Jurnal Ibu dan Anak Vol 13. No. Mei 2025, pp. ISSN 2721-0499 (Onlin. ISSN 2338 Ae 1930 (Prin. Differences Old Perineal Wound Healing Post Hecting with Anesthesia and Without Anasthesia in Postpartum Mother Zilfi Yola Pitri1. Kholilah Lubis2. Fania Anyke Putri3 Fakultas Kebidanan. Prodi S1 Kebidanan. Universitas Prima Nusantara Bukittinggi1,2,3 *Corresponding Author: Zilfiyola@gmail. Article Info Article history Received date: 06-06-2025 Revised date: 06-07-2025 Accepted date: -07-2025 Abstract The use of anesthesia in suturing perineal tears is a mother's loving care. anesthesia before being carried out by all midwives on the grounds that giving anesthesia can slow down wound healing. The purpose of this study was to determine whether there was a difference in post-healing perineal wound healing between mothers who were given anesthesia before perineal suturing and mothers who were not given anesthesia before perineal suturing. The type of research is pre-experimental, intact group comparison research design. The sample in this study was a total of 6 people, the sampling technique used was accidental sampling. Data analysis was carried out using the Independent T statistical test, the study was conducted from March 10-May 10, 2024 at Padang Pariaman Hospital. The results showed that the healing time for wounds using anesthesia was 10 days while the healing time for wounds not using anesthesia was 6 days. The results of the bivariate analysis can be concluded that there is a difference in wound healing between mothers who were given anesthesia before the perineal suturing procedure and mothers who were not given anesthesia before the perineal suturing procedure with a value of P = 0. 013 (<0. Health workers should improve their skills in obstetrics, especially in handling perineal ruptures so that they can reduce the risk of infection in postpartum mothers. Keywords: Suturing, healing, perineal wound. Abstrak Penggunaan anastesi dalam penjahitan robekan perineum merupakan asuhan sayang ibu. pemberian anastesi sebelum dilakukan seluruh bidan dengan alasan pemberian anastesi dapat memperlambat penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan penyembuhan luka perineum post hecting antara ibu yang diberikan anastesi sebelum penjahitan perineum dengan ibu yang tidak diberikan anastesi sebelum penjahitan perineum. Jenis penelitian adalah pre-eksperimen, desain penelitian intact group comparison. Sampel dalam penelitian ini sebanyak total sampel sebanyak 6 orang, teknik pengambilan sampel yang digunakan accidental sampling. Analisa data dilakukan dengan uji statistik T Independen, penelitian dilaksanakan dari tanggal 10 Maret-10 mei 2024 di RSUD Padang Pariaman. Hasil penelitian menunjukkan lama penyembuhan luka yang menggunakan anastesi adalah 10 hari sementara penyembuhan luka yang tidak menggunakan anastesi adalah 6 hari. Hasil analisa bivariat dapat disimpulkan terdapat perbedaan penyembuhan luka antara ibu yang diberikan anastesi sebelum dilakukan tindakan penjahitan perineum dengan ibu yang tidak diberikan anastesi sebelum dilakukan tindakan penjahitan perineum dengan nilai P=0,013 (< 0,. Tenaga kesehatan hendaknya meningkatkan keterampilan terhadap ilmu kebidanan khususnya dalam penanganan ruptur perineum sehingga dapat mengurangi resiko infeksi terhadap ibu nifas. Kata Kunci: Penjahitan, penyembuhan, luka perineum Zilfi Yola Pitri and zilfiyola@gmail. Jurnal Ibu dan Anak Vol 13. No. Mei 2025, pp. ISSN 2721-0499 (Onlin. ISSN 2338 Ae 1930 (Prin. PENDAHULUAN Persalinan merupakan peristiwa keluarnya bayi, plasenta dan selaput amnion. Dalam proses pengeluaran buah kehamilan ini sering kali mengakibatkan perlukaan jalan lahir. Luka-luka biasanya ringan, tetapi kadang-kadang terjadi juga luka yang luas dan berbahaya. Robekan perineum terjadi pada hampir semua persalinan pertama dan tidak jarang juga pada persalinan berikutnya (Hellen, 2. Robekan perdarahan aktif biasanya akan segera diberikan tindakan penjahitan perineum. Satu jam setelah ibu bersalin maka ibu mulai memasuki masa nifas. Masa nifas merupakan masa yang rentan bagi kelangsungan hidup ibu baru Menurut Studi Tindak Lanjut Kematian Ibu SP 2010 , sebagian besar kematian ibu terjadi pada masa nifas sehingga pelayanan kesehatan masa nifas berperan penting dalam upaya menurunkan angka kematian ibu. Lima penyebab tingginya AKI terbesar adalah karena perdarahan, hipertensi dalam kehamilan (HDK), infeksi, partus lama/macet dan abortus. Kematian ibu di Indonesia tetap didominasi oleh tiga penyebab utama kematian yaitu perdarahan, hipertensi dalam kehamilan (HDK), dan infeksi (SKI, 2. Berdasarkan hasil analisa lanjut sensus penduduk 2020 Ditjen Bina Gizi dan Kia dalam SKI 2023, diterangkan komplikasi puerperium/ komplikasi masa nifas . mengambil tempat nomor dua . %) setelah hipertensi dalam kehamilan . %) dalam tiga urutan pertama penyebab tingginya AKI. Tingginya angka kematian ibu tentunya juga mempengaruhi tingginya angka kesakitan ibu. Perdarahan pada ibu nifas salah satunya disebabkan oleh robekan perineum. Robekan perineum bisa ditangani dengan penjahitan. Sebelum dilakukan penjahitan, robekan perineum harus diobservasi terlebih dahulu derajat robekannya, setelah itu barulah proses penjahitan dapat dilakukan. Penjahitan robekan perineum merupakan salah satu program asuhan sayang ibu. Asuhan sayang ibu adalah asuhan yang menghargai budaya, kepercayaan dan keinginan sang ibu karena jika Zilfi Yola Pitri and zilfiyola@gmail. ibu diperhatikan dan didukung selama proses persalinan akan membuat asuhan yang diberikan dapat diterima dengan baik dan meningkatkan rasa aman dan nyaman. Selain penjahitan robekan perineum, pemberian anastesi lokal sebelum melakukan penjahitan terhadap robekan perineum juga merupakan salah satu isi dari program asuhan sayang ibu yang bertujuan untuk mengurangi rasa sakit yang dialami ibu selama proses penjahitan luka jalan lahir (APN. Penjahitan perineum merupakan upaya untuk memperbaiki fungsi organ reproduksi ibu yang mengalami ruptur pada saat melahirkan. Cukup banyak faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka perineum di antaranya mobilisasi dini, vulva hygiene, luas luka, umur, vaskularisasi, stressor dan juga nutrisi. Luka dikatakan sembuh jika dalam 1 minggu kondisi luka kering, menutup dan tidak ada tanda-tanda infeksi (Mochtar, 2. Akan tetapi menurut Saifudin . dalam penelitian Herdini dan Indarwati pada tahun 2020, pemberian anastesi juga dapat menimbulkan kerusakan sistem imun yang berakibat terjadi penurunan ketahanan tubuh sehingga akan terjadi pemanjangan penyembuhan luka 2-3 hari dari pada tanpa Studi pendahuluan penulis dapatkan ketika melakukan kegiatan praktek kebidanan di tiga . lahan praktek kebidanan sewaktu duduk di jenjang pendidikan D- i Kebidanan, semua bidan tidak memberikan tindakan anastesi sebelum melakukan tindakan penjahitan terhadap perineum dengan alasan jika menggunakan anastesi, penyembuhan luka akan berlangsung Menurut Herdini dan Indarwati dalam penelitiannya pada tahun 2020 yang berjudul efektifitas prosedur penatalaksanaan pra penjahitan metode jelujur terhadap lamanya penyembuhan luka perineum menunjukkan hasil penelitian bahwasanya prosedur pra penjahitan tanpa anestesi lebih efektif terhadap penyembuhan luka robekan perineum. Berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang perbedaan lama penyembuhan luka jalan lahir post hecting dengan anastesi dan tanpa anastesi Jurnal Ibu dan Anak Vol 13. No. Mei 2025, pp. ISSN 2721-0499 (Onlin. ISSN 2338 Ae 1930 (Prin. pada ibu nifas di RSUD Padang Pariaman Tahun METODE Jenis penJenis Penelitian ini adalah pre eksperimental dengan pendekatan intact grup Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 10 Maret-10 Mei 2024. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin yang mendapatkan tindakan anastesi dan atanpa nastesi sebelum penjahitan perineum rata- rata perbulannya sebanyak 34 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 6 orang de n g an t e kn i k pe n g a mb i l an a c ci de n t al s a mp l i ng di R S UD P ad a n g P ar i a m an T a h u n 20 2 4. HASIL Analisa Univariat Tabel 1 Rerata nyeri yang tidak diberikan mean SD min max Tidak 9,57 0,574 Tabel 1 dapat dilihat bahwa rata-rata nyeri yang tidak diberikan anastesi sebanyak 9,57, standar deviasi 0,574 dan nilai terendah adalah 9 dan nilai tertinggi adalah 10. Tabel 2 Rerata nyeri setelah diberikan anastesi mean SD min max Setelah 10,54 0,443 Tabel 2 dapat dilihat bahwa rata-rata nyeri setelah diberikan anastesi sebanyak 10,54, standar deviasi 0,443 dan nilai terendah adalah 10 dan nilai tertinggi adalah 11 . Zilfi Yola Pitri email: zilfiyola@gmail. Analisa Bivariat Tabel 3 Hubungan rerata lama penyembuhan luka perenium antara ibu nifas yang diberikan tindakan anastesi dengan yang tidak diberikan tindakan anastesi Anaste Mea Std Std Error Value Deviati Mea Denga 1,528 Tanpa 6,33 0,577 0,88 0,33 Dari hasil analisa data didapatkan P= 0,013 dan hasil analisis menyatakan 0,013< 0,05 = Hipotesa alternatif diterima sehingga dapat ditarik penyembuhan luka antara responden yang mendapatkan anastesi sebelum dilakukan tindakan penjahitan perineum dengan responden yang tidak mendapatkan tindakan anastesi. PEMBAHASAN Dari hasil penelitian dilakukan rata-rata lama penyembuhan luka perineum terhadap responden yang diberikan tindakan anastesi adalah 10 hari dengan standar deviasi1. dan 6 hari terhadap responden yang tidak diberikan anastesi dengan standar deviasi 0,577Pemberian anastesi sebelum melakukan tindakan penjahitan perineum merupakan salah satu asuhan sayang ibu (SKI 2. , akan tetapi masih banyak tenaga kesehatan yang belum menerapkan asuhan ini dengan alasan pemberian anastesi dapat memperlambat penyembuhan Kerugian menggunakan anestesi adalah hipotensi akibat vasodilatasi . lok simpati. sehingga dapat menghambat perlekatan jaringan perineum . Jurnal Ibu dan Anak Vol 13. No. Mei 2025, pp. ISSN 2721-0499 (Onlin. ISSN 2338 Ae 1930 (Prin. waktu mula kerja . ime of onse. lebih lama, kemungkinan terjadi sakit kepala pasca punksi, untuk persalinan per vaginam, stimulus nyeri dan kontraksi dapat menurun, sehingga kemajuan persalinan dapat menjadi lebih lambat (Sarwono. Asumsi peneliti rata- rata penyembuhan luka responden yang mengalami penyembuhan luka > 7 hari adalah responden yang diberikan anastesi sebelum diberikan tindakan penjahitan perineum, sementara responden yang tidak diberikan anastesi mengalami penyembuhan yang sesuai dengan teori Smeltzer . , yaitu < 7 hari sehingga peneliti menyimpulkan pemberian anastesi memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap lama penyembuhan luka perineum. Hasil penelitian menyimpulkan rata- rata lama penyembuhan luka perineum terhadap responden yang diberikan tindakan anastesi adalah 10 hari dengan standar deviasi 528 hari dan 6 hari terhadap responden yang tidak diberikan anastesi dengan standar deviasi 0,577 hari. Berdasarkan didapatkan P= 0,013 dan hasil analisis menyatakan 0,013< 0,05 = Hipotesa alternatif diterima sehingga dapat ditarik kesimpulan, terdapat perbedaan lama penyembuhan luka antara responden yang mendapatkan anastesi sebelum dilakukan tindakan penjahitan perineum dengan responden yang tidak mendapatkan tindakan anastesi. Hasil penelitian ini sependapat dengan penelitian yang dilakukan oleh Pertiwi. H dan Indrawati. L dalam penelitiannya yang berjudul Auefektifitas prosedur penatalaksanaan pra penjahitan metode jelujur terhadap lamanya penyembuhan luka perineumAy menyatakan adanya perbedaan penyembuhan luka yang kerusakan sistem imun dan berakibat terjadinya penurunan ketahanan daya tubuh sehingga akan terjadi pemanjangan penyembuhan luka 2-3 hari dari pada tanpa anastesi. Observasi yang peneliti lakukan menunjukkan responden yang diberikan anastesi pada penjahitan perineum rata- rata mengalami Zilfi Yola Pitri email: zilfiyola@gmail. penumpukan cairan pada bagian perineum yang dianastesi selama 2- 3 hari pertama tersebut terlihat sedikit menggelembung dan agak mengilat, kemudian pada hari ke 4- 8 keadaan perineum terlihat memerah dan sedikit membengkak menandakan daerah tersebut masih dalam tahap peradangan, sementara pada hari ke 9- 12 terlihat ada sedikit tarikan dan kerutan serta bagian kulit luka yang membentuk parut menandakan keadaan luka sudah berangsur membaik dan dapat dinyatakan sembuh. Responden yang tidak diberikan anastesi tidak mengalami udema pada masa awal setelah Proses penyembuhan luka yang dilalui responden yang tidak diberikan anastesi ialah pada hari 1- 2 daerah perineum berwarna kemerahan dan terlihat sedikit lembab, hari ke 3-5 warna kemerahan pada area perineum yang dijahit berkurang dan mulai terbentuk kerutan, hari ke 6- 7 terdapat luka parut yang menandakan telah terjadi proses penyembuhan luka. Peneliti berasumsi penggunaan anastesi lidokain menyebabkan vasokonstriksi berlebihan pada pembuluh darah sehingga tahap awal dari fase penyembuhan luka menjadi terhambat. Pada dasarnya, ketika kulit mengalami luka akan menyebabkan pendarahan dan tubuh berusaha menghentikannya melalui pengerutan ujung- ujung pembuluh darah, mengisolasi daerah luka agar tidak terjadi pelebaran danmenghindari kuman maupun bakteri yang dapat menginfeksi luka, setelah itu terjadi proses penyerapan cairan sebelum pada akhirnya tubuh berusaha merangkai benang- benang fibrin untuk melakukan proses penyembuhan luka. Responden yang diberikan anastesi, karena pada umumnya anastesi lidokain yang diberikan mengandung endorphin yang juga mengakibatkan vasokonstriksi pada pembuluh darah, mengakibatkan penyerapan cairan anastesi yang lambat sehingga terlihat penumpukan cairan yang agak mengilat dan Hal tersebut tentu saja mempengaruhi proses penyembuhan luka selanjutnya, sementara responden yang tidak Jurnal Ibu dan Anak Vol 13. No. Mei 2025, pp. ISSN 2721-0499 (Onlin. ISSN 2338 Ae 1930 (Prin. diberikan anastesi mengalami penyembuhan luka yang sesuai dengan teori Smeltzer . sehingga terjadi perbedaan penyembuhan luka terhadap keduanya KESIMPULAN berdasarkan hasil pengolahan data mengenai perbedaan lama penyembuhan luka perineum post hecting dengan anastesi dan tanpa anastesi pada ibu setelah persalinan di RSUD padang pariaman maka dapat disimpulkan sebagai Rata- rata lama penyembuhan luka responden yang tidak diberikan anastesi sebelum dilakukan penjahitan perineum adalah 6, 33 Rata- rata lama penyembuhan luka responden yang diberikananastesi sebelum dilakukan tindakan penjahitan perineum adalah 10, 33 hari Terdapat perbedaan penyembuhan luka antara responden yang diberikan anastesi sebelum dilakukan penjahitan perineum dengan responden yang tidak diberikan anastesi sebelum dilakukan tindakan penjahitan perineum (P < 0,. DAFTAR PUSTAKA Abdul Bari. Saifuddin. Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Jakarta : Bina Pustaka