AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Habibur Rahman. Habibur Rahman. Narendra Jumadil Haikal Ramadhan MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN ISLAM MELALUI LENSA SDGs: TANTANGAN DAN PELUANG Habibur Rahman UIN Maulana Malik Ibrahim Malang 240106210037@student. uin-malang. Narendra Jumadil Haikal Ramadhan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang 230106210056@student. uin-malang. Abstract: Peningkatan kualitas pendidikan Islam melalui lensa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG. , khususnya tujuan ke-4: Pendidikan Berkualitas, menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan global. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis berbasis studi kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan tiga peluang utama: pertama, integrasi nilai-nilai Islam dengan prinsip SDGs yang mendukung pendidikan inklusif dan berkelanjutan. kedua, pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses pembelajaran. ketiga, kolaborasi dengan pemangku kepentingan dalam membangun infrastruktur pendidikan yang Namun tantangan yang dihadapi meliputi terbatasnya infrastruktur lembaga pendidikan Islam, resistensi terhadap inovasi kurikulum berbasis SDGs, dan rendahnya kesadaran akan relevansi SDGs di kalangan pendidik. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan strategi seperti pengembangan kurikulum kontekstual, optimalisasi teknologi pembelajaran, dan pemanfaatan dana berbasis Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat kontribusi pendidikan Islam dalam menciptakan masyarakat yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. sekaligus memberikan landasan untuk pengembangan pendidikan Islam yang lebih progresif dalam mendukung agenda pembangunan global. Keywords: Pendidikan Islam. SDGs. Pendidikan Berkualitas. Tantangan. Peluang PENDAHULUAN Sustainable Development Goals (SDG. adalah agenda global yang bertujuan menciptakan dunia yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan pada Salah satu pilar utama dalam SDGs adalah tujuan ke-4, yaitu memastikan pendidikan yang inklusif dan berkualitas bagi semua, yang menjadi Halaman 338 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN ISLAM MELALUI LENSA SDGs: TANTANGAN DAN PELUANG Habibur Rahman. Narendra Jumadil Haikal Ramadhan kunci bagi peningkatan sumber daya manusia yang unggul. 1 Dalam konteks Indonesia, pendidikan Islam memiliki peran penting karena berfungsi tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai institusi pembentukan karakter dan moral masyarakat. Dengan jumlah lembaga pendidikan Islam yang terus berkembang, seperti madrasah, pesantren, hingga perguruan tinggi berbasis Islam, kontribusinya terhadap pembangunan nasional menjadi semakin Namun, pendidikan Islam di Indonesia dihadapkan pada berbagai tantangan baik di tingkat lokal maupun global. Tantangan tersebut meliputi ketimpangan akses terhadap pendidikan berkualitas, terutama di daerah tertinggal, kurangnya sarana dan prasarana, serta kesenjangan teknologi yang mempersulit adaptasi pendidikan terhadap perubahan zaman. 3 Di samping itu, meskipun memiliki potensi besar untuk mendukung pencapaian SDGs, lembaga pendidikan Islam sering kali belum memanfaatkan pendekatan holistik yang mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan prinsip keberlanjutan, seperti inklusivitas, kesetaraan, dan keberlanjutan lingkungan. Selain tantangan internal, dinamika global seperti digitalisasi dan perubahan iklim juga semakin menekan sistem pendidikan, termasuk pendidikan Islam, untuk beradaptasi. Digitalisasi, misalnya, telah mengubah cara pembelajaran secara fundamental, namun belum sepenuhnya diakses oleh seluruh lembaga pendidikan Islam. 5 Sementara itu, isu keberlanjutan lingkungan, meskipun sejalan dengan nilai-nilai Islam, masih minim penerapannya dalam kurikulum pendidikan Islam. Hal ini menimbulkan pertanyaan penting: sejauh mana pendidikan Islam dapat mengadopsi dan mengintegrasikan prinsip-prinsip SDGs untuk meningkatkan relevansi dan kualitasnya dalam menghadapi tantangan global? Dengan jumlah lembaga pendidikan Islam yang signifikan, dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, terdapat potensi besar untuk menjadikan pendidikan Islam sebagai instrumen penting dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan. Namun, potensi ini perlu didukung oleh strategi yang lebih terarah untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip keberlanjutan tidak 1 Fadilah. Adinda. , & Rahman. Mewujudkan Pendidikan Inklusif Dan Berkelanjutan Dengan Literasi Digital: Peran Teknologi Di Era Sdgs 2030. Merdeka: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1. , 106-121. 2 Ardiwansyah. Cahyono. , & Iswati. Potret Gerakan Intelektual Dan Institusi Pendidikan Islam Di Indonesia Beserta Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. At-Tajdid: Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran Islam, 7. , 158-178. 3 Subair. Sejarah Pendidikan Indonesia: Sebuah Refleksi. Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara, 1. , 6395-6404. 4 Susiana. (Ed. Pembangunan berkelanjutan: dimensi sosial, ekonomi, dan lingkungan. P3DI Setjen DPR. 5 Irawan. Arif. Hakim. Fatmahanik. Fadly. Hadi. , . & Aini. Pendidikan Tinggi Di Masa Pandemi: Transformasi. Adaptasi, dan Metamorfosis Menyongsong New Normal. Zahir Publishing. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 339 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Habibur Rahman. Habibur Rahman. Narendra Jumadil Haikal Ramadhan hanya menjadi retorika, tetapi benar-benar diterapkan dalam sistem 6 Oleh karena itu, integrasi SDGs dengan pendidikan Islam menjadi langkah penting untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peduli terhadap keadilan sosial dan keberlanjutan Artikel ini bertujuan untuk mengkaji lebih lanjut tantangan dan peluang yang dihadapi pendidikan Islam dalam mendukung pencapaian SDGs, khususnya dalam meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan bagi masyarakat luas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis untuk memahami tantangan dan peluang integrasi pendidikan Islam dengan prinsip-prinsip SDGs. Data dikumpulkan melalui kajian literatur yang mencakup analisis jurnal ilmiah, laporan resmi, dan dokumen terkait pendidikan Islam dan SDGs, baik pada level nasional maupun Selain itu, penelitian ini menggunakan wawancara mendalam dengan sepuluh informan kunci yang terdiri dari akademisi, pengelola lembaga pendidikan Islam, dan pakar SDGs. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling untuk memastikan relevansi dan kedalaman data yang diperoleh. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola-pola utama yang terkait dengan tantangan dan peluang dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam melalui lensa SDGs. PELUANG PENDIDIKAN ISLAM DALAM KONTEKS SDGs Pendidikan Islam memiliki potensi besar untuk berkontribusi secara signifikan terhadap pencapaian SDGs, terutama dalam hal pendidikan berkualitas (SDG-. dan penguatan nilai-nilai sosial. Salah satu peluang utama adalah integrasi nilai-nilai Islam dengan prinsip keberlanjutan. 9 Ajaran Islam yang mendorong rahmatan lil Aoalamin . ahmat bagi seluruh ala. selaras dengan prinsip SDGs seperti perlindungan lingkungan, penghapusan kemiskinan, dan pendidikan inklusif. Nilai-nilai seperti ihsan . dan maslahah . emaslahatan umu. dapat menjadi dasar untuk membangun sistem Kiptiyah. Sukarno. , & El Widdah. Sejarah Perkembangan Kurikulum Pendidikan Islam di Indonesia (Analisis Kebijakan Kurikulum Pendidikan Isla. Jurnal Literasiologi, 6. , 556570. 7 Chairy. Istiqomah. , & Nahdiyah. Sustainable Development Goals (Sdg. Dan Pendidikan Islam Di Perguruan Tinggi: Sinergi Untuk Masa Depan. Academia: Jurnal Inovasi Riset Akademik, 4. , 124-134. 8 Qonita. Pelaksanaan Komitmen Sustainable Development Goals Perusahaan Zara-Inditex Periode 2015Ae2019 (Bachelor's thesis. Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakart. 9 Chairy. Istiqomah. , & Nahdiyah. Sustainable Development Goals (Sdg. Dan Pendidikan Islam Di Perguruan Tinggi: Sinergi Untuk Masa Depan. Academia: Jurnal Inovasi Riset Akademik, 4. , 124-134. Halaman 340 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN ISLAM MELALUI LENSA SDGs: TANTANGAN DAN PELUANG Habibur Rahman. Narendra Jumadil Haikal Ramadhan pendidikan yang menekankan keberlanjutan dan inklusivitas. 10 Sebagai contoh, lembaga pendidikan Islam dapat mengintegrasikan pelajaran terkait perubahan iklim atau energi terbarukan dalam kurikulum mereka, sekaligus menjadikan etika Islam sebagai pedoman dalam pengelolaan sumber daya pendidikan. Digitalisasi pendidikan Islam juga menjadi peluang besar di era teknologi. Pengembangan aplikasi pembelajaran berbasis syariah, kursus daring, dan platform edukasi berbasis teknologi dapat membantu memperluas akses pendidikan berkualitas hingga ke wilayah terpencil. 11 Di Indonesia, lembaga pendidikan Islam seperti pesantren yang tersebar di berbagai pelosok dapat memanfaatkan teknologi ini untuk menyediakan pembelajaran daring. Teknologi juga memungkinkan kolaborasi antar-lembaga pendidikan Islam untuk saling berbagi sumber daya, materi ajar, dan pelatihan guru secara virtual, sehingga pendidikan Islam dapat menjadi lebih inklusif dan efisien. Selain itu, kolaborasi multi stakeholder membuka peluang baru untuk pengembangan pendidikan Islam yang relevan dengan tantangan global. Pemerintah, sektor swasta, lembaga internasional, dan organisasi nonpemerintah (NGO) dapat bekerja sama dengan lembaga pendidikan Islam untuk mendanai proyek infrastruktur, mengembangkan program pelatihan guru, dan menciptakan kurikulum berbasis SDGs. Misalnya, hibah internasional dapat digunakan untuk membangun laboratorium sains atau perpustakaan digital di Kolaborasi ini juga dapat memperluas jaringan pendidikan Islam secara global, memungkinkan akses ke sumber daya internasional yang mendukung inovasi pendidikan. Pendidikan Islam juga memiliki potensi untuk menjadi agen perubahan sosial melalui pendekatan inklusivitas dan keadilan gender. Banyak lembaga pendidikan Islam mulai mempromosikan kesetaraan gender dengan menyediakan akses pendidikan yang sama bagi laki-laki dan perempuan. 14 Hal ini penting karena salah satu target SDGs adalah meningkatkan partisipasi perempuan dalam pendidikan, khususnya di wilayah-wilayah yang sebelumnya Dengan menekankan pentingnya peran perempuan dalam 10 Chairy. Istiqomah. , & Nahdiyah. Sustainable Development Goals (Sdg. Dan Pendidikan Islam Di Perguruan Tinggi: Sinergi Untuk Masa Depan. Academia: Jurnal Inovasi Riset Akademik, 4. , 124-134. 11 Lestyaningrum. Trisiana. Safitri. , & Pratama. Pendidikan global berbasis teknologi digital di era milenial. Unisri Press. 12 Ahdiyat. , & Barat. Pancasila Dari Dan Dalam Ruang Ruang Pembelajaran. Merdeka Belajar Dan Kemerdekaan Pendidik, 100. 13 Indrayati. , & Lestari. Kajian Pengembangan Kelembagaan & Pembiayaan Geopark Di Indonesia. 14 Hajar. Octobe. Pendidikan Islam untuk Perempuan di Dunia Digital: Memanfaatkan Teknologi dalam Mencapai Kesetaraan. In AICOMS: Annual Interdisciplinary Conference on Muslim Societies (Vol. 4, pp. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 341 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Habibur Rahman. Habibur Rahman. Narendra Jumadil Haikal Ramadhan masyarakat melalui nilai-nilai Islam, pendidikan Islam dapat berkontribusi pada pembentukan masyarakat yang lebih adil dan setara. Terakhir, pendidikan Islam dapat memanfaatkan potensi pembiayaan berbasis wakaf sebagai model pendanaan yang inovatif dan berkelanjutan. Wakaf pendidikan, yang telah menjadi bagian penting dari sejarah Islam, dapat digunakan untuk mendukung berbagai program berbasis SDGs, seperti pembangunan fasilitas pendidikan ramah lingkungan, program beasiswa bagi siswa tidak mampu, atau pengembangan teknologi pendidikan. Dengan pengelolaan yang profesional dan transparan, sistem wakaf dapat menjadi sumber pendanaan yang stabil dan berjangka panjang untuk mendukung misi pendidikan Islam. TANTANGAN UTAMA DALAM IMPLEMENTASI SDGs PADA PENDIDIKAN ISLAM Meskipun memiliki peluang besar, pendidikan Islam menghadapi berbagai tantangan yang signifikan dalam mendukung pencapaian SDGs. Salah satu tantangan utama adalah kesenjangan infrastruktur. Banyak lembaga pendidikan Islam, terutama di daerah pedesaan dan terpencil, masih kekurangan fasilitas dasar seperti ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, dan akses internet. 17 Kondisi ini membatasi kemampuan lembaga pendidikan Islam untuk menyediakan pendidikan berkualitas, terutama yang berbasis teknologi atau pembelajaran daring. Selain itu, resistensi terhadap inovasi kurikulum menjadi tantangan Beberapa pihak di komunitas pendidikan Islam khawatir bahwa penerapan SDGs atau integrasi konsep global seperti keberlanjutan akan mengarah pada "westernisasi" pendidikan Islam. Kekhawatiran ini sering kali menimbulkan hambatan dalam pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang sensitif dan berbasis nilai-nilai Islam agar inovasi kurikulum dapat diterima dengan baik oleh semua pemangku kepentingan. Kurangnya pemahaman dan kesadaran terhadap relevansi SDGs di kalangan pendidik dan pengelola lembaga pendidikan Islam juga menjadi Sumiati. Upaya southeast asian ministers of education . dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGS) Poin 4. 2 Periode 2017-2018 (Bachelor's thesis. Jakarta: Fakultas Ilmu Politik dan Ilmu Sosial UIN Syarif Hidayatulla. 16 Abiba. , & Suprayitno. Optimalisiasi Wakaf Produktif dalam Mendukung Upaya Pencapaian SDGs Melalui Pemberdayaan Peternakan. Al-Intaj: Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah, 9. , 109-123. 17 Ariyani. , & Nugraheni. Menuju Pendidikan Berkualitas: Kontribusi Indonesia dalam Pencapaian Sustainable Development Goals (SDG. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI), 1. , 198-205. 18 Munir. , & SuAoada. Manajemen Pendidikan Islam di Era Digital: Transformasi dan Tantangan Implementasi Teknologi Pendidikan. JIEM: Journal Of Islamic Education and Management, 5. , 1-13. Halaman 342 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN ISLAM MELALUI LENSA SDGs: TANTANGAN DAN PELUANG Habibur Rahman. Narendra Jumadil Haikal Ramadhan Banyak pendidik yang belum memiliki pemahaman mendalam tentang bagaimana prinsip-prinsip SDGs dapat diimplementasikan dalam sistem pendidikan Islam. 19 Minimnya pelatihan atau workshop yang membahas SDGs sering kali membuat konsep ini dianggap jauh dari realitas pendidikan sehari-hari. Minimnya pendanaan juga menjadi tantangan besar, terutama di lembaga pendidikan Islam yang beroperasi dengan anggaran terbatas. Pendanaan yang tidak memadai membatasi kemampuan lembaga pendidikan untuk mengadopsi teknologi baru, memperbarui kurikulum, atau menyediakan pelatihan bagi Dalam jangka panjang, keterbatasan ini dapat menghambat kemampuan pendidikan Islam untuk beradaptasi dengan tuntutan global. Tantangan lain yang tidak kalah penting adalah rendahnya kolaborasi antar-lembaga pendidikan Islam. Banyak lembaga yang masih beroperasi secara mandiri, tanpa memanfaatkan potensi sinergi dengan lembaga lain. 22 Padahal, kolaborasi dapat membantu lembaga-lembaga ini berbagi sumber daya, seperti materi ajar, pelatihan guru, atau akses teknologi, sehingga tantangan yang ada dapat diatasi secara kolektif. Dengan mengatasi tantangan ini melalui strategi yang tepat, pendidikan Islam memiliki peluang besar untuk tidak hanya beradaptasi, tetapi juga memimpin dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan yang diusung oleh SDGs. STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN ISLAM MELALUI SDGs Untuk menjawab tantangan dan memanfaatkan peluang dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam yang mendukung pencapaian SDGs, diperlukan strategi komprehensif yang menyasar berbagai aspek fundamental dalam pendidikan. Salah satu langkah kunci adalah pengembangan kurikulum 24 Kurikulum yang dirancang tidak hanya harus mengintegrasikan 19 Suliyah. Manajemen Humas Di Lembaga Pendidikan Islam. Penerbit Tahta Media. 20 Hendrik Dewantara. Membangun Masa Depan Pendidikan: Inovasi dan Tantangan dalam Sertifikasi Guru di Indonesia. PT Indonesia Delapan Kreasi Nusa. 21 Fannah. Strategi Pengelolaan Lembaga Pendidikan Islam di Era Revolusi Industri 4. 0 (Studi Kasus di MTs Raudlah Najiyah dan MTs Ainul Falah Guluk-guluk Sumenep (Master's thesis. Jakarta: FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakart. 22 Wuryandani. Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah dalam Rangka Pembentukan Manusia yang Berkualitas. Jurnal Majelis, 7, 106-128. 23 Hadi. , & Nisa. Polemik Pendidikan Indonesia Masa Kini. Edited by Yusron Nur Hadi. Sukolilo Pati Jawa Tengah: Fatiha Media (Sukolilo. Available at: https://w. net/profile/Yusron-NurHadi/publication/373097443_Polemik_Pendidikan_Indonesia/links/64d8a9cfad846e28828c598e/PolemikPendidikan-Indonesia. 24 Dewi. Qamaria. Widiastuti. Widyatno. Marpaung. Ervina. , . Suprihatin. Pendidikan Indonesia Di Era Globalisasi. Tantangan Dan Peluang. Nas Media Pustaka. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 343 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Habibur Rahman. Habibur Rahman. Narendra Jumadil Haikal Ramadhan ajaran Islam dengan nilai-nilai SDGs, tetapi juga mendorong peserta didik untuk memiliki pemikiran kritis terhadap isu-isu global seperti keberlanjutan, kesetaraan, dan tanggung jawab sosial. Misalnya, pendidikan Islam dapat memasukkan modul pembelajaran yang memadukan prinsip Al-Qur'an dengan sains modern untuk mendorong kesadaran terhadap perlindungan lingkungan dan perubahan iklim. Selain itu, pengenalan kewirausahaan berbasis syariah dalam kurikulum dapat melatih peserta didik untuk menjadi generasi produktif yang mampu menciptakan peluang ekonomi berkelanjutan sesuai dengan nilainilai Islam. Pelatihan bagi guru juga merupakan aspek strategis yang sangat krusial. Guru memainkan peran utama dalam implementasi prinsip SDGs di ruang 26 Untuk itu, program pelatihan berkelanjutan perlu dirancang guna memperkuat kapasitas guru dalam memahami SDGs dan mengintegrasikannya dalam metode pengajaran. Misalnya, pelatihan dapat mencakup topik tentang bagaimana mengajarkan prinsip keadilan sosial dalam Islam yang relevan dengan pengentasan kemiskinan (SDG-. atau pendidikan berbasis gender untuk mendukung kesetaraan (SDG-. 27 Selain itu, guru juga perlu dilatih untuk memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran, seperti menggunakan alat pembelajaran berbasis AI atau platform e-learning berbasis syariah. Dengan cara ini, guru dapat menjadi agen perubahan yang mendorong transformasi pendidikan Islam menuju pembangunan berkelanjutan. Pemanfaatan teknologi harus menjadi prioritas dalam strategi ini. Di era digital, teknologi dapat menjadi alat utama untuk memperluas akses pendidikan Islam, terutama di wilayah pedesaan dan terpencil. 29 Pengembangan platform digital yang didedikasikan untuk pendidikan Islam berbasis SDGs dapat menjadi langkah terobosan. Platform ini dapat menyediakan materi pembelajaran berbasis nilai-nilai Islam yang diintegrasikan dengan isu-isu global seperti keberlanjutan lingkungan, inovasi teknologi, dan solidaritas sosial. Teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk menciptakan jaringan kolaborasi antar-lembaga pendidikan Islam, di mana mereka dapat berbagi praktik terbaik, materi pembelajaran, dan model pengajaran yang relevan dengan prinsip SDGs. Sari. Education Sustainability Development (ESD) Teori Pada Manajemen Pendidikan Islam di Era Digital. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 12. 26 Simonigar. Rotty. , & Setijadi. Membangun Masyarakat 5. 0 di Era Digital Melalui Pendidikan dan Komunikasi Berkelanjutan. Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 . , 4. , 1665-1676. 27 Haenilah. DRUPADI. , & Oktaria. Belajar Melalui Bermain Anak Usia Dini Meretas Pendidikan Berkelanjutan untuk Pembangunan Berkelanjutan (SDG. 28 Musyafak. , & Subhi. Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Menghadapi Tantangan di Era Revolusi Industri 5. Asian Journal of Islamic Studies and Da'wah, 1. , 373-398. 29 Syifa. Az-Zahra. , & Rachman. Analisis infrastruktur teknologi, pelatihan pengajar dan tantangan dalam implementasi model pembelajaran literasi digital untuk mendukung SDGs 2030. Jurnal Sadewa: Publikasi Ilmu Pendidikan, pembelajaran dan Ilmu Sosial, 2. Halaman 344 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN ISLAM MELALUI LENSA SDGs: TANTANGAN DAN PELUANG Habibur Rahman. Narendra Jumadil Haikal Ramadhan Hal ini dapat mempercepat pertukaran pengetahuan dan inovasi di kalangan lembaga pendidikan Islam. Pendanaan merupakan tantangan mendasar yang harus diatasi, dan di sini wakaf pendidikan dapat memainkan peran sentral. Wakaf telah terbukti menjadi mekanisme pembiayaan yang berkelanjutan dan sesuai dengan prinsip Islam. 31 Dengan pengelolaan profesional dan berbasis akuntabilitas, dana wakaf dapat digunakan untuk membangun infrastruktur pendidikan, menyediakan pelatihan guru, atau mendanai program-program yang mendukung pencapaian SDGs. Sebagai contoh, dana wakaf dapat diarahkan untuk membangun ruang kelas yang ramah lingkungan, menyediakan akses internet gratis di pesantren, atau mendukung penelitian berbasis SDGs. Untuk mendorong partisipasi masyarakat, penting untuk meningkatkan literasi wakaf di kalangan umat Islam, sehingga lebih banyak individu dan organisasi termotivasi untuk berkontribusi dalam pembiayaan pendidikan Islam. Strategi lainnya adalah memperkuat kemitraan strategis dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan lembaga internasional. Kemitraan ini dapat menciptakan sinergi yang mendukung pengembangan pendidikan Islam secara lebih holistik. Sebagai contoh, pemerintah dapat memberikan insentif atau bantuan teknis kepada lembaga pendidikan Islam yang berkomitmen mengintegrasikan SDGs dalam kurikulumnya. 33 Di sisi lain, sektor swasta dapat mendukung melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), seperti menyediakan teknologi pendidikan atau mendanai pelatihan guru. Lembaga internasional juga dapat menjadi mitra strategis dengan menyediakan hibah untuk pengembangan kurikulum atau infrastruktur pendidikan berbasis SDGs. Kemitraan ini tidak hanya memperluas akses sumber daya, tetapi juga membuka peluang bagi pendidikan Islam untuk terlibat dalam jaringan global yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Lebih jauh lagi, pendekatan ini harus melibatkan pemberdayaan komunitas lokal. Pendidikan Islam dapat menjadi alat pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan komunitas dalam pengambilan keputusan pendidikan, seperti melalui musyawarah lokal atau forum madrasah. Dengan 30 SAYUTI. Pengembangan Wakaf Melalui Crowdfunding Pada Generasi Z Muhammadiyah Riau Dalam Perspektif Maqasid Syariah (Doctoral Dissertation. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Ria. 31 Syahputra. Harahap. Nawawi. , & Kaswinata. Distribusi Pendapatan dan Kemiskinan di Indonesia dalam Perspektif Ekonomi Islam: Tantangan dan Prospek Masa Depan. Jurnal Iqtisaduna, 9. , 144-161. 32 Pusparini. Kontribusi Lembaga Filantropi Islam Berbasis Zakat Infak Sedekah dalam Mendukung Sustainable Development Goals (Studi pada Dompet Dhuafa Yogyakart. 33 Lahagu. Kustiawan. , & Adhicandra. Manajemen pendidikan: Teori & referensi komprehensif untuk pengembangan dan kemajuan pendidikan di Indonesia. PT. Sonpedia Publishing Indonesia. 34 Pramono. , & Nainggolan. Model Sinergi Perguruan Tinggi dan Perusahaan Dalam Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Di Kec. Mauk Tangerang. Ekonomi. Sosial Dan Budaya, 212. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 345 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Habibur Rahman. Habibur Rahman. Narendra Jumadil Haikal Ramadhan cara ini, lembaga pendidikan Islam dapat memastikan bahwa kurikulum, metode pengajaran, dan program berbasis SDGs benar-benar relevan dengan kebutuhan lokal. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat relevansi pendidikan, tetapi juga meningkatkan rasa kepemilikan komunitas terhadap lembaga pendidikan, yang pada akhirnya mendorong keberlanjutan program-program Dengan strategi yang terintegrasi, pendidikan Islam memiliki potensi untuk menjadi motor penggerak pencapaian SDGs, tidak hanya di Indonesia tetapi juga secara global. Langkah-langkah strategis ini tidak hanya menjawab tantangan saat ini, tetapi juga membuka jalan bagi pendidikan Islam untuk memainkan peran sentral dalam membangun masyarakat yang adil, inklusif, dan berkelanjutan di masa depan. KESIMPULAN Pendidikan Islam memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG. , khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan (SDG-. dan mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan, inklusivitas, dan keadilan sosial dalam kurikulum. Dalam konteks ini, terdapat berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan, seperti integrasi ajaran Islam dengan prinsip SDGs, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, dan pengembangan kemitraan strategis antara lembaga pendidikan Islam, pemerintah, sektor swasta, dan lembaga internasional. Pendidikan Islam memiliki potensi untuk menjadi agen perubahan yang tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga nilai-nilai yang relevan dengan tantangan global saat ini, seperti kesetaraan gender, perlindungan lingkungan, dan pengentasan Namun, tantangan yang ada juga signifikan, termasuk kesenjangan infrastruktur pendidikan, resistensi terhadap perubahan kurikulum, kurangnya pemahaman tentang SDGs di kalangan pendidik, dan keterbatasan pendanaan. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan strategi yang komprehensif dan berkelanjutan, yang mencakup pengembangan kurikulum inklusif, pelatihan guru yang berkelanjutan, pemanfaatan teknologi untuk memperluas akses pendidikan, dan pendanaan berbasis wakaf sebagai sumber daya berkelanjutan. Secara keseluruhan, untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam melalui integrasi prinsip SDGs, diperlukan sinergi dari berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara lembaga pendidikan Islam, pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, pendidikan Islam dapat bertransformasi menjadi pilar penting 35 Paturohman. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendidikan Musyawarah Oleh Lembaga Bina Desa Di Sauyunan Petani Perempuan Binangkit Desa Gandasari. Kecamatan Kadupandak. Kabupaten Cianjur. Jawa Barat (Bachelor's thesis. Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakart. Halaman 346 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN ISLAM MELALUI LENSA SDGs: TANTANGAN DAN PELUANG Habibur Rahman. Narendra Jumadil Haikal Ramadhan dalam membangun masyarakat yang berkelanjutan, inklusif, dan adil, yang pada gilirannya mendukung pencapaian SDGs secara lebih luas. DAFTAR PUSTAKA