Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Menuju Kampus Ramah Lingkungan: Pengelolaan Sampah di Universitas Serang Raya untuk Mewujudkan "Zero Waste" Ahmad Zainuri. Putri Fachri Aulia Fatah. Wienastria Marthanto Program Studi Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Sosial. Ilmu Politik dan Ilmu Hukum. Universitas Serang Raya. Jl. Raya Serang-Cilegon KM. 05 Kota Serang. Banten. Indonesia Akademi Manajemen Informatika & Komputer Serang. KH Abdul Fatah Hasan No. Sumurpecung. Kec. Serang. Kota Serang. Banten 42118 Program Magister Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Serang Raya. Jl. Raya Serang-Cilegon KM. 05 Kota Serang. Banten. Indonesia Email : zainuri2007@gmail. ABSTRAK Program pengabdian masyarakat di Universitas Serang Raya (UNSERA) bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan dalam pengelolaan sampah menuju konsep Zero Waste. Dalam upaya menciptakan lingkungan kampus yang lebih bersih dan berkelanjutan, program ini melibatkan peserta magang dan staf UNSERA, dengan Ahmad Zainuri dan timnya sebagai pembicara Kegiatan ini mencakup sosialisasi tentang pentingnya pengelolaan sampah yang efektif, serta pelatihan praktis mengenai pemilahan, pengolahan, dan daur ulang sampah. Peserta diajarkan cara memisahkan sampah organik dan anorganik, serta teknik pengolahan sampah organik menjadi kompos yang bermanfaat. Selain itu, mereka juga dilatih untuk mendaur ulang sampah anorganik menjadi produk yang memiliki nilai guna. Melalui penerapan langsung di lingkungan kampus, peserta diharapkan dapat menerapkan ilmu yang didapatkan dan berkontribusi dalam menciptakan budaya hidup ramah lingkungan. Program ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan di UNSERA, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan mahasiswa dan staf. Dengan melibatkan seluruh elemen kampus, diharapkan UNSERA dapat menjadi pelopor dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan menjadi model bagi institusi pendidikan lainnya. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang luas, baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat sekitar, dalam upaya menjaga keberlanjutan lingkungan. Kata kunci: Berkelanjutan. Pengelolaan. Sampah. Universitas. Zero_Waste. ABSTRACT The community service program at Universitas Serang Raya (UNSERA) aims to raise awareness and enhance skills in waste management towards the concept of Zero Waste. To create a cleaner and more sustainable campus environment, this program involves interns and UNSERA staff, with Ahmad Zainuri and his team as the main speakers. The activities include raising awareness about the importance of effective waste management, as well as practical training on waste sorting, processing, and recycling. Participants are taught how to separate organic and inorganic waste, as well as techniques for processing organic waste into useful compost. Additionally, they are trained to recycle inorganic waste into products with functional value. Through direct implementation within the campus environment, participants are expected to apply the knowledge they have gained and contribute to fostering an environmentally friendly lifestyle. This program not only aims to reduce the amount of waste produced at UNSERA but also to increase environmental awareness among students and staff. By involving all campus elements. UNSERA is expected to become a pioneer in sustainable waste management and serve as a model for other educational institutions. This initiative is anticipated to provide a wide-reaching positive impact, both within the campus and surrounding communities, in efforts to maintain environmental sustainability. Keywords: Waste Management. Zero Waste. University. Sustainability. Environment. SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS SERANG RAYA Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 PENDAHULUAN Masalah lingkungan telah menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh masyarakat global saat ini, terutama dalam hal pengelolaan sampah. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai masalah lingkungan, seperti pencemaran tanah, air, dan udara, serta berdampak buruk pada kesehatan manusia(Lingga et al. Di Indonesia, pengelolaan sampah menjadi tantangan yang sangat signifikan karena tingginya volume sampah yang dihasilkan setiap harinya, baik di kawasan perumahan, industri, maupun institusi pendidikan (Ismaya et al. , 2. Universitas Serang Raya (UNSERA) menyadari pentingnya peran perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi nyata Perguruan tinggi bukan hanya tempat untuk menimba ilmu, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu masyarakat dan lingkungan sekitarnya (Malik et al. , 2. Oleh karena itu. UNSERA mengambil langkah proaktif untuk menciptakan lingkungan kampus yang ramah lingkungan melalui program pengelolaan sampah berbasis Zero Waste. Konsep Zero Waste mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang . educe, reuse, recycl. (Yanti & Dewi, 2. Tujuannya adalah untuk meminimalkan sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. Dengan menerapkan konsep ini. UNSERA bertujuan untuk menjadi pelopor dalam pengelolaan sampah berkelanjutan di Indonesia. Program pengelolaan sampah UNSERA keterampilan mahasiswa, staf, dan masyarakat sekitar dalam mengelola sampah secara efektif. Kegiatan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pengelolaan sampah, pelatihan praktis, hingga penerapan langsung di lingkungan Dengan pendekatan holistik ini, diharapkan semua pihak yang terlibat dapat berkontribusi dalam menciptakan budaya hidup yang lebih ramah Latar Belakang Masalah Indonesia menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah. Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Indonesia menghasilkan lebih dari 60 juta ton sampah setiap tahunnya, dengan sebagian besar berasal dari sampah rumah tangga (Azzahra et al. Sayangnya, sebagian besar sampah ini tidak dikelola dengan baik, sehingga lingkungan, seperti pencemaran air dan udara, serta kerusakan ekosistem. Institusi pendidikan, termasuk universitas, juga menjadi salah satu sumber penghasil sampah yang cukup signifikan. Kegiatan akademik, administrasi, dan aktivitas sehari-hari berbagai jenis sampah, baik organik maupun anorganik. Namun, pengelolaan sampah di banyak universitas masih belum optimal, dan banyak universitas yang belum memiliki sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi (Gardini & Zulkarnaini, 2. Sampah sering kali hanya dikumpulkan dan dibuang ke TPA tanpa adanya upaya untuk mendaur ulang atau mengolahnya. Sebagai tanggung jawab moral untuk memberikan contoh kepada masyarakat, universitas perlu mengambil langkah konkret dalam mengelola sampah. Hal ini tidak hanya untuk menciptakan lingkungan kampus yang bersih dan sehat, tetapi juga untuk mendidik mahasiswa agar memiliki kesadaran lingkungan yang tinggi. Dalam konteks ini. UNSERA berkomitmen untuk menjadi pelopor dalam pengelolaan sampah berkelanjutan melalui program Menuju Kampus Ramah Lingkungan: Pengelolaan Sampah di Universitas Serang Raya untuk Mewujudkan Zero Waste. Tujuan Program Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Program pengelolaan sampah di UNSERA memiliki beberapa tujuan utama yang saling terkait. Pertama, program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan mahasiswa, staf, pentingnya pengelolaan sampah yang Kedua, program ini juga berfokus pada pengurangan produksi sampah dengan mendorong penerapan prinsip reduce, reuse, dan recycle. Ketiga, program ini memberikan pelatihan praktis kepada peserta mengenai cara mengelola pengolahan, dan daur ulang. Keempat, tujuan utama lainnya adalah menciptakan lingkungan kampus yang bersih dan sehat dengan mengurangi volume sampah yang Terakhir. UNSERA berharap dapat menjadi model bagi institusi lain Rangkaian Kegiatan Untuk mencapai tujuan tersebut, program ini dirancang dengan beberapa tahapan kegiatan yang saling terintegrasi. Kegiatan pertama yang dilakukan adalah pengelolaan sampah dan konsep Zero Waste. Dalam sesi ini, peserta diberikan pengetahuan dasar tentang dampak negatif sampah terhadap lingkungan dan bagaimana pengelolaan sampah dapat Sosialisasi ini juga bertujuan untuk membangun kesadaran peserta mengurangi produksi sampah. Setelah mendapatkan pengetahuan dasar, peserta dilibatkan dalam pelatihan praktis mengenai pengelolaan sampah. Pelatihan ini mencakup pemilahan sampah, di mana peserta diajarkan cara Selain itu, peserta juga dilatih untuk mengolah sampah organik menjadi kompos yang dapat digunakan sebagai pupuk, serta diajarkan cara mendaur ulang sampah anorganik, seperti plastik dan kertas, menjadi produk yang memiliki nilai guna. Setelah mengikuti pelatihan, peserta diminta untuk menerapkan apa yang telah mereka pelajari di lingkungan kampus. Hal ini mencakup pemilahan sampah di tempat sampah yang telah disediakan, pengolahan kompos di area yang ditentukan, dan pembuatan produk daur Program ini juga dilengkapi dengan kegiatan evaluasi dan monitoring untuk menilai efektivitas pelaksanaan kegiatan. Evaluasi dilakukan untuk mengukur sejauh mana tujuan program telah tercapai, sedangkan monitoring dilakukan Sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kesadaran lingkungan. UNSERA juga mengadakan kampanye lingkungan di kalangan mahasiswa, staf, dan masyarakat sekitar. Kampanye ini mencakup berbagai kegiatan, seperti pameran produk daur ulang, lomba kreativitas pengelolaan sampah, dan seminar lingkungan. Semua kegiatan ini dirancang untuk melibatkan sebanyak kesadaran yang lebih luas mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang Manfaat Program Program pengelolaan sampah di UNSERA diharapkan dapat memberikan berbagai manfaat, baik bagi lingkungan kampus maupun masyarakat luas. Dengan adanya pemilahan, pengolahan, dan daur ulang, volume sampah yang berakhir di TPA dapat dikurangi secara signifikan. Selain meningkatkan kesadaran mahasiswa dan staf mengenai pentingnya menjaga Peserta program juga dapat mengembangkan keterampilan praktis dalam mengelola sampah yang dapat sehingga memberikan dampak positif bagi kualitas hidup di kampus. Lebih jauh lagi, program ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar kampus melalui berbagai kegiatan kampanye dan Dengan melibatkan seluruh UNSERA Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 lingkungan yang dapat menjadi bagian dari identitas kampus. Semua orang diharapkan dapat berkontribusi dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, tidak hanya di kampus tetapi juga di masyarakat luas. Harapan dan Keberlanjutan Melalui UNSERA berharap dapat menjadi contoh bagi institusi pendidikan lainnya dalam mengelola sampah secara berkelanjutan. Keberlanjutan program ini akan didukung pengembangan kebijakan kampus yang penyediaan fasilitas yang memadai, dan lingkungan di kalangan mahasiswa. UNSERA ingin memastikan bahwa program ini tidak hanya merupakan kegiatan sesaat, tetapi menjadi bagian dari budaya kampus yang berkelanjutan. Dengan langkah-langkah diharapkan program pengelolaan sampah di UNSERA dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang berkelanjutan. UNSERA ingin menunjukkan bahwa institusi pendidikan dapat berperan aktif dalam menghadapi tantangan lingkungan dan menciptakan masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan. Melalui program AuMenuju Kampus Ramah Lingkungan: Pengelolaan Sampah di Universitas Serang Raya Mewujudkan Zero WasteAy. UNSERA berupaya untuk memberikan Dengan melibatkan seluruh elemen kampus, signifikan, baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat luas. Sebagai pelopor dalam pengelolaan sampah UNSERA menunjukkan bahwa institusi pendidikan dapat berperan aktif dalam menghadapi tantangan lingkungan dan menciptakan masa depan yang lebih bersih dan Melalui inisiatif ini. UNSERA berharap dapat membangun kesadaran dan menciptakan budaya hidup ramah lingkungan yang akan berlanjut dari generasi ke generasi. METODE PELAKSANAAN Metode pengelolaan sampah di Universitas Serang Raya (UNSERA) memastikan bahwa setiap aktivitas mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Proses pelaksanaan dibagi menjadi beberapa tahapan yang akan dijelaskan secara rinci di bawah ini. Persiapan Program Tahap pertama dalam pelaksanaan mencakup pengumpulan data awal mengenai kondisi pengelolaan sampah di lingkungan kampus. Tim pengelola mengidentifikasi jenis dan volume sampah yang dihasilkan di berbagai area kampus, seperti fakultas, ruang kelas, laboratorium, dan kantin. Survei ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang tantangan yang dihadapi dan potensi yang ada untuk menerapkan pengelolaan sampah yang lebih baik. Setelah sosialisasi yang akan digunakan dalam Materi ini mencakup informasi jenis-jenis pemilahan, pengolahan, dan daur ulang, serta praktik terbaik dalam pengelolaan Selain seperti tempat sampah terpisah untuk sampah organik dan anorganik, serta area untuk pengolahan kompos. Sosialisasi dan Edukasi Setelah tahap persiapan, kegiatan sosialisasi dan edukasi menjadi langkah Kegiatan ini dilakukan melalui seminar dan workshop yang melibatkan mahasiswa, staf, dan masyarakat sekitar. Dalam sesi sosialisasi, pembicara utama. Ahmad Zainuri menyampaikan materi tentang pentingnya pengelolaan sampah dan dampak negatif Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 yang ditimbulkan oleh sampah yang tidak dikelola dengan baik. peserta mematuhi prosedur pemilahan sampah yang telah diajarkan. Peserta diberikan penjelasan mengenai konsep Zero Waste dan bagaimana mereka Selain itu, peserta juga diajak untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan sampah di lingkungan mereka masing-masing. Tujuannya adalah untuk membangun kesadaran dan komitmen terhadap pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Selain UNSERA menyelenggarakan program pengolahan kompos secara berkala di area tertentu di Peserta yang telah dilatih diarahkan untuk mengolah sampah organik yang dihasilkan setiap hari, sehingga kompos yang dihasilkan dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman di area kampus. Pelatihan Praktis Setelah sosialisasi, program dilanjutkan dengan pelatihan praktis. Pelatihan ini keterampilan langsung kepada peserta tentang cara mengelola sampah dengan Dalam sesi ini, peserta diajarkan cara Mereka diberikan penjelasan tentang karakteristik masing-masing jenis sampah dan cara yang tepat untuk Selanjutnya, peserta dilatih untuk mengolah sampah organik menjadi Mereka pembuatan kompos, mulai dari pemilihan bahan baku, cara pengolahan, hingga pemeliharaan kompos yang dihasilkan. Dalam pelatihan ini, peserta juga belajar tentang daur ulang sampah anorganik, seperti plastik dan kertas, menjadi produk yang bermanfaat. Pelatihan praktis ini dilakukan di area yang telah disiapkan di kampus, di mana peserta dapat langsung menerapkan ilmu yang didapatkan. Tim pelatih memberikan memastikan bahwa peserta memahami langkah-langkah yang harus diambil. Penerapan di Lingkungan Kampus Setelah pelatihan, peserta diminta untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah mereka pelajari di lingkungan kampus. Setiap fakultas dan area di kampus diberikan tempat sampah terpisah untuk sampah organik dan Tim program melakukan pengawasan untuk memastikan bahwa Evaluasi dan Monitoring Setelah penerapan, program ini tidak berhenti di situ. Kegiatan evaluasi dan monitoring dilakukan untuk menilai efektivitas pelaksanaan program. Tim pengelola melakukan pengukuran volume sampah yang dihasilkan sebelum dan sesudah program dijalankan untuk melihat perubahan yang terjadi. Selain itu, survei juga dilakukan untuk mengukur tingkat kesadaran peserta mengenai pengelolaan sampah. Evaluasi mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan program sehingga perbaikan dapat dilakukan untuk kegiatan di masa Monitoring juga dilakukan keberlanjutan praktik pengelolaan sampah di lingkungan kampus. Kampanye Lingkungan Sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kesadaran lingkungan. UNSERA juga mengadakan kampanye lingkungan yang melibatkan seluruh elemen kampus. Kampanye ini meliputi berbagai kegiatan, seperti pameran produk daur ulang, lomba kreativitas dalam pengelolaan sampah, dan seminar tentang lingkungan. Kegiatan-kegiatan ini bertujuan untuk menarik perhatian lebih banyak orang dan menciptakan kesadaran kolektif mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Dengan metode pelaksanaan yang terstruktur dan terpadu ini. UNSERA berharap dapat mencapai tujuan program pengelolaan sampah dan menciptakan budaya hidup ramah lingkungan di Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Program ini diharapkan bukan hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi menjadi bagian dari identitas kampus yang berkelanjutan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan AuMenuju Kampus Ramah Lingkungan: Pengelolaan Sampah di Universitas Serang Raya untuk Mewujudkan Zero WasteAy telah memberikan berbagai hasil yang signifikan, baik dari segi perubahan kebiasaan, pengurangan volume sampah, lingkungan di kalangan mahasiswa, staf, dan masyarakat sekitar kampus. Pada bagian ini, hasil yang diperoleh dari kegiatan tersebut akan diuraikan secara rinci, disertai pembahasan mengenai relevansi dan dampaknya terhadap keberlanjutan lingkungan di Universitas Serang Raya (UNSERA). Perubahan Kebiasaan Pengelolaan Sampah Hasil paling mencolok dari program ini adalah perubahan kebiasaan dalam pengelolaan sampah di lingkungan Sebelum program dilaksanakan, sebagian besar sampah di UNSERA hanya dikumpulkan dalam satu tempat tanpa adanya pemilahan, sehingga sampah organik dan anorganik bercampur menjadi Namun, program, terdapat pergeseran perilaku di kalangan mahasiswa dan staf dalam Tempat sampah terpisah yang disediakan di berbagai area kampus, seperti di ruang kelas, kantin, dan taman, telah digunakan secara efektif. Hasil survei yang dilakukan setelah satu bulan implementasi menunjukkan bahwa lebih dari 80% mahasiswa dan staf Hal ini membuktikan bahwa sosialisasi dan pelatihan yang dilakukan berhasil meningkatkan kesadaran mereka tentang pentingnya pemilahan sampah. Selain itu, muncul inisiatif dari beberapa mahasiswa untuk membuat kelompok lingkungan kampus. Perubahan kebiasaan ini menjadi indikator awal keberhasilan implementasi konsep Zero Waste. Edukasi dan penyediaan fasilitas yang memadai terbukti efektif dalam mengubah perilaku Hal ini sejalan dengan teori pro-lingkungan, peningkatan pengetahuan dan kemudahan akses terhadap sarana pendukung dapat mendorong perubahan perilaku yang Jika konsistensi ini dijaga. UNSERA dapat menciptakan budaya pengelolaan sampah yang menjadi bagian dari identitas kampus. Pengurangan Volume Sampah Dampak lain yang signifikan dari program ini adalah pengurangan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Sebelum program dimulai, kampus UNSERA menghasilkan rata-rata 250 kg sampah per minggu, dengan sebagian besar sampah langsung dibuang tanpa pengolahan. Setelah pelaksanaan program, volume sampah yang dibuang ke TPA berkurang hingga 40%, atau sekitar 150 kg per minggu. Pengurangan ini terutama disebabkan oleh dua hal utama. Pertama, sampah organik yang sebelumnya dibuang kini diolah menjadi kompos. Selama program berlangsung, sebanyak 100 kg sampah organik telah diolah menjadi kompos, menyuburkan tanaman di taman kampus. Kedua, sampah anorganik, seperti plastik, kertas, dan botol, telah didaur ulang menjadi produk yang berguna, seperti pot bunga, tempat pensil, dan kerajinan Produk-produk ini tidak hanya memberikan nilai tambah. Pengurangan volume sampah yang signifikan ini menunjukkan bahwa konsep reduce, reuse, recycle dapat diterapkan kampus(Lautania et al. , 2024. Pertiwi & Siregar, 2025. Qamal et al. , 2024. Rupidara, 2. Proses pengolahan Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 sampah organik menjadi kompos dan pendaurulangan sampah anorganik tidak hanya mengurangi beban TPA, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan ekologis (Aziza, 2024. Rupidara, 2. Dalam konteks keberlanjutan, hal ini membuktikan bahwa UNSERA mampu menerapkan pengelolaan sumber daya yang efisien dan ramah lingkungan. Peningkatan Lingkungan Kesadaran Hasil lain yang diperoleh dari program ini adalah peningkatan kesadaran lingkungan di kalangan mahasiswa dan staf. Berdasarkan survei pasca-program, sekitar 90% peserta menyatakan bahwa mereka mendapatkan pengetahuan baru tentang pentingnya pengelolaan sampah dan konsep Zero Waste. Sebanyak 85% responden juga menyatakan bahwa menerapkan praktik pengelolaan sampah yang baik di rumah masing-masing. Selain itu, kampanye lingkungan yang diadakan selama program, seperti lomba kreativitas daur ulang dan pameran produk hasil daur ulang, telah menarik perhatian banyak pihak. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan mahasiswa UNSERA, tetapi juga masyarakat sekitar kampus. Produk-produk hasil daur ulang, seperti tas dari plastik bekas dan hiasan dinding dari kertas, berhasil dipamerkan dan mendapatkan apresiasi dari pengunjung. Peningkatan kesadaran lingkungan di menunjukkan bahwa program ini tidak hanya berdampak pada aspek teknis pengelolaan sampah, tetapi juga pada aspek edukasi dan pembentukan nilai. Kesadaran yang tinggi menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan program, karena perubahan yang dimulai dari individu dapat membawa dampak yang lebih luas (Dwi & Hasanah, 2024. Karunia et al. , 2. Dalam jangka panjang. UNSERA dapat menjadi model institusi pendidikan yang berkomitmen terhadap pelestarian lingkungan. Tantangan Program Pelaksanaan Meskipun program ini telah memberikan hasil yang positif, terdapat beberapa Salah satu tantangan utama adalah kurangnya kesadaran awal di kalangan beberapa mahasiswa dan staf Pada awal program, masih ada peserta yang enggan memisahkan sampah mereka dengan alasan kurang praktis atau tidak terbiasa. Selain itu, fasilitas pendukung, seperti tempat sampah terpisah dan area Beberapa area kampus belum memiliki tempat sampah yang pemilahan sampah. Tantangan lain adalah perlunya pembinaan berkelanjutan agar peserta tidak kembali ke kebiasaan lama setelah program selesai. Tantangan-tantangan pelajaran berharga untuk pengembangan program di masa depan. Untuk mengatasi masalah kurangnya kesadaran, diperlukan pendekatan yang lebih intensif, seperti kampanye yang berkelanjutan dan pemberian insentif bagi peserta yang aktif berpartisipasi (Joko et al. , 2025. Pratiwi & Miarsa, 2. Selain itu, peningkatan fasilitas pendukung dan alokasi anggaran yang memadai akan menjadi faktor kunci Dampak Jangka Panjang Selain hasil yang terlihat langsung, program ini juga memiliki potensi dampak jangka panjang yang signifikan. Dengan peningkatan kesadaran, kampus UNSERA dapat menjadi contoh bagi institusi pendidikan lainnya dalam mengelola sampah secara berkelanjutan. Program ini juga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar kampus, karena mahasiswa yang telah teredukasi dapat menyebarkan pengetahuan dan praktik pengelolaan sampah ke lingkungan tempat tinggal mereka. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Dalam jangka panjang, program ini dapat menjadi bagian dari kebijakan kampus yang lebih besar, seperti penerapan kampus hijau . reen campu. yang mencakup pengelolaan energi, air, dan sumber daya lainnya secara berkelanjutan. Dengan melibatkan seluruh elemen kampus. UNSERA dapat menciptakan ekosistem yang mendukung keberlanjutan lingkungan dan menjadi pelopor dalam pengelolaan sampah di tingkat nasional. Hasil dari program pengelolaan sampah di UNSERA pendekatan berbasis Zero Waste dapat diterapkan secara efektif di lingkungan Perubahan pengurangan volume sampah, dan menjadi bukti nyata keberhasilan program Meskipun tantangan, langkah-langkah perbaikan yang direncanakan dapat mendukung keberlanjutan program di masa depan. Dengan melibatkan seluruh elemen kampus dan masyarakat. UNSERA berpotensi menjadi model institusi pendidikan yang berkomitmen terhadap pelestarian lingkungan. Dokumentasi Kegiatan: A Dokumentasi Kegiatan Pengelolaan Sampah di Universitas Serang Raya untuk Mewujudkan Zero Waste Gambar 1 Kegiatan Pengelolaan Sampah di Universitas Serang Raya untuk Mewujudkan Zero Waste A Diskusi Menuju Kampus Ramah Lingkungan: Pengelolaan Sampah di Universitas Serang Raya untuk Mewujudkan Zero Waste Gambar 2 Diskusi Menuju Kampus Ramah Lingkungan: Pengelolaan Sampah di Universitas Serang Raya untuk Mewujudkan Zero Waste KESIMPULAN Program AuMenuju Kampus Ramah Lingkungan: Pengelolaan Sampah di Universitas Serang Raya Mewujudkan Zero WasteAy telah berhasil mencapai tujuan yang ditetapkan dan signifikan bagi lingkungan kampus serta masyarakat sekitar. Melalui serangkaian kegiatan sosialisasi, pelatihan praktis, dan penerapan langsung, program ini berhasil mengubah kebiasaan pengelolaan sampah di UNSERA. Perubahan perilaku mahasiswa dan staf dalam memisahkan sampah, pengurangan volume sampah yang dihasilkan, serta menjadi indikator keberhasilan program. Pengurangan volume sampah hingga 40% dan pengolahan sampah organik menjadi kompos yang bermanfaat menunjukkan bahwa konsep Zero Waste dapat diterapkan secara efektif. Selain itu, keterlibatan mahasiswa dalam kampanye lingkungan dan pembuatan produk daur lingkungan yang diharapkan akan terus Meskipun tantangan dalam pelaksanaan masih ada, seperti kurangnya kesadaran awal dan fasilitas pendukung yang perlu ditingkatkan, program ini memberikan pelajaran berharga untuk pengembangan di masa depan. UNSERA memiliki potensi Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 untuk menjadi pelopor dalam pengelolaan sampah berkelanjutan di tingkat institusi pendidikan, dan keberhasilan program ini dapat menjadi model bagi universitas lain. Secara keseluruhan, program ini tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah, tetapi juga pada pembentukan nilai dan mahasiswa dan staf. Dengan komitmen yang berkelanjutan. UNSERA dapat terus menciptakan lingkungan kampus yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan untuk generasi mendatang. UCAPAN TERIMAKASIH Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung dan berkontribusi dalam program AuMenuju Kampus Ramah Lingkungan: Pengelolaan Sampah di Universitas Serang Raya Mewujudkan Zero Waste,Ay yang sukses terlaksana berkat dukungan penuh pimpinan universitas, pemateri, peserta, serta kerja keras tim pengelola dan relawan, dengan harapan semangat ini pelestarian lingkungan di masa depan. DAFTAR PUSTAKA