapat diidentifikasi aktivitas yang dapat didahulukan, aktivitas yang dapat dikerjakan secara bersamaan, dan aktivitas yang memiliki keterkaitan satu sama lain. Pada penjadwalan proyek pembangunan gedung Ruang Kelas Baru SMK Negeri 1 Luwuk, dilakukan dengan menggunakan metode kurva S, dipresentasikan dalam bentuk kurva yang menyerupai huruf S sebagai presentasi kumulatif dari semua kegiatan proyek. Namun, perencanaan kurva S mempunyai kekurangan yaitu sulit dalam memprediksi urutan kegiatan secara akurat dimana metode konvensional tersebut tidak bisa mendemonstrasikan keterkaitan antar kegiatan dan aktivitas-aktivitas penting yang merupakan jalur krits. Oleh karena itu, diperlukan metode penjadwalan yang lebih sistematis dan mampu mengatasi kelemah tersebut. Metode Critical Path Method (CPM) adalah teknik analisa jaringan . dengan menggunakan jalur . aris eda. CPM menaksir . waktu dengan pasti . hadir sebagai solusi karena mampu menggambarkan secara rinci hubungan ketergantungan antar aktivitas dapat dianalisis secara matematis untuk menentukan waktu mulai paling awal . arliest star. , waktu selesai paling awal . arliest finis. , waktu mulai paling lambat . atest star. , dan waktu selesai paling lambat . atest finis. dari setiap aktivitas. Metode ini membantu mengidentifikasi jalur kritis yang merupakan rangkaian aktivitas dengan durasi terpanjang dan tanpa kelonggaran waktu, sehingga aktivitas di jalur ini harus diselesaikan tepat waktu untuk menghindari keterlambatan proyek secara keseluruhan. Dengan demikian. Penelitian ini diangkat untuk menyusun jadwal pelaksanaan proyek menggunakan Metode Critical Path Method (CPM) sebagai alternatif penjadwalan yang dapat meng-cover kelemahan penggunaan Kurva S. Melalui metode CPM, diharapkan penjadwalan akan lebih optimal dengan memperlihatkan keterkaitan aktivitas secara jelas dan dapat mengidentifikasi jalur kritis yang penting untuk keberhasilan penyelesaian proyek. Metode Penelitian Metode penelitian deskriptif kuantitatif adalah pendekatan yang bertujuan untuk menggambarkan objek yang dipelajari berdasarkan fakta nyata, dengan menarik kesimpulan dari fenomena yang diamati menggunakan analisis statistik. (Wiwik, 2. Metode yang digunakan dalam penilitian ini adalah metode Deskriptif Kuantitatif. Dimana penulis melakukan analisis dan menyajika data dalam bentuk angka (Numeri. Jenis Data Penelitian Data Primer Data primer adalah informasi yang diperoleh langsung dari sumber oleh pengumpul data, melalui metode seperti observasi lapangan, wawancara, atau penyebaran kuesioner (Sugiyono, 2. Data primer dari penelitian ini diperoleh secara langsung dari sumber yang diteliti melalui proses observasi. Data yang diperlukan peneliti meliputi hubungan ketergantungan antar pekerjaan, kondisi fisik lapangan dan sarana pendukung, komposisi tim kerja, pengalaman tenaga kerja, serta kepadatan personel. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh dengan cara membaca, mempelajari dan memahami melalui media lain yang bersumber dari dokumen perusahaan (Sugiyono, 2017: . Data sekunder dari penelitian ini diperoleh langsung dari Panitia Pembangunan Sekolah (P2S) dengan cara meminta langsung data yang telah ada dari pihak proyek. Adapun data yang dibutuhkan pada penelitian ini adalah Kurva S. RAB, dan data penunjang lain proyek Gedung Blok D Ruang Kelas Baru SMK Negeri 1 Luwuk Banggai. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian berada di SMK Negeri 1 Luwuk, beralamat di Jl. Kihajar Dewantoro No. Karaton. Luwuk. Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah. OBJEK PENELITIAN Gambar 1. Peta Lokasi Penelitian Teknik Analisis Data Data-data Primer dan Sekunder yang sudah di kumpulkan selanjutnya dilakukan analisis data. Alat analisis yang digunakan penelitian yaitu metode CPM untuk mengidentifikasi jalur kritis dan durasi optimal pada proyek pembangunan Gedung Blok D Ruang Kelas Baru SMK Negeri 1 Luwuk dengan tahapan sebagai berikut: Pelaksanaan penelitian dimulai dengan menentukan urutan kegiatan proyek dan menentukan durasi untuk masing-masing tahap kegiatan. Untuk menentukan durasi dapat di peroleh menggunakan rumus: Durasi (T) = K x V Keterangan: K : Koefisien tenaga kerja V : Volume/Kuantitas pekerjaan n : Jumlah Tenaga kerja Menyusun tabel urutan kegiatan proyek yang mencakup kode kegiatan, nama kegiatan, durasi kegiatan, serta ketergantungan antar kegiatan Membuat network planning untuk mengetahui keterkaitan antar kegiatan proyek Langkah berikutnya yaitu perhitungan maju dan perhitungan mundur, untuk menentukan activity time, yang mana hasil dari activity time dapat digunakan untuk menghitung nilai Total Float (TF) Berdasarkan perhitungan TF yang telah dilakukan, dapat diidentifikasi pekerjaan mana saja yang termasuk jalur kritis. Dengan menjumlahkan durasi aktivitas pada jalur tersebut, diperoleh durasi optimal proyek menggunakan metode CPM. HASIL DAN PEMBAHASAN Asumsi Faktor Produktifitas Tabel 1. Asumsi Faktor Produktifitas Uraian Faktor Kondisi Fisik Lapangan dan sarana bantu Komposisi Kelompok Kerja Pengalaman Tenaga Kerja Kepadatan Tenaga Ketergantungan/Asumsi Kondisi fisik diasumsikan terkendala akibat sarana bantu dan stok material Indeks produktivitas mandor dan kepala tukang tidak melebihi indeks pekerja dan tukang, atau mandor dan kepala tukang tidak lebih dari 1 orang. Untuk kepala tukang dan mandor indeks produktivitasnya tidak melebihi indeks produktivitas pekerja dan tukang setiap pekerjaan atau keseluruhan pekerjaan yang telah dikelompokan Tenaga kerja di asumsikan memiliki keahlian yang cukup . esuai standa. Khusus jenis tenaga kerja kepala tukang diasumsikan memiliki keahlian semua jenis tukang karena merupakan rasio dari tukang sehingga dapat mengendalikan semua jenis tukang kecuali tukang Listrik. Berdasarkan pengamatan lapangan, dan diskusi Bersama konsultan pendamping pelaksana maksimal pekerja dengan kondisi asumsi pada point 1 adalah sebanyak 65 orang B. Uraian dan Durasi Pekerjaan Dalam tahap penjadwalan perencanaan pelaksanaan proyek, penentuan durasi penyelesaian setiap pekerjaan perlu dirancang secara optimal karena berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan penyelesaian proyek secara keseluruhan. Berikut uraian dan durasi pekerjaan pada pelaksanaan pekerjaan proyek pembangunan Gedung Blok D Ruang Kelas Baru SMK Negeri 1 Luwuk: Tabel 2: Uraian dan Durasi Pekerjaan NAMA KEGIATAN PEKERJAAN PERSIAPAN PEKERJAAN PENGUKURAN & BOUWPLANK 1 Uitzet 2 Pemasangan Bouwplank II. PEKERJAAN TANAH 1 Pek. Galian Tanah Pondasi FootPlate 2 Pek. Galian Tanah Pondasi Batu Gunung/Kali 3 Pek. Urugan Bekas Galian 4 Pek. Urugan Tanah Urug Bawah Lantai 5 Pek. Urugan Pasir Bawah pondasi & lantai i PEKERJAAN STRUKTURAL i. 1 PEKERJAAN STRUKTUR BAWAH PekerjaanIPondasi Batu Belah 1 Pek. Pas. Batu Kosong 2 Pek. Pondasi Batu Gunung/Kali Camp. 1 Pc : 5 Psr Pekerjaan Beton Foot plat-FP1 (F'c 21 MP. 1 Pekerjaan Pengecoran Lantai kerja 2 Pekerjaan Pengecoran Beton 3 Pekerjaan Pembesian 4 Pekerjaan Bekisting 3 x Pakai Pekerjaan Beton Foot plat-FP-2 (F'c 21 MP. 1 Pekerjaan Pengecoran Lantai kerja 2 Pekerjaan Pengecoran Beton 3 Pekerjaan Pembesian 4 Pekerjaan Bekisting 3 x Pakai Pekerjaan Beton Foot plat-FP-3,4,5,6 (F'c 21 MP. 1 Pekerjaan Pengecoran Lantai kerja 2 Pekerjaan Pengecoran Beton 3 Pekerjaan Pembesian 4 Pekerjaan Bekisting 3 x Pakai Pek. Kolom pedestal K1-40 x 50 (F'c 21 MP. 1 Pekerjaan Pengecoran Beton 2 Pekerjaan Pembesian Tul. Pokok 3 Pekerjaan Pembesian Tul. Sengkang 4 Pekerjaan Bekisting 3 Kali Pakai Pek. Kolom pedestal K2- 40 x 40 (F'c 21 MP. DURASI i. Pekerjaan Pengecoran Beton Pekerjaan Pembesian Tul. Pokok Pekerjaan Pembesian Tul. Sengkang Pekerjaan Bekisting 3 Kali Pakai Pek. Kolom pedestal Baja- 25 x 40 (F'c 21 MP. Pekerjaan Pengecoran Beton Pekerjaan Pembesian Tul. Pokok Pekerjaan Pembesian Tul. Sengkang Pekerjaan Bekisting 3 Kali Pakai Pekerjaan Beton Sloof 25/40 SL-1 & SL-2 (F'c 21 MP. Pekerjaan Pengecoran Beton Pekerjaan Pembesian Tul. Pokok Pekerjaan Pembesian Tul. Sengkang Pekerjaan Bekisting 3 Kali Pakai PEKERJAAN STRUKTUR ATAS Pek. Beton Kolom K1- 40 x 50 (F'c 21 MP. Pekerjaan Pengecoran Beton Pekerjaan Pembesian Tul. Pokok Pekerjaan Pembesian Tul. Sengkang Pekerjaan Bekisting 3 Kali Pakai Pek. Beton Kolom K2-40 x 40 (F'c 21 MP. Pekerjaan Pengecoran Beton Pekerjaan Pembesian Tul. Pokok Pekerjaan Pembesian Tul. Sengkang Pekerjaan Bekisting 3 Kali Pakai Pek. Beton Kolom K3-25 x 50 & KP 10/10 (F'c 21 MP. Pekerjaan Pengecoran Beton Pekerjaan Pembesian Tul. Pokok Pekerjaan Pembesian Tul. Sengkang Pekerjaan Bekisting 3 Kali Pakai PEK. Balok Beton BL1,BL2,BL3,&BL4 (F'c 21 MP. Pekerjaan Pengecoran Beton Pekerjaan Pembesian Tul. Pokok Pekerjaan Pembesian Tul. Sengkang Pekerjaan Bekisting 3 Kali Pakai Pekerjaan Balok Bordes BL-5 25/35 (F'c 21 MP. Pekerjaan Pengecoran Beton Pekerjaan Pembesian Tul. Pokok Pekerjaan Pembesian Tul. Sengkang Pekerjaan Bekisting 3 Kali Pakai Pek. Balok Beton Latei BL-1 12/20 (F'c 21 MP. Pekerjaan Pengecoran Beton Pekerjaan Pembesian Pekerjaan Bekisting 3 Kali Pakai g. IV. Pek. Balok Beton Latei BL-2 12/20 (F'c 21 MP. Pekerjaan Pengecoran Beton Pekerjaan Pembesian Pekerjaan Bekisting 3 Kali Pakai Pek. Beton Tangga (F'c 21 MP. Pekerjaan Pengecoran Beton Pekerjaan Pembesian Pekerjaan Bekisting 3 Kali Pakai Pek. Beton PlatILantai Tebal 12 cmI (F'c 21 MP. Pekerjaan Pengecoran Beton Pekerjaan Pembesian Pekerjaan Bekisting 3 Kali Pakai Pek. Ring Balok-RB1 25/30 (F'c 21 MP. Pekerjaan Pengecoran Beton Pekerjaan Pembesian Tul. Pokok Pekerjaan Pembesian Tul. Sengkang Pekerjaan Bekisting 3 Kali Pakai Pek. Ring Balok-RB2 25/40 (F'c 21 MP. Pekerjaan Pengecoran Beton Pekerjaan Pembesian Tul. Pokok Pekerjaan Pembesian Tul. Sengkang Pekerjaan Bekisting 3 Kali Pakai Pek. Balok-RB3 15/30 Balok Fasade (F'c 21 MP. Pekerjaan Pengecoran Beton Pekerjaan Pembesian Tul. Pokok Pekerjaan Pembesian Tul. Sengkang Pekerjaan Bekisting 3 Kali Pakai Pek. Profil Beton Atap Pekerjaan Pengecoran Beton Pekerjaan Pembesian Pekerjaan Bekisting 3 Kali Pakai Pek. Plat Sunscreen Lt-1 Pekerjaan Pengecoran Beton Pekerjaan Pembesian Pekerjaan Bekisting 3 Kali Pakai Pek. Plat Profil Fasad Depan & Plat Cantilever Sloof Pekerjaan Pengecoran Beton Pekerjaan Pembesian Pekerjaan Bekisting 3 Kali Pakai Pekerjaan Rabat Beton Pek. Cor Beton Lantai 10 MPa ,t=7cm PEKERJAAN ARSITEKTUR PEKERJAANIPASANGAN DINDINGIDAN PLESTERAN Pek. PasanganIdinding 1/2 bata Camp. 1 : 4 IV. IV. IV. Pek. Angkur Dinding . Pek. IPlesteran Dinding Camp. 1 : 5 Pek. Plesteran Pondasi. Kolom. Beton lainnya Camp. 1 : 3 Pek. Acian semen Dinding. Beton dan Pondasi Pek. Finishing Opening Pintu & jendela PEKERJAAN FINISHING LANTAI DANIDINDING Pek. ILantai Granit Tile 60 x 60 Cm (Ruang & Tera. Pek. Pas. Lantai Granit KM 60 x 60 . Pek. Pas. Dinding Granit Tile 60 x 60 PEKERJAAN PROFIL BETON & HANDRAIL Pek. Pas. Profil Beton Sunscreen 10cm - 15cm Pek. Pas. Profil Beton 45cm Lisplank Atap Pek. Pas. Besi Handrail Teras D=3" PEKERJAAN ATAP & LANGIT LANGIT PEKERJAANIATAP Pek. Pas. IRangka Kuda-Kuda Pek. Pas. Balok Gording ,Blk Nok & Blk Angin Pek. Bout Mur Pengunci Pek. Pas. Penutup Atap Spandek Pek. Pas. Bubungan Atap Pek. Pas. Lisplank Atap GRC type-1 Pek. Pas. Lisplank Atap GRC type-2 Pek. Pas. Flessing Atap Pek. Pas. Dinding Atap GRC 8mm Rangka Pek. Pelaburan Kuda-Kuda Dengan Residu/Ter PEKERJAANILANGIT-LANGIT Pek. Rangka Plafond Hollow . x 4 & 4 x . Pek. Plafond Gypsum 9mm Pek. Rangka Plafond Hollow . x 4 & 4 x . Pek. Plafond GRC 6 mm PINTU KAYU & JENDELA ALUMUNIUM Pek. Jendela Type-J2 Assesoris Pek. Jendela Type-J1 Assesoris Pek. Jendela Type J4 Assesoris Pek. Jendela Type J3 Assesoris Pek. Pintu Doble Ruang Kelas (P. Pek. Pintu Single Ruang Toilet (P. Pek. Pintu Toilet P. Pek. Jendela Curtain Wall (J5-J. Pek. Jendela Atap PEKERJAAN PENGECATAN & FINISHING LAINNYA 1 Pek. Pengecatan Dinding Dalam 2 Pek. Pengecatan Dinding Luar 3 Pek. Pengecatan Lisplank GRC 4 Pek. Pengecatan Plafond PEKERJAANIELEKTRIKAL 1 PEKERJAAN SISTEM LISTRIK UTAMA 1 Pek. Box Panel ( 30 x 40 x 20 ) Aksesoris 2 Pek. Instalasi Dari Panel ke Sumber. NYY 4 x 4 mm2 2 PEKERJAAN INSTALASI DAYA & ARMATUR PENERANGAN 1 Instalasi penerangan,INYM 3 x 2,5 mm2 PipaIConduit 2 Instalasi stop kontak,INYM 3 x 2,5 mm2 PipaIConduit 3 Pek. Lampu Downlight Panel LED 10 Watt 4 Pek. Lampu Downlight Panel LED 12 Watt 5 Pek. Lampu Downlight Panel LED 14 Watt 6 Pek. Lampu TL 1 x 36 Watt Kap. Philips Simbat 7 Pek. Saklar Ganda 8 Pek. Saklar Tunggal 9 Pek. Stop Kontak PEKERJAAN SANITARY DAN PLUMBING VI. 1 PEKERJAAN SANITARY 1 Pek. Pas. Wastavel Porselin 2 Pek. Kloset Jongkok Porselin Biasa 3 Pek. Pemasangan Urinoir 4 Pek. Pembuatan Septictank Peresapan VI. 2 PEKERJAAN PLAMBING 1 Pek. Pas. Pipa Instalasi Air Buangan 2 1/2" & pipa Dak 2 Pek. Pas. Pipa Instalasi Air Kotor Padat 3" 3 Pek. Pas. Pipa Instalasi Air Bersih 1/2 "-Type AW 4 Pek. Pas. Pipa Instalasi Air Bersih 1"-Type-AW 5 Pek. Pas. Kran Air Biasa 1/2" 6 Pek. Pas. Kran Wastavel 3/4" 7 Pek. Pas. Floor Drain (Wasser/Toto/AS) Vi PEKERJAAN AKHIR 1 Pembersihan Akhir Hubungan Antar Pekerjaan Dengan analisis menggunakan metode metode Critical Path Method (CPM), pada tahap ini adalah penyusunan Network Diagram. Diagram jaringan ini menampilkan setiap aktivitas, durasi pelaksanaan, urutan pekerjaan, serta hubungan ketergantungan antar kegiatan, sehingga mempermudah identifikasi setiap aktivitas serta urutan pelaksanaannya selama proyek berlangsung. Tabel 3: Hubungan Logika Ketergantungan Antar Pekerjaan KODE ITEM PEKERJAAN PREDESESSOR DURASI (HARI) PEKERJAAN PERSIAPAN PEKERJAAN PENGUKURAN & BOUWPLANK PEKERJAAN TANAH Pek. Galian Tanah Pondasi FootPlate Pek. Galian Tanah Pondasi Batu Gunung/Kali K,L,M Pek. Urugan Bekas Galian Pek. Urugan Tanah Urug Bawah Lantai Pek. Urugan Pasir Bawah pondasi & lantai B(SS) 5DAYS PEKERJAAN STRUKTURAL PEKERJAAN STRUKTUR BAWAH Pekerjaan Pondasi Batu Belah Pekerjaan Beton Foot plat-FP1 (F'c 21 MP. B(SS) 7DAYS Pekerjaan Beton Foot plat-FP-2 (F'c 21 MP. B(SS) 7DAYS Pekerjaan Beton Foot plat-FP-3,4,5,6 (F'c 21 MP. Pek. Kolom pedestal K1-40 x 50 (F'c 21 MP. H(SS) 7DAYS Pek. Kolom pedestal K2- 40 x 40 (F'c 21 MP. K(SS) . I Pek. Kolom pedestal Baja- 25 x 40 (F'c 21 MP. Pekerjaan Beton Sloof 25/40 SL-1&-2 (F'c 21 MP. PEKERJAAN STRUKTUR ATAS Pek. Beton Kolom K1- 40 x 50 (F'c 21 MP. N,H,I,J,K,L,M Pek. Beton Kolom K2-40 x 40 (F'c 21 MP. N,H,I,J,K,L,M Pek. Beton Kolom K3 & KP (F'c 21 MP. N,H,I,J,K,L,M Pekerjaan Balok Beton BL1,2,3,&4 (F'c 21 MP. Pekerjaan Balok Bordes BL-5 25/35 (F'c 21 MP. O(SS). P(SS). Q(SS) 8DAY R(SS) 6DAYS Pek. Balok Beton Latei BL-1 12/20 (F'c 21 MP. O(SS). P(SS), 1DAY Pek. Balok Beton Latei BL-2 12/20 (F'c 21 MP. O(SS). P(SS), 9 DAY Pek. Beton Tangga (F'c 21 MP. S,T Pek. Beton Plat Lantai Tebal 12 cm (F'c 21 MP. R,AD Pek. Ring Balok-RB1 25/30 (F'c 21 MP. O,P,U,Q Pek. Ring Balok-RB2 25/40 (F'c 21 MP. O,P,U Pek. Balok-RB3 15/30 Balok Fasade (F'c 21 MP. O,P,U Pek. Profil Beton Atap X,Y,Z Pek. Plat Sunscreen Lt-1 X,Y,Z Pek. Plat Profil Fasad Depan & Plat Cantilever Sloof Pekerjaan Rabat Beton X,Y,Z E,F PEKERJAAN ARSITEKTUR PEKERJAAN PASANGAN DINDING DAN PLESTERAN PEKERJAAN FINISHING LANTAI DAN DINDING PEKERJAAN PROFIL BETON & HANDRAIL X,Y,Z,AA,AB,AC,W PEKERJAAN ATAP & LANGIT LANGIT PEKERJAAN ATAP PEKERJAAN LANGIT-LANGIT AF(SS) PINTU KAYU & JENDELA ALUMUNIUM PEKERJAAN PENGECATAN & FINISHING LAINNYA PEKERJAAN ELEKTRIKAL AF,AJ,AG,AE,AH PEKERJAAN SISTEM LISTRIK UTAMA AI(SS) PEK. INSTALASI DAYA & ARMATUR PENERANGAN PEKERJAAN SANITARY DAN PLUMBING PEKERJAAN SANITARY PEKERJAAN PLAMBING AF(SS) AK. AN. PEKERJAAN AKHIR Pembersihan Akhir Berikut ini adalah hasil analisis penjadwalan dari aplikasi Ms Project 2016 dalam bentuk diagram batang (Gant char. dan dalam bentuk Network Diagram. Gambar 2: Diagram Batang (GantCha. Schedule Lanjutan Gambar 2: Diagram Batang (GantCha. Schedule H : 12 K : 10 AA: 9 AH: AB: AK: AP: AC: 4 AD: 7 W: 17 AE: AF: AO: AN: AI: AL: AG: 14 AM: AJ: KETERANGAN : KODE DURASI ES : Early start (Selesai Paling Cepa. EF : Early Finish (Selesai Paling Lamba. LD : Lag Day (Waktu Tund. Gambar 18. Perhitungan Maju dan Perhitungan Mundur Pada Proyek Pembangunan Gedung Ruang Kelas Baru (Data Primer, 2. Gambar 3. Diagram Kerja Jaringan (Network Diagra. Analisis Total Waktu Penyelesaian Pekerjan Total float . otal slac. adalah jumlah hari suatu aktivitas dalam proyek bisa ditunda atau diperpanjang tanpa menunda tanggal penyelesaian akhir proyek secara keseluruhan, dan ini adalah indikator fleksibilitas jadwal yang penting dalam manajemen proyek, dihitung dengan mengurangi waktu mulai awal (ES) dari waktu mulai akhir (LS) atau waktu selesai awal (EF) dari waktu selesai akhir (LF). Aktivitas dengan total float nol berada pada jalur kritis . ritical pat. dan tidak boleh ditunda sama sekali, karena penundaan akan langsung memperlambat proyek, sedangkan aktivitas dengan total float positif memiliki ruang gerak. Berikut hasil perhitungan total float pada pekerjaan proyek pembangunan Gedung Blok D Ruang Kelas Baru SMK Negeri 1 Luwuk: Tabel 4: Hasil Perhitungan CPM KODE URAIAN PEKERJAAN PEKERJAAN PENGUKURAN & BOUWPLANK Pek. Galian Tanah Pondasi FootPlate Pek. Galian Tanah Pondasi Batu Gunung/Kali Pek. Urugan Bekas Galian Pek. Urugan Tanah Urug Bawah Lantai Pek. Urugan Pasir Bawah pondasi & lantai Pekerjaan Pondasi Batu Belah Pekerjaan Beton Foot plat-FP1 (F'c 21 MP. Pekerjaan Beton Foot plat-FP-2 (F'c 21 MP. Pekerjaan Beton Foot plat-FP-3,4,5,6 (F'c 21 MP. Pek. Kolom pedestal K1-40 x 50 (F'c 21 MP. Pek. Kolom pedestal K2- 40 x 40 (F'c 21 MP. Pek. Kolom pedestal Baja- 25 x 40 (F'c 21 MP. Pekerjaan Beton Sloof 25/40 SL-1&-2 (F'c 21 MP. Pek. Beton Kolom K1- 40 x 50 (F'c 21 MP. Pek. Beton Kolom K2-40 x 40 (F'c 21 MP. Pek. Beton Kolom K3 & KP (F'c 21 MP. Pekerjaan Balok Beton BL1,2,3,&4 (F'c 21 MP. DURASI PRODESSESOR KET Kritis K,L,M B(SS) 5DAYS B(SS) 7DAYS Kritis Kritis Kritis Kritis Kritis B(SS) 7DAYS H(SS) 7DAYS K(SS) . Kritis Kritis N,H,I,J,K,L,M N,H,I,J,K,L,M N,H,I,J,K,L,M O(SS). P(SS). Q(SS) 8DAY Kritis Kritis Pekerjaan Balok Bordes BL-5 25/35 (F'c 21 MP. Pek. Balok Beton Latei BL-1 12/20 (F'c 21 MP. Pek. Balok Beton Latei BL-2 12/20 (F'c 21 MP. Pek. Beton Tangga (F'c 21 MP. Pek. Beton Plat Lantai Tebal 12 cm (F'c 21 MP. Pek. Ring Balok-RB1 25/30 (F'c 21 MP. Pek. Ring Balok-RB2 25/40 (F'c 21 MP. Pek. Balok-RB3 15/30 Balok Fasade (F'c 21 MP. Pek. Profil Beton Atap Pek. Plat Sunscreen Lt-1 Pek. Plat Profil Fasad Depan & Plat Cantilever Sloof Pekerjaan Rabat Beton PEKERJAAN PASANGAN DINDING DAN PLESTERAN PEKERJAAN FINISHING LANTAI DAN DINDING PEKERJAAN PROFIL BETON & HANDRAIL PEKERJAAN ATAP PEKERJAAN LANGIT-LANGIT PINTU KAYU & JENDELA ALUMUNIUM PEKERJAAN PENGECATAN & FINISHING LAINNYA R(SS) 6DAYS O(SS). P(SS), 1DAY O(SS). P(SS), 9 DAY S,T R,AD Kritis O,P,U,Q O,P,U O,P,U X,Y,Z X,Y,Z X,Y,Z E,F W,V Kritis Kritis X,Y,Z,AA,AB,AC,W AF(SS) AF,AJ,AG,AE,AH Kritis AL PEKERJAAN SISTEM LISTRIK UTAMA PEKERJAAN INSTALASI DAYA & ARMATUR PENERANGAN PEKERJAAN SANITARY PEKERJAAN PLAMBING Pembersihan Akhir AI(SS) AF(SS) AK. AN. AM Kritis Keterangan : : Waktu kegiatan paling cepat diselesaikn (Earliest Star. : Waktu kegiatan paling cepat dimulai (Earliest Finis. : Waktu kegiatan paling lambat harus dimulai (Latest Star. : Waktu kegiatan paling lambat harus diselesaikan (Laest Finis. : Kelonggaran waktu (Total Floa. Berdasarkan hasil perhitungan yang disajikan pada Tabel 13, diperoleh bahwa durasi penyelesaian proyek pembangunan gedung Ruang kelas Baru SMK Negeri 1 Luwuk adalah selama 169 hari kerja. Dari hasil analisis tersebut, ditemukan 15 jenis kegiatan yang berada pada jalur kritis, yang uraian lengkapnya disajikan berikut ini. pekerjaan pengukuran dan bouwplank (A) pekerjaan penggalian pondasi foot plat (B) pekerjaan galian tanah pondasi batu gunung (C) pekerjaan urungan bekas galian (D) pekerjaan pondasi batu belah (G) pekerjaan beton foot plat-FP 1 (FAoc 21 Mp. (H) pekerjaan kolom pedestal K1-40 x 50 (FAoc 21 Mp. (K) pekerjaan beton sloof 25/40 SL-1&-2 (FAoc 21 Mp. (N) pekerjan beton kolom K3 dan KP (FAoc 21 Mp. (Q) pekerjaan balok beton BL 1,2,3, & 4 (FAoc 21 Mp. (R) pekerjaan beton plat lantai tebal 12 cm (FAoc 21 Mp. (W) pekerjaan pasangan dinding dan plesteran (AE) pekerjaan finishing lantai dan dinding (AF) pekerjaan pengecetan dan finising lainnya (AK) pekerjaan pembersihan akhir (AP) KESIMPULAN Berdasarkan hasil identifikasi menggunakan metode Critical Path Method (CPM), diketahui bahwa lintasan kritis terdapat pada urutan kegiatan pekerjaan pengukuran dan bouwplank (A), pekerjaan penggalian pondasi foot plat (B), pekerjaan galian tanah pondasi batu gunung (C), pekerjaan urungan bekas galian (D), pekerjaan pondasi batu belah (G), pekerjaan beton foot plat-FP 1 (FAoc 21 Mp. (H), pekerjaan kolom pedestal K1-40 x 50 (FAoc 21 Mp. (K), pekerjaan beton sloof 25/40 SL-1&-2 (FAoc 21 Mp. (N), pekerjan beton kolom K3 dan KP (FAoc 21 Mp. (Q), pekerjaan balok beton BL 1,2,3, & 4 (FAoc 21 Mp. (R), pekerjaan beton plat lantai tebal 12 cm (FAoc 21 Mp. (W), pekerjaan pasangan dinding dan plesteran (AE), pekerjaan finishing lantai dan dinding (AF), pekerjaan pengecetan dan finising lainnya (AK) pekerjaan pembersihan akhir (AP). Hasil analisis dengan menerapkan metode Critical Path Method (CPM) menunjukkan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek Pembangunan Gedung Ruang Kelas Baru SMK Negeri 1 Luwuk adalah 169 hari kerja. DAFTAR PUSTAKA