Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Analisis Line Balancing Untuk Meningkatkan Efisiensi Lintasan Produksi Perakitan Meldia Fitri1. Muhammad Ilham Adelino2*. Lutfi Apuri3 Fakultas Teknik. Universitas Putra Indonesia YPTK1,2,3 corresponding author* email: meldiafitri25@gmail. com1, milhamadelino@upiyptk. id2, mlutfiapuri03@gmail. DOI: http://dx. org/10. 31869/rtj. Abstract : Ketidakseimbangan lintasan kerja pada proses produksi kursi makan di f perabot yang diakibatkan oleh beberapa faktor diantaranya kondisi operator, jumlah stasiun kerja dan waktu operasi dan istirahat yang lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan efisiensi lintasan pada proses produksi perakitan kursi makan. Metode yang digunakan adalah metode line balancing yaitu Region Approach dan Rank Position Weight dengan melakukan perbandingan efisiensi lintasan sebelum dan sesudah menggunakan metode line balancing. Dari penelitian diperoleh hasil perhitungan line balancing berdasarkan metode Region Approach efisiensi lintasan adalah sebesar 91 % dan Balance delay 9 % dan metode Rank Position Weight menghasilkan efisiensi lintasan sebesar 90 % dan balance delay 10%. Kedua metode ini dapat digunakan untuk peningkatan efisiensi lintasan karena efisiensi kedua lintasan tidak memiliki nilai terlalu jauh. Usulan perbaikan dalam jumlah pembagian stasiun kerja dapat dikurangi menjadi 4 stasiun kerja, dimana sebelumnya mencapai 6 stasiun kerja. Efisiensi lintasan dapat ditingkatkan sebesar 23% menggunakan metode Region Approach dan sebesar 22% menggunakan Rank Position Weight. Keywords: Line Balancing. Region Approach. Rank Position Weight. Efisiensi Lintasan PENDAHULUAN Efisiensi proses produksi dapat menjadi nilai tambah bagi perusahaan dan konsumen, sehingga meningkatnya daya saing (Yusuf & Kamil, 2. Cara meningkatkan efisiensi proses produksi adalah memperhatikan Keseimbangan lintasan merupakan hal yang penting untuk dapat menjamin kegiatan produksi pada suatu manufaktur dapat berjalan dengan baik (Hapid & Supriyadi, 2. f Perabot adalah salah satu industri kecil menengah yang bergerak dibidang produksi barang-barang furniture rumah Salah satu produk perusahaan ini adalah lemari, meja, jendela dan kursi. Proses produksi ini dilakukan berdasarkan pemesanan atau make to order. Terkait dengan proses produksi perakitan yang dilakukan f Perabot, permasalahan yang sering terjadi adalah waktu operasi yang terlalu lama pada stasiun kerja yang ada pada produksi perakitan kursi makan. Masalah tersebut mengakibatkan ketidakseimbangan pada lintasan produksi pada produksi perakitan kursi makan, sehingga waktu pada produksi perakitan kursi makan menjadi lama dan kadang target produksi ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 perakitan untuk suatu permintaan kadang tidak Metode Ranked Position Weight (RPW) dapat meningkatkan efisiensi kerja lintasan sebesar 18,77% dan mengurangi waktu delay 18,77% (Djunaidi & Angga, 2. , meningkatkan efisiensi sebesar 28,2% dan 28,2% (Ekoanindiyo & Helmy, 2. , dan mengurangi operator dengan memperkecil jumlah stasiun kerja sebesar 2 stasiun kerja, dari 8 stasiun kerja menjadi 6 stasiun kerja (Azwir & Pratomo, 2. Metode RPW dapat pula menunjukkan operator ideal untuk produksi daur ulang menjadi 4 operator, yang sebelumnya dengan 6 operator (Hapid & Supriyadi, 2. Metode meningkatkan tingkat efisiensi pada lintasan produksi sebesar 80,48% dengan balance delay sebesar 19,52% (Basuki et al. , 2. dan perbandingan dengan 2 mesin produksi pada pabrik penggilingan dapat meningkat sebesar 23,46% (Masruri et al. , 2. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu tersebut, penelitian ini menggabungkan dan membandingkan kedua metode tersebut. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL yang dapat dicapai keseimbangan lintasan menggunakan Region Approach dan Ranked Position Weight. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan keseimbangan lintasan pada skala industry kecil dan menengan (IKM). TINJAUAN UMUM Line balancing atau keseimbangan lintasan adalah serangkaian stasiun kerja . esin dan perlata. yang digunakan untuk pembuatan produk. Line balancing biasanya terdiri dari sejumlah area kerja yang dinamakan stasiun kerja yang ditangani seorang atau lebih operator dan ada kemungkinan ditangani dengan bermacammacam alat (Fata et al. , 2. Waktu tunggu dan waktu operasi yang terlalu lama pada sebagian stasiun kerja lintasan produksi, sehingga waktu proses produksi perakitan kursi makan menjadi lama. (Assuri, 2. Metode heuristik didasarkan pada aturan yang logis dalam pemecahan masalah, pemecahan masalah lebih cepat dan dirancang untuk menghasilkan strategi yang lebih baik (Basuki et al. , 2. Metode yang tepat juga yang paling nyata kemungkinan untuk direalisasikan dan diaplikasikan kedalam permasalahan nyata (Anisya, 2. Metode heuristik yang dipakai ada dua yaitu, metode Region Approach dan Rank Position Weight karena metode memiliki hasil yang akurat, metode tersebut juga dianggap paling sesuai untuk membandingkan kondisis awal dengan kondisi setelah perencanaan metode keseimbangan lintasan yang paling optimal. (Basuki et al. , 2. Metode Region Approach merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menyeimbangkan lintasan dengan cara menentukan waktu siklus dengan cara trial factor dari total elemen kerja yang ada. Sesuai dengan namanya metode ini dikembangkan oleh kilbridge dan wester (Masruri et al. Metode Helgelson-Birnie / Ranked Positional Weight dikembangkan oleh Helgeson dan D. Birnie. Metode ini lebih dikenal dengan Ranked Positional ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Weight system atau system RPW (Amalia et , 2. Keseimbangan lintasan adalah upaya untuk meminimumkan ketidakseimbangan diantara mesin-mesin atau personil untuk mendapatkan waktu yang sama disetiap stasiun kerja sesuai dengan kecepatan produksi yang diingankan. Secara teknik keseimbangan mendistribusikan setiap elemen kerja ke stasiun kerja dengan acuan waktu siklus/cycle time (CT) (Djunaidi & Angga, 2. Kriteria umum keseimbangan lintasan produksi adalah memaksimumkan efisiensi atau memimumkan balance delay. Tujuan utama menyusun line balancing adalah untuk membentuk dan menyeimbangkan beban kerja yang dialokasikan pada tiap stasiun kerja. Line Balancing merupakan salah satu faktor penting dalam menjalankan produksi. Manfaat line balancing adalah (Baroto, 2. Meningkatkan efisiensi proses . mprove process efficienc. Menghindari waktu pada proses atau stasiun yang menganggur . educe idle Mengurangi keseluruhan . educe total processing Meningkatkan rasio pencapaian target produksi (Increase production rat. Meningkatkan profit . ncrease profi. Mengurangi pemborosan dan biaya-biaya yang tidak diperlukan (Reduce waste and unnecessary cos. Lintasan yang baik apabila meperhatikan hal berikut (Baroto, 2. Pemerataan seimbang di setiap stasiun kerja yang terdapat di dalam suatu lintasan produksi fabrikasi atau suatu lintasan perakitan yang bersifat manual. Pergerakan aliran benda kerja yang kontinyu pada kecepatan yang seragam. Arah aliran material harus tetap sehingga memperkecil daerah penyebaran dan mencegah timbulnya atau setidaktidaknya mengurangi waktu menunggu karena keterlambatan benda kerja. Produksi yang kontinu guna menghindari adanya penumpukan benda kerja di lain tempat sehingga diperlukan aliran benda Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL kerja pada lintasan produksi secara METODE PENELITIAN Penelitian ini termasuk dalam penelitian Tempat penelitian adalah f Perabot Sungai Penuh. Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi. Data yang digunakan adalah data primer menggunakan stopwatch yakni data waktu siklus dari tanggal 18 sampai 23 Juni 2020 per stasiun kerja pada produksi perakitan kursi makan, serta data sekunder berupa data produksi dan permintaan kursi HASIL DAN PEMBAHASAN Waktu Baku Setelah diperoleh waktu siklus melalui pengukuran waktu menggunakan stopwatch, maka dapat dicari waktu normal dengan menambahkan faktor penyesuaian kemudian dilanjutkan dengan waktu baku dengan menambahkan faktor kelonggaran seperti disajikan pada tabel berikut : Tabel 1. Waktu Baku Produksi Kursi Makan Elemen eras Pekerjaan Pengukuran kaki depan Pengukuran Pengukura Pengukuran Putting Pengukuran Sandaran Pemotonga n kaki Pemotonga n kaki Pemotonga n Awal Pemotonga n untuk n sandaran Pembuatan Pola Kaki Pembuatan Pola 10 Pembuatan 204 ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Pemotongan Lanjutan Opera Perakita Finishin Pola Kaki Pembuatan Pola Putting Pembuatan Pola Sandaran Pemotonga n kaki Pemotonga n kaki Pemotonga n putting Pemotonga n Sandaran Elemen Pekerjaan Perakitan Komponen A3,A6,dan Perakitan Komponen B3 dengan A10 Perakitan Komponen C1 dengan Pengamplas Pendempula Pewarnaan Sumber: Pengolahan data Line Balancing Setelah diperoleh waktu baku, dilanjutkan mencari line balancing seperti disajikan pada tabel berikut : Tabel 2. Efisiensi lintasan sebelum menggunakan metode Elemen Stasiun era Pekerjaan 1 Pengukura Pengukura 3 6 Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Pemotonga n Awal Pembuatan Pola Pemotonga n Lanjutan Perakitan ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 n kaki Pengukura n kaki Pengukura n Putting Pengukura n Sandaran Pemotong an kaki Pemotong an kaki Pemotong an untuk n sandaran Pembuatan Pola Kaki Pembuatan Pola Kaki Pembuatan Pola Putting Pembuatan Pola Sandaran Pemotong an kaki Pemotong an kaki Pemotong an putting Pemotong Sandaran Perakitan Komponen A3,A6,dan Perakitan Komponen B3 dengan A10 Perakitan Komponen C3 dengan Pengampla Pendempu Finishing 22 Pewarnaan Sumber: pengolahan data Metode Region Approach Dilakukan sebanyak trial sebanyak 2 kali seperti tabel di bawah ini Tabel 3. Trial 1 Metode Region Approach Operasi Fakultas Teknik UMSB Elemen Pekerjaan (%) (%) Pengukuran kaki depan Pengukuran kaki belakang Pengukuran Putting Pengukuran Sandaran Pemotongan kaki depan Pemotongan kaki belakang Pemotongan untuk putting Pembuatan Pola Kaki depan Pembuatan Pola Kaki belakang Pembuatan Pola Putting Pembuatan Pola Sandaran Pemotongan kaki depan Pemotongan kaki belakang Pemotongan Pemotongan Sandaran Perakitan Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Komponen A3,A6,dan A9 Perakitan Komponen B3 dengan A10 Perakitan Komponen C1 dengan Q1 Pengamplasan Pendempulan Pewarnaan A3,A6,dan A9 Operasi Elemen Pekerjaan Pengukuran kaki depan Pengukuran kaki belakang Pengukuran Putting Pengukuran Sandaran Pemotongan kaki depan Pemotongan kaki belakang Pemotongan untuk putting Pembuatan Pola Kaki depan Pembuatan Pola Kaki belakang Pembuatan Pola Putting Pembuatan Pola Sandaran Pemotongan kaki depan Pemotongan kaki belakang Pemotongan Pemotongan Sandaran Perakitan Komponen ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Pendempulan Pewarnaan Sumber : pengolahan data Setelah melakukan dua trial, maka dipilihlah percobaan ke 2 dengan efisiensi lintasan terbesar. Tabel 4. trial 2 Metode Region Approach Perakitan Komponen B3 dengan A10 Perakitan Komponen C1 dengan Q1 Pengamplasan (%) (%) Metode Hegelson-Birnie / Rank Position Weight Tabel 5. Pembebanan Stasiun Kerja Waktu Pembebanan Operasi Efisiensi Operasi Stasiun (%) Kerja 1,2,3,4,5,6,7,8 9,10,11,12,13, 97,19 14,15,16 17,18,19 20,21,22 99,46 Efisiensi rata-rata Sumber: pengolahan data Diperoleh efisiensi lintasan sebesar 90% dan balance delay (D) 10%. Perbandingan Efisiensi Lintasan Tabel 6. Perbandingan efisiensi lintasan Faktor Sebelum RA RPW Balance delay 9% 10% Efisiensi 91% 90% Lintasan 3 Jumlah Stasiun Sumber : pengolahan data Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa efisiensi lintasan awal 68 % dan setelah dilakukan penerapan efisiensi lintasan dengan metode Region Approach dan Hegelson-Birnie / Rank Position Weight diperolh efisiensi lintasan sebesar 91% dan 90%. Disimpulkan setelah penerapan metode line balancing terdapat peningkatan pada efisiensi lintasan. Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL PENUTUP Dari hasil yang telah didapatkan dari penelitian dan kemudian setelah dianalisa dapat disimpulkan: Waktu baku yang diperlukan dalam proses produksi kursi makan pada f perabot adalah sebesar 139,67 menit. Efisiensi lintasan dengan metode Region Approach sebesar 91 %, balance delay 9% dan metode Rank Position Weight menghasilkan efisiensi lintasan 90 % dengan Balance delay 10%. Efisiensi lintasan sebelum menggunakan metode line balancing adalah 68%, sehingga diperoleh peningkatan efisiensi lintasan sebesar 23% . imana efisiensi lintasan metode Rank Position Weight sebesar 91%) DAFTAR PUSTAKA