Volume 1 Issue 2 . Pages 57-63 Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah MENUMBUHKAN MINAT BACA SISWA MELALUI KEGIATAN LITERASI Fiki Dzakiyyatul Aula1. Miftahur Rizki2. Agung Pamungkas3 Dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. STIT Muhammadiyah Bojonegoro. Dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. STIT Muhammadiyah Bojonegoro. Mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. STIT Muhammadiyah Bojonegoro. Fikyaula@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan literasi dalam rangka menumbuhkan minat baca siswa di MI plus Al-Fatimah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif Penelitian fenomenologi adalah suatu pendekatan penelitian yang memandang kejadian dengan kesadaran dan penuh makna sehingga membentuk pengalaman bagi individu yang seolah melihat dan merasakan realita dari suatu objek tersebut. Subjek penelitian ini adalah wali kelas 1, 2 dan 3 serta siswa-siswi di kelas tersebut. Berdasarkan hasi penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa minat baca siswa sekolah dasar masih rendahnya minat baca siswa. Upaya sekolah yang dilakukan untuk menumbuhkan minat baca siswa adalah dengan kegiatan literasi yang dilakukan setiap satu minggu sekali. Siswa diberi dukungan agar minat baca muncul dari diri siswa itu sendiri. Selain siswa diberi dukungan menumbuhkan minat bacanya sendiri, guru juga berupaya memberikan bacaan yang menarik setiap kegiatan literasi. Kata Kunci : kegiatan literasi, minat baca Abstract This research aims to describe literacy activities in order to foster students' interest in reading at MI plus Al-Fatimah. This research uses qualitative phenomenological research. Phenomenological research is a research approach that views events with awareness and full of meaning so as to form an experience for the person individual who as if see and feel the reality of an object. The subjects of this research were the homeroom teachers of classes 1, 2 and 3 and the students in these classes. Based on The results of the research and discussion can be concluded that elementary school students' interest in reading is still low. The school's efforts to foster students' interest in reading are through literacy activities which are carried out once a Students are given support so that interest in reading arises from the students themselves. Apart from giving students support to develop their own interest in reading, teachers also try to provide interesting reading for every literacy activity. Keywords : literacy activities, interest in reading Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2024 | 57 Menumbuhkan Minat Baca Siswa Melalui Kegiatan Literasi PENDAHULUAN Masalah utama yang ada di Indonesia sebetulnya bukanlah aliterasi . uta aksar. , karena jumlahnya semakin lama semakin mengecil. Presentase buta aksara di Indonesia semakin tahun semakin berkurang. Masalah utama di Negara kita justru pada mereka yang sudah bias membaca, tetapi kurangnya minat baca masyarakat Indonesia. Dalam ilmu informasi, ketidakmauan untuk membaca disebut aliterasi. Masalah ini terjadi karena tidak adanya pendorong atau penggerak untuk membaca serta lingkungan yang memang tidak membaca pada saat orang sudah bisa membaca. Minat membaca merupakan keinginan, kemauan dan dorongan dari diri sendiri siswa yang bersangkutan. Selain itu minat membaca merupakan minat yang mendorong kita supaya kita dapat merasakan ketertarikan dan senang terhadap aktivitas membaca dan mendapatkan pengetahuan yang luas dalam kegiatan membaca baik itu membaca buku supaya dapat memahami bahasa yang tertulis (Magdalena, 2. Menumbuhkan minat baca dan kebiasaan membaca yang baik harus dimulai sedini mungkin pada masa anak-anak. Penumbuhan minat dan kebiasaan membaca harus dimulai dari Sementara guru di sekolah berkewajiban untuk membina minat dan kebiasaan membaca yang telah di tumbuhkan di rumah. UNESCO menyebutkan Indonesia urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca sangat rendah. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin Riset bertajuk WorldAos Most Literate Nations Ranked yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu. Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca, persis berada di bawah Thailand . dan di atas Bostwana . Padahal, dari segi penilaian infrastuktur untuk mendukung membaca, peringkat Indonesia berada di atas negara-negara Eropa (Kominfo, 2. Budaya gemar membaca dalam masyarakat kita memang masih rendah dan Kita masih tersedot pada tradisi mendengar dan menutur, belum beralih ke masyarakat maju yang suka membaca dan menulis. Bukan hanya kaum tani, nelayan, buruh, pengusaha kecil, dan masyarakat bawah di desa-desa tapi para akademisi, birokrat, dan masyarakat awam di tingkat menengah atas pun tergolong malas baca dan malas tulis. Pemupukan minat haruslah dilakukan semenjak dini agar seseorang akrab dengan buku. Jika tidak dibiasakan bersahabat dengan buku semenjak dini akan sulit memupuknya pada masa Kalaupun bisa akan semakin banyak hambatan yang dihadapi. Hal ini perlu mendapat perhatian mengingat membaca merupakan keterampilan dasar untuk belajar menambah ilmu pengetahuan melalui buku. Di samping itu, untuk memperoleh kesenangan dengan mengisi waktu luang dengan membaca buku-buku novel bermutu, mengikuti berita dengan membaca majalah, surat kabar, dan sebagainya. Rendahnya minat baca dapat berdampak buruk baik dari diri siswa sendiri maupun orang lain penyebab utama rendahnya minat baca siswa bisa jadi dari lingkungan keluarga dan danlingkungan sekolah yang kurang mendukung aktivitas membaca. Rendahnya dukungan dari orang tua, guru ataupun teman-teman sebaya mengakibatkan siswa kurang 58 | Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2024 Menumbuhkan Minat Baca Siswa Melalui Kegiatan Literasi minat membaca dan dampak negatif perkembangan dari siswa, dalam kegiatan pembelajaran belum mengharuskan siswa membaca. Seperti yang diungkapkan oleh Hardjoprakosa . menyatakan bahwa yang menyebapkan rendahnya minat baca yaitu, para orang tua tidak memberi dorongan kepada anak untuk mengutamakan membeli buku dari padamainan. Menurut Masduki . rwan,2018:. , faktor yang menyebabkan rendahnya kemampuan membaca siswa adalah kemapuan berbahasa Indonesia yang kurang, minat baca yang lemah, kondisi perpustakaan yang kurang menunjang, dan dorongan orang tua yang lemah. Selain factor-factor tersebut, menurut Krashen . rwan,2018:. yang menyebabkan rendahnya minat baca anak adalah waktu yang tersedia bagi siswa untuk membaca termasuk penyediaan tempat yang tenang dan menyenangkan untuk membaca. Oleh karena itu, waktu untuk membaca secara mandiri perlu disediakan secara periodic. Menurut Winarno . mengenai permasalahan membaca tidak adanya teman yang memberikan semangat kepada temannya untuk membaca. Bahwa teman sebaya disekolah mempengaruhi minat baca siswa di sekolah dasar. Siswa bisa bosan karena dalam pembelajaran siswa hanya duduk dan diam tanpa adanya membaca terlebih dahulu sebelum pembelajaran berangsung. Minat seseorang tidak timbul secara tiba-tiba. Minat tersebut ada karena pengaruh dari beberapa faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat adalah factor internal dan factor Faktor internal tersebut adalah pemusatan perhatian, keingintahuan, motivasi, dan Sedangkan factor ekternal seperti dorongan dari orang tua, dorongan dari guru dan rekan, tersedianya prasarana dan sarana atau fasilitas, serta keadaan lingkungan. METODOLOGI Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif fenomenologi. Penelitian fenomenologi adalah suatu pendekatan penelitian yang memandang kejadian kesadaran dan penuh makna sehingga membentuk pengalaman bagi individu yang seolah melihat dan merasakan realita dari suatu objek tersebut. Alasan peneliti memeilih jenis penelitian ini karena penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peristiwa atau kejadia berupa pengalaman dari subjek penelitian terkait kegiatan literasi dalam menumbuhkan minat baca siswa. Penelitian di dilakukan di MI plus Al-Fatimah yang beralamat di Jl. Basuki Rahmat Gang Aspol No. 99 Sukorejo Bojonegoro. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Juni 2023. Subjek dalam penelitian ini adalah wali kelas 1, 2 dan 3 serta siswa-siswi di kelas tersebut. Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti terhadap penelitian tersebut, peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi dalam mengumpulkan data. Penelitian ini menggunakan triangulasi sumber data yakni dengan cara mewawancarai pihak-pikah yang terlibat dalam penelitian ini. Analisis data dalam penelitian kualitatif memerlukan konseptualitas yaitu proses menyusun konsep yang dilakukan sebelum memasuki lapangan. Kemudian dilanjutkan dengan Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2. 59 Menumbuhkan Minat Baca Siswa Melalui Kegiatan Literasi kategorisasi dan deskripsi dimana hal ini dilakukan pada saat berada dilapangan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode model Miles dan Hubermen. Miles dan Hubermen . dalam Rodsyada . 0:213- . menyatakan bahwa proses pengumpulan data dilakukan 3 kegiatan penting diantaranya reduksi data . ata reductio. , penyajian data . ata displa. , verifikasi . Berikut adalah gambar dari proses tersebut: Berdasarkan gambar tersebut, dapat dilihat bahwa proses penelitian ini dilakukan secara berulang terus-menerus dan saling berkaitan satu sama lain baik 28 dari sebelum, saat di lapangan hingga selesainya penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Hasil penelitian wawancara dengan pihak sekolah yaitu, kepala sekolah, wali kelas kelas dan beberapa siswa MI plus Al-Fatimah, ditemukan rendahnya minat baca siswa disebabkan oleh dorongan dari diri siswa. Berdasarkan hasil penelitian melalui observasi dan wawancara diperoleh bahwa minat baca adalah keinginan yang disertai usaha-usaha seseorang untuk Di mana orang yang mempunyai minat membaca yang kuat akan diwujudkan untuk mendapat bahan bacaan sesuai keinginannya. Minat baca siswa kelas i MI plus Al-Fatimah masih rendah. Dilihat dari tingkat membaca buku yang jarang dilakukan. Para siswa lebih memilih di kelas, bercerita dengan teman, dibandingkan dengan membaca buku ketika jam istirahat. Wawancara yang dilakukan dengan kepala MI plus Al-Fatimah, bahwa salah satu upaya yang dilakukan sekolah dalam meumbuhkan minat baca siswa adalah dengan mengadakan kegiatan literasi setiap minggu. Kegiatan literasi ini masuk dalam jam pelajaran dan dilaksanakan pada hari JumAoat. Tujuan utamanya adalah untuk menumbuhkan minat baca, selain itu juga agar siswa bisa berfikir kritis, sesuai dengan tuntutan pendidikan sekarang ini. Kegiatan literasi ini sudah dilakukan selama dua tahun di kelas rendah. Tujuannya juga ketika sudah di kelas tinggi siswa sudah terbiasa dengan bacaan-bacaan panjang ketika mengerjakan Dan mempersiapkan siswa kelas V untuk ANBK maupun AKM. 60 | Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2024 Menumbuhkan Minat Baca Siswa Melalui Kegiatan Literasi Wali kelas II-A juga berpendapat sama. Karena minat siswa yang kurang maka di sekolah ada kegiatan yang dapat menumbuhkan minat siswa. Meskipun awalnya siswa mau membaca dengan paksaan, namun akhirnya siswa punya kesadaran dan tidak lagi malas Di kelas II-A juga disediakan pojok baca agar kegiatan literasi tidak hanya dilakukan di jam literasi, namun bisa dilakukan ketika jam istirahat ataupun ketika guru telat masuk ke dalam kelas. Senada dengan wali kelas II-A, wali kelas i-B juga merasakan rendahnya minat baca Dengan kegiatan literasi ini digunakan guru kelas untuk memupuk minat siswa dengan sering mengajak membaca cerita-cerita berbeda setiap minggunya. Di kelas i-B cara guru menumbuhkan minat siswa dengan cara setiap siswa membawa buku bacaan yang berbedabenda dan dibaca bersama teman-temannya. Guru juga menyiapkan bacaan-bacaan yang menarik perhatian siswa setiap minggunya. Di kegiatan literasi ini selain diajak membaca, siswa juga diajak memahami makna dari cerita yang telah dibacanya. Wawancara yang dilakukan dengan kelas I-B, kegiatan literasi yang ada disekolah selain bertujuan menumbuhkan minat baca siswa juga digunakan untuk siswa yang masih belum lancer membaca dan untuk mengajak siswa belajar memahami soal. Karena di kelas I masih ada beberapa siswa yang kurang lancar dalam membaca. Upaya yang dilakukan oleh wali kelas adalah memberikan bacaan yang dapat membantu siswa untuk lancar dalam membaca. Dan untuk siswa yang sudah lancar membaca guru mengajak siswa untuk membaca cerita-cerita pendek yang setiap minggu disiapkan oleh guru. Siswa kelas I masih belum bisa diajak untuk membaca cerita yang panjang seperti di kelas II ataupun i. Guru hanya focus agar siswa tidak malas membaca. Karena pondasi awal ada di kelas I, diharapka ketika naik kelas siswa tidak ada kendala dalam membaca dan memahami sebuah soal. PEMBAHASAN Dari hasil penelitian terlihat bahwa kegiatan literasi di sekolah berperan menumbuhkan minat baca siswa, ada yang tumbuh minat bacanya dari buku-buku yang dibawa oleh guru, ada pula yang tumbuh minat bacanya dari buku yang dibawa oleh teman-temannya. Hal ini sesuai pendapat yang mengata kan bahwa, minat membaca adalah sebuah dorongan yang timbul maupun keinginan yang besar pada diri manusia yang menyebabkan ia menaruh perhatian yang di sertai perasaan senang pada kegiatan membaca sehingga dapat mengarahkan seseorang untuk membaca dengan kemauannya sendiri (Rahayu, 2. Menurut Guillfrod dalam Munardi . minat adalah kecendrungan tingkah laku umum seseorang tertarik pada kelompok tertentu. Sementara itu. Tidjan, dkk 92008: . menjelaskan bahwa bila individu mempunyai minat maka akan mendorong individu untuk berbuat sesuatu. Selain itu, guru juga berupaya menumbuhkan minat baca siswa dengan cara memberikan bahan bacaan menarik di setiap minggunya. Peran sebagai seorang guru sangat mempengaruhi minat baca siswa (Haris dan Sipay, 1. Hal tersebut tugas dari guru masih sangat kurang mendorong siswa untuk membaca. Peran kegiatan literasi dalam menumbuhkan minat baca siswa yaitu sebagai salah satu cara untuk membatu siswa untuk membiasakan membaca. Dalam peraturan Permendikbud nomor 23 tahun 2015 tentang pembaiasaan membaca buku non pelajaran 15 menit juga sudah diterpakan di MI plus AlJurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2. 61 Menumbuhkan Minat Baca Siswa Melalui Kegiatan Literasi Fatimah, ditambah lagi pada kegiatan literasi pada hari JumAoat setiap pukul 13. 00 Ae 14. 00 WIB. Kegiatan ini diampu oleh masing-masing wali kelas di setiap kelasnya. Kegiatan literasi selain menumbuhkan minat baca siswa juga memiliki tujuan dan manfaat yang lainnya yakni dapat meningkatkan berpikir kritis pada siswa. Pemahaman terkini mengenai makna literasi mencakup kemampuan membaca, memahami, dan mengapresiasi berbagai bentuk komunikasi secara kritis, yang meliputi bahasa lisan, komunikasi tulis, komunikasi yang terjadi melalui media cetak atau pun elektronik (Wardana dan Zamzam. Gerakan tersebut meliputi tiga tahapan, yakni . menumbuhkan minat baca, . meningkatkan kemampuan literasi buku pengayaan, dan . meningkatkan kemampuan literasi buku pelajaran (D. Kemdikbud, 2. SIMPULAN Berdasarkan hasi penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa minat baca siswa sekolah dasar masih rendahnya minat baca siswa. Upaya sekolah yang dilakukan untuk menumbuhkan minat baca siswa adalah dengan kegiatan literasi yang dilakukan setiap satu minggu sekali. Siswa diberi dukungan agar minat baca muncul dari diri siswa itu sendiri. Selain siswa diberi dukungan menumbuhkan minat bacanya sendiri, guru juga berupaya memberikan bacaan yang menarik setiap kegiatan literasi. Kegiatan literasi ini selain menumbuhkan minat baca siswa juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam berfikir kritis pada siswa. Kegiatan ini dilakukan dalam satu minggu sekali setiap hari JumAoat pada siswa kelas rendah yakni kelas 1 sampai dengan kelas 3. Kegiatan literasi selain menumbuhkan minat baca siswa juga memiliki tujuan dan manfaat yang lainnya yakni dapat meningkatkan berpikir kritis pada siswa. Pemahaman terkini mengenai makna literasi mencakup kemampuan membaca, memahami, dan mengapresiasi berbagai bentuk komunikasi secara kritis, yang meliputi bahasa lisan, komunikasi tulis, komunikasi yang terjadi melalui media cetak atau pun elektronik. DAFTAR PUSTAKA