PENGEMBANGAN ELECTRONIC PAYMENT BERBASIS ANDROID STUDI KASUS PT ABC Hari Mantik Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma mantik@universitassuryadarma. Abstract Electronic payments, or now more towards cashless and contactless methods, is a phenomenon that we can no longer avoid. For society, this has become a digital behavior that prioritizes efficiency and effectiveness, while for market players it is a strategy in facing a world based on technology, digital and science. If we quote the Bank Indonesia report which states that the value of digital banking transactions until January 2024 was recorded at 5,000 trillion, or grew 17. 2% year on year, then it can be confirmed or predicted that transaction projections in the following year will experience a significant increase. Therefore, the implementation of renewable digital devices by business people is not an option, but a necessity. This journal explores a sample of Android-based EDC implementation at PT ABC to look further at the System Life Cycle process implemented in responding to demands from the market and consumers. Keywords: Android. Digital Wallet. Electronic Data Capture Pendahuluan Android adalah sistem operasi berbasis Linux dengan kode sumber terbuka dan berlisensi APACHE 2. 0 yang dirancang beragam untuk perangkat bergerak layar sentuh seperti telepon pintar dan komputer tablet (Electronic data Captur. , sebagai alat pembayaran yang mulai marak di gunakan di beberapa gerai atau merchant yang berbasis retail. Ruang Lingkup Ruang lingkup bahasan Pengembangan Electronic Payment berbasiskan Android ini terbagi atas: Eksplorasi penerapan EDC konvensional / Non-Android . xisting proces. Gap Analysis (Electronic Payment existing/konvensional saat ini vs Electronic Payment berbasis Androi. Implementasi Electronic Payment berbasis Android secara terbatas pada PT ABC Antarmuka pengguna Android umumnya berupa manipulasi langsung, menggunakan gerakan sentuh yang serupa dengan tindakan nyata, misalnya menggeser, mengetuk, dan mencubit untuk memanipulasi objek di layar, serta papan ketik virtual untuk menulis teks. Selain perangkat layar sentuh. Google juga telah mengembangkan Android TV untuk televisi. Android Auto untuk mobil, dan Android Wear untuk jam tangan, masing-masingnya memiliki antarmuka pengguna yang berbeda. Varian Android juga digunakan pada laptop, konsol permainan, kamera digital, dan peralatan elektronik lainnya. Tema yang akan saya bahas dalam jurnal ini adalah penggunaan sistem operasi dalam mesin EDC Manfaat Berkembangnya teknologi pintar, seperti smart phone, smart card, smart home, smart voice, hingga smart payment yang saat ini di empower oleh Android melalui alat pembayaran EDC nya yang berbasis Android yang sekarang mulai banyak beredar di merchant-merchant ataupun gerai moderen, terutama di Jakarta, menjadikan teknologi smart ini sebagai pilihan bisnis dan konsumen dalam memudahkan transaksi malalui kenyamanan dalam fitur yang ditawarkan, seperti layanan QRIS dan built-in Selain itu EDC berbasis Android juga mempermudah rekonsiliasi bagi pelaku bisnis, dan terbuka dalam integrasi dengan berbagai macam platform lain yang berbasis Android. memanipulasi objek di layar, serta papan ketik virtual untuk menulis teks. Selain perangkat layar sentuh. Google juga telah mengembangkan Android TV untuk televisi. Android Auto untuk mobil, dan Android Wear untuk jam tangan, masingmasingnya memiliki antarmuka pengguna yang berbeda. Varian Android juga permainan, kamera digital, dan peralatan elektronik lainnya. Tema yang akan saya bahas dalam jurnal ini adalah penggunaan sistem operasi dalam mesin EDC (Electronic data Captur. , sebagai alat pembayaran yang mulai marak di gunakan di beberapa gerai atau merchant yang berbasis retail. Kerangka Teori EDC (Electronic Data Captur. Electronic Data Capture atau EDC adalah sebuah alat penerima pembayaran yang dapat menghubungkan antar rekening bank. Mesin EDC juga merupakan mesin yang digunakan untuk memproses pembayaran dari pelanggan yang menggunakan kartu debit maupun kredit. Mesin EDC merekam setiap transaksi dan memproses pembayaran dengan melakukan debit atau kredit dari kartu dan mengirimkannya ke rekening merchant. Android adalah sistem operasi dengan sumber terbuka, dan Google merilis kodenya di bawah Lisensi Apache. Kode dengan sumber terbuka dan lisensi perizinan pada Android memungkinkan perangkat lunak untuk dimodifikasi secara bebas dan didistribusikan oleh para pembuat perangkat, operator nirkabel, dan pengembang Selain itu. Android memiliki sejumlah besar komunitas pengembang aplikasi yang memperluas fungsionalitas perangkat, umumnya ditulis dalam versi kustomisasi bahasa pemrograman Java. Fungsi mesin EDC: Memberikan opsi pembayaran melalui kartu debit dan kredit Mempercepat proses pembayaran Mencegah penggunaan uang palsu Efisien waktu dan efektif dalam EDC berbasis Android Mesin EDC (Electronic Data Captur. berbasis Android adalah jenis mesin EDC yang menggunakan Android sebagai sistem operasinya. Secara fungsi, mesin EDC Android mempunyai kesamaan dengan mesin EDC konvensional yaitu untuk melakukan transaksi pembayaran elektronik, seperti pembayaran dengan menggunakan kartu kredit, kartu debit, dan/atau e-wallet. Namun, mesin EDC Android mempunyai beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan mesin EDC konvensional. Android Android adalah sistem operasi berbasis Linux dengan kode sumber terbuka dan berlisensi APACHE 2. 0 yang dirancang beragam untuk perangkat bergerak layar sentuh seperti telepon pintar dan komputer tablet (Awaludin. Yasin, & Risyda, 2. Antarmuka pengguna Android umumnya berupa manipulasi langsung, menggunakan gerakan sentuh yang serupa dengan tindakan nyata, misalnya menggeser. Salah satu hal yang cukup unik dari teknologi payment gateway adalah tidak hanya pihak bank saja yang dapat menyediakan sistem ini, tapi pihak nonbank dapat menyediakan sistem ini untuk memvalidasi dan mengotorisasi transaksi antara merchant dan konsumen. Beberapa kelebihan mesin EDC berbasis Android: Kemudahan Penggunaan: Mesin EDC berbasis Android memiliki antarmuka yang user-friendly, sehingga mudah digunakan. Integrasi Mudah: Dalam sistem operasi Android terdapat berbagai macam aplikasi bisnis yang mudah diintegrasikan dengan mesin EDC, sehingga memudahkan dalam mengelola data transaksi. Lebih Cepat dan Efisien: Mesin EDC berbasis Android didukung sistem operasi Android dan jaringan sinyal 4G yang membuat penggunaannya lebih cepat dan efisien jika dibandingkan dengan mesin EDC konvensional. Fungsionalitas yang lebih lengkap: Mesin EDC berbasis Android memiliki fungsionalitas yang lebih lengkap dan bisa dikustomisasi sesuai kebutuhan bisnis pengguna. Internet of Things (IOT) Internet of things (IoT) mengacu pada konektivitas dari alat atau perangkat elektronik . ering disebut sebagai perangkat terhubung atau perangkat pinta. , kendaraan, perangkat lunak, sensor, aktuator/penggerak, dan perangkat komunikasi, yang mana perangkat tersebut dapat mengirim, memindahkan, dan memproses informasi (Awaludin & Ridyustia Raveena. IoT memperboleh-kan kita untuk memonitor dan me-ngontrol perangkat secara jarak jauh dengan menggunakan jaringan komuni-kasi, membuka potensi untuk meng-gabungkan sistem fisik yang terkom-puterisasi dengan sistem digital, dan meningkatkan efisiensi, akurasi, serta produktifitas dan mengurangi interaksi Payment Gateway Secara garis besar, payment gateway adalah bentuk sistem transaksi yang memiliki tugas untuk mengotorisasi suatu melalui e-commerce. Saat bertransaksi online, kita tentu mengharapkan adanya proses pembayaran yang lebih mudah dan aman. Proses transaksi dalam teknologi payment gateway bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari transaksi kredit, debit, transfer bank, atau sistem pembayaran langsung jenis lain seperti: e-wallet, direct debit, dan lain-lain. Karakter dari IoT, yaitu: Keterhubungan jaringan antara perangkat keras Perangkat yang terhubung Perangkat pintar yang terhubung Alat elektronik. Perangkat lunak, sensor, aktuator/penggerak, dan jaringan Object untuk mengumpulkan dan menukar data Object yang difungsikan dan diatur secara jarak jauh melalui infrastruktur ringan. Membuka peluang untuk pengintegrasian dunia fisik . erangkat kera. dan sistem digital. Dengan teknologi internet, payment gateway dapat Anda aplikasikan untuk kegiatan berbelanja online dalam pasaran Teknologi payment gateway memungkinkan para produsen untuk menerima pembayaran dari penjuru dunia dengan mudah. Unsur utama dalam IOT: Sensor: mampu mengubah perangkat IoT, tepatnya pada segi jaringan dari yang sistemnya pasif berubah menjadi aktif dan terintegrasi dengan lingkungan sekitar. Kecerdasan buatan / artificial intelligence: (AI) menjadi ssalah satu benang merah yang AumenghidupkanAy IoT (Awaludin et al. , 2. Dengan AI, perangkat bisa berkomunikasi secara pintar. Lebih dari itu, perangkat IoT yang dibekali AI akan bisa melakukan kemampuan analisis yang lebih kompleks, seperti koleksi data, mengatur jaringan, bahkan mengembangkan algoritma. Dengan demikian, kehadiran AI pada perangkat IoT juga memungkinkan mereka dapat melakukan aktivitas sendiri tanpa harus menerima instruksi dari si pengguna. Koneksi jaringan: menjadi komponen pendukung sistem IoT untuk bisa berkomunikasi secara lancar. Konektivitas yang diperlukan sejatinya harus berjalan stabil, tetapi tidak perlu hadir dalam load ukuran besar. Perangkat mikro: Kehadiran perangkat mikro atau berukuran kecil dapat meningkatkan ketepatan, skalabilitas, dan fleksibilitas performa IoT. Belum lagi, semakin kecilnya perangkat juga akan memiliki nilai biaya yang semakin sedikit. Hasil Dan Pembahasan Fenomena Cashless dan Dompet Digital Fenomena cashless . embayaran non-tuna. mulai marak dan ramai ketika dunia mulia diterpa pandemi di awal Dimana pemerintah di seluruh dunia menganjurkan agar mengurangi, bahkan meniadakan kontak fisik antar manusia. Hal ini membuat metode pembayaran pun mulai mengalami banyak pergeseran, bahkan sampai saat Dengan perubahan ini institusi keuangan dan teknologi informasi pun mulai menyebarkan produk produk mereka yang tentu saja bertujuan untuk meng-eliminir kontak secara fisik. Dan kendati pandemi sudah berahir di tahun 2022, hingga kini fenomena tersebut terus berlanjut menjadi rutinitas. Kita sudah tidak asing lagi melihat orang belanja menggunakan kartu jenis contactless, transfer, direct-debit, dan QRIS. Pelaku dan produsen perangkat EDC berbasis Android Kini pasar EDC Android sudah mulai banyak di jumpai di merchantmerchant atau toko mulai dari kelas menegah hingga kelas atas. EDC Android juga di ramalkan kedepannya akan menggantikan posisi EDC konvensional yang saat ini masih menjadi populasi Beberapa Bank baik BUMN maupun swasta juga sudah mulai menyiapkan pengadaan perangkat EDC Android projektori nya. Merchant kelas anchor seperti Sogo. Matahari Departemen Store. Alfamart dan merchant kelas menengah atas lainnya juga sudah menyediakan perangkat EDC berbasis Android di meja Selain akses fitur yang lebih mudah . ouch scree. EDC Android juga lebih mendukung pembayaran yang bersifat Metode Penelitian Metode penelitian menggunakan 2 pendekatan, yaitu: Penelitian Deskriptif, memaparkan deskripsi yang akurat, faktual, dan sistematis pada fakta tertentu. Studi Kasus dan korelasional, untuk mengkaji tingkat keterkaitan dari suatu fakta/kasus yang sudah ada dan eksplorisasi suatu kejadian, proses atau aktivitas contactless ataupun pembayaran yang menggunakan dompet digital dibandingkan EDC konvensional. Arsitektur dan Topologi pembatalan transaksi menggunakan EDC. Reversal . oid dan sal. adalah kejadian kegagalan atas transaksi penjualan ataupun transaksi pembatalan. Gambar 1: Arsitektur dan Topologi EDC Android Gambar 2: Dari Kiri ke Kanan. Sale / Purchase (A). Void (B). Reversal Sale (C) dan Reversal Void (D) EDC versioning EDC versioning merupakan versi aplikasi yang di-inject ke dalam device EDC agar bisa di gunakan melakukan transaksi, query ataupun administrasi dan Versi EDC dapat berubah-ubah sesuai dengan hasil pengujian baik yang dilakukan di environment test ataupun environment production Sale / Purchase > 10 Juta. Sale / Purchase Contactless < 1 Juta, dan Sale / Purchase Contactless > 1 Juta Merupakan EDC Android dengan nilai tertentu. Business Requirments Para pengguna EDC berbasis Android . iasanya merchant yang menyesuaikan dengan behavior dari customer ny. adalah yang sering melakukan transaksi penjualan/pembelian, baik transaksi yang menggunakan fasilitas reguler, fasilitas QRIS, fasilitas loyalty, fasilitas powerbuy . icilan berjangk. , ataupun topup prepaid . money/ brizzi/flas. Sedangkan dari perspektif merchant saja, ada beberapa fasilitas settlement dan audit report. Gambar 3: Sale / Purchase di atas 10 juta (A). Sale / Purchase Contactless di bawah 1 juta (B), dan Sale / Purchase Contactless di atas 1 juta (C) Reversal Sale Contactless Reversal adalah suatu kejadian dimana terjadi kegagalan transaksi dan dana dikembalikan ke pelanggan. Pengembangan dan hasil pengujian Berikut ada 23 test case hasil pengujian pra-implementasi EDC Android: Sale / Purchase. Void. Reversal Sale dan Reversal Void Sale / Purchase Merupakan kegiatan transaksi pembelian menggunakan EDC Android. Void adalah kegiatan Gambar 6: Hasil Refund yang berhasil dikembalikan dana nya ke Sale with PIN and bypass PIN Berikut adalah transaksi penjualan dengan menggunakan validasi PIN dan tanpa PIN Gambar 4: Reversal Sale Contactless Generate QR. Check Payment, dan Inquiry Last Merupakan aktivitas memproduksi kode QR yang kemudian akan di pindai oleh pelanggan menjadi alat pembayaran yang sah. Gambar 7: Dari kiri ke kanan Berturut-turut adalah transaksi menggunakan PIN (A) dan (B), dan transaksi tanpa PIN (C) dan (D) Powerbuy Powerbuy adalah fitur pembayaran yang di konversikan ke dalam cicilan dengan tenor tertentu. Gambar 5: Dari kiri ke kanan. Hasil dari generate QR (A), hasil dari pindai pembayaran dari pelanggan (B), dan Inquiry last Refund Refund adalah proses pengembalian dana kepada pelanggan paska EDC Android Gambar 8: Berturut-turut adalah pilihan transaksi cicilan 3 bulan (A), cicilan 3 bulan berhasil (B), dan pilihan transaksi cicilan 6 bulan (C), beserta cicilan 6 bulan berhasil. Void Powerbuy Void Powerbuy adalah transaksi pembatalan cicilan Gambar 11: Dari kiri ke kanan: Sale menggunakan Loyalty (A). Sale menggunakan Coupon (B), dan Powerbuy 3 bulan menggunakan Loyalty (C) Gambar 9: Transaksi Void Powerbuy Check Point Loyalty dan Loyalty Redemption Point Merupakan informasi jumlah point reward yang dimiliki pelanggan, dan nilai redemption yang di ambil oleh Void Sale Loyalty dan Void Powerbuy Loyalty Void Sale ataupun Void Powerbuy with Loyalty merupakan pembatalan transaksi penjualan dengan debit tunai ataupun cicilan beserta point Gambar 10: Secara sekuen adalah informasi jumlah point dan nilai yang telah di redeem oleh pelanggan. Sale / Powerbuy with Loyalty dan Coupon Sale / Powerbuy with Loyalty dan Coupon Merupakan pembelian non cicilan dan cicilan (Powerbu. dengan menggunakan point di sebagian pembayarannya. Gambar 12: Pembatalan pembelanjaan debit tunai dan cicilan beserta loyalty nya. Cek saldo. Topup Online, dan Topup Reversal Cek saldo adalah melihat isi saldo dari kartu prepaid. Topup online adalah pengisian . kartu prepaid. Topup reversal adalah pengembalian saldo topup dikarenakan terjadi kesalahan sistem. Gambar 15: Dari kiri ke kanan, aktivitas update saldo / update balance (A) dan Reversal Update Balance (B) Gambar 13: Dari kiri ke kanan. Cek saldo (A), topup online (B) dan reversal topup (C) History Trans. Last Transaction. Reprint Transaction, dan Any History trans merupakan catatan transaksi yang terjadi dalam waktu tertentu. Last Transaction adalah catatan terahir dari suatu transaksi. Reprint transaction adalah aktivitas mengulang tampilan receipt dari transaksi terahir, sedangkan any transaction adalah aktivitas mengulang tampilan receipt berdasarkan kode bayar tertentu Prepaid Sale Prepaid sale merupakan aktivitas transaksi penjualan menggunakan kartu prabayar Gambar 16: Dari kiri ke kanan. Riwayat transaksi (A), transaksi terahir (B), reprint transaction (C), dan Any transaction (D) Gambar 14: transaksi menggunakan kartu prepaid Update Balance dan reversal update Update balance merupakan aktivitas Pembaharuan/update kartu prepaid. Sedangkan reversal update balance merupakan pengembalian transaksi yang terjadi akibat kesalahan sistem Audit Report dan Summary Report Audit report merupakan aktivitas menampilkan seluruh detail transaksi di hari itu, sedangkan summary report merupakan ringkasan dari transaksi di hari itu Gambar 19: Portal aplikasi untuk melakukan OTA upgrade Gambar 17: Dari kiri ke kanan. Audit Report (A) dan Summary Report (B) Settlement dan Reprint Settlement Settlement dalam istilah perbankan berarti penyelesaian, dimana seluruh transaksi yang dilakukan dalam hari itu dianggap sah dan dana yang tertampung siap di rekon oleh pihak bank kepada penjual Gambar 20: Layar EDC Android setelah berhasil ter-upgrade melalui OTA upgrade Clear Reversal Clear reversal merupakan aktivitas membersihkan seluruh transaksi reversal yang ada dalam memori EDC Android Gambar 18: Dari kiri ke kanan. Settlement (A) dan Reprint Settlement (B) OTA Upgrade OTA (Over The Ai. Upgrade adalah aktivitas melakukan Pembaharuan versi dari aplikasi yang tertanam EDC Versi aplikasi dalam EDC akan secara otomatis berubah versi nya sesuai jadwal yang telah di buat oleh operator Gambar 23: Exceed Limit Amount Gambar 21: Clear Reversal Timeout Timeout merupakan kondisi dimana terjadi putus koneksi antara EDC ke host saat transaksi berlangsung Contactless Limit Contactless Limit adalah parameter untuk menentukan batas transaksi menggunakan kartu contactless Gambar 24: Kondisi Timeout Incorrect PIN Incorrect PIN merupakan pengujian abnormal kesalahan input PIN Gambar 22: pengaturan / parameter menentukan batasan penggunaan kartu contactless Exceed Limit Amount Exceed Limit merupakan batasan nilai transaksi yang boleh dilakukan dibutuhkan lagi. Beberapa brand seperti Verifone, tidak menjual lagi dan melakukan update EDC konvensional mereka di Indonesia. Sementara Brand besar Ingenico secara perlahan mulai mengganti EDC konvensional nya dengan EDC berbasis Android dengan tipe DX8000. Di luar pemain besar Verifone dan Ingenico, brand asal China seperti New Land. Castles, dan PAX mulai meramaikan pasar mesin EDC di Indonesia. Disini dapat disimpulkan bahwa fenomena meningkatnya transaksi dompet digital selain mengubah perilaku konsumen bertransaksi lebih ke arah cashless dan contactless, juga memaksa para produsen dan vendor EDC yang sebelumnya menggunakan alat konvensional perlahan-lahan mulai beralih ke alat berbasis sistem operasi yang lebih menyesuaikan dengan perkembangan jaman dengan berbagai keunggulan seperti lebih user friendly, dapat mengakomodir image Quick Response Code dalam layar, dan mendukung teknologi NFC (Near Field Communicatio. , yang memungkinkan aktivitas tanpa sentuh . sebagai aktor utama. Gambar 25: Incorrect PIN Kesimpulan Di kalangan komunitas perbankan, mulai dari Bank itu sendiri. Pengusaha kecil, pengusaha besar. Retailer. Merchant dan konsumen, alat bantu transaksi merupakan bagian penting dari aktivitas mereka sehari-hari. Era digital saat ini memaksa kondisi perdagangan dunia menjadi lebih cashless dan contactless. Terlepas dari meningkat pesat nya transaksi digital melalui Quick Response Code (QRIS. QR Bayar. Dompet Digital atau e-walle. , penggunaan mesin Electronic EDC masih menjadi aktor utama transaksi cashless. Transisi dari EDC konvensional menuju EDC berbasis Android di berbagai Bank nasional memberikan indikator perubahan yang signifikan bagi para pelaku pasar. Secara fitur, walaupun menu yang di hadirkan dalam EDC berbasis Android sama dengan EDC konvensional, akan tetapi secara user experience, kecepatan transaksi, report generator, dan pembaharuan versi. EDC Android lebih maju dibandingkan EDC Konvensional. Dari sisi pasar dan penyedia alat dan vendor, terlihat ada projectory yang membuat EDC konvensional semakin bergerak menuju keadaan yang obsolete, atau keadaan dimana suatu produk tidak Kedepannya, mungkin dalam 10-20 tahun mendatang atau bahkan lebih cepat. EDC Android bisa jadi juga akan bernasib sama dengan EDC konvensional, menjadi obselete. Akan tetapi memang begitu adanya ciri khas teknologi informasi saat ini, state-of-theart nya cenderung mempunyai life cycle yang lebih pendek, sehingga inovasi akan lebih cepat bergerak, menggantikan teknologi yang lama, sehingga para pelaku pasar bisa memberikan keunggulan bersaing melalui pemanfaatan teknologi baru sebagai pengendali bisnis Daftar Pustaka