58 EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Pengaruh Penerimaan Opini Audit Going Concern. Profitabilitas Dan Risiko Keuangan Terhadap Return Saham Istifar Dilla Hadistya1. Nur Fitriana2. Dian Puji Puspita Sari3 Universitas Muhammadiyah Riau. Indonesia Universitas Muhammadiyah Riau. Indonesia Universitas Muhammadiyah Riau. Indonesia E-mail: istifardillahadistya11@gmail. com1, nurfitri@umri. id2, dianpuji@umri. Article History: Received: 07 Agustus 2025 Revised: 12 Oktober 2025 Accepted: 20 Oktober 2025 Keywords: Penerimaan Opini Audit Going Concern (GCO). Profitabilitas. Risiko Keuangan. Return Saham Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerimaan opini audit going concern (GCO), profitabilitas dan risiko keuangan terhadap return saham pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021 Ae Jenis penelitian ini adalah penelitian Analisis data menggunakan metode analisis regresi linear berganda dengan return saham sebagai variabel dependen dan tiga variabel independen penerimaan opini audit going concern (GCO), profitabilitas dan risiko keuangan. Sampel penelitian sebanyak 41 perusahaan. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa variabel penerimaan opini audit going concern (GCO) berpengaruh signifikan terhadap return saham. Profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap return saham. Risiko keuangan berpengaruh signifikan terhadap return saham. PENDAHULUAN Menurut aktivitas berinvestasi, saham dapat meningkatkan laba pada perusahaan dan bagi para investor akan mendapat tingkat pengembalian . yang lebih dari modal yang telah mereka tanam pada perusahaan yang mereka pilih untuk berinvestasi. Tujuan seorang investor menyalurkan dananya di pasar modal adalah untuk mendapatkan tingkat pengembalian . yang sebesar-besarnya dengan risiko yang sekecil mungkin ketika menanamkan modalnya pada suatu saham di perusahaan tertentu. Return saham merupakan hasil yang diperoleh dari kegiatan investasi (Sawir, 2. Bagi calon investor yang rasional keputusan investasi dalam suatu saham harus didahului oleh suatu proses analisis terhadap variabel yang diperkirakan akan mempengaruhi return saham. Berikut adalah perkembangan return saham perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2021-2024. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Sumber: w. id, 2025 Gambar 1. Grafik Perkembangan Return Saham Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2021-2024 Berdasarkan data gambar 1 menunjukkan bahwa return saham pada tahun 2021 sebesar 2,13%, pada tahun 2022 mengalami penurunan menjadi 1,77%, turun kembali pada tahun 2023 menjadi 1,20% dan pada tahun 2024 kembali turun ke angka 1,17%. Return saham yang menurun ini artinya bahwa semakin kecil hasil investasi yang akan diperoleh investor, sehingga calon investor akan mengurungkan niatnya untuk menanamkan modal ke perusahaan yang nilai return sahamnya rendah. Pada Desember 2024. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik ke zona merah pada akhir perdagangan sesi I. IHSG melemah 0,19% ke posisi 7. 100,47. IHSG masih berada di level 100 hingga sesi I. Emiten perbankan raksasa kembali menjadi penekan terbesar IHSG yakni PT Bank Mandiri (Perser. Tbk (BMRI) mencapai 9 indeks poin. PT Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk (BBNI) sebesar 6,4 indeks poin. PT Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk (BBRI) sebesar 5,8 indeks poin, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar 4,96 indeks poin (CNBC Indonesia, 2. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi return saham diantaranya penerimaan opini audit going concern (GCO), profitabilitas dan risiko keuangan (Sawir, 2. Penerimaan opini audit going concern (GCO) adalah opini yang dikeluarkan auditor untuk memastikan apakah perusahaan dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya (Ikatan Akuntan Publik Indonesia. Berdasarkan teori sinyal, perusahaan akan memberikan sinyal bagi pengguna laporan keuangan berupa informasi-informasi yang berhubungan dengan kinerja manajemen perusahaan, salah satunya yaitu berupa laporan opini audit yang diberikan oleh auditor independen. Penerimaan opini audit going concern oleh perusahaan dianggap sebagai suatu sinyal yang negatif bagi para investor karena perusahaan tengah menghadapi suatu masalah yang akan berdampak bagi kelangsungan hidup perusahaan. Informasi yang dipublikasikan tersebut akan memberikan sinyal bagi para pengguna laporan keuangan, khususnya para investor dalam a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 pengambilan keputusan. Hal ini tentunya akan menurunkan return saham perusahaan (Astuti. Research gap dalam penelitian ini yaitu penelitian yang dilakukan oleh Supriati et al. yang menunjukkan bahwa penerimaan opini audit going concern (GCO) berpengaruh terhadap return saham. Namun berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sari . yang menunjukkan bahwa penerimaan opini audit going concern (GCO) tidak berpengaruh terhadap return saham. Faktor berikutnya adalah profitabilitas. Profitabilitas merupakan ukuran seberapa besar keuntungan yang dapat diperoleh dari suatu modal saham, tingkat penjualan, dan kekayaan yang dimiliki perusahaan. Profitabiltas suatu perusahaan mencerminkan keefektifan perusahaan yang memengaruhi respon investor terhadap informasi laba dalam pengambilan keputusan investasi. Profitabilitas mengukur efektivitas manajemen secara keseluruhan yang ditunjukkan oleh besar kecilnya tingkat keuntungan yang diperoleh dalam hubungannya dengan suatu penjualan maupun Protabilitas yang tinggi merupakan suatu keberhasilan perusahaan dalam memperoleh laba serta menunjukkan tingginya return saham perusahaan (Diana dan Bambang, 2. Berdasarkan penelitian terdahulu masih terdapat gap penelitian yaitu penelitian yang dilakukan oleh Chikmah dan Yuliana . yang menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap return saham. Namun berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sari . yang menunjukkan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh terhadap return saham. Faktor berikutnya adalah risiko keuangan. Risiko keuangan adalah suatu keadaan di mana perusahaan tidak mampu menutup kewajiban keuanganya (Syamsudin, 2. Dalam penelitian ini risisko keuangan diproksikan dengan debt to equity ratio (DER). Debt to equity ratio menunjukan seberapa besar perusahaan melakukan hutang untuk menutup kebutuhan dana. Modal pinjaman dapat bersumber dari bank atau lembaga keuangan lainnya. Modal pinjaman atau hutang baik jangka pendek, menengah maupun panjang biasanya mengandung beban bunga. Apabila perusahaan melakukan pinjaman berbunga kecil, maka beban perusahaan menjadi lebih ringan sehingga operasi perusahaan menjadi lebih efisien. Perusahaan yang memiliki kinerja bagus biasanya memiliki nilai hutang yang lebih rendah. Semakin besar hutang perusahaan semakin kecil laba yang diterima perusahaan. Apabila laba perusahaan kecil maka return saham yang dihasilkan rendah (Munawir, 2. Research gap dalam penelitian ini yaitu penelitian yang dilakukan oleh Sari . yang menunjukkan bahwa risiko keuangan berpengaruh terhadap return saham. Namun berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Amendy . , yang menunjukkan bahwa risiko keuangan tidak berpengaruh terhadap return saham. Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian yang dilakukan oleh Sari . yang berjudul AuPengaruh Penerimaan Opini Audit Going Concern. Profitabilitas Dan Risiko Keuangan Terhadap Return Saham (Studi Empiris pada Perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2016-2. Ay. Perbedaan penelitian Sari . dengan penelitian yang akan peneliti lakukan terletak pada objek penelitian, yang mana Sari . meneliti objek berupa perusahaan sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sedangkan peneliti meneliti objek berupa sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dimana perusahaan perbankan memiliki spesifikasi yang berbeda dari perusahaan lainnya, yaitu menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kembali dalam bentuk pinjaman. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 LANDASAN TEORI Teori Sinyal (Signalling Theor. Signalling Theory berarti sinyal yang diberikan oleh manajemen perusahan kepada investor selaku petunjuk mengenai prospek perusahaan tersebut (Brigham & Houston, 2. Teori sinyal membahas bagaimana seharusnya sinyal-sinyal . keberhasilan dan kegagalan manajemen disampaikan kepada pemilik perusahaan. Sinyal-sinyal . tersebut dapat diberikan melalui laporan keuangan perusahaan. Manajer memberikan informasi melalui laporan keuangan bahwa mereka telah melakukan kebijakan akuntansi konservatisme yang menghasilkan laba yang berkualitas. Kebijakan akuntansi tersebut merupakan prinsip yang mencegah perusahaan melakukan tindakan membesar-besarkan laba dan membantu pengguna laporan keuangan dengan menyajikan laba dan aktiva yang tidak overstate. Informasi yang diterima oleh investor dapat berupa sinyal yang baik . ood new. atau sinyal yang jelek . ad Sinyal yang baik, apabila laba yang dilaporkan perusahaan meningkat dan sebaliknya apabila laba yang dilaporkan oleh perusahaan mengalami penurunan, maka termasuk sinyal yang jelek bagi investor (Jogiyanto, 2. Menurut Jogiyanto . , informasi yang dipublikasikan perusahaan sebagai suatu pengumuman akan memberikan sinyal bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi. Pada saat informasi atau pemegang saham untuk mendorong mereka berinvestasi dalam perusahaan sehingga akan meningkatkan nilai perusahaan perusahaan di masa depan. Hal ini menyebabkan informasi merupakan unsur penting bagi investor, karena informasi tersebut menyajikan keterangan, catatan atau gambaran perusahaan baik untuk keadaan masa lalu, saat ini dan keadaan yang akan datang bagi kelangsungan usaha perusahaan tersebut. Informasi yang lengkap, relevan, akurat dan tepat waktu sangat diperlukan oleh investor di pasar modal sebagai alat analisis untuk pengambil keputusan investasi. Hubungan teori sinyal dengan peneliian ini adalah teori ini dapat digunakan dalam membahas naik turunnya return saham di pasar modal, sehingga mempengaruhi pengambilan keputusan investasi. Tanggapan para investor terhadap sinyal positif dan negatif akan mempengaruhi kondisi pasar. Investor akan berekasi dengan berbagai cara, seperti melihat dan menunggu perkembangan yang ada, kemudian baru mengambil keputusan (Jogiyanto, 2. Return Saham Bagian dari efek yang paling banyak diperdagangkan pada pasar modal adalah saham. Saham merupakan bentuk kepemilikan terhadap suatu perusahaan. Definisi menurut Sunariyah . yang dimaksud dengan saham adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) atau yang biasa disebut emiten. Saham menyatakan bahwa pemilik saham tersebut adalah juga pemilik sebagian dari perusahaan tersebut. Saham didefinisikan sebagai surat bukti yang menunjukkan kepemilikan atas aset-aset perusahaan yang menerbitkan saham sehingga investor mempunyai hak atas pendapatan dan kekayaan perusahaan (Tandelilin, 2. Return saham merupakan tingkat pengembalian yang berupa keuntungan atau kerugian yang diterima investor selama beberapa periode tertentu (Jogiyanto, 2. Investor akan senang apabila mendapatkan return yang tinggi dari waktu ke waktu. Return saham dapat dibagi menjadi 2, yaitu berupa deviden yang merupakan bagian laba perusahaan yang diterima investor baik berupa uang tunai, saham, ataupun properti dan capital gain yang merupakan selisih antara harga pembelian dengan harga jual. Return saham sendiri merupakan hasil yang diterima dari investasi a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 yang benar-benar harus menyadari bahwa di samping akan memperoleh keuntungan mereka juga akan mengalami kerugian yang dapat dipengaruhi oleh kemampuan investor menganalisis keadaan harga saham (Harahap, 2. Return merupakan hasil yang diperoleh dari investasi. Sedangkan saham merupakan surat bukti kepemilikan atas aset-aset perusahaan yang menerbitkan saham. Dengan memiliki saham suatu perusahaan, maka investor akan mempunyai hak terhadap pendapatan dan kekayaan perusahaan, setelah dikurangi dengan pembayaran semua kewajiban perusahaan (Fahmi, 2. Return saham adalah hasil keuntungan yang diperoleh oleh investor dari suatu investasi saham yang dilakukan. Return saham dapat berupa return realisasi yang sudah terjadi atau return ekspektasi yang belum terjadi tetapi yang diharapkan akan terjadi di masa datang (Jogiyanto. Penghitungan return saham menggunakan return realisasi . ctual retur. Return realisasi merupakan return yang telah terjadi. Actual return digunakan dalam menganalisis data adalah hasil yang diperoleh dari investasi dengan cara menghitung selisih harga saham individual periode berjalan dengan periode sebelumnya dengan mengabaikan deviden, dapat ditulis dengan rumus: (Jogiyanto, 2. Pi, t Ae Pi, t Oe 1 Ri, t = Pi, t Oe 1 Keterangan: Ri,t = Return Saham i pada waktu t Pi,t = Harga Saham i pada periode t Pit-1 = Harga Saham pada i periode t-1 Penerimaan Opini Audit Going Concern (GCO) Opini Audit adalah laporan yang diberikan oleh auditor terdaftar yang menyatakan bahwa pemeriksaan telah dilakukan sesuai dengan norma atau aturan akuntansi disertai dengan pendapat tentang kewajaran laporan keuangan sedang diperiksa (Tobing dan Nirwana, 2. Penerimaan opini audit going concern (GCO) adalah opini yang dikeluarkan auditor untuk memastikan apakah perusahaan dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya (Ikatan Akuntan Publik Indonesia, 2. Pemberian opini audit going concern sangat berguna bagi para pemakai laporan keuangan guna membuat keputusan yang tepat dalam beriventasi. Hal ini didasarkan ketika seorang investor akan melakukan investasi ia perlu untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan, terutama yang menyangkut tentang kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Dalam mengaudit laporan keuangan, auditor akan menilai kewajaran penyajian laporan keuangan, apakah mengandung salah saji atau tidak. Selain itu, auditor juga wajib menilai kemampuan perusahaan untuk bertahan hidup. Opini ini dinamakan dengan opini audit going concern yaitu opini yang dikeluarkan auditor berdasarkan evaluasi dan judgmentnya terkait adanya ke-sangsian auditor tentang kemampuan perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya (Ikatan Akuntan Indonesia, 2. Pengukuran penerimaan opini audit going concern adalah sebagai berikut: (Arens dan Loebbecke, 2. Opini audit going concern diberi kode 1. sedangkan opini audit non going concern diberi kode 0. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Profitabilitas Profitabilitas merupakan ukuran seberapa besar keuntungan yang dapat diperoleh dari suatu modal saham, tingkat penjualan, dan kekayaan yang dimiliki perusahaan (Diana dan Bambang, 2. Menurut Sutrisno . profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan semua modal yang bekerja didalamnya. Profitabilitas menurut Harahap . adalah menggambarkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan dan sumber daya yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang perusahaan, dan lain sebagainya. Sedangkan menurut Brigham dan Houston . profitabilitas merupakan hasil akhir dari sejumlah kebijakan dan keputusan yang dilakukan oleh perusahaan. Berdasarkan pendapat para ahli di atas, dapat ditarik kesimpulan profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan menggunakan sumber daya yang ada didalam perusahaan itu sendiri. Perusahaan yang memiliki profitabilitas yang tinggi bisa dikatakan bahwa laporan keuangan perusahaan tersebut mengandung berita baik, sebaliknya jika profitabilitas perusahaan rendah maka mengandung berita buruk. Profitabilitas dalam penelitian ini diukur dengan Return on Asset ratio (ROA). Menurut Syahyunan . ROA menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari aktiva yang dipergunakan. Besarnya perhitungan pengembalian atas aktiva menunjukkan seberapa besar kemampuan perusahaan menghasilkan laba yang tersedia bagi para pemegang saham biasa dengan seluruh aktiva yang dimilikinya. Rumus dari ROA . eturn on total asset. adalah: (Syahyunan, 2. Laba Bersih ROA= Total Aset Risiko Keuangan Definisi risiko menurut Keown . adalah prospek suatu hasil yang tidak disukai . persional sebagai devias. Menurut Hanafi & Halim . , risiko merupakan besarnya penyimpangan antara tingkat pengembalian yang diharapkan . xpected return-ER) dengan tingkat pengembalian aktual . ctual retur. Risiko keuangan adalah suatu keadaan di mana perusahaan tidak mampu menutup kewajiban keuanganya (Syamsudin, 2. Menurut Harmono . risiko keuangan dapat diproksikan melalui Debt to Equity Ratio (DER) yaitu merupakan perbandingan total utang yang dimiliki perusahaan dengan total ekuitas perusahaan. Rumus yang digunakan untuk menghitung DER adalah sebagai berikut: (Syahyunan, 2. Total Hutang DER = x 100% Total Ekuitas METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2021 Ae 2024 yang berjumlah 47 perusahaan. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2. Sehingga diperoleh sampel penelitian sebanyak 41 perusahaan. Analisis data menggunakan metode analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS 26. HASIL DAN PEMBAHASAN ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Uji Statistik Deskriptif Gambaran mengenai variabel-variabel penelitian yaitu Opini Audit Going Concern (GCO). Profitabilitas dan Risiko Keuangan dan Return Saham disajikan dalam tabel descriptive statistics yang menunjukkan angka minimum, maksimum, mean dan standar deviasi yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 1. Hasil Uji Statistik Deskriptif Penerimaan Opini Audit Going Concern (X. Profitabilitas (X. Risiko Keuangan (X. Return Daham (Y) Valid N . Sumber: Data olahan, 2025 Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation Tabel 1 hasil SPSS di atas memperlihatkan deskripsi variabel-variabel dalam penelitian ini secara statistik. Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa variabel Penerimaan Opini Audit Going Concern memiliki nilai minimum 0, nilai maksimum 1, mean 0. 12, dan standar Variabel Profitabilitas memiliki nilai minimum -0. 1806, nilai maksimum 0. 005349, dan standar deviasi 0. Variabel Risiko Keuangan memiliki nilai 3039, nilai maksimum 15. 3080, mean 4. 755943, dan standar deviasi 2. Variabel Return Saham memiliki nilai minimum -3. 7843, nilai maksimum 15. 6863, mean 131898, dan standar deviasi 1. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Suatu persamaan regresi dikatakan baik apabila memiliki data variabel bebas dan variabel terikat yang berdistribusi mendekati normal atau normal sama sekali (Ghozali, 2. Oleh karena itu perlu untuk melakukan suatu pengujian normalitas data. Untuk melakukan pengujian normalitas data, dilakukan dengan uji Kolmogorov Smirnov . sample K-S) melalui SPSS 24 for windows (Ghozali, 2. Untuk melakukan pengujian normalitas data, dilakukan dengan uji Kolmogorov Smirnov . sample K-S) melalui SPSS 24 for windows, dengan kriteria sebagai berikut (Ghozali, 2. Jika nilai asymp. Sig . -taile. < a . , maka secara signifikan data tidak berdistribusi Jika nilai asymp. Sig . -taile. > a . , maka secara signifikan data berdistribusi normal. Berikut adalah hasil uji normalitas dengan SPSS Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Awal One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Test Statistic a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Sumber: Data olahan, 2025 Dari hasil Tabel 2 menunjukkan bahwa nilai Signifikan 0,000 < 0,05 yang artinya data tidak berdistribusi normal. Hal ini berarti data residual tersebut tidak berdistribusi secara normal. Untuk mengatasi hal ini, maka dilakukan outlier data, yaitu menghilangkan data ekstrim pada penelitian ini. Data awal penelitian berjumlah 164, setelah dilakukan uji outlier . ang dilakukan 1x uji outlier tanpa pengulanga. didapatkan data yang ekstrim sebanyak 12 data. Data ekstrim tersebut dibuang, sehingga jumlah data yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 152 data. Berikut ini hasil uji normalitas data setelah menghilangkan outlier: Tabel 3. Hasil Uji Normalitas Setelah Uji Outlier One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Sumber: Data primer yang diolah, 2025 Dari hasil Tabel 3 menunjukkan bahwa nilai signifikansi pada Monte Calro sig. -taile. sebesar 0,125 > 0,05 yang artinya data berdistribusi normal. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi bisa dilanjutkan. Uji Heteroskedastisitas Uji ini bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dan residual pengamatan yang lain dengan dasar pengambilan keputusan adalah sebagai berikut: (Ghozali, 2. Jika ada data yang membentuk pola tertentu, seperti titik-titik yang membentuk pola tertentu dan teratur . ergelombang, melebar kemudian menyampin. maka telah terjadi Heteroskedastisitas. Jika tidak ada pola yang jelas serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 maka tidak terjadi Heteroskedastisitas. Hasil uji heteroskedastisitas dapat dilihat pada Gambar 2 di bawah ini. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Sumber: Data olahan, 2025 Gambar 2. Hasil Uji Heteroskedastisitas Dari Gambar 2 terlihat data menyebar secara acak di atas dan di bawah titik 0 pada sumbu Y, maka dapat disimpulkan tidak terdapat masalah heteroskedastisitas pada penelitian ini. Uji Multikolinieritas Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas . Salah satu cara untuk mendeteksi multikolinieritas adalah dengan melihat VIF dan tolerance (Ghozali, 2. Jika nilai VIF < 10 dan tolerance > 0,1 maka dapat dikatakan tidak ada masalah Multikolinieritas. Jika nilai VIF > 10 dan tolerance < 0,1 maka dapat dikatakan ada masalah Multikolinieritas. Hasil uji multikolonieritas dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 4. Hasil Uji Multikolinieritas Coefficientsa Model 1 (Constan. Penerimaan Opini Audit Going Concern (X. Profitabilitas (X. Risiko Keuangan (X. Dependent Variable: Return Daham (Y) Sumber: Data olahan, 2025 Collinearity Statistics Tolerance VIF Dari tabel 4, dapat dilihat bahwa nilai VIF semua variabel dalam penelitian ini memiliki nilai < 10 dan nilai tolerance semua variabel > 0,10 artinya tidak terjadi multikolinieritas pada penelitian ini. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam regresi linear ada korelasi antarkesalahan pengganggu . pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 . Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada masalah uji autokorelasi. Mendeteksi autokorelasi dengan menggunakan nilai Durbin Watson (Ghozali, 2. Tabel 5. Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb Adjusted R Std. Error of the Model R Square Square Estimate Durbin-Watson Predictors: (Constan. Risiko Keuangan (X. Penerimaan Opini Audit Going Concern (X. Profitabilitas (X. Dependent Variable: Return Daham (Y) Sumber: Data olahan, 2025 Dari tabel 5, dapat dilihat bahwa nilai DW -2 < multikolinieritas pada penelitian ini. 1,427 < 2 artinya tidak terjadi Analisis Regresi Linear Berganda Metode analisis yang digunakan untuk menilai variabilitas luas pengungkapan resiko dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda . ultiple regression analysi. Analisis regresi berganda digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen yakni Penerimaan Opini Audit Going Concern. Profitabilitas dan Risiko Keuangan terhadap variabel dependen yakni Return Saham. Menurut Ghozali . , analisis regresi Linear berganda pada dasarnya adalah studi mengenai ketergantungan variabel dependen . dengan satu variabel atau lebih variabel independen . ariabel beba. Penelitian ini menggunakan uji Regresi linier berganda. Regresi linier berganda bertujuan untuk menguji pengaruh dua atau lebih variabel independen terhadap satu variable dependen. Berdasarkan hasil perhitungan dengan Program SPSS for Windows versi 24. 0 diperoleh koefisien-koefisien pada persamaan Regresi Linear Berganda sebagaimana tabel berikut : Tabel 6. Hasil Uji Regresi Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Model Error Beta 1 (Constan. Penerimaan Opini Audit Going Concern (X. Profitabilitas (X. Risiko Keuangan (X. Dependent Variable: Return Daham (Y) Sumber: Data olahan, 2025 Sig. Berdasarkan Tabel 6 maka dapat diketahui bahwa persamaan regresi linear berganda dalam analisis ini adalah : Y = 0,550 Ae 1,063 X1 Ae 18,547 X2 - 0,076 X3 Arti persamaan regresi linear tersebut adalah : Nilai konstanta sebesar 0,550 menunjukkan bahwa apabila Penerimaan Opini Audit Going Concern. Profitabilitas dan Risiko Keuangan konstan atau tetap maka Return Saham sebesar 0,550. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Nilai koefisien regresi variabel Penerimaan Opini Audit Going Concern sebesar -1,063 menunjukkan bahwa apabila nilai variabel Penerimaan Opini Audit Going Concern naik 1 satuan maka Return Saham akan mengalami penurunan sebesar 1,063 dengan asumsi variabel lainnya tetap atau konstan. Nilai koefisien regresi variabel Profitabilitas sebesar -18,547 menunjukkan bahwa apabila nilai variabel Profitabilitas naik 1 satuan maka Return Saham akan mengalami penurunan sebesar 18,547 dengan asumsi variabel lainnya tetap atau konstan. Nilai koefisien regresi variabel Risiko Keuangan sebesar -0,076 menunjukkan bahwa apabila nilai variabel Risiko Keuangan naik 1 satuan maka Return Saham akan mengalami penurunan sebesar 0,076 dengan asumsi variabel lainnya tetap atau konstan. Uji Hipotesis (Uji . Untuk menguji kebenaran hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini pengujian dilakukan menggunakan uji t. Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. Kriteria hasil uji t adalah sebagai berikut: (Ghozali, 2. Berdasarkan t hitung dan t tabel, dengan ketentuan: Jika t hitung > t tabel, artinya variabel independen (X) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Y). Jika t hitung < t tabel, artinya variabel independen (X) tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Y) . Berdasarkan nilai Signifikansi, dengan ketentuan: Jika Sig. < 0,05, artinya variabel independen (X) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Y). Jika Sig. > 0,05, artinya variabel independen (X) tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Y) Berikut adalah perhitungan t tabel t tabel = jumlah sampel Ae variabel bebas Ae 1 . 0,05 t tabel = 152 Ae 3 Ae 1 . 0,05 t tabel = 148 . 0,05 t tabel = 1,976 Hasil uji parsial . atas variabel bebas tersebut adalah sebagai berikut: Tabel 7 Hasil Uji t Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta 1 (Constan. Penerimaan Opini Audit Going Concern (X. Profitabilitas (X. Risiko Keuangan (X. Dependent Variable: Return Daham (Y) Sumber: Data olahan, 2025 Sig. Berikut ini dapat diuraikan mengenai hubungan antara variabel bebas terhadap variabel terikat dalam penelitian ini : Variabel Penerimaan Opini Audit Going Concern memiliki nilai t hitung -2,252 > t tabel 1,976 dan nilai signifikansi sebesar 0,026 < 0,05, artinya Penerimaan Opini Audit Going a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Concern berpengaruh signifikan terhadap Return Saham. Sehingga hipotesis 1 dalam penelitian ini diterima. Variabel Profitabilitas memiliki nilai t hitung -3,074 > t tabel -1,976 dan nilai signifikansi sebesar 0,003 < 0,05, artinya Profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap Return Saham. Sehingga hipotesis 2 dalam penelitian ini diterima. Variabel Risiko Keuangan memiliki nilai t hitung -2,254 < t tabel -1,976 dan nilai signifikansi 0,026 > 0,05, artinya Risiko Keuangan berpengaruh signifikan terhadap Return Saham. Sehingga hipotesis 3 dalam penelitian ini diterima. Koefisien Determinasi (Adjusted R. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan adjusted R2 untuk mengukur besarnya kontribusi variabel X terhadap variasi . aik turunny. variabel Y. Pemilihan adjusted R2 tersebut karena adanya kelemahan mendasar pada penggunaan koefisien determinasi (R. Kelemahannya adalah bias terhadap jumlah variabel independen yang dimasukkan ke dalam model. Setiap tambahan satu variabel independen, maka R2 pasti akan meningkat tanpa melihat apakah variabel tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Namun, nilai adjusted R2 dapat naik atau turun apabila jumlah variabel independen ditambahkan dalam model. Dengan demikian, pada penelitian ini tidak menggunakan R2 namun menggunakan nilai adjusted R2 untuk mengevaluasi model regresinya (Ghozali, 2. Hasil koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 8. Hasil Uji Koefisien Determinasi (Adjusted R. Model Summaryb Adjusted R Std. Error of the Model R Square Square Estimate Durbin-Watson Predictors: (Constan. Risiko Keuangan (X. Penerimaan Opini Audit Going Concern (X. Profitabilitas (X. Dependent Variable: Return Daham (Y) Sumber: Data olahan, 2025 Berdasarkan Tabel 8 dapat diketahui bahwa nilai koefisien determinasi (Adjusted R. sebesar 0,477 atau 47,7%. Hal ini menunjukkan bahwa Penerimaan Opini Audit Going Concern. Profitabilitas dan Risiko Keuangan berpengaruh sebesar 47,7% terhadap Return Saham dan sisanya sebesar 52,3% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak terdapat dalam penelitian. Pembahasan Pengaruh Penerimaan Opini Audit Going Concern terhadap Return Saham Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa variabel Penerimaan Opini Audit Going Concern berpengaruh signifikan terhadap Return Saham. Penerimaan opini audit going concern merupakan salah satu hal yang menjadi pertimbangan pengguna laporan keuangan untuk mengambil keputusan dalam berinvestasi yang diterima oleh suatu perusahaan menunjukkan bahwa adanya keraguan auditor akan kelangsungan hidup perusahaan. Semakin baik posisi modal maka sedikit kemungkinan perusahaan mendapatkan opini audit going concern. Ketika suatu perusahaan mengalami permasalahan keuangan, kegiatan operasional akan terganggu, yang akhirnya berdampak pada tingginya risiko yang dihadapi perusahaan dalam memperahankan kelangsungan hidup usahanya di masa mendatang, para investor mengharapkan auditor memberikan early warning akan kegagalan keuangan perusahaan. Penerimaan opini audit going concern oleh perusahaan dianggap sebagai suatu sinyal yang negatif bagi pada investor, a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 karena perusahaan tengah menghadapi suatu masalah yang akan berdampak bagi kelangsungan hidup suatu perusahaan. Auditor seringkali menggunakan alasan yang spesifik, seperti masalah hutang perusahaan. Alasan spesifik yang diungkapkan oleh auditor biasanya menjadi sangat informatif pagi para investor. Permasalahan hutang merupakan alasan yang spesifik diungkapkan auditor dalam laporan opini audit going concern akan menjadi suatu bad news bagi investor (Kariyoto, 2. Faktor yang menimbulkan ketidakpastian mengenai going concern perusahaan yaitu kerugian usaha yang besar secara berulang dan signifikan atau kekurangan modal kerja, ketidakmampuan perusahaan untuk membayar kewajibannya pada saat jatuh tempo dalam jangka pendek, kehilangan pelanggan utama, masalah ketenagakerjaan yang tidak biasa, perkara pengadilan dan gugatan hukum atau masalah serupa yang sudah terjadi sehingga dapat membahayakan kemampuan perusahaan untuk beroperasi, yang tentunya akan sangat berdampak terhadap tingkat pengembalian . atas saham yang akan diperoleh (Sawir, 2. Investor dalam melihat opini audit going concern, menjadi suatu hal yang relevan untuk estimasi harga saham dan penurunan harga saham berpengaruh signifikan, ketika perusahaan menerima opini audit going concern (Harahap, 2. Dalam konteks Signaling Theory (Teori Sinya. Ketika auditor menyatakan opini audit dengan modifikasi going concern, misalnya Auopini wajar dengan pengecualian karena keraguan atas kelangsungan usahaAy, ini menjadi sinyal negatif bagi para investor dan kreditor. Opini tersebut menunjukkan bahwa auditor meragukan kemampuan perusahaan untuk bertahan dalam jangka panjang, yang bisa menurunkan kepercayaan pasar terhadap perusahaan (Kariyoto, 2. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Supriati et al. Indriani dan Ratmono . Marsela . yang menunjukkan bahwa penerimaan opini audit going concern (GCO) berpengaruh terhadap return saham. Pengaruh Risiko Keuangan Terhadap Return Saham Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa variabel Profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap Return Saham. Profitabilitas merupakan alat yang valid dalam mengukur hasil pelaksanaan operasi suatu perusahaan, karena profitabilitas adalah alat pembanding pada berbagai alternatif investasi yang sesuai dengan tingkat risiko. Dalam penelitian ini profitabilitas diukur menggunakan return on assets (ROA) (Fahmi, 2. Return on Asset merupakan laba bersih yang dibagi total aset yang mencerminkan seberapa baik manajemen untuk mendapatkan Menurut Harahap . ROA merupakan salah satu aspek yang menjadi penilaian emiten untuk menghasilkan laba meningkat maka harga saham perusahaan meningkat, semakin produktif aktiva perusahaan dalam menghasilkan keuntungan maka akan semkain tinggi pula harga saham perusahaan tersebut. Dengan semakin tinggi harga saham maka return saham juga akan semakin tinggi. Semakin tinggi ROA menunjukan semakin efektif perusahaan memanfaatkan aktivanya untuk menghasilkan laba bersih setelah pajak, dengan semakin meningkatnya ROA maka profitabilitas perusahaan semakin baik sehingga perusahaan tersebut memperoleh return yang besar. Dalam konteks Signaling Theory (Teori Sinya. , kondisi asimetri informasi, manajemen perusahaan memiliki informasi lebih banyak tentang kondisi internal perusahaan dibandingkan investor atau pihak eksternal lainnya. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengirimkan sinyal . untuk menunjukkan kinerja dan prospek perusahaan yang sesungguhnya. Profitabilitas merupakan salah satu sinyal utama yang digunakan oleh perusahaan untuk menunjukkan kinerja a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 keuangannya kepada pihak eksternal (Fahmi, 2. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Amelia & Anhar . Amendy . Chikmah dan Yuliana . yang menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap return saham. Pengaruh Risiko Keuangan Terhadap Return Saham Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa variabel Risiko Keuangan berpengaruh signifikan terhadap Return Saham. Risiko keuangan merupakan faktor internal suatu perusahaan yang bisa mempengaruhi suatu return saham. Risiko keuangan menunjukkan sejauh mana aktiva suatu perusahaan telah dibiayai oleh penggunaan utang. Dalam hal ini, laporan keuangan berguna bagi investor untuk memilik saham mana yang akan dibeli. Risiko keuangan dalam penelitian ini menggunakan indikator pengukuran Debt To Equity Ratio (DER) (Fahmi, 2. Debt to equity ratio merupakan rasio yang digunakan untuk menilai hutang dengan Rasio ini menjelaskan proporsi besarnya sumber-sumber dalam pendanaan jangka panjang terhadap aset perusahaan. Dengan cara mebandingkan antara seluruh hutang, rasio ini menunjukkan presentase penyediaan dana oleh pemegang saham terhadap pemberi pinjaman, semakin tinggi rasio, semakin rendah pendanaan perusahaan yang disediakan oleh pemegang saham, dari perspektif kemampuan membayar kewajiban jangka panjang, semakin rendah DER akan semakin baik kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka panjang. Berdasarkan konsep tersebut maka risiko keuangan (DER) berpengaruh terhadap return saham (Kasmir, 2. Risiko keuangan yang merupakan suatu informasi dapat menggambarkan hubungan antara berbagai macam akun dari laporan keuangan dan juga dapat mencerminkan keadaan keuangan serta hasil operasional perusahaan yang akan berpengaruh terhadap tingkat kenaikan return saham. Dalam hal ini, laporan keuangan berguna bagi investor untuk memilik saham mana yang akan dibeli. Risiko keuangan sangat kuat dalam memprediksi return saham masa depan dan memiliki daya prediksi yang lebih tingi dibandingkan dengan rasio lainnya. Risiko keuangan menunjukkan bahwa sejauh mana aktiva perusahaan telah dibiayai oleh penggunaan utang. Oleh karena itu, risiko keuangan perusahaan sangat berpengaruh terhadap saham yang telah diterbitkan pada suatu perusahaan bagi investor (Munawir, 2. Dalam konteks Signaling Theory (Teori Sinya. , tingkat risiko keuangan yang tinggi . isalnya DER tingg. bisa menjadi sinyal negatif bagi investor dan kreditor karena menunjukkan ketergantungan perusahaan terhadap utang dan potensi kesulitan dalam memenuhi kewajiban finansial. Sebaliknya, perusahaan yang mampu mengelola risiko keuangannya dengan baik, misalnya dengan menjaga rasio utang tetap sehat dan memiliki arus kas yang kuat, dapat memberikan sinyal positif kepada pasar (Kasmir, 2. Berdasarkan penelitian dilakukan oleh Sari . Ricky . Marsela . yang menunjukkan bahwa risiko keuangan berpengaruh terhadap return saham. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan pada bab sebelumnya dapat disimpulkan Penerimaan Opini Audit Going Concern berpengaruh signifikan terhadap Return Saham. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan dengan Penerimaan Opini Audit Going Concern tinggi ataupun rendah berpengaruh terhadap tinggi atau rendahnya Return Saham. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Profitabilitas terbukti berpengaruh signifikan terhadap Return Saham. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan dengan Profitabilitas tinggi ataupun rendah berpengaruh terhadap tinggi atau rendahnya Return Saham. Risiko Keuangan berpengaruh signifikan terhadap Return Saham. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan dengan Risiko Keuangan tinggi ataupun rendah berpengaruh terhadap tinggi atau rendahnya Return Saham. Dari hasil simpulan yang telah dikemukakan, maka penulis akan memberikan saran yang mungkin dapat berguna bagi perusahaan yaitu sebagai berikut : Bagi perusahaan disarankan memperhatikan faktor yang mempengaruhi Profitabilitas yaitu Penerimaan Opini Audit Going Concern. Profitabilitas dan Risiko Keuangan yang menjadi variabel yang berpengaruh signifikan dalam penelitian ini. Sehingga dengan memperhatikan Penerimaan Opini Audit Going Concern. Profitabilitas dan Risiko Keuangan dapat meningkatkan Return Saham perusahaan, sehingga para investor tertarik menanamkan Bagi peneliti selanjutnya untuk menggunakan variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini karena masih banyak variabel yang dapat mempengaruhi Return Saham. Variabel tersebut adalah CR. EPS, dan TATO. Dan juga dapat menggunakan sampel yang lebih banyak dari berbagai perusahaan di Bursa Efek Indonesia sehingga dapat memperjelas dan memperluas pengaruh variabel terhadap Return Saham apabila diterapkan pada perusahaan yang berbeda. DAFTAR REFERENSI Amelia. , & Anhar. Pengaruh Struktur Modal Dan Pertumbuhan Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Profitabilitas Sebagai Variabel Intervening (Studi Empiris pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2013 2. Jurnal STEI Ekonomi, 28. , 44Ae70. Amendy. Pengaruh Keputusan Investasi. Risiko Keuangan dan Financial Performance Terhadap Return Saham. Jurnal Edukasi, 10. , 87Ae94. Arens. , & Loebbecke. Auditing Pendekatan Terpadu. Salemba Empat. Astuti. Analisis Laporan Keuangan. CV Media Sains Indonesia. Brigham. , & Houston. Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Erlangga. Chikmah. , & Yuliana. Pengaruh Profitabilitas Terhadap Return Saham Dengan Suku Bunga Sebagai Variabel Moderating (Saham Sektor Aneka Industri Periode 20162. Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Akuntansi, 22. , 11Ae17. CNBC Indonesia. IHSG Balik Merana. Saham Perbankan Jumbo Biang Keroknya. https://w. com/market/20241202123512-17-592632/ihsg-balik-meranasaham-perbankan-jumbo-biang-keroknya Diana. , & Bambang. Analisis Laporan Keuangan. Rajawali Pers. Fahmi. Analisis Laporan Keuangan. Alfabeta. Ghozali. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 21 Update PLS Regresi. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Hanafi. , & Halim. Analisis Laporan Keuangan. UPP STIM YKPN. Harahap. Analisa Kritis atas Laporan Keuangan. PT. Raja Grafindo Persada. Harmono. Manajemen Keuangan Berbasis Balanced Scorecard Pendekatan Teori. Kasus, dan Riset Bisnis. Bumi Aksara. Ikatan Akuntan Indonesia. Standar Akuntansi Keuangan (Statement of Financial a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Accounting Standard. Ikatan Akuntan Indonesia. Ikatan Akuntan Publik Indonesia. SA Seksi 341: Pertimbangan Auditor atas Kemampuan Entitas dalam Mempertahankan Kelangsungan Hidupnya. Ikatan Akuntan Indonesia. Indriani. , & Ratmono. Analisis Reaksi Investor Terhadap Penerimaan Laporan Opini Audit Going Concern. Diponegoro Journal Of Accounting, 4. , 1Ae8. Jogiyanto. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. BPFE. Kariyoto. Analisa Laporan Keuangan. UB Press. Kasmir. Analisis Laporan Keuangan. PT. Raja Grafindo Persada. Keown. Manajemen Keuangan. PT. Macanan. Marsela. Pengaruh Penerimaan Opini Audit Going Concern (GCO). Profitabilitas. Dan Risiko Keuangan Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015-2019. Jurnal Universitas Tridinanti, 1. , 1Ae11. Munawir. Analisa Laporan Keuangan. Liberty Offset. Ricky. Pengaruh Penerimaan Opini Audit Going Concern (GCO). Ukuran Perusahaan Dan Resiko Keuangan Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Sub Sektor Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di BEI. Jurnal Ilmiah Akuntansi, 1. , 21Ae32. Sari. Pengaruh Penerimaan Opini Audit Going Concern. Profitabilitas Dan Risiko Keuangan Terhadap Return Saham (Studi Empiris pada Perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2016-2. Universitas Muhammadiyah Purwokerto, 1. , 1Ae15. Sawir. Analisa Kinerja Keuangan dan Perencanaan keauangan Perusahaan. Gramedia Pustaka Utama. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif. R & D. Alfabeta. Sunariyah. Pengantar Pengetahuan Pasar Modal. UPP AMP YKPN. Supriati. Arum. , & Zulma. Dampak Opini Audit Terhadap Reaksi Pasar Saham Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Neraca Keuangan: Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Keuangan, 16. , 1Ae11. Sutrisno. Manajemen Keuangan Teori. Konsep dan Aplikasi. Ekonisia. Syahyunan. Laporan Keuangan. Rajawali Pers. Syamsudin. Manajemen Keuangan Perusahaan. PT. Raja Grafindo Persada. Tandelilin. Portofolio dan Investasi Teori dan Aplikasi. Kanisius. Tobing. , & Nirwana. Kamus Istilah Akuntansi. Atalya. ISSN : 2828-5298 .