37 JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Januari 2023 Pemanfaatan Tanaman Obat Untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Di Desa Pariangan Kabupaten Tanah Datar Mhd Riza Marjoni1. Arfiandi2. Neri Fadjria3 Akademi Farmasi Dwi Farma Bukittinggi E-mail: mhdriza. marjoni@gmail. Article History: Received: 05 Januari 2023 Revised: 09 Januari 2023 Accepted: 10 Januari 2023 Keywords: Pengetahuan. Obat Herbal. Tanaman Obat Keluarga Abstract: Kekayaan alam Indonesia yang sangat beragam, khususnya tumbuhan, telah dipercaya secara turun-temurun memiliki khasiat dalam penyembuhan penyakit. Namun, pemanfaatan tumbuhan ini masih belum banyak diketahui oleh masyarakat luas khusunya ibu-ibu dan remaja remaja putri sebagai pertahanan utama keluarga. Pengabdian ini bertujuan untuk melakukan edukasi agar terjadinya peningkatan pengetahuan ibu-ibu dan remaja putri tentang pemanfaatan bahan alam sebagai obat. Kegiatan pengabdian dilakukan di Desa Pariangan Kabupaten Tanah datar dalam bentuk penyuluhan tentang penggunaan obat herbal. Penyuluhan dilakukan terhadap 50 orang peserta tentang tumbuhan obat yang berada disekitar tempat tinggal untuk dimanfaatkan sebagai pengobatan. Hasil kegiatan pengabdian menunjukan terdapatnya penggunaan maupun cara pengolahan tumbuhan sebagai obat herbal. Kegiatan pengabdian ini diharapkan mampu meningkatkan penggunaan tumbuhan obat yang benar dalam membantu penyembuhan penyakit PENDAHULUAN Dewasa ini, pengobatan dengan menggunakan bahan-bahan yang berasal dari alam masih menjadi trend pilihan sebagai terapi komplementer dalam penyembuhan suatu penyakit maupun untuk sebagai rehabilitasi kesehatan. Di Indonesia, penggunaan tanaman obat dalam upaya peningkatan kesehatan telah dilakukan sejak berabad-abad yang lalu oleh nenek moyang dan masih dipergunakan sampai saat ini. Pengetahuan ini yang kemudian diwariskan secara turun temurun dan dimanfaatkan dan dikembangkan hingga kini menjadi obat tradisional, salah satunya dalam bentuk jamu. Salah satu keunggulan dari produk jamu ini adalah minimnya efek samping yang ditimbulkan oleh obat tradisional bila dibandingkan dengan obat modern (Depkes, 2. Sediaan-sediaan bahan alam atau ramuan obat tradisional yang sudah beredar di masyarakat dapat dikelompokan menjadi 3 kelompok utama yaitu jamu, obat herbal terstandar dan fitofarmaka. Selain ketiga kelompok tersebut, ramuan obat tradisional juga dapat dibuat atau diramu sendiri di rumah dengan memanfaatkan tanaman obat yang terdapat di sekitar rumah,atau yang sering disebut dengan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Pengolahan Tanaman Obat Keluarga ini sangat mudah dilakukan yaitu hanya dengan merebus satu atau lebih campuran tanaman obat untuk diambil a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Januari 2023 sarinya dan sari tersebut kemudian diminum Namun perkembangan ilmu pengetahuan membuat masyarakat lebih cendrung menggunakan obat-obatan sintetis modern dibandingkan obat Kecendrungan ini juga berdampak kepada kurangnya tingkat pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan Kesehatan. juga cenderung berkurang ( Muhlisah, 2014 ). Pada sisi lain, kemudahan teknologi dan informasi menyebabkan sering terjadinya missed komunikasi mengenai manfaat dari tanaman obat, karena informasi yang diperoleh tidak valid dan seringkali hanya diperoleh dari media media sosial yang tidak bertanggung jawab. Desa Pariangan telah dinobatkan menjadi salah satu desa terindah di dunia. Masyarakat des aini sangat menjaga ketradisionalan kehidupan mereka. Rumah-rumah masyarakat didesa ini masih dipertahankan sebagaimana layaknya desa zaman dahulu. Kehidupan masyarakat desa Pariangan juga masih berjalan secara tradisional khususnya pertanian. Disekitar rumah warga desa, terlihat banyak tanaman-tanaman yang secara farmasi dapat digunakan dan dimanfaatkan sebagai bahan alam untuk pengobatan. Pengetahuan masyarakat di Desa pariangan terutama kaum ibu dan remaja mengenai pemanfaatan tanaman obat untuk meningkatkan kesehatan terlihat masih kurang, walaupun sebagian besar penduduk mengaku mengetahui dan pernah menggunakan obat-obat tradisional untuk mengatasi masalah Kesehatan mereka. Bersumber pada hasil wawancara di lapangan, warga mengaku mengalami kesulitan dalam mencari tumbuhan obat yang efektif di sekitar tempat tinggal mereka. Berdasarkan hal tersebut diatas, maka melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan akan dapat menigkatkan pengetahuan masyarakat desa Pariangan khususnya ibu-ibu dan remaja putri mengenai pemanfaatan tanaman obat keluarga sehingga diharapkan tanaman yang banyak tumbuh disekitar pekaarangan dapat dimanfaatkan untuk pengobatan METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh Dosen Akademi Farmasi Dwi Farma Bukittinggi dilaksanakan di Kantor wali Nagari Pariangan Kabupaten Tanah Datar dengan melibatkan 50 orang peserta ibu-ibu dan remaja. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah penyuluhan dan edukasi mengenai jenis-jenis tanaman obat dan khasiatnya, khususnya pada tanaman yang berkhasiat dalam membantu pengobatan diabetes, diare, hepatoprotektor, keputihan serta pencegah kehamilan yang terutama diperuntukkan bagi ibu-ibu usia lanjut dan remaja putri Secara rinci kegiatan pengabdian yang dilakukan sebagai berikut : Memberikan edukasi dalam bentuk ceramah dan penyuluhan kepada peserta mengenai pengertian, perkembangan, dan penggunaan tanaman obat. Melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai jenis-jenis tanaman obat keluarga berdasarkan Melakukan sosialisasi mengenai cara penggunaan atau pengolahan tanaman obat untuk peningkatan kesehatan. Pada bagian akhir sesi pengabdian, peserta diberikan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta mengenai pemanfaatan tanaman obat a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Januari 2023 HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat Dosen Akademi Farmasi Dwi Farma Bukittinggi di pusatksn di Ruang pertemuan Wali Nagari Pariaangan Kabupaten Tanah Datar dengan tema Au Pemanfaatan Tanaman Obat sebagai pengobatan alternatif dalam upaya peningkatan Kesehatan masyarakatAy. Target utama dari kegiatan pengabdian ini adalah ibu-ibu dan remaja khusunya remaja putri disekitar Desa Pariangan kabupaten Tanah Datar. Dalam sesi penyuluhan dijelaskan tentang definisi obat herbal dan bagaimana cara memilih obat-obat herbal yang baik dan cocok untuk kondisi penyakit yang diderita. Tim pengabdian juga menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih obt-obatan herbal tersebut dilihat dari sisi interaksi obat sampai pada efek yang Gambar 1. Penyuluhan penggunaan tanaman Obat Tim pengabdian memilih ibu-ibu dan remaja putri sebagai target sasaran pengabdian didasarkan pada alas an bahwa Ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri merupakan gerbang utama dalam menjaga kesehatan keluarga. Sebagai gerbang utama, ibu-ibu dan remaja putri harus bisa memahami dan mengetahui obat-obatan yang dapat dikonsumsi oleh keluarganya (Yulianto & Kirwanto, 2. Sebagian besar ibu-ibu dan remaja putri di Desa Pariangan telah menggunakan bahan-bahan obat herbal sebagai salah satu alternatif pengobatan untuk anggota kelaurganya. Remaja putri yang juga menjadi target sasaran tim pengabdian karena remaja putri merupakan generasi penerus dalam keluarga yang memiliki peran penting dalam melestarikan budaya bangsanya, salah satunya yaitu dengan penggunaan jamu sebagai terapi pelengkap maupun membantu pengobatan penyakit. Namun, dalam kenyataanya, hal ini belum didukung oleh pengetahuna yang memadai dari ibu-ibu dan remaja putri tentang bagaimana cara mendapatkan maupun jenis obat herbal yang dapat digunakan dalam menyembuhkan penyakit. Data pada gambar 1 dibawah ini memperlihatkan bahwa 82% peserta umumnya membeli bahan obat tradisional di pasar-pasar tradisional terdekat dan baru 11% yang telah melakukan budidaya tanaman obat a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Januari 2023 sendiri, serta sisanya memperoleh bahan tanaman obat disekitar perumahan mereka. Membeli di Pasar Ditanam sendiri Tumbuhan liar Gambar 2. Cara mendapatkan tanaman obat Berdasarkan wawancara dengan peserta dengan menindaklanjuti data pada Gambar 1, dimana 82% warga Desa memperoleh obat-obatan herbal dengan cara membeli di pasar-pasar terdekat. Tim melakukan Analisa lebih lanjut mengenai tingkat kemanjuran dari obat-obatan yang dibeli tersebut. Hasilnya seperti terlihat pada gambar 2 berikut. Berkhasiat Kurang berkhasiat Gambar 3. Khasiat obat tradisional menurut peserta a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Januari 2023 Meskipun data pada Gambar 2 memperlihatkan bahwa 85% peserta menyatakan bahwa obat tradisional yang mereka beli berkhasiat, tetapi minat ibu-ibu dan remaja putri terhadap penggunaan obat herbal ternyata masih rendah sebagaimana terlihat pada Gambar 3 berikut Kadang- kadang Tidak Gambar 4. Kecenderungan peserta menggunakan obat sintetis daripada obat tradisional Data pada gambar 4 menunujukan bahwa 71% pesertaa mengaku lebih memilih menggunakan obat sintetis dibandingkan obat tradisional karena obat-obatan sintetis cendrung lebih mudah diperoleh dan penggunaanya lebih praktis Beberapa tanaman obat yang umum digunakan oleh masyarakat desa Pariangan dalam mengobati penyakit diantaranya daun jambu biji untuk pengobatan diare, kunyik . untuk membantu mengatasi nyeri haid bagi remaja putri, labu siam dan seledri untuk pengobatan hipertensi, sertaa bawang putih dalam membantu menurunkan kolesterol. Selain tanaman diatas, masyarakat desa pariangan juga telah menggunakan bahan tanaman lainya seperti papaya, jeruk nipis, kayu manis dan daun sirih. Pada kegiatan pengabdian ini. Tim memberikan pengetahuan tambahan dan edukasi tentang tanaman obat yang berkhasiat dalam mengatasi penyakit diabetes yaitu daun afika dan daun tapak dara. Tim juga memberikan edukasi tentang tanaman lain yang dapat digunakan untuk mengatasi diare seperti gambir (Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan, 2017. Depkes, 2. Penggunaan obat-obatan yang berasal dari tumbuhan . bat-obatan herba. memiliki keuntungan dibandingkan obat sintetis terutama dalam hal minimnya efek samping yang ditimbulkan. Selain itu, obat-obatan herbal dapat digunakan dalam jangka waktu lama. Kelemahan dari obat-obatan herbal ini adalah kecendrungan kurang praktis dan tidak memberikan efek terapi yang cepat. Hal ini mengakibatkan masyarakat enggan untuk menggunakanya. Walaupun obat-obatan herbal aman dan dapat dikonsumsi dalam waktu lama, dalam penggunaanya juga harus tetap mengikuti aturan dan syarat yang berlaku (Sumayyah & Salsabila, 2. Penggunaan obat herbal yang tidak tepat akan dapat menyebabkan obat herbal yang awalnya bermanfaat dan berkhasiat justru menjadi toksik atau berbahaya bagi tubuh. Melalui kegiatan pengabdian iin, tim pengabdian juga menekankan bahwa masyarakat juga tidak a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Januari 2023 boleh sembarangan dalam mengkonsumsi obat herbal, terutama jika tujuannya untuk pengobatan. KESIMPULAN Edukasi mengenai penggunaan tanaman obat dan ajakan untuk menanam tanaman obat pada kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan ketertarikan masyarakat untuk menggunakana obat tradisional dari bahan alam sekaligus melestarikan alam dengan memanfaatkan penggunaan Tanaman Obat Keluarga TOGA) DAFTAR REFERENSI Aserani Kurdi. Tanaman Herbal Indonesia. Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan. Info Komoditi Tanaman Obat. Badan Pengkajian Dan Pengembangan Perdagangan, 1Ae106. Depkes. Kebijakan Obat Tradisional Nasional. Kelompok Masyarakat Desa Sirnasari. Tumbuhan Obat Halimun . Kemenkes. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2016. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Muhlisah. Tanaman obat keluarga (TOGA). , 52Ae54. Sumayyah. , & Salsabila. Obat TradisionalEo: Antara Khasiat dan Efek Sampingnya. Farmasetika. Com (Onlin. , 2. , 1. Yulianto. , & Kirwanto. Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga oleh Orang Tua untuk Kesehatan Aak di Duwet Ngawen Klaten. Jurnal Terpadu Ilmu Keperawatan, 5. , 75Ae80 a. ISSN : 2828-5700 .