Proceedings Series on Social Sciences & Humanities. Volume 20 Prosiding Pertemuan Ilmiah Bahasa & Sastra Indonesia (PIBSI XLVI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto ISSN: 2808-103X Moderasi Beragama pada Materi Khotbah Jumat: Analisis Wacana Kritis Model Teun A. van Dijk Sigit Arif Bowo Univeristas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta ARTICLE INFO ABSTRACT Article history: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan representasi nilai-nilai moderasi beragama pada materi khotbah Jumat dengan pendekatan analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk. Jenis penelitian ini adalah deskriptif Teknik pengumpulan data menggunakan Teknik rekam, simak, dan catat. Teknik analisis data menggunakan anaisis interaktif untuk menemukan pesan wacana pada dimensi teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek struktur makro, tema utama yang disampaikan penulis adalah mengaikan peringatan Hari Persaudaraan Manusia Internasional dengan nilai-nilai moderasi beragama yang meliputi komitmen kebangsaan, toleransi, dan antikekerasan. Pada tataran superstruktur, wacana dikembangkan dengan struktur pembukaan, isi, dan penutup dengan pola pengembangan deduktif. Aspek struktur mikro terdiri dari semantik, sintaksis, stilistik, dan retorika yang berisi detail-detail untuk mendukung tema utama. DOI: 30595/pssh. Submitted: June 20, 2024 Accepted: November 10, 2024 Published: November 30, 2024 Keywords: Analisis Wacana Kritis. Materi Khotbah Jumat. Moderasi Beragama This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Corresponding Author: Sigit Arif Bowo Univeristas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta Jl. Pandawa. Dusun IV. Pucangan. Sukoharjo. Jawa Tengah 57168. Indonesia Email: sigit. arifbowo@staff. INTRODUCTION Istilah "VUCA" merupakan akronim dari Volatility (Volatilita. Uncertainty (Ketidakpastia. Complexity (Kerumita. , dan Ambiguity (Ambiguita. Era VUCA ditandai dengan cepatnya perubahan lingkungan yang menimbulkan ketidakpastian, kerumitan, dan ambiguitas (Sinha & Sinha, 2. (Roziq et al. VUCA berpengaruh terhadap kehidupan sosial masyarakat. Apalagi di tengah era disrupsi yang berisi derasnya arus informasi yang belum terverifikasi kebenarannya berdampak pada banyaknya konten yang mengandung muatan kebohongan . Jika tidak disikapi, informasi-informasi yang tidak jelas kebenarannya tersebut dapat memicu perpecahan, pertikaian, dan kekerasan. Selain itu, derasnya arus informasi juga menjadi media penyebaran ideologi-ideologi yang tidak sesuai dengan bangsa Indonesia, termasuk paham radikalisme. Paham radikal ditengarai sudah hinggap di berbagai kalangan masyarakat, termasuk di perguruan tinggi. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa radikalisme tumbuh di kalangan mahasiswa. Senada dengan itu. BIN (Badan Intelejen Negar. mengungkapkan bahwa 39% mahasiswa di 15 provinsi tertarik untuk melakukan aksi radikalisme di kampus. Pada tahun 2018. Menteri Ristekdikti. Mohammad Nasir juga mengatakan bahwa ada sepuluh perguruan tinggi bahkan Perguruan Tinggi Islam yang mahasiswanya terpapar paham radikalisme (Ma`arif et al. , 2. Untuk menghadapi tantangan tersebut, perlu adanya pengarusutamaan konsep moderasi beragama bagi masyarakat Indonesia. Moderasi beragama merupakan sikap yang berada di tengah-tengah tidak condong ke Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/pssh/issue/view/36 ISSN: 2808-103X ekstrem kanan . maupun ekstrem kiri . Sikap moderasi beragama sangat diperlukan untuk menangkal paham yang yang mengancam perpecahan, khususnya radikalisme. Jika tidak ditanggulangi, sikap radikal ini tidak hanya mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara, melainkan juga umat beragama (Nurjannah, 2. Secara kebahasaan istilah moderasi jika ditelaah dari bahasa Arab dikenal dengan kata wasath atau wasathiyah, yang memiliki padanan makna dengan kata tawassuth . engah-tenga. , iAotidal . , dan tawazun . (Kanafi et al. , 2. Moderasi beragama diartikan sebagai sikap berimbang dalam mengimpelementasikan ajaran agama, baik dalam intern sesama pemeluk agama maupun ekstern, antar pemeluk agama (Muhammad, 2. Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI . memaparkan ada empat hal yang menjadi indikator moderasi beragama: . komitmen kebangsaan. anti-kekerasan. akomodatif terhadap kebudayaan lokal. Komitmen terhadap kebangsaan sejatinya merupakan perwujudan dari pengamalan ajaran agama. Komitmen beragama dapat dilihat dari sejauh mana cara pandang dan praktik beragama berdampak pada kesetiaan kepada dasar kebangsaan yaitu kepada pancasila dan UUD 1945. Indonesia merupakan negara dengan indeks kerukunan tinggi. Moderasi beragama penting untuk menjaga keharmonisan kehidupan yang majemuk. Selain itu, moderasi beragama harus masif diajarkan untuk menangkal paham intolerasi dan radikalisme (Kanafi et al. , 2. Subchi et al. meneliti tentang persepsi mahasiswa tentang skala moderasi beragama. Hasilnya menunjukkan bahwa mahasiswa yang memiliki tingkat religiusitas yang tinggi cenderung memiliki paham moderat. Dengan demikian, perlu upaya yang komprehensif untuk meningkatkan religiusitas sivitas akademika (Wicaksono et al. , 2. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menyampaikan pesan moderasi beragama lewat khotbah Jumat. Pesan-pesan dalam khotbah Jumat tersebut dapat dicerma setelah dilakukan pendeketan analisis. Analisis wacana kritis merupakan pendekatan yang digunakan untuk mengungkapkan pesan yang disampaikan katib baik secara tersirat maupun tersurat. Analisis wacana kritis merupakan studi wacana interdisipliner yang memandang bahasa sebagai praktik sosial (Fairclough, 2. dan mempertimbangkan konteks penggunaan bahasa (Wodak & Meyer, 2. Analisis wacana kritis paling baik menjelaskan bagaimana sebuah teks merepresentasikan dan mengkonstruksi realitas sosial yang secara kontekstual terkait dengan sistem ideologi . tertentu melalui manifestasi pesan-pesan yang terselubung dan terbuka. Selain itu. AWK mengungkap bagaimana sistem ideologi ini dibentuk . oleh teks dan praktik sosial yang meminggirkan atau mengistimewakan nilai-nilai tertentu dalam masyarakat (Widodo, 2. Dalam AWK, terdapat beberapa kajian model teori analisis, salah satunya adalah model Teun A. van Dijk. Model AWK van Dijk menganalisis wacana pada tiga bentuk yaitu teks, kognisi sosial, dan konteks sosial . an Dijk, 1. Aspek teks terdiri dari struktur makro, super struktur, dan struktur mikro. Struktur makro membahas tentang tema besar atau topik yang dibahas. Super struktur berhubungan dengan skema atau pola wacana yang Adapun struktur mikro membahas detail-detail wacana yang terdiri dari semantik, sintaksis, stilistik, dan retorik (Pakpahan et al. , 2. Ada beberapa penelitian relevan tentang analisis wacana. Pertama penelitian yang dilakukan oleh (Padela et al. , 2. tentang wacana khotbah Jumat sebagai sarana untuk menyampaikan pesan kesehatan di komunitas masjid muslim di Amerika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan kesehatan yang dibingkai secara teologis dapat diterima dalam khotbah di komunitas masjid Muslim Amerika. Studi ini menggarisbawahi potensi manfaat khotbah masjid untuk program pendidikan kesehatan dan untuk intervensi perilaku kesehatan di masjid Amerika. Penelitian lainnya dilakukan oleh (Alkhawaldeh, 2. yang meneliti tentang deiksis pada khotbah Jumat dengan pendekatan analisis wacana dan pragmatik. Deiksis yang diteliti meliputi deiksis personal, temporal, dan Hasil penelitian menunjukkan deiksis personal menjadi yang dominan. Sebagai alat yang sangat kuat secara afektif dalam korpus, para pendakwah memanfaatkan deiksis untuk melayani berbagai fungsi pada tingkat wacana dan pragmatik. Dalam korpus, ekspresi deiksis berfungsi sebagai strategi wacana untuk membujuk pendengar dengan menarik perhatian mereka dan melibatkan mereka dalam pesan khotbah serta untuk memberi sinyal dan mengatur aliran informasi dalam wacana yang sedang berlangsung. Ekspresi deiksis juga berfungsi untuk meningkatkan kebersamaan, keintiman, dan kesopanan antara penceramah dan pendengarnya. Penelitian lain disampaikan oleh (Bowo, 2. yang membahas analisis wacana pada materi khotbah Jumat di Perguruan Tinggi Islam di Surakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk moderasi beragama pada materi khotbah Jumat di terbagi dalam ruang lingkup dan indikator moderasi beragama. Ruang lingkup moderasi beragama meliputi moderasi antar sesama muslim, moderasi antarumat beragama, dan moderasi dalam bernegara. Sementara itu, indikator moderasi beragama meliputi komitmen kebangsaan, toleransi, antikekerasan dan Berdasarkan hasil kajian, dapat disimpulkan bahwa materi khotbah Jumat merupakan media yang strategis dan berpengaruh dalam penguatan moderasi beragama. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh (Mustofa et al. , 2. tentang analisis wacana kritis pada teks khotbah Jumat yang ditulis oleh KH. Abu Yusuf Fahrudin. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa struktur teks khotbah JumAoat yang ditulis oleh KH. Abu Yusuf Fahrudin memaparkan segi semantik, sintaksis, stilistik, dan retoris. Semantik atau makna dikonstruksikan dengan baik dengan memberi latar, detil, maksud. Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/pssh/issue/view/36 ISSN: 2808-103X dalam keseluruhan teks. Dari segi sintaksis, teks khotbah JumAoat memiliki bentuk kalimat, koherensi, dan kata ganti yang disesuaikan dengan konteks penulis. Pemilihan kata-kata atau leksikon ditemukan banyak yang menggunakan kata-kata berkonotasi persuasif. Selain itu, penulis menggunakan elemen grafis untuk menekankan atau memberi penegasan secara visual. Berdasarkan penelitian-penelitian tersebut, materi khotbah Jumat masih memiliki daya tarik yang tinggi untuk diteliti. Salah satu materi khotbah Jumat yang menarik untuk dianalisis adalah materi yang dibagikan oleh Kementerian Agama melalui surat edaran yang ditandatangani Dirjen Bimas Islam pada 2 Februari 2023. Edaran tersebut ditujukan kepada DKM masjid kementerian/lembaga negara dan BUMN. DKM masjid negara, masjid nasional, masjid agung, masjid raja, dan masjid jamiAo, hingga DKM seluruh Indonesia. Dalam edaran tersebut, dilampirkan materi khotbah Jumat yang dapat dijadikan sebagai referensi khotbah. Materi tersebut dibuat bertepatan dengan peringatan Hari Persaudaraan Manusia Internasional. Menarik untuk diulas makna dan maksud dari materi khotbah Jumat tersebut karena disarankan untuk disampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Berdasarkan penjelasan tersebut, artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk analisis wacana kritis model Teun van Dijk yang difokuskan pada aspek teks, yang terdiri dari struktur makro, superstruktur, dan struktur METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini ada kalimat dan wacana pada materi khotbah Jumat. Sumber data yang digunakan adalah dokumen materi khotbah Jumat yang dilaksanakan di UIN Raden Mas Said Surakarta pada tanggal 4 Februari 2023. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah analisis dokumen. Dokumen yang dianalisis adalah lampiran materi khotbah Jumat yang dibagikan oleh Dirjen Bimas Islam. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif untuk mengungkapan kajian kritis AWK model Teun A. van Dijk pada dimesti teks, yang terdiri dari struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro. HASIL DAN PEMBAHASAN Struktur makro Struktur makro merupakan gambaran utama atau topik yang yang dibahas dalam khotbah. Materi khotbah membahas tentang Hari Persaudaraan Manusia Internasional yang dikaitkan dengan nilai-nilai moderasi beragama yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, dan antikekerasan. Superstruktur Superstruktur menunjukkan bagian-bagian dari khotbah yang menjadi penanda tujuan penulis. Bagian ini terdiri dari skema alur bagian yang tersusun dari awal hingga akhir. Secara umum, berita tersebut terdiri dari tiga bagian yaitu pembuka, inti khotbah, dan penutup. Khotbah dimulai dengan pembuka seperti ucapan Syukur, syahadat, salawat, ajakan takwa, dan kutipan ayat alquran. Selanjutnya khotbah dimulai dengan wacana pengantar tentang peringatan Hari Persaudaraan Manusia lnternasional. Hari perdamaian internasional tersebut sebagai penanda perdamaian dunia dan hidup damai bersama. Hal tersebut sesuai dengan kutipan berikut. Bersamaan dengan upaya kita memuliakan bulan Rajab, ada satu perisitwa penting di bulan Februari, tepatnya tanggal 4 Februari, yang telah ditetapkan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai Hari Persaudaraan Manusia lnternasional. Penetapan tersebut merujuk pada sebuah peristiwa bersejarah ditandatanganinya "Dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Damai Bersama" A. Selanjutnya penulis mengarahkan materi khotbah Jumat pada permasalahan kegamaan hari ini. Penulis menyajikan wacana bagian dengan pola deduktif. Penulis memulai dengan menyampaikan ide seperti diabaikannya nilai-nilai spiritualitas dan ditinggalkannya etika dan moral. Paragraf berikutnya penulis memberikan rincian dan penjelas dengan beberapa contoh. Penulis mempertajam argumen tentang permasalahan dalam nilai keagamaan pada belum dimunculkannya bentuk pengamalan dalam beragama. Pengamalan agama yang tidak tepat memicu konflik, kebencian, dan kekerasan. Hal tersebut berdampak pada generasi muda yang tidak sedikit abai terhadap agama dengan menjadi atheis atau agnostik. Di era modern saat ini, ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengantarkan manusia kepada kemajuan di berbagai bidang. Tetapi, peradaban manusia yang materialistis-individualistik telah meminggirkan peran manusia dan kemanusiaan dari pentas kehidupan. Nilai-nilai spiritualitas diabaikan. Etika dan moral ditinggalkan. Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/pssh/issue/view/36 ISSN: 2808-103X Sebagai sikap terhadap contoh permasalahan tersebut, penulis memulai paragraf baru dengan ide moderasi yang dihubungkan dengan Piagam Persaudaraan dan Piagam Madinah. Penulis menyajikan konsep yang diikuti dengan contoh-contoh yang menguatkan prinsip persatuan, persaudaraan, dan persamaan. Piagam persaudaraan kemanusiaan untuk hidup berdampingan mengingatkan kita akan Piagam Madinah. Sebuah dokumen yang merajut kebersamaan seluruh komponen warga masyarakat Madinah dengan segala keragaman yang ada. Semua warga Madinah, tanpa terkecuali, terlepas dari perbedaan agama dan kabilah, terikat dalam satu konsep keumatan yang memiliki hak dan kewajiban yang sama. Sejak awal membangun masyarakat Madinah Nabi membangun hubungan antara sesama warga masyarakat tanpa ada pembedaan atau diskriminasi. Penulis melanjutkan wacana yang disampaikan dengan mengaitkan Hari Perdamaian Internasional dengan konteks keindonesiaan. Dengan luas wilayah dan keberagaman yang kompleks, penulis mengajak bersyukur bahwa bangsa Indonesia mampu merawat kerukunan. Berbeda dengan negara-negara Kawasan lain yang dengan luas wilayah yang lebih kecil tetapi tidak lepas dari konfliks. Sebagai bangsa Indonesia kita patut bersyukur. Dengan negara kepulauan yang terbentang luas dari sabang sampai merauke, terdiri dari 17. 500 pulau, 714 suku bangsa, dan 652 bahasa daerah, kita dapat menjaga persatuan dan kesatuannya selama hampir 78 tahun. Luas daratan dan lautannya hampir sebanding dengan daratan Barat, tetapi Eropa terbagi menjadi 46 negara. Atau bandingkan dengan Timur Tengah yang berjumlah 16 negara, dengan wilayah yang lebih kecil dari Indonesia. Tetapi, kawasan tersebut tidak pernah sepi dari konflik etnis, sekte dan yang bernuansa agama. Dibagian akhir, sebelum khotbah pertama diakhiri, penulis menyampaikan penutup dengan memberikan penegasan kembali tentang pentingnya menjaga persaudaraan dalam konteks keagamaan. Tidak kalah penting bangsa Indonesia juga harus menjunjung tinggi persatuan dan persaudaraan kebangsaan di atas perbedaan suku, agama, ras, budaya dan lainnya. Struktur mikro Bagian struktur mikro menampilkan analisis detail-detail dalam teks. Bagian analisis strutkur mikro meliputi analisis pada bagian semantik, sintaksis, stilistik, dan retoris. Semantik Analisis pada aspek semantik ditujukan untuk mengungkapkan makna-makna yang disampaikan melalui kata-kata yang meliputi latar, detail, maksud, dan praanggapan. Latar Latar materi khotbah Jumat ini membahas tentang Hari Persaudaraan Manusia lnternasional. Tanggal dilaksanakannya khotbah Jumat bertepatan dengan momentum Hari Persaudaraan Manusia Internasional. Momentum tersebut dijadikan sebagai peringatan ditandatanganinya "Dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Damai Bersama" oleh Imam Besar Al-Azhar. Prof. Dr. Ahmad al-Tayeb dan Paus Fransiskus. Pemimpin Gereja Katolik pada 4 Februari 2019 di Abu Dhabi. Materi khotbah ini ditulis oleh staf Kementerian Agama dan dibagikan melalui edaran Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama untuk disampaikan kepada DKM semua Kementerian hingga kepada Dewan Kemakmuran Masjid di seluruh Indonesia. Detail Materi khotbah yang disampaikan membahas beberapa hal. Dimulai dari peringatan Hari Persaudaraan Manusia lnternasional. Penulis menegaskan pentingnya menjaga persaudaraan manusia internasional. Detail awal dimulai dengan penulis menyoroti problematika penganut agama dalam mengamalkan ajarannya hingga membuat kalangan muda saat ini cenderung ateis dan agnostik. Adapun yang menjalankan nilai-nilai keagamaan dihadapkan pada permasalahan yaitu adanya perilaku kekerasan dengan mengatasnamakan agama. Dalam situasi seperti ini,agama sebagai sumber nilai yang luhur harus tampil di muka. Namun sayangnya, di tangan sebagian pemeluknya agama telah berubah menjadi bagian, bahkan menjadi salah satu pemicu, konflik manusia modern. Atas nama agama mereka saling membunuh. Atas nama agama mereka saling mencaci. Atas nama Tuhan mereka bermusuhan, menebar ujaran kebencian dan Atas nama Tuhan dan agama mereka halalkan segala cara, meski dengan kebencian dan Penulis mengembangkan paragraf berikutnya dengan pola pertentangan dengan menegaskan pentingnya menjalankan agama dengan menjunjung nilai kemanusiaan. Sesuai ajaran Nabi Muhammad saw. Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/pssh/issue/view/36 ISSN: 2808-103X menyebarkan ajaran Islam, misi-misi kemanusiaan lebih didahulukan daripada misi teologis. Penjelasan disampaikan dengan mengutip hadis sebagai berikut. Misi kemanusiaan ditegaskan sejak awal oleh Rasulullah Saw. Ketika ditanya oleh seseorang, pesan-pesan apa yang kau bawa dari Tuhanmu? Nabi Muhammad menjawab, "aku diperintahkan untuk menyambung hubungan kekerabatan . , menghentikan pertumpahan darah, mengamankan jalan, menghancurkan berhala, sehingga hanya Allah semata yang disembah dan tidak ada sekutu bagiNya". Mendengar penjelasan itu, orang tersebut berkata, "alangkah indahnya ajaran yang kau Saksikanlah, aku beriman kepadamu dan aku membenarkan apa yang kau bawa itu (HR. Ahma. Untuk menguatkan paragraf di atas, penulis menegaskan dan menejelaskan bahwa manusia dibagi menjadi dua kelompok yaitu saudara dalam agama dan kemanusiaan. lkatan kebersamaan dalam agama dan ikatan hubungan kemanusiaan sangat diperlukan dalam upaya membangun dunia yang penuh dengan kerukunan dan kedamaian, meski berbeda agama dan suku bangsa. Untuk menguatkan pendapat tersebut, penulis mengutip ayat alquran. Wahai manusia! Sungguh. Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu soling Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling Sungguh. Allah Maha Mengetahui. Maha Teliti. (Q. Al Hujarat: . Isi bagian akhir, penulis mengaitkan peringatan Hari Persaudaraan Internasional dengan konteks bangsa Indonesia dan upaya untuk terus merawat persatuan. Selain itu, penulis juga menekankan pada bentuk kegiatan beragama difokuskan pada kerja-kerja dalam bidang kemanusiaan dari pada perdebatan teologis yang tidak ada Hal ini sesuai dengan kutipan berikut. Sesama umat Islam klta perlu menjaga ukhuwwah diniyyah . ersaudaraan seagam. Dan sesama anak bangsa lainnya, di atas perbedaan agama, sekte, golongan, suku dan bahasa ada semangat kebangsaan dan rasa kemanusiaan yang harus dijunjung tinggi. Atribut atau identitas apa pun boleh berbeda, tetapi sesama anak bangsa, dan sesama manusia, kita harus saling menghormati. Potensi umat beragama sepatutnya harus lebih diarahkan untuk kerja-kerja kemanusiaan, ketimbang debat teologis yang tak kunjung berakhir, atau saling bermusuhan karena merasa paling berhak memonopoli kebenaran. Maksud Terdapat tiga maksud dari wacana khotbah Jumat ini yang mencerminkan pada nilai-nilai moderasi Pertama, kominten kebangsaan. Pesan pada materi khotbah Jumat merefleksi kondisi bangsa Indonesia yang hidup dalam keharmonisan. Melalui peringatan Hari Persaudaraan Manusia lnternasional, masyarakat Indonesia dapat melakukan refleksi tentang pentingnya menjaga persaudaraan. Selama era kemerdekaan bangsa Indonesia patut bersyukur karena dengan negara yang luas, keragaman bangsa dan hahasa, persatuan dan kesatuan tetap terjaga. Kedua, pentingnya untuk menjaga toleransi. Bentuk toleransi dapat diwujudkan dengan saling menghormati dan menjaga persaudaraan. Penulis menegaskan bahwa pentingnya menjaga persaudaraan seagama dan persaudaraan kebangsaan. Bentuknya adalah menjaga ukhuwwah diniyyah . ersaudaraan seagam. serta persaudaraan kebangsaan . khuwwah wathaniyyah ) dan persaudaraan kemanusiaan . khuwwah insaniyyah ). Ketiga, antikekerasan. Hal ini dapat diwujudkan dengan mengamalkan ajaran agama dan konteks kerja-kerja kemanusiaan dan menghindari bentuk kegiatan seperti perdebatan teologis yang dapat memicu pertikaian dan . Praanggapan Bentuk praanggapan terwujud dari kalimat-kalimat yang disampaikan khatib. Praanggapan tersebut menjadi asumsi dasar pemahaman yang dipahami khatib dan jemaah. Berikut adalah bentuk praanggapan yang terdapat pada materi khotbah yang mendukung tema utama tentang Hari Persaudaraan Manusia Internasional. Di hari jumat yang penuh keberkahan ini mari kita selalu meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. Seseorang tidak dinyatakan sempurna imannya sampai ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya (HR. Bukhari dan Musli. lkatan atau identitas keagamaan tidak sepatutnya memutus tali hubungan kemanusiaan. Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/pssh/issue/view/36 ISSN: 2808-103X . lkatan kebersamaan dalam agama dan ikatan hubungan kemanusiaan sangat diperlukan dalam upaya membangun dunia yang penuh dengan kerukunan dan kedamaian, meski berbeda agama dan suku . Potensi umat beragama sepatutnya harus lebih diarahkan untuk kerja-kerja kemanusiaan, ketimbang debat teologis yang tak kunjung berakhir, atau saling bermusuhan karena merasa paling berhak memonopoli Data . sampai dengan . merupakan bentuk ungkapan yang disampaikan khatib untuk mendukung pesan yang disampaikan yaitu misi mencintai saudaranya baik saudara seagama maupun saudara dalam kemanusiaan. Hal ini diwujudkan dalam bentuk kegiatan seperti menjalin kerukunan dan kedamaian dan kerja-kerja . Sintaksis . Bentuk kalimat Bentuk kalimat didominasi bentuk kalimat aktif. Hal tersebut dapat dilihat dari penggunaan kata kerja dengan imbuhan me-. Berikut adalah contoh kutipannya. A dalam memperkenalkan ajarannya Nabi mendahulukan tiga hal, yaitu: menyambung hubungan silaturahmi, sehingga tercipta kekeluargaan dan kekerabatan yang harmonis, yang menjadi cikal masyarakat yang aman dan damai. menghentikan pertumpahan darah, atau dengan kata lain, memberikan jami nan hidup dan kehidupan, dan. mengamankan jalan, atau menjaga ketertiban umum. Baru setelah itu Nabi menyebut "menghancurkan berhala" dan "menyembah Allah semata" . Bentuk kalimat aktif tersebut mengindikasikan bahwa umat Islam juga harus aktif meneladani contoh yang diberikan Rasulullah. Bentuk contoh yang diberikan misalnya pada empat perkara di atas. Koherensi Ada tiga pola koherensi yang diperoleh dari wacana tersebut, yaitu koherensi akibat-sebab, penjelasan, dan perlawanan. Kohenrensi akibat-sebab Koherensi akibat-sebab digunakan menyajikan pernyataan yang berupa dampak dari pernyataan Bentuk koherensi tersebut dapat dilihat pada kutipan berikut. Misi kemanusiaan ditegaskan sejak awal oleh Rasulullah Saw. Ketika ditanya oleh seseorang, pesan-pesan apa yang kau bawa dari Tuhanmu? Nabi Muhammad menjawab, "Aku diperintahkan untuk menyambung hubungan kekerabatan . , menghentikan pertumpahan darah, mengamankan jalan, menghancurkan berhala, sehingga hanya Allah semata yang disembah dan tidak ada sekutu bagiNya". Mendengar penjelasan itu, orang tersebut berkata, "alangkah indahnya ajaran yang kau Saksikanlah, aku beriman kepadamu dan aku membenarkan apa yang kau bawa itu (HR. Ahma. Akibat pada kutipan di atas berada di bagian akhir yaitu Mendengar penjelasan itu, orang tersebut berkata, "alangkah indahnya ajaran yang kau bawa. Saksikanlah, aku beriman kepadamu dan aku membenarkan apa yang kau bawa itu. Akibat tersebut merupakan bentuk reaksi dari pernyataan sebelumnya yaitu "Aku diperintahkan untuk menyambung hubungan kekerabatan . , menghentikan pertumpahan darah, mengamankan jalan, menghancurkan berhala, sehingga hanya Allah semata yang disembah dan tidak ada sekutu bagi-Nya". Koherensi penjelasan Koherensi penjelasan menghadirkan sebuah kalimat untuk menjelaskan maksud kalimat lainnya. Kalimat kedua sampai dengan keempat pada kutipan berikut digunakan untuk menjelaskan maksud kalimat pertama. Namun sayangnya, di tangan sebagian pemeluknya agama telah berubah menjadi bagian, bahkan menjadi salah satu pemicu, konflik manusia modern. Atas nama agama mereka saling membunuh. Atas nama agama mereka saling mencaci. Atas nama Tuhan mereka bermusuhan, menebar ujaran kebencian dan kekerasan. Atas nama Tuhan dan agama mereka halalkan segala cara, meski dengan kebencian dan . Koherensi pertentangan Koherensi pertentangan digunakan untuk menentangkan kalimat satu dengan lainnya. Konjungsi namun pada kalimat berikut digunakan untuk mempertentangkan kalimat pertama dengan kalimat kedua. Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/pssh/issue/view/36 ISSN: 2808-103X Dalam situasi seperti ini,agama sebagai sumber nilai yang luhur harus tampil di muka. Namun sayangnya, di tangan sebagian pemeluknya agama telah berubah menjadi bagian, bahkan menjadi salah satu pemicu, konflik manusia modern. Kata ganti Kata ganti atau referensi digunakan untuk merujuk pada objek atau informasi baik itu manusia, waktu, dan tempat yang disampaikan pada bagian sebelumnya atau setelahnya. Kata ganti pada penelitian ini difokuskan pada pembahasan kata ganti yang merujuk pada persona bentuk pertama, kedua, dan ketiga baik tunggal maupun jamak. Aku diperintahkan untuk menyambung hubungan kekerabatan . , menghentikan pertumpahan darah, mengamankan jalan, menghancurkan berhala, sehingga hanya Allah semata yang disembah dan tidak ada sekutu bagi-Nya". Saksikanlah. Aku beriman kepadamu dan Aku membenarkan apa yang kau bawa itu (HR. Ahma. Di hari jumat yang penuh keberkahan ini mari kita selalu meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. "Alangkah indahnya ajaran yang kau bawa. Saksikanlah. Aku beriman kepadamu dan Aku membenarkan apa yang kau bawa itu (HR. Ahma. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Seseorang tidak dinyatakan sempurna imannya sampai ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya (HR. Bukhari dan Musli. Namun sayangnya, di tangan sebagian pemeluknya agama telah berubah menjadi bagian, bahkan menjadi salah satu pemicu, konflik manusia modern. sehingga hanya Allah semata yang disembah dan tidak ada sekutu bagi-Nya". Atas nama agama mereka saling membunuh. Data . sampai dengan . merupakan contoh kalimat yang menggunakan kata ganti orang pertama. Data . merujuk pada bentuk persona pertama tunggal, sedangkan data . merujuk pada persona jamak. Data . sama-sama menggunakan kata ganti aku, tetapi berbeda referen yang diacu. Aku pada data . mengacu pada Nabi Muhammad saw, sedangkan pada data . mengacu pada orang yang bertanya kepada Rasulullah dan orang tersebut sebelumnya belum beriman kepada Allah dan ajaran nabi. Konteks kalimat tersebut dapat dicermati pada kutipan hadis berikut. Misi kemanusiaan ditegaskan sejak awal oleh Rasulullah Saw. Ketika ditanya oleh seseorang, pesan-pesan apa yang kau bawa dari Tuhanmu? Nabi Muhammad menjawab, "aku diperintahkan untuk menyambung hubungan kekerabatan . , menghentikan pertumpahan darah, mengamankan jalan, menghancurkan berhala, sehingga hanya Allah semata yang disembah dan tidak ada sekutu bagiNya". Mendengar penjelasan itu, orang tersebut berkata, "alangkah indahnya ajaran yang kau Saksikanlah, aku beriman kepadamu dan aku membenarkan apa yang kau bawa itu (HR. Ahma. Kata kita pada data . merujuk pada khotib dan jemaah. Konteks kalimat tersebut adalah khotib mengajak jemaah untuk meningkatkan iman dan takwa. Data . sampai dengan . merupakan kalimat dengan memanfaatkan kata ganti bentuk persona kedua tunggal. Kata kau pada data . , serta kata -mu pada data . merujuk pada Nabi Muhammad saw. konteksnya sama dengan kutipan hadis pada penjelasan data . Selanjutnya, kata kamu pada data . merujuk pada manusia. Konteks kalimat tersebut adalah terjemahan surat Al Hujarat ayat 13. Data . sampai dengan . adalah contoh kalimat dengan memanfaatkan kata ganti persona bentuk ketiga. Kata ia pada data . merujuk pada seseorang muslim. Kata -nya, pada data . merujuk pada pemeluk agama, sedangkan kata -Nya pada kalimat . merujuk kepada Allah Swt. Sementara itu, kata mereka pada data . merupakan pronominal persona bentuk ketiga jamak yang merujuk pada pemeluk agama. Stilistik Untuk menguatkan konsep moderasi beragama, penulis menggunakan diksi-diksi disertai istilah dari Bahasa Arab. Berikut adalah beberapa contoh penggunaan stilistik tersebut. Semua warga Madinah, tanpa terkecuali, terlepas dari perbedaan agama dan kabilah, terikat dalam satu konsep keumatan yang memiliki hak dan kewajiban yang sama ( lahum ma Iana wa'alayhim ma 'alayn. Dalam pandangan Islam, semua manusia setara bagaikan gigi-gigi sisir ( an-nasu sawasiyatun ka asnanil musythi ). Semua berasal dari satu unsur. Dari saling mengenal . a'aru. akan lahir pengakuan dan kerjasama . a'awu. , dan dengan saling mengenal akan lahir sikap saling menghormati ( tasamu. Sesama umat Islam klta perlu menjaga ukhuwwah diniyyah . ersaudaraan seagam. Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/pssh/issue/view/36 ISSN: 2808-103X . Cara terbaik untuk mensyukurinya adalah menjaga keutuhannya dengan merawat persaudaraan kebangsaan . khuwwah wathaniyyah ) dan persaudaraan kemanusiaan ( ukhuwwah insaniyyah ). Kelima contoh data di atas ditulis sesuai urutan dalam wacana khotbah Jumat. Diksi-diksi tersebut disusun untuk memberi penekanan dan penegasan kepada jemaah bahwa manusia itu memiliki kesetaraan, persamaan dan Selain itu, juga disampaikan perintah untuk saling mengenal hingga saling menghormati sehingga tercipta persaudaraan seagama, kebangsaan, dan kemanusiaan. Pemanfaatan diksi berbahasa Arab juga disajikan sebagai daya tarik kepada jemaah untuk mengetahui istilah-istilah teknis keagamaan yang berasal dari bahasa Arab. Retoris Retoris merupakan cara penulis mengekspresikan gagasannya melalui teks. Hal tersebut diwujudkan dengan penekanan seperti penggunaan garis bawah, huruf tebal, tanda baca, kiasan, pepatah, maupun peribahasa. Berikut adalah contoh retoris pada wacana. Penetapan tersebut merujuk pada sebuah peristiwa bersejarah ditandatanganinya "Dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Damai Bersama" oleh Imam Besar Al-Azhar. Prof. Dr. Ahmad al-Tayeb dan Paus Fransiskus. Seseorang tidak dinyatakan sempurna imannya sampai ia mencintai untuk saudaranya apa yang iacintai untuk dirinya (HR. Bukhari dan Musli. Manusia ada dua kategori. saudara denganmu seagama, atau setara denganmu dalam kemanusiaan. "janganlah kalian seperti seorang perempuan yang merusak tenunan kain setelah selesai dipintalnya, sehingga cerai berai kembali. ltu sama halnya dengan menjadikan sumpah dan perjanjian sebagai alat menipu, disebabkan karena satu golongan lebih banyak jumlahnya, lebih kuat kedudukannya, atau lebih tinggi posisinya, dari golongan lain". Pada data . terdapat penggunaan tanda petik (AoAoAA. untuk menekankan pada istilah yang ingin disorot, yaitu AuDokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Damai Bersama". Data . disampaikan untuk menekankan pesan yang disampaikan penulis. Untuk menguatkan pesan hadis tersebut, penulis menyertakan teks Arabnya. Sama halnya dengan data . , data tiga yang merupakan ungkapan dari Sayyidina Ali, disampaikan dengan disertai teks Arabnya. Selanjutnya, pada data . penulis menampilkan perumpamaan dengan mengutip Al quran surat An Nahl ayat 92. KESIMPULAN Analisis wacana kritis model van dijk pada materi khotbah Jumat yang bertepatan dengan Hari Persaudaraan Manusia Internasional dikembangkan dengan tema moderasi beragama yang menjadi kajian pengarusutamaan dari Kementerian Agama. Pada tataran teks, aspek struktur makro menunjukkan bahwa materi khotbah dikembangkan dengan memasukkan nilai moderasi beragama, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, dan Pada tataran super struktur, teks dikembangan dengan pola pendahuluan, isi, dan penutup. Tataran struktur mikro disajikan dengan detail dari aspek semantik, sintaksis, stilistika, dan retoris untuk mendukung pesan moderasi beragama. DAFTAR PUSTAKA