TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2022. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 Gambaran Motivasi Ibu dalam Memberikan Imunisasi Dasar pada Bayi di Desa Pereng,Prambanan. Klaten Endang Sawitri1* . Setianingsih2 . Rizky Setya Tama3 1,2Program Studi Profesi Ners. Fakultas Kesehatan Dan Teknologi. Universitas Muhammadiyah Klaten Program Studi D3 Keperawatan. Fakultas Kesehatan Dan Teknologi. Universitas Muhammadiyah Klaten Email: endangsawitri02@gmail. Abstract Background based on the October 2021 immunization data report, the coverage of complete basic immunization has only reached 58. 4% of the target of 79. One of the means of carrying out immunization is posyandu, which is a form of community-based health effort (UKBM) carried out by, from and for the To empower and provide convenience to the community in obtaining health services for mothers, infants and toddlers. However, this cannot be maximized if the parents or the baby's family do not have the awareness to actively participate in the immunization activities carried out at each posyandu. This requires great support from the baby's family to carry out immunizations. The purpose of this study was to determine the motivation of mothers in providing basic immunization to infants in Pereng village. Prambanan. Klaten. This type of research used a quantitative descriptive research design. The population in this study were all mothers who had babies aged 0-12 months, number 31. Total sampling technique. Data collection tool using a questionnaire. Results Characteristics of the respondents with an average age of 31. 3 years, the most recent education of the respondents was up to the high school level, namely 19 people, most of the respondents worked as housewives with a total of 24 respondents. The motivation of the most respondents is sufficient motivation with the number of respondents as much 15 persons . ,5%). Keyword: Motivation. Basic Immunization. Babies Abstrak Latar Belakang berdasarkan laporan data imunisasi bulan Oktober 2021, cakupan imunisasi dasar lengkap baru mencapai 58,4 % dari target 79,1%. Salah satu sarana melaksanakan imunisasi adalah posyandu, yang merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) yang dilaksanakan oleh, dari dan untuk masyarakat. Untuk memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat guna memperoleh pelayanan kesehatan bagi ibu, bayi, dan anak balita. Namun hal tersebut tidak dapat secara maksimal apabila orang tua atau keluarga bayi tidak memiliki kesadaran untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan imunisasi yang dilaksanakan pada setiap posyandu-posyandu. Hal ini membutuhkan dukungan yang besar dari keluarga bayi untuk melakukan imunisasi. Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui motivasi ibu dalam memberikan imunisasi dasar pada bayi di desa Pereng. Prambanan. Klaten. Jenis Penelitian ini menggunakan desain penelitian Deskriptif kuantitatif . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Ibu yang memiliki bayi 0-12 bulan jumlah 31. Teknik Pengmbilan total sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil Karakteristik responden rerata usia 31. 3 tahun, pendidikan terakhir responden paling banyak adalah sampai dengan tingkat SMA yakni sebanyak 19 orang, responden kebanyakan bekerja IRT dengan jumlah responden sebanyak 24 orang. Motivasi responden terbanyak adalah motivasi cukup dengan jumlah responden sebanyak 15 orang . ,5%). Kata Kunci: Motivasi,Imunisasi dasar. Bayi Pendahuluan Imunisasi merupakan cara untuk meningkatkan kekebalan tubuh seseorang secara aktif terdahap suatu penyakit. Seseorang tidak akan terkena penyakit tertentu karena sudah mempunyai system imun karena tubuh melalui vaksin yang dimasukkan kedalam tubuh dalam bentuk antibody . Beberapa penyakit menular yang termasuk ke dalam penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) antara lain TBC. Difteri. Tetanus. Hepatitis B. Pertusis. Campak. Polio, radang selaput otak, dan radang paru-paru. Bayi yang telah diberi imunisasi akan terlindungi dari berbagai penyakit berbahaya, yang dapat menimbulkan kecacatan atau Imunisasi intervensi kesehatan yang terbukti paling murah, karena dapat mencegah dan mengurangi kejadian kesaktian, kecacatan, dan kematian akibat PD3I yang diperkirakan 2 hingga 3 juta kematian tiap tahunnya . Pemberian imunisasi bertujuan untuk memberikan kekebalan kepada bayi agar dapat mencegah penyakit dan kematian bayi serta anak yang disebabkan oleh penyakit yang sering berjangkit . Program imunisasi dasar bertujuan menurunkan angka kesaktian, kecacatan,dan TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2022. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 kematian bayi akibat PD3I sedangkan tujuan khusus tercapainya cakupan imunisasi dasar lengkap . Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 18 Februari 2022 di Desa Pereng, tercatat ada 31 bayi yang menjadi sasaran mendapatkan imunisasi dasar pada bayi, dari 10 ibu yang mempunyai bayi usia 0-12 bulan yang diwawancarai terdapat 70% ibu yang mengatakan bahwa ibu menyadari akan pentingnya kebutuhan imunisasi dasar untuk bayinya, ibu termotivasi untuk memberikan imunisasi dasar bayi ke posyandu . sedangkan 30% ibu yang mengatakan bahwa tanpa imunisasi anaknya akan tetap sehat, sehingga enggan memberikan imunisasi dasar pada bayi. Metode Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. bertujuan untuk menjelaskan serta menggambarkan situasi atau fenomena yang terjadi saat peneltian berlangsung. Variabel dalam penelitian ini tingkat motivasi . Analisa data menggunakan teknik analisa Univariat. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi umur 0-12 bulan, sampel yang digunakan sebanyak sebanyak 31 ibu yang menjadi responden. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini menggunakan kuesioner dengan 30 pertanyaan untuk mengetahui motivasi ibu dalam memberikan imunisasi dasar. Kuesioner dalam penelitian ini bersifat tertutup menggunakan favorable dan unfavorable . Hasil dan Pembahasan Hasil Hasil penelitian menjelaskan bahwa usia minimum responden yaitu berusia 17 tahun, usia maximum responden yaitu 43 tahun, sedangkan rata-rata usia responden 31 tahun, adapun standard deviation (SD) yaitu 7,41. Pendidikan terakhir responden paling banyak adalah sampa dengan tingkat SMA yakni sebanyak 24 orang . 54%) : dan pada pekerjaan responden, responden kebanyakan bekerja sebagai IRT dengan jumlah responden sebanyak 25 orang . 1%), pada jumlah anak kebanyakan mempunyai 2 anak sebanyak 23 responden dengan presentase . 0%). Data selengkapnya disajikan pada tabel 1 dan tabel 2 berikut ini. Tabel 1. Distribusi Responden Berdasarkan Usia Karakteristik Min Max Mean Usia 7,41 Tabel 2. Distribusi Karakteristik responden Karakteristik Frekuensi Usia bayi Bayi usia 1-6 bulan Bayi usia 7-12 bulan Tingkat pendidikan Perguruan Tinggi SMA SMP Pekerjaan Ibu Rumah Tangga Pegawai swasta PNS Petani Jumlah anak 1 Orang 2 Orang TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Karakteristik Jumlah anak 3 orang Total Vol. No. 2 Desember 2022. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 Tabel 2. Lanjutan Frekuensi Hasil pengukuran ttentang motivasi ibu dalam memberijan imunisasi dasar diperoleh data bahwa mayoritas ibu mempunyai motivasi dengan kategori baik yaitu sebnayak 42%. Data selengkapnya disajikan pada gambar 1 berikut ini. Gambar 1. Motivasi Ibu Dalam Memberikan Imunisasi Dasar Pada Bayi Pembahasan Karakteristik Responden. Hasil penelitian usia responden minimum yaitu berusia 17 tahun, usia maximum responden yaitu 43 tahun, sedangkan rata-rata usia responden yaitu 31 tahun. Usia 17 tahun merupakan usia remaja yang sudah siap untuk menikah dan membentuk sebuah Usia 31 tahun merupakan usia dewasa awal sekaligus usia subur. Tahap ini seorang wanita yang sudah berkeluarga mempunyai tugas perkembangan keluarga sebagi istri atau ibu yang peran merawat keluarganya salah satunya merawat bayi dalam keluarga tetap sehat salah satunya dengan memberikan imunisasi dasar,sehingga mengurangi resiko kematian bayi. Usia 20-35 tahun memiliki kematangan dan cukup berpengalaman menjadi ibu dalam merawat bayi sehingga khususnya dalam pemberian imunisasi dasar. Hasil penelitian pendidikan responden paling banyak pendidikan terakhir SMA sebanyak 19 orang dengan presentase 61,29%. Pendidikan orang tua merupakan salah satu faktor yang penting dalam tumbuh kembang anak, karena dengan pendidikan yang baik, orang tua dapat menerima segala informasi dari luar dengan baik pendidikan yang baik juga akan menambah wawasan ibu dalam pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan. Semakin tinggi pendidikan ibu semakin besar kesadaran untuk melaksanakan imunisasi dan secara tepat ibu menerima informasi dan dapat mengambil keputusan untuk kesehatan bayinya terutama untuk melaksanakan imunisasi . Responden pada penelitian ini paling banyak status pekerjaannya ibu rumah tangga (IRT) sebanyak 24 orang dengan presentase 77,5%. Status pekerjaan ibu berkaitan dengan kesempatan ibu dalam membawa bayinya untuk diimunisasi ke posyandu sesuai dengan jadwal yang ditentukan dan pada ibu-ibu yang tidak bekerja atau ibu rumah tangga (IRT). Ibu yang tidak bekerja lebih banyak waktu luang untuk memperhatikan anaknya seperti mengimunisasikan anaknya ke posyandu. Ibu yang tidak bekerja akan lebih fokus dengan kesehatan bayi. Hasil penelitian berdasarkan jumlah anak dalam keluarga paling banyak keluarga dengan 2 orang anak . %). Semakin banyak jumlah anak dalam keluarga, maka ada kecenderungan bahwa orang tua tidak maksimal dalam memberikan perhatian dan waktunya terbagi antara anak yang satu dengan yang lain. Banyak keluarga khususnya ibu sudah melaksanakan program KB. Pemerintah menggalakkan memiliki anak berjumlah 2 orang dalam keluarga, ini sesuai dengan program pemerintah. Keluarga yang memiliki 2-3 anak akan cenderung lebih intensif TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2022. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 dalam pengasuhannya, dimana interaksi antara orang tua dan anak lebih menekankan pada perkembangan fisik dan psikologis anak. Perhatian pertumbuhan fisik pada bayi salah satunya termotivasi dalam memberikan imunisasi dasar secara lengkap . Motivasi Ibu Dalam Pemberian Imunisasi Dasar Pada Bayi. Hasil motivasi ibu dalam memberikan imunisasi dasar pada bayi yang tertinggi adalah motivasi cukup. Motivasi ibu akan semakin kuat karena dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu faktor intrinsik dan juga faktor ekstrinsik. Faktor yang mempengaruhi faktor intrinsik dari motivasi yaitu kebutuhan, harapan dan minat, sedangkan faktor ekstrinsik dari motivasi yaitu dorongan suami/keluarga, lingkungan dan juga media . Keluarga memainkan suatu peran bersifat mendukung selama ibu melaksanakan imunisasi pada bayi. Ibu yang memiliki motivasi yang kuat menginginkan anaknya tetap sehat dan terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, akan melakukan hal seperti membawa bayi untuk di imunisasi agar tujuan tercapai yaitu melihat anak tumbuh sehat dan terlindungi dari penyakit. Sumber informasi terdiri dari intrinsik dan ekstrinsik, dimana motivasi intrinsik merupakan motivasi yang berasal dari individu itu sendiri, sementara motivasi ekstrinsik berasal dari luar seperti keluarga, tetangga, maupun teman dekat . Kesimpulan Berdasar hasail penelitian dan pembhasan, maka kesimpulan penelitian ini adalah motivasi ibu dalam memberikan imunisasi dasar pada bayi Di Desa Pereng,Prambanan. Klaten mayoritas adalah termasuk dalam kategori cukup yaitu sebanyak 48,5%. Daftar Pustaka